منتدى نشر الفـــــــوائد
7.56K subscribers
4.3K photos
257 videos
279 files
5.62K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
::
🚇 GAMBARAN SEMANGAT PARA ULAMA SALAF DI PENGHUJUNG BULAN RAMADHAN

Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata,

“Saya sangat senang jika memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan untuk bersungguh-sungguh dalam menghidupkan malam hari dengan shalat dan ibadah"

❱ Sufyan pun membangunkan keluarga dan anak-anaknya untuk mengerjakan shalat jika mereka mampu.

📖 Lathaaiful Ma’arif, hlm. 331


قال سفيان الثوري - رحمه الله - :

"أحب إليّ إذا دخل العشر الأواخر أن يتهجد بالليل ويجتهد فيه"

وينهض أهله وولده إلى الصلاة إن طاقوا ذلك

📖 لطائف المعارف, ص. ٣٣١

📑 WA SALAFY WONOGIRI

▫️▫️▫️▫️▫️

::
🚇 NASEHAT PERPISAHAN DENGAN BULAN RAMADHAN

Al-'Allamah Ibnu Baz rahimahullah berkata:

《 ولـم يبـق من هذا الشهر إلا هـذا اليـوم، بقية اليوم، فجـدير بالمـؤمن أن يحرص على ختمه بأفضل مايستطيع، من ذكر الله واستغفاره والتوبة إليه سبحانه، وسؤاله -جلّ وعلا- القـبول والمـغفرة، وأن يبلغه رمضانات أخرى على الوجه الذي يرضيه سبحانه. 》

◉ المَــصْدَر:
📼 [ "شرح كتاب وظائف رمضان اخر الشريط الرابع" ].

"....Dan tidak tersisa lagi bulan Ramadhan melainkan hari ini, sisa dari hari ini, maka perlu bagi seorang mu'min untuk tetap semangat di penghujung bulan ini dengan seutama-utama amalan semampunya, (diantaranya) seperti:

▒ Dzikrullah,
▒ Istighfar dan
▒ Taubat kepadaNya -Subhaanahu wata'ala-,
▒ dan minta kepada Allah Jalla wa 'alaa agar diterima amalan-amalan kita dan ampunanNya,

❱ dan agar bisa menjumpai kembali Ramadhan-Ramadhan berikutnya di atas amalan yang diridhoi Allah Subhanahu wa Ta'ala.

📚Sumber: Syarh kitab Wazhaif Ramadhan Akhar- kaset keempat

📝Naskah: channel As-Sunnah | @makkahindonesia

▫️▫️▫️▫️▫️

::
🚇 JELANG AKHIR RAMADHAN, TERUS PERBANYAK MOHON AMPUNAN

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ

“Sungguh celaka seseorang yang ketika namaku disebut, namun ia tidak bershalawat kepadaku.

Sungguh celaka seseorang yang menjalani masa Ramadhan, kemudian Ramadhan sudah berakhir sebelum ia mendapatkan ampunan.

Sungguh celaka seseorang yang mendapati kedua orang tuanya sudah dalam keadaan renta, namun belum bisa memasukkan dia ke dalam surga (karena tidak bisa memanfaatkan kesempatan berbuat baik kepada kedua orang tuanya).”

📖 HR. at-Tirmidzi, no. 3468. Dishahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi

📑 Sumber: http://bit.ly/2l3Izj3
@SalafyBaturaja

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
BAGAN MAHRAM/MUHRIM KARENA SEBAB:

• NASAB (Poster 1,2)
• PERNIKAHAN (Poster 3,4)
• PERSUSUAN (Poster 1,2)

@galerifaedah
::
🚇 MUSTAHIQ ZAKAT FITRAH : BOLEHKAH ZAKAT FITHR DIBERIKAN KEPADA SELAIN FAKIR MISKIN?


Pendapat yang benar dari para Ulama’ adalah zakat fithr hanya diberikan kepada fakir dan miskin saja.

❱ Berbeda dengan zakat maal yang bisa diberikan kepada 8 golongan, tidak khusus untuk fakir miskin. Zakat fithr khusus untuk fakir miskin saja, sebagaimana atsar dari Ibnu Abbas:

وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ

"dan (zakat fithr) adalah pemberian makanan untuk orang-orang miskin" (H.R Abu Dawud)

(Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom)

____________
Siapakah yang berhak menerima zakat fitrah?

"Yang berhak hanya satu golongan, yakni ORANG-ORANG MISKIN."

📚 (Majmu' Fatawa Ibni Utsaimin 18/259) | @majalahtashfiyah


▫️▫️▫️▫️▫️

::
🚇 SASARAN ZAKAT FITRAH : BOLEHKAH DIBERIKAN KEPADA 8 GOLONGAN PENERIMA ZAKAT?

Ditulis oleh : Al-Ustadz Qomar Su'aidy, Lc hafizhahullah

Yang kami maksud di sini adalah mashraf atau sasaran penyaluran zakat.

1⃣ Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama dalam hal ini. Sebagian ulama mengatakan sasaran penyalurannya adalah orang fakir miskin secara khusus.

2⃣ Sebagian lagi mengatakan, sasaran penyalurannya adalah sebagaimana zakat yang lain, yaitu 8 golongan sebagaimana tertera dalam surat At-Taubah 60. Ini merupakan pendapat Asy-Syafi’i, satu riwayat dari Ahmad, dan yang dipilih oleh Ibnu Qudamah (Al-Mughni, 4/314).

Dari dua pendapat yang ada, nampaknya yang kuat adalah PENDAPAT YANG PERTAMA. Dengan dasar hadits Nabi ﷺ yang lalu:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِيْنِ

Dari Ibnu Abbas ia mengatakan: “Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan kata-kata kotor serta sebagai pemberian makanan bagi orang-orang miskin.”

Ini merupakan pendapat yang dipilih oleh Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim, Asy-Syaukani dalam bukunya As-Sailul Jarrar3 dan di zaman ini Asy Syaikh Al-Albani, dan difatwakan Asy-Syaikh Ibnu Baz, Ibnu Utsaimin, dan lain-lain.

Ibnul Qayyim mengatakan:

❱ “Di antara petunjuk beliau ﷺ, zakat ini DIKHUSUSKAN bagi orang-orang miskin dan TIDAK membagi-kannya kepada 8 golongan secomot-secomot. Beliau tidak pula memerintahkan untuk itu serta tidak seorangpun dari kalangan shahabat yang melakukannya. Demikian pula orang-orang yang setelah mereka.”

(Zadul Ma’ad, 2/21, lihat pula Majmu’ Fatawa, 25/75, Tamamul Minnah, hal. 387, As-Sailul Jarrar, 2/86, Fatawa Ramadhan, 2/936)

⛔️Atas dasar itu, tidak diperkenankan menyalurkan zakat fitrah untuk pembangunan masjid, sekolah, atau sejenisnya. Demikian difatwakan oleh Al-Lajnah Ad-Da`imah (9/369).


📚 Sumber : https://asysyariah.com/zakat-fitrah-pensuci-jiwa/amp/

▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 HUKUM QUNUT WITIR DAN TATACARA RINGKAS /KAIFIYAT QUNUT WITIR SESUAI SUNNAH

🎙Oleh:
Al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah

| Kajian hari Sabtu, 20 Ramadhan 1437H / 25 Juni 2016 di Masjid Ma'had As-Salafy Jember

📊 (1,8 MB) - Durasi [07:47]
| Link https://goo.gl/g2Ml66

•••
📶 bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com

▫️▫️▫️▫️▫️
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
::
🚇 SUNNAHNYA SHOLAT TARAWIH SECARA BERJAMA'AH DI MASJID BA'DA ISYA LANGSUNG/DI AWAL WAKTU

🎙Oleh:
Al-Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi hafizhahullah

📅 Kajian Ilmiyah di Masjid Ma'had As-Salafy Jember tanggal 3 Ramadhan 1436 H / 19 Juni 2015 M

🅾 Durasi 19:02 (4,4 MB)
| Link: http://bit.ly/22xIdz6


••••
💾 bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌏 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com

▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 SHALAT SUNNAH BAGI MUSAFIR : BENARKAH SEORANG YANG SAFAR ITU DISYARIATKAN UNTUK TIDAK SHOLAT NAFILAH SECARA MUTLAK?

🎙Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata:

"Adapun berkenaan sunnah-sunnah rawatib maka yang masyhur di sisi orang awam bahwa musafir itu tidak melaksanakan nafilah. Dan hal ini keliru.

Sehingga, musafir itu tetap melakukan shalat nafilah sebagaimana orang yang mukim melaksanakannya dari shalat malam, shalat Dhuha, dan witir kecuali tiga shalat nafilah:

Rawatib Zhuhur,
Rawatib Maghrib,
Rawatib Isya',

Maka yang Sunnah adalah TIDAK melaksanakannya.

Adapun sisanya dari shalat-shalat nafilah maka tetap seperti biasanya.

Dan ada di sana suatu ungkapan yang TIDAK SHAHIH, sebagian orang berkata:

"السنة في السفر تركك السنة"

"Sunnah-nya ketika safar adalah kamu tinggalkan (shalat-shalat) Sunnah."

❱ Sehingga yang Sunnah adalah kamu hanya meninggalkan rawatib Zhuhur, Maghrib, dan Isya'.

❱ Adapun sisanya maka tetap sebagaimana sediakalanya, yang musafir melaksanakannya sebagaimana dilaksanakan orang yang mukim."

📖 Majmu' Fataawa wa Rasaail, al-'Utsaimin, 15/ 365.

📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah

••••
📶 bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
| (Ramadhan) Bagaimana mungkin air mata perpisahan itu tidak mengalir dari mata kaum beriman?!

Sedang ia belum mengerti, masihkah tersisa waktu untuk bisa bersua dengannya kembali...?

[ Ibnu Rajab rahimahullah, Lathaif al-Ma'arif hal: 295 ]


#ramadan #renungan #syabab
@syababsalafy
::
🚇 LAILATUL QODAR ADALAH KAROMAH, HENDAKLAH DIRAHASIAKAN

Al-Imam An-Nawawiy -rohimahulloh- berkata :

(( ويستحب لمن رآها كتمها ))

"Disukai bagi orang yang melihatnya (Lailatul Qodar_ed) agar menyembunyikannya" (Al-Majmu' 6/453)


Yang demikian itu disebabkan:

1⃣ Karena Lailatul qodar adalah karomah, dan karomah hendaknya disembunyikan, tidak diumumkan.

2⃣ Agar tidak muncul perasaan bangga diri dan riya'.

❱ Dan agar dia tidak mengganggap -ketika telah mendapatkannya- hal itu disebabkan karena dirinya termasuk orang yang memiliki martabat yang tinggi dan derajat yang mulia.

3⃣ Agar tidak menghalangi dan menjadikan orang lain lemah semangat.

4⃣ Agar dirinya terhindar dari kedengkian orang lain.

Dinukil dari :
Majmu'ah Al-Jarh Wat-ta'dil

ــــــــــــــــــــــــــــــــ
يقول النووي رحمه الله: (( ويستحب لمن رآها كتمها ))
المجموع 6/453

وذلك لأسباب:
1- لأنها كرامة والكرامات تخفى لا تعلن
2- لئلا يدخله العجب والرياء ويحسب أنه رآها لأنه من أهل المراتب العالية والدرجات السامية
3- لئلا يثبط الناس ويكسلهم عن الاجتهاد
4- حفظا لنفسه من حسد الناس

مجموة الجرح والتعديل

@KEUTAMAANILMU
#lailatulqodar #karomah #menceritakan #malam_lailatul_qodar

▫️▫️▫️▫️▫️
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
::
🚇 SIKAP MUKMIN DI PENGHUJUNG RAMADHAN

🎙Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berkata:

“Wahai kaum mukminin,

Inilah bulan (Ramadhan) telah berakhir atau hampir berakhir, maka hendaknya kita instropeksi diri kita di dalamnya.

Apa yang telah kita sajikan untuk diri kita di bulan yang agung ini?

⬜️ Siapa yang telah berbuat ihsan maka hendaklah ia memuji Allah dan menyempurnakan dengan kebaikan.

⬜️ Dan siapa yang berleha-leha maka hendaknya ia iringi dengan bertaubat, sebab sungguh Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan amalan-amalan jelek. Dan janganlah kalian patah arang dari rahmat Allah!

إِنَّهُ لاَ يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللّهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ ﴿٨٧﴾

"Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". Q.S. Yusuf: 87.


⬜️ Siapa yang telah berbuat baik atau kurang dalam beramal (dari awal Ramadhan) maka hendaknya ia baikkan penutupnya karena sungguh “amalan-amalan itu (dilihat) pada penghujungnya”.

⬜️ Kemudian jadilah kalian dalam posisi harap-harap cemas dan takut untuk tidak diterima amalan-amalan itu dari kalian, sebab Allah jalla wa ‘ala berfirman:

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ ﴿٢٧﴾

"Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa". Q.S. Al-Maaidah: 27.

Sehingga pikirkan diri-diri kalian dan niat-niat serta tujuan-tujuan kalian (dalam beramal)!

Janganlah salah seorang kalian merasa takjub dengan amalannya atau jangan ia mengira bahwa ia telah melaksanakan apa yang diwajibkan atasnya dan telah menunaikan hak Allah atasnya.

❱ Bahkan hendaknya ia menilai dirinya sangat kurang dalam beramal dan tidak ada nilai padanya serta tidak memiliki timbangan di hadapan Rabbnya ‘azza wa jalla.

Dahulu sebagian salaf berkata:

لَوْ أَعْلَمُ أَنَّ اْللَّهَ تَقَبَّلَ مِنِّيْ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ لَتَمَنّيْتُ الْمَوْت

Andai aku tahu bahwa Allah telah menerima dariku seberat biji khardal (dari amalan shalih) niscaya aku mengangankan kematian.

Hal tersebut karena sangatnya rasa takut mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sementara Allah telah menyifati hamba-hamba pilihan, Dia Subhanahu berfirman:

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوا وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ ﴿٦٠﴾ أُوْلَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ ﴿٦١﴾

060. Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka,

061. mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya. Q.S. Al-Mu’minuun: 60 – 61.

Ummul Mukminin, ‘Aisyah, radhiallahu ‘anha berkata,”Wahai Rasulullah, apakah mereka ini(yang disebut dalam ayat) adalah orang-orang yang berzina dan mimun khamr, dan mereka takut diazab dengan sebab dosa-dosa mereka?”

Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wasallam- berkata,”Tidak, wahai putri Ash-Shiddiq! Sungguh mereka adalah suatu kaum yang menaati Allah ‘azza wa jalla dan telah berbuat ihsan, dan mereka khawatir akan dikembalikan (tertolak) amalan-amalan mereka kepada mereka dan tidak diterima dari mereka.”

Maka wajib atas kita untuk menjadi orang-orang yang takut untuk ditolak atas kita amalan-amalan kita.

Dan janganlah kita terpesona dengannya dan menganggap telah banyak beramal sebab hal itu sungguh sedikit dalam hak Allah.
Sebab hak Allah atas kita itu sangat besar.


Namun Dia Yang Maha Suci mengampuni(atas kekurangan kita), berbuat dermawan, dan bermurah hati dengan keutamaan-Nya.

Akan tetapi ini diperuntukkan bagi yang berbaik sangka kepada Rabbnya.

Sehingga berprasangkalah yang baik terhadap Rabb kalian dan cita-citakan kebaikan serta beramallah yang shalih!”

🌏 Petikan Khutbah:
https://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/14075

📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com

▫️▫️▫️▫️▫️