Forwarded from منتدى نشر الفـــــــوائد
Saya betul-betul tidak mengerti, musibah apa ini?! wabah apa ini?! Yang (ternyata) mulai merambah dan tersebar di tengah-tengah sebagian manusia, lalu mereka menisbatkan bala' (bencana) dan kehinaan ini kepada dakwah salafiyah.
Wallahi wa Billahi wa Tallahi – dan saya tidak akan membatalkan sumpah ini – (benar-benar) ini bukan akhlak Ahlussunnah, dan bukan pula ia termasuk dari sifat-sifat para pengemban as-Sunnah, serta ia tidak (berada) di atas jalan petunjuk Rasulullah alaihish shalatu wa sallam sedikitpun !!
Wahai saudara-saudaraku, sudah cukup bagi kita, sudah cukup bagi kita – barakallahu fikum – sudah cukup bagi kita!!
Jangan kita menyandarkan perilaku kita yang buruk dan jelek, serta berbagai konspirasi dan persekongkolan ini kepada dakwah salafiyah, padahal dakwah salafiyah berlepas diri dari yang semacam ini!!
Apa lagi yang mau kita katakan? Apa lagi yang bisa dikatakan melebihi ini?!
Tidakkah engkau membawakan dalil atas perilaku-perilaku kotor dan kedengkian-kedengkian, serta dendam membara ini? Tidakkah engkau membawakan dalil atasnya yang menunjukkan atas (kebolehannya) dari dua wahyu (Al-Quran dan as-Sunnah)? Apakah engkau memiliki dalil-dalil yang sesuai dengan pemahaman para salaf umat ini, apakah engkau memilikinya?! Laa haula walaa quwwata illa billah
Bencana apalagi yang menimpa dakwah ini?! Tidak mungkin bencana ini datang dan penyakit-penyakit ini tersebar kecuali karena engkau masih mau mendengar dari orang-orang yang suka mendengar syubhat/kebatilan yang mengotori dakwah yang penuh berkah ini, dan menyusup di tengah-tengah barisan salafiyyin. Maka mereka telah membuat keonaran, kekacauan, kehancuran, serta bertindak lancang terhadap para ulama dan dalil-dalil syar'i. Bahkan mereka ini tidak terhubung dengan kaidah-kaidah/prinsip-prinsip Ahlussunnah!
Fitnah yang terjadi ini, (tidak dibangun) di atas akal sehat, apalagi berdasar kepada dalil-dalil syar'i, dan terlebih lagi mempertimbangkan kaidah-kaidah syar’iyah!!
Apa yang (sebenarnya) sedang terjadi ini – barakallahu fiik –?! Apa ini?!
Ketika Syaikhul lslam (Ibnu Taimiyah, pen.) rahimahullahu wa ghafara lahu, seorang imam yang terhormat ini. Saya sendiri tidak tahu bagaimana keterikatan/hubungan orang-orang itu dengan para imam yang tegak di atas as-Sunnah tersebut, dimanakah?! Hubungan apa ini! Hubungan yang terputus dan tidak bersambung dari kebanyakan mereka!
Syaikhul lslam rahimahullah berbicara dalam kitab Al-Istiqamah dan kitab yang lainnya, bahkan dalam kitab al-Amr bil Ma'ruf wa an-Nahyu anil Munkar, terkait permasalahan amar ma'ruf nahi mungkar, bahwasanya hal ini berdiri di atas 3 perkara:
1⃣ Pertama: llmu. Engkau tidak mungkin memerintahkan (yang ma'ruf) dan mencegah (kemungkaran) kecuali jika memiliki apa? (Memiliki) ilmu, yang berlandaskan apa? Yang berlandaskan Al-Quran dan as-Sunnah sesuai pemahaman salaful ummah. Itulah ilmu.
Syaikhul lslam mengatakan, “Tidak mungkin bagimu melakukannya kecuali dengan ilmu, yaitu hendaknya engkau memerintahkan (perkara yang ma'ruf) dengan ilmu.
2⃣ Kedua: Kelembutan. Sikap ini harus berjalan bersama ilmu, berbarengan dengan amar (ma'ruf) yang berdasarkan ilmu, yaitu hendaknya (amar ma'ruf) itu disertai dengan sikap lemah-lembut terhadap objek yang dilakukan padanya amar ma’ruf tersebut.
3⃣ Adapun yang ketiga: Beliau berkata, “Bersabar”.
Maka hendaknya engkau beramar ma'ruf berdasarkan ilmu, kemudian engkau bersikap lemah-lembut terhadap objek yang dilakukan padanya amar ma’ruf tersebut, dan berikutnya engkau bersabar terhadap objek yang dilakukan padanya amar ma’ruf tersebut.
Maka sungguh saya tidak mengerti keterikatan/hubungan orang-orang itu dengan (bimbingan) semacam ini?! Di mana posisi mereka terhadap ketetapan-ketetapan (ulama) semacam ini??
Kemudian datang setelahnya seseorang, ketika terjadi perselisihan – dan mayoritas yang terjadi itu adalah karena kepentingan-kepentingan pribadi – dia tidak mau mengucapkan salam, tidak mau berbicara, tidak mau mengundangku, tidak mau pergi bersamaku dan juga tidak mau datang bersamaku.
Wallahi wa Billahi wa Tallahi – dan saya tidak akan membatalkan sumpah ini – (benar-benar) ini bukan akhlak Ahlussunnah, dan bukan pula ia termasuk dari sifat-sifat para pengemban as-Sunnah, serta ia tidak (berada) di atas jalan petunjuk Rasulullah alaihish shalatu wa sallam sedikitpun !!
Wahai saudara-saudaraku, sudah cukup bagi kita, sudah cukup bagi kita – barakallahu fikum – sudah cukup bagi kita!!
Jangan kita menyandarkan perilaku kita yang buruk dan jelek, serta berbagai konspirasi dan persekongkolan ini kepada dakwah salafiyah, padahal dakwah salafiyah berlepas diri dari yang semacam ini!!
Apa lagi yang mau kita katakan? Apa lagi yang bisa dikatakan melebihi ini?!
Tidakkah engkau membawakan dalil atas perilaku-perilaku kotor dan kedengkian-kedengkian, serta dendam membara ini? Tidakkah engkau membawakan dalil atasnya yang menunjukkan atas (kebolehannya) dari dua wahyu (Al-Quran dan as-Sunnah)? Apakah engkau memiliki dalil-dalil yang sesuai dengan pemahaman para salaf umat ini, apakah engkau memilikinya?! Laa haula walaa quwwata illa billah
Bencana apalagi yang menimpa dakwah ini?! Tidak mungkin bencana ini datang dan penyakit-penyakit ini tersebar kecuali karena engkau masih mau mendengar dari orang-orang yang suka mendengar syubhat/kebatilan yang mengotori dakwah yang penuh berkah ini, dan menyusup di tengah-tengah barisan salafiyyin. Maka mereka telah membuat keonaran, kekacauan, kehancuran, serta bertindak lancang terhadap para ulama dan dalil-dalil syar'i. Bahkan mereka ini tidak terhubung dengan kaidah-kaidah/prinsip-prinsip Ahlussunnah!
Fitnah yang terjadi ini, (tidak dibangun) di atas akal sehat, apalagi berdasar kepada dalil-dalil syar'i, dan terlebih lagi mempertimbangkan kaidah-kaidah syar’iyah!!
Apa yang (sebenarnya) sedang terjadi ini – barakallahu fiik –?! Apa ini?!
Ketika Syaikhul lslam (Ibnu Taimiyah, pen.) rahimahullahu wa ghafara lahu, seorang imam yang terhormat ini. Saya sendiri tidak tahu bagaimana keterikatan/hubungan orang-orang itu dengan para imam yang tegak di atas as-Sunnah tersebut, dimanakah?! Hubungan apa ini! Hubungan yang terputus dan tidak bersambung dari kebanyakan mereka!
Syaikhul lslam rahimahullah berbicara dalam kitab Al-Istiqamah dan kitab yang lainnya, bahkan dalam kitab al-Amr bil Ma'ruf wa an-Nahyu anil Munkar, terkait permasalahan amar ma'ruf nahi mungkar, bahwasanya hal ini berdiri di atas 3 perkara:
1⃣ Pertama: llmu. Engkau tidak mungkin memerintahkan (yang ma'ruf) dan mencegah (kemungkaran) kecuali jika memiliki apa? (Memiliki) ilmu, yang berlandaskan apa? Yang berlandaskan Al-Quran dan as-Sunnah sesuai pemahaman salaful ummah. Itulah ilmu.
Syaikhul lslam mengatakan, “Tidak mungkin bagimu melakukannya kecuali dengan ilmu, yaitu hendaknya engkau memerintahkan (perkara yang ma'ruf) dengan ilmu.
2⃣ Kedua: Kelembutan. Sikap ini harus berjalan bersama ilmu, berbarengan dengan amar (ma'ruf) yang berdasarkan ilmu, yaitu hendaknya (amar ma'ruf) itu disertai dengan sikap lemah-lembut terhadap objek yang dilakukan padanya amar ma’ruf tersebut.
3⃣ Adapun yang ketiga: Beliau berkata, “Bersabar”.
Maka hendaknya engkau beramar ma'ruf berdasarkan ilmu, kemudian engkau bersikap lemah-lembut terhadap objek yang dilakukan padanya amar ma’ruf tersebut, dan berikutnya engkau bersabar terhadap objek yang dilakukan padanya amar ma’ruf tersebut.
Maka sungguh saya tidak mengerti keterikatan/hubungan orang-orang itu dengan (bimbingan) semacam ini?! Di mana posisi mereka terhadap ketetapan-ketetapan (ulama) semacam ini??
Kemudian datang setelahnya seseorang, ketika terjadi perselisihan – dan mayoritas yang terjadi itu adalah karena kepentingan-kepentingan pribadi – dia tidak mau mengucapkan salam, tidak mau berbicara, tidak mau mengundangku, tidak mau pergi bersamaku dan juga tidak mau datang bersamaku.
Forwarded from منتدى نشر الفـــــــوائد
(Hakikatnya ini hanyalah) perbuatan menang-menangan saja, pembiaran, saling acuh tak acuh, dan petaka!!
Wahai saudaraku,
Introspeksilah dirimu, evaluasilah perkaramu, dan perbaikilah urusanmu!!
Engkau harus membersihkan hatimu dari berbagai noda, kotoran, dan perkara-perkara najis ini!!
Semoga semuanya diberi taufik oleh Allah kepada apa yang terdapat padanya keridhaan-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabat beliau.
🖎 (Dicuplik dari Sesi Tanya Jawab Pelajaran Pertama “Syarh Kitab as-Sunnah li al-Muzani”, Pada acara Daurah Ilmiah yang dilaksanakan di Masjid Jami’ Amirul Mukminin Mu’awiyah bin Abi Sufyan Radhiyallahu 'anhuma, di Kota Hafr al-Bathin (Saudi Arabia), 22 Rabi’ul Akhir 1443 H)
Unduh Versi PDF
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9833
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Wahai saudaraku,
Introspeksilah dirimu, evaluasilah perkaramu, dan perbaikilah urusanmu!!
Engkau harus membersihkan hatimu dari berbagai noda, kotoran, dan perkara-perkara najis ini!!
Semoga semuanya diberi taufik oleh Allah kepada apa yang terdapat padanya keridhaan-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabat beliau.
🖎 (Dicuplik dari Sesi Tanya Jawab Pelajaran Pertama “Syarh Kitab as-Sunnah li al-Muzani”, Pada acara Daurah Ilmiah yang dilaksanakan di Masjid Jami’ Amirul Mukminin Mu’awiyah bin Abi Sufyan Radhiyallahu 'anhuma, di Kota Hafr al-Bathin (Saudi Arabia), 22 Rabi’ul Akhir 1443 H)
Unduh Versi PDF
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9833
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
PDF Nasehat:
Bolehkah Mengatakan, “Aku Memaafkannya, Namun Aku Tidak akan Melupakan Kesalahan-Kesalahannya.”?
Fadhilatu Asy-Syaikh al-‘Allamah Prof. DR. Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhari hafizhahullah
Audio Syaikh dan Transkripnya
🖎 (Dicuplik dari Sesi…
Bolehkah Mengatakan, “Aku Memaafkannya, Namun Aku Tidak akan Melupakan Kesalahan-Kesalahannya.”?
Fadhilatu Asy-Syaikh al-‘Allamah Prof. DR. Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhari hafizhahullah
Audio Syaikh dan Transkripnya
🖎 (Dicuplik dari Sesi…
Ustadz Abu Jundi
Ta'lim Online Ma'had Qoulan Sadida
💾 AUDIO REKAMAN KAJIAN BA'DA SHALAT MAGHRIB
🧭 TEMATIK
📚 Dengan tema :
"Faidah-Faidah Berharga dari Dauroh Imam Al Muzani I"
🎙️ Pemateri :
Al Ustadz Abu Jundi hafizahullah
📆 Selasa malam rabu, 2 Shafar 1444 H /29 Agustus 2022 M
🧭 TEMATIK
📚 Dengan tema :
"Faidah-Faidah Berharga dari Dauroh Imam Al Muzani I"
🎙️ Pemateri :
Al Ustadz Abu Jundi hafizahullah
📆 Selasa malam rabu, 2 Shafar 1444 H /29 Agustus 2022 M
👆👆👆
📡 LIVE SEKARANG..
Terjemah Muhadhoroh Situbondo:
📚 Mendulang Faidah dari Nasehat Al-'Allamah Abdullah al-Bukhari hafizhahullah
• Fadhilatusy Syaikh DR. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizhahullah
• Fadhilatusy Syaikh Shalah bin Futaini Kentusy hafizhahullah
📮 Rabu, 4 Shafar 1444 H/31 Agustus 2022 (malam ini Ba'da Maghrib sd Isya)
🎙 Bersama:
Al-Ustadz Abu Abdirrohman Sofian hafizhahullah
InsyaAllah streaming:
http://radio.itishom.org:8226/index.html
🕌 Tempat: Masjid al Fauzan, Sumberlele - Kraksaan, Probolinggo
📡 LIVE SEKARANG..
Terjemah Muhadhoroh Situbondo:
📚 Mendulang Faidah dari Nasehat Al-'Allamah Abdullah al-Bukhari hafizhahullah
• Fadhilatusy Syaikh DR. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizhahullah
• Fadhilatusy Syaikh Shalah bin Futaini Kentusy hafizhahullah
📮 Rabu, 4 Shafar 1444 H/31 Agustus 2022 (malam ini Ba'da Maghrib sd Isya)
🎙 Bersama:
Al-Ustadz Abu Abdirrohman Sofian hafizhahullah
InsyaAllah streaming:
http://radio.itishom.org:8226/index.html
🕌 Tempat: Masjid al Fauzan, Sumberlele - Kraksaan, Probolinggo
Forwarded from Kajian Islam Bondowoso
بســــــــــــــــــــــم الله الر حمن الر حيم
📣 HADIRILAH KAJIAN ISLAM ILMIAH KOTA BODOWOSO HARI INI INSYAALLAH
📚 Tema
"TEMATIK"
💺Pembicara:
🎙Al-Ustadz Abu Salim Rahmat Iqbal Zeelaya
حفظه اللــــــــه
🗓️ Insyaallah , Rabu 31 Agustus 2022 M/05 Safar 1444 H
⏰ Ba'da Isya' s/d selesai
🏠 Bertempat di:
Rumah Belajar Minhajul Atsar
Bondowoso
Jl.imam Bonjol gang 2/519 Rt.15 Rw 03 kademangan kec.Kota Bondowoso
https://maps.app.goo.gl/1o3A9mA8vh2ggBSY9
🦠 SESUAI DENGAN ANJURAN PEMERINTAH UNTUK:
#PakaiMasker
#CTPS
📻 LIVE Streaming di
💻 Aplikasi Radio Minhajul Atsar
📡Link donlot aplikasi radio https://play.google.com/store/apps/details?id=com.minhajul.atsar
___
📫 Penyelenggara:
🔰 Yayasan Minhajul Atsar Bondowoso
📡 Join Channel Telegram : https://t.me/KajianIslamBondowoso
📱Info: 085330656837
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
📣 HADIRILAH KAJIAN ISLAM ILMIAH KOTA BODOWOSO HARI INI INSYAALLAH
📚 Tema
"TEMATIK"
💺Pembicara:
🎙Al-Ustadz Abu Salim Rahmat Iqbal Zeelaya
حفظه اللــــــــه
🗓️ Insyaallah , Rabu 31 Agustus 2022 M/05 Safar 1444 H
⏰ Ba'da Isya' s/d selesai
🏠 Bertempat di:
Rumah Belajar Minhajul Atsar
Bondowoso
Jl.imam Bonjol gang 2/519 Rt.15 Rw 03 kademangan kec.Kota Bondowoso
https://maps.app.goo.gl/1o3A9mA8vh2ggBSY9
🦠 SESUAI DENGAN ANJURAN PEMERINTAH UNTUK:
#PakaiMasker
#CTPS
📻 LIVE Streaming di
💻 Aplikasi Radio Minhajul Atsar
📡Link donlot aplikasi radio https://play.google.com/store/apps/details?id=com.minhajul.atsar
___
📫 Penyelenggara:
🔰 Yayasan Minhajul Atsar Bondowoso
📡 Join Channel Telegram : https://t.me/KajianIslamBondowoso
📱Info: 085330656837
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
منتدى نشر الفـــــــوائد
👆👆👆 📡 LIVE SEKARANG.. Terjemah Muhadhoroh Situbondo: 📚 Mendulang Faidah dari Nasehat Al-'Allamah Abdullah al-Bukhari hafizhahullah • Fadhilatusy Syaikh DR. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizhahullah • Fadhilatusy Syaikh Shalah bin Futaini Kentusy hafizhahullah…
Telegram
SALAFY SITUBONDO
SALAFY SITUBONDO
Channel Telegram berisi faidah-faidah dari grup whatsapp Thuwailibul 'Ilmisy Syar'i (TwIS) Situbondo
Pembimbing: al-Ustadz Ibrahim Waliulu dan al-Ustadz Musa bin Hadi hafizhahumallah
Kritik dan saran: @abufawwaz
Channel Telegram berisi faidah-faidah dari grup whatsapp Thuwailibul 'Ilmisy Syar'i (TwIS) Situbondo
Pembimbing: al-Ustadz Ibrahim Waliulu dan al-Ustadz Musa bin Hadi hafizhahumallah
Kritik dan saran: @abufawwaz
Forwarded from Kajian Islam Bondowoso
Radio Manhajul Anbiya 2
Simak Sekarang!!
LIVE Kajian TEMATIK Bersama Al Ustadz Abu Salim Rahmat Iqbal Zeelaya Hafizhahulloh Di Rumah Belajar Minhajul Atsar Bondowoso
Versi Web di
http://radiominhajulatsar.com
atau
Download Aplikasi di
https://minhajulatsar.com/radio
Simak Sekarang!!
LIVE Kajian TEMATIK Bersama Al Ustadz Abu Salim Rahmat Iqbal Zeelaya Hafizhahulloh Di Rumah Belajar Minhajul Atsar Bondowoso
Versi Web di
http://radiominhajulatsar.com
atau
Download Aplikasi di
https://minhajulatsar.com/radio
Google Play
Radio Minhajul Atsar - Aplikasi di Google Play
Radio Streaming
👆👆👆
📡 SIARAN ULANG..
Terjemah Muhadhoroh Situbondo:
📚 Mendulang Faidah dari Nasehat Al-'Allamah Abdullah al-Bukhari hafizhahullah
• Fadhilatusy Syaikh DR. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizhahullah
• Fadhilatusy Syaikh Shalah bin Futaini Kentusy hafizhahullah
📮 Rabu, 4 Shafar 1444 H/31 Agustus 2022
🎙 Bersama:
Al-Ustadz Abu Abdirrohman Sofian hafizhahullah
Link:
https://t.me/Forumberbagifaidah?livestream
🕌 Tempat: Masjid al Fauzan, Sumberlele - Kraksaan, Probolinggo
📡 SIARAN ULANG..
Terjemah Muhadhoroh Situbondo:
📚 Mendulang Faidah dari Nasehat Al-'Allamah Abdullah al-Bukhari hafizhahullah
• Fadhilatusy Syaikh DR. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizhahullah
• Fadhilatusy Syaikh Shalah bin Futaini Kentusy hafizhahullah
📮 Rabu, 4 Shafar 1444 H/31 Agustus 2022
🎙 Bersama:
Al-Ustadz Abu Abdirrohman Sofian hafizhahullah
Link:
https://t.me/Forumberbagifaidah?livestream
🕌 Tempat: Masjid al Fauzan, Sumberlele - Kraksaan, Probolinggo
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
💐📝 KISAH PERSELISIHAN YANG PERNAH TERJADI ANTARA ABU BAKR DAN UMAR
Dua Sahabat Nabi yang paling mulia, Abu Bakr dan Umar, pernah berselisih. Hal itu menunjukkan bahwa kadang perselisihan bisa terjadi antar 2 orang yang sama-sama memiliki kemuliaan. Namun, yang terpenting bagaimana kesudahan dari perselisihan antar orang yang baik itu selesai dan terjadi saling memaafkan.
Berikut ini akan disebutkan hadits dalam Shahih al-Bukhari kemudian diiringi dengan penyebutan faidah-faidah atau pelajaran berharga yang bisa dipetik darinya:
كَانَتْ بَيْنَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ مُحَاوَرَةٌ فَأَغْضَبَ أَبُو بَكْرٍ عُمَرَ فَانْصَرَفَ عَنْهُ عُمَرُ مُغْضَبًا فَاتَّبَعَهُ أَبُو بَكْرٍ يَسْأَلُهُ أَنْ يَسْتَغْفِرَ لَهُ فَلَمْ يَفْعَلْ حَتَّى أَغْلَقَ بَابَهُ فِي وَجْهِهِ فَأَقْبَلَ أَبُو بَكْرٍ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ وَنَحْنُ عِنْدَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا صَاحِبُكُمْ هَذَا فَقَدْ غَامَرَ قَالَ وَنَدِمَ عُمَرُ عَلَى مَا كَانَ مِنْهُ فَأَقْبَلَ حَتَّى سَلَّمَ وَجَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَصَّ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْخَبَرَ قَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ وَغَضِبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَعَلَ أَبُو بَكْرٍ يَقُولُ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَأَنَا كُنْتُ أَظْلَمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ أَنْتُمْ تَارِكُونَ لِي صَاحِبِي هَلْ أَنْتُمْ تَارِكُونَ لِي صَاحِبِي إِنِّي قُلْتُ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا فَقُلْتُمْ كَذَبْتَ وَقَالَ أَبُو بَكْرٍ صَدَقْتَ
Pernah terjadi perbincangan antara Abu Bakr dan Umar yang menyebabkan Umar marah kepada Abu Bakr. Kemudian Umar pun pergi dalam keadaan marah. Abu Bakr menyusul mengikuti Umar dan meminta agar Umar memaafkannya. Tapi Umar tidak mau dan justru menutup pintu rumahnya di hadapan Abu Bakr. Maka Abu Bakr pun pergi menuju Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. Abud Darda’ berkata: pada saat itu kami sedang berada di sisi beliau. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Rekan kalian ini sedang bertengkar/marah (dengan orang lain). Umar (yang berada di rumahnya) kemudian menyesal hingga datang mengucapkan salam dan duduk di dekat Nabi shollallahu alaihi wasallam. Ia pun menceritakan kejadian itu kepada Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. Abud Darda’ berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam pun marah. Maka Abu Bakr pun berkata: Demi Allah, wahai Rasulullah, sesungguhnya aku yang telah berbuat dzhalim. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam pun bersabda: Tidakklah kalian tinggalkan saja Sahabatku (jangan kalian sakiti)? Tidakkah kalian tinggalkan saja sahabatku (jangan kalian sakiti)? Sesungguhnya aku dulu berkata: Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah yang diutus kepada kalian seluruhnya. Kalian dulu menyatakan: engkau dusta, sedangkan Abu Bakr berkata: Anda benar (H.R al-Bukhari Kitabut Tafsir Bab Qul Yaa Ayyuhan Naas Inni Rosululllahi Ilaykum Jami’an)
Dua Sahabat Nabi yang paling mulia, Abu Bakr dan Umar, pernah berselisih. Hal itu menunjukkan bahwa kadang perselisihan bisa terjadi antar 2 orang yang sama-sama memiliki kemuliaan. Namun, yang terpenting bagaimana kesudahan dari perselisihan antar orang yang baik itu selesai dan terjadi saling memaafkan.
Berikut ini akan disebutkan hadits dalam Shahih al-Bukhari kemudian diiringi dengan penyebutan faidah-faidah atau pelajaran berharga yang bisa dipetik darinya:
كَانَتْ بَيْنَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ مُحَاوَرَةٌ فَأَغْضَبَ أَبُو بَكْرٍ عُمَرَ فَانْصَرَفَ عَنْهُ عُمَرُ مُغْضَبًا فَاتَّبَعَهُ أَبُو بَكْرٍ يَسْأَلُهُ أَنْ يَسْتَغْفِرَ لَهُ فَلَمْ يَفْعَلْ حَتَّى أَغْلَقَ بَابَهُ فِي وَجْهِهِ فَأَقْبَلَ أَبُو بَكْرٍ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ وَنَحْنُ عِنْدَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا صَاحِبُكُمْ هَذَا فَقَدْ غَامَرَ قَالَ وَنَدِمَ عُمَرُ عَلَى مَا كَانَ مِنْهُ فَأَقْبَلَ حَتَّى سَلَّمَ وَجَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَصَّ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْخَبَرَ قَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ وَغَضِبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَعَلَ أَبُو بَكْرٍ يَقُولُ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَأَنَا كُنْتُ أَظْلَمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ أَنْتُمْ تَارِكُونَ لِي صَاحِبِي هَلْ أَنْتُمْ تَارِكُونَ لِي صَاحِبِي إِنِّي قُلْتُ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا فَقُلْتُمْ كَذَبْتَ وَقَالَ أَبُو بَكْرٍ صَدَقْتَ
Pernah terjadi perbincangan antara Abu Bakr dan Umar yang menyebabkan Umar marah kepada Abu Bakr. Kemudian Umar pun pergi dalam keadaan marah. Abu Bakr menyusul mengikuti Umar dan meminta agar Umar memaafkannya. Tapi Umar tidak mau dan justru menutup pintu rumahnya di hadapan Abu Bakr. Maka Abu Bakr pun pergi menuju Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. Abud Darda’ berkata: pada saat itu kami sedang berada di sisi beliau. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Rekan kalian ini sedang bertengkar/marah (dengan orang lain). Umar (yang berada di rumahnya) kemudian menyesal hingga datang mengucapkan salam dan duduk di dekat Nabi shollallahu alaihi wasallam. Ia pun menceritakan kejadian itu kepada Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. Abud Darda’ berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam pun marah. Maka Abu Bakr pun berkata: Demi Allah, wahai Rasulullah, sesungguhnya aku yang telah berbuat dzhalim. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam pun bersabda: Tidakklah kalian tinggalkan saja Sahabatku (jangan kalian sakiti)? Tidakkah kalian tinggalkan saja sahabatku (jangan kalian sakiti)? Sesungguhnya aku dulu berkata: Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah yang diutus kepada kalian seluruhnya. Kalian dulu menyatakan: engkau dusta, sedangkan Abu Bakr berkata: Anda benar (H.R al-Bukhari Kitabut Tafsir Bab Qul Yaa Ayyuhan Naas Inni Rosululllahi Ilaykum Jami’an)
Dalam riwayat lain, juga pada Shahih al-Bukhari disebutkan:
عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنْتُ جَالِسًا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ أَقْبَلَ أَبُو بَكْرٍ آخِذًا بِطَرَفِ ثَوْبِهِ حَتَّى أَبْدَى عَنْ رُكْبَتِهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا صَاحِبُكُمْ فَقَدْ غَامَرَ فَسَلَّمَ وَقَالَ إِنِّي كَانَ بَيْنِي وَبَيْنَ ابْنِ الْخَطَّابِ شَيْءٌ فَأَسْرَعْتُ إِلَيْهِ ثُمَّ نَدِمْتُ فَسَأَلْتُهُ أَنْ يَغْفِرَ لِي فَأَبَى عَلَيَّ فَأَقْبَلْتُ إِلَيْكَ فَقَالَ يَغْفِرُ اللَّهُ لَكَ يَا أَبَا بَكْرٍ ثَلَاثًا ثُمَّ إِنَّ عُمَرَ نَدِمَ فَأَتَى مَنْزِلَ أَبِي بَكْرٍ فَسَأَلَ أَثَّمَ أَبُو بَكْرٍ فَقَالُوا لَا فَأَتَى إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَلَّمَ فَجَعَلَ وَجْهُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَمَعَّرُ حَتَّى أَشْفَقَ أَبُو بَكْرٍ فَجَثَا عَلَى رُكْبَتَيْهِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ أَنَا كُنْتُ أَظْلَمَ مَرَّتَيْنِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ بَعَثَنِي إِلَيْكُمْ فَقُلْتُمْ كَذَبْتَ وَقَالَ أَبُو بَكْرٍ صَدَقَ وَوَاسَانِي بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَهَلْ أَنْتُمْ تَارِكُوا لِي صَاحِبِي مَرَّتَيْنِ فَمَا أُوذِيَ بَعْدَهَا
Dari Abud Darda’ –semoga Allah meridhainya- ia berkata: Aku pernah duduk di sisi Nabi shollallahu alaihi wasallam. Tiba-tiba datanglah Abu Bakr dengan memegang ujung pakaiannya, hingga menampakkan lututnya. Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda: Rekan kalian ini sedang bertengkar/ marah. Abu Bakr berkata: Sesungguhnya antara aku dengan putra al-Khoththob (Umar) ada perselisihan. Aku pun berbicara yang tidak pantas kepadanya. Kemudian aku menyesal dan meminta agar ia memaafkanku. Tapi ia menolak. Maka aku pun datang kepada anda. Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda: Semoga Allah mengampunimu wahai Abu Bakr. Beliau mengucapkan demikian 3 kali. Kemudian Umar merasa menyesal. Ia pun mendatangi kediaman Abu Bakr. Ia bertanya: Apakah ada Abu Bakr (di rumah)? Mereka berkata: Tidak. Kemudian Umar mendatangi Nabi shollallahu alaihi wasallam dan mengucapkan salam. Wajah Nabi shollallahu alaihi wasallam pada waktu itu memerah (nampak marah). Hingga Abu Bakr merasa kasihan, hingga berlutut dan berkata: Wahai Rasulullah, demi Allah, akulah yang dzhalim. Abu Bakr mengucapkan 2 kali. Kemudian Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya Allah mengutusku kepada kalian. Saat kalian mengucapkan: Engkau dusta, justru Abu Bakr berkata: Anda benar. Abu Bakr pun banyak membantu berkorban dengan dirinya dan hartanya. Tidakkah kalian tinggalkan saja Sahabatku (jangan kalian sakiti). Nabi mengucapkan demikian 2 kali. Maka sejak saat itu, (Abu Bakr) tidak pernah disakiti (H.R al-Bukhari kitab Fadhoilus Shohaabah Bab Qoulun Nabi shollallahu alaihi wasallam Law Kuntu Muttakhidzan Kholiilan)
Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah menyebutkan beberapa faidah penting yang bisa diambil dari hadits tersebut. Berikut ini akan disebutkan intisari faidah-faidah tersebut:
1. Abu Bakr memiliki keutamaan yang lebih dibandingkan seluruh sahabat Nabi yang lain.
2. Seorang yang memiliki keutamaan, tidak selayaknya membuat marah orang yang lebih utama dibandingkan dia.
3. Bolehnya memuji seseorang di hadapannya, jika tidak dikhawatirkan timbul fitnah atau orang tersebut merasa berbangga diri.
4. Seorang yang mulia bisa saja marah atau emosi, sebagai bagian dari sisi kemanusiaannya. Namun, orang yang mulia dalam Dien adalah orang yang cepat rujuk kembali pada kebenaran, melakukan hal yang semestinya (bertobat dan minta maaf). Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala:
إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُون
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, jika ia mengalami bisikan setan (hingga berbuat dosa), ia pun (cepat) tersadar, kemudian ia kembali ke jalan yang benar (Q.S al-A’raaf ayat 201)
عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنْتُ جَالِسًا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ أَقْبَلَ أَبُو بَكْرٍ آخِذًا بِطَرَفِ ثَوْبِهِ حَتَّى أَبْدَى عَنْ رُكْبَتِهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا صَاحِبُكُمْ فَقَدْ غَامَرَ فَسَلَّمَ وَقَالَ إِنِّي كَانَ بَيْنِي وَبَيْنَ ابْنِ الْخَطَّابِ شَيْءٌ فَأَسْرَعْتُ إِلَيْهِ ثُمَّ نَدِمْتُ فَسَأَلْتُهُ أَنْ يَغْفِرَ لِي فَأَبَى عَلَيَّ فَأَقْبَلْتُ إِلَيْكَ فَقَالَ يَغْفِرُ اللَّهُ لَكَ يَا أَبَا بَكْرٍ ثَلَاثًا ثُمَّ إِنَّ عُمَرَ نَدِمَ فَأَتَى مَنْزِلَ أَبِي بَكْرٍ فَسَأَلَ أَثَّمَ أَبُو بَكْرٍ فَقَالُوا لَا فَأَتَى إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَلَّمَ فَجَعَلَ وَجْهُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَمَعَّرُ حَتَّى أَشْفَقَ أَبُو بَكْرٍ فَجَثَا عَلَى رُكْبَتَيْهِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ أَنَا كُنْتُ أَظْلَمَ مَرَّتَيْنِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ بَعَثَنِي إِلَيْكُمْ فَقُلْتُمْ كَذَبْتَ وَقَالَ أَبُو بَكْرٍ صَدَقَ وَوَاسَانِي بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَهَلْ أَنْتُمْ تَارِكُوا لِي صَاحِبِي مَرَّتَيْنِ فَمَا أُوذِيَ بَعْدَهَا
Dari Abud Darda’ –semoga Allah meridhainya- ia berkata: Aku pernah duduk di sisi Nabi shollallahu alaihi wasallam. Tiba-tiba datanglah Abu Bakr dengan memegang ujung pakaiannya, hingga menampakkan lututnya. Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda: Rekan kalian ini sedang bertengkar/ marah. Abu Bakr berkata: Sesungguhnya antara aku dengan putra al-Khoththob (Umar) ada perselisihan. Aku pun berbicara yang tidak pantas kepadanya. Kemudian aku menyesal dan meminta agar ia memaafkanku. Tapi ia menolak. Maka aku pun datang kepada anda. Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda: Semoga Allah mengampunimu wahai Abu Bakr. Beliau mengucapkan demikian 3 kali. Kemudian Umar merasa menyesal. Ia pun mendatangi kediaman Abu Bakr. Ia bertanya: Apakah ada Abu Bakr (di rumah)? Mereka berkata: Tidak. Kemudian Umar mendatangi Nabi shollallahu alaihi wasallam dan mengucapkan salam. Wajah Nabi shollallahu alaihi wasallam pada waktu itu memerah (nampak marah). Hingga Abu Bakr merasa kasihan, hingga berlutut dan berkata: Wahai Rasulullah, demi Allah, akulah yang dzhalim. Abu Bakr mengucapkan 2 kali. Kemudian Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya Allah mengutusku kepada kalian. Saat kalian mengucapkan: Engkau dusta, justru Abu Bakr berkata: Anda benar. Abu Bakr pun banyak membantu berkorban dengan dirinya dan hartanya. Tidakkah kalian tinggalkan saja Sahabatku (jangan kalian sakiti). Nabi mengucapkan demikian 2 kali. Maka sejak saat itu, (Abu Bakr) tidak pernah disakiti (H.R al-Bukhari kitab Fadhoilus Shohaabah Bab Qoulun Nabi shollallahu alaihi wasallam Law Kuntu Muttakhidzan Kholiilan)
Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah menyebutkan beberapa faidah penting yang bisa diambil dari hadits tersebut. Berikut ini akan disebutkan intisari faidah-faidah tersebut:
1. Abu Bakr memiliki keutamaan yang lebih dibandingkan seluruh sahabat Nabi yang lain.
2. Seorang yang memiliki keutamaan, tidak selayaknya membuat marah orang yang lebih utama dibandingkan dia.
3. Bolehnya memuji seseorang di hadapannya, jika tidak dikhawatirkan timbul fitnah atau orang tersebut merasa berbangga diri.
4. Seorang yang mulia bisa saja marah atau emosi, sebagai bagian dari sisi kemanusiaannya. Namun, orang yang mulia dalam Dien adalah orang yang cepat rujuk kembali pada kebenaran, melakukan hal yang semestinya (bertobat dan minta maaf). Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala:
إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُون
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, jika ia mengalami bisikan setan (hingga berbuat dosa), ia pun (cepat) tersadar, kemudian ia kembali ke jalan yang benar (Q.S al-A’raaf ayat 201)
5. Manusia selain Nabi shollallahu alaihi wasallam, setinggi apapun keutamaannya, tidaklah terjaga dari kesalahan.
6. Dianjurkannya meminta maaf dan minta dihalalkan dari perbuatan dzhalim yang telah dilakukan kepada orang yang terdzhalimi.
7. Seorang yang marah boleh menisbatkan lawannya kepada ayah atau kakeknya, tidak menyebut namanya langsung. Sebagaimana ucapan Abu Bakr saat datang dalam keadaan marah kepada Umar, beliau menyatakan: “Ada perselisihan antara aku dengan putra al-Khoththob”. Abu Bakr tidak menyebut nama Umar secara langsung.
8. Lutut bukanlah termasuk aurat.
(disarikan dari Fathul Bari syarh Shahih al-Bukhari karya al-Hafidz Ibnu Hajar 7/26)
Dalam riwayat lain, hadits Ibnu Umar riwayat atThobaroniy, Nabi shollallahu alaihi wasallam menasihati Umar: “Mengapa engkau tidak mau memaafkan saudaramu yang telah minta maaf kepadamu?”.
يَسْأَلُكَ أَخُوكَ أَنْ تَسْتَغْفِرَ لَهُ فَلَا تَفْعَلُ
Saudaramu telah meminta maaf kepadamu, lalu mengapa engkau tidak memberinya maaf? (H.R atThobaroniy, dinyatakan oleh al-Haitsamiy bahwa seluruh perawinya adalah perawi dalam as-Shahih).
Kisah perselisihan Abu Bakr dan Umar itu diisyaratkan oleh Syaikh Arafat bin Hasan al-Muhammadiy ketika menjawab pertanyaan di akhir Muhadharah pada Ahad ba’da Subuh 30 Muharram 1444 H/ 28 Agustus 2022 M dalam Daurah Imam al-Muzani 1 di Ma’had Minhajul Atsar Jember.
(Abu Utsman Kharisman)
💡💡📝📝💡💡
WA al I'tishom
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
6. Dianjurkannya meminta maaf dan minta dihalalkan dari perbuatan dzhalim yang telah dilakukan kepada orang yang terdzhalimi.
7. Seorang yang marah boleh menisbatkan lawannya kepada ayah atau kakeknya, tidak menyebut namanya langsung. Sebagaimana ucapan Abu Bakr saat datang dalam keadaan marah kepada Umar, beliau menyatakan: “Ada perselisihan antara aku dengan putra al-Khoththob”. Abu Bakr tidak menyebut nama Umar secara langsung.
8. Lutut bukanlah termasuk aurat.
(disarikan dari Fathul Bari syarh Shahih al-Bukhari karya al-Hafidz Ibnu Hajar 7/26)
Dalam riwayat lain, hadits Ibnu Umar riwayat atThobaroniy, Nabi shollallahu alaihi wasallam menasihati Umar: “Mengapa engkau tidak mau memaafkan saudaramu yang telah minta maaf kepadamu?”.
يَسْأَلُكَ أَخُوكَ أَنْ تَسْتَغْفِرَ لَهُ فَلَا تَفْعَلُ
Saudaramu telah meminta maaf kepadamu, lalu mengapa engkau tidak memberinya maaf? (H.R atThobaroniy, dinyatakan oleh al-Haitsamiy bahwa seluruh perawinya adalah perawi dalam as-Shahih).
Kisah perselisihan Abu Bakr dan Umar itu diisyaratkan oleh Syaikh Arafat bin Hasan al-Muhammadiy ketika menjawab pertanyaan di akhir Muhadharah pada Ahad ba’da Subuh 30 Muharram 1444 H/ 28 Agustus 2022 M dalam Daurah Imam al-Muzani 1 di Ma’had Minhajul Atsar Jember.
(Abu Utsman Kharisman)
💡💡📝📝💡💡
WA al I'tishom
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
🏡 جواب عن سؤال رجاء إصلاح الحال
لفضيلة الشيخ د. عرفات بن حسن المحمدي حفظه الله تعالى
https://t.me/daurahimamalmuzani/501
🏡 تحذير الدكتور عرفات من مجاهيل القنوات
لفضيلة الشيخ د. عرفات بن حسن المحمدي حفظه الله تعالى
https://t.me/daurahimamalmuzani/571
🏡 جواب الدكتور عرفات العدني على من يحذر من دورة الإمام المزني
لفضيلة الشيخ د. عرفات بن حسن المحمدي حفظه الله تعالى
https://t.me/daurahimamalmuzani/574
🏡 إبطال التحذير من دورة الإمام المزني الأولى
لفضيلة الشيخ صلاح بن فتيني كنتوش العدني حفظه الله تعالى
https://t.me/daurahimamalmuzani/647
🏡 الانصاف في نعمة اجتماع الأساتذة وترك الخلاف
لفضيلة الشيخ الدكتور عرفات بن حسن المحمدي حفظه الله تعالى
https://t.me/daurahimamalmuzani/651
🏡 AL-INSHAF: NIKMAT IJTIMA ASATIDZAH dan TINGGALKAN KHILAF
Fadhilatusy Syaikh DR. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizhahullah
https://t.me/daurahimamalmuzani/678
🏡 تمام المنة باجتماع السلفيين وانتهاء الفتنة
لفضيلة الشيخ الدكتور عرفات بن حسن المحمدي حفظه الله تعالى
https://t.me/daurahimamalmuzani/667
🏡 TAMAMUL MINNAH, PERSATUAN SALAFIYYIN dan SELESAILAH FITNAH
Fadhilatusy Syaikh DR. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizhahullah
https://t.me/daurahimamalmuzani/680
لفضيلة الشيخ د. عرفات بن حسن المحمدي حفظه الله تعالى
https://t.me/daurahimamalmuzani/501
🏡 تحذير الدكتور عرفات من مجاهيل القنوات
لفضيلة الشيخ د. عرفات بن حسن المحمدي حفظه الله تعالى
https://t.me/daurahimamalmuzani/571
🏡 جواب الدكتور عرفات العدني على من يحذر من دورة الإمام المزني
لفضيلة الشيخ د. عرفات بن حسن المحمدي حفظه الله تعالى
https://t.me/daurahimamalmuzani/574
🏡 إبطال التحذير من دورة الإمام المزني الأولى
لفضيلة الشيخ صلاح بن فتيني كنتوش العدني حفظه الله تعالى
https://t.me/daurahimamalmuzani/647
🏡 الانصاف في نعمة اجتماع الأساتذة وترك الخلاف
لفضيلة الشيخ الدكتور عرفات بن حسن المحمدي حفظه الله تعالى
https://t.me/daurahimamalmuzani/651
🏡 AL-INSHAF: NIKMAT IJTIMA ASATIDZAH dan TINGGALKAN KHILAF
Fadhilatusy Syaikh DR. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizhahullah
https://t.me/daurahimamalmuzani/678
🏡 تمام المنة باجتماع السلفيين وانتهاء الفتنة
لفضيلة الشيخ الدكتور عرفات بن حسن المحمدي حفظه الله تعالى
https://t.me/daurahimamalmuzani/667
🏡 TAMAMUL MINNAH, PERSATUAN SALAFIYYIN dan SELESAILAH FITNAH
Fadhilatusy Syaikh DR. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizhahullah
https://t.me/daurahimamalmuzani/680
Telegram
Daurah Masyaikh Imam Al-Muzani