.:
🔇 MEMUJI ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA DENGAN MENGGUNAKAN NYANYIAN DAN MELAGUKAN AYAT-AYAT AL-QURAN
🔺 Pertanyaan :
Apa hukum menggunakan nyanyian untuk memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan melagukan ayat-ayat al-Quran agar menarik hati orang-orang non muslim untuk masuk Islam serta memperingati kaum muslimin agar tidak terjatuh dalam kemaksiatan?
Jawab:
❗"Perbuatan ini tidak diperbolehkan karena alasan berikut :
▪1) Bahwasanya nyanyian hukumnya haram, karena itu termasuk dari lahwul hadits (perkataan yang sia-sia) yang terdapat dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala : {Dan di antara manusia ada orang yang membeli (mempergunakan) lahwul hadits (perkataan yang sia-sia/tidak berguna) untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa dasar ilmu...} [Surat Luqman : 6], dan Allah mengancam orang yang melakukannya dengan siksa yang pedih.
▪2) Bahwasanya masjid harus dibersihkan dari perbuatan maksiat, dan nyanyian adalah maksiat, sementara masjid dibangun untuk berdzikir kepada Allah 'Azza wa Jalla.
▪3) Dan perkara yang lebih berat lagi keharamannya dari permasalahan tersebut adalah melantunkan al-Quranul Karim dengan senandung-senandung lagu, karena perbuatan tersebut adalah bentuk penghinaan terhadap al-Quranul Karim, dengan menjadikannya sebagai bagian dari lagu-lagu yang dimaksudkan untuk hiburan.
▪4) Adapun mendakwahi orang-orang non muslim agar masuk agama Islam dan mendakwahi para pelaku maksiat dari kalangan kaum muslimin agar bertaubat maka hal tersebut adalah perkara yang wajib, akan tetapi harus dilakukan dengan cara-cara yang sesuai syariat, bukan dengan cara-cara yang bid'ah dan haram."
Wa billahit taufiq, wa shallallahu 'ala nabiyina Muhammad wa aalihi wa shahbihi wa sallam."
📜 [Pertanyaan kedua dari fatwa no. 15038]
📃 Komite Tetap untuk riset ilmiyyah dan fatwa
ــــــــــــــــــــــــــــــ
الثناء على الله سبحانه بالغناء وتلحين الآيات
السؤال :
حكم استخدام الغناء في الثناء على الله سبحانه وتعالى، وتلحين الآيات القرآنية لاستمالة غير المسلمين للدخول في الإسلام، وتحذير المسلمين من الوقوع في المعاصي؟
الجواب :
هذا العمل لا يجوز لما يلي :
1 - أن الغناء حرام؛ لأنه من لهو الحديث الذي قال الله فيه: وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وتوعد من فعله بالعذاب الأليم.
2 - أن المسجد ينزه عن فعل المعاصي، والغناء معصية، والمسجد بني لذكر الله عز وجل.
3 - وأشد من ذلك في التحريم: تلحين القرآن الكريم بألحان الغناء؛ لأن في هذا امتهان للقرآن الكريم، وجعله من جملة الأغاني التي يقصد منها الطرب.
4 - أما دعوة غير المسلمين إلى الإسلام ودعوة العصاة من المسلمين للتوبة فهي أمر واجب، لكن يكون ذلك بالطرق المشروعة، لا بالطرق المبتدعة والمحرمة.
وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
📜 السؤال الثاني من الفتوى رقم ( 15038 )
📃 اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
@hikmahsalafiyyah
🔇 MEMUJI ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA DENGAN MENGGUNAKAN NYANYIAN DAN MELAGUKAN AYAT-AYAT AL-QURAN
🔺 Pertanyaan :
Apa hukum menggunakan nyanyian untuk memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan melagukan ayat-ayat al-Quran agar menarik hati orang-orang non muslim untuk masuk Islam serta memperingati kaum muslimin agar tidak terjatuh dalam kemaksiatan?
Jawab:
❗"Perbuatan ini tidak diperbolehkan karena alasan berikut :
▪1) Bahwasanya nyanyian hukumnya haram, karena itu termasuk dari lahwul hadits (perkataan yang sia-sia) yang terdapat dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala : {Dan di antara manusia ada orang yang membeli (mempergunakan) lahwul hadits (perkataan yang sia-sia/tidak berguna) untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa dasar ilmu...} [Surat Luqman : 6], dan Allah mengancam orang yang melakukannya dengan siksa yang pedih.
▪2) Bahwasanya masjid harus dibersihkan dari perbuatan maksiat, dan nyanyian adalah maksiat, sementara masjid dibangun untuk berdzikir kepada Allah 'Azza wa Jalla.
▪3) Dan perkara yang lebih berat lagi keharamannya dari permasalahan tersebut adalah melantunkan al-Quranul Karim dengan senandung-senandung lagu, karena perbuatan tersebut adalah bentuk penghinaan terhadap al-Quranul Karim, dengan menjadikannya sebagai bagian dari lagu-lagu yang dimaksudkan untuk hiburan.
▪4) Adapun mendakwahi orang-orang non muslim agar masuk agama Islam dan mendakwahi para pelaku maksiat dari kalangan kaum muslimin agar bertaubat maka hal tersebut adalah perkara yang wajib, akan tetapi harus dilakukan dengan cara-cara yang sesuai syariat, bukan dengan cara-cara yang bid'ah dan haram."
Wa billahit taufiq, wa shallallahu 'ala nabiyina Muhammad wa aalihi wa shahbihi wa sallam."
📜 [Pertanyaan kedua dari fatwa no. 15038]
📃 Komite Tetap untuk riset ilmiyyah dan fatwa
ــــــــــــــــــــــــــــــ
الثناء على الله سبحانه بالغناء وتلحين الآيات
السؤال :
حكم استخدام الغناء في الثناء على الله سبحانه وتعالى، وتلحين الآيات القرآنية لاستمالة غير المسلمين للدخول في الإسلام، وتحذير المسلمين من الوقوع في المعاصي؟
الجواب :
هذا العمل لا يجوز لما يلي :
1 - أن الغناء حرام؛ لأنه من لهو الحديث الذي قال الله فيه: وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وتوعد من فعله بالعذاب الأليم.
2 - أن المسجد ينزه عن فعل المعاصي، والغناء معصية، والمسجد بني لذكر الله عز وجل.
3 - وأشد من ذلك في التحريم: تلحين القرآن الكريم بألحان الغناء؛ لأن في هذا امتهان للقرآن الكريم، وجعله من جملة الأغاني التي يقصد منها الطرب.
4 - أما دعوة غير المسلمين إلى الإسلام ودعوة العصاة من المسلمين للتوبة فهي أمر واجب، لكن يكون ذلك بالطرق المشروعة، لا بالطرق المبتدعة والمحرمة.
وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
📜 السؤال الثاني من الفتوى رقم ( 15038 )
📃 اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
@hikmahsalafiyyah
.:
🚇 Nasehat dan Bimbingan al-Allamah al-Muhaddits al-Mujahid Rabi' bin Hadi'Umair al-Madkhali hafizhahullah
dalam Acara Daurah llmiah "asy-Syariah" ke-16 tahun 1439 H/2018 M Malam Rabu 5 Dzulqa'dah 1439 H/17 Juli 2018 M di Ma'had al-Anshar Yogyakarta Indonesia
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، ومن اتبع هداه، أما بعد:
Sungguh aku wasiatkan kepada diriku dan segenap yang mendengar nasehat ini agar bertaqwa kepada Allah Tabaraka wa Ta'ala dan mengikhlashkan niat karena Allah dalam segala ucapan dan amalan.
Berpegang teguh dengan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, berjalan di atas manhaj Salafush Shalih, dengan menegakkan Aqidah Islamiyyah dalam bentuk yang tepat sesuai syari'at dan mengerjakan segenap amalan Islam dalam bentuk yang tepat sesuai syari'at.
Demikian pula agar saling bersaudara di jalan Allah, menegakkan amar ma'ruf nahi munkar - barakallahu fikum- dan menjalani semua amalan sesuai dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya -Shalallahu alahi wasallam-
(Aku wasiatkan pula) agar mencintai Allah dan Rasul-Nya, mencintai para shahabat yang mulia, mencintai kaum mukminin yang jujur dalam keimanannya, dan membenci orang-orang kafir serta berjihad melawan mereka ketika telah terpenuhi syarat-syarat jihad. Aku memohon kepada Allah agar memberikan taufik kepada kita semua.
Kemudian aku wasiatkan para pendengar agar mempelajari kitab-kitab sunnah, (antara lain): Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa'l, Ibnu Majah, dl. Mempelajari pula kitab-kitab Ibnu Taimiyyah dan Ibnul Qayyim-barakallahufikum-dan mendalaminya.
Aku memohon kepada Allah agar mengaruniakan kepada kita ilmu yang bermanfaat dan amal yang shalih. Sesungguhnya Allah Maha mendengar do'a.
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته.
••••
https://t.me/daurahnasional/786
http://bit.ly/2O3qejj
🚇 Nasehat dan Bimbingan al-Allamah al-Muhaddits al-Mujahid Rabi' bin Hadi'Umair al-Madkhali hafizhahullah
dalam Acara Daurah llmiah "asy-Syariah" ke-16 tahun 1439 H/2018 M Malam Rabu 5 Dzulqa'dah 1439 H/17 Juli 2018 M di Ma'had al-Anshar Yogyakarta Indonesia
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، ومن اتبع هداه، أما بعد:
Sungguh aku wasiatkan kepada diriku dan segenap yang mendengar nasehat ini agar bertaqwa kepada Allah Tabaraka wa Ta'ala dan mengikhlashkan niat karena Allah dalam segala ucapan dan amalan.
Berpegang teguh dengan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, berjalan di atas manhaj Salafush Shalih, dengan menegakkan Aqidah Islamiyyah dalam bentuk yang tepat sesuai syari'at dan mengerjakan segenap amalan Islam dalam bentuk yang tepat sesuai syari'at.
Demikian pula agar saling bersaudara di jalan Allah, menegakkan amar ma'ruf nahi munkar - barakallahu fikum- dan menjalani semua amalan sesuai dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya -Shalallahu alahi wasallam-
(Aku wasiatkan pula) agar mencintai Allah dan Rasul-Nya, mencintai para shahabat yang mulia, mencintai kaum mukminin yang jujur dalam keimanannya, dan membenci orang-orang kafir serta berjihad melawan mereka ketika telah terpenuhi syarat-syarat jihad. Aku memohon kepada Allah agar memberikan taufik kepada kita semua.
Kemudian aku wasiatkan para pendengar agar mempelajari kitab-kitab sunnah, (antara lain): Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa'l, Ibnu Majah, dl. Mempelajari pula kitab-kitab Ibnu Taimiyyah dan Ibnul Qayyim-barakallahufikum-dan mendalaminya.
Aku memohon kepada Allah agar mengaruniakan kepada kita ilmu yang bermanfaat dan amal yang shalih. Sesungguhnya Allah Maha mendengar do'a.
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته.
••••
https://t.me/daurahnasional/786
http://bit.ly/2O3qejj
Telegram
Daurah Nasional "asy-Syari'ah" Ahlus Sunnah wal Jama'ah