منتدى نشر الفـــــــوائد
7.55K subscribers
4.31K photos
259 videos
279 files
5.62K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
Forwarded from Audioku
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
::
🚇 AKIBAT MENINGGALKAN AL-HAQ

✍🏻 Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan hafizhahullah berkata:

Tanaaqudh (kontradiksi) adalah ucapan-ucapan yang saling berbenturan dan berselisih.

💥 Maka siapa yang meninggalkan al-haq sungguh ia akan ditimpakan dengan tanaaqudh dan ucapan-ucapannya akan saling bertolakbelakang. SEBAB kesesatan itu bercabang-cabang dan tidak terbatas cabang-cabangnya.

Adapun al-haq maka ia tunggal, tidak bercabang dan berselisih. Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi berfirman:

فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلاَّ الضَّلاَلُ ﴿٣٢﴾

maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Q.S. Yunus : 32.

Siapa yang meninggalkan al-haq niscaya terjatuh dalam kesesatan. Sementara kesesatan itu labirin (sangat rumit dan berbelit-belit ). Wal’iyadzubillah (kita memohon perlindungan kepada Allah).

Sehingga kamu akan menemui orang-orangnya akan saling berselisih antara mereka. Bahkan kamu dapati salah seorang mereka akan berbeda-beda dalam pendapatnya sendiri.

SEBAB tiada suatu pedoman yang ia berjalan di atasnya. Tidak lain ia galau dan bingung. Suatu waktu ia berkata begini di waktu lain ia berucap begitu."

📖 [ Syarhu Masaailil Jaahiliyyah, hal. 287.]

#POSTING ULANG untuk musha'fiqah yang masih membela Muhammad bin Hadi setelah menetapkan vonis cambuk untuk qadzf-nya.

# renungi ciri kesesatan dan penyimpangan ini. Semoga menjadi pedoman memilih dan memilah antara al-haq dengan al-bathil.

# muhibbukum fillah

📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Forwarded from TIM PEDULI BENCANA
Penutupan Donasi Lombok dan Palu 2018
Forwarded from Audioku
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
::
🚇 PERBAIKAN METODE DAN KURIKULUM PEMBELAJARAN UNTUK KESUKSESAN TARBIYAH DAN PENDIDIKAN

🎙Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali –hafizhahullah- berkata:

“Dan tidak diragukan bahwa mereka –penanggungjawab penyusun kurikulum, pent.-  benar-benar bersemangat untuk menolong umat dan berupaya mengangkat derajat mereka di dunia dan akhirat. Juga tidak ada syak wasangka bahwa mereka juga siap untuk menerima datangnya masukan-masukan usulan pemikiran yang bermanfaat.

Mereka -walhamdulillah- sungguh telah meletakkan mata pelajaran Al-Qur’an, mata pelajaran fundamental, dalam kandungan metode kurikulum di madrasah-madrasah dalam tingkatan-tingkatan yang berbeda, dengan persangkaan bahwa hal ini untuk tarbiyah anak-anak mereka dengan didikan yang Islami.

Namun hari-hari yang lalu dan pengalaman telah menampakkan bahwa porsi Al-Qur’an di dalam metode kurikulum ini tidak cukup dan tidak memberi pengaruh kepada anak-anak kita dengan efek yang diharapkan.

☝🏻 Sehingga suatu keniscayaan untuk meninjau ulang dan bekerja keras dalam upaya meletakkan suatu manhaj/ metode yang menghasilkan lulusan yaitu para pemuda __Muhammadiy__ (yang meneladani ajaran Muhammad –shalallahu ‘alaihi wasallam-) yang :
Memahami Islam,
Menghafal Al-Qur’an,
Merasakan kemuliaan dengan kaidah-kaidah Al-Qur’an dan permisalan-permisalannya,
Menerapkan syiar-syiarnya,
dan Berjihad karenanya sampai akhir nyawa dari hayatnya.

Sungguh suatu realita bahwa metode-metode kurikulum saat ini tidak mampu untuk melahirkan jenis metode ini yang kita mencari-carinya. Dan perkara ini sesuatu yang kita semua tidak menghendaki dan meridhainya. Namun ia telah terjadi dari sisi yang tidak kita rasakan.

Sebagai contoh; seandainya kita paparkan metode kurikulum untuk tingkatan ibtida’iyah (pendidikan dasar) niscaya kita mendapati bahwa kita telah membebani anak-anak kita –laki-laki dan perempuan- sesuatu yang di atas kemampuan mereka.

Sementara marhalah(tingkatan) ini adalah periode pondasi awal untuk membangun (pendidikan dan pemahaman) mereka; SEHINGGA suatu kemestian untuk memelihara daya fikir dan persiapan mereka dengan disajikan apa-apa (program belajar) yang memotivasi dan menyemangati mereka untuk berlalu melangkah di jalan Islam dengan :
pemahaman,
rasa cinta,
dan rasa senang kepada ilmu."

📖 Al-Kitaabu was Sunnah Atsaruhuma wa Makaanatuhuma wadh Dharuurati ilaihima fi Iqaamatit Ta’lim fi Madaarisina, Rabi’ bin Hadi, hal. 40.

========================

#hafal, paham, praktek, cinta, senang, semangat, tidak memberatkan, ilmu, Al-Qur’an

📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Forwarded from Audioku
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
::

🚇 NASIHAT INDAH DARI ASSYAIKH ABDUL ILAH ARRIFA'I HAFIZHAHULLAH


Petikan Faidah dari beliau hafizhahullah ketika memberikan arahan kepada Ikhwan di Maghrib:

السلفي الصادق أينما كان ينفع ليس لازما أن يكون في الصدارة وأن يعرفه الناس وأنه لايعمل إلا إذا كان في الصدارة فهذا عنده خلل في الإخلاص لابد أن يعالج نفسه

"Seorang Salafiy yang jujur dimana pun dia berada dia akan memberikan manfa'at, tidak mengharuskan untuk terdepan dan diketahui manusia, tidak beramal kecuali apabila dia dikedepankan, yang seperti ini terdapat cacat pada keikhlasannya, hendaklah dia mengobati dirinya (dari penyakit ini)"

Dan beliau hafizhahullah memberikan permisalan dengan ikhwah (saudara-saudara) yang ada didaerah Miknas, bagaimana tolong menolong mereka dalam mensukseskan kegiatan daurah 'ilmiyyah" .


Beliau Hafizhahullah juga mengatakan:

الجهود وإن كانت قليلة بالتعاون فيما بينكم تثمر خيراً وتكون دعوتكم قوية

"Kesungguhan itu meskipun sedikit namun disertai dengan ta'awun (tolong -menolong diantara kalian) niscaya akan membuahkan kebaikan dan akan menjadikan dakwah kalian kuat".

وقال: السلفي الصادق أينما كان ينفع ليس لازما أن يكون في الصدارة وأن يعرفه الناس وأنه لايعمل إلا إذا كان في الصدارة فهذا عنده خلل في الإخلاص لابد أن يعالج نفسه، وضرب مثالاً لذلك بالإخوة في مكناس وبتعاونهم في إنجاح الدورة العلمية.

وقال: الجهود وإن كانت قليلة بالتعاون فيما بينكم تثمر خيراً وتكون دعوتكم قوية

Dikutip dari:
https://t.me/kibarolama/2214

Alih bahasa:
Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu 'umar غفر الرحمن له | @alfudhail
::

🚇 TANDA KEIKHLASAN

Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata:

المخلص لربه كالماشي على الرمل؛ ‏لا تسمع خطواته، ولكن ترى آثاره.

"Seorang yang mukhlis (ikhlas_ed) kepada Allah seperti seorang yang berjalan di atas pasir, tak terdengar langkah-langkah kakinya namun terlihat jejak-jejaknya".

📚 Sumber: Jami'ul-'Ulumi wal-Hikam 302

https://t.me/Nataouan/12990 | @idekitategal
Forwarded from Audioku
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
::
🚇 ORANG BERIMAN SELALU MEYAKINI KERUSAKAN DAN BENCANA DI MUKA BUMI AKIBAT DARI KEMAKSIATAN DAN KESYIRIKAN

🎙 Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullah berkata:

"Dan firman Allah Ta'ala:

{ وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا } 

"dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi setelah perbaikan padanya." Q.S. Al-A'raaf: 56.

Mayoritas ahli tafsir menyatakan, "Janganlah kamu melakukan kerusakan di dalamnya dengan kemaksiatan-kemaksiatan dan berdoa untuk menaati selain Allah, setelah Allah memperbaikinya dengan mengutus para Rasul, menerangkan syariat, dan berdakwah untuk menaati Allah.

Sehingga sungguh beribadah kepada selain Allah, berdoa kepada selain-Nya, dan berbuat syirik kepada-Nya adalah sebesar - besar kerusakan di muka bumi.

Bahkan kerusakan di bumi sejatinya tidak lain disebabkan kesyirikan pada-Nya dan menyelisihi perintah-Nya

Allah Ta’ala berfirman :

{ ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ} 

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia." Q.S. Ar-Ruum: 41.

'Athiyah berkata tentang Tafsir ayat:
"Janganlah kalian bermaksiat di bumi sehingga Allah menahan hujan dan menghancurkan pertanian dengan sebab kemaksiatan-kemaksiatan kalian."

Dan bukan hanya seorang dari  salafus shalih yang menuturkan :

"Apabila hujan tidak turun maka sungguh hewan-hewan melata melaknat para pelaku maksiat dari bani Adam dan berucap,

"Ya Allah laknatlah mereka karena bumi kering tandus dan hujan tidak turun dengan sebab mereka!"

Secara menyeluruh, maka :
kesyirikan, 
berdoa kepada selain Allah, 
menegakkan peribadatan kepada selain Allah, 
menaati tokoh panutan selain Rasulullah shalallahu alaihi wasallam 

👉🏻💥 adalah kerusakan terbesar di muka bumi.

Dan tidak akan ada kebaikan padanya dan untuk penghuninya KECUALI :

◻️Allah semata yang dijadikan sesembahan dan doa hanya ditujukan kepada-Nya bukan untuk yang selain-Nya, 

◻️ ketaatan dan Ittiba'(pengikutan) hanya kepada Rasul-Nya, tidak bisa tidak. Adapun yang selain beliau, tidak lain ketaatan padanya ketika ia menyeru untuk menaati Rasulullah. 

Sehingga jikalau ia (tokoh panutan itu) memerintahkan untuk memaksiati beliau dan menyelisihi syariatnya maka tidak ada "mendengar dan taat". Karena Allah telah memperbaiki bumi dengan (pengutusan) Rasul-Nya, agama-Nya, menyeru untuk mentauhidkan-Nya, dan melarang dari merusaknya dengan perbuatan syirik kepada-Nya dan menyelisihi Rasul-Nya.

◾️Siapapun yang merenungi keadaan-keadaan alam niscaya akan menemui bahwa segala kebaikan di bumi dikarenakan tauhid (pengesaan) dan beribadah kepada Allah serta menaati Rasul-Nya. 

◾️Dan bahwasannya seluruh kejelekan di alam, musibah, bala bencana, kekeringan, berkuasanya musuh Allah dan yang lainnya maka disebabkan penyelisihan terhadap Rasul-Nya dan berdoa kepada selain Allah serta (tidak menaati) Rasul-Nya."

📖 Badaai'ul Fawaaid, Ibnul Qayyim, 3/ 518 - 519.

📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com