::
🚇 NASIHAT INDAH DARI ASSYAIKH ABDUL ILAH ARRIFA'I HAFIZHAHULLAH
Petikan Faidah dari beliau hafizhahullah ketika memberikan arahan kepada Ikhwan di Maghrib:
السلفي الصادق أينما كان ينفع ليس لازما أن يكون في الصدارة وأن يعرفه الناس وأنه لايعمل إلا إذا كان في الصدارة فهذا عنده خلل في الإخلاص لابد أن يعالج نفسه
"Seorang Salafiy yang jujur dimana pun dia berada dia akan memberikan manfa'at, tidak mengharuskan untuk terdepan dan diketahui manusia, tidak beramal kecuali apabila dia dikedepankan, yang seperti ini terdapat cacat pada keikhlasannya, hendaklah dia mengobati dirinya (dari penyakit ini)"
Dan beliau hafizhahullah memberikan permisalan dengan ikhwah (saudara-saudara) yang ada didaerah Miknas, bagaimana tolong menolong mereka dalam mensukseskan kegiatan daurah 'ilmiyyah" .
Beliau Hafizhahullah juga mengatakan:
الجهود وإن كانت قليلة بالتعاون فيما بينكم تثمر خيراً وتكون دعوتكم قوية
"Kesungguhan itu meskipun sedikit namun disertai dengan ta'awun (tolong -menolong diantara kalian) niscaya akan membuahkan kebaikan dan akan menjadikan dakwah kalian kuat".
وقال: السلفي الصادق أينما كان ينفع ليس لازما أن يكون في الصدارة وأن يعرفه الناس وأنه لايعمل إلا إذا كان في الصدارة فهذا عنده خلل في الإخلاص لابد أن يعالج نفسه، وضرب مثالاً لذلك بالإخوة في مكناس وبتعاونهم في إنجاح الدورة العلمية.
وقال: الجهود وإن كانت قليلة بالتعاون فيما بينكم تثمر خيراً وتكون دعوتكم قوية
Dikutip dari:
https://t.me/kibarolama/2214
Alih bahasa:
Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu 'umar غفر الرحمن له | @alfudhail
🚇 NASIHAT INDAH DARI ASSYAIKH ABDUL ILAH ARRIFA'I HAFIZHAHULLAH
Petikan Faidah dari beliau hafizhahullah ketika memberikan arahan kepada Ikhwan di Maghrib:
السلفي الصادق أينما كان ينفع ليس لازما أن يكون في الصدارة وأن يعرفه الناس وأنه لايعمل إلا إذا كان في الصدارة فهذا عنده خلل في الإخلاص لابد أن يعالج نفسه
"Seorang Salafiy yang jujur dimana pun dia berada dia akan memberikan manfa'at, tidak mengharuskan untuk terdepan dan diketahui manusia, tidak beramal kecuali apabila dia dikedepankan, yang seperti ini terdapat cacat pada keikhlasannya, hendaklah dia mengobati dirinya (dari penyakit ini)"
Dan beliau hafizhahullah memberikan permisalan dengan ikhwah (saudara-saudara) yang ada didaerah Miknas, bagaimana tolong menolong mereka dalam mensukseskan kegiatan daurah 'ilmiyyah" .
Beliau Hafizhahullah juga mengatakan:
الجهود وإن كانت قليلة بالتعاون فيما بينكم تثمر خيراً وتكون دعوتكم قوية
"Kesungguhan itu meskipun sedikit namun disertai dengan ta'awun (tolong -menolong diantara kalian) niscaya akan membuahkan kebaikan dan akan menjadikan dakwah kalian kuat".
وقال: السلفي الصادق أينما كان ينفع ليس لازما أن يكون في الصدارة وأن يعرفه الناس وأنه لايعمل إلا إذا كان في الصدارة فهذا عنده خلل في الإخلاص لابد أن يعالج نفسه، وضرب مثالاً لذلك بالإخوة في مكناس وبتعاونهم في إنجاح الدورة العلمية.
وقال: الجهود وإن كانت قليلة بالتعاون فيما بينكم تثمر خيراً وتكون دعوتكم قوية
Dikutip dari:
https://t.me/kibarolama/2214
Alih bahasa:
Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu 'umar غفر الرحمن له | @alfudhail
Telegram
🔅 قناة كبار العلماء🔅
💥 *-زيارة الإخوة من بلدة بودربالة المغربية لإخوانهم بمدينة تمارة المغربية حرسها الله.* 💥
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين أما بعد:
فقد من الله علينا بزيارة إخواننا في مدينة تمارة وكانت جلسة…
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين أما بعد:
فقد من الله علينا بزيارة إخواننا في مدينة تمارة وكانت جلسة…
::
🚇 TANDA KEIKHLASAN
Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata:
المخلص لربه كالماشي على الرمل؛ لا تسمع خطواته، ولكن ترى آثاره.
"Seorang yang mukhlis (ikhlas_ed) kepada Allah seperti seorang yang berjalan di atas pasir, tak terdengar langkah-langkah kakinya namun terlihat jejak-jejaknya".
📚 Sumber: Jami'ul-'Ulumi wal-Hikam 302
https://t.me/Nataouan/12990 | @idekitategal
🚇 TANDA KEIKHLASAN
Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata:
المخلص لربه كالماشي على الرمل؛ لا تسمع خطواته، ولكن ترى آثاره.
"Seorang yang mukhlis (ikhlas_ed) kepada Allah seperti seorang yang berjalan di atas pasir, tak terdengar langkah-langkah kakinya namun terlihat jejak-jejaknya".
📚 Sumber: Jami'ul-'Ulumi wal-Hikam 302
https://t.me/Nataouan/12990 | @idekitategal
Telegram
نتعاون على السنة
*📍قال ابن مسعود رضي الله عنه:*
المخلص لربه كالماشي على الرمل؛
لا تسمع خطواته،
ولكن ترى آثاره.
جامع العلوم والحكم 302
نتعاون على السنة
السنة سفينة نوح من ركبها نجا ومن تخلف عنها هلك
https://t.me/Nataouan
المخلص لربه كالماشي على الرمل؛
لا تسمع خطواته،
ولكن ترى آثاره.
جامع العلوم والحكم 302
نتعاون على السنة
السنة سفينة نوح من ركبها نجا ومن تخلف عنها هلك
https://t.me/Nataouan
::
🚇 ORANG BERIMAN SELALU MEYAKINI KERUSAKAN DAN BENCANA DI MUKA BUMI AKIBAT DARI KEMAKSIATAN DAN KESYIRIKAN
🎙 Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullah berkata:
"Dan firman Allah Ta'ala:
{ وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا }
"dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi setelah perbaikan padanya." Q.S. Al-A'raaf: 56.
Mayoritas ahli tafsir menyatakan, "Janganlah kamu melakukan kerusakan di dalamnya dengan kemaksiatan-kemaksiatan dan berdoa untuk menaati selain Allah, setelah Allah memperbaikinya dengan mengutus para Rasul, menerangkan syariat, dan berdakwah untuk menaati Allah.
❗Sehingga sungguh beribadah kepada selain Allah, berdoa kepada selain-Nya, dan berbuat syirik kepada-Nya adalah sebesar - besar kerusakan di muka bumi.
Bahkan kerusakan di bumi sejatinya tidak lain disebabkan kesyirikan pada-Nya dan menyelisihi perintah-Nya.
Allah Ta’ala berfirman :
{ ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ}
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia." Q.S. Ar-Ruum: 41.
'Athiyah berkata tentang Tafsir ayat:
"Janganlah kalian bermaksiat di bumi sehingga Allah menahan hujan dan menghancurkan pertanian dengan sebab kemaksiatan-kemaksiatan kalian."
Dan bukan hanya seorang dari salafus shalih yang menuturkan :
"Apabila hujan tidak turun maka sungguh hewan-hewan melata melaknat para pelaku maksiat dari bani Adam dan berucap,
"Ya Allah laknatlah mereka karena bumi kering tandus dan hujan tidak turun dengan sebab mereka!"
Secara menyeluruh, maka :
❌kesyirikan,
❌berdoa kepada selain Allah,
❌menegakkan peribadatan kepada selain Allah,
❌menaati tokoh panutan selain Rasulullah shalallahu alaihi wasallam
👉🏻💥 adalah kerusakan terbesar di muka bumi.
Dan tidak akan ada kebaikan padanya dan untuk penghuninya KECUALI :
◻️Allah semata yang dijadikan sesembahan dan doa hanya ditujukan kepada-Nya bukan untuk yang selain-Nya,
◻️ ketaatan dan Ittiba'(pengikutan) hanya kepada Rasul-Nya, tidak bisa tidak. Adapun yang selain beliau, tidak lain ketaatan padanya ketika ia menyeru untuk menaati Rasulullah.
❗Sehingga jikalau ia (tokoh panutan itu) memerintahkan untuk memaksiati beliau dan menyelisihi syariatnya maka tidak ada "mendengar dan taat". Karena Allah telah memperbaiki bumi dengan (pengutusan) Rasul-Nya, agama-Nya, menyeru untuk mentauhidkan-Nya, dan melarang dari merusaknya dengan perbuatan syirik kepada-Nya dan menyelisihi Rasul-Nya.
◾️Siapapun yang merenungi keadaan-keadaan alam niscaya akan menemui bahwa segala kebaikan di bumi dikarenakan tauhid (pengesaan) dan beribadah kepada Allah serta menaati Rasul-Nya.
◾️Dan bahwasannya seluruh kejelekan di alam, musibah, bala bencana, kekeringan, berkuasanya musuh Allah dan yang lainnya maka disebabkan penyelisihan terhadap Rasul-Nya dan berdoa kepada selain Allah serta (tidak menaati) Rasul-Nya."
📖 Badaai'ul Fawaaid, Ibnul Qayyim, 3/ 518 - 519.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
🚇 ORANG BERIMAN SELALU MEYAKINI KERUSAKAN DAN BENCANA DI MUKA BUMI AKIBAT DARI KEMAKSIATAN DAN KESYIRIKAN
🎙 Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullah berkata:
"Dan firman Allah Ta'ala:
{ وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا }
"dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi setelah perbaikan padanya." Q.S. Al-A'raaf: 56.
Mayoritas ahli tafsir menyatakan, "Janganlah kamu melakukan kerusakan di dalamnya dengan kemaksiatan-kemaksiatan dan berdoa untuk menaati selain Allah, setelah Allah memperbaikinya dengan mengutus para Rasul, menerangkan syariat, dan berdakwah untuk menaati Allah.
❗Sehingga sungguh beribadah kepada selain Allah, berdoa kepada selain-Nya, dan berbuat syirik kepada-Nya adalah sebesar - besar kerusakan di muka bumi.
Bahkan kerusakan di bumi sejatinya tidak lain disebabkan kesyirikan pada-Nya dan menyelisihi perintah-Nya.
Allah Ta’ala berfirman :
{ ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ}
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia." Q.S. Ar-Ruum: 41.
'Athiyah berkata tentang Tafsir ayat:
"Janganlah kalian bermaksiat di bumi sehingga Allah menahan hujan dan menghancurkan pertanian dengan sebab kemaksiatan-kemaksiatan kalian."
Dan bukan hanya seorang dari salafus shalih yang menuturkan :
"Apabila hujan tidak turun maka sungguh hewan-hewan melata melaknat para pelaku maksiat dari bani Adam dan berucap,
"Ya Allah laknatlah mereka karena bumi kering tandus dan hujan tidak turun dengan sebab mereka!"
Secara menyeluruh, maka :
❌kesyirikan,
❌berdoa kepada selain Allah,
❌menegakkan peribadatan kepada selain Allah,
❌menaati tokoh panutan selain Rasulullah shalallahu alaihi wasallam
👉🏻💥 adalah kerusakan terbesar di muka bumi.
Dan tidak akan ada kebaikan padanya dan untuk penghuninya KECUALI :
◻️Allah semata yang dijadikan sesembahan dan doa hanya ditujukan kepada-Nya bukan untuk yang selain-Nya,
◻️ ketaatan dan Ittiba'(pengikutan) hanya kepada Rasul-Nya, tidak bisa tidak. Adapun yang selain beliau, tidak lain ketaatan padanya ketika ia menyeru untuk menaati Rasulullah.
❗Sehingga jikalau ia (tokoh panutan itu) memerintahkan untuk memaksiati beliau dan menyelisihi syariatnya maka tidak ada "mendengar dan taat". Karena Allah telah memperbaiki bumi dengan (pengutusan) Rasul-Nya, agama-Nya, menyeru untuk mentauhidkan-Nya, dan melarang dari merusaknya dengan perbuatan syirik kepada-Nya dan menyelisihi Rasul-Nya.
◾️Siapapun yang merenungi keadaan-keadaan alam niscaya akan menemui bahwa segala kebaikan di bumi dikarenakan tauhid (pengesaan) dan beribadah kepada Allah serta menaati Rasul-Nya.
◾️Dan bahwasannya seluruh kejelekan di alam, musibah, bala bencana, kekeringan, berkuasanya musuh Allah dan yang lainnya maka disebabkan penyelisihan terhadap Rasul-Nya dan berdoa kepada selain Allah serta (tidak menaati) Rasul-Nya."
📖 Badaai'ul Fawaaid, Ibnul Qayyim, 3/ 518 - 519.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com