منتدى نشر الفـــــــوائد
7.53K subscribers
4.31K photos
260 videos
279 files
5.63K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
َا أَوْ ذُو مَحْرَمٍ

_“Tidak boleh seorang wanita safar selama dua hari kecuali bersama suami atau mahramnya.”_

Dalam riwayat yang lain disebutkan dengan lafadz يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ (satu hari satu malam):

لاَ يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ تُسَافِرَ مَسِيرَةَ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ لَيْسَ مَعَهَا مَحْرَمٍ

_“Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk safar sejauh perjalanan sehari semalam tanpa disertai mahram.”_ (Muttafaqun ‘alaih dari hadits Abu Hurairah)

*Riwayat-riwayat ini menunjukkan bahwa safar tidak dibatasi dengan perjalanan tiga hari.*

Ibnu Qudamah berkata: “Tidak ada dasar yang jelas untuk menentukan batasan jarak safar. Karena menetapkan batasan jarak safar membutuhkan nash (dalil) yang datang dari Allah Ta'ala atau Rasul-Nya ﷺ.”

Sedangkan dalam Al-Qur’an 3 dan As-Sunnah 4, safar disebutkan secara mutlak tanpa dikaitkan dengan batasan tertentu.

Dalam kaidah fiqhiyah disebutkan: “Sesuatu yang mutlak tetap berada di atas kemutlakannya sampai datang sesuatu yang memberi batasan atasnya.”

Ketika tidak ada pembatasan jarak safar dalam syariat (nash), demikian pula tidak ada pembatasannya dalam bahasa Arab, *maka pembatasan safar kembali kepada ‘urf (kebiasaan masyarakat setempat)*.

Selama masyarakat setempat menganggap/ menyatakan perjalanan tersebut adalah safar, maka perjalanan itu adalah safar yang disyariatkan untuk mengqashar shalat dan berbuka puasa di dalamnya.

*Pendapat yang paling kuat –wallahu a’lam– adalah pendapat Ibnu Qudamah dan yang lainnya, bahwa batasan safar kembali kepada ‘urf (kebiasaan masyarakat setempat).*

Pendapat ini dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan muridnya Al-’Allamah Ibnul Qayyim. Demikian pula dikuatkan oleh Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dan Syaikhuna Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahumullah. (lihat Al-Mughni 2/542-543, Al-Majmu’ 4/150, Majmu’Al-Fatawa 24/21, Asy-Syarhul Mumti’ 4/497, Al-Jam’u baina Ash-Shalataini fis Safar hal. 122)

Wallahu a’lam.

 
__________
1) Mahram adalah lelaki yang diharamkan menikahinya selama-lamanya, disebabkan adanya hubungan nasab (keturunan), hubungan pernikahan, dan persusuan. Lihat Syarh Riyadhish Shalihin, Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin, no. 990)

2) Yakni hadits Ibnu ’Umar Radhiyallaahu 'anhuma:

لاَ تُسَافِرُ الْمَرْأَةُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ

_“Tidak boleh seorang wanita safar selama tiga hari kecuali bersama mahramnya.”_

3) Firman Allah Ta'ala:

“Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar shalatmu, jika kamu takut diserang orang-orang kafir.” (An-Nisa’: 101)

Juga firman Allah Ta'ala:

“Dan barangsiapa sakit atau dalam safar (kemudian berbuka) maka hendaknya ia berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkannya itu.” (Al-Baqarah: 185)

4) Di antaranya, dari Abdullah bin Umar Radhiyallaahu 'anhuma dia berkata:

صَحِبْتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ فَكَانَ لاَ يَزِيدُ فِي السَّفَرِ عَلَى رَكْعَتَيْنِ، وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ كَذَلِكَ

“Aku telah menemani Rasulullah ﷺ, maka beliau tidak pernah menambah lebih dari dua rakaat dalam safar. Demikian pula aku menemani Abu Bakr, ‘Umar, dan ‘Utsman seperti itu.” (Muttafaqun alaih, lafadz ini adalah lafadz Al-Bukhari)


•••
📇 http://asysyariah.com/safar-dan-batasannya/
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
.:
📫🌳🎒
═══════════
A ᴜ ᴅ ɪ ᴏ R ᴇ ᴋ ᴀ ᴍ ᴀ ɴ
═══════════
```🚇 DETIK-DETIK FUTURNYA SESEORANG``
[ 9 Penyebab Futur dan Solusi untuk Melewati Rintangan-rintangan Istiqomah]

🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafidzahullah

🕌📆 Sabtu, 17 Dzulqo'dah 1437 H / 20 Agustus 2016 M ll Masjid al-Atsary Sindangkasih Majalengka. Link bit.ly/2b8mh8x


📶 Bagian 1
Durasi 55:13 (9,52 MB)

📶 Bagian 2
Durasi 50:11 (8,65 MB


ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 Channel Telegram:
👉 bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
💽📇🌍
-----------
🚇 NASEHAT EMAS UNTUK YANG SEDANG MENGALAMI MASA FUTUR (LEMAH IMAN /JENUH/ MALAS IBADAH)


🔬 Disampaikan Oleh:

◾️Al-Ustadz Muhammad As-Sewed -hafizhahullah-
◾️Al-Ustadz Muhammad Afifuddin -hafidzahullah-
◾️Al-Ustadz Usamah Mahri -hafidzahullah-

____________
)* juga dijelaskan:
▪️Tips mengatasi kondisi mogok belajar (futur) pada anak
▪️Bahayanya futur dalam bermanhaj
▪️Kisah keteguhan para Salaf dalam membela prinsip agama

---------------------------------------------------------
Bagian 1 Durasi 33:02 (5,71 MB)
Bagian 2 Durasi 1:10:38 (12,34 MB)

••••••••
#futur #fatrah #jenuh #nasehat #lemah_iman #malas #semangat
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
🏀 www.alfawaaid.net
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
:.
```🚇METODE YANG BAIK DALAM MENYELEKSI KITAB```



Berkata Asy Syaikh Muqbil Al-Wadi'iy - semoga Allah merahmatinya -:

"Kemudian apabila dimudahkan bagimu ( untuk mendapatkan) seseorang yang dapat mengajarimu ilmu -yang ia termasuk seorang yang engkau tsiqoh (percaya) akan agamanya- maka bersemangatlah untuk bermajelis dengannya dan mengajak orang-orang menuju kepada (majelis)nya.

Kalau tidak (engkau dapatkan seorang pengajar yang tepercaya) maka aku nasihatkan padamu untuk membuat maktabah (perpustakaan) yang engkau kumpulkan sebahagian besar kitab-kitab Sunnah dan engkau duduk di dalamnya (mempelajari kitab-kitab tersebut) sampai Allah bukakan (ilmu) atasmu.

Adapun perkataan seorang (ahli hikmah) yang berucap *

من كان شيخه الكتاب كان خطؤه أكثر من الصواب

"Barangsiapa yang gurunya adalah kitab-kitab, kesalahannya (dalam pemahaman) lebih banyak daripada benarnya,"

Maka ucapan ini (berlaku) apabila dia tidak baik dalam MENYELEKSI KITAB dan meninggalkan (pemahaman) akalnya pada kitab tersebut.

Adapun (mempelajari) kitab-kitab Sunah tidaklah demikian.



حسن انتقاء الكتاب

قال الشيخ مقبل الوادعي -رحمه الله تعالى-: "فإن تيسر لك من يعلمك ممن تثق ودينه فاحرص على مجالسته ودعوة الناس إليه، وإلا فأنصحك بتكوين مكتبة تجمع جل كتب السنة والعكوف فيها حتي يفتح الله عليك.

-وأما قول من قال: من كان شيخه الكتاب كان خطؤه أكثر من الصواب، فهذا إذا لم يحسن اختيار الكتاب ويودع عقله مع الكتاب أما كتب السنة فلا يكون كذلك".

📓النصح لطلبة العلم وسائر السلفيين |
صـ ٥٨ - ٥٩


_____________
📋 مقولة :" من كان شيخه كتابه ، كثر خطؤه على صوابه "
محله : فيما كان من العلم طريقه السماع والرواية ، كضبط القرآن العظيم ، وقراءته ، وضبط الروايات الحديثية ، وأسماء الأعلام والبقاع ، أما ما كان من باب النظر والاستنباط والاستدلال ، فهذا لا يقال فيه ذلك "
[قاله الشيخ محمد بازمول حفظه الله / الانتصار لأهل الحديث ١٨٠]

Perkataan: "Barangsiapa yang gurunya adalah kitab, kesalahannya lebih banyak daripada benarnya"

Penempatannya adalah pada bidang ilmu yang jalan (mempelajari)nya dengan cara mendengar dan berdasar periwayatan seperti:
mengoreksi harokat Al-Quran 'Adhim dan bacaannya
dan mengoreksi harokat dari riwayat-riwayat hadits, nama-nama tokoh, dan nama tempat.

Adapun dalam hal :
mempelajari,
istinbath (mencari kesimpulan hukum)
serta istidlal (pencarian dalil)
maka amalan ini tidaklah dikatakan padanya ucapan yang demikian itu."

[ Perkataan Asy Syaikh Muhammad Bazmoul -semoga Allah menjaganya- dalam:
الانتصار لأهل الحديث ١٨٠]


••••
Sumber :
مجموعة البركة مع اكابركم

Alih Bahasa: al-Ustadz Abu Ukkasyah Harits (Purbalingga) hafidzahullah
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
💾 Channel Telegram:
👉🏽 bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
:.
```🚇 Bayan dari Syaikh Sulaiman ar-Ruhailiy hafidzahullah Bahwa Pernyataan Beliau yang Disebarkan Halabiyyun Bukan Tazkiyah Namun Nasihat kepada Mereka```


بسم الله الرحمن الرحيم

الحمدلله وحده والصلاة والسلام على من لانبي بعده وبعد:

Dalam kunjunganku yang terakhir ke negara Indonesia pada tahun 1437 dari Hijriyah, aku menyampaikan Muhadhoroh di Masjid Agung Jogjakarta.

Lalu pengurus Markiz Syaikh Ibnu Baaz* memohon untuk kami mengunjungi markiz tersebut.

Di tengah perjalanan terungkap bagiku -ketika berbincang dengan ikhwah* bahwa mereka tidak memahami keadaan (penyimpangan) Abul Hasan al-Ma'ribiy.

وعند وصولنا للمركز لفت نظري الوجود الواضح لجمعية إحياء التراث

Dan di saat kami tiba di markiz (Bin Baaz) tersebut, tampak dalam perhatianku wujud nyata keberadaan Ihyaut Turats (di markiz itu).

Sehingga aku pun menasihati para pengurus markiz (Bin Baaz) tentang kondisi (sebenarnya). Dan menasihatkan kepada mereka akan:
Wajibnya berpegang teguh dengan Manhaj Salaf dan
Menentang segala yang menyelisihinya
Juga menjauh dari Ahlut Talawwun wal Fitan

Dan aku telah menulis di secarik kertas sebagai bentuk nasihat yang aku masukkan perkara global yang telah kami sebutkan.

Sungguh telah sampai (berita) kepadaku dari beberapa ikhwah (Salafi) bahwa para pengurus markiz (Bin Baaz) tersebut menyebarkan kertas tersebut sebagai tazkiyah terhadap markiz (Bin Baaz) dan penguat bagi thoriqoh yang ia (markiz) berada di atasnya.

ولما لم تكن الزيارة وكتابة الورقة بقصد تزكية المركزوانما بقصد النصيحة ووجدت أن الورقة نشرت علنا واستعملت في غير مقصودها

Dan karena :
-BUKANLAH ziarah serta penulisan kertas (nasihat) itu bermaksud mentazkiyah markiz (Bin Baaz) -dan tidak lain tujuannya adalah sebuah nasihat-

dan aku temui bahwa kertas nasihat itu disebarluaskan secara nyata dan dimanfaatkan bukan pada maksud sebenarnya.

Aku melihat bahwa wajib atasku menjelaskan duduk perkaranya dengan terang-terangan dengan memohon kepada Rabb-ku agar memberi hidayah kepada kaum Muslimin seluruhnya untuk kembali kepada apa yang dahulu Salafus Shalih berada di atasnya dengan sebenar-benarnya dan jujur serta baik(dalam rujukan terhadap salaf.

Dan Allah lah Yang Maha Mengetahui. Shalawat Allah dan salam-Nya atas Nabi kitaﷺ.

Ditulis oleh:
_Sulaiman Ar-Ruhailiy_
Hari Rabu, 19 Dzulhijjah 1437H (beetepatan tanggal
21 September 2016_ed)
_____________

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمدلله وحده والصلاة والسلام على من لانبي بعده وبعد
ففي زيارتي الأخيرة لدولة أندونيسيا في عام 1437من الهجرة ألقيت محاضرة في الجامع الكبير في جوقجاكرتا ثم طلب القائمون على مركز الشيخ ابن باز أن نعرج على المركز في الطريق وظهر لي من الحديث مع الإخوة أنهم يجهلون حال أبي الحسن المأربي وعند وصولنا للمركز لفت نظري الوجود الواضح لجمعية إحياء التراث فبينت للقائمين على المركز الحال ونصحتهم بوجوب التمسك بمنهج السلف من كل وجه ونبذ كل مايخالفه والبعد عن أهل التلون والفتن وكتبت ورقة على سبيل النصيحة ضمنتها مجمل ماذكرناه وقد بلغني من عدد من الإخوة أن القائمين على المركز ينشرون تلك الورقة على أنها تزكية للمركز وتأييد للطريق الذي يسير عليه
ولما لم تكن الزيارة وكتابة الورقة بقصد تزكية المركزوانما بقصد النصيحة ووجدت أن الورقة نشرت علنا واستعملت في غير مقصودها رأيت أنه يجب علي بيان الأمر
علنا
سائلا ربي أن يهدي المسلمين جميعا إلى الرجوع إلى ماكان عليه سلف الأمة بحق وصدق وإحسان
والله أعلم وصلى الله على نبينا وسلم
كتبه:
سليمان الرحيلي
يوم الأربعاء ١٩-ذو الحجة-١٤٣٧هـ

📇 Sumber:
https://telegram.me/alrhailisolaiman


••••
Catatan:
)*Sururiyyun-Halabiyyun (ed)
____________________
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
💾 Channel Telegram:
👉 bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
Ingin bantu menyebarkan Sticker Dakwah RII hubungi 08179991819