::
🚇 SUNNAHNYA SHOLAT TARAWIH SECARA BERJAMA'AH DI MASJID BA'DA ISYA LANGSUNG/DI AWAL WAKTU
🎙Oleh:
Al-Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi hafizhahullah
📅 Kajian Ilmiyah di Masjid Ma'had As-Salafy Jember tanggal 3 Ramadhan 1436 H / 19 Juni 2015 M
🅾 Durasi 19:02 (4,4 MB)
| Link: http://bit.ly/22xIdz6
••••
💾 bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌏 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 SUNNAHNYA SHOLAT TARAWIH SECARA BERJAMA'AH DI MASJID BA'DA ISYA LANGSUNG/DI AWAL WAKTU
🎙Oleh:
Al-Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi hafizhahullah
📅 Kajian Ilmiyah di Masjid Ma'had As-Salafy Jember tanggal 3 Ramadhan 1436 H / 19 Juni 2015 M
🅾 Durasi 19:02 (4,4 MB)
| Link: http://bit.ly/22xIdz6
••••
💾 bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌏 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 SHALAT SUNNAH BAGI MUSAFIR : BENARKAH SEORANG YANG SAFAR ITU DISYARIATKAN UNTUK TIDAK SHOLAT NAFILAH SECARA MUTLAK?
🎙Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata:
"Adapun berkenaan sunnah-sunnah rawatib maka yang masyhur di sisi orang awam bahwa musafir itu tidak melaksanakan nafilah. Dan hal ini keliru.
Sehingga, musafir itu tetap melakukan shalat nafilah sebagaimana orang yang mukim melaksanakannya dari shalat malam, shalat Dhuha, dan witir kecuali tiga shalat nafilah:
▪Rawatib Zhuhur,
▪Rawatib Maghrib,
▪Rawatib Isya',
Maka yang Sunnah adalah TIDAK melaksanakannya.
Adapun sisanya dari shalat-shalat nafilah maka tetap seperti biasanya.
❗Dan ada di sana suatu ungkapan yang TIDAK SHAHIH, sebagian orang berkata:
"السنة في السفر تركك السنة"
"Sunnah-nya ketika safar adalah kamu tinggalkan (shalat-shalat) Sunnah."
❱ Sehingga yang Sunnah adalah kamu hanya meninggalkan rawatib Zhuhur, Maghrib, dan Isya'.
❱ Adapun sisanya maka tetap sebagaimana sediakalanya, yang musafir melaksanakannya sebagaimana dilaksanakan orang yang mukim."
📖 Majmu' Fataawa wa Rasaail, al-'Utsaimin, 15/ 365.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
🚇 SHALAT SUNNAH BAGI MUSAFIR : BENARKAH SEORANG YANG SAFAR ITU DISYARIATKAN UNTUK TIDAK SHOLAT NAFILAH SECARA MUTLAK?
🎙Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata:
"Adapun berkenaan sunnah-sunnah rawatib maka yang masyhur di sisi orang awam bahwa musafir itu tidak melaksanakan nafilah. Dan hal ini keliru.
Sehingga, musafir itu tetap melakukan shalat nafilah sebagaimana orang yang mukim melaksanakannya dari shalat malam, shalat Dhuha, dan witir kecuali tiga shalat nafilah:
▪Rawatib Zhuhur,
▪Rawatib Maghrib,
▪Rawatib Isya',
Maka yang Sunnah adalah TIDAK melaksanakannya.
Adapun sisanya dari shalat-shalat nafilah maka tetap seperti biasanya.
❗Dan ada di sana suatu ungkapan yang TIDAK SHAHIH, sebagian orang berkata:
"السنة في السفر تركك السنة"
"Sunnah-nya ketika safar adalah kamu tinggalkan (shalat-shalat) Sunnah."
❱ Sehingga yang Sunnah adalah kamu hanya meninggalkan rawatib Zhuhur, Maghrib, dan Isya'.
❱ Adapun sisanya maka tetap sebagaimana sediakalanya, yang musafir melaksanakannya sebagaimana dilaksanakan orang yang mukim."
📖 Majmu' Fataawa wa Rasaail, al-'Utsaimin, 15/ 365.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
| (Ramadhan) Bagaimana mungkin air mata perpisahan itu tidak mengalir dari mata kaum beriman?!
Sedang ia belum mengerti, masihkah tersisa waktu untuk bisa bersua dengannya kembali...?
[ Ibnu Rajab rahimahullah, Lathaif al-Ma'arif hal: 295 ]
#ramadan #renungan #syabab
@syababsalafy
Sedang ia belum mengerti, masihkah tersisa waktu untuk bisa bersua dengannya kembali...?
[ Ibnu Rajab rahimahullah, Lathaif al-Ma'arif hal: 295 ]
#ramadan #renungan #syabab
@syababsalafy
::
🚇 LAILATUL QODAR ADALAH KAROMAH, HENDAKLAH DIRAHASIAKAN
Al-Imam An-Nawawiy -rohimahulloh- berkata :
(( ويستحب لمن رآها كتمها ))
"Disukai bagi orang yang melihatnya (Lailatul Qodar_ed) agar menyembunyikannya" (Al-Majmu' 6/453)
Yang demikian itu disebabkan:
1⃣ Karena Lailatul qodar adalah karomah, dan karomah hendaknya disembunyikan, tidak diumumkan.
2⃣ Agar tidak muncul perasaan bangga diri dan riya'.
❱ Dan agar dia tidak mengganggap -ketika telah mendapatkannya- hal itu disebabkan karena dirinya termasuk orang yang memiliki martabat yang tinggi dan derajat yang mulia.
3⃣ Agar tidak menghalangi dan menjadikan orang lain lemah semangat.
4⃣ Agar dirinya terhindar dari kedengkian orang lain.
Dinukil dari :
Majmu'ah Al-Jarh Wat-ta'dil
ــــــــــــــــــــــــــــــــ
يقول النووي رحمه الله: (( ويستحب لمن رآها كتمها ))
المجموع 6/453
وذلك لأسباب:
1- لأنها كرامة والكرامات تخفى لا تعلن
2- لئلا يدخله العجب والرياء ويحسب أنه رآها لأنه من أهل المراتب العالية والدرجات السامية
3- لئلا يثبط الناس ويكسلهم عن الاجتهاد
4- حفظا لنفسه من حسد الناس
مجموة الجرح والتعديل
@KEUTAMAANILMU
#lailatulqodar #karomah #menceritakan #malam_lailatul_qodar
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 LAILATUL QODAR ADALAH KAROMAH, HENDAKLAH DIRAHASIAKAN
Al-Imam An-Nawawiy -rohimahulloh- berkata :
(( ويستحب لمن رآها كتمها ))
"Disukai bagi orang yang melihatnya (Lailatul Qodar_ed) agar menyembunyikannya" (Al-Majmu' 6/453)
Yang demikian itu disebabkan:
1⃣ Karena Lailatul qodar adalah karomah, dan karomah hendaknya disembunyikan, tidak diumumkan.
2⃣ Agar tidak muncul perasaan bangga diri dan riya'.
❱ Dan agar dia tidak mengganggap -ketika telah mendapatkannya- hal itu disebabkan karena dirinya termasuk orang yang memiliki martabat yang tinggi dan derajat yang mulia.
3⃣ Agar tidak menghalangi dan menjadikan orang lain lemah semangat.
4⃣ Agar dirinya terhindar dari kedengkian orang lain.
Dinukil dari :
Majmu'ah Al-Jarh Wat-ta'dil
ــــــــــــــــــــــــــــــــ
يقول النووي رحمه الله: (( ويستحب لمن رآها كتمها ))
المجموع 6/453
وذلك لأسباب:
1- لأنها كرامة والكرامات تخفى لا تعلن
2- لئلا يدخله العجب والرياء ويحسب أنه رآها لأنه من أهل المراتب العالية والدرجات السامية
3- لئلا يثبط الناس ويكسلهم عن الاجتهاد
4- حفظا لنفسه من حسد الناس
مجموة الجرح والتعديل
@KEUTAMAANILMU
#lailatulqodar #karomah #menceritakan #malam_lailatul_qodar
▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 SIKAP MUKMIN DI PENGHUJUNG RAMADHAN
🎙Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berkata:
“Wahai kaum mukminin,
Inilah bulan (Ramadhan) telah berakhir atau hampir berakhir, maka hendaknya kita instropeksi diri kita di dalamnya.
Apa yang telah kita sajikan untuk diri kita di bulan yang agung ini?
⬜️ Siapa yang telah berbuat ihsan maka hendaklah ia memuji Allah dan menyempurnakan dengan kebaikan.
⬜️ Dan siapa yang berleha-leha maka hendaknya ia iringi dengan bertaubat, sebab sungguh Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan amalan-amalan jelek. Dan janganlah kalian patah arang dari rahmat Allah!
إِنَّهُ لاَ يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللّهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ ﴿٨٧﴾
"Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". Q.S. Yusuf: 87.
⬜️ Siapa yang telah berbuat baik atau kurang dalam beramal (dari awal Ramadhan) maka hendaknya ia baikkan penutupnya karena sungguh “amalan-amalan itu (dilihat) pada penghujungnya”.
⬜️ Kemudian jadilah kalian dalam posisi harap-harap cemas dan takut untuk tidak diterima amalan-amalan itu dari kalian, sebab Allah jalla wa ‘ala berfirman:
إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ ﴿٢٧﴾
"Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa". Q.S. Al-Maaidah: 27.
Sehingga pikirkan diri-diri kalian dan niat-niat serta tujuan-tujuan kalian (dalam beramal)!
❗Janganlah salah seorang kalian merasa takjub dengan amalannya atau jangan ia mengira bahwa ia telah melaksanakan apa yang diwajibkan atasnya dan telah menunaikan hak Allah atasnya.
❱ Bahkan hendaknya ia menilai dirinya sangat kurang dalam beramal dan tidak ada nilai padanya serta tidak memiliki timbangan di hadapan Rabbnya ‘azza wa jalla.
Dahulu sebagian salaf berkata:
لَوْ أَعْلَمُ أَنَّ اْللَّهَ تَقَبَّلَ مِنِّيْ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ لَتَمَنّيْتُ الْمَوْت
Andai aku tahu bahwa Allah telah menerima dariku seberat biji khardal (dari amalan shalih) niscaya aku mengangankan kematian.
Hal tersebut karena sangatnya rasa takut mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sementara Allah telah menyifati hamba-hamba pilihan, Dia Subhanahu berfirman:
وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوا وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ ﴿٦٠﴾ أُوْلَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ ﴿٦١﴾
060. Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka,
061. mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya. Q.S. Al-Mu’minuun: 60 – 61.
Ummul Mukminin, ‘Aisyah, radhiallahu ‘anha berkata,”Wahai Rasulullah, apakah mereka ini(yang disebut dalam ayat) adalah orang-orang yang berzina dan mimun khamr, dan mereka takut diazab dengan sebab dosa-dosa mereka?”
Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wasallam- berkata,”Tidak, wahai putri Ash-Shiddiq! Sungguh mereka adalah suatu kaum yang menaati Allah ‘azza wa jalla dan telah berbuat ihsan, dan mereka khawatir akan dikembalikan (tertolak) amalan-amalan mereka kepada mereka dan tidak diterima dari mereka.”
❗Maka wajib atas kita untuk menjadi orang-orang yang takut untuk ditolak atas kita amalan-amalan kita.
Dan janganlah kita terpesona dengannya dan menganggap telah banyak beramal sebab hal itu sungguh sedikit dalam hak Allah.
Sebab hak Allah atas kita itu sangat besar.
Namun Dia Yang Maha Suci mengampuni(atas kekurangan kita), berbuat dermawan, dan bermurah hati dengan keutamaan-Nya.
Akan tetapi ini diperuntukkan bagi yang berbaik sangka kepada Rabbnya.
Sehingga berprasangkalah yang baik terhadap Rabb kalian dan cita-citakan kebaikan serta beramallah yang shalih!”
🌏 Petikan Khutbah:
https://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/14075
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 SIKAP MUKMIN DI PENGHUJUNG RAMADHAN
🎙Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berkata:
“Wahai kaum mukminin,
Inilah bulan (Ramadhan) telah berakhir atau hampir berakhir, maka hendaknya kita instropeksi diri kita di dalamnya.
Apa yang telah kita sajikan untuk diri kita di bulan yang agung ini?
⬜️ Siapa yang telah berbuat ihsan maka hendaklah ia memuji Allah dan menyempurnakan dengan kebaikan.
⬜️ Dan siapa yang berleha-leha maka hendaknya ia iringi dengan bertaubat, sebab sungguh Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan amalan-amalan jelek. Dan janganlah kalian patah arang dari rahmat Allah!
إِنَّهُ لاَ يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللّهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ ﴿٨٧﴾
"Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". Q.S. Yusuf: 87.
⬜️ Siapa yang telah berbuat baik atau kurang dalam beramal (dari awal Ramadhan) maka hendaknya ia baikkan penutupnya karena sungguh “amalan-amalan itu (dilihat) pada penghujungnya”.
⬜️ Kemudian jadilah kalian dalam posisi harap-harap cemas dan takut untuk tidak diterima amalan-amalan itu dari kalian, sebab Allah jalla wa ‘ala berfirman:
إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ ﴿٢٧﴾
"Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa". Q.S. Al-Maaidah: 27.
Sehingga pikirkan diri-diri kalian dan niat-niat serta tujuan-tujuan kalian (dalam beramal)!
❗Janganlah salah seorang kalian merasa takjub dengan amalannya atau jangan ia mengira bahwa ia telah melaksanakan apa yang diwajibkan atasnya dan telah menunaikan hak Allah atasnya.
❱ Bahkan hendaknya ia menilai dirinya sangat kurang dalam beramal dan tidak ada nilai padanya serta tidak memiliki timbangan di hadapan Rabbnya ‘azza wa jalla.
Dahulu sebagian salaf berkata:
لَوْ أَعْلَمُ أَنَّ اْللَّهَ تَقَبَّلَ مِنِّيْ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ لَتَمَنّيْتُ الْمَوْت
Andai aku tahu bahwa Allah telah menerima dariku seberat biji khardal (dari amalan shalih) niscaya aku mengangankan kematian.
Hal tersebut karena sangatnya rasa takut mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sementara Allah telah menyifati hamba-hamba pilihan, Dia Subhanahu berfirman:
وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوا وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ ﴿٦٠﴾ أُوْلَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ ﴿٦١﴾
060. Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka,
061. mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya. Q.S. Al-Mu’minuun: 60 – 61.
Ummul Mukminin, ‘Aisyah, radhiallahu ‘anha berkata,”Wahai Rasulullah, apakah mereka ini(yang disebut dalam ayat) adalah orang-orang yang berzina dan mimun khamr, dan mereka takut diazab dengan sebab dosa-dosa mereka?”
Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wasallam- berkata,”Tidak, wahai putri Ash-Shiddiq! Sungguh mereka adalah suatu kaum yang menaati Allah ‘azza wa jalla dan telah berbuat ihsan, dan mereka khawatir akan dikembalikan (tertolak) amalan-amalan mereka kepada mereka dan tidak diterima dari mereka.”
❗Maka wajib atas kita untuk menjadi orang-orang yang takut untuk ditolak atas kita amalan-amalan kita.
Dan janganlah kita terpesona dengannya dan menganggap telah banyak beramal sebab hal itu sungguh sedikit dalam hak Allah.
Sebab hak Allah atas kita itu sangat besar.
Namun Dia Yang Maha Suci mengampuni(atas kekurangan kita), berbuat dermawan, dan bermurah hati dengan keutamaan-Nya.
Akan tetapi ini diperuntukkan bagi yang berbaik sangka kepada Rabbnya.
Sehingga berprasangkalah yang baik terhadap Rabb kalian dan cita-citakan kebaikan serta beramallah yang shalih!”
🌏 Petikan Khutbah:
https://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/14075
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 TANYAJAWAB DAN HUKUM RINGKAS TERKAIT ZAKAT FITRAH
1️⃣ Apa hukum Zakat Fitrah?
Zakat fitrah wajib bagi setiap muslim, muda atau tua, laki-laki atau perempuan, merdeka atau budak.
(Majmu' Fatawa Ibni Baz 14/197)
2️⃣ Zakat Fitrah berupa apa? Berapa?
Dikeluarkan zakat berupa satu sha' makanan, kurma, gandum, kismis, atau susu kering, termasuk di sini — menurut pendapat ulama yang terkuat — semua makanan pokok di suatu negeri, seperti beras, jagung, jewawut (sejenis serealia yang digunakan sebagai makanan pokok), atau yang semisalnya.
(Majmu Fatawa Ibni Baz 14/32)
❱ Kadar satu sha' dengan satuan kilogram adalah sekitar tiga kilo.
(Majmu' Fatawa Ibni Baz 14/203)
3️⃣ Kapan dikeluarkan?
Dikeluarkan pada hari ke-28, 29, dan ke-30, juga pada malam sebelum Id serta pagi sebelum salat Id.
(Majmu Fatawa Ibni Baz 14/32-33)
4️⃣ Siapakah yang berhak menerima Zakat Fitrah?
Yang berhak hanya satu golongan, yakni orang-orang miskin.
(Majmu' Fatawa Ibni Utsaimin 18/259)
5️⃣ Bolehkah membayarkan zakat fitrah berupa UANG yang senilai?
Tidak boleh membayarkan berupa uang senilai, menurut mayoritas para ulama. Karena, itu menyelisihi apa yang disampaikan oleh Nabi Shallallāhu 'alaihi wasallam dan para sahabat radhiyallahu 'anhum.
(Majmu' Fatawa Ibni Baz 14/32)
🚫 Membayar berupa uang TIDAK SAH, karena zakat fitrah itu diwajibkan berupa makanan.
(Majmu' Fatawa Ibni Utsaimin 18/265)
6️⃣ Zakat Fitrah untuk janin apa hukumnya?
Zakat Fitrah tidak dibayarkan secara wajib bagi janin yang masih di perut. Hanya dibayarkan secara sunah.
(Majmu' Fatawa Ibni Utsaimin 18/263)
7️⃣ Kalau Zakat Fitrah diberikan kepada para pekerja non muslim, bagaimana?
Zakat Fitrah tidak boleh diberikan kecuali bagi orang miskin dari kaum muslimin saja.
(Majmu' Fatawa Ibni Utsaimin 18/285)
8️⃣ Apa hukum orang yang diberi Zakat Fitrah menjual zakatnya?
Jika orang yang mengambil zakat fitrah itu adalah orang yang berhak, boleh dia menjual setelah menerimanya.
(Majmu' Fatawa Lajnah Daimah 9/380)
••••
@majalahtashfiyah | www.tashfiyah.com
🚇 TANYAJAWAB DAN HUKUM RINGKAS TERKAIT ZAKAT FITRAH
1️⃣ Apa hukum Zakat Fitrah?
Zakat fitrah wajib bagi setiap muslim, muda atau tua, laki-laki atau perempuan, merdeka atau budak.
(Majmu' Fatawa Ibni Baz 14/197)
2️⃣ Zakat Fitrah berupa apa? Berapa?
Dikeluarkan zakat berupa satu sha' makanan, kurma, gandum, kismis, atau susu kering, termasuk di sini — menurut pendapat ulama yang terkuat — semua makanan pokok di suatu negeri, seperti beras, jagung, jewawut (sejenis serealia yang digunakan sebagai makanan pokok), atau yang semisalnya.
(Majmu Fatawa Ibni Baz 14/32)
❱ Kadar satu sha' dengan satuan kilogram adalah sekitar tiga kilo.
(Majmu' Fatawa Ibni Baz 14/203)
3️⃣ Kapan dikeluarkan?
Dikeluarkan pada hari ke-28, 29, dan ke-30, juga pada malam sebelum Id serta pagi sebelum salat Id.
(Majmu Fatawa Ibni Baz 14/32-33)
4️⃣ Siapakah yang berhak menerima Zakat Fitrah?
Yang berhak hanya satu golongan, yakni orang-orang miskin.
(Majmu' Fatawa Ibni Utsaimin 18/259)
5️⃣ Bolehkah membayarkan zakat fitrah berupa UANG yang senilai?
Tidak boleh membayarkan berupa uang senilai, menurut mayoritas para ulama. Karena, itu menyelisihi apa yang disampaikan oleh Nabi Shallallāhu 'alaihi wasallam dan para sahabat radhiyallahu 'anhum.
(Majmu' Fatawa Ibni Baz 14/32)
🚫 Membayar berupa uang TIDAK SAH, karena zakat fitrah itu diwajibkan berupa makanan.
(Majmu' Fatawa Ibni Utsaimin 18/265)
6️⃣ Zakat Fitrah untuk janin apa hukumnya?
Zakat Fitrah tidak dibayarkan secara wajib bagi janin yang masih di perut. Hanya dibayarkan secara sunah.
(Majmu' Fatawa Ibni Utsaimin 18/263)
7️⃣ Kalau Zakat Fitrah diberikan kepada para pekerja non muslim, bagaimana?
Zakat Fitrah tidak boleh diberikan kecuali bagi orang miskin dari kaum muslimin saja.
(Majmu' Fatawa Ibni Utsaimin 18/285)
8️⃣ Apa hukum orang yang diberi Zakat Fitrah menjual zakatnya?
Jika orang yang mengambil zakat fitrah itu adalah orang yang berhak, boleh dia menjual setelah menerimanya.
(Majmu' Fatawa Lajnah Daimah 9/380)
••••
@majalahtashfiyah | www.tashfiyah.com