منتدى نشر الفـــــــوائد
7.55K subscribers
4.31K photos
259 videos
279 files
5.62K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
.:
BOLEHKAH BERWUDHU DI KAMAR MANDI/WC TANPA MEMAKAI BAJU DAN PAKAIAN?

🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin -hafizhahullah-

🗓 Sesi TJ Dauroh "Kala Orangtua Mengabaikan Anak" | Ahad, 2 Robi'ul Akhir 1440H/ 9 Desember 2018M di Masjid Umar Ibnul Khottob, Pekalongan, Jateng

(500 KB) - Durasi [00:01:33]


•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
::
🚇 MENGAPA POLIGAMI (TA'ADDUD) DIBENCI?

بسم الله الرحمن الرحيم

Ya Allah,
Hatiku galau...

Mengapa taaddud dibenci, padahal Allah yang mensyari'atkan..
Mengapa taaddud dibenci, padahal Nabi melakukan..

Mengapa taaddud dibenci padahal disana ada aturan...
Mengapa taaddud dibenci, padahal disyari'atkan demi kemaslahatan...

Mengapa taaddud dibenci, jangan ikuti perasaan...
Mengapa taaddud dibenci, ilmu mesti kau dahulukan...

Mengapa taaddud dibenci, dengannya janda terayomi...

Tidakkah kau bayangkan, saat seorang janda bersendiri...
Tidakkah kau bayangkan, saat seorang janda mesti menafkahi...
Tidakkah kau bayangkan, saat seorang janda safar pergi...
Tidakkah kau bayangkan, saat seorang janda mengasuh anak sendiri...

Dengan taaddud anak yatim mendapat naungan, mengapa taaddud dibenci...

Tidakkah kau dengar, jeritan si yatim mendambakan ayah..
Tidakkah kau dengar, isak tangisnya mengingat ayah..
Tega-kah dirimu, si yatim tumbuh tanpa ayah...
Tega-kah dirimu, ia bermain tanpa pengawasan ayah...

Hati ini pilu, melihat kenyataan itu...dengannya anak dapat perhatian. Mengapa taaddud dibenci...

Tidakkah kau tahu, saat ayahnya pergi hatinya tersakiti..
Tidakkah kau tahu, saat ayahnya pergi perhatian terkurangi...
Tidakkah kau tahu, saat ayahnya pergi, kasih-sayang terburai...
Tidakkah kau tahu, saat ayah pergi pelukannya hanya impian tiada arti...

Datanglah taaddud, untuk melindungi..Mengapa taaddud dibenci...

Tidakkah kau mengerti, jumlah wanita makin meningkat...
Tidakkah kau mengerti, banyak wanita cari jalan singkat...
Tidakkah kau mengerti, pergaulan bebas semakin menggeliat...
Tidakkah kau mengerti, banyak lelaki bermain jahat...
Tidakkah kau mengerti, nikah adalah jalan selamat...

Saatnya taaddud memberikan arti, lelaki sholeh menjadi solusi... Mengapa taaddud dibenci...

Wahai para istri, memang berat..
Memang berat, tapi itu syariat.
Memang berat, tapi itu manfaat.
Memang berat, tapi sedikit mudhorot.

Wahai para istri, kalian bukan orang pertama yang merasakan.
Wahai para istri, istri Nabi lebih cemburu dari kalian...
Wahai para istri, istri Nabi adalah teladan...
Wahai para istri, para istri Nabi telah merelakan...
Wahai para istri, dengan ilmu, maslahat mereka utamakan...

Taaddud tidak untuk diperalat, Mengapa taaddud dibenci...

Wahai lelaki, saatnya kau mengerti..
Tanpa tanggung jawab, taaddud tiada arti...
Tanpa niat baik, taaddud hanya menyakiti....
Tanpa aturan Nabi, taaddud menjadi basi...
Tanpa sikap adil, taaddud adalah cemeti...
Tanpa kelembutan, taaddud menjadi ngeri...
Tanpa kesabaran, taaddud tak lagi happy...
Tanpa taqwa, taaddud tanggung jawab di sisi illahi...

Sadarkah kau, wahai lelaki... Jangan jadi sebab taaddud dibenci... Taaddud bukan untuk lelaki, Mengapa taaddud dibenci...

Wahai kaumku, jangan dikira taaddud ringan...
Asyik dan menyenangkan...
Bagi lelaki, menguntungkan...
Tapi Itu adalah beban...
Tanggungjawab di hadapan ar Rahman...

Justru perempuan yang diuntungkan...
Tak percaya, silahkan buktikan...
Dengan syarat lelaki sholeh yang melakukan...
Aku hanya bisa berdoa kepada Ar Rahman...
Untukku, anak cucu dan teman teman...
Menjadi mereka yang diidamkan...
Lelaki sholeh para teladan...

Ampunilah kami wahai Ar Rahman...
Atas segala kekhilafan...
Lapangkan dada kami dan keluarga kami untuk syariat yang Kau turunkan...
Tanpa peduli segala cemoohan
Amin...

Inilah suara hati lelaki...
Sang musafir di atas kereta api...
Sawunggalih malam yang sunyi...
Dari (stasiun) Senen menuju kroya sejati...
Aku adalah Q diakhiri dengan i, kiranya kau tahu jati diri ini..
Yang sedang galau karena taaddud dibenci...
29 September 2015, hari ini...

@ForumSalafy
Forwarded from Audioku
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
::
🚇 BERAMAL SHALIH ADALAH SIKAP JUJUR DALAM BERIMAN
[Hubungan Iman, Amal Shalih, dan Takwa]


Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’diy –rahimahullah- berkata:

“Allah sering menyandingkan iman dengan amal shalih atau takwa atau sabar, karena butuh penyebutan yang disandingkan tersebut, agar tidak ada seorang pun yang menduga bahwa iman cukup dengan apa yang ada di hati.

Seberapa banyak di dalam Al-Qur’an dari firman-Nya:

﴿ إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ ﴾

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh."

Setelahnya baru Dia menyebutkan berita tentang mereka.

Amalan-amalan shalih itu bagian dari iman, konsekuensi dari iman, dan yang menjadikan iman terlaksana dengannya.

Sehingga siapa yang mengaku bahwa ia mukmin sementara ia tidak beramal dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya perintah, dari apa-apa yang wajib dan meninggalkan apa-apa yang diharamkan, maka ia tidak jujur dalam imannya.

Sebagaimana Allah menyandingkan antara iman dan takwa semisal dalam firman-Nya Ta’ala:

أَلا إِنَّ أَوْلِيَاء اللّهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ ﴿٦٢﴾ الَّذِينَ آمَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ ﴿٦٣﴾

062. "Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."

"063. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa". Q.S. Yunus: 62 – 63.

Allah telah menyebutkan(dalam ayat ini) iman yang mencakupi segala yang ada di hati --dari akidah-akidah dan niatan-niatan yang baik-- dan amalan-amalan shalih.

Dan hal-hal tersebut tidak akan sempurna bagi seorang mukmin sampai ia berlindung dari apa yang Allah murkai, dari kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan. Oleh karenanya Allah menguatkan hal tersebut dengan firman-Nya:

وَكَانُواْ يَتَّقُونَ ﴿٦٣﴾

"dan mereka selalu bertakwa".

Sebagaimana Allah telah menyifati makhluk-makhluk pilihannya dengan sifat ini dengan firman-Nya:

 وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُوْلَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ ﴿٧﴾ فَضْلاً مِّنَ اللَّهِ وَنِعْمَةً وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ ﴿٨﴾

007. "...tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus",

008. "sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana". Q.S. Al-Hujuuraat: 7 – 8.

Sehingga inilah karunia terbesar dengan Dia menjadikan seorang hamba cinta kepada iman, Dia jadikan iman itu indah di hatinya, ia merasakan manisnya iman, anggota tubuhnya tunduk untuk mengamalkan syariat Islam. Dan Dia jadikan pada seorang hamba rasa benci kepada jenis-jenis keharaman.

Dan Allah-lah yang Maha Mengetahui siapa yang berhak untuk mendapatkan keutamaan ini, Maha Bijaksana dalam meletakkannya di tempat yang layak untuknya.”

📖 At-Taudhih wal Bayaan li Syajaratil Imaan, As-Sa’diy, hal. 22 – 24.

📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
.:
APA JAWABANNYA APABILA ADA SEORANG NASRANI YANG MENGUCAPKAN "SELAMAT NATAL" KEPADA KITA?

🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Qomar Su'aidi, Lc -hafizhahullah-

🗓 TJ Kajian "Media Sosial Kebutuhan atau Musibah" | Ahad, 28 Rabi'ul Awwal 1439H/ 17 Desember 2017 M di Masjid Baitul Maghfiroh, Asrama Haji Palembang

(695 KB) - Durasi [00:01:26]

#mary_christhmas
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
.:
IQOB/HUKUMAN : BOLEHKAH ORANGTUA MENDIAMKAN ANAKNYA KETIKA BERBUAT SALAH? BAGAIMANA JIKA SUDAH TERLANJUR MENDIDIK ANAK DENGAN CARA YANG "KERAS"?

🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin -hafizhahullah-

🗓 Sesi TJ Dauroh "Kala Orangtua Mengabaikan Anak" | Ahad, 2 Robi'ul Akhir 1440H/ 9 Desember 2018M di Masjid Umar Ibnul Khottob, Pekalongan, Jateng

(1 MB) - Durasi [00:03:44]

#tarbiyatul_aulad
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Forwarded from Audioku
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
::
🚇HUKUM MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL DAN HUKUM MENGHADIRI PERAYAANNYA : BAGAIMANA JIKA SEKEDAR UCAPAN FORMALITAS SAJA?


Pertanyaan:

“Apakah boleh bagi seorang muslim untuk turut serta bersama orang-orang Kristen dalam hari-hari raya Kristen seperti hari Natal –yang jatuh pada akhir bulan Desember- ataukah tidak? Di lingkungan kami terdapat orang-orang yang dianggap alim ulama akan tetapi mereka menghadiri acara orang-orang Kristen yaitu pada hari raya Kristen dan mereka berpendapat bolehnya untuk menghadiri acara tersebut. Apakah pendapat yang demikian benar atau tidak? Apakah mereka memiliki landasan syar’i atas bolehnya atau tidak?



Jawab:

“Tidak boleh turut serta bersama orang-orang Kristen dalam hari-hari raya mereka, walaupun yang turut serta di dalamnya adalah orang-orang yang dianggap alim ulama. Karena dalam perbuatan yang demikian akan memperbanyak jumlah mereka dan merupakan bentuk tolong-menolong dalam dosa.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Dan jangan bertolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (al-Maidah: 2) (al-Lajnah ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta 2/ 76, No. 8848)

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya tentang:

hukum memberi ucapan selamat kepada orang-orang kafir (Kristen) pada hari Natal?
Bagaimana kita membalas ucapan mereka apabila mereka mengucapkannya kepada kita?
Apakah boleh untuk menghadiri perayaan-perayaan mereka?
Apakah seorang muslim berdosa apabila menghadirinya dengan tanpa maksud tertentu? Hanya saja alasan menghadirinya bisa karena sekedar FORMALITAS, malu, terpaksa (instruksi dari instansi) atau alasan lainnya (demi toleransi beragama)?
Apakah boleh menyerupai mereka dalam hal ini?



Beliau rahimahullah menjawab:

“Memberi ucapan selamat kepada orang-orang kafir (Kristen) pada hari Natal atau selainnya dari hari-hari raya keagamaan mereka hukumnya adalah HARAM MENURUT KESEPAKATAN PARA ULAMA. Sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam bukunya ‘Ahkan Ahli Dzimmah’:

“Adapun memberi ucapan selamat terhadap syi’ar-syi’ar kekafiran yang menjadi cirri khasnya maka hukumnya adalah haram menurut kesepakatan para ulama. Seperti memberi ucapan selamat kepada mereka pada hari-hari raya dan puasa dengan mengucapkan, ‘Hari raya yang penuh keberkahan untukmu’ atau engkau memberi ucapan selamat dengan hari raya tersebutdan yang semacamnya.

👉🏽Maka yang demikian ini, apabila si pengucapnya selamat dari kekufuran, minimalnya perbuatan tersebut adalah haram. Ibaratnya dia mengucapkan slamat atas sujudnya yang demikian lebih besar dosanya di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala dan sangat dibenci daripada mengucapkan selamat kepada mereka karena mereka meminum minuman keras, membunuh orang lain, berzina dan semacamnya. Kebanyakan orang-orang yang tidak paham agama terjatuh ke dalam perbuatan ini dan tidak mengetahui keburukan perbuatannya.

Maka barangsiapa yang memberi ucapan selamat kepada orang yang melakukan kemaksiatan, kebid’ahan atau kekafiran berarti ia telah menyerahkan dirinya untuk menerima kebencian dan kemurkaan Allah.”

(Asy-Syaikh al-‘Utsaimin rahimahullah berkata), Haramnya memberi ucapan selamat kepada orang-orang kafir pada hari-hari raya keagamaan mreka, dan sebagaimana pula yang diucapkan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah, karena yang demikian berarti menyetujui kekafiran mereka dan ridho dengannya.

Walaupun ia tidak ridha, kekafiran tersebut mengenai dirinya namun diharamkan bagi setiap muslim untuk meridhai kekafiran atau memberi ucapan selamat dengannya pada diri orang lain.

Karena Allah Subhanahu wa ta’ala tidak meridhai yang demikian sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala:

“Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak membutuhkan (ilmu)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.” (az-Zumar: 7).
Allah Subhanahu wa ta’ala juga berfirman:

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu sebagai agama bagimu.” (al-Maidah: 3)

Memberi ucapan selamat kepada mereka hukumnya HARAM, sama saja apakah terhadap mereka (orang kafir) yang punya hubungan BISNIS dengan seorang muslim ataukah tidak.

Apabila mereka memberi ucapan selamat kepada kita pada hari-hari raya mereka maka kita tidak boleh membalasnya karena itu bukan hari raya kita. Dan hari raya mereka tidak diridhai Allah Subhanahu wa ta’ala.

Karena hari-hari raya mereka bisa jadi sesuatu yang diada-adakan atau disyariatkan dalam agama mereka akan tetapi itu semua telah dihapus oleh Islam dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam oleh Allah Subhanahu wa ta’ala kepada seluruh makhluk.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Barangsiapa mencari agama selain islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali-Imran: 85).

Haram hukumnya bagi setiap muslim untuk memenuhi undangan hari raya mereka. Karena perbuatan yang demikian lebih buruk dari pada memberi ucapan selamat kepada mereka dikarenakan dia telah turut serta di dalamnya.

Demikian pula diharamkan bagi setiap muslim untuk menyerupai orang-orang kafir dengan mengadakan pesta, tukar-menukar hadiah, membagi-bagi permen, menyediakan makanan, libur kerja dan semisalnya pada saat hari raya mereka. Karena Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia bagian dar mereka.” (HR. Ahmad 2/ 50, 92)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah  rahimahullah mengatakan dalam kitabnya ‘Iqtidha Shirathal Mustaqim’: 

“Menyerupai orang-orang kafir pada sebagian hari-hari raya-nya akan menanamkan rasa senang dalam hati mereka terhadap kebatilan yang ada pada diri mereka. Yang demikian bisa jadi akan memberi semangat bagi mereka untuk mengambil kesempatan (menjalankan misi) dan merendahkan orang-orang yang lemah.”

(Asy-Syaikh al-‘Utsaimin rahimahullah berkata),

“Dan barangsiapa yang melakukan demikian maka ia berdosa baik melakukannya karena sekedar formalitas, rasa suka, malu atau sebab lainnya. Karena yang demikian berarti telah melakukan penipuan terhadap agama dan menjadi sebab semakin menguatnya jiwa orang-orang kafir dan membuat mereka semakin bangga terhadap agama mereka.” (Majmu’ Fatawa wa Rasail al-‘Utsaimin 3/ 44 – 4, fatwa no. 404).


••••
📋 Judul asli : "Bimbingan Ulama menyikapi Natal dan Tahun Baru" | Penyusun: Al-Ustadz Muhammad Rifqi hafidzahullah | Sumber : Buletin Jum’at Al-Ilmu Edisi 08/II/XII/1435H

Link URL www.darussalaf.or.id/aqidah/bimbingan-ulama-menyikapi-natal-tahun-baru/?replytocom=2275&fdx_switcher=true
Forwarded from RADIO MUSLIM 🇲🇾
••{ ﷽ }••

(📻)
RADIO MUSLIM 🇲🇾 (RMM)📡

Alhamdulillah.
Setelah sekian lama diusahakan, akhirnya terlaksana juga pembinaan Radio Streaming Dakwah bagi manfaat seluruh kaum muslimin di Malaysia. Radio streaming ini boleh diikuti melalui dua laman sesawang berikut:

[ 1 ] www.alfawaaid.net
[ 2 ] www.thoriqussalaf.com

Sebarang informasi, jadual siaran, poster dakwah, faedah audio rakaman dan pengajian kitab serta faedah-faedah ilmiah -biidznillah- akan disebarkan melalui Channel Telegram:

—/ https://t.me/radiomuslimmy

Jom kita pakat sama-sama mendengarkan dan menyebarkannya kepada sanak-saudara, rakan-taulan, jiran-tetangga dan lain-lain. Dengan itu, mudah-mudahan segala usaha yang dicurahkan untuk mejayakan Penyiaran Radio Dakwah ini diberkati oleh ALLAH dan menjadi bekal kebaikan buat kita di akhirat kelak. Aamiin.

(📜)
Sebarang cadangan dan kritikan serta informasi boleh dikirim melalui

—/ email:
radiomuslimmy@gmail.com

—/ atau melalui whatsapp:
+60176647789 / +60132128942

~ * ~ 💳 ~ 💳 ~ * ~

👍🏼 Bagi yang ingin turut serta berta'awun bagi menampung kos menyelenggara Radio Muslim Malaysia kita ini, anda berpeluang untuk berinfaq melalui akaun bank:

(🏧)
MAYBANK
No acc: 1640 5249 6219
Muhamad Zahin Aiman Bin Zalin

Jazaakumullaahu khairan wa baarakallaahu fiikum.

()
Mengetahui & menyetujui:
• Al-Ustadz Qomar Su'aidi
• Al-Ustadz Usamah Mahri
• Al-Ustadz Abdush Shamad Bawazir
~ hafizhahumullah ~ (Pembina RMM)

(🌎) t.me/radiomuslimmy
www.alfawaaid.net | www.thoriqussalaf.com