.:
💵🍜📛
-----------
Ⓜ BENARKAH UMUR DUNIA INI HANYA 1500 TAHUN (15 KURUN)? SETELAH ITU KIAMAT?
📊 03:26 (0,97 MB)
🔬 Al-Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy -hafidzahullah- | Kajian "Al-Wala wal Baro' dalam Pandangan Salaf" | Jum'at 13 Robi'ul Awwal 1438 H ~ 30 Desember 2016 di Masjid Ali bin Abi Thalib, TEGAL.
•••
📶 tlgrm.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
💵🍜📛
-----------
Ⓜ BENARKAH UMUR DUNIA INI HANYA 1500 TAHUN (15 KURUN)? SETELAH ITU KIAMAT?
📊 03:26 (0,97 MB)
🔬 Al-Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy -hafidzahullah- | Kajian "Al-Wala wal Baro' dalam Pandangan Salaf" | Jum'at 13 Robi'ul Awwal 1438 H ~ 30 Desember 2016 di Masjid Ali bin Abi Thalib, TEGAL.
•••
📶 tlgrm.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
.:
Ⓜ APAKAH MENABUNG & BERINVESTASI TERMASUK KATEGORI "MENIMBUN HARTA" YANG TERLARANG?
📊 03:15 (0,97MB)
🔬 Al-Ustadz Qomar Su'aidy -hafidzahullah- | Kajian "Dosa-dosa Besar" | Jum'at, 8 Robi'uts Tsani 1438 H ~ 6 Januari 2017 di Masjid Umar Ibnul Khottob, PEKALONGAN.
•••
📶 tlgrm.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
Ⓜ APAKAH MENABUNG & BERINVESTASI TERMASUK KATEGORI "MENIMBUN HARTA" YANG TERLARANG?
📊 03:15 (0,97MB)
🔬 Al-Ustadz Qomar Su'aidy -hafidzahullah- | Kajian "Dosa-dosa Besar" | Jum'at, 8 Robi'uts Tsani 1438 H ~ 6 Januari 2017 di Masjid Umar Ibnul Khottob, PEKALONGAN.
•••
📶 tlgrm.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
::
🚇SAYYIDUL ISTIGHFAR (PEMUKA ISTIGHFAR)
Ada sebuah Dzikir yang disebut Nabi sebagai ‘Sayyidul Istighfar’ (Pemuka Istighfar). Keistimewaannya Luar Biasa.
Barangsiapa yang Membacanya di Waktu Pagi dengan Penuh Keyakinan, kemudian Meninggal sebelum Datangnya waktu Malam, maka Dia Masuk ke dalam Surga.
Barangsiapa yang Membacanya di Waktu Malam dengan Penuh Keyakinan dan Meninggal sebelum Datangnya Pagi, maka ia Masuk ke dalam Surga (H.R alBukhari).
🎯 Bacaan Sayyidul Istighfar itu adalah sebagai berikut :
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
"Ya Allah Engkaulah Tuhanku, Tidak Ada Sesembahan yang Berhak Disembah selain Engkau. Engkau Menciptakan Aku, Aku HambaMu, dan Aku akan Berusaha Memenuhi Perjanjian denganmu Semaksimal mungkin Sesuai Kemampuanku. Aku Berlindung KepadaMu dari Keburukan Perbuatanku. Aku Mengakui Seluruh NikmatMu Untukku dan Aku Mengakui Seluruh Sosaku. Maka Ampunilah Aku, karena Sesungguhnya Tidak Ada yang Bisa Mengampuni Dosa kecuali Engkau".
☝️ Sayyidul Istighfar Tidak Cukup hanya Dibaca.
Harus Diiringi dengan Keyakinan yang Kuat.
Beberapa Makna yang Terkandung dalam Sayyidul Istighfar :
1⃣. Ikrar Tauhid : Ya Allah Engkaulah Tuhanku, Tidak Ada Sesembahan yang Berhak Disembah selain Engkau.
2⃣. Pengakuan : Sebagai hamba Allah
3⃣. Berlimpahnya Nikmat yang Allah Berikan kepada Kita.
4⃣. Banyaknya Dosa yang Kita Lakukan.
5⃣. Tidak Ada yang Bisa Mengampuni Dosa kecuali Allah.
6⃣. Berlindung kepada Allah dari Keburukan Perbuatan Kita.
7⃣. Berupaya untuk Selalu Menjalankan Ketaatan kepada Allah : Aku akan Berusaha Memenuhi Perjanjian denganmu Semaksimal mungkin sesuai Kemampuanku.
Perjanjian dengan Allah itu adalah Menjalankan PerintahNya dan Menjauhi LaranganNya. Itulah TAQWA yang Sebenarnya.
Poin-poin di atas adalah Tawassul (Kalimat-kalimat pengantar untuk Semakin Mendekatkan Diri kepada Allah), sedangkan Inti Permintaannya adalah: Maka AMPUNILAH AKU (YA ALLAH).
•••
📗 Dikutip dari Buku "Sukses Dunia Akhirat dengan Istighfar dan Taubat." | Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.
@alistiqomah
🚇SAYYIDUL ISTIGHFAR (PEMUKA ISTIGHFAR)
Ada sebuah Dzikir yang disebut Nabi sebagai ‘Sayyidul Istighfar’ (Pemuka Istighfar). Keistimewaannya Luar Biasa.
Barangsiapa yang Membacanya di Waktu Pagi dengan Penuh Keyakinan, kemudian Meninggal sebelum Datangnya waktu Malam, maka Dia Masuk ke dalam Surga.
Barangsiapa yang Membacanya di Waktu Malam dengan Penuh Keyakinan dan Meninggal sebelum Datangnya Pagi, maka ia Masuk ke dalam Surga (H.R alBukhari).
🎯 Bacaan Sayyidul Istighfar itu adalah sebagai berikut :
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
"Ya Allah Engkaulah Tuhanku, Tidak Ada Sesembahan yang Berhak Disembah selain Engkau. Engkau Menciptakan Aku, Aku HambaMu, dan Aku akan Berusaha Memenuhi Perjanjian denganmu Semaksimal mungkin Sesuai Kemampuanku. Aku Berlindung KepadaMu dari Keburukan Perbuatanku. Aku Mengakui Seluruh NikmatMu Untukku dan Aku Mengakui Seluruh Sosaku. Maka Ampunilah Aku, karena Sesungguhnya Tidak Ada yang Bisa Mengampuni Dosa kecuali Engkau".
☝️ Sayyidul Istighfar Tidak Cukup hanya Dibaca.
Harus Diiringi dengan Keyakinan yang Kuat.
Beberapa Makna yang Terkandung dalam Sayyidul Istighfar :
1⃣. Ikrar Tauhid : Ya Allah Engkaulah Tuhanku, Tidak Ada Sesembahan yang Berhak Disembah selain Engkau.
2⃣. Pengakuan : Sebagai hamba Allah
3⃣. Berlimpahnya Nikmat yang Allah Berikan kepada Kita.
4⃣. Banyaknya Dosa yang Kita Lakukan.
5⃣. Tidak Ada yang Bisa Mengampuni Dosa kecuali Allah.
6⃣. Berlindung kepada Allah dari Keburukan Perbuatan Kita.
7⃣. Berupaya untuk Selalu Menjalankan Ketaatan kepada Allah : Aku akan Berusaha Memenuhi Perjanjian denganmu Semaksimal mungkin sesuai Kemampuanku.
Perjanjian dengan Allah itu adalah Menjalankan PerintahNya dan Menjauhi LaranganNya. Itulah TAQWA yang Sebenarnya.
Poin-poin di atas adalah Tawassul (Kalimat-kalimat pengantar untuk Semakin Mendekatkan Diri kepada Allah), sedangkan Inti Permintaannya adalah: Maka AMPUNILAH AKU (YA ALLAH).
•••
📗 Dikutip dari Buku "Sukses Dunia Akhirat dengan Istighfar dan Taubat." | Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.
@alistiqomah
::
🚇SHALAT DALAM KEADAAN JUNUB KARENA LUPA
Al-Ustadz Muhammad Sarbini hafidzahullah
➰Seseorang dalam keadaan junub kemudian shalat fardhu. Kondisi dia pada saat itu dalam keadaan sakit (demam). Ia ingat setelah masuk dua kali shalat fardhu. Apakah shalat yang dilakukannya sah? Jika harus mengqadha, bagaimana caranya?
Jawaban:
Shalat fardhu yang dilaksanakan tanpa mandi karena lupa, wajib diqadha. Jika demam dan akan termudaratkan oleh air (tambah sakit atau memperlama kesembuhan), boleh tayammum.
Cara mengqadhanya digabung keduanya pada waktu zhuhur. Jadi, setelah shalat zhuhur, langsung qadha zhuhur lalu qadha ashar.
📊asysyariah.com/tanya-jawab-ringkas-edisi-102/
🚇SHALAT DALAM KEADAAN JUNUB KARENA LUPA
Al-Ustadz Muhammad Sarbini hafidzahullah
➰Seseorang dalam keadaan junub kemudian shalat fardhu. Kondisi dia pada saat itu dalam keadaan sakit (demam). Ia ingat setelah masuk dua kali shalat fardhu. Apakah shalat yang dilakukannya sah? Jika harus mengqadha, bagaimana caranya?
Jawaban:
Shalat fardhu yang dilaksanakan tanpa mandi karena lupa, wajib diqadha. Jika demam dan akan termudaratkan oleh air (tambah sakit atau memperlama kesembuhan), boleh tayammum.
Cara mengqadhanya digabung keduanya pada waktu zhuhur. Jadi, setelah shalat zhuhur, langsung qadha zhuhur lalu qadha ashar.
📊asysyariah.com/tanya-jawab-ringkas-edisi-102/
::
🚇WAS-WAS DARI SYAITHAN
_Majalah Asy Syariah Edisi 035_
Tanya:
ِSaya sering dikuasai rasa was-was. Bila saya ingin melintasi sebuah jalan, rasa was-was itu menghantui saya hingga saya merasa bahwa jalan yang saya lalui salah, seharusnya lewat sisi yang lain.
Ketika hendak makan, setan juga menyusupkan was-was pada diri saya bahwa makanan saya tidak sehat dan menimbulkan mudarat. Karenanya saya mohon nasihat antum, semoga Allah Ta'ala memberi balasan kebaikan kepada antum.
Jawab:
Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah menjawab:
“Was-was itu dari setan, sebagaimana Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman:
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4)
“Katakanlah (ya Muhammad): Aku berlindung kepada Rabb manusia. Rajanya manusia. Sesembahan manusia, dari kejelekan was-was al-khannas.” (An-Nas: 1-4)
Al-Khannas adalah setan.
Maka wajib bagi anda wahai saudaraku untuk berta’awwudz kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aladari was-was tersebut serta berhati-hati dari tipu daya setan.
Dan hendaknya pula anda berketetapan hati dalam melakukan segala urusan anda. Jika anda melewati sebuah jalan maka mantapkanlah, terus anda lalui hingga anda memang mengetahui dengan yakin di jalan tersebut ada sesuatu yang akan mengganggu. Jika memang demikian, tinggalkanlah.
Demikian pula ketika memakan makanan. Jika anda tidak tahu ada perkara yang membuat makanan tersebut diharamkan, makanlah serta tinggalkan was-was yang ada.
👉🏽Saat berwudhu juga demikian, terus kerjakan dan tinggalkan segala was-was yang mungkin membisikkan, “Anda tidak menyempurnakan wudhu”, “Anda belum melakukan ini dan itu”, teruskan wudhu anda selama anda pandang telah menyempurnakannya. Lalu pujilah Allah Subhaanahu wa Ta'ala. Demikian pula saat anda mengerjakan shalat.
Hati-hatilah anda dari was-was dalam segala sesuatu, yakinlah itu dari setan. Bila anda mendapati suatu was-was dalam jiwa anda, berlindunglah kepada Allah Subhaanahu wa Ta'ala dari setan serta teruskan apa yang sedang anda lakukan.
Berketetapan hatilah hingga membuat jengkel setan musuh anda. Hingga pada akhirnya ia tidak dapat menguasai anda setelah sebelumnya dapat melakukannya karena sikap lembek anda kepadanya. Kita mohon perlindungan kepada Allah k dari kejelekan dan tipu daya setan.” (Fatawa Nurun ‘Alad Darbi, hal. 76)
📊asysyariah.com/was-was-dari-syaithan/
🚇WAS-WAS DARI SYAITHAN
_Majalah Asy Syariah Edisi 035_
Tanya:
ِSaya sering dikuasai rasa was-was. Bila saya ingin melintasi sebuah jalan, rasa was-was itu menghantui saya hingga saya merasa bahwa jalan yang saya lalui salah, seharusnya lewat sisi yang lain.
Ketika hendak makan, setan juga menyusupkan was-was pada diri saya bahwa makanan saya tidak sehat dan menimbulkan mudarat. Karenanya saya mohon nasihat antum, semoga Allah Ta'ala memberi balasan kebaikan kepada antum.
Jawab:
Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah menjawab:
“Was-was itu dari setan, sebagaimana Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman:
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4)
“Katakanlah (ya Muhammad): Aku berlindung kepada Rabb manusia. Rajanya manusia. Sesembahan manusia, dari kejelekan was-was al-khannas.” (An-Nas: 1-4)
Al-Khannas adalah setan.
Maka wajib bagi anda wahai saudaraku untuk berta’awwudz kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aladari was-was tersebut serta berhati-hati dari tipu daya setan.
Dan hendaknya pula anda berketetapan hati dalam melakukan segala urusan anda. Jika anda melewati sebuah jalan maka mantapkanlah, terus anda lalui hingga anda memang mengetahui dengan yakin di jalan tersebut ada sesuatu yang akan mengganggu. Jika memang demikian, tinggalkanlah.
Demikian pula ketika memakan makanan. Jika anda tidak tahu ada perkara yang membuat makanan tersebut diharamkan, makanlah serta tinggalkan was-was yang ada.
👉🏽Saat berwudhu juga demikian, terus kerjakan dan tinggalkan segala was-was yang mungkin membisikkan, “Anda tidak menyempurnakan wudhu”, “Anda belum melakukan ini dan itu”, teruskan wudhu anda selama anda pandang telah menyempurnakannya. Lalu pujilah Allah Subhaanahu wa Ta'ala. Demikian pula saat anda mengerjakan shalat.
Hati-hatilah anda dari was-was dalam segala sesuatu, yakinlah itu dari setan. Bila anda mendapati suatu was-was dalam jiwa anda, berlindunglah kepada Allah Subhaanahu wa Ta'ala dari setan serta teruskan apa yang sedang anda lakukan.
Berketetapan hatilah hingga membuat jengkel setan musuh anda. Hingga pada akhirnya ia tidak dapat menguasai anda setelah sebelumnya dapat melakukannya karena sikap lembek anda kepadanya. Kita mohon perlindungan kepada Allah k dari kejelekan dan tipu daya setan.” (Fatawa Nurun ‘Alad Darbi, hal. 76)
📊asysyariah.com/was-was-dari-syaithan/