::
🚇 PERINGATAN DARI ACARA TAHUN BARU DAN HURA-HURA PERAYAAN MALAM PERGANTIAN TAHUN
🎙Oleh:
Al Ustadz Muhammad As Sewed Hafizhahullah
📅 Tausiyah Pendidikan Anak Saat Bagi Raport Santri | Ahad,15 Rabi'ul Awwal 1437 H - 27 Desember 2015 M l Ma'had Dhiyaus Sunnah Cirebon
🅾 [durasi 03:43- 1,1 MB]
🔌 (TRANSKRIP)
"..Kemudian, selain itu.. berkenaan dengan liburan kita ini berdekatan dengan Tahun Baru, maka sekali lagi saya ingatkan tolong kita kerjasama.. di pondok kita jaga mereka, di rumah tentunya orangtua yang menjaganya....
INI MASA-MASA HURA - HURA...
Orang-orang yang tidak dekat dengan agama, maka mereka memiliki segala macam acara-acara maksiat: Apakah panggung gembira, atau acara ini... acara bergadang segala macam..
SEHINGGA ANAK - ANAK TIDAK USAH KELUAR RUMAH DI MALAM TAHUN BARU DAN JUGA PARA ORANG TUA MENJAGA MEREKA AGAR TIDAK KEMANA - MANA.. Ramainya jalan GAK MASUK AKAL. MEREKA SEAKAN - AKAN MEMILIKI KELAINAN JIWA....
Karena hari ini dengan hari kemarin gak beda ! Waktunya sama 24 jam, setiap jamnya sama 60 menit. Dibilang malam panjang, dibilang malam...Sama saja!! NGGAK ADA PERBEDAAN ANTARA TANGGAL SATU DENGAN TANGGAL DUA SEMBILAN.. NGGAK ADA PERBEDAAN ANTARA TAHUN LALU DENGAN TAHUN YANG AKAN DATANG DALAM BENTUK HARINYA GAK ADA PERBEDAAN..... !
Bahkan yang berbeda adalah umurmu telah bertambah satu tahun. Dan itu na'udzubillah, mendekatkan dirimu kepada KEMATIAN... BUKAN SENANG HARUSNYA. Berarti umur saya sudah berkurang lagi, kemarin baru sekian... sekarang sekian..
Ikhwani fiddiin a'azzakumullah...
Apakah itu patut dirayakan...???
SAMA SEKALI TIDAK ADA SUNNAHNYA, NGGAK ADA ATURANNYA... LAA FIIL KITAB, WA LAA FIIS SUNNAH, WA LAA FII FI'LISH SHAHABAH, WA LAA TABI'IN, WA LAA TABI'IT TABI'IN, WA LA AIMMAH....
Itupun kalau tahunnya tahun baru Islam... APALAGI TAHUN BARU MASEHI, YANG KAITANNYA DENGAN MASIHI, DENGAN AGAMA NASRANI...KAITANNYA DENGAN AGAMA MEREKA.
Tahun Hijryiyah saja tidak dianjurkan untuk dirayakan. NGGAK ADA SUNNAHNYA, Apalagi tahun baru masehi... Namanya masehi...
Ikhwani fiddin a'azzakumullah,
Kaum muslimin yang saya hormati, ikhwan at-thalabah, wa ahan, ikhwanil aba al 'izzah.. INI PERKARA YANG BETUL - BETUL HARUS KITA PERHATIKAN, KAITANNYA DENGAN APA YANG SUDAH KITA BAHAS TADI,YAITU UCAPAN ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.." [QS. at-Tahrîm/66:6]
••••
💾 JOIN http://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
🚇 PERINGATAN DARI ACARA TAHUN BARU DAN HURA-HURA PERAYAAN MALAM PERGANTIAN TAHUN
🎙Oleh:
Al Ustadz Muhammad As Sewed Hafizhahullah
📅 Tausiyah Pendidikan Anak Saat Bagi Raport Santri | Ahad,15 Rabi'ul Awwal 1437 H - 27 Desember 2015 M l Ma'had Dhiyaus Sunnah Cirebon
🅾 [durasi 03:43- 1,1 MB]
🔌 (TRANSKRIP)
"..Kemudian, selain itu.. berkenaan dengan liburan kita ini berdekatan dengan Tahun Baru, maka sekali lagi saya ingatkan tolong kita kerjasama.. di pondok kita jaga mereka, di rumah tentunya orangtua yang menjaganya....
INI MASA-MASA HURA - HURA...
Orang-orang yang tidak dekat dengan agama, maka mereka memiliki segala macam acara-acara maksiat: Apakah panggung gembira, atau acara ini... acara bergadang segala macam..
SEHINGGA ANAK - ANAK TIDAK USAH KELUAR RUMAH DI MALAM TAHUN BARU DAN JUGA PARA ORANG TUA MENJAGA MEREKA AGAR TIDAK KEMANA - MANA.. Ramainya jalan GAK MASUK AKAL. MEREKA SEAKAN - AKAN MEMILIKI KELAINAN JIWA....
Karena hari ini dengan hari kemarin gak beda ! Waktunya sama 24 jam, setiap jamnya sama 60 menit. Dibilang malam panjang, dibilang malam...Sama saja!! NGGAK ADA PERBEDAAN ANTARA TANGGAL SATU DENGAN TANGGAL DUA SEMBILAN.. NGGAK ADA PERBEDAAN ANTARA TAHUN LALU DENGAN TAHUN YANG AKAN DATANG DALAM BENTUK HARINYA GAK ADA PERBEDAAN..... !
Bahkan yang berbeda adalah umurmu telah bertambah satu tahun. Dan itu na'udzubillah, mendekatkan dirimu kepada KEMATIAN... BUKAN SENANG HARUSNYA. Berarti umur saya sudah berkurang lagi, kemarin baru sekian... sekarang sekian..
Ikhwani fiddiin a'azzakumullah...
Apakah itu patut dirayakan...???
SAMA SEKALI TIDAK ADA SUNNAHNYA, NGGAK ADA ATURANNYA... LAA FIIL KITAB, WA LAA FIIS SUNNAH, WA LAA FII FI'LISH SHAHABAH, WA LAA TABI'IN, WA LAA TABI'IT TABI'IN, WA LA AIMMAH....
Itupun kalau tahunnya tahun baru Islam... APALAGI TAHUN BARU MASEHI, YANG KAITANNYA DENGAN MASIHI, DENGAN AGAMA NASRANI...KAITANNYA DENGAN AGAMA MEREKA.
Tahun Hijryiyah saja tidak dianjurkan untuk dirayakan. NGGAK ADA SUNNAHNYA, Apalagi tahun baru masehi... Namanya masehi...
Ikhwani fiddin a'azzakumullah,
Kaum muslimin yang saya hormati, ikhwan at-thalabah, wa ahan, ikhwanil aba al 'izzah.. INI PERKARA YANG BETUL - BETUL HARUS KITA PERHATIKAN, KAITANNYA DENGAN APA YANG SUDAH KITA BAHAS TADI,YAITU UCAPAN ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.." [QS. at-Tahrîm/66:6]
••••
💾 JOIN http://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 MERAYAKAN TAHUN BARU DENGAN KEGIATAN DZIKIR BERJAMA'AH
Pada hari ini kaum muslimin masih ada saja yang mencoba mengaitkan antara acara tahun baru dengan kegiatan yang bersifat Islami, salah satu diantaranya yaitu berdzikir.
Sebagian kaum muslimin ada yang mengisi acara tahun baru dengan kegiatan dzikir berjamaah. Mereka berdalih dengan anggapan:
"Daripada waktu kaum muslimin digunakan sia-sia, mending tahun baru kita isi dengan kegiatan dzikir berjamaah tentunya ini lebih bermanfaat dari pada menunggu tahun baru dengan kegiatan yang tidak bermanfaat"
Kaum muslimin yang dirahmati Allah,
Ungkapan dan anggapan semacam ini adalah sebuah ungkapan atau anggapan yang keliru.
Sebuah kisah yang patut kita jadikan tolok ukur dalam menimbang suatu amalan, (yaitu) kisah seorang shahabat yang mulia lbnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu ketika beliau melihat orang-orang yang sedang berdzikir yang tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullahﷺ.
Ibnu Mas'ud pun bertanya kepada mereka, "Amalan apa yang kalian lakukan ini?" Mereka (yang berdzikir) menjawab ,
وَاللَّهِ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَا أَرَدْنَا إِلاَّ الْخَيْرَ
"Demi Allah wahai Aba Abdurrahman (Ibnu Mas'ud), tidaklah kami menginginkan kecuali (hanyalah) kebaikan".
Dan Ibnu Mas'ud berkata:
وَكَمْ مِنْ مُرِيدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيبَهُ
"Betapa banyak orang menginginkan kebaikan, namun mereka tidak mendapatkannya".
Jadi ini adalah suatu amalan yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.
Dan tentunya jika suatu amalan tidak sesuai dengan apa yang Rasulullah ﷺ contohkan, maka amalan tersebut akan tertolak.
Sebagaimana dalam sebuah hadits Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
"Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada contohnya dari ku, maka amalan tersebut tertolak" (HR.Bukhari)
••••
Sumber: Buletin AL-FAIDAH Edisi 42 : Tahun 1437 H | Judul : "Fenomena Perayaan Hari Para Penyembah Dewa" hal. 3-4 | Penulis : Team Buletin Al-Faidah
🚇 MERAYAKAN TAHUN BARU DENGAN KEGIATAN DZIKIR BERJAMA'AH
Pada hari ini kaum muslimin masih ada saja yang mencoba mengaitkan antara acara tahun baru dengan kegiatan yang bersifat Islami, salah satu diantaranya yaitu berdzikir.
Sebagian kaum muslimin ada yang mengisi acara tahun baru dengan kegiatan dzikir berjamaah. Mereka berdalih dengan anggapan:
"Daripada waktu kaum muslimin digunakan sia-sia, mending tahun baru kita isi dengan kegiatan dzikir berjamaah tentunya ini lebih bermanfaat dari pada menunggu tahun baru dengan kegiatan yang tidak bermanfaat"
Kaum muslimin yang dirahmati Allah,
Ungkapan dan anggapan semacam ini adalah sebuah ungkapan atau anggapan yang keliru.
Sebuah kisah yang patut kita jadikan tolok ukur dalam menimbang suatu amalan, (yaitu) kisah seorang shahabat yang mulia lbnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu ketika beliau melihat orang-orang yang sedang berdzikir yang tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullahﷺ.
Ibnu Mas'ud pun bertanya kepada mereka, "Amalan apa yang kalian lakukan ini?" Mereka (yang berdzikir) menjawab ,
وَاللَّهِ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَا أَرَدْنَا إِلاَّ الْخَيْرَ
"Demi Allah wahai Aba Abdurrahman (Ibnu Mas'ud), tidaklah kami menginginkan kecuali (hanyalah) kebaikan".
Dan Ibnu Mas'ud berkata:
وَكَمْ مِنْ مُرِيدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيبَهُ
"Betapa banyak orang menginginkan kebaikan, namun mereka tidak mendapatkannya".
Jadi ini adalah suatu amalan yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.
Dan tentunya jika suatu amalan tidak sesuai dengan apa yang Rasulullah ﷺ contohkan, maka amalan tersebut akan tertolak.
Sebagaimana dalam sebuah hadits Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
"Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada contohnya dari ku, maka amalan tersebut tertolak" (HR.Bukhari)
••••
Sumber: Buletin AL-FAIDAH Edisi 42 : Tahun 1437 H | Judul : "Fenomena Perayaan Hari Para Penyembah Dewa" hal. 3-4 | Penulis : Team Buletin Al-Faidah
::
🚇 HUKUM MERAYAKAN TAHUN BARU
P e r t a n y a a n :
Ada dari sebagian kaum Muslimin yang merayakan hari raya orang-orang non muslim, dan hari raya yang tidak ada keterangannya dari Allah Ta'ala , semisal Hari Ibu, atau Hari Raya Syamu Nasim*, (lihat catatan kaki ) dan PERAYAAN TAHUN BARU, apakah hukum bagi yang merayakan hari raya yang semisal ini?
J a w a b a n :
كل هذه أعياد بدعية لا يجوز الاحتفال بها ولا اتخاذها عيدا، وليس في الإسلام سوى عيدين: عيد الفطر، وعيد الأضحى
Seluruh Hari Raya yang diada-adakan ini tidak diperbolehkan untuk dirayakan dan juga tidak boleh menganggapnya sebagai hari raya, dan tidaklah ada dalam Islam kecuali hanya dua hari raya, yaitu Iedul Fitri dan Iedul Adha.
Dan wajib bagi dia dan bagi setiap orang yang Allah karuniakan pemahaman tentang kebenaran dalam perkara ini, agar menasehati dan memberikan petunjuk dengan lemah-lembut kepada setiap orang yang merayakan hari raya yang diada-adakan ini.
◾️ Jika dia meninggalkan perkara ini (maka inilah yang baik),
◾️ Jika tidak mau (meninggalkan) dan dia tetap kokoh diatas perkara yang diada-adakan ini, maka dia akan mendapatkan dosa karena perbuatannya ini.
📚Sumber : Fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ilmiah Wal Ifta (Dewan Tetap Urusan Fatwa dan Pembahasan Ilmiah, Saudi Arabia )
(*) Catatan: Hari Raya yang dirayakan oleh orang-orang Mesir, setiap awal musim semi.
📝Alih bahasa : Ustadz Abu Khuzaimah Al Fadanji Hafizhahullah | Padang, Kamis 20 Rabi'ul Awwal 1437 H, Desember 2015
السؤال الأول والثاني من الفتوى رقم (16419)
س 1: هناك من المسلمين من يحتفلون بأعياد غير المسلمين وأعياد ما أنزل الله بها من سلطان، مثل عيد الأم، عيد شم النسيم، عيد رأس السنة. ما حكم من يحتفل بهذه الأعياد؟
ج1: كل هذه أعياد بدعية لا يجوز الاحتفال بها ولا اتخاذها عيدا، وليس في الإسلام سوى عيدين: عيد الفطر، وعيد الأضحى، وعليه فعلى من نور الله بصيرته بمعرفة الحق في ذلك النصح والإرشاد برفق ولين لمن يقيم الاحتفال بهذه الأعياد البدعية، فإن أقلع عنها وإلا فهو مصر على بدعة يأثم بفعلها.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
Hastag:
#hukum_merayakan_tahun_baru #tahun_baru
@SilsilatusSholihinPadang
🚇 HUKUM MERAYAKAN TAHUN BARU
P e r t a n y a a n :
Ada dari sebagian kaum Muslimin yang merayakan hari raya orang-orang non muslim, dan hari raya yang tidak ada keterangannya dari Allah Ta'ala , semisal Hari Ibu, atau Hari Raya Syamu Nasim*, (lihat catatan kaki ) dan PERAYAAN TAHUN BARU, apakah hukum bagi yang merayakan hari raya yang semisal ini?
J a w a b a n :
كل هذه أعياد بدعية لا يجوز الاحتفال بها ولا اتخاذها عيدا، وليس في الإسلام سوى عيدين: عيد الفطر، وعيد الأضحى
Seluruh Hari Raya yang diada-adakan ini tidak diperbolehkan untuk dirayakan dan juga tidak boleh menganggapnya sebagai hari raya, dan tidaklah ada dalam Islam kecuali hanya dua hari raya, yaitu Iedul Fitri dan Iedul Adha.
Dan wajib bagi dia dan bagi setiap orang yang Allah karuniakan pemahaman tentang kebenaran dalam perkara ini, agar menasehati dan memberikan petunjuk dengan lemah-lembut kepada setiap orang yang merayakan hari raya yang diada-adakan ini.
◾️ Jika dia meninggalkan perkara ini (maka inilah yang baik),
◾️ Jika tidak mau (meninggalkan) dan dia tetap kokoh diatas perkara yang diada-adakan ini, maka dia akan mendapatkan dosa karena perbuatannya ini.
📚Sumber : Fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ilmiah Wal Ifta (Dewan Tetap Urusan Fatwa dan Pembahasan Ilmiah, Saudi Arabia )
(*) Catatan: Hari Raya yang dirayakan oleh orang-orang Mesir, setiap awal musim semi.
📝Alih bahasa : Ustadz Abu Khuzaimah Al Fadanji Hafizhahullah | Padang, Kamis 20 Rabi'ul Awwal 1437 H, Desember 2015
السؤال الأول والثاني من الفتوى رقم (16419)
س 1: هناك من المسلمين من يحتفلون بأعياد غير المسلمين وأعياد ما أنزل الله بها من سلطان، مثل عيد الأم، عيد شم النسيم، عيد رأس السنة. ما حكم من يحتفل بهذه الأعياد؟
ج1: كل هذه أعياد بدعية لا يجوز الاحتفال بها ولا اتخاذها عيدا، وليس في الإسلام سوى عيدين: عيد الفطر، وعيد الأضحى، وعليه فعلى من نور الله بصيرته بمعرفة الحق في ذلك النصح والإرشاد برفق ولين لمن يقيم الاحتفال بهذه الأعياد البدعية، فإن أقلع عنها وإلا فهو مصر على بدعة يأثم بفعلها.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
Hastag:
#hukum_merayakan_tahun_baru #tahun_baru
@SilsilatusSholihinPadang
.:
Ⓜ TAHUN BARU DALAM ISLAM: SEJARAH, ASAL USUL DAN HUKUM MEMPERINGATI PERAYAAN TAHUN BARU HIJRIYAH DAN TAHUN BARU MASEHI/ MILADIYAH
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin -hafizhahullah-
🗓 Sesi 1 Dauroh "TAHUN BARU DALAM TINJAUAN SYARI'AT" | Sabtu, 5 Rabi'uts Tsani 1439 H/ 24 Desember 2017 M di Masjid Agung al-Ukhuwwah Balai Kota Bandung
➰(2,7 MB) - Durasi [00:09:29]
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Ⓜ TAHUN BARU DALAM ISLAM: SEJARAH, ASAL USUL DAN HUKUM MEMPERINGATI PERAYAAN TAHUN BARU HIJRIYAH DAN TAHUN BARU MASEHI/ MILADIYAH
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin -hafizhahullah-
🗓 Sesi 1 Dauroh "TAHUN BARU DALAM TINJAUAN SYARI'AT" | Sabtu, 5 Rabi'uts Tsani 1439 H/ 24 Desember 2017 M di Masjid Agung al-Ukhuwwah Balai Kota Bandung
➰(2,7 MB) - Durasi [00:09:29]
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com