منتدى نشر الفـــــــوائد
7.54K subscribers
4.31K photos
260 videos
279 files
5.62K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
Adapun apa yang diriwayatkan dari shahabat ‘Abdullah bin Az-Zubair bahwa beliau melaksanakan shalat ‘Id kemudian tidak keluar lagi baik untuk shalat Jum’at maupun shalat Zhuhur, maka itu dibawa pada kemungkinan bahwa beliau memajukan shalat Jum’at, dan mencukupkan dengan itu dari mengerjakan shalat ‘Id dan shalat Zhuhur.

Atau pada kemungkinan bahwa beliau berkeyakinan bahwa imam pada hari tersebut memiliki hukum yang sama dengan yang lainnya, yaitu tidak wajib keluar untuk melaksanakan shalat Jum’at, namun beliau tetap shalat Zhuhur di rumahnya.

Kemungkinan mana pun yang benar, kalau pun taruhlah yang benar dari perbuatan beliau bahwa beliau berpendapat gugurnya kewajiban shalat Jum’at dan Zhuhur yang sudah shalat ‘Id maka keumuman dalil-dalil syar’i, prinsip-prinsip yang diikuti, dan ijma’ yang ada bahwa wajib shalat Zhuhur atas siapa yang tidak shalat Jum’at dari kalangan para mukallaf, itu semua lebih dikedepankan daripada apa yang diamalkan oleh Ibnu Az-Zubair radhiyallahu ‘anhu.

(Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah XXX/261-262)

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah :

Kenyataannya masalah ini terdapat perbedaan di kalangan ‘ulama rahimahumullah. Pendapat yang kuat, yang ditunjukkan oleh As-Sunnah, bahwa:

▪️Kita katakan, Apabila hari Jum’at bertepatan dengan ‘Id maka engkau wajib shalat ‘Id. 
Barangsiapa yang telah melaksanakan shalat ‘Id, maka bagi dia bebas memilih apakah dia mau hadir shalat Jum’at bersama imam, ataukah ia shalat Zhuhur di rumahnya.

▪️Kedua, tetap wajib mengadakan shalat Jum’at di suatu negeri/daerah. Barangsiapa yang hadir maka dia shalat Jum’at, barangsiapa yang tidak hadir maka dia shalat Zhuhur di rumahnya.

▪️Ketiga, pada hari itu shalat Zhuhur tidak dilaksanakan di masjid, karena yang wajib dilaksanakan adalah shalat Jum’at, sehingga tidak dilakukan shalat Zhuhur (di masjid).

Inilah pendapat yang kuat, yang ditunjukkan oleh dalil-dalil As-Sunnah. (Fatawa Nur ‘ala Ad-Darb – Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin)

[1] HR. Ahmad (IV/372), Abu Dawud 1070, An-Nasa`i 1591, Ibnu Majah 1310. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Madini, Al-Hakim, dan Adz-Dzahabi. Dishahihkan pula oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud – Al-Umm no. 981. (pent)

[2] HR. Abu Dawud 1073, Ibnu Majah 1311. dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud – Al-Umm no. 983.


••••
Sumber : Maha’d As-Salafy Jember | http://www.darussalaf.or.id/fiqih/apabila-hari-raya-ied-bertepatan-dengan-hari-jumat/
::
🚇 BANTAHAN TERHADAP ORANG YANG MEMBOLEHKAN MENGELUARKAN ZAKAT FITRAH BERUPA UANG


✍🏼 Asy-Syaikh Bandar bin Sulaiman al-Khaibary hafizhahullah berkata:

‏الذي يُجوّز إخراج المال لصدقة الفطر بحجة النفع للفقراء، لماذا لا يُجوّز إخراج قيمة الأضحية بدلاً من ذبحها، فالفقير يحتاج للمال أكثر من اللحم؟!

"Orang yang membolehkan untuk mengeluarkan uang sebagai zakat fitrah dengan dalih untuk memberi manfaat bagi orang-orang fakir, mengapa dia tidak membolehkan untuk mengeluarkan harga hewan kurban sebagai pengganti menyembelihnya, karena orang fakir jauh lebih membutuhkan uang dibandingkan daging?!"

🌍 Sumber: https://twitter.com/bander7464/status/877972417720840192

@ForumSalafy
════════════════════

⚖️ FATWA ULAMA ⚖️

════════════════════

🔎 FENOMENA MEMBAYAR ZAKAT FITRAH DENGAN UANG


P e r t a n y a a n :

Apakah boleh mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk uang?

⭕️ Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah berkata:

لا يجوز إخراج القيمة في قول أكثر أهل العلم ؛ لكونها خلاف ما نص عليه النبي - صلى الله عليه وسلم - وأصحابه رضي الله عنهم

"Tidak boleh mengeluarkan dalam bentuk uang yang senilai zakat fitrah menurut pendapat kebanyakan ulama, karena menyelisihi apa yang ditetapkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya radhiallahu'anhum." [Al-Fatawa 14/32]


⭕️ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

إخراجها نقداً فلا يجزئ؛ لأنها فرضت من الطعام.

"Mengeluarkan dalam bentuk uang itu tidak sah, karena zakat itu diwajibkan dalam bentuk makanan." [Al-Fatawa 18/265]

📖 Sumber: Majmu'ah Al-Barakatu Maa Akaabirikum


P e r t a n y a a n :

▪️Apa hukum memberikan zakat fitrah menggunakan uang?

⭕️ Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Umair al-Madkholi hafizhahullah:

Hukum perbuatan tersebut batil dan menyelisihi Sunnah Nabi ﷺ.

👉🏼 Dahulu di zaman Nabi dan Khulafaur Rasyidin juga terdapat uang (dinar dan dirham), namun Rasulullah ﷺ mensyariatkan pembayaran zakat fitrah dengan apa yang biasa dimakan oleh manusia (bahan makanan pokok), dan yang demikian ini merupakan syi'ar Islam.

💳 Adapun pembayaran zakat menggunakan uang, maka tidak terdapat tuntunan dalam syi'ar Islam ini.

Maka semestinya kita membayar zakat sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Rasulullah ﷺ.

📚 Sumber :
Marhaban Ya Tholibal Ilmi 464

ــــــــــــــــــــــــــــــــ
ما حكم إعطاء زكاة الفطر نقدا ؟

✍🏼 قال الشيخ ربيع بن هادي عمير المدخلي حفظه الله

حكمها أنها باطلة و مخالفة لسنة رسول الله عليه الصلاة و السلام
فالدراهم و الدنانير كانت موجودة في زمن النبي عليه الصلاة و السلام و في زمن الخلفاء الراشدين .
شرعها عليه الصلاة والسلام فيما يطعمه الناس و هذا فيه شعيرة للإسلام و إخراج النقود ليس فيه هذه الظاهرة و هذه الشعيرة .
فينبغي أن نخرجها كما أمر رسول الله عليه الصلاة والسلام .

🎁 مرحبا يا طالب العلم ص 464

@KajianIslamTemanggung
@ForumSalafy
@SalafyBaturaja
::
🚇 JUMLAH TAKBIR TAMBAHAN DALAM SHOLAT IEDUL FITRI /IEDUL ADHA DAN APAKAH MENGANGKAT TANGAN?


Shalat Id dilakukan dua rakaat, pada prinsipnya sama dengan shalat-shalat yang lain. Namun ada sedikit perbedaan yaitu dengan ditambahnya takbir pada rakaat yang pertama 7 kali, dan pada rakaat yang kedua tambah 5 kali takbir selain Takbiratul Intiqal.

Adapun takbir tambahan pada rakaat pertama dan kedua itu tanpa takbir ruku’, sebagaimana dijelaskan oleh ‘Aisyah dalam riwayatnya:

“Dari Aisyah, ia berkata: Rasulullah bertakbir para (shalat) Fitri dan Adha 7 kali dan 5 kali selain 2 takbir ruku’.” (HR. Abu Dawud dalam Kitabush Shalat Bab At-Takbir fil ’Idain. ‘Aunul Ma’bud, 4/10, Ibnu Majah no. 1280, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Abani dalam Shahih Sunan Abu Dawud no. 1149)


⭕️ Pertanyaan:
Tentang 7 takbir pertama, apakah termasuk Takbiratul Ihram atau tidak?

Dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat:

● Pertama: Pendapat Al-Imam Malik, Al-Imam Ahmad, Abu Tsaur dan diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas bahwa 7 takbir itu termasuk Takbiratul Ihram.
(lihat Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/178, Aunul Ma’bud, 4/6, Istidzkar, 2/396 cet. Darul Kutub Al-Ilmiyyah)

● Kedua: Pendapat Al-Imam Asy-Syafi’i, bahwa 7 takbir itu TIDAK termasuk Takbiratul Ihram.
(Al-Umm, 3/234 cet. Dar Qutaibah dan referensi sebelumnya)

Nampaknya yang lebih kuat adalah pendapat Al-Imam Asy-Syafi’i. Hal itu karena ada riwayat yang mendukungnya, yaitu:

“Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, bahwa Rasulullah ﷺ bertakbir pada 2 hari raya 12 takbir, 7 pada rakaat yang pertama dan 5 pada rakaat yang terakhir, selain 2 takbir shalat.”
(Ini lafadz Ath-Thahawi)

Adapun lafadz Ad-Daruquthni:

“Selain Takbiratul Ihram.”

(HR. Ath-Thahawi dalam Ma’ani Al-Atsar, 4/343 no. 6744 cet. Darul Kutub Al-Ilmiyyah, Ad-Daruquthni, 2/47-48 no. 20)

Dalam sanad hadits ini ada seorang perawi yang diperselisihkan bernama Abdullah bin Abdurrahman At-Tha‘ifi. Akan tetapi hadits ini dishahihkan oleh Al-Imam Ahmad, ‘Ali Ibnul Madini dan Al-Imam Al-Bukhari sebagaimana dinukilkan oleh At-Tirmidzi. (lihat At-Talkhis, 2/84, tahqiq As-Sayyid Abdullah Hasyim Al-Yamani, At-Ta’liqul Mughni, 2/18 dan Tanwirul ‘Ainain, hal. 158)


⭕️ Pertanyaan:
Apakah pada 5 takbir pada rakaat yang kedua dengan Takbiratul Intiqal (takbir perpindahan dari sujud menuju berdiri)?

Ibnu Abdil Bar menukilkan kesepakatan para ulama bahwa lima takbir tersebut SELAIN Takbiratul Intiqal.
(Al-Istidzkar, 7/52 dinukil dari Tanwirul ‘Ainain)

Adapun bacaan surat pada 2 rakaat tersebut, semua surat yang ada boleh dan sah untuk dibaca. Akan tetapi dahulu Nabi ﷺ membaca :

▪️pada rakaat yang pertama “Sabbihisma” (Surat Al-A’la) dan
▪️pada rakaat yang kedua “Hal ataaka” (Surat Al-Ghasyiah).

Pernah pula:
▪️pada rakaat yang pertama Surat Qaf dan
▪️(pada rakaat) kedua Surat Al-Qamar
(keduanya riwayat Muslim, lihat Zadul Ma’ad, 1/427-428)


⭕️ APAKAH MENGANGKAT TANGAN DI SETIAP TAKBIR TAMBAHAN?

Terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama:

▪️Jumhur ulama berpendapat mengangkat tangan.

▪️Sementara salah satu dari pendapat Al-Imam Malik tidak mengangkat tangan, kecuali Takbiratul Ihram. Ini dikuatkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Tamamul Minnah (hal. 349). Lihat juga Al-Irwa‘ (3/113).

Tidak ada riwayat dari Nabi ﷺ yang shahih dalam hal ini.


••••
Sumber: Majalah Asy Syariah http://asysyariah.com
Ditulis Oleh: Al Ustadz Qamar Su'aidy. Lc hafizhahullah
::
🚇 DIMANA KITA SHALAT ID: DI MASJID ATAUKAH TANAH LAPANG?

Shalat Id secara syari’at dilaksanakan di mushalla Id (tanah lapang) bukan di masjid, dan inilah yang dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam dan para sahabatnya radliyallahu ‘anhum, dalam keadaan mereka sangat memahami keutamaan shalat di Masjid Nabawi yang menyamai seribu kali shalat di selainnya (kecuali Masjidil Haram).

Tetapi dengan semua itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam, Khulafaur Rasyidin dan seluruh sahabatnya radliyallahu ‘anhum tetap melaksanakan shalat Id di mushalla (tanah lapang).

Hal ini berlandaskan hadits Abu Sa’id Al Khudri radliyallahu ‘anhu, beliau berkata:

“Dahulu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam selalu keluar menuju mushalla (tanah lapang) untuk melaksanakan shalat Idul Fitri dan Idul Adha…” (HR. Al-Bukhari no. 956)

Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata:

“Sunnah Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam sesuai dengan hadits-hadits yang shahih menunjukkan bahwa beliau selalu mengerjakan dua shalat Id di tanah lapang pinggiran kampung, dan ini terus berkelanjutan di masa generasi pertama (umat ini), mereka tidak melaksanakan di masjid-masjid kecuali bila ada udzur atau dalam keadaan darurat, seperti hujan dan sejenisnya. Inilah madzhab imam yang empat dan selain mereka dari para imam.” (Lihat Shalatul ‘Idaini fil Mushalla Hiyas Sunnah, hal. 35).

Sehingga sangat berlebihan orang yang mengatakan bahwa shalat Id tidak boleh dilaksanakan di masjid walaupun ada udzur atau dalam keadaan darurat, demikian pula orang yang mengatakan bahwa tidak ada shalat kalau tidak di tanah lapang.


••••
🌐 Sumber: http://www.darussalaf.or.id/fiqih/ber-idul-fitri-di-atas-sunnah-nabi-shalallahu-alaihi-wa-sallam/
::
Ⓜ️ UCAPAN SELAMAT HARI RAYA SEBELUM MASUK HARI IED (MALAM IED) TIDAK ADA ASALNYA DARI SALAF


Asy-Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah



P e r t a n y a a n:

{ انتشر بين الناس في هذه الأيام رسائل عبر الجوال تتضمن تحريم التهنئة بالعيد قبل العيد بيوم أو يومين وأنه من البدع، فما رأي فضيلتكم؟ }

“Telah tersebar diantara muslimin pada akhir-akhir ini pesan-pesan singkat melalui ponsel, yang isinya adalah mengharamkan ucapan selamat hari raya sebelum jatuh tanggal ied sehari atau dua hari sebelumnya. Dan dinyatakan bahwa perbuatan tersebut termasuk bid'ah. Bagaimanakah pendapat anda?



J a w a b a n

{ لا أعلم هذا الكلام، هذه يروجوها ولا أعلم له أصلاً، فالتهنئة مباحة في يوم العيد، أو بعد يوم العيد مباحة. أما قبل يوم العيد فلا أعلم أنها حصلت من السلف وأنهم يهنئون قبل يوم العيد، كيف يُهَنَأ بشيء لم يحصل التهنئة تكون يوم العيد أو بعد يوم العيد. }

“Saya tidak mengetahui ucapan seperti ini. Hal ini mereka sebarluaskan dan saya tidak mengetahui adanya asal dari perkara ini.

Ucapan selamat hari raya itu boleh pada hari ied.

Adapun jika diucapkan sebelum hari ied maka saya sama sekali tidak mengetahui asal muasalnya dari Salaf.

Dan saya tidak mengetahui mereka (salaf) mengucapkan selamat hari raya sebelum hari ied.

Bagaimana bisa ucapan selamat disampaikan untuk sesuatu yang belum terjadi. Ucapan selamat ini boleh diucapkan pada hari ied ataupun juga setelah hari ied".[*]



__________
[*] Hari ied ditandai dengan terlihatnya hilal bulan syawal dengan ketetapan waliyyul amr, (.pent)


••••
📨 Sumber: bit.ly/2rAJadR
@ForumSalafy | bit.ly/29aTNP2
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
::
🚇 BANYAK ISTIGHFAR DAN JANGAN CEPAT BERPUAS DIRI


Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah menasihati:

“Maka seorang insan memperbanyak istighfar di penghujung amalan dan ibadah. Semisal penutup bulan Ramadhan.

Sehingga seorang muslim yang Allah anugerahi taufik untuk shiyaam (berpuasa) dan qiyaam (shalat tarawih) senantiasa ia mengiringi amalan itu dengan ber-istighfar dan merunduk di hadapan Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi.

Dan selayaknya ia tidak beranggapan bahwa ia telah menunaikan amalan yang sesuai dengan bentuk yang dituntut darinya. Sebab ia tidak tahu mungkin didapati banyak celah kekurangan pada amalannya.

Maka teruslah ia memperbanyak istighfar dan menganggap amalannya sedikit dalam menunaikan hak Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Majaalisu Syahri Ramadhan al-Mubarak, al-Fauzan, hal. 118.

📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
منتدى نشر الفـــــــوائد
Photo
PENETAPAN 1 SYAWWAL 1439 H

Sidang Itsbat menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439H jatuh pada Jumat tanggal 15 Juni 2018

Sumber:
@Kemenag_RI
::

🚇 SEPAK BOLA: YANG KALAH MENTRAKTIR, APA HUKUMNYA?


Soal:

Teman-temanku, saat jam kosong sekolah, mereka bermain sepak bola. Bagi yang kalah mentraktir minuman Pepsi atau merk Mirinda kepada yang menang juga kepada yang ada disitu. Apakah ini boleh atau termasuk jenis perjudian?



Jawab:

Apabila seperti yang disebutkan, maka TIDAK BOLEH. Karena termasuk perjudian.

Wabilahit taufiq washalallahu ‘ala nabiyyina muhammad wa aalihi wa shahbihi wasallam.

[Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘llmiyah wal Ifta’].


•••
Sumber:
http://tashfiyah.com/fatwa-yang-kalah-mentraktir/
::
SYARAT-SYARAT BERMAIN SEPAK BOLA

Asy Syaikh Al 'Utsaimin rahimahullah berkata :

˝Bermain sepak bola tidaklah mengapa, dengan syarat:

1⃣. Pakaian yang dikenakan menutupi (aurat) bagian tubuh yang diharamkan untuk dilihat.

2⃣. Tidak melalaikan kewajiban.

3⃣. Tidak mengandung celaan dan makian.

4⃣. Tidak menjadi rutinitas, semisal orang yang bermain bola pada tiap siang harinya.˝

ــــــــــــــــــــــــــــ
شـروط لعـب كـرة القـدم

قال الشيخ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﻴﻦ رحمه الله: ﻛﺮﺓ ﺍﻟﻘﺪﻡ ﻻ ﺑﺄﺱ ﺑﻬﺎ ; ﺑﺸﺮﻭﻁ:

١- ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺍﻟﻠﺒﺎﺱ ﺳﺎﺗﺮﺍ ﻟﻤﺎ ﻳﺤﺮﻡ ﺍﻟﻨﻈﺮ ﺇﻟﻴﻪ.
٢- ﻭﺃﻻ ﺗﻠﻬﻲ ﻋﻦ ﻭﺍﺟﺐ.
٣- ﻭﺃﻻ ﺗﺸﺘﻤﻞ ﻋﻠﻰ ﺳﺐ ﻭﺷﺘﻢ.
٤- ﻭﺃﻻ ﺗﻜﻮﻥ ﺩﻳﺪﻧﺎ ﻟﻺﻧﺴﺎﻥ، ﻛﺤﺎﻝ ﻣﻦ ﻳﻠﻌﺐ ﻛﻞ ﺍﻟﻨﻬﺎﺭ.

📗 ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ : ﺷﺮﺡ ﺣﻠﻴﺔ ﻃﺎﻟﺐ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺹ ( ٤ )

_____
📚 Syarhu Hilyati Thalibil 'Ilmi, hal.4
@alistifadah
::

👕 BOLEHKAH MEMAKAI KOSTUM YANG ADA TULISAN NAMA PEMAIN KAFIR?


Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah


Pertanyaan:

Bagaimana orang yang mengenakan pakaian yang dikenakan oleh orang-orang kafir dan di bagian punggungnya tertulis nama pemain kafir, namun tidak bermaksud untuk tasyabbuh atau menyerupai mereka?


🔓 Jawaban:

Ini merupakan bentuk penghormatan terhadap orang kafir, selama dia mengenakan pakaian yang padanya tertulis nama orang kafir atau gambarnya, maka ini merupakan bentuk pemuliaan terhadap orang KAFIR.

Jadi hal ini tidak boleh, minimalnya hukumnya haram.

Namun jika sampai mengagungkannya maka dikhawatirkan terjatuh kepada kemurtadan.


••••
Sumber :
http://forumsalafy.net/bolehkah-memakai-kostum-yang-ada-tulisan-nama-pemain-kafir/



🚇 Mengidolakan Pemain Bola Kafir

Apa hukum mengidolakan orang kafir, seperti pemain bola?


Jawaban al-Ustadz Muhammad as-Sarbini hafizhahullah:

Tidak boleh, karena hal itu mengandung bentuk kecintaan kepadanya. Padahal seharusnya dibenci.


••••
Sumber:
http://asysyariah.com/tanya-jawab-ringkas-edisi-109/