منتدى نشر الفـــــــوائد
7.54K subscribers
4.31K photos
259 videos
279 files
5.62K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
::
🚇 APA YANG BISA KITA LAKUKAN JIKA TETANGGA KITA MERAYAKAN NATAL? BAGAIMANA JIKA TETANGGA YANG NON-MUSLIM MENINGGAL?

🎙Oleh :
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin حفظه الله

📆 Audio Kajian "Hak & Kewajiban Muslim Dalam Bertetangga" | Jum'at, 4 Rabi'uts Tsani 1439 H ~ 22 Desember 2017 di Masjid Al-Muhajirin, Manglayang Regency, Cimekar, Cileunyi, Bandung

📊 Durasi 05:24 [1,5 MB]


••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
::
🚇 APA ADA FATWA JIHAD BERANGKAT KE PALESTINA UNTUK KONDISI SEKARANG? MENGAPA ARAB SAUDI TIDAK TERJUN MENGERAHKAN MILITERNYA MELAWAN YAHUDI ISRAEL?

🎙Oleh :
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin حفظه الله

📆 Audio Kajian "Ta'awwun Dalam Dakwah" | Sabtu, 4 Rabi'uts Tsani 1439 H ~ 23 Desember 2017 di Rumah Belajar As-Salafy, Manglayang Regency, Cimekar, Cileunyi, Bandung

📊 Durasi 06:28 [1,7 MB]


••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
::
🚇 Masbuk Bersegera Mengikuti Gerakan Imam, Semoga Menjadi Sebab datangnya Ampunan

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin –rahimahullah-



Pertanyaan:

Apakah boleh bagi seorang yang shalat -dan lewat satu raka’at darinya lalu mendapati imam sedang sujud- untuk ia bertakbir kemudian sujud? Ataukah ia menunggu sampai imam bangkit?



Jawaban:

Hal yang utama jika seseorang datang dan imam dalam suatu keadaan, untuk ia masuk bersama imam bagaimanapun keadaannya. Sehingga jika ia mendapati imam sedang sujud maka ia bertakbir lalu sujud berdasarkan sabda Nabi -shalallahu ‘alaihi wasallam-:

« مَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلَّوْا ، وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا »

“Apa yang kalian temui maka shalatlah(mengikuti keadaan imam) dan apa yang luput maka sempurnakanlah!”  [H.R. al-Bukhari dan Muslim].

Dan dikarenakan satu sujud ini yang ia sujud di dalamnya bisa jadi adalah sebab untuk ampunan dosa-dosanya. Sehingga ia tidak melewatkannya untuk dirinya.

Oleh karenanya hendaknya ia sujud lalu bangkit bersama imamnya. Namun ia tidak menghitungnya sebagai satu raka’at sebab satu raka’at tidak didapat kecuali dengan mendapati rukuk (bersama imam).

Liqaa’aatul Baabil Maftuh: 1/ 510.

📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafidzahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
::
🚇 Hukum dan Adab Membaca Kisah-kisah Perselisihan antara Para Shahabat

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin -rahimahullah-

Pertanyaan:

Kami telah mendengar dari Anda bahwa seseorang yang khawatir atas dirinya terhadap kisah-kisah para Shahabat dan fitnah-fitnah yang terjadi antara mereka, agar ia tidak membacanya.

Saya pernah beberapa kali membaca apa yang terjadi terhadap Husain (bin ‘Ali bin Abi Thalib) radhiallahu ‘anhu dan saya bersumpah sungguh andai saya hadir pasti saya akan menolongnya.

Apa pendapat Anda dalam hal ini? Apakah ada kekeliruan atasku?



Jawaban:

Saya berpendapat –sebagaimana telah kamu dengar- bahwa apa yang terjadi antar para Shahabat berupa pertempuran dan peperangan agar TIDAK membacanya KECUALI seorang yang aman atas dirinya dari berlaku zalim terhadap salah seorang Shahabat. Hal tersebut dikarenakan (penulisan) tarikh/ sejarah terdapat kebohongan atas fakta. Terlebih apa yang datang dari Syi’ah Rafidhah. Sebab mereka senyatanya menyelewengkan sejarah dengan penyimpangan yang sangat besar. Dan mereka membuat kedustaan terhadap Bani Umayyah dengan kedustaan yang sangat jelek -_wal’iyadzubillah_-.

Adapun tarikh yang pertengahan dan adil semisal kitab al-Bidayah wan Nihaayah karya Ibnu Katsir, terkadang seseorang khawatir atas dirinya. Bukan karena kecondongan kepada salah seorang dari mereka(Shahabat). Keberpihakan kepada salah seorang mereka tidak mengapa NAMUN hendaknya ia waspada untuk dirinya dari menyesatkan, menyalahkan, membenci, dan memusuhi pihak yang lain. Dan hal inilah yang terlarang.

Bagaimanapun keadaannya, setiap orang menimbang dirinya. Jika ia khawatir terjatuh fitnah atas dirinya maka meninggalkan apa yang ia takutkan dari suatu fitnah adalah lebih baik.

[Liqaa’aatul Baabil Maftuuh, 1/ 523]


📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafidzahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
::
🚇 APA PENYEBAB SEBAGIAN IKHWAH SULIT/ BERMALAS-MALASAN KETIKA DIAJAK BERTA'AWWUN? BIASANYA YANG TA'AWWUN HANYA IKHWAH ITU-ITU SAJA

🎙Oleh :
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin حفظه الله

📆 Audio Kajian "Ta'awwun Dalam Dakwah" | Sabtu, 4 Rabi'uts Tsani 1439 H ~ 23 Desember 2017 di Rumah Belajar As-Salafy, Manglayang Regency, Cimekar, Cileunyi, Bandung

📊 Durasi 12:26 [3,1 MB]

(*) Juga Penjelasan maksud dan ukuran "berta'awwun semampunya"

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
PDKT VIA MEDIA SOSIAL?
📚 BULETIN AL-FAIDAH 📜
EDISI 36, Vol 2/Tahun 4/1439 H.

"HIDUP ASYIK TANPA MUSIK"

Dapatkan edisi lengkapnya di:

🌍 http://www.tamaamulminnah.com/
JOIN Telegram
📲 @TamaamulMinnah
::

🚇 PESTA TAHUN BARU MASEHI


Perayaan malam tahun baru Masehi selalu identik dengan acara-acara seperti berikut:

- Meniup terompet [tasyabbuh]
- Bertukaran hadiah [tasyabbuh]
- Menyalakan kembang api [mubazir]
- Konvoi [kejahilan]
- Menghitung detik-detik tengah malam [kejahilan]
- Menonton layanan malam [haram]
- Berpesta pora di larut malam [kemaksiatan]
- Dan lain-lain


⛔️ Pelanggaran-pelanggaran lainnya:

- Kumpul campur baur pria-wanita [haram]
- Pesta musik, disko, dan menari [haram]
- Pesta miras dan narkoba [dosa besar]
- Perjudian [dosa besar]
- Kegaduhan dan perkelahian [maksiat]
- Membuang-buang waktu [mubadzir]
- Menghabiskan waktu dan tenaga [kejahilan]
- Menghambur-hamburkan uang [mubazir]
- Mengganggu kesehatan fisik [sia-sia]
- Begadang hingga luput dari shalat subuh [dosa besar]
- Tidak mengingkari kemungkaran [dosa]
- Ikut dalam berbagai kemaksiatan [dosa]
- Mengganggu istirahat orang lain [dosa]
- Dan lain-lain

Telah disinggung sebelumnya bahwa tahun baru Masehi sangat erat kaitannya dengan unsur keagamaan Nasrani. Namun walaupun demikian realitanya, tidak sedikit di antara anak-anak muslimin yang terjerembab ke dalam jurang-jurang kejahilan tersebut.

Bandingkan saja. Peringatan tahun baru Hijriyah merupakan kesia-siaan belaka karena hal itu tidak pernah ada tuntunannya dari Rasulullah maupun para Sahabat. Kendati tahun Hijriyah telah disepakati sebagai kalender resmi kaum muslimin secara absah. Sebab segala bentuk perbuatan yang disandarkan kepada Islam harus memiliki asas dasar dari Alqur'an maupun Sunnah Nabawiyah.

Lalu bagaimana dengan pemeriahan tahun baru Masehi yang bersumber dari kaum Nasrani? Ini merupakan perbuatan 'tasyabbuh', yakni bentuk penyerupaan diri kepada adat kegamaan orang-orang kafir. Dan tasyabbuh telah dilarang oleh Rasulullah -shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau bersabda:

مَنْ تَشَبّهَ بِقَوْم فَهُوَ مِنْهُم.

"Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut."
(HR. Bukhori dan yang selainnya)



••••
AD al-Pasimiy
📨 https://alpasimiy.com/ada-apa-dengan-natal-dan-tahun-baru-masehi/