منتدى نشر الفـــــــوائد
7.54K subscribers
4.31K photos
259 videos
279 files
5.62K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
KEUTAMAAN ISTRI SHALIHAH
::
🚇Cara Mudah Agar Amalan Dunia Berbarokah dan Bernilai Ibadah


Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’diy –rahimahullah-

“...Maka siapa yang bermaksud dengan usaha dan amalan duniawi serta adat kebiasaannya sebagai alat bantu untuk menegakkan hak Allah dan melaksanakan apa-apa yang wajib dan mustahab –dan ia menyertakan niat yang shalihah ini ketika makan, minum, tidur, istirahat, dan mencari penghasilan- niscaya :

◾️Adat kebiasaannya tersebut berganti menjadi ibadah,

◾️Allah memberkahi hamba tersebut dalam amalan-amalan(dunia)nya,

◾️ dan dibukakan untuknya pintu-pintu (amalan) kebaikan dan rezeki yang tidak pernah ia sangka serta tak pernah terbetik sedikitpun dalam dirinya.

Dan siapa yang luput darinya niat shalihah (dalam mengerjakan amalan-amalan duniawi) karena kejahilannya atau meremehkan maka janganlah ia menyalahkan kecuali dirinya sendiri(karena tidak mendapatkan apa yang tersebut di atas, pent.).

Dan di dalam __ash-shahih__ dari Nabi –shalallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

إنَّكَ لَنْ تَعْمَلَ عَمَلاً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللهِ إلاَّ أُجِرْتَ عَلِيْهِ حَتَّى مَا تَجْعَلُه في فيِّ امرأتِك

“Sungguh tidaklah engkau melakukan suatu amalan(dunia) yang dengannya engkau mengharap wajah Allah kecuali mesti engkau diberi pahala, sampai-sampai apa yang kamu suapkan ke dalam mulut istrimu.” H.R. Al-Bukhari dan Muslim. (*)

Bahjatu Quluubil Abraar, hal. 12.

-------------------------------------------------

(*) Catatan:

Lafal hadits dalam riwayat di dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim adalah:

وإنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللهِ إلاَّ أُجِرْتَ بِهَا حَتَّى مَا تَجْعَلُ في فيِّ امرأتِك

“Sungguh tidaklah engkau menafkahkan sesuatu yang dengannya kamu mengharap wajah Allah kecuali mesti engkau diberi pahala dengannya, sampai-sampai apa yang kamu suapkan ke dalam mulut istrimu.”

📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafidzahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
::
🚇 APA YANG BISA KITA LAKUKAN JIKA TETANGGA KITA MERAYAKAN NATAL? BAGAIMANA JIKA TETANGGA YANG NON-MUSLIM MENINGGAL?

🎙Oleh :
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin حفظه الله

📆 Audio Kajian "Hak & Kewajiban Muslim Dalam Bertetangga" | Jum'at, 4 Rabi'uts Tsani 1439 H ~ 22 Desember 2017 di Masjid Al-Muhajirin, Manglayang Regency, Cimekar, Cileunyi, Bandung

📊 Durasi 05:24 [1,5 MB]


••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
::
🚇 APA ADA FATWA JIHAD BERANGKAT KE PALESTINA UNTUK KONDISI SEKARANG? MENGAPA ARAB SAUDI TIDAK TERJUN MENGERAHKAN MILITERNYA MELAWAN YAHUDI ISRAEL?

🎙Oleh :
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin حفظه الله

📆 Audio Kajian "Ta'awwun Dalam Dakwah" | Sabtu, 4 Rabi'uts Tsani 1439 H ~ 23 Desember 2017 di Rumah Belajar As-Salafy, Manglayang Regency, Cimekar, Cileunyi, Bandung

📊 Durasi 06:28 [1,7 MB]


••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
::
🚇 Masbuk Bersegera Mengikuti Gerakan Imam, Semoga Menjadi Sebab datangnya Ampunan

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin –rahimahullah-



Pertanyaan:

Apakah boleh bagi seorang yang shalat -dan lewat satu raka’at darinya lalu mendapati imam sedang sujud- untuk ia bertakbir kemudian sujud? Ataukah ia menunggu sampai imam bangkit?



Jawaban:

Hal yang utama jika seseorang datang dan imam dalam suatu keadaan, untuk ia masuk bersama imam bagaimanapun keadaannya. Sehingga jika ia mendapati imam sedang sujud maka ia bertakbir lalu sujud berdasarkan sabda Nabi -shalallahu ‘alaihi wasallam-:

« مَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلَّوْا ، وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا »

“Apa yang kalian temui maka shalatlah(mengikuti keadaan imam) dan apa yang luput maka sempurnakanlah!”  [H.R. al-Bukhari dan Muslim].

Dan dikarenakan satu sujud ini yang ia sujud di dalamnya bisa jadi adalah sebab untuk ampunan dosa-dosanya. Sehingga ia tidak melewatkannya untuk dirinya.

Oleh karenanya hendaknya ia sujud lalu bangkit bersama imamnya. Namun ia tidak menghitungnya sebagai satu raka’at sebab satu raka’at tidak didapat kecuali dengan mendapati rukuk (bersama imam).

Liqaa’aatul Baabil Maftuh: 1/ 510.

📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafidzahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net