.:
🚇 KAUM TERORIS KHAWARIJ HANYA MEMERANGI KAUM MUKMININ
Asy-Syaikh al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah,
"ماعُهدَ في التاريخ أن الخوارج قاتلوا الكفار أبداً ؛ وإنما يُقاتلون المؤمنين دائماً وأبداً".
"Tidak pernah tercatat dalam sejarah bahwa kaum khawarij memerangi orang-orang kafir, sama sekali tidak ada..
Kaum khawarij itu hanyalah MEMERANGI KAUM MUKMININ, demikian selalu dan terus -menerus!!"
[ Ithaaf al-Qaari 2/225 ] | @ManhajulAnbiya
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 YANG MENJADI BIDIKAN KELOMPOK RADIKAL UNTUK DICUCI OTAKNYA
Asy-Syaikh Muqbil bin Hady rahimahullah berkata:
أتدرون فيمن يطمع جماعة التكفير؟! يطمعون في الرجل المتدين العابد الجاهل.
"Tahukah kalian kepada siapakah jama’ah takfir (kelompok teroris radikal yang gampang mengkafirkan selain kelompok mereka) senang membidik?!
Mereka senang membidik seseorang yang SEMANGAT BERAGAMA, BANYAK BERIBADAH, NAMUN BODOH."
[ Al-Fawakih al-Janiyyah, hlm. 88 ]
📑 Sumber :
https://twitter.com/fzmhm12121/status/849273696829272070
@ForumSalafy
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 RAKYAT WAJIB MEMBANTU PEMERINTAH DALAM MEMERANGI KHAWARIJ/TERORIS
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:
يجب على الرعية مساعدة الإمام في قتال الخوارج، لأنهم يريدون تفريق الأمة.
"Wajib atas rakyat untuk membantu pemerintah dalam memerangi orang-orang Khawarij/Teroris, karena mereka bertujuan MEMECAH -BELAH UMMAT."
📑 Sumber:
https://twitter.com/imamothaimeen/status/749770976473280514 |
@ForumSalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 KAUM TERORIS KHAWARIJ HANYA MEMERANGI KAUM MUKMININ
Asy-Syaikh al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah,
"ماعُهدَ في التاريخ أن الخوارج قاتلوا الكفار أبداً ؛ وإنما يُقاتلون المؤمنين دائماً وأبداً".
"Tidak pernah tercatat dalam sejarah bahwa kaum khawarij memerangi orang-orang kafir, sama sekali tidak ada..
Kaum khawarij itu hanyalah MEMERANGI KAUM MUKMININ, demikian selalu dan terus -menerus!!"
[ Ithaaf al-Qaari 2/225 ] | @ManhajulAnbiya
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 YANG MENJADI BIDIKAN KELOMPOK RADIKAL UNTUK DICUCI OTAKNYA
Asy-Syaikh Muqbil bin Hady rahimahullah berkata:
أتدرون فيمن يطمع جماعة التكفير؟! يطمعون في الرجل المتدين العابد الجاهل.
"Tahukah kalian kepada siapakah jama’ah takfir (kelompok teroris radikal yang gampang mengkafirkan selain kelompok mereka) senang membidik?!
Mereka senang membidik seseorang yang SEMANGAT BERAGAMA, BANYAK BERIBADAH, NAMUN BODOH."
[ Al-Fawakih al-Janiyyah, hlm. 88 ]
📑 Sumber :
https://twitter.com/fzmhm12121/status/849273696829272070
@ForumSalafy
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 RAKYAT WAJIB MEMBANTU PEMERINTAH DALAM MEMERANGI KHAWARIJ/TERORIS
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:
يجب على الرعية مساعدة الإمام في قتال الخوارج، لأنهم يريدون تفريق الأمة.
"Wajib atas rakyat untuk membantu pemerintah dalam memerangi orang-orang Khawarij/Teroris, karena mereka bertujuan MEMECAH -BELAH UMMAT."
📑 Sumber:
https://twitter.com/imamothaimeen/status/749770976473280514 |
@ForumSalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Twitter
فواز بن علي المدخلي
قال العلامة مقبل الوادعي: "أتدرون فيمن يطمع جماعة التكفير ؟ يطمعون في الرجل المتدين العابد الجاهل". الفواكه الجَنية ص٨٨ جماعة التبليغ
::
🚇 CARA MENGIDENTIFIKASI TERORIS KHOWARIJ : SIAPAKAH TOKOH-TOKOH "ULAMA" IDOLA MEREKA?
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Qomar Su'aidi hafizhahullah
📅 Kajian "AGAR ANAK TIDAK MENJADI TERORIS" l Masjid Baiturrahman, Kulonprogo l 3 Shafar 1437 H ~ 15 November 2015 M
◙ Durasi 0:09:27
◙ Ukuran file 2,2 MB
◙ Link: http://bit.ly/2BVYvwb
#uzlah #jahiliyah #asing #abdullah_azzam #sayid_qutb #almaqdisi #pemerintah #mengkafirkan #takfir #terorisme
••••
💾 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 CARA MENGIDENTIFIKASI TERORIS KHOWARIJ : SIAPAKAH TOKOH-TOKOH "ULAMA" IDOLA MEREKA?
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Qomar Su'aidi hafizhahullah
📅 Kajian "AGAR ANAK TIDAK MENJADI TERORIS" l Masjid Baiturrahman, Kulonprogo l 3 Shafar 1437 H ~ 15 November 2015 M
◙ Durasi 0:09:27
◙ Ukuran file 2,2 MB
◙ Link: http://bit.ly/2BVYvwb
#uzlah #jahiliyah #asing #abdullah_azzam #sayid_qutb #almaqdisi #pemerintah #mengkafirkan #takfir #terorisme
••••
💾 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 (KESALAHAN ORANGTUA) JANGAN BERLEBIHAN DALAM BERBURUK SANGKA/ SU`UD DZHON KEPADA ANAK DISERTAI INTEROGASI/ INTIMIDASI (DIPUKUL), DITUDUH DUSTA, DLL
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah
📅 Kajian "AYAH IBU, KEMANA AKAN KAU BAWA PUTRA - PUTRIMU ?" | Ahad, 21 Shafar 1441 H/ 20 Oktober 2019 M di Masjid Agung Al-Ukhuwah, Balai Kota Bandung
◙ Durasi 0:05:49
◙ Ukuran file 1,5 MB
◙ Link: http://bit.ly/2PvIViV
#parenting #pendidikan_anak #marah #dusta #tarbiyatul_aulad #tanpa_klarifikasi #jujur
••••
💾 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 (KESALAHAN ORANGTUA) JANGAN BERLEBIHAN DALAM BERBURUK SANGKA/ SU`UD DZHON KEPADA ANAK DISERTAI INTEROGASI/ INTIMIDASI (DIPUKUL), DITUDUH DUSTA, DLL
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah
📅 Kajian "AYAH IBU, KEMANA AKAN KAU BAWA PUTRA - PUTRIMU ?" | Ahad, 21 Shafar 1441 H/ 20 Oktober 2019 M di Masjid Agung Al-Ukhuwah, Balai Kota Bandung
◙ Durasi 0:05:49
◙ Ukuran file 1,5 MB
◙ Link: http://bit.ly/2PvIViV
#parenting #pendidikan_anak #marah #dusta #tarbiyatul_aulad #tanpa_klarifikasi #jujur
••••
💾 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 BILA CADAR BUDAYA ARAB; TENTU PARA WANITA MUSYRIKIN JAHILIYAH SUDAH BERCADAR SEBELUM AYAT UNTUK BERHIJAB TURUN
Dari Shafiyyah bintu Syaibah, beliau berkata, 'Aisyah radhiyallahu 'anha menyatakan :
لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ : { وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ } أَخَذْنَ أُزْرَهُنَّ، فَشَقَّقْنَهَا مِنْ قِبَلِ الْحَوَاشِي، فَاخْتَمَرْنَ بِهَا.
"Saat turun firman Allah ta'ala :
وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ
"Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung hingga ke dadanya."[ QS. An-Nuur : 31]
Para wanita langsung mengambil kain yang mereka miliki lalu merobek ujung-ujungnya, kemudian mereka gunakan untuk kerudung dan menutupi wajah."
HR. Al Bukhari (4758)
SEBELUM ISLAM DATANG, TERNYATA KERUDUNG DALAM BUDAYA ARAB HANYA MENUTUPI BAGIAN BELAKANG.
Salah seorang pakar tafsir dan Bahasa Arab di masanya, Imam Abu Zakariya Yahya bin Ziyad Al Farro' (w. 206 h) rahimahullah mengatakan :
كانوا في الجاهلية تسدل المرأة خمارها من ورائها، وتكشف ما قدامها، فأمرن بالاستتار
"Di masa jahiliyah, para wanita mengulurkan kerudung hanya pada bagian belakang tubuh dan membiarkan bagian depan terbuka. Maka datang Islam memerintahkan agar juga menutupi bagian depan." (Fathul Bari, VIII/490)
Dari uraian di atas menjadi jelaslah; mana yang budaya asli arab dan mana yang ajaran Islam.
Semoga para wanita kita dibukakan hati untuk menjalankan syari'at suci ini atau minimal tidak bersikap negatif terhadap yang mengamalkannya.
✍️ Jalur Masjid Agung @Kota Raja
-- Hari Ahadi, selesai jelang istirahat malam 17 Dzulhijjah 1439 / 28 Agustus 2018 @nasehatetam
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 BILA CADAR BUDAYA ARAB; TENTU PARA WANITA MUSYRIKIN JAHILIYAH SUDAH BERCADAR SEBELUM AYAT UNTUK BERHIJAB TURUN
Dari Shafiyyah bintu Syaibah, beliau berkata, 'Aisyah radhiyallahu 'anha menyatakan :
لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ : { وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ } أَخَذْنَ أُزْرَهُنَّ، فَشَقَّقْنَهَا مِنْ قِبَلِ الْحَوَاشِي، فَاخْتَمَرْنَ بِهَا.
"Saat turun firman Allah ta'ala :
وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ
"Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung hingga ke dadanya."[ QS. An-Nuur : 31]
Para wanita langsung mengambil kain yang mereka miliki lalu merobek ujung-ujungnya, kemudian mereka gunakan untuk kerudung dan menutupi wajah."
HR. Al Bukhari (4758)
SEBELUM ISLAM DATANG, TERNYATA KERUDUNG DALAM BUDAYA ARAB HANYA MENUTUPI BAGIAN BELAKANG.
Salah seorang pakar tafsir dan Bahasa Arab di masanya, Imam Abu Zakariya Yahya bin Ziyad Al Farro' (w. 206 h) rahimahullah mengatakan :
كانوا في الجاهلية تسدل المرأة خمارها من ورائها، وتكشف ما قدامها، فأمرن بالاستتار
"Di masa jahiliyah, para wanita mengulurkan kerudung hanya pada bagian belakang tubuh dan membiarkan bagian depan terbuka. Maka datang Islam memerintahkan agar juga menutupi bagian depan." (Fathul Bari, VIII/490)
Dari uraian di atas menjadi jelaslah; mana yang budaya asli arab dan mana yang ajaran Islam.
Semoga para wanita kita dibukakan hati untuk menjalankan syari'at suci ini atau minimal tidak bersikap negatif terhadap yang mengamalkannya.
✍️ Jalur Masjid Agung @Kota Raja
-- Hari Ahadi, selesai jelang istirahat malam 17 Dzulhijjah 1439 / 28 Agustus 2018 @nasehatetam
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
.:
Ⓜ KENAPA WANITA HARUS BERHIJAB MENGGUNAKAN CADAR (NIQOB)? BUKANKAH ITU BUDAYA/ADATNYA ORANG ARAB?
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin -hafizhahullah-
🗓 Kajian "Jagalah Rasa Malumu !" | 6 Rajab 1438 H / 3 April 2017 di Gedung Madrasah Nisa - Ponpes Minhajus Sunnah Magelang
◙ Durasi 00:03:23
◙ Ukuran file 0,93 MB
◙ Link: http://bit.ly/2PAafMR
(*) Juga nasehat untuk wanita muslimah yang meremehkan dalam masalah memakai kaos tangan ketika keluar rumah & di hadapan lelaki yang bukan mahramnya.
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Ⓜ KENAPA WANITA HARUS BERHIJAB MENGGUNAKAN CADAR (NIQOB)? BUKANKAH ITU BUDAYA/ADATNYA ORANG ARAB?
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin -hafizhahullah-
🗓 Kajian "Jagalah Rasa Malumu !" | 6 Rajab 1438 H / 3 April 2017 di Gedung Madrasah Nisa - Ponpes Minhajus Sunnah Magelang
◙ Durasi 00:03:23
◙ Ukuran file 0,93 MB
◙ Link: http://bit.ly/2PAafMR
(*) Juga nasehat untuk wanita muslimah yang meremehkan dalam masalah memakai kaos tangan ketika keluar rumah & di hadapan lelaki yang bukan mahramnya.
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 JILBAB, BUDAYA ARAB ? : TIDAK BERJILBAB ADALAH BUDAYA JAHILIYAH
Oleh:
Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafizhahullah
Ada yang mengatakan bahwa jilbab yang menutupi seluruh tubuh, termasuk wajah, adalah adat atau budaya Arab. Benarkah demikian?
Jawabannya tentu tidak❗️
Sebab, hijab atau jilbab yang disyariatkan oleh Islam atas para wanita sesungguhnya TIDAK DIKENAL OLEH ARAB SEBELUM KEDATANGAN ISLAM.
Faktanya, Allah سبحانه وتعالى mencela para wanita jahiliyah (sebelum Islam) yang memiliki kebiasaan ber-tabarruj.
Kemudian, Allah Ta'ala memberikan arahan kepada wanita muslimah agar tidak ber-tabarruj sehingga tidak menyerupai wanita jahiliyah.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وََ لا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
"Dan hendaklah kalian (para wanita) tetap dirumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dulu." (Q.S al-Ahzab: 33)
◾️Sudah menjadi kebiasaan dan budaya jahiliyah bahwa para wanita keluar dari rumah dalam keadaan berhias dan menampakkan wajah.
◾️Untuk itu, Allah Ta'ala mewajibkan jilbab kepada para wanita setelah Islam datang. Tujuannya adalah mengangkat kedudukan para wanita dan menjaga kehormatan mereka serta mencegah gangguan dari orang-orang fasik.
Dengan demikian, jilbab bukanlah budaya Arab dan tidak mengandung sisi, budayanya.
Akan tetapi, JILBAB ADALAH AJARAN ISLAM SEUTUHNYA..
Sebaliknya, TIDAK BERJILBAB ADALAH BUDAYA JAHILIYAH.
◾️Mengenakan jilbab adalah bentuk kepatuhan kepada Allah dan Rasul-Nya, dan merupakan upaya menggapai kesucian dan melindungi kaum laki-laki dari kemaksiatan.
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ
"Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka." ( Q.S al-Ahzab: 36 )
وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَعاً فَسْٔلُوهُنَّ مِن وَرَاءِ حِجَابٍ ۚ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ
"Apabila kalian meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri nabi), mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka." (Q.S al-Ahzab: 53)
Nabi ﷺ bersabda,
مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلىَ الرِّخَالِ مِنَ النِّسَاء
"Tidaklah kutinggalkan di belakangku ujian yang lebih berbahaya bagi kaum pria selain godaan wanita." (HR. al-Bukhari)
Wallahu a'lam.
📑 Sumber: Majalah Muslimah Qonitah edisi 32/Vol. 03/1438H-2017M hal 4-7 @syarhussunnahlinnisa
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 JILBAB, BUDAYA ARAB ? : TIDAK BERJILBAB ADALAH BUDAYA JAHILIYAH
Oleh:
Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafizhahullah
Ada yang mengatakan bahwa jilbab yang menutupi seluruh tubuh, termasuk wajah, adalah adat atau budaya Arab. Benarkah demikian?
Jawabannya tentu tidak❗️
Sebab, hijab atau jilbab yang disyariatkan oleh Islam atas para wanita sesungguhnya TIDAK DIKENAL OLEH ARAB SEBELUM KEDATANGAN ISLAM.
Faktanya, Allah سبحانه وتعالى mencela para wanita jahiliyah (sebelum Islam) yang memiliki kebiasaan ber-tabarruj.
Kemudian, Allah Ta'ala memberikan arahan kepada wanita muslimah agar tidak ber-tabarruj sehingga tidak menyerupai wanita jahiliyah.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وََ لا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
"Dan hendaklah kalian (para wanita) tetap dirumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dulu." (Q.S al-Ahzab: 33)
◾️Sudah menjadi kebiasaan dan budaya jahiliyah bahwa para wanita keluar dari rumah dalam keadaan berhias dan menampakkan wajah.
◾️Untuk itu, Allah Ta'ala mewajibkan jilbab kepada para wanita setelah Islam datang. Tujuannya adalah mengangkat kedudukan para wanita dan menjaga kehormatan mereka serta mencegah gangguan dari orang-orang fasik.
Dengan demikian, jilbab bukanlah budaya Arab dan tidak mengandung sisi, budayanya.
Akan tetapi, JILBAB ADALAH AJARAN ISLAM SEUTUHNYA..
Sebaliknya, TIDAK BERJILBAB ADALAH BUDAYA JAHILIYAH.
◾️Mengenakan jilbab adalah bentuk kepatuhan kepada Allah dan Rasul-Nya, dan merupakan upaya menggapai kesucian dan melindungi kaum laki-laki dari kemaksiatan.
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ
"Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka." ( Q.S al-Ahzab: 36 )
وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَعاً فَسْٔلُوهُنَّ مِن وَرَاءِ حِجَابٍ ۚ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ
"Apabila kalian meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri nabi), mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka." (Q.S al-Ahzab: 53)
Nabi ﷺ bersabda,
مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلىَ الرِّخَالِ مِنَ النِّسَاء
"Tidaklah kutinggalkan di belakangku ujian yang lebih berbahaya bagi kaum pria selain godaan wanita." (HR. al-Bukhari)
Wallahu a'lam.
📑 Sumber: Majalah Muslimah Qonitah edisi 32/Vol. 03/1438H-2017M hal 4-7 @syarhussunnahlinnisa
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
.:
Ⓜ APAKAH SYARAT MASUK SURGA BAGI WANITA MUSLIMAH ITU HARUS BERCADAR? HUKUM CADAR (NIQOB) BAGI WANITA : WAJIB, SUNNAH ATAU PILIHAN? HARUSKAH BERWARNA HITAM?
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad As-Sewed -hafizhahullah-
🗓 Kajian Ilmiyah "MENJALIN UKHUWAH DI ATAS IMAN DAN TAQWA" | Jum'at-Sabtu, 06-07 Jumadill Awwal 1438 H / 03-04 Febuari 2017 M di Masjid Al-Badr, Komplek Ma'had Darul Hadits Maros - Sulawesi Selatan
◙ Durasi 00:11:36
◙ Ukuran file 2,8 MB
◙ Link: http://bit.ly/33bszzO
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّأَزۡوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ يُدۡنِينَ عَلَيۡهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّۚ
“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka.” (al-Ahzab: 59)
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Ⓜ APAKAH SYARAT MASUK SURGA BAGI WANITA MUSLIMAH ITU HARUS BERCADAR? HUKUM CADAR (NIQOB) BAGI WANITA : WAJIB, SUNNAH ATAU PILIHAN? HARUSKAH BERWARNA HITAM?
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad As-Sewed -hafizhahullah-
🗓 Kajian Ilmiyah "MENJALIN UKHUWAH DI ATAS IMAN DAN TAQWA" | Jum'at-Sabtu, 06-07 Jumadill Awwal 1438 H / 03-04 Febuari 2017 M di Masjid Al-Badr, Komplek Ma'had Darul Hadits Maros - Sulawesi Selatan
◙ Durasi 00:11:36
◙ Ukuran file 2,8 MB
◙ Link: http://bit.ly/33bszzO
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّأَزۡوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ يُدۡنِينَ عَلَيۡهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّۚ
“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka.” (al-Ahzab: 59)
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 MENGGUNAKAN HIJAB ADALAH TANDA KEMAJUAN : SEMAKIN BERKEMBANG, SEORANG WANITA MESTI BERPAKAIAN LEBIH TERTUTUP
Seorang muslim mestinya percaya dan yakin bahwa sabda-sabda Nabi Muhammad ﷺ itu benar adanya. Termasuk berita-berita akhir zaman yang telah disampaikan beliau.
Ath-Thabarani [AI-Mu'jam Ash-Shaghir hal.232] menyebutkan hadits Abdullah bin Amr bin Al-Ash bahwa Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
سَيَكُوْنُ فِيْ آخِرِ أُمَّتِيْ نِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ عَلَى رُؤُوْسِهِنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ، اِلْعَنُوْهُنَّ فَإِنَّهُنَّ
"Diakhir zaman nanti, akan ada dari umatku kaum wanita yang berpakaian padahal hakikatnya telanjang. Di atas kepalanya aksesoris seperti punuk unta. Laknat saja mereka! Sungguh, mereka adalah kaum terlaknat"
Bahkan dalam riwayat lain, Nabi Muhammad ﷺ mengatakan:
لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا، وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا
"Mereka tidak masuk surga. Bahkan tidak bisa mencium wanginya surga. Padahal wanginya surga itu dapat tercium dalam radius yang sangat jauh." [HR.Muslim no. 2128]
Ibnu Abdil Barr seorang ulama Cordova Spanyol yang wafat tahun 463 H menerangkan:
"Maksud Nabi Muhammad ﷺ adalah kaum wanita yang menggunakan pakaian tipis atau ketat. Pakaian itu tidak berfungsi menutup, namun malah membentuk. Memang mereka bisa dikatakan berpakaian, walaupun hakikatnya telanjang"
Fakta di lapangan dan yang nyata dalam kehidupan, bukankah demikian?
◾️Jangan Anda beralasan bahwa tuntutan zaman memang demikian, sehingga cara berpakaianpun mesti mengikuti perkembangan.
◾️Jangan pula menggunakan istilah modis, trend atau fashion!
Apakah Anda tidak sadar bahwa pakaian ketat, sempit dan membuka sebagian tubuh itu justru mundur ke belakang? Ke zaman purbakala atau zaman batu?
◾️Semakin berkembang, seorang wanita mesti berpakaian lebih tertutup.
Bertambah maju artinya seorang wanita harus menutup auratnya. Sehingga, menggunakan pakaian hijab adalah tanda kemajuan.
◾️Jangan malah Anda putar-balik dengan menuduhnya sebagai budaya Ärab!
Jangan Anda menolak karena dianggap bukan budaya Indonesia! Memang, budaya Indonesia mana yang dijadikan patokan?
Anda harus paham bahwa budaya kaum wanita Arab sebelum Islam datang tidak mengenal hijab.
Secara umum, pergaulanpun bebas tanpa batas.
Mereka terbiasa bersolek dan berdandan lalu memamerkan diri di jalan-jalan umum.
Anda pun mesti mengerti bahwa budaya kaum wanita Arab di zaman pra-lslam adalah berdandan lalu keluar rumah dengan leher nampak jelas terbuka. Kalung, gelang, giwang atau anting-antingnya terlihat. Itulah budaya Arab dahulu!
Setelah Islam datang, budaya itu dihapus! Diganti dan dihilangkan. Kaum wanita diminta untuk konsentrasi mengelola rumah. Sebab, rumah adalah titik pangkal kehidupan.
Kaum wanita dididik untuk berhijab. Sebab, dengan berhijab seorang wanita akan terjaga dan terhormat. Kaum wanita diarahkan untuk gemar berbuat kebajikan.
Mengenai hal ini, Allah Ta'ala telah berfirman:
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. (QS. Al-Ahzab:33)
⬆📚 BULETIN AL-FAIDAH 📜⬆
EDISI 99, Vol 2/Tahun 5/1440 H
==========================
BENAR-BENAR BERHIJAB
Penulis: Al-Ustadz Abu Nashim Mukhtar حفظه الله
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 MENGGUNAKAN HIJAB ADALAH TANDA KEMAJUAN : SEMAKIN BERKEMBANG, SEORANG WANITA MESTI BERPAKAIAN LEBIH TERTUTUP
Seorang muslim mestinya percaya dan yakin bahwa sabda-sabda Nabi Muhammad ﷺ itu benar adanya. Termasuk berita-berita akhir zaman yang telah disampaikan beliau.
Ath-Thabarani [AI-Mu'jam Ash-Shaghir hal.232] menyebutkan hadits Abdullah bin Amr bin Al-Ash bahwa Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
سَيَكُوْنُ فِيْ آخِرِ أُمَّتِيْ نِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ عَلَى رُؤُوْسِهِنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ، اِلْعَنُوْهُنَّ فَإِنَّهُنَّ
"Diakhir zaman nanti, akan ada dari umatku kaum wanita yang berpakaian padahal hakikatnya telanjang. Di atas kepalanya aksesoris seperti punuk unta. Laknat saja mereka! Sungguh, mereka adalah kaum terlaknat"
Bahkan dalam riwayat lain, Nabi Muhammad ﷺ mengatakan:
لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا، وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا
"Mereka tidak masuk surga. Bahkan tidak bisa mencium wanginya surga. Padahal wanginya surga itu dapat tercium dalam radius yang sangat jauh." [HR.Muslim no. 2128]
Ibnu Abdil Barr seorang ulama Cordova Spanyol yang wafat tahun 463 H menerangkan:
"Maksud Nabi Muhammad ﷺ adalah kaum wanita yang menggunakan pakaian tipis atau ketat. Pakaian itu tidak berfungsi menutup, namun malah membentuk. Memang mereka bisa dikatakan berpakaian, walaupun hakikatnya telanjang"
Fakta di lapangan dan yang nyata dalam kehidupan, bukankah demikian?
◾️Jangan Anda beralasan bahwa tuntutan zaman memang demikian, sehingga cara berpakaianpun mesti mengikuti perkembangan.
◾️Jangan pula menggunakan istilah modis, trend atau fashion!
Apakah Anda tidak sadar bahwa pakaian ketat, sempit dan membuka sebagian tubuh itu justru mundur ke belakang? Ke zaman purbakala atau zaman batu?
◾️Semakin berkembang, seorang wanita mesti berpakaian lebih tertutup.
Bertambah maju artinya seorang wanita harus menutup auratnya. Sehingga, menggunakan pakaian hijab adalah tanda kemajuan.
◾️Jangan malah Anda putar-balik dengan menuduhnya sebagai budaya Ärab!
Jangan Anda menolak karena dianggap bukan budaya Indonesia! Memang, budaya Indonesia mana yang dijadikan patokan?
Anda harus paham bahwa budaya kaum wanita Arab sebelum Islam datang tidak mengenal hijab.
Secara umum, pergaulanpun bebas tanpa batas.
Mereka terbiasa bersolek dan berdandan lalu memamerkan diri di jalan-jalan umum.
Anda pun mesti mengerti bahwa budaya kaum wanita Arab di zaman pra-lslam adalah berdandan lalu keluar rumah dengan leher nampak jelas terbuka. Kalung, gelang, giwang atau anting-antingnya terlihat. Itulah budaya Arab dahulu!
Setelah Islam datang, budaya itu dihapus! Diganti dan dihilangkan. Kaum wanita diminta untuk konsentrasi mengelola rumah. Sebab, rumah adalah titik pangkal kehidupan.
Kaum wanita dididik untuk berhijab. Sebab, dengan berhijab seorang wanita akan terjaga dan terhormat. Kaum wanita diarahkan untuk gemar berbuat kebajikan.
Mengenai hal ini, Allah Ta'ala telah berfirman:
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. (QS. Al-Ahzab:33)
⬆📚 BULETIN AL-FAIDAH 📜⬆
EDISI 99, Vol 2/Tahun 5/1440 H
==========================
BENAR-BENAR BERHIJAB
Penulis: Al-Ustadz Abu Nashim Mukhtar حفظه الله
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 BENARKAH MEMAKAI CADAR DAN SARUNG TANGAN BAGI WANITA ITU TIDAK ADA DALILNYA?
Oleh: Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafizhahullah
Cadar dan sarung tangan adalah bagian dari jilbab yang biasa dikenakan oleh kaum muslimah setelah turun perintah untuk memakai jilbab.
Oleh karena itu, ketika syariat menetapkan bagi wanita yang hendak melakukan Ihram agar tidak memakai cadar dan sarung tangan, Nabi ﷺ pun menghimbau para wanita melalui sabdanya,
وَلاَ تَنْتَقِبِ الْمَرْأَةُ الْمُحْرِمَةُ وَلاَ تَلْبَسِ الْقُفَّازَيْنِ
"Wanita yang sedang berihram TIDAK BOLEH MENGENAKAN CADAR DAN SARUNG TANGAN." (HR. al-Bukhari)
Syaikhul Islam ر حمه الله mengatakan,
"Hal ini menunjukkan bahwa cadar dan sarung tangan BIASA DIPAKAI OLEH PARA WANITA YANG TIDAK SEDANG IHRAM. Hal ini pun memberikan gambaran bahwa (selain ketika ihram_ed) mereka senantiasa menutupi wajah dan kedua telapak tangan." ( Majmu'ul Fatawa )
Mengenakan jilbab bagi wanita adalah ibadah berdasarkan perintah Allah Ta'ala dan Rasul-Nya.
Jilbab adalah gambaran akhlak dan sifat malu, sedangkan sifat malu adalah bagian dari iman.
Maka dari itu, para wanita hendaklah bertakwa kepada Allah dengan mengenakan jilbab syar'i seperti yang telah dikenakan oleh istri-istri Nabi ﷺ dan para wanita muslimah, dalam rangka beribadah kepada Allah Ta'ala dan mendekatkan diri kepada-Nya serta mengharapkan pahala.
Belakangan banyak orang yang mengkritik, menyindir, dan mengejek hijab wanita muslimah melalui berbagai media informasi, baik dalam bentuk audio maupun visual, yang terus berkembang dari waktu ke waktu.
📑 Sumber: Majalah Muslimah Qonitah edisi 32/Vol. 03/1438H-2017M hal 4-7 @syarhussunnahlinnisa
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 BENARKAH MEMAKAI CADAR DAN SARUNG TANGAN BAGI WANITA ITU TIDAK ADA DALILNYA?
Oleh: Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafizhahullah
Cadar dan sarung tangan adalah bagian dari jilbab yang biasa dikenakan oleh kaum muslimah setelah turun perintah untuk memakai jilbab.
Oleh karena itu, ketika syariat menetapkan bagi wanita yang hendak melakukan Ihram agar tidak memakai cadar dan sarung tangan, Nabi ﷺ pun menghimbau para wanita melalui sabdanya,
وَلاَ تَنْتَقِبِ الْمَرْأَةُ الْمُحْرِمَةُ وَلاَ تَلْبَسِ الْقُفَّازَيْنِ
"Wanita yang sedang berihram TIDAK BOLEH MENGENAKAN CADAR DAN SARUNG TANGAN." (HR. al-Bukhari)
Syaikhul Islam ر حمه الله mengatakan,
"Hal ini menunjukkan bahwa cadar dan sarung tangan BIASA DIPAKAI OLEH PARA WANITA YANG TIDAK SEDANG IHRAM. Hal ini pun memberikan gambaran bahwa (selain ketika ihram_ed) mereka senantiasa menutupi wajah dan kedua telapak tangan." ( Majmu'ul Fatawa )
Mengenakan jilbab bagi wanita adalah ibadah berdasarkan perintah Allah Ta'ala dan Rasul-Nya.
Jilbab adalah gambaran akhlak dan sifat malu, sedangkan sifat malu adalah bagian dari iman.
Maka dari itu, para wanita hendaklah bertakwa kepada Allah dengan mengenakan jilbab syar'i seperti yang telah dikenakan oleh istri-istri Nabi ﷺ dan para wanita muslimah, dalam rangka beribadah kepada Allah Ta'ala dan mendekatkan diri kepada-Nya serta mengharapkan pahala.
Belakangan banyak orang yang mengkritik, menyindir, dan mengejek hijab wanita muslimah melalui berbagai media informasi, baik dalam bentuk audio maupun visual, yang terus berkembang dari waktu ke waktu.
📑 Sumber: Majalah Muslimah Qonitah edisi 32/Vol. 03/1438H-2017M hal 4-7 @syarhussunnahlinnisa
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 DALIL CELANA/PAKAIAN LAKI-LAKI ITU HARUS NGATUNG/ CINGKRANG : BOLEHKAH ISBAL JIKA TIDAK SOMBONG?
Pertanyaan:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Afwan ustad, sy baca artikel bahwa Abu Bakr dulu memakai kain hingga menutupi mata kaki dan Rasulullah membiarkannya karena Abu Bakr bukan orang sombong. Mohon penjelasannya ustad
Jawaban:
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Dalam hadits tersebut dinyatakan:
فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ إِنَّ أَحَدَ شِقَّيْ ثَوْبِي يَسْتَرْخِي إِلَّا أَنْ أَتَعَاهَدَ ذَلِكَ مِنْهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكَ لَسْتَ تَصْنَعُ ذَلِكَ خُيَلَاءَ
Abu Bakr –radhiyallahu anhu- berkata: _Sesungguhnya salah satu sisi pakaianku (tidak sengaja) menjulur ke bawah KECUALI JIKA AKU MENJAGANYA (menaikkan lagi). Maka Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya engkau bukanlah orang yang mengerjakannya dengan sombong (H.R al-Bukhari)
Dalam hadits tersebut nampak terlihat bahwa terjulurnya kain pakaian Abu Bakr (hingga melewati mata kaki) BUKANLAH ATAS KESENGAJAAN BELIAU.
Karena di dalam lafadz hadits itu disebutkan:
يَسْتَرْخِي
yang menunjukkan bahwa hal itu bukan atas kesengajaan.
Selain itu, beliau BERUSAHA MENJAGANYA agar tidak sampai jatuh terjulur lagi, dengan ucapan beliau :
إِلَّا أَنْ أَتَعَاهَدَ ذَلِكَ مِنْهُ
Sehingga tidak dibiarkan terus menerus terjuntai melewati mata kaki.
Maka, dalam kondisi itulah Nabi ﷺ menyebutkan bahwa beliau bukanlah mengerjakan itu karena sombong.
Berbeda dengan orang yang membiarkan kain celana atau sarungnya terjuntai melewati mata kaki DENGAN SENGAJA dan tidak berusaha untuk mengangkat/ membenarkannya hingga di atas mata kaki.
Demikianlah salah satu sisi jawaban yang dijelaskan oleh para Ulama di antaranya al-Imam adz-Dzahaby, Syaikh Bin Baz, dan Syaikh Ibn Utsaimin.
Sesungguhnya, mengenakan celana, sarung atau semisalnya bagi laki-laki hingga kainnya melewati mata kaki – yang disebut dengan istilah isbal – adalah kesombongan. MESKI NIATNYA BUKAN UNTUK SOMBONG. Hal ini sesuai dengan hadits:
وَارْفَعْ إِزَارَكَ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ فَإِنْ أَبَيْتَ فَإِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الْإِزَارِ فَإِنَّهَا مِنْ الْمَخِيلَةِ وَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمَخِيلَةَ (رواه أبو داود)
“Dan angkatlah (bagian bawah) sarungmu sampai setengah betis, jika engkau menolak, maka (cukup) sampai di atas mata kaki. Dan berhati-hatilah dari isbaalnya sarung, karena HAL ITU TERMASUK KESOMBONGAN dan Allah tidak menyukai perbuatan sombong“ (H.R Abu Dawud)
Hadits ini menunjukkan bahwa isbal itu sendiri adalah kesombongan.
Perbuatan Isbal baik dilakukan dengan sombong ataupun tidak adalah perbuatan yang dibenci Allah. Karena itu Nabi ﷺ menyatakan:
لاَ تُسْبِلْ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْمُسْبِلِيْنَ (رواه ابن ماجه)
“Janganlah kau melakukan isbaal (memanjangkan pakaian melewati mata kaki) karena Allah tidak menyukai orang laki-laki yang musbil (H.R Ibnu Maajah)
Nabi dalam hadits tersebut menyebutkan larangan isbal dan menyatakan bahwa Allah tidak menyukainya.Tanpa beliau mengatakan: kecuali jika engkau tidak sombong,
وَإِيَّاكَ وَجَرَّ اْلإِزَارِ فَإِنَّ جَرَّ اْلإِزَارِ مِنَ الْمَخِيْلَةِ
“Hati-hati engkau dari memanjangkan sarung karena memanjangkan sarung termasuk kesombongan” (H.R Ahmad bin Mani’)
Sedemikian pentingnya masalah ini, sampai Umar bin Khottob masih menyempatkan untuk menasehati pemuda yang kain pakaiannya melewati mata kaki pada saat menjelang meninggalnya beliau.
🚇 DALIL CELANA/PAKAIAN LAKI-LAKI ITU HARUS NGATUNG/ CINGKRANG : BOLEHKAH ISBAL JIKA TIDAK SOMBONG?
Pertanyaan:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Afwan ustad, sy baca artikel bahwa Abu Bakr dulu memakai kain hingga menutupi mata kaki dan Rasulullah membiarkannya karena Abu Bakr bukan orang sombong. Mohon penjelasannya ustad
Jawaban:
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Dalam hadits tersebut dinyatakan:
فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ إِنَّ أَحَدَ شِقَّيْ ثَوْبِي يَسْتَرْخِي إِلَّا أَنْ أَتَعَاهَدَ ذَلِكَ مِنْهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكَ لَسْتَ تَصْنَعُ ذَلِكَ خُيَلَاءَ
Abu Bakr –radhiyallahu anhu- berkata: _Sesungguhnya salah satu sisi pakaianku (tidak sengaja) menjulur ke bawah KECUALI JIKA AKU MENJAGANYA (menaikkan lagi). Maka Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya engkau bukanlah orang yang mengerjakannya dengan sombong (H.R al-Bukhari)
Dalam hadits tersebut nampak terlihat bahwa terjulurnya kain pakaian Abu Bakr (hingga melewati mata kaki) BUKANLAH ATAS KESENGAJAAN BELIAU.
Karena di dalam lafadz hadits itu disebutkan:
يَسْتَرْخِي
yang menunjukkan bahwa hal itu bukan atas kesengajaan.
Selain itu, beliau BERUSAHA MENJAGANYA agar tidak sampai jatuh terjulur lagi, dengan ucapan beliau :
إِلَّا أَنْ أَتَعَاهَدَ ذَلِكَ مِنْهُ
Sehingga tidak dibiarkan terus menerus terjuntai melewati mata kaki.
Maka, dalam kondisi itulah Nabi ﷺ menyebutkan bahwa beliau bukanlah mengerjakan itu karena sombong.
Berbeda dengan orang yang membiarkan kain celana atau sarungnya terjuntai melewati mata kaki DENGAN SENGAJA dan tidak berusaha untuk mengangkat/ membenarkannya hingga di atas mata kaki.
Demikianlah salah satu sisi jawaban yang dijelaskan oleh para Ulama di antaranya al-Imam adz-Dzahaby, Syaikh Bin Baz, dan Syaikh Ibn Utsaimin.
Sesungguhnya, mengenakan celana, sarung atau semisalnya bagi laki-laki hingga kainnya melewati mata kaki – yang disebut dengan istilah isbal – adalah kesombongan. MESKI NIATNYA BUKAN UNTUK SOMBONG. Hal ini sesuai dengan hadits:
وَارْفَعْ إِزَارَكَ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ فَإِنْ أَبَيْتَ فَإِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الْإِزَارِ فَإِنَّهَا مِنْ الْمَخِيلَةِ وَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمَخِيلَةَ (رواه أبو داود)
“Dan angkatlah (bagian bawah) sarungmu sampai setengah betis, jika engkau menolak, maka (cukup) sampai di atas mata kaki. Dan berhati-hatilah dari isbaalnya sarung, karena HAL ITU TERMASUK KESOMBONGAN dan Allah tidak menyukai perbuatan sombong“ (H.R Abu Dawud)
Hadits ini menunjukkan bahwa isbal itu sendiri adalah kesombongan.
Perbuatan Isbal baik dilakukan dengan sombong ataupun tidak adalah perbuatan yang dibenci Allah. Karena itu Nabi ﷺ menyatakan:
لاَ تُسْبِلْ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْمُسْبِلِيْنَ (رواه ابن ماجه)
“Janganlah kau melakukan isbaal (memanjangkan pakaian melewati mata kaki) karena Allah tidak menyukai orang laki-laki yang musbil (H.R Ibnu Maajah)
Nabi dalam hadits tersebut menyebutkan larangan isbal dan menyatakan bahwa Allah tidak menyukainya.Tanpa beliau mengatakan: kecuali jika engkau tidak sombong,
وَإِيَّاكَ وَجَرَّ اْلإِزَارِ فَإِنَّ جَرَّ اْلإِزَارِ مِنَ الْمَخِيْلَةِ
“Hati-hati engkau dari memanjangkan sarung karena memanjangkan sarung termasuk kesombongan” (H.R Ahmad bin Mani’)
Sedemikian pentingnya masalah ini, sampai Umar bin Khottob masih menyempatkan untuk menasehati pemuda yang kain pakaiannya melewati mata kaki pada saat menjelang meninggalnya beliau.