Forwarded from منتدى نشر الفـــــــوائد
::
.....Termasuk perbuatan yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah perbuatan yang banyak dilakukan oleh kaum muslimin dalam menyambut bulan Ramadhan dengan amalan atau ritual tertentu, di antaranya :
1⃣ APA YANG DIKENAL DENGAN ACARA PADUSAN
Yaitu mandi bersama-sama dengan masih mengenakan busana, terkadang ada yang memimpin di suatu sungai, atau sumber air, atau telaga. Dengan niat mandi besar, dalam rangka membersihkan jiwa dan raga sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
Sampai-sampai ada di antara muslimin yang berkeyakinan Kalau sekali saja terlewat dari ritual ini, rasanya ada yang kurang meski sudah menjalankan puasa.
Jelas perbuatan ini tidak pernah diajarkan dan tidak pernah diterapkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Demikian juga para shahabat, para salafus shalih, dan para ‘ulama yang mulia tidak ada yang mengamalkan atau menganjurkan amaliah tersebut. Sehingga kaum muslimin tidak boleh melakukan ritual ini.
Belum lagi, dalam ritual Padusan ini, banyak terjadi kemungkaran. Ya, jelas-jelas mandi bersama antara laki-laki dan perempuan. Jelas ini merupakan kemungkaran yang sama sekali bukan bagian dari ajaran Islam.
2⃣ NYEKAR DI KUBURAN LELUHUR
Tak jarang dari kaum muslimin, menjelang Ramadhan tiba datang ke pemakaman. Dalam Islam ada tuntunan ziarah kubur, yang disyari’atkan agar kaum muslimin ingat bahwa dirinya juga akan mati menyusul saudara-saudaranya yang telah meninggal dunia lebih dahulu, sehingga dia pun harus mempersiapkan dirinya dengan iman dan amal shalih.
Namun ziarah kubur, yang diistilahkan oleh orang jawa dengan nyekar, yang dikhususkan untuk menyambut Ramadhan tidak ada tuntunannya dalam syari’at Islam. Apalagi mengkhusukan nyekar di kuburan leluhur. Ini adalah perkara baru dalam agama.
Tak jarang dalam ziarah kubur tercampur dengan kemungkaran. Yaitu sang peziarah malah berdoa kepada penghuni kubur, meminta-minta pada orang yang sudah mati, atau ngalap berkah dari tanah kuburan! Ini merupakan perbuatan syirik!
3⃣ MINTA MA'AF KEPADA SESAMA MENJELANG DATANGNYA RAMADHAN
Dengan alasan agar menghadapi bulan Ramadhan dengan hati yang bersih, sudah terhapus beban dosa terhadap sesama. Bahkan di sebagian kalangan diyakini sebagai syarat agar puasanya sempurna.
Tidak diragukan, bahwa meminta ma’af kepada sesama adalah sesuatu yang dituntunkan dalam agama, meningat manusia adalah tempat salah dan lupa.
Meminta ma’af di sini umum sifatnya, bahkan setiap saat harus kita lakukan jika kita berbuat salah kepada sesama, tidak terkait dengan waktu atau acara tertentu.
Mengkaitkan permintaan ma’af dengan Ramadhan, atau dijadikan termasuk cara untuk menyambut Ramadhan, maka jelas ini membuat hal baru dalam agama. Amaliah ini bukan bagian dari tuntunan syari’at Islam.
Itulah beberapa contoh amalan yang tidak ada tuntunan dalam syari’at yang dijadikan acara dalam menyambut bulan Ramadhan. Sayangnya, amaliah tersebut banyak tersebar di kalangan kaum muslimin.
••••
🗺 Baca selengkapnya di:
www.salafy.or.id/blog/2010/07/23/menyambut-bulan-ramadhan-hati-hati-ritual-anehnya/
🚇MENYAMBUT BULAN RAMADHAN, HATI-HATI RITUAL ANEHNYA
.....Termasuk perbuatan yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah perbuatan yang banyak dilakukan oleh kaum muslimin dalam menyambut bulan Ramadhan dengan amalan atau ritual tertentu, di antaranya :
1⃣ APA YANG DIKENAL DENGAN ACARA PADUSAN
Yaitu mandi bersama-sama dengan masih mengenakan busana, terkadang ada yang memimpin di suatu sungai, atau sumber air, atau telaga. Dengan niat mandi besar, dalam rangka membersihkan jiwa dan raga sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
Sampai-sampai ada di antara muslimin yang berkeyakinan Kalau sekali saja terlewat dari ritual ini, rasanya ada yang kurang meski sudah menjalankan puasa.
Jelas perbuatan ini tidak pernah diajarkan dan tidak pernah diterapkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Demikian juga para shahabat, para salafus shalih, dan para ‘ulama yang mulia tidak ada yang mengamalkan atau menganjurkan amaliah tersebut. Sehingga kaum muslimin tidak boleh melakukan ritual ini.
Belum lagi, dalam ritual Padusan ini, banyak terjadi kemungkaran. Ya, jelas-jelas mandi bersama antara laki-laki dan perempuan. Jelas ini merupakan kemungkaran yang sama sekali bukan bagian dari ajaran Islam.
2⃣ NYEKAR DI KUBURAN LELUHUR
Tak jarang dari kaum muslimin, menjelang Ramadhan tiba datang ke pemakaman. Dalam Islam ada tuntunan ziarah kubur, yang disyari’atkan agar kaum muslimin ingat bahwa dirinya juga akan mati menyusul saudara-saudaranya yang telah meninggal dunia lebih dahulu, sehingga dia pun harus mempersiapkan dirinya dengan iman dan amal shalih.
Namun ziarah kubur, yang diistilahkan oleh orang jawa dengan nyekar, yang dikhususkan untuk menyambut Ramadhan tidak ada tuntunannya dalam syari’at Islam. Apalagi mengkhusukan nyekar di kuburan leluhur. Ini adalah perkara baru dalam agama.
Tak jarang dalam ziarah kubur tercampur dengan kemungkaran. Yaitu sang peziarah malah berdoa kepada penghuni kubur, meminta-minta pada orang yang sudah mati, atau ngalap berkah dari tanah kuburan! Ini merupakan perbuatan syirik!
3⃣ MINTA MA'AF KEPADA SESAMA MENJELANG DATANGNYA RAMADHAN
Dengan alasan agar menghadapi bulan Ramadhan dengan hati yang bersih, sudah terhapus beban dosa terhadap sesama. Bahkan di sebagian kalangan diyakini sebagai syarat agar puasanya sempurna.
Tidak diragukan, bahwa meminta ma’af kepada sesama adalah sesuatu yang dituntunkan dalam agama, meningat manusia adalah tempat salah dan lupa.
Meminta ma’af di sini umum sifatnya, bahkan setiap saat harus kita lakukan jika kita berbuat salah kepada sesama, tidak terkait dengan waktu atau acara tertentu.
Mengkaitkan permintaan ma’af dengan Ramadhan, atau dijadikan termasuk cara untuk menyambut Ramadhan, maka jelas ini membuat hal baru dalam agama. Amaliah ini bukan bagian dari tuntunan syari’at Islam.
Itulah beberapa contoh amalan yang tidak ada tuntunan dalam syari’at yang dijadikan acara dalam menyambut bulan Ramadhan. Sayangnya, amaliah tersebut banyak tersebar di kalangan kaum muslimin.
••••
🗺 Baca selengkapnya di:
www.salafy.or.id/blog/2010/07/23/menyambut-bulan-ramadhan-hati-hati-ritual-anehnya/
::
Ⓜ TUDUHAN KEPADA ASATIDZAH AHLUSSUNNAH: AMIR KOMANDO (NEGARA DALAM NEGARA) DAN MENGUNGKIT MASA LALU LASKAR JIHAD (LJ)
🎙 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed -hafizhahullah-
📆 Dauroh "BAHAYA PENYIMPANGAN HADDADIYAH DAN MUSHO'FIQOH" | Ahad, 26 Shafar 1440 H/04 November 2018 M di Masjid Abu Bakar As shiddiq, Ma'had Dhiya'us Sunnah Cirebon
➰ (1,9 MB) - Durasi [00:07:33]
#MBH #muhammad_bin_hady #shaafiqah #shoafiqoh #tidak_pantas_mengajar #imaroh
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Ⓜ TUDUHAN KEPADA ASATIDZAH AHLUSSUNNAH: AMIR KOMANDO (NEGARA DALAM NEGARA) DAN MENGUNGKIT MASA LALU LASKAR JIHAD (LJ)
🎙 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed -hafizhahullah-
📆 Dauroh "BAHAYA PENYIMPANGAN HADDADIYAH DAN MUSHO'FIQOH" | Ahad, 26 Shafar 1440 H/04 November 2018 M di Masjid Abu Bakar As shiddiq, Ma'had Dhiya'us Sunnah Cirebon
➰ (1,9 MB) - Durasi [00:07:33]
#MBH #muhammad_bin_hady #shaafiqah #shoafiqoh #tidak_pantas_mengajar #imaroh
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 HUKUM TIDAK MENGGANTI PUASA SEDANG RAMADHAN TELAH DATANG
🎙Asy-Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah
[Pertanyaan]:
"Bulan Ramadhan telah datang dan seseorang memiliki tanggungan (puasa qhada’) sejumlah beberapa hari dari Ramadhan terdahulu, apakah ia berdosa sebab tidak meng-qadha’ sebelum Ramadhan?
Apakah wajib atasnya kaffarah atau tidak?"
[Jawaban]:
“Setiap yang memiliki tanggungan beberapa hari (puasa qadha’) dari Ramadhan, ia WAJIB meng-qadha’ sebelum datang Ramadhan berikutnya. Dan boleh mengakhirkannya sampai bulan Sya’ban.
👉🏻Kemudian, apabila Ramadhan berikutnya telah masuk sedang ia belum meng-qadha’ tanpa udzur (syar’i) maka ia berdosa dan wajib atasnya untuk memberi makan orang miskin setiap hari (sejumlah hari yang belum ia qadha) sebagaimana sekelompok dari Shahabat Nabi – shalallahu ‘alaihi wasallam – memfatwakan demikian itu.
Kadar makanan adalah setengah sha’ setiap hari dari jenis makanan di suatu negeri yang ia berikan kepada orang miskin, walau hanya satu orang.
✍🏻 Adapun jika ia memiliki udzur dalam mengakhirkan (puasa qadha’) dikarenakan sakit atau bepergian (safar) maka WAJIB atasnya meng-qadha’ dan TIDAK ada (kaffarah) memberi makan (orang miskin) berdasar keumuman firman Allah Ta’ala:
وَمَن كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ﴿١٨٥﴾
Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Q.S. Al-Baqarah: 185.
Dan Allah-lah Maha Pemberi taufik.
🌏Sumber:
http://bit.ly/2L5GK59
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
🚇 HUKUM TIDAK MENGGANTI PUASA SEDANG RAMADHAN TELAH DATANG
🎙Asy-Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah
[Pertanyaan]:
"Bulan Ramadhan telah datang dan seseorang memiliki tanggungan (puasa qhada’) sejumlah beberapa hari dari Ramadhan terdahulu, apakah ia berdosa sebab tidak meng-qadha’ sebelum Ramadhan?
Apakah wajib atasnya kaffarah atau tidak?"
[Jawaban]:
“Setiap yang memiliki tanggungan beberapa hari (puasa qadha’) dari Ramadhan, ia WAJIB meng-qadha’ sebelum datang Ramadhan berikutnya. Dan boleh mengakhirkannya sampai bulan Sya’ban.
👉🏻Kemudian, apabila Ramadhan berikutnya telah masuk sedang ia belum meng-qadha’ tanpa udzur (syar’i) maka ia berdosa dan wajib atasnya untuk memberi makan orang miskin setiap hari (sejumlah hari yang belum ia qadha) sebagaimana sekelompok dari Shahabat Nabi – shalallahu ‘alaihi wasallam – memfatwakan demikian itu.
Kadar makanan adalah setengah sha’ setiap hari dari jenis makanan di suatu negeri yang ia berikan kepada orang miskin, walau hanya satu orang.
✍🏻 Adapun jika ia memiliki udzur dalam mengakhirkan (puasa qadha’) dikarenakan sakit atau bepergian (safar) maka WAJIB atasnya meng-qadha’ dan TIDAK ada (kaffarah) memberi makan (orang miskin) berdasar keumuman firman Allah Ta’ala:
وَمَن كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ﴿١٨٥﴾
Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Q.S. Al-Baqarah: 185.
Dan Allah-lah Maha Pemberi taufik.
🌏Sumber:
http://bit.ly/2L5GK59
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 DOA SEBELUM MASUK RAMADHAN
[Pertanyaan]:
Adakah doa khusus sebelum memasuki ramadhan?
[Jawaban]:
Tidak diketahui ada doa khusus yang dibaca saat masuk bulan ramadhan. Yang ada hanyalah doa umum ketika melihat hilal (masuknya bulan hijriyah).
Dan doa itu dibaca saat melihat hilal Ramadhan maupun bulan lainnya. Lafazh doanya ialah sebagai berikut :
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلاَمَةِ وَالْإِسْلاَمِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ رَبَّنَا وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ
"Allaahu akbar, Allahumma ahillahu 'alayna bilyumni wal iimaani was salaamati wal islaami. Robbii wa Robbukallah." [••]
"Allah Maha Besar. Ya Allah, tampakkan bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah." (HR. Ahmad III/17, at-Tirmidzi 3451, dan yang lainnya)
Jika dia ingin berdoa agar bisa menjalankan puasa secara sempurna dan agar pahala dari ibadah yang dikerjakannya diterima oleh Allah; maka ini juga tidak masalah.
Demikian kesimpulan dari keterangan asy-Syaikh Shaalih al-Fauzaan hafizhahullah dalam : http://www.alfawzan.af.org.sa/index.php?q=node/7445 | @nasehatetam
::
🚇 DO'A PARA SALAF MENJELANG RAMADHAN
Al-Imam Yahya bin Abi Katsir rahimahullah berkata:
Termasuk dari doa para ulama salaf:
{ اَللّٰهـُمَّ سَلِّمْنِي إِلَى رَمَضـَانَ وَسَلِّـمْ لِي رَمَضـَانَ وَتَسَلَّمْـهُ مِنِّي مُتَقَبـَّلاً }
“Ya Allah sampaikan aku ke Ramadhan. Dan sampaikan padaku Ramadhan. Dan terimalah dariku amal ibadahku.”
📚[Lathoif Maarif 148]
Faidah ilmiyyah dari Al-Ustadz Usamah Mahri di WhatsApp طريق السلف | @thoriqussalaf
::
🚇 DERAJAT HADITS TENTANG DOA DI BULAN RAJAB, SYABAN DAN RAMADHAN
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah
[Pertanyaan]:
"Wahai Syaikh, Rasululloh ﷺ berdoa :
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ
"Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan" [¶¶]
Bagaimana tingkat keshahihan hadits ini ?"
[Jawaban]:
"Hadits ini dha'if (lemah) dan tidak shohih dari Nabi ﷺ.
Sesungguhnya Nabi ﷺ tentunya adalah manusia yang paling antusias menginginkan supaya Allah memberkahi beliau di bulan Ramadhan, bagaimana mungkin beliau hanya mengatakan: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan" ? (...suara tidak jelas...)
Yang jelas bahwa hadits ini dha'if, tidak shahih dari Nabi ﷺ."
__
⏯ Link audio || https://goo.gl/fLlkiJ | @alistifadah
________
Catatan:
[••] Ada 2 teks do'a ketika melihat hilal:
عن طلحة بن عبيد الله رضي الله عنه قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم إِذا رأى الهِلالَ قال:
«اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِاليُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ» رواه الترمذي وحسنه (سنن الترمذي؛ برقم: [3526])،
وعند الدارمي بلفظ:
«اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ» (سنن الدرامي؛ برقم: [1697]).
[¶¶] Hadits ini juga didhoifkan oleh Syaikh Al Albani, lihat Dho'iful Jami' no. 4395
🚇 DOA SEBELUM MASUK RAMADHAN
[Pertanyaan]:
Adakah doa khusus sebelum memasuki ramadhan?
[Jawaban]:
Tidak diketahui ada doa khusus yang dibaca saat masuk bulan ramadhan. Yang ada hanyalah doa umum ketika melihat hilal (masuknya bulan hijriyah).
Dan doa itu dibaca saat melihat hilal Ramadhan maupun bulan lainnya. Lafazh doanya ialah sebagai berikut :
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلاَمَةِ وَالْإِسْلاَمِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ رَبَّنَا وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ
"Allaahu akbar, Allahumma ahillahu 'alayna bilyumni wal iimaani was salaamati wal islaami. Robbii wa Robbukallah." [••]
"Allah Maha Besar. Ya Allah, tampakkan bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah." (HR. Ahmad III/17, at-Tirmidzi 3451, dan yang lainnya)
Jika dia ingin berdoa agar bisa menjalankan puasa secara sempurna dan agar pahala dari ibadah yang dikerjakannya diterima oleh Allah; maka ini juga tidak masalah.
Demikian kesimpulan dari keterangan asy-Syaikh Shaalih al-Fauzaan hafizhahullah dalam : http://www.alfawzan.af.org.sa/index.php?q=node/7445 | @nasehatetam
::
🚇 DO'A PARA SALAF MENJELANG RAMADHAN
Al-Imam Yahya bin Abi Katsir rahimahullah berkata:
Termasuk dari doa para ulama salaf:
{ اَللّٰهـُمَّ سَلِّمْنِي إِلَى رَمَضـَانَ وَسَلِّـمْ لِي رَمَضـَانَ وَتَسَلَّمْـهُ مِنِّي مُتَقَبـَّلاً }
“Ya Allah sampaikan aku ke Ramadhan. Dan sampaikan padaku Ramadhan. Dan terimalah dariku amal ibadahku.”
📚[Lathoif Maarif 148]
Faidah ilmiyyah dari Al-Ustadz Usamah Mahri di WhatsApp طريق السلف | @thoriqussalaf
::
🚇 DERAJAT HADITS TENTANG DOA DI BULAN RAJAB, SYABAN DAN RAMADHAN
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah
[Pertanyaan]:
"Wahai Syaikh, Rasululloh ﷺ berdoa :
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ
"Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan" [¶¶]
Bagaimana tingkat keshahihan hadits ini ?"
[Jawaban]:
"Hadits ini dha'if (lemah) dan tidak shohih dari Nabi ﷺ.
Sesungguhnya Nabi ﷺ tentunya adalah manusia yang paling antusias menginginkan supaya Allah memberkahi beliau di bulan Ramadhan, bagaimana mungkin beliau hanya mengatakan: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan" ? (...suara tidak jelas...)
Yang jelas bahwa hadits ini dha'if, tidak shahih dari Nabi ﷺ."
__
⏯ Link audio || https://goo.gl/fLlkiJ | @alistifadah
________
Catatan:
[••] Ada 2 teks do'a ketika melihat hilal:
عن طلحة بن عبيد الله رضي الله عنه قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم إِذا رأى الهِلالَ قال:
«اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِاليُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ» رواه الترمذي وحسنه (سنن الترمذي؛ برقم: [3526])،
وعند الدارمي بلفظ:
«اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ» (سنن الدرامي؛ برقم: [1697]).
[¶¶] Hadits ini juga didhoifkan oleh Syaikh Al Albani, lihat Dho'iful Jami' no. 4395
.:
Ⓜ NANTI.... NANTI...., JANGAN MENUNDA TAUBATMU HINGGA MASUK RAMADHAN DULU!
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf -hafizhahullah-
🗓 Sesi 2 : "BERBENAH DIRI MENJELANG RAMADHAN YANG DINANTI" | Sabtu, 7 Sya`ban1440H/ 13 April 2019M di Masjid Al-Muhajirin, Perumnas 2 Bekasi (belakang RS.Mitra Keluarga Bekasi barat)
➰ (1,5 MB) - Durasi [00:05:52]
#syahru_taubat #syahrul_qiyam #syahrul_quran
•••
📶 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Ⓜ NANTI.... NANTI...., JANGAN MENUNDA TAUBATMU HINGGA MASUK RAMADHAN DULU!
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf -hafizhahullah-
🗓 Sesi 2 : "BERBENAH DIRI MENJELANG RAMADHAN YANG DINANTI" | Sabtu, 7 Sya`ban1440H/ 13 April 2019M di Masjid Al-Muhajirin, Perumnas 2 Bekasi (belakang RS.Mitra Keluarga Bekasi barat)
➰ (1,5 MB) - Durasi [00:05:52]
#syahru_taubat #syahrul_qiyam #syahrul_quran
•••
📶 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
::
🚇 SATU KEHARAMAN AKAN MENYERET KEPADA YANG LAINNYA, HENTIKAN DENGAN ISTIGHFAR DAN TAUBAT
🎙Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah
[PERTANYAAN:]
يُحفظ عن بعض الصالحين عبارة مفادها أن المعصية تقول: (أختي.. أختي، والحسنة تقول: أختي.. أختي)، هل تتفضلون بشرح هذه العبارة، سماحة الشيخ؟
“Dilestarikan dari sebagian ucapan orang shalih yang kandungan faidahnya bahwa:
“Maksiat itu menyeru “Saudaraku, saudaraku (datanglah)!”
Dan kebaikan itu berucap (mengundang), ”Saudaraku, saudaraku!”
Apakah Anda berkenan menerangkan arti ucapan ini wahai Syaikh yang mulia?”
[JAWABAN:]
“Ya, telah datang dari sebagian salaf dengan makna ini. Dan ada lafal lainnya:
إن من ثواب الحسنةِ الحسنة بعدها، ومن عقاب السيئةِ السيئة بعدها.
"Sungguh diantara ganjaran dari suatu amalan kebaikan adalah amalan kebaikan yang berikutnya. Dan termasuk hukuman suatu amalan jelek adalah amalan jelek yang selanjutnya".
Maksudnya :
Bahwa seorang mukmin sepatutnya untuk bersungguh-sungguh dalam melanjutkan amalan kebaikan dan amalan shalih dan benar-benar serius dalam perkara tersebut sehingga menjadi kebiasaan untuknya.
❗Dan jika terjatuh dalam suatu kejelekan maka hati-hatilah untuk ia menyambungnya dengan kejelekan lainnya. Hendaknya ia bertaubat dan bersegeralah bertaubat sehingga tidak muncul amalan jelek lainnya dan yang ketiga dst. Karena syaithan sungguh akan menyeretnya kepada kejelekan. Dan apabila ia telah terjatuh dalam suatu kejelekan, ia akan menariknya kepada amalan jelek lainnya.
Adapun malaikat, ia akan mendorongnya kepada amalan kebaikan. Apabila ia melakukan suatu kebaikan maka malaikat akan mendiktenya kepada kebaikan lainnya.
👉🏻Sehingga ia -dalam kondisi ini- bersungguh-sungguh dalam melanjutkan amalan-amalan kebaikan dan memperbanyak dari berdzikir kepada Allah serta berhati-hati dari hal-hal yang menyibukkan (dari mengingat Allah) dan perbuatan-perbuatan jelek. Saat ia telah melakukan suatu kejelekan maka ia berhati-hatilah dan bertaubatlah serta awas dari melanjutkannya dengan kejelekan yang lainnya.”
▪Pembaca acara: “Semoga Allah membalas kebaikan dan berbuat baik kepada Anda.”
🌏 Sumber:
http://bit.ly/2V188FI
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
🚇 SATU KEHARAMAN AKAN MENYERET KEPADA YANG LAINNYA, HENTIKAN DENGAN ISTIGHFAR DAN TAUBAT
🎙Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah
[PERTANYAAN:]
يُحفظ عن بعض الصالحين عبارة مفادها أن المعصية تقول: (أختي.. أختي، والحسنة تقول: أختي.. أختي)، هل تتفضلون بشرح هذه العبارة، سماحة الشيخ؟
“Dilestarikan dari sebagian ucapan orang shalih yang kandungan faidahnya bahwa:
“Maksiat itu menyeru “Saudaraku, saudaraku (datanglah)!”
Dan kebaikan itu berucap (mengundang), ”Saudaraku, saudaraku!”
Apakah Anda berkenan menerangkan arti ucapan ini wahai Syaikh yang mulia?”
[JAWABAN:]
“Ya, telah datang dari sebagian salaf dengan makna ini. Dan ada lafal lainnya:
إن من ثواب الحسنةِ الحسنة بعدها، ومن عقاب السيئةِ السيئة بعدها.
"Sungguh diantara ganjaran dari suatu amalan kebaikan adalah amalan kebaikan yang berikutnya. Dan termasuk hukuman suatu amalan jelek adalah amalan jelek yang selanjutnya".
Maksudnya :
Bahwa seorang mukmin sepatutnya untuk bersungguh-sungguh dalam melanjutkan amalan kebaikan dan amalan shalih dan benar-benar serius dalam perkara tersebut sehingga menjadi kebiasaan untuknya.
❗Dan jika terjatuh dalam suatu kejelekan maka hati-hatilah untuk ia menyambungnya dengan kejelekan lainnya. Hendaknya ia bertaubat dan bersegeralah bertaubat sehingga tidak muncul amalan jelek lainnya dan yang ketiga dst. Karena syaithan sungguh akan menyeretnya kepada kejelekan. Dan apabila ia telah terjatuh dalam suatu kejelekan, ia akan menariknya kepada amalan jelek lainnya.
Adapun malaikat, ia akan mendorongnya kepada amalan kebaikan. Apabila ia melakukan suatu kebaikan maka malaikat akan mendiktenya kepada kebaikan lainnya.
👉🏻Sehingga ia -dalam kondisi ini- bersungguh-sungguh dalam melanjutkan amalan-amalan kebaikan dan memperbanyak dari berdzikir kepada Allah serta berhati-hati dari hal-hal yang menyibukkan (dari mengingat Allah) dan perbuatan-perbuatan jelek. Saat ia telah melakukan suatu kejelekan maka ia berhati-hatilah dan bertaubatlah serta awas dari melanjutkannya dengan kejelekan yang lainnya.”
▪Pembaca acara: “Semoga Allah membalas kebaikan dan berbuat baik kepada Anda.”
🌏 Sumber:
http://bit.ly/2V188FI
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
binbaz.org.sa
شرح لفظ أن المعصية تقول أختي أختي، والحسنة تقول أختي أختي؟ هل هذا صحيح؟
الجواب:
نعم، جاء عن بعض السلف هذا المعنى، ولفظ آخر: إن من ثواب الحسنةِ الحسنة بعدها، ومن عقاب
نعم، جاء عن بعض السلف هذا المعنى، ولفظ آخر: إن من ثواب الحسنةِ الحسنة بعدها، ومن عقاب
::
Ⓜ KENAPA DO'A SAYA TIDAK JUGA DIKABULKAN PADAHAL SAYA SUDAH BERDOA SETIAP WAKTU?
🎙 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed -hafizhahullah-
📆 Sesi TJ Kajian Kitab Adda`u Wad dawaa (Akibat Buruk Dosa dan Kemaksiatan) | Jum'at 20 Sya'ban 1440 H/ 26 April 2019 M di Masjid Ma'had Riyadhul Jannah Cileungsi Bogor
➰ (1,3 MB) - Durasi [00:05:04]
🔊 Faidah lain:
◾️Tentang membaca sholawat ketika berdo'a
◾️Ketika kita sedang berdo'a lalu dikumandangkan adzan: mana yang utama didahulukan?
◾️Hukum berdo'a dengan bahasa Arab ketika sholat (ketika sujud, tasyahud akhir, dll)
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Ⓜ KENAPA DO'A SAYA TIDAK JUGA DIKABULKAN PADAHAL SAYA SUDAH BERDOA SETIAP WAKTU?
🎙 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed -hafizhahullah-
📆 Sesi TJ Kajian Kitab Adda`u Wad dawaa (Akibat Buruk Dosa dan Kemaksiatan) | Jum'at 20 Sya'ban 1440 H/ 26 April 2019 M di Masjid Ma'had Riyadhul Jannah Cileungsi Bogor
➰ (1,3 MB) - Durasi [00:05:04]
🔊 Faidah lain:
◾️Tentang membaca sholawat ketika berdo'a
◾️Ketika kita sedang berdo'a lalu dikumandangkan adzan: mana yang utama didahulukan?
◾️Hukum berdo'a dengan bahasa Arab ketika sholat (ketika sujud, tasyahud akhir, dll)
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 TEMPAT BERDOA SEWAKTU SHALAT
🎙Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah berkata:
"Doa disyariatkan bagi muslim dan muslimah pada shalat fardhu dan nafilah, ketika sujud dan di akhir tahiyyat sebelum salam."
📖 Al-Ikhtiyaaraat al-Fiqhiyyah, hal. 83.
::
🚇 HUKUM DOA DENGAN MENGANGKAT TANGAN SETELAH SHALAT
🎙Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah berkata:
"Tidak dihafal (adanya riwayat) dari Nabi -shalallahu alaihi wasallam- dan tidak pula dari Shahabatnya -radhiallahu anhum-, dalam batas yang kami ketahui, bahwasannya mereka mengangkat tangan-tangan mereka untuk berdoa setelah shalat fardhu.
❗👉🏻Dengannya dipahami bahwa perbuatan tersebut adalah bid'ah."
📖 Al-Ikhtiyaaraat al-Fiqhiyyah, hal. 83.
::
🚇 HUKUM BERDOA TANPA MENGANGKAT TANGAN SETELAH SHALAT
🎙Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah berkata:
"Adapun doa tanpa mengangkat tangan dan tidak dilakukan secara berjamaah maka tidak ada keberatan padanya.
Sebab telah tsabit berita dari Nabi-shalallahu alaihi wasallam- yang menunjukkan bahwa beliau berdoa sebelum salam dan setelahnya.
✍🏻 Demikian ini pula doa setelah shalat nafilah, karena tidak ada dalil menunjukkan larangannya, walaupun dengan mengangkat kedua tangan, NAMUN tidak dilakukan dengan terus-menerus. Bahkan hanya sesekali waktu."
📖 Al-Ikhtiyaaraat al-Fiqhiyyah, hal. 83.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
🚇 TEMPAT BERDOA SEWAKTU SHALAT
🎙Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah berkata:
"Doa disyariatkan bagi muslim dan muslimah pada shalat fardhu dan nafilah, ketika sujud dan di akhir tahiyyat sebelum salam."
📖 Al-Ikhtiyaaraat al-Fiqhiyyah, hal. 83.
::
🚇 HUKUM DOA DENGAN MENGANGKAT TANGAN SETELAH SHALAT
🎙Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah berkata:
"Tidak dihafal (adanya riwayat) dari Nabi -shalallahu alaihi wasallam- dan tidak pula dari Shahabatnya -radhiallahu anhum-, dalam batas yang kami ketahui, bahwasannya mereka mengangkat tangan-tangan mereka untuk berdoa setelah shalat fardhu.
❗👉🏻Dengannya dipahami bahwa perbuatan tersebut adalah bid'ah."
📖 Al-Ikhtiyaaraat al-Fiqhiyyah, hal. 83.
::
🚇 HUKUM BERDOA TANPA MENGANGKAT TANGAN SETELAH SHALAT
🎙Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah berkata:
"Adapun doa tanpa mengangkat tangan dan tidak dilakukan secara berjamaah maka tidak ada keberatan padanya.
Sebab telah tsabit berita dari Nabi-shalallahu alaihi wasallam- yang menunjukkan bahwa beliau berdoa sebelum salam dan setelahnya.
✍🏻 Demikian ini pula doa setelah shalat nafilah, karena tidak ada dalil menunjukkan larangannya, walaupun dengan mengangkat kedua tangan, NAMUN tidak dilakukan dengan terus-menerus. Bahkan hanya sesekali waktu."
📖 Al-Ikhtiyaaraat al-Fiqhiyyah, hal. 83.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com