منتدى نشر الفـــــــوائد
7.55K subscribers
4.31K photos
259 videos
279 files
5.62K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
::
🚇 HUKUM TURUT SERTA MERAYAKAN NATAL & TAHUN BARU | HUKUM MENJAGA/ MELAKUKAN PENGAMANAN GEREJA SAAT NATAL & MALAM TAHUN BARU

📊 Durasi 04:02 [0,96 MB]

🎙Bersama :
◾️Al-Ustadz Luqman Ba'abduh حفظه الله
◾️Al-Ustadz Muhammad Afifuddin حفظه الله




••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
::
🚇 LARANGAN MEMBERIKAN UCAPAN SELAMAT KEPADA ORANG-ORANG KAFIR ATAS HARI-HARI RAYA MEREKA

[ Termasuk ucapan "Selamat Natal", atau "Selamat Tahun Baru", Tahun Baru Masehi atau IMLEK, dll) ]



Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata,

"Adapun memberikan ucapan selamat kepada mereka (orang-orang kafir) atas syi'ar-syi'ar kufur yang menjadi kekhususan mereka maka hukumnya HARAM dengan kesepakatan (para 'ulama).

Ucapan selamat kepada mereka, (misalnya) dengan mengatakan, "Id (Hari raya) kalian Mubarak", atau "Bergembiralah dengan Hari raya ini." (Atau ungkapan-ungkapan lainnya yang kita dengar sekarang), maka kalaupun pengucapnya selamat dari kekufuran (kita berlindung kepada Allah darinya), namun perbuatan tersebut termasuk MUHARRAMAH (hal-hal yang diharamkan).

Ucapan itu sama kedudukannya dengan memberikannya ucapan selamat atas sujudnya orang kafir kepada SALIB.

Bahkan itu (ucapan selamat hari raya) LEBIH BERAT DOSANYA di sisi Allah, dan lebih besar kemurkaan Allah terhadapnya dibandingkan ucapan selamat kepada orang yang meminum khamr, membunuh jiwa, atau melanggar kemaluan yang haram (yakni zina), dan semisalnya.

Maka barangsiapa yang memberikan ucapan selamat kepada seorang hamba atas sebuah kemaksiatan, atau kebid'ahan, atau kekufuran, maka dia telah mengarahkan dirinya kepada kemurkaan dan kemarahan Allah Ta'ala.

•••
Sumber: Ahkam ahli adz-Dzimmmah | @ManhajulAnbiya
.:
PERAYAAN NATAL DAN TAHUN BARU: LARANGAN BAGI KAUM MUSLIMIN IKUT MERAYAKAN HARI BESAR KAUM MUSYRIKIN

🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Usamah Mahri -hafizhahullah-

🗓 Khutbah Jum'at 13 Rabi'ul Awwal 1437 H / 25 Desember 2015 M di Masjid al-Muttaqin, Bantaran, Malang

Bagian 1 (4,5 MB) - Durasi [00:19:28]
Bagian 2 (2,1 MB) - Durasi [00:08:51]


#selamat_natal #merry_christmas #happy_new_year #loyalitas #alwala_walbaro #nairuz #mahrozan #mahrajan
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
::
🚇 PERBAIKI AKIDAH SEBELUM BERIBADAH

Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan –hafizhahullah-


PERTANYAAN:
“Di sana ada yang menganggap remeh akan pentingnya akidah dan berpendapat bahwa iman saja sudah cukup.

Apakah Anda bisa menjelaskan betapa pentingnya perkara akidah bagi seorang muslim?

Dan bagaimana akidah itu akan memberi perubahan dalam hidupnya, hubungan dengan dirinya dan masyarakatnya serta yang lainnya dari orang-orang muslim?”


JAWABAN:

“Sungguh perbaikan akidah adalah landasan. Sebab syahadat bahwa laa ilaaha illallah (tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah) dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah adalah Rukun Islam yang pertama.

Dan para Rasul, awal yang mereka dakwahkan kepada umat yaitu pembenaran akidahnya, agar seluruh amal dan ibadah serta perilaku terbangun di atasnya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَوْ أَشْرَكُواْ لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُواْ يَعْمَلُونَ ﴿٨٨﴾

Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. Q.S. Al-An’aam: 88.

Yaitu : batal amalan-amalan mereka (karena akidah syirik).

Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ ﴿٧٢﴾

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. Q.S. Al-Maaidah: 72.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ ﴿٦٥﴾

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Q.S. Az-Zumar : 65.

Dari nash-nash ini dan yang lainnya menerangkan pentingnya tashhih(perbaikan) akidah dan hal itu adalah seruan dakwah yang paling utama.

☝🏻 Awal penegakan dakwah adalah perbaikan akidah. Nabi –shalallahu ‘alaihi wasallam- berada di Makkah kurun waktu tigabelas tahun menyeru manusia untuk meluruskan akidah, mengajak kepada tauhid(mengesakan Allah dalam peribadahan).

Dan tidak diturunkan kewajiban-kewajiban(syariat) kecuali di Madinah. Ya, demikian.

Shalat diwajibkan kepada beliau(dan umatnya) di Makkah sebelum Hijrah, adapun syariat –syariat lainnya tidak lain diwajibkan setelah Hijrah.

✍🏻 Hal ini menunjukkan bahwa:

“Tidak dituntut untuk beramal KECUALI setelah pelurusan akidah”.


Adapun orang ini yang berujar bahwa :

“Cukuplah iman tanpa perlu perhatian terhadap akidah”

💥 Ucapan ini tanaaqudh (saling bertentangan). Karena iman tidak akan menjadi iman kecuali apabila akidah lurus. Adapun jika akidahnya tidak shahih maka tidak ada iman dan tidak pula diin.”

📖 Muntaqaa Fataawa Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan, 1/ 309 – 310.

📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM