منتدى نشر الفـــــــوائد
7.55K subscribers
4.31K photos
259 videos
279 files
5.62K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
Forwarded from Audioku
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
.:
APAKAH KITA BOLEH TABAYYUN KEPADA ORANG-ORANG YANG MENYIMPANG MANHAJNYA?

🎙 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed -hafizhahullah-

📆 Kajian "Keberkahan Ada Bersama Ulama Kibar" | Ahad, 27 AlMuharram 1440 H / 07 Oktober 2018 di Masjid Ma'had Darul Ilmi as Salafy, Lumajang

(736 KB) - Durasi [00:02:59]


(*) Juga bantahan syubhat bahwa "jika seseorang menyimpang dalam satu perkara maka apakah lantas kebaikannya yang lain juga terabaikan?"
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Forwarded from Audioku
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
::
🚇 MENDOAKAN KEBAIKAN UNTUK PEMERINTAH ADALAH BAGIAN DARI MENASEHATINYA

🎙 Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berkata:

"Menasehati para penguasa dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya:

Berdoa untuk mereka kepada keshalihan dan istiqamah.

Sebab termasuk Sunnah adalah mendoakan kebaikan untuk pemerintah kaum muslimin, terlebih di waktu-waktu dan tempat-tempat yang diharapkan padanya ijaabah(pengabulan doa).

Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata:

☝🏻لو كان لنا دعوة مستجابة لدعونا بها للسلطان

"Andai kami memiliki doa yang mustajab sungguh kami akan berdoa dengannya untuk kebaikan Sultan(penguasa)."

Sebab dalam baiknya penguasa ada kebaikan bagi masyarakat dan rusaknya penguasa berakibat rusaknya masyarakat."

📖 Al-Ajwibatul Mufiidah, al-Fauzan, hal. 151 - 152.

📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Forwarded from Audioku
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
::
🚇 DIANTARA CONTOH REDAKSI DO'A UNTUK KEBAIKAN PEMERINTAH MUSLIM


◾️اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا، اللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ الْإِسْلَامِ وَالمُسْلِمِينَ

"Ya Allah perbaikilah kondisi pemerintah kami, Ya Allah perbaikilah kondisi pemerintah kami. Ya Allah beri taufiq mereka kepada apa yang padanya terdapat kebaikan Islam dan muslimin."


◾️اللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى القِيَامِ بِمُهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ العَالَمِينَ،

"Ya Allah tolonglah mereka untuk melaksanakan tugas-tugas mereka sebagaimana yang Engkau perintahkan wahai Rabbul Alamin."


◾️اللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوءِ وَالمُفْسِدِينَ،
وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ والنَّاصِحِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

"Ya Allah jauhkanlah dari mereka teman-teman yang jelek dan para perusak. Dekatkanlah kepada orang-orang baik dan pemberi nasehat, wahai Rabbul Alamin."


◾️اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِ الْمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ
 
"Ya Allah perbaikilah kondisi pemerintah kaum muslimin di semua tempat."


◾️اللَّهُمَّ احْفَظْ عَلَيْنَا أَمْنَنَا وَاسْتِقْرَارَنَا فِي دِيَارِنَا، اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوبِنَا مَنْ لَا يَخَافُكَ وَلَا يَرْحَمُنَا

"Ya Allah jagalah keamanan dan ketenangan kami di negeri kami. Ya Allah janganlah Engaku jadikan berkuasa kepada kami orang-orang yang tidak takut kepada-Mu dan tidak menyayangi kami, gara-gara dosa-dosa kami."
 

◾️اللَّهُمَّ قِنَا مِنْ شَرِّ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ

"Ya Allah lindungilah kami dari kejelekan berbagai fitnah, yang tampak maupun yang tidak tampak." 

📤Sumber:
Channel Telegram @ManhajulAnbiya

____
Tambahan Keterangan (dari kami):

◾️Do'a diatas adalah semata-mata contoh. Adapun doa sifatnya umum. Artinya lafalnya boleh dengan kalimat apapun.

◾️Sehingga jangan sampai disangka ini adalah kalimat yang paling afdhal untuk dijadikan doa ketika mendoakan pemerintah.

◾️Kecuali jika ingin mencontoh dari Al-Qur'an dan hadits, bisa sama persis atau ditambahi/ dikurangi selama tidak merusak makna kalimatnya.

Baarokallaahu fiikum

@ForumBerbagiFaidah
Forwarded from Audioku
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
::
🚇 CINTA DAN BENCI KEPADA SESUATU HARUS MENGIKUTI APA YANG ALAH DAN RASUL-NYA KEHENDAKI

[dan terkandung penjelasan tentang asal-usul hawa nafsu]


🎙Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:

“Maka sungguh diantara manusia ada yang menjadikan cinta, benci, keinginan, dan antipatinya sesuai apa yang dicinta dan dibenci oleh jiwanya, TIDAK selaras dengan:
kecintaan dari Allah dan Rasul-Nya
dan kebencian dari Allah dan Rasul-Nya(terhadap sesuatu).

Dan perkara ini berawal dari al-hawa(hawa nafsu). Sungguh jika seorang insan mengikutinya (keinginan jiwanya) maka ia benar-benar telah mengikuti hawa nafsunya.

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ ﴿٥٠﴾

"Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun." Q.S. Al-Qashash: 50.

Sesungguhnya asal-muasal hawa nafsu adalah cinta terhadap jiwa(diri-sendiri) dan mengikutinya pula rasa bencinya(berdasarkan keinginan jiwanya).

Dan hawa nafsu itu sendiri –yaitu rasa cinta dan benci yang ada di dalam jiwa – tidak disalahkan seorang hamba atasnya, karena ia tidak memiliki kuasa(untuk menghindari datangnya). Namun tidak lain ia dicela ketika mengikutinya.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُم بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ ﴿٢٦﴾

"Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah". Q.S. Shaad: 26.

Dan Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ اللَّهِ ﴿٥٠﴾

"Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikit pun." Q.S. Al-Qashash: 50.

📖 Al-Amr bil Ma'ruf wan Nahy 'anil Munkar, Ibnu Taimiyah, hal. 16 – 17.



_______________
#diantara sebab menyimpangnya orang-orang yang dahulu istiqamah: ia lebih cinta kepada dirinya, ambisi, dan keinginan dirinya daripada al-Haq.
نسأل الله السلامة والعافية

📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com