::
🚇 SENANG-SUSAH ADALAH UJIAN
🎙 Ibnu Rajab al-Hanbaliy -rahimahullah- berkata:
"Dan Allah 'azza wa kalla berfirman:
{وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ }
"Dan Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan". [Q.S. Al-Anbiyaa': 35].
Sehingga Allah jadikan setiap yang menerpa insan dari kejelekan atau kebaikan sebagai cobaan. Yaitu musibah yang ia diuji dengannya.
◾️Maka, jika ia mendapat kebaikan, yang diuji adalah syukurnya.
◾️Dan apabila ia terkena suatu keburukan maka yang diuji adalah sabarnya."
📖 Ikhtiyaarul Auwla, Ibnu Rajab, hal. 154 - 155.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
🚇 SENANG-SUSAH ADALAH UJIAN
🎙 Ibnu Rajab al-Hanbaliy -rahimahullah- berkata:
"Dan Allah 'azza wa kalla berfirman:
{وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ }
"Dan Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan". [Q.S. Al-Anbiyaa': 35].
Sehingga Allah jadikan setiap yang menerpa insan dari kejelekan atau kebaikan sebagai cobaan. Yaitu musibah yang ia diuji dengannya.
◾️Maka, jika ia mendapat kebaikan, yang diuji adalah syukurnya.
◾️Dan apabila ia terkena suatu keburukan maka yang diuji adalah sabarnya."
📖 Ikhtiyaarul Auwla, Ibnu Rajab, hal. 154 - 155.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 LANDASAN CINTA DAN BERBUAT BAIK KEPADA ORANG MISKIN ADALAH KARENA ALLAH
🎙 Ibnu Rajab al-Hanbaliy -rahimahullah- berkata:
"Bahwasannya cinta kepada orang-orang miskin landasannya yaitu cinta karena Allah Ta'ala.
Sebab orang-orang miskin tidak ada pada mereka suatu perkara dunia yang mengharuskan untuk mencintai mereka karenanya.
Sehingga tidaklah mereka dicintai KECUALI karena Allah 'azza wa jalla.
Dan cinta karena Allah adalah termasuk jalinan iman yang paling kokoh."
Ikhtiyaarul Auwla, Ibnu Rajab, hal. 110.
_________________
Dan beliau juga berkata:
"Dan ketahuilah bahwa mencintai orang-orang miskin memiliki faidah yang banyak, diantaranya:
◾️Ia melazimkan ikhlas beramal karena Allah.
Sebab berbuat ihsan (kebaikan) kepada mereka muncul karena cinta kepada mereka. Tidak dilakukan kecuali karena Allah 'azza wa jalla. Karena mencari manfaat dari mereka dalam hal dunia secara umum tidak diharapkan.
◾️Adapun seseorang yang berbuat baik kepada mereka agar mendapat pujian dengannya maka ia tidak berbuat baik kepada mereka karena cinta mereka. Bahkan disebabkan cinta kepada orang-orang yang memiliki (bagian) dunia dan mencari pujian mereka untuk dirinya dengan (menampakkan) cinta kepada orang-orang miskin."
Ikhtiyaarul Auwla, Ibnu Rajab, hal. 122.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
🚇 LANDASAN CINTA DAN BERBUAT BAIK KEPADA ORANG MISKIN ADALAH KARENA ALLAH
🎙 Ibnu Rajab al-Hanbaliy -rahimahullah- berkata:
"Bahwasannya cinta kepada orang-orang miskin landasannya yaitu cinta karena Allah Ta'ala.
Sebab orang-orang miskin tidak ada pada mereka suatu perkara dunia yang mengharuskan untuk mencintai mereka karenanya.
Sehingga tidaklah mereka dicintai KECUALI karena Allah 'azza wa jalla.
Dan cinta karena Allah adalah termasuk jalinan iman yang paling kokoh."
Ikhtiyaarul Auwla, Ibnu Rajab, hal. 110.
_________________
Dan beliau juga berkata:
"Dan ketahuilah bahwa mencintai orang-orang miskin memiliki faidah yang banyak, diantaranya:
◾️Ia melazimkan ikhlas beramal karena Allah.
Sebab berbuat ihsan (kebaikan) kepada mereka muncul karena cinta kepada mereka. Tidak dilakukan kecuali karena Allah 'azza wa jalla. Karena mencari manfaat dari mereka dalam hal dunia secara umum tidak diharapkan.
◾️Adapun seseorang yang berbuat baik kepada mereka agar mendapat pujian dengannya maka ia tidak berbuat baik kepada mereka karena cinta mereka. Bahkan disebabkan cinta kepada orang-orang yang memiliki (bagian) dunia dan mencari pujian mereka untuk dirinya dengan (menampakkan) cinta kepada orang-orang miskin."
Ikhtiyaarul Auwla, Ibnu Rajab, hal. 122.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 TADABBUR DALAM TILAWAH AL-QUR`AN
🎙Ibnu Rajab al-Hanbaliy -rahimahullah- berkata:
"Dan termasuk perkara yang paling agung untuk mencapai mahabbatullah (kecintaaan Allah) dari amalan-amalan nafilah yaitu : membaca Al-Qur'an, terkhusus jika diiringi tadabbur."
📚 Ikhtiyarul Auwla, Ibnu Rajab, hal. 165.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
🚇 TADABBUR DALAM TILAWAH AL-QUR`AN
🎙Ibnu Rajab al-Hanbaliy -rahimahullah- berkata:
"Dan termasuk perkara yang paling agung untuk mencapai mahabbatullah (kecintaaan Allah) dari amalan-amalan nafilah yaitu : membaca Al-Qur'an, terkhusus jika diiringi tadabbur."
📚 Ikhtiyarul Auwla, Ibnu Rajab, hal. 165.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 PERINGATAN DARI ACARA TAHUN BARU DAN HURA-HURA PERAYAAN MALAM PERGANTIAN TAHUN
🎙Oleh:
Al Ustadz Muhammad As Sewed Hafizhahullah
📅 Tausiyah Pendidikan Anak Saat Bagi Raport Santri | Ahad,15 Rabi'ul Awwal 1437 H - 27 Desember 2015 M l Ma'had Dhiyaus Sunnah Cirebon
🅾 [durasi 03:43- 1,1 MB]
🔌 (TRANSKRIP)
"..Kemudian, selain itu.. berkenaan dengan liburan kita ini berdekatan dengan Tahun Baru, maka sekali lagi saya ingatkan tolong kita kerjasama.. di pondok kita jaga mereka, di rumah tentunya orangtua yang menjaganya....
INI MASA-MASA HURA - HURA...
Orang-orang yang tidak dekat dengan agama, maka mereka memiliki segala macam acara-acara maksiat: Apakah panggung gembira, atau acara ini... acara bergadang segala macam..
SEHINGGA ANAK - ANAK TIDAK USAH KELUAR RUMAH DI MALAM TAHUN BARU DAN JUGA PARA ORANG TUA MENJAGA MEREKA AGAR TIDAK KEMANA - MANA.. Ramainya jalan GAK MASUK AKAL. MEREKA SEAKAN - AKAN MEMILIKI KELAINAN JIWA....
Karena hari ini dengan hari kemarin gak beda ! Waktunya sama 24 jam, setiap jamnya sama 60 menit. Dibilang malam panjang, dibilang malam...Sama saja!! NGGAK ADA PERBEDAAN ANTARA TANGGAL SATU DENGAN TANGGAL DUA SEMBILAN.. NGGAK ADA PERBEDAAN ANTARA TAHUN LALU DENGAN TAHUN YANG AKAN DATANG DALAM BENTUK HARINYA GAK ADA PERBEDAAN..... !
Bahkan yang berbeda adalah umurmu telah bertambah satu tahun. Dan itu na'udzubillah, mendekatkan dirimu kepada KEMATIAN... BUKAN SENANG HARUSNYA. Berarti umur saya sudah berkurang lagi, kemarin baru sekian... sekarang sekian..
Ikhwani fiddiin a'azzakumullah...
Apakah itu patut dirayakan...???
SAMA SEKALI TIDAK ADA SUNNAHNYA, NGGAK ADA ATURANNYA... LAA FIIL KITAB, WA LAA FIIS SUNNAH, WA LAA FII FI'LISH SHAHABAH, WA LAA TABI'IN, WA LAA TABI'IT TABI'IN, WA LA AIMMAH....
Itupun kalau tahunnya tahun baru Islam... APALAGI TAHUN BARU MASEHI, YANG KAITANNYA DENGAN MASIHI, DENGAN AGAMA NASRANI...KAITANNYA DENGAN AGAMA MEREKA.
Tahun Hijryiyah saja tidak dianjurkan untuk dirayakan. NGGAK ADA SUNNAHNYA, Apalagi tahun baru masehi... Namanya masehi...
Ikhwani fiddin a'azzakumullah,
Kaum muslimin yang saya hormati, ikhwan at-thalabah, wa ahan, ikhwanil aba al 'izzah.. INI PERKARA YANG BETUL - BETUL HARUS KITA PERHATIKAN, KAITANNYA DENGAN APA YANG SUDAH KITA BAHAS TADI,YAITU UCAPAN ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.." [QS. at-Tahrîm/66:6]
••••
💾 JOIN http://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
🚇 PERINGATAN DARI ACARA TAHUN BARU DAN HURA-HURA PERAYAAN MALAM PERGANTIAN TAHUN
🎙Oleh:
Al Ustadz Muhammad As Sewed Hafizhahullah
📅 Tausiyah Pendidikan Anak Saat Bagi Raport Santri | Ahad,15 Rabi'ul Awwal 1437 H - 27 Desember 2015 M l Ma'had Dhiyaus Sunnah Cirebon
🅾 [durasi 03:43- 1,1 MB]
🔌 (TRANSKRIP)
"..Kemudian, selain itu.. berkenaan dengan liburan kita ini berdekatan dengan Tahun Baru, maka sekali lagi saya ingatkan tolong kita kerjasama.. di pondok kita jaga mereka, di rumah tentunya orangtua yang menjaganya....
INI MASA-MASA HURA - HURA...
Orang-orang yang tidak dekat dengan agama, maka mereka memiliki segala macam acara-acara maksiat: Apakah panggung gembira, atau acara ini... acara bergadang segala macam..
SEHINGGA ANAK - ANAK TIDAK USAH KELUAR RUMAH DI MALAM TAHUN BARU DAN JUGA PARA ORANG TUA MENJAGA MEREKA AGAR TIDAK KEMANA - MANA.. Ramainya jalan GAK MASUK AKAL. MEREKA SEAKAN - AKAN MEMILIKI KELAINAN JIWA....
Karena hari ini dengan hari kemarin gak beda ! Waktunya sama 24 jam, setiap jamnya sama 60 menit. Dibilang malam panjang, dibilang malam...Sama saja!! NGGAK ADA PERBEDAAN ANTARA TANGGAL SATU DENGAN TANGGAL DUA SEMBILAN.. NGGAK ADA PERBEDAAN ANTARA TAHUN LALU DENGAN TAHUN YANG AKAN DATANG DALAM BENTUK HARINYA GAK ADA PERBEDAAN..... !
Bahkan yang berbeda adalah umurmu telah bertambah satu tahun. Dan itu na'udzubillah, mendekatkan dirimu kepada KEMATIAN... BUKAN SENANG HARUSNYA. Berarti umur saya sudah berkurang lagi, kemarin baru sekian... sekarang sekian..
Ikhwani fiddiin a'azzakumullah...
Apakah itu patut dirayakan...???
SAMA SEKALI TIDAK ADA SUNNAHNYA, NGGAK ADA ATURANNYA... LAA FIIL KITAB, WA LAA FIIS SUNNAH, WA LAA FII FI'LISH SHAHABAH, WA LAA TABI'IN, WA LAA TABI'IT TABI'IN, WA LA AIMMAH....
Itupun kalau tahunnya tahun baru Islam... APALAGI TAHUN BARU MASEHI, YANG KAITANNYA DENGAN MASIHI, DENGAN AGAMA NASRANI...KAITANNYA DENGAN AGAMA MEREKA.
Tahun Hijryiyah saja tidak dianjurkan untuk dirayakan. NGGAK ADA SUNNAHNYA, Apalagi tahun baru masehi... Namanya masehi...
Ikhwani fiddin a'azzakumullah,
Kaum muslimin yang saya hormati, ikhwan at-thalabah, wa ahan, ikhwanil aba al 'izzah.. INI PERKARA YANG BETUL - BETUL HARUS KITA PERHATIKAN, KAITANNYA DENGAN APA YANG SUDAH KITA BAHAS TADI,YAITU UCAPAN ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.." [QS. at-Tahrîm/66:6]
••••
💾 JOIN http://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 MERAYAKAN TAHUN BARU DENGAN KEGIATAN DZIKIR BERJAMA'AH
Pada hari ini kaum muslimin masih ada saja yang mencoba mengaitkan antara acara tahun baru dengan kegiatan yang bersifat Islami, salah satu diantaranya yaitu berdzikir.
Sebagian kaum muslimin ada yang mengisi acara tahun baru dengan kegiatan dzikir berjamaah. Mereka berdalih dengan anggapan:
"Daripada waktu kaum muslimin digunakan sia-sia, mending tahun baru kita isi dengan kegiatan dzikir berjamaah tentunya ini lebih bermanfaat dari pada menunggu tahun baru dengan kegiatan yang tidak bermanfaat"
Kaum muslimin yang dirahmati Allah,
Ungkapan dan anggapan semacam ini adalah sebuah ungkapan atau anggapan yang keliru.
Sebuah kisah yang patut kita jadikan tolok ukur dalam menimbang suatu amalan, (yaitu) kisah seorang shahabat yang mulia lbnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu ketika beliau melihat orang-orang yang sedang berdzikir yang tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullahﷺ.
Ibnu Mas'ud pun bertanya kepada mereka, "Amalan apa yang kalian lakukan ini?" Mereka (yang berdzikir) menjawab ,
وَاللَّهِ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَا أَرَدْنَا إِلاَّ الْخَيْرَ
"Demi Allah wahai Aba Abdurrahman (Ibnu Mas'ud), tidaklah kami menginginkan kecuali (hanyalah) kebaikan".
Dan Ibnu Mas'ud berkata:
وَكَمْ مِنْ مُرِيدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيبَهُ
"Betapa banyak orang menginginkan kebaikan, namun mereka tidak mendapatkannya".
Jadi ini adalah suatu amalan yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.
Dan tentunya jika suatu amalan tidak sesuai dengan apa yang Rasulullah ﷺ contohkan, maka amalan tersebut akan tertolak.
Sebagaimana dalam sebuah hadits Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
"Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada contohnya dari ku, maka amalan tersebut tertolak" (HR.Bukhari)
••••
Sumber: Buletin AL-FAIDAH Edisi 42 : Tahun 1437 H | Judul : "Fenomena Perayaan Hari Para Penyembah Dewa" hal. 3-4 | Penulis : Team Buletin Al-Faidah
🚇 MERAYAKAN TAHUN BARU DENGAN KEGIATAN DZIKIR BERJAMA'AH
Pada hari ini kaum muslimin masih ada saja yang mencoba mengaitkan antara acara tahun baru dengan kegiatan yang bersifat Islami, salah satu diantaranya yaitu berdzikir.
Sebagian kaum muslimin ada yang mengisi acara tahun baru dengan kegiatan dzikir berjamaah. Mereka berdalih dengan anggapan:
"Daripada waktu kaum muslimin digunakan sia-sia, mending tahun baru kita isi dengan kegiatan dzikir berjamaah tentunya ini lebih bermanfaat dari pada menunggu tahun baru dengan kegiatan yang tidak bermanfaat"
Kaum muslimin yang dirahmati Allah,
Ungkapan dan anggapan semacam ini adalah sebuah ungkapan atau anggapan yang keliru.
Sebuah kisah yang patut kita jadikan tolok ukur dalam menimbang suatu amalan, (yaitu) kisah seorang shahabat yang mulia lbnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu ketika beliau melihat orang-orang yang sedang berdzikir yang tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullahﷺ.
Ibnu Mas'ud pun bertanya kepada mereka, "Amalan apa yang kalian lakukan ini?" Mereka (yang berdzikir) menjawab ,
وَاللَّهِ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَا أَرَدْنَا إِلاَّ الْخَيْرَ
"Demi Allah wahai Aba Abdurrahman (Ibnu Mas'ud), tidaklah kami menginginkan kecuali (hanyalah) kebaikan".
Dan Ibnu Mas'ud berkata:
وَكَمْ مِنْ مُرِيدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيبَهُ
"Betapa banyak orang menginginkan kebaikan, namun mereka tidak mendapatkannya".
Jadi ini adalah suatu amalan yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.
Dan tentunya jika suatu amalan tidak sesuai dengan apa yang Rasulullah ﷺ contohkan, maka amalan tersebut akan tertolak.
Sebagaimana dalam sebuah hadits Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
"Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada contohnya dari ku, maka amalan tersebut tertolak" (HR.Bukhari)
••••
Sumber: Buletin AL-FAIDAH Edisi 42 : Tahun 1437 H | Judul : "Fenomena Perayaan Hari Para Penyembah Dewa" hal. 3-4 | Penulis : Team Buletin Al-Faidah