::
🚇 ISIS MENCETAK DAN MEMPELAJARI BUKU-BUKU MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB, MENGAPA?
Ada sebuah argumentasi yang dijadikan alasan menuduh dakwah asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengajarkan terorisme atau sebagai sumber radikalisme: ISIS mencetak buku-buku karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab dan mempelajarinya, Argumentasi ini juga disebarluaskan oleh para penganut Islam liberal.
Umat Islam hendaknya bisa berpikir cerdas, dewasa, dan jernih. Semoga Allah Ta'ala senantiasa memberikan hidayah dan taufik-Nya kepada kita semua.
Jika kita perhatikan dengan baik masalah ini, dalam berbagai pemikiran dan aksinya, ISIS dan kelompok-kelompok teroris lainnya juga berdalil dengan al-Qur'an dan hadits. Apakah kemudian kita katakan bahwa al-Quran dan hadits mengajarkan terorisme?
ISIS dan kelompok-kelompok teroris lainnya juga mempelajari kitab-kitab mazhab Syafi'i. Mereka mempelajari dan mengajarkan kitab Riyadhush Shalihin karya an-Nawawi dan Bulughul Maram karya al-Hafizh lbnu Hajar. Apakah akan kita katakan bahwa kedua ulama tersebut mengajarkan terorisme dan radikalisme? Atau mazhab Syafi'i mengajarkan terorisme dan radikalisme?
Tentu saja tidak.
Kesalahan bukan terletak pada ayat al-Quran atau hadits, bukan pula pada kitab-kitab para ulama Ahlus Sunnah. Kesalahannya ada pada pemahaman dan pengamalan ISIS dan kelompok- kelompok teroris tersebut. Entah mereka tidak memahami maknanya dengan benar, atau menafsirkan dan mengaplikasikannya tidak sesuai dengan makna yang benar, atau mengambil yang dianggap cocok dan membuang yang dianggap tidak cocok.
Pada kenyataannya, pemikiran takfir tidak mereka peroleh dari Muhammad bin Abdul Wahhab, tetapi dari tokoh-tokoh Khawarij masa kini senacam Sayyid Quthub.
Semoga Allah Ta'ala menampakkan kebenaran sebagai sebuah kebenaran dan menampakkan kebatilan sebagai sebuah kebatilan.
Sumber : Majalah Asy-Syari'ah Edisi Khusus "Mengapa Teroris Tidak Pernah Habis?" hal. 69-70 (judul utama: Wahabi dan Tuduhan Terorisme)
🚇 ISIS MENCETAK DAN MEMPELAJARI BUKU-BUKU MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB, MENGAPA?
Ada sebuah argumentasi yang dijadikan alasan menuduh dakwah asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengajarkan terorisme atau sebagai sumber radikalisme: ISIS mencetak buku-buku karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab dan mempelajarinya, Argumentasi ini juga disebarluaskan oleh para penganut Islam liberal.
Umat Islam hendaknya bisa berpikir cerdas, dewasa, dan jernih. Semoga Allah Ta'ala senantiasa memberikan hidayah dan taufik-Nya kepada kita semua.
Jika kita perhatikan dengan baik masalah ini, dalam berbagai pemikiran dan aksinya, ISIS dan kelompok-kelompok teroris lainnya juga berdalil dengan al-Qur'an dan hadits. Apakah kemudian kita katakan bahwa al-Quran dan hadits mengajarkan terorisme?
ISIS dan kelompok-kelompok teroris lainnya juga mempelajari kitab-kitab mazhab Syafi'i. Mereka mempelajari dan mengajarkan kitab Riyadhush Shalihin karya an-Nawawi dan Bulughul Maram karya al-Hafizh lbnu Hajar. Apakah akan kita katakan bahwa kedua ulama tersebut mengajarkan terorisme dan radikalisme? Atau mazhab Syafi'i mengajarkan terorisme dan radikalisme?
Tentu saja tidak.
Kesalahan bukan terletak pada ayat al-Quran atau hadits, bukan pula pada kitab-kitab para ulama Ahlus Sunnah. Kesalahannya ada pada pemahaman dan pengamalan ISIS dan kelompok- kelompok teroris tersebut. Entah mereka tidak memahami maknanya dengan benar, atau menafsirkan dan mengaplikasikannya tidak sesuai dengan makna yang benar, atau mengambil yang dianggap cocok dan membuang yang dianggap tidak cocok.
Pada kenyataannya, pemikiran takfir tidak mereka peroleh dari Muhammad bin Abdul Wahhab, tetapi dari tokoh-tokoh Khawarij masa kini senacam Sayyid Quthub.
Semoga Allah Ta'ala menampakkan kebenaran sebagai sebuah kebenaran dan menampakkan kebatilan sebagai sebuah kebatilan.
Sumber : Majalah Asy-Syari'ah Edisi Khusus "Mengapa Teroris Tidak Pernah Habis?" hal. 69-70 (judul utama: Wahabi dan Tuduhan Terorisme)
::
🚇 TIDAK ADA LABEL SYAHID UNTUK PELAKU BOM BUNUH DIRI
Asy Syaikh Muhammad Bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah:
Dan adapun apa yang dilakukan sebagian manusia dengan bunuh diri yaitu dengan membawa barang-barang peledak kemudian dia maju ke barisan orang kafir kemudian dia meledakkan dirinya apabila dia sudah berada di tengah-tengah mereka, maka ini termasuk BUNUH DIRI, wal 'iyadzubillah.
Dan barangsiapa yang membunuh dirinya maka dia kekal di dalam neraka selama-lamanya sebagaimana yang datang di dalam hadist dari Nabi Shollallahu'Alaihi Wa Sallam.
⚠ Dan cara bunuh diri sperti ini TIDAK ADA KEMASLAHATAN untuk Islam, karena jika dia membunuh sepuluh atau seratus atau dua ratus orang kafir maka Islam tidak diuntungkan dengan cara yang seperti itu dan manusia tidak akan beriman, berbeda dengan kisah anak muda (didalam hadist kisah Ashhabul Ukhdud).
Bahkan dengan cara yang seperti ini musuh semakin marah dan semakin congkak sehingga mereka akan berbuat lebih kejam lagi terhadap kaum Muslimin.
Sebagaimana yang dilakukan oleh Yahudi kepada rakyat Palestina, yang mana jika ada yang mati dari mereka dengan peledakan-peledakan yang seperti ini dan terbunuh dari mereka 6 orang atau 7 orang maka sebagai balasannya orang-orang Yahudi akan membalas dengan menewaskan 60 orang atau lebih, maka yang demikian ini tidak ada kemanfaatan buat kaum Muslimin dan tidak juga bagi orang-orang diledakkan bom di barisan mereka.
Oleh karena itu aku berpandangan apa yang dilakukan manusia dari cara-cara seperti itu adalah bunuh diri dengan tidak haq dan perbuatannya ini membawa dia ke neraka, semoga kita dilindungi Allah darinya.
📛❌ Dan pelakunya BUKAN SYAHID.
Tetapi kalau seseorang melakukannya karena dengan mentakwil, dengan dia mengira bahwa yang semacam ini dibolehkan didalam syari'at maka kita berharap dia terlepas dari dosa, tetapi untuk dikatakan dia syahid maka tidak.
Karena dia tidak menempuh jalan syahid yang benar, dan barangsiapa yang berijtihad dan dia salah maka baginya satu pahala.
🔵 Sumber:
http://goo.gl/j8ypCO @Berbagiilmuagama
🚇 TIDAK ADA LABEL SYAHID UNTUK PELAKU BOM BUNUH DIRI
Asy Syaikh Muhammad Bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah:
Dan adapun apa yang dilakukan sebagian manusia dengan bunuh diri yaitu dengan membawa barang-barang peledak kemudian dia maju ke barisan orang kafir kemudian dia meledakkan dirinya apabila dia sudah berada di tengah-tengah mereka, maka ini termasuk BUNUH DIRI, wal 'iyadzubillah.
Dan barangsiapa yang membunuh dirinya maka dia kekal di dalam neraka selama-lamanya sebagaimana yang datang di dalam hadist dari Nabi Shollallahu'Alaihi Wa Sallam.
⚠ Dan cara bunuh diri sperti ini TIDAK ADA KEMASLAHATAN untuk Islam, karena jika dia membunuh sepuluh atau seratus atau dua ratus orang kafir maka Islam tidak diuntungkan dengan cara yang seperti itu dan manusia tidak akan beriman, berbeda dengan kisah anak muda (didalam hadist kisah Ashhabul Ukhdud).
Bahkan dengan cara yang seperti ini musuh semakin marah dan semakin congkak sehingga mereka akan berbuat lebih kejam lagi terhadap kaum Muslimin.
Sebagaimana yang dilakukan oleh Yahudi kepada rakyat Palestina, yang mana jika ada yang mati dari mereka dengan peledakan-peledakan yang seperti ini dan terbunuh dari mereka 6 orang atau 7 orang maka sebagai balasannya orang-orang Yahudi akan membalas dengan menewaskan 60 orang atau lebih, maka yang demikian ini tidak ada kemanfaatan buat kaum Muslimin dan tidak juga bagi orang-orang diledakkan bom di barisan mereka.
Oleh karena itu aku berpandangan apa yang dilakukan manusia dari cara-cara seperti itu adalah bunuh diri dengan tidak haq dan perbuatannya ini membawa dia ke neraka, semoga kita dilindungi Allah darinya.
📛❌ Dan pelakunya BUKAN SYAHID.
Tetapi kalau seseorang melakukannya karena dengan mentakwil, dengan dia mengira bahwa yang semacam ini dibolehkan didalam syari'at maka kita berharap dia terlepas dari dosa, tetapi untuk dikatakan dia syahid maka tidak.
Karena dia tidak menempuh jalan syahid yang benar, dan barangsiapa yang berijtihad dan dia salah maka baginya satu pahala.
🔵 Sumber:
http://goo.gl/j8ypCO @Berbagiilmuagama
::
🚇 AHLUS SUNNAH SALAFIYYUN MEYAKINI BAHWA BOM BUNUH DIRI HARAM SECARA MUTLAK
✍🏼 Asy-Syaikh Abdul Qadir bin Muhammad al-Junaid hafizhahullah berkata:
العمليات الانتحارية لا تحل مطلقا، وبهذا قال العلماء السلفيون، ودللوا. فأبى دعاة أزاهرة وإخوان وصوفية وقطبية وخرّجوا لها، فكان أن رجعت على بلاد المسلمين.
"Operasi-operasi bunuh diri tidak halal tanpa kecuali, dan ini merupakan pendapat para ulama salafy dan mereka telah menjelaskan dalil-dalilnya. Namun para da'i dari Universitas al-Azhar, kelompok al-Ikhwanul Muslimun, orang-orang shufi, dan para pengikut Sayyid Quthb menolaknya dan mencari-cari dalih yang membenarkannya, maka akibat buruknya menimpa negeri-negeri kaum muslimin."
🌍 Sumber || https://twitter.com/aljuned77/status/851189922274955265
@ForumSalafy
🚇 AHLUS SUNNAH SALAFIYYUN MEYAKINI BAHWA BOM BUNUH DIRI HARAM SECARA MUTLAK
✍🏼 Asy-Syaikh Abdul Qadir bin Muhammad al-Junaid hafizhahullah berkata:
العمليات الانتحارية لا تحل مطلقا، وبهذا قال العلماء السلفيون، ودللوا. فأبى دعاة أزاهرة وإخوان وصوفية وقطبية وخرّجوا لها، فكان أن رجعت على بلاد المسلمين.
"Operasi-operasi bunuh diri tidak halal tanpa kecuali, dan ini merupakan pendapat para ulama salafy dan mereka telah menjelaskan dalil-dalilnya. Namun para da'i dari Universitas al-Azhar, kelompok al-Ikhwanul Muslimun, orang-orang shufi, dan para pengikut Sayyid Quthb menolaknya dan mencari-cari dalih yang membenarkannya, maka akibat buruknya menimpa negeri-negeri kaum muslimin."
🌍 Sumber || https://twitter.com/aljuned77/status/851189922274955265
@ForumSalafy
Twitter
عبد القادر الجنيد
العمليات الانتحاريةلاتحل مطلقا،وبهذا قال العلماءالسلفيون،ودللوا. فأبى دعاةأزاهرةوإخوان وصوفيةوقطبيةوخرّجوا لها،فكان أن رجعت على بلادالمسلمين
Forwarded from Salafy Indonesia
Jangan Lupa sore ini Pemerintah melalui kementrian agama, akan mengadakan sidang Isbat penetapan awal Ramadhan In sya Allah
::
🚇 AKIDAH SALAF DALAM MENGHADAPI ANCAMAN KHAWARIJ DAN MALING
Al-Imam Ali Ibnul Madiniy –rahimahullah- berkata:
“Dan halal untuk qitaal /memerangi khawarij dan pencuri apabila mereka mengancam jiwa dan hartanya. Ataupun (ancaman) selain jiwanya.
⚔🛡 Maka boleh untuk memerangi dalam rangka pembelaan diri dan melindungi hartanya sampai ia mempertahankannya dalam posisi yang demikian.
▪Namun tidak boleh baginya --apabila mereka menjauh dan meninggalkannya—untuk mengejar mereka dan mengikuti jejak mereka (sebab) sungguh ia telah selamat dari mereka. Adapun (mengejar dan mengikuti mereka) itu dikembalikan kepada imam (pemerintah).
▪Tidak lain ia hanya membela dirinya pada posisinya (saat itu). Dan ia sungguh berupaya meniatkan tidak ingin membunuh seorangpun. Kemudian apabila terjadi lewat tangannya(membunuh) ketika melindungi dirinya dalam pergulatan maka semoga Allah binasakan orang yang terbunuh itu.
▪Apabila ia yang terbunuh dalam kondisi tersebut –ketika sedang membela diri dan hartanya- kita mengharapkan mati syahid untuknya. Sebagaimana disebut di dalam atsar.
✍🏻 Dan seluruh atsar tidak lain yang diperintah adalah al-qitaal (memeranginya) bukan al-qatl (membunuhnya).
🔺Dan tidak boleh ia menegakkan hukum had atas mereka. Namun ia menyerahkannya kepada orang yang Allah jadikan wali (pemegang urusannya yaitu pemerintah). Maka wali itu yang memberi hukum kepadanya (khawarij atau maling).
📖 Al-Jaami’ fi Aqaaid wa Rasaaili Ahlissunnah wal Atsar, hal.444
# muhibbukum fillah
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
🚇 AKIDAH SALAF DALAM MENGHADAPI ANCAMAN KHAWARIJ DAN MALING
Al-Imam Ali Ibnul Madiniy –rahimahullah- berkata:
“Dan halal untuk qitaal /memerangi khawarij dan pencuri apabila mereka mengancam jiwa dan hartanya. Ataupun (ancaman) selain jiwanya.
⚔🛡 Maka boleh untuk memerangi dalam rangka pembelaan diri dan melindungi hartanya sampai ia mempertahankannya dalam posisi yang demikian.
▪Namun tidak boleh baginya --apabila mereka menjauh dan meninggalkannya—untuk mengejar mereka dan mengikuti jejak mereka (sebab) sungguh ia telah selamat dari mereka. Adapun (mengejar dan mengikuti mereka) itu dikembalikan kepada imam (pemerintah).
▪Tidak lain ia hanya membela dirinya pada posisinya (saat itu). Dan ia sungguh berupaya meniatkan tidak ingin membunuh seorangpun. Kemudian apabila terjadi lewat tangannya(membunuh) ketika melindungi dirinya dalam pergulatan maka semoga Allah binasakan orang yang terbunuh itu.
▪Apabila ia yang terbunuh dalam kondisi tersebut –ketika sedang membela diri dan hartanya- kita mengharapkan mati syahid untuknya. Sebagaimana disebut di dalam atsar.
✍🏻 Dan seluruh atsar tidak lain yang diperintah adalah al-qitaal (memeranginya) bukan al-qatl (membunuhnya).
🔺Dan tidak boleh ia menegakkan hukum had atas mereka. Namun ia menyerahkannya kepada orang yang Allah jadikan wali (pemegang urusannya yaitu pemerintah). Maka wali itu yang memberi hukum kepadanya (khawarij atau maling).
📖 Al-Jaami’ fi Aqaaid wa Rasaaili Ahlissunnah wal Atsar, hal.444
# muhibbukum fillah
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Forwarded from منتدى نشر الفـــــــوائد
::
_Dijawab Oleh Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad as-Sarbini hafidzahullah_
HARI BERPUASA
“Hari berpuasa adalah hari ketika kalian semua berpuasa (bersama pemerintah), hari Idul Fitri adalah hari ketika kalian semua beridul fitri (bersama pemerintah), dan hari Idul Adha adalah hari ketika kalian semua ber-Idul Adha (bersama pemerintah).” (HR. at-Tirmidzi 697)
Apakah hadits ini sahih? Siapa yang dimaksud pemerintah?
08562XXXXXXX
Jawaban:
Ya, hadits tersebut sahih dan merupakan dalil yang menguatkan berpuasa dan berhari raya bersama pemerintah, sebagaimana telah kami terangkan pada buku kami Fikih Puasa Lengkap.
Pemerintah yang berijtihad menetapkan masuk-keluarnya Ramadhan serta hari raya berdasarkan ru’yah hilal atau menggenapkan bulan menjadi 30 tatkala hilal tidak terlihat. Alhamdulillah, pemerintah kita termasuk dalam jenis ini.
PUASA IKUT PEMERINTAH, 'IED IKUT MUHAMADIYAH
Bolehkah puasa ikut pemerintah, tetapi shalat id ikut Muhamadiyah di lapangan (mendahului pemerintah)? Karena jika ikut pemerintah shalat Idnya dilaksanakan di masjid yang merupakan perbuatan bid’ah.
08585XXXXXXX
Jawaban:
Yang benar adalah puasa dan ‘Id bersama pemerintah walaupun pemerintah shalat ‘Id di masjid.
Shalat ‘Id di masjid tidak mutlak bid’ah. Menurut guru kami yang mulia, al-Imam Muqbil bin Hadi al-Wadi’i rahimahullah, “Shalat ‘Id di masjid padahal ada mushalla (tanah lapang) menyelisihi sunnah. Adapun berkeyakinan shalat ‘Id di masjid lebih utama, itu adalah bid’ah.”
Namun, shalat ‘Id bersama Muhammadiyah berarti bergabung shalat dengan hizbiyun yang membangun amalannya berdasarkan bid’ah hisab dan mengajak kaum muslimin untuk keluar dari sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam—yakni bahwa penetapan puasa dan ‘Id adalah wewenang pemerintah, bukan pribadi dan golongan.
•••
📊 http://asysyariah.com/tanya-jawab-ringkas-seputar-puasa-dan-hari-raya/
🚇 MEMULAI DAN MENGAKHIRI PUASA IKUT KEPUTUSAN PEMERINTAH
_Dijawab Oleh Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad as-Sarbini hafidzahullah_
HARI BERPUASA
“Hari berpuasa adalah hari ketika kalian semua berpuasa (bersama pemerintah), hari Idul Fitri adalah hari ketika kalian semua beridul fitri (bersama pemerintah), dan hari Idul Adha adalah hari ketika kalian semua ber-Idul Adha (bersama pemerintah).” (HR. at-Tirmidzi 697)
Apakah hadits ini sahih? Siapa yang dimaksud pemerintah?
08562XXXXXXX
Jawaban:
Ya, hadits tersebut sahih dan merupakan dalil yang menguatkan berpuasa dan berhari raya bersama pemerintah, sebagaimana telah kami terangkan pada buku kami Fikih Puasa Lengkap.
Pemerintah yang berijtihad menetapkan masuk-keluarnya Ramadhan serta hari raya berdasarkan ru’yah hilal atau menggenapkan bulan menjadi 30 tatkala hilal tidak terlihat. Alhamdulillah, pemerintah kita termasuk dalam jenis ini.
PUASA IKUT PEMERINTAH, 'IED IKUT MUHAMADIYAH
Bolehkah puasa ikut pemerintah, tetapi shalat id ikut Muhamadiyah di lapangan (mendahului pemerintah)? Karena jika ikut pemerintah shalat Idnya dilaksanakan di masjid yang merupakan perbuatan bid’ah.
08585XXXXXXX
Jawaban:
Yang benar adalah puasa dan ‘Id bersama pemerintah walaupun pemerintah shalat ‘Id di masjid.
Shalat ‘Id di masjid tidak mutlak bid’ah. Menurut guru kami yang mulia, al-Imam Muqbil bin Hadi al-Wadi’i rahimahullah, “Shalat ‘Id di masjid padahal ada mushalla (tanah lapang) menyelisihi sunnah. Adapun berkeyakinan shalat ‘Id di masjid lebih utama, itu adalah bid’ah.”
Namun, shalat ‘Id bersama Muhammadiyah berarti bergabung shalat dengan hizbiyun yang membangun amalannya berdasarkan bid’ah hisab dan mengajak kaum muslimin untuk keluar dari sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam—yakni bahwa penetapan puasa dan ‘Id adalah wewenang pemerintah, bukan pribadi dan golongan.
•••
📊 http://asysyariah.com/tanya-jawab-ringkas-seputar-puasa-dan-hari-raya/
PENGUMUMAN 1 RAMADHAN 1439 H
Berdasarkan hasil sidang isbat, ditetapkan 1 Ramadan 1439H bertepatan dengan hari Kamis tanggal 17 Mei 2018.
#RamadhanMubarak
Berdasarkan hasil sidang isbat, ditetapkan 1 Ramadan 1439H bertepatan dengan hari Kamis tanggal 17 Mei 2018.
#RamadhanMubarak
::
🚇 HUKUM UCAPAN RAMADHAN KARIM
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan,
"Hukumnya, kalimat Ramadhan karim (yang mulia, yang dermawan) tidak benar. Hanya saja yang bisa diucapkan adalah "Ramadhan Mubarak" (semoga engkau mendapatkan) Ramadhan yang diberkahi, dan yang semisal ini.
Dikarenakan Ramadhan itu bukanlah bulan ini sendiri yang memberikan (berbagai kebaikan) sehingga ia dikatakan sebagai karim (dermawan). Hanya Allah Ta'ala saja yang meletakkan keutamaan di bulan ini."
📚 Majmu' Fatawa asy-Syaikh Ibni Utsaimin 20 pertanyaan no. 254 |@majalahqonitah
🚇 HUKUM UCAPAN RAMADHAN KARIM
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan,
"Hukumnya, kalimat Ramadhan karim (yang mulia, yang dermawan) tidak benar. Hanya saja yang bisa diucapkan adalah "Ramadhan Mubarak" (semoga engkau mendapatkan) Ramadhan yang diberkahi, dan yang semisal ini.
Dikarenakan Ramadhan itu bukanlah bulan ini sendiri yang memberikan (berbagai kebaikan) sehingga ia dikatakan sebagai karim (dermawan). Hanya Allah Ta'ala saja yang meletakkan keutamaan di bulan ini."
📚 Majmu' Fatawa asy-Syaikh Ibni Utsaimin 20 pertanyaan no. 254 |@majalahqonitah
Forwarded from منتدى نشر الفـــــــوائد
.:
Ⓜ MENUNDA MINTA MAAF HANYA DI BULAN RAMADHAN DAN HARI RAYA
🎙Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed حَفِظَهُ اللهُ
| Dauroh "BERSIAP MENUJU HARI YANG TIADA AKHIR" | Ahad, 10 Sya'ban 1438 / 07 Mei 2017 di Masjid At-Taqwa, Penampon Wonokoyo, Beji Pasuruan - Jawa Timur
📨 (1,2 MB) - Durasi [03:56]
______
)* Juga penjelasan tentang keutamaan meminta maaf dan hakikat orang yang bangkrut (muflis)
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
Ⓜ MENUNDA MINTA MAAF HANYA DI BULAN RAMADHAN DAN HARI RAYA
🎙Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed حَفِظَهُ اللهُ
| Dauroh "BERSIAP MENUJU HARI YANG TIADA AKHIR" | Ahad, 10 Sya'ban 1438 / 07 Mei 2017 di Masjid At-Taqwa, Penampon Wonokoyo, Beji Pasuruan - Jawa Timur
📨 (1,2 MB) - Durasi [03:56]
______
)* Juga penjelasan tentang keutamaan meminta maaf dan hakikat orang yang bangkrut (muflis)
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Forwarded from منتدى نشر الفـــــــوائد
.:
Ⓜ APA ADA DALIL YANG MENSYARI'ATKAN UNTUK MEMINTA MAAF KEPADA ORANGTUA, SAUDARA ATAU REKAN-REKAN SEBELUM MEMASUKI RAMADHAN?
🎙 Al-Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy -hafidzahullah-
📊 (2,4 MB) - Durasi [09:40]
| Kajian : "BERPEGANG TEGUH KEPADA SUNNAH BAGAI MEMEGANG BARA API" | Ahad, 10 Sya'ban 1438H / 07 Mei 2017 M di Masjid At-Tauhid, Kompleks Ma'had as Salafy Babakan, Kab. Cirebon
________
(*)Juga penjelasan tentang Do'a Malaikat Jibril yang diaminkan Rosululloh ﷺ
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
Ⓜ APA ADA DALIL YANG MENSYARI'ATKAN UNTUK MEMINTA MAAF KEPADA ORANGTUA, SAUDARA ATAU REKAN-REKAN SEBELUM MEMASUKI RAMADHAN?
🎙 Al-Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy -hafidzahullah-
📊 (2,4 MB) - Durasi [09:40]
| Kajian : "BERPEGANG TEGUH KEPADA SUNNAH BAGAI MEMEGANG BARA API" | Ahad, 10 Sya'ban 1438H / 07 Mei 2017 M di Masjid At-Tauhid, Kompleks Ma'had as Salafy Babakan, Kab. Cirebon
________
(*)Juga penjelasan tentang Do'a Malaikat Jibril yang diaminkan Rosululloh ﷺ
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Forwarded from منتدى نشر الفـــــــوائد
Baca juga :
▪️Salah Tafsir Hadits Do'a Malaikat Jibril
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/3705
▪️Kesalahan Menjelang Ramadhan
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/3726
▪️Menunda Minta Maaf kecuali ketika Sebelum Ramadhan
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/3709
▪️Salah Tafsir Hadits Do'a Malaikat Jibril
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/3705
▪️Kesalahan Menjelang Ramadhan
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/3726
▪️Menunda Minta Maaf kecuali ketika Sebelum Ramadhan
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/3709
Telegram
Forum Berbagi Faidah [ FBF ]
🔘🔘🔘
————————————————————
🚇 HUKUM MEMINTA MAAF SEBELUM MEMASUKI RAMADHAN
Oleh : Al-Ustadz Muhammad Afifuddin hafidzahullah
————————————————————
🅾Apakah boleh MEMINTA MAAF kepada saudara-saudara muslim sebelum memasuki Ramadhan? Sebagaimana saat ini marak…
————————————————————
🚇 HUKUM MEMINTA MAAF SEBELUM MEMASUKI RAMADHAN
Oleh : Al-Ustadz Muhammad Afifuddin hafidzahullah
————————————————————
🅾Apakah boleh MEMINTA MAAF kepada saudara-saudara muslim sebelum memasuki Ramadhan? Sebagaimana saat ini marak…
