منتدى نشر الفـــــــوائد
7.54K subscribers
4.31K photos
260 videos
279 files
5.63K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
Forwarded from SALAFY BANDUNG
🌳 Seri Rumah Belajar:
MENGENAL RASA (INDERA PENGECAP)


🍂 02:25 (3,4 MB)
:.
Ⓜ️ PERINGATAN TERKAIT PERAYAAN ISRA MI'RAJ

Yang mulia Syaikh Muhaddits Muqbil bin Hadi Al-Wadii rahimahullah


Beliau rahimahullah berkata: Disini ada perkara yang ingin saya ingatkan, yaitu:

Bahwasanya tidak ada yang tsabit kalau Nabi ﷺ menjalani Isra dan Miraj pada malam 27 Rajab.

▪️Kita beriman kalau Allah Ta'ala telah memuliakan NabiNya dan memperjalankan beliau (pada peristiwa Isra) sebelum hijrah kenabian.

“سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ”

"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya". (QS. Al-Isra 1)

▪️Kita beriman kalau Allah memuliakan NabiNya dan memperjalankan beliau ke Baitul Maqdis. Kemudian beliau diangkat ke langit dunia. Kemudian setelah itu ke langit yang tertinggi, dan Allah mewajibkan kepada beliau shalat lima waktu yang demikian itu sebelum hijrah. Kita beriman dengan hal ini.

▪️Dan tidak memudharatkan kita kalau kita tidak mengetahui waktunya. Dan hal ini telah disebutkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam kitabnya yang sangat berharga:  Tabyiin al-‘ajab fima warada fi fadhli rajab.

👉 Oleh karena itu maka mereka yang merayakan malam Isra Miraj di Al-Haramain, Mesir, Yaman,  Sudan dan di kebanyakan negeri-negeri Islam:  itu berada diatas kebodohan, di atas kebidahan, dan diatas kesesatan.

Ini semua, mereka telah mengumpulkan antara kebodohan, yaitu kebodohan waktu terjadinya Isra Miraj, dengan kebidahan, karena Nabi ﷺ tidak pernah melakukannya. Dan mereka mengumpulkan antara kesesatan karena Nabi ﷺbersabda: 

” كل بدعـــة ضلالـــة”

“Setiap kebidahan itu adalah sesat.”

Maka Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun jika kebodohan kaum muslimin mencapai tingkatan ini. Wallahul musta’an.

***
Sumber: Dari kaset (Ifadat At-Tabiih bi ajwibati as’ilati bait al-Faqih)

ــــــــــــــــــــ
📇 تنبيه حول الاحتفال بالإسراء والمعراج
لفضيلة الشيخ المحدّث مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله

يقول رحمه الله :

وهنا أمرٌ أريد أن انبه عليه وهو :
أنه لم يثبت أنه أسري بالنبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم ليلة سبعة وعشرين من رجب
نؤمن بأن الله أكرم نبيه وأسرى به قبل الهجرة النبوية
“سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ”
نؤمن بأن الله أكرم نبيه وأسرى به إلى بيت المقدس
ثم عُرج به إلى السماء الدنيا
ثم بعد هذا إلى السماوات العلى ، وفرض الله عليه الفرائض وذلكم قبل الهجرة نؤمن بهذا
ولا يضرنا إذا جهلنا وقته

وقد ذكر هذا الحافظ ابن حجر في كتابه القيم :
<تبين العجب فيما ورد في فضل رجب>

 فعلى هذا :
فالذين يحتفلون بليلة الإسراء والمعراج في الحرمين وفي مصر وفي اليمن وفي السودان وفي كثير من البلاد الإسلامية :
على جهلٍ وعلى بدعةوعلى ضلالة كل هذا
جمعوا بين الجهل وهو جهل وقت الإسراء والمعراج
وجمعوا بين البدعة لأن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم لم يفعله
وجمعوا بين الضلالة لأن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم يقول :
” كل بدعة ضلالة”

? فإنا لله وإنا إليه راجعون إن بلغ بالمسلمين الجهل هذا المبلغ والله المستعان

 من شريط :
(إفادة التبيه بأجوبة أسئلة بيت الفقيه)

🌏 http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=3432

ــــــ ✵✵ ــــــ ✵✵ــــــ
? أُنشرُوهَا فَنشّرُ العِلمِ مِنْ أَعْظَمِ القُرُبَات
 تَــابِـعـُونَا عَبـرَ الـتـَلـِيـقَــ☟ـــرَام

http://soo.gd/Cq04

•••
forumsalafy.net/peringatan-terkait-perayaan-isra-miraj/
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
:.
Ⓜ️ HUKUM SHOLAT RAGHAIB
[ Mengkhususkan bulan Rajab dengan shalat tertentu ]


Sebagian kaum muslimin mengkhususkan bulan Rajab dengan mengerjakan shalat khusus sebanyak 12 rakaat antara Maghrib dengan Isya’ di malam Jum’at pertama bulan tersebut.

Shalat tersebut dikenal dengan istilah “shalat Raghaib”.

Shalat ini tidak ada tuntunan dan anjuran dari Nabi maupun para sahabat beliau.

Bahkan istilah “shalat Raghaib” ini baru didengar oleh manusia sekian ratus tahun setelah wafatnya Nabi dan para sahabat beliau.

◾️Tokoh dari mazhab Syafi’iyah, ‘Alauddin bin al-‘Aththar rahimahullah  berkata : 

“Hadits-hadits yang teriwayatkan tentang keutamaan Rajab dan shalat padanya, seluruhnya adalah palsu dengan kesepakatan para penukil hadits dan orang-orang yang adil”.


◾️Al-Hafizh Ibnu Rajab (mazhab Hanbali) berkata : 

“Maka adapun shalat, tidaklah sahih pengkhususan shalat di bulan Rajab. Hadits-hadits yang teriwayatkan tentang keutamaan shalat Raghaib di malam Jum’at pertama bulan Rajab adalah dusta, batil dan tidak sahih. Shalat ini adalah bid’ah menurut mayoritas ulama”.

•••
www.daarulihsan.com/475/
.:
MUWAZANAH: BOLEHKAH MEMBELA TOKOH YANG MENYIMPANG DENGAN DALIL DIA TELAH MENGISLAMKAN BANYAK ORANG (JASA & ANDIL KEBAIKANNYA BANYAK)?

🎙 Al-Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy -hafidzahullah-
(0,91 MB) - Durasi [03:49]


| Kajian Ilmiyah "Hikmah Dalam Dakwah" | Sabtu, 4 Rajab 1438 H / 1 April 2017 M di Masjid Al-Jihad
( Komplek Ma'had Tahfidzul Qur'an Al-Manshuroh ) Jl. Urip Sumoharjo 202 Gumilir – Cilacap


_____
)* Sebagaimana hadits Abu Hurairah:

وَإِنَّ اللَّهَ لَيُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الْفَاجِرِ

“Sesungguhnya Allah terkadang membela/menolong agama ini melalui orang yang fajir.” (HR. Bukhari 3062 dan Muslim 111)

•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
.:
🚇 PROBLEMATIKA SUAMI ISTERI (RUMAH TANGGA) DAN SOLUSINYA

🎙 Al-Ustadz Abdurrahman Lombok -hafidzahullah-
(8,8 MB) - Durasi [49:34]


| Tausiyah Jum'at, 2 Rajab 1438H / 31 Maret 2017 di Masjid Abu Bakr Ash-Shiddiq (Kompleks Muhajirin Samping Perum DPRD Kebun Cengkeh Ambon)


•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
:.
🚇 APA HUKUM ARISAN ?


Dijawab oleh: al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad as-Sarbini حفظه الله



Arisan dikenal oleh sebagian
orang  Arab dengan istilah jam’iyyah (kumpulan peserta arisan). Ini termasuk masalah kontemporer yang tengah marak ditekuni oleh banyak kaum muslimin mengingat manfaat yang mereka rasakan darinya. Masalah ini diperselisihkan oleh ulama ahli fatwa masa kini.


🅾 1. ADA YANG BERPENDAPAT HARAM

Al-‘Allamah Shalih al-Fauzan hafizhahullah berfatwa, “Ini dinamakan pengutangan di antara sekumpulan orang (arisan) dan perkara ini kehalalannya diragukan. Sebab, arisan adalah piutang dengan syarat adanya timbal balik dengan diutangi pula dan termasuk piutang yang menarik manfaat. Karena dua alasan tersebut, arisan haram. Diantara ulama ada yang berfatwa boleh dengan alasan manfaat yang ditarik karena pengutangan itu tidak khusus pada salah satu pihak (pemiutang) melainkan pada kedua belah pihak. Menurut saya, yang rajih (terkuat) adalah pendapat pertama (yang mengharamkan). Dalilnya adalah sabda Nabi ﷺ,

كُلُّ قَرْضٍ جَرَّ مَنْفَعَةً فَهُوَ رِبًا.

“Setiap piutang yang menarik suatu manfaat, hal itu adalah riba.”1 (LihatkitabAsna al-Mathalib hlm. 240, al- Ghammaz ‘ala al-Lammaz hlm. 173, dan Tamyiz al-Khabits min ath-Thayyib hlm. 124)

Seluruh ulama telah sepakat atas makna yang terkandung pada hadits ini, sementara itu arisan termasuk dalam makna ini. Selain itu, arisan termasuk pengutangan yang mengandung syarat diutangi pula sebagai timbal baliknya, padahal Nabi ﷺ melarang adanya dua akad dalam satu akad. Wallahu a’lam.”2


🅾2. ADA YANG BERPENDAPAT BOLEH

Ini adalah fatwa Ibnu Baz—bersama Haiat Kibar al-‘Ulama (Dewan Ulama Besar Kerajaan Arab Saudi) yang dipimpinnya—dan Ibnu ‘Utsaimin. Berikut kutipan fatwa mereka:

◾️ Al-Imam Ibnu Baz rahimahumullah ditanya mengenai hukum arisan. Gambarannya, sekelompok pengajar mengumpulkan sejumlah uang di akhir bulan dari gaji mereka, lalu mereka memberikannya kepada salah seorang dari mereka, lalu diberikan kepada orang berikutnya di akhir bulan berikutnya, demikian seterusnya sampai seluruh peserta mengambil uang yang telah dikumpulkannya selama ini.

Beliau rahimahullah menjawab,

“Hal itu tidak mengapa. Arisan adalah piutang yang tidak mengandung syarat memberi tambahan manfaat kepada siapa pun. Majelis Haiat Kibar al-‘Ulama telah mempelajari masalah ini dan mayoritas  mereka membolehkannya mengingat adanya maslahat untuk seluruh peserta arisan tanpa mengandung mudarat. Hanya Allah l yang memberi taufik.”


◾️ Al-Imam Ibnu ‘Utsaimin berfatwa dalam syarah Bulughul Maram,

“Terjadi masalah di kalangan para pegawai yang gajinya dipotong setiap bulan (untuk dikumpulkan) senilai tertentu menurut kesepakatan mereka. Uang itu lantas diberikan kepada salah seorang dari mereka di bulan pertama, lalu kepada orang kedua di bulan kedua, dan seterusnya hingga uang itu bergilir kepada seluruh peserta (arisan). Apakah masalah ini tergolong piutang yang menarik manfaat/riba?

👉Jawabannya, tidak. Hal itu bukan piutang yang menarik manfaat/ riba, karena tidak ada peserta yang mendapatkan uang lebih dari jumlah yang telah diberikannya. Ada yang berkata, ‘Bukankah disyaratkan piutang itu dibayar sepenuhnya kepadanya, yang berarti syarat pada piutang (yang menarik manfaat/riba)?’

Kami jawab bahwa hal itu bukan syarat adanya akad lain, tetapi sematamata syarat agar utang itu dilunasi. Artinya, peserta memberikannya kepada peserta lainnya dengan syarat ia mengembalikannya kepadanya senilai itu juga, tidak lebih dari itu.

Berdasarkan keterangan ini, pendapat bahwa arisan termasuk piutang yang menarik manfaat/riba adalah anggapan yang keliru. Sebab, arisan adalah piutang yang tidak mengandung penarikan manfaat/riba sama sekali. Seandainya peserta memiutangi uang senilai seribu dengan syarat dikembalikan dua ribu, tentu saja hal itu tidak boleh, karena tergolong piutang yang menarik manfaat/riba.”

**Alhasil, yang benar menurut kami adalah pendapat yang membolehkan. Adapun kedua alasan yang dikemukakan oleh al-‘Allamah al-Fauzan sebagai dasar untuk menghukumi har
amnya arisan telah terbantah pada kedua fatwa ini. Arisan bukan piutang yang menarik manfaat/riba, karena setiap peserta arisan tidak mengambil uang lebih dari uangnya sendiri yang dikumpulkannya selama berjalannya arisan.**

Arisan bukan pengutangan yang mengandung syarat diutangi pula sebagai timbal baliknya. Sebab, setiap peserta yang mendapat undian (giliran) untuk mendapatkan sejumlah uang arisan yang terkumpul berarti dia diutangi oleh peserta arisan berikutnya (yang belum dapat giliran).

Adapun peserta yang telah dapat giliran, setorannya untuk membayar utangnya kepada peserta-peserta yang belum dapat giliran. Demikianlah seterusnya hingga berakhir.

Jadi, tidak ada sama sekali persyaratan akad lain yang membonceng padanya untuk memetik riba.

Wallahu a’lam.

Namun, pada perkembangannya ada model-model arisan yang diboncengi dengan lelang motor atau semacamnya yang perlu diwaspadai.

👉Sebab, boleh jadi itu tergolong pengutangan yang menarik manfaat/riba sehingga haram. Hal itu apabila peserta arisan yang mendapat giliran di putaran-putaran berikutnya atau putaran terakhir diuntungkan oleh peserta-peserta sebelumnya dengan mendapat kelebihan dari nilai uang yang dikumpulkannya selama arisan berlangsung. 

Wallahul musta’an.



••••
📨 Sumber:
http://asysyariah.com/problem-anda-hukum-arisan/