::
📬 JANGANLAH JADI ORANG YANG TIDAK PUNYA PENDIRIAN!
Ibnu Mas’ud radhiyallahu 'anhu berkata :
(لاَ يَكُونَنَّ أحدكم إمَّعة، قَالُوا: وَمَا الإمَّعة؟ قال: يَجْري مَعَ كلِّ ريح)
“Janganlah salah seorang kalian menjadi im’ah! Mereka berkata : Apa itu im’ah ? Beliau radhiyallahu 'anhu berkata : “Seorang yang mengalir bersama setiap angin.” [Diriwayatkan oleh Kharaa’ithy dalam Masaawi al-Akhlaq 141]
Abu Ubaidah rahimahullah berkata :
أَصْلُ الْإِمَّعَةَ هُوَ الرَّجُلُ الَّذِي لَا رَأْيَ لَهُ وَلَا عَزْمَ فِيهِ فَهُوَ يُتَابَعُ كُلَّ أَحَدٍ عَلَى رَأْيهِ ، وَلَا يَثْبُتُ عَلَى شَيْءٍ “
Asal makna Im’ah adalah seorang yang tidak memiliki pendirian dalam memilih keteguhan dan dia mengikuti setiap pendapat orang, dia tidak kokoh dalam suatu perkara.
📑 Ghariib Al-Hadits 4/49 @ahlussunnahposo
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 JANGANLAH JADI ORANG YANG TIDAK PUNYA PENDIRIAN!
Ibnu Mas’ud radhiyallahu 'anhu berkata :
(لاَ يَكُونَنَّ أحدكم إمَّعة، قَالُوا: وَمَا الإمَّعة؟ قال: يَجْري مَعَ كلِّ ريح)
“Janganlah salah seorang kalian menjadi im’ah! Mereka berkata : Apa itu im’ah ? Beliau radhiyallahu 'anhu berkata : “Seorang yang mengalir bersama setiap angin.” [Diriwayatkan oleh Kharaa’ithy dalam Masaawi al-Akhlaq 141]
Abu Ubaidah rahimahullah berkata :
أَصْلُ الْإِمَّعَةَ هُوَ الرَّجُلُ الَّذِي لَا رَأْيَ لَهُ وَلَا عَزْمَ فِيهِ فَهُوَ يُتَابَعُ كُلَّ أَحَدٍ عَلَى رَأْيهِ ، وَلَا يَثْبُتُ عَلَى شَيْءٍ “
Asal makna Im’ah adalah seorang yang tidak memiliki pendirian dalam memilih keteguhan dan dia mengikuti setiap pendapat orang, dia tidak kokoh dalam suatu perkara.
📑 Ghariib Al-Hadits 4/49 @ahlussunnahposo
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 SEORANG JAHIL AKAN MENILAI KEBENARAN KARENA BANYAKNYA MANUSIA YANG MELAKUKAN
Al-Imam Abu Ishaq Ibrahim bin Musa asy-Syathiby rahimahullah berkata:
🔅ولما كثرت البدع والمخالفات وتواطأ الناس عليها، صار الجاهل يقول: لو كان هذا منكرا لما فعله الناس.
"Manakala kebid'ahan dan hal-hal yang menyelisihi syari'at semakin banyak, kemudian manusia sepakat melakukannya, maka orang yang bodoh mengatakan, "Seandainya hal ini mungkar, manusia tidak akan melakukannya."
📚 Al-I’tisham, jilid 2 hlm. 271
@salafypalembang
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 SEORANG JAHIL AKAN MENILAI KEBENARAN KARENA BANYAKNYA MANUSIA YANG MELAKUKAN
Al-Imam Abu Ishaq Ibrahim bin Musa asy-Syathiby rahimahullah berkata:
🔅ولما كثرت البدع والمخالفات وتواطأ الناس عليها، صار الجاهل يقول: لو كان هذا منكرا لما فعله الناس.
"Manakala kebid'ahan dan hal-hal yang menyelisihi syari'at semakin banyak, kemudian manusia sepakat melakukannya, maka orang yang bodoh mengatakan, "Seandainya hal ini mungkar, manusia tidak akan melakukannya."
📚 Al-I’tisham, jilid 2 hlm. 271
@salafypalembang
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 MENJAUHI GHIBAH
Ghibah didefinisikan oleh Nabi ﷺ :
ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ
"Engkau sebutkan sesuatu tentang saudaramu yang tidak dia senangi" (H.R Muslim no 4690)
Allah ﷻ melarang kaum muslimin untuk melakukan ghibah, dan Allah sebutkan perbuatan ghibah sebagai sesuatu yang sangat menjijikkan.
Allah ibaratkan seseorang yang berghibah adalah memakan daging jenazah saudaranya sesama muslim.
...وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ...
"…Janganlah kalian saling ber-ghibah satu sama lain. Sukakah salah seorang dari kalian makan daging saudaranya yang sudah mati? Pasti kalian tidak suka…" (Q.S al-Hujuroot:12)
Ghibah adalah dosa besar. Pelakunya diancam dengan siksa yang pedih. Pada saat Isra’ Mi’raj Nabi ﷺ ditampakkan dengan sekelompok orang yang berkuku panjang dari tembaga dan mencakar sendiri wajah dan dada mereka.
Ketika ditanyakan kepada Jibril, dijawab bahwa mereka adalah orang-orang yang ‘memakan daging manusia’, yaitu ghibah, menjelek-jelekkan kehormatan orang lain.
لَمَّا عُرِجَ بِي مَرَرْتُ بِقَوْمٍ لَهُمْ أَظْفَارٌ مِنْ نُحَاسٍ يَخْمُشُونَ وُجُوهَهُمْ وَصُدُورَهُمْ فَقُلْتُ مَنْ هَؤُلَاءِ يَا جِبْرِيلُ قَالَ هَؤُلَاءِ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ لُحُومَ النَّاسِ وَيَقَعُونَ فِي أَعْرَاضِهِمْ
"Ketika aku Mi’raj, aku melewati suatu kaum yang berkuku panjang dari tembaga yang mencakar-cakar wajah dan dada mereka sendiri. Aku bertanya: "Siapa mereka wahai Jibril?". Jibril berkata: "Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia (ghibah), menjelek-jelekkan kehormatan mereka." (H.R Abu Dawud, Ahmad, dishahihkan Syaikh al-Albany)
PENJELASAN DEFINISI GHIBAH
Kita perlu tahu definisi ghibah agar kita bisa memastikan apakah sesuatu itu ghibah atau bukan. Nabi ﷺ telah menjelaskan bahwa ghibah adalah: "Engkau menyebutkan tentang saudaramu hal-hal yang dia benci."
Hal-hal yang tidak termasuk ghibah adalah:
1. Jika orang yang dibicarakan bukanlah seorang muslim. Karena Nabi ﷺ menyatakan bahwa ghibah adalah dzikruka akhoka (engkau menyebutkan tentang saudaramu).
Sedangkan orang non muslim tidaklah terhitung sebagai saudara (seagama). Ini adalah pendapat Ibnul Mundzir sebagaimana dinukil oleh as-Shon’aany dalam Subulus Salam.
2. Jika yang dibicarakan adalah orang yang hanya dikenal/ dilihat oleh pembicara, namun tidak dikenal oleh orang lain (para pendengar).
Contoh: Pembicara mengatakan: "Ada seseorang yang melakukan hal begini dan begini.." Sedangkan yang diajak bicara tidak tahu siapa orang yang dimaksud, siapa namanya, berasal dari mana, dan sebagainya.
Hal ini berdasarkan hadits Ummu Zar’ yaitu Aisyah menyampaikan kepada Nabi ﷺ kisah 11 orang wanita yang saling menceritakan keadaan suami masing-masing, namun semua tidak tahu dan tidak kenal persis dengan si suami wanita yang bercerita.
Nabi ﷺ mendengar dengan sabar cerita dari Aisyah dari awal sampai akhir namun beliau tidak mengingkari perbuatan Aisyah dan tidak menganggapnya sebagai ghibah.
Namun, jika kedua orang membicarakan orang lain yang pernah mereka lihat bersama-sama meski bukan orang yang mereka kenal, maka itu terhitung ghibah.
Misalkan mengatakan: “Lihat orang itu, dia melakukan begini dan begitu…”. Ini jelas adalah ghibah.
3. Jika yang dibicarakan adalah hal-hal yang disenangi, bukan hal yang dibenci oleh orang yang dibicarakan. Seandainya orang yang dibicarakan mengetahui hal itu, ia tidak akan membencinya, namun justru senang. Karena Nabi mendefinisikan ghibah dengan ‘bimaa yakroh’ (sesuatu yang dia benci).
4. Jika yang menjadi obyek pembicaraan tidak akan paham dengan materi pembicaraan, karena ia adalah orang yang tidak berakal. Karena itu mereka tidak akan membenci apa yang dibicarakan.
Hal ini diisyaratkan oleh as-Shon’aany dalam Subulus Salam, seperti orang gila. Bisa juga yang masuk kategori ini adalah anak yang masih kecil belum tamyiz tidak tahu apa-apa. Wallahu A’lam.
📨 Buku “Akidah Imam Al-Muzani (Murid Imam Asy-Syafi'i)” | Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 MENJAUHI GHIBAH
Ghibah didefinisikan oleh Nabi ﷺ :
ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ
"Engkau sebutkan sesuatu tentang saudaramu yang tidak dia senangi" (H.R Muslim no 4690)
Allah ﷻ melarang kaum muslimin untuk melakukan ghibah, dan Allah sebutkan perbuatan ghibah sebagai sesuatu yang sangat menjijikkan.
Allah ibaratkan seseorang yang berghibah adalah memakan daging jenazah saudaranya sesama muslim.
...وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ...
"…Janganlah kalian saling ber-ghibah satu sama lain. Sukakah salah seorang dari kalian makan daging saudaranya yang sudah mati? Pasti kalian tidak suka…" (Q.S al-Hujuroot:12)
Ghibah adalah dosa besar. Pelakunya diancam dengan siksa yang pedih. Pada saat Isra’ Mi’raj Nabi ﷺ ditampakkan dengan sekelompok orang yang berkuku panjang dari tembaga dan mencakar sendiri wajah dan dada mereka.
Ketika ditanyakan kepada Jibril, dijawab bahwa mereka adalah orang-orang yang ‘memakan daging manusia’, yaitu ghibah, menjelek-jelekkan kehormatan orang lain.
لَمَّا عُرِجَ بِي مَرَرْتُ بِقَوْمٍ لَهُمْ أَظْفَارٌ مِنْ نُحَاسٍ يَخْمُشُونَ وُجُوهَهُمْ وَصُدُورَهُمْ فَقُلْتُ مَنْ هَؤُلَاءِ يَا جِبْرِيلُ قَالَ هَؤُلَاءِ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ لُحُومَ النَّاسِ وَيَقَعُونَ فِي أَعْرَاضِهِمْ
"Ketika aku Mi’raj, aku melewati suatu kaum yang berkuku panjang dari tembaga yang mencakar-cakar wajah dan dada mereka sendiri. Aku bertanya: "Siapa mereka wahai Jibril?". Jibril berkata: "Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia (ghibah), menjelek-jelekkan kehormatan mereka." (H.R Abu Dawud, Ahmad, dishahihkan Syaikh al-Albany)
PENJELASAN DEFINISI GHIBAH
Kita perlu tahu definisi ghibah agar kita bisa memastikan apakah sesuatu itu ghibah atau bukan. Nabi ﷺ telah menjelaskan bahwa ghibah adalah: "Engkau menyebutkan tentang saudaramu hal-hal yang dia benci."
Hal-hal yang tidak termasuk ghibah adalah:
1. Jika orang yang dibicarakan bukanlah seorang muslim. Karena Nabi ﷺ menyatakan bahwa ghibah adalah dzikruka akhoka (engkau menyebutkan tentang saudaramu).
Sedangkan orang non muslim tidaklah terhitung sebagai saudara (seagama). Ini adalah pendapat Ibnul Mundzir sebagaimana dinukil oleh as-Shon’aany dalam Subulus Salam.
2. Jika yang dibicarakan adalah orang yang hanya dikenal/ dilihat oleh pembicara, namun tidak dikenal oleh orang lain (para pendengar).
Contoh: Pembicara mengatakan: "Ada seseorang yang melakukan hal begini dan begini.." Sedangkan yang diajak bicara tidak tahu siapa orang yang dimaksud, siapa namanya, berasal dari mana, dan sebagainya.
Hal ini berdasarkan hadits Ummu Zar’ yaitu Aisyah menyampaikan kepada Nabi ﷺ kisah 11 orang wanita yang saling menceritakan keadaan suami masing-masing, namun semua tidak tahu dan tidak kenal persis dengan si suami wanita yang bercerita.
Nabi ﷺ mendengar dengan sabar cerita dari Aisyah dari awal sampai akhir namun beliau tidak mengingkari perbuatan Aisyah dan tidak menganggapnya sebagai ghibah.
Namun, jika kedua orang membicarakan orang lain yang pernah mereka lihat bersama-sama meski bukan orang yang mereka kenal, maka itu terhitung ghibah.
Misalkan mengatakan: “Lihat orang itu, dia melakukan begini dan begitu…”. Ini jelas adalah ghibah.
3. Jika yang dibicarakan adalah hal-hal yang disenangi, bukan hal yang dibenci oleh orang yang dibicarakan. Seandainya orang yang dibicarakan mengetahui hal itu, ia tidak akan membencinya, namun justru senang. Karena Nabi mendefinisikan ghibah dengan ‘bimaa yakroh’ (sesuatu yang dia benci).
4. Jika yang menjadi obyek pembicaraan tidak akan paham dengan materi pembicaraan, karena ia adalah orang yang tidak berakal. Karena itu mereka tidak akan membenci apa yang dibicarakan.
Hal ini diisyaratkan oleh as-Shon’aany dalam Subulus Salam, seperti orang gila. Bisa juga yang masuk kategori ini adalah anak yang masih kecil belum tamyiz tidak tahu apa-apa. Wallahu A’lam.
📨 Buku “Akidah Imam Al-Muzani (Murid Imam Asy-Syafi'i)” | Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 JANGAN LANGSUNG BERBURUK SANGKA KEPADA SEORANG MUSLIM
عن سعيد بن المسيَّب قال:
( كَتَبَ إلَيَّ بَعْضُ إخْوانِي مِن أصْحابِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ أنْ ضَعْ أمْرَ أخِيكَ عَلى أحْسَنِهِ ما لَمْ يَأْتِكَ ما يَغْلِبُكَ، ولا تَظُنَّنَّ بِكَلِمَةٍ خَرَجَتْ مِنِ امْرِئٍ مُسْلِمٍ شَرًّا وأنْتَ تَجِدُ لَها في الخَيْرِ مَحْمَلًا )
(الاستذكار لابن عبد البر (8/291).
Dari Sa'id bin Al Musayyib rahimahullah, beliau mengatakan,
"Sebagian saudaraku dari kalangan para sahabat Rasulullah ﷺ pernah menulis surat kepadaku,
"Hendaknya engkau menempatkan urusan saudaramu pada posisi yang paling baiknya (tidak berburuk sangka), selama belum datang kepadamu bukti yang mengalahkan prasangka baikmu.
Jangan sekali-kali engkau berprasangka buruk terhadap ucapan seorang muslim, selama engkau masih mendapatkan kemungkinan-kemungkinan yang baik pada ucapannya".
📚 [Al-Istidzkar Libni 'Abdilbarr 8/291]. @salafy_cirebon
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 JANGAN LANGSUNG BERBURUK SANGKA KEPADA SEORANG MUSLIM
عن سعيد بن المسيَّب قال:
( كَتَبَ إلَيَّ بَعْضُ إخْوانِي مِن أصْحابِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ أنْ ضَعْ أمْرَ أخِيكَ عَلى أحْسَنِهِ ما لَمْ يَأْتِكَ ما يَغْلِبُكَ، ولا تَظُنَّنَّ بِكَلِمَةٍ خَرَجَتْ مِنِ امْرِئٍ مُسْلِمٍ شَرًّا وأنْتَ تَجِدُ لَها في الخَيْرِ مَحْمَلًا )
(الاستذكار لابن عبد البر (8/291).
Dari Sa'id bin Al Musayyib rahimahullah, beliau mengatakan,
"Sebagian saudaraku dari kalangan para sahabat Rasulullah ﷺ pernah menulis surat kepadaku,
"Hendaknya engkau menempatkan urusan saudaramu pada posisi yang paling baiknya (tidak berburuk sangka), selama belum datang kepadamu bukti yang mengalahkan prasangka baikmu.
Jangan sekali-kali engkau berprasangka buruk terhadap ucapan seorang muslim, selama engkau masih mendapatkan kemungkinan-kemungkinan yang baik pada ucapannya".
📚 [Al-Istidzkar Libni 'Abdilbarr 8/291]. @salafy_cirebon
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
🌠🕌🌾 UPDATE SHODAQAH JARIYAH RENOVASI / PEMBANGUNAN MASJID AL-FURQAN & MUSHOLLAH LIN NISA
MA'HAD AL ITTIBA' SUMPIUH BANYUMAS 1442 H / 2020 M
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
📄 Perihal : Ta'awun 'alal Birri wat Taqwa
✔️ Update : Senin ,16 Rabiul Awwal 1442 H / 2 November 2020 M
بــســم اللــــه الرحمــن الرحــيم
Alhamdulillah dengan semakin dekatnya bulan masuk KBM di bulan desember mendatang, maka kami pengurus mengajak seluruh muhsinin, walisantri dan kaum muslimin untuk ikut mengambil bagian ta'awun ini, sehingga harapan kami pembangunan bisa terselesaikan dengan segera. Semoga menjadi simpanan pahala kita di akhirat kelak. Aamiin....
Dari Jabir bn Abdillah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ
“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738)
InsyaaAllah Tahap pembangunan yang sedang berjalan saat ini:
1. Pembangunan Lantai 2 Masjid Al-Furqan
2. Pembangunan Mushollah LinNisaa
Perkiraan anggaran yang dibutuhkan : 1.250.000.000
💳 Dana masuk : 323.372.499
▪️Dana keluar : 291.488.000
▪️Saldo saat ini : 31.884.499
Semoga Allah Al Ghoniy Dzat yang Maha Kaya memberikan segala kemudahan dan kelancaran pembangunan ini. Aamiin Ya Rabb...
Bantuan bisa disalurkan melalui rekening:
BRI : 2198-01-008020-506
Mandiri : 139-001-5734-910
Atas Nama:
SLAMET PRASETIYA
Bendahara Ma'had Al ittiba'
Kami mohon setelah transfer untuk konfirmasi ke no WA berikut = 082326437384
( Dengan menyertakan bukti transfer)
🕹 Informasi Muhsinin:
✔️ Al Ustadz Muhammad Ali Mahdi
WA : 085258235503
Kemudian pada kesempatan ini pula, kami mengucapkan banyak rasa syukur dan terima kasih bagi semua pihak yang telah berta’awun baik dalam bentuk harta,material atau dalam bentuk ta’awun lainnya, jazakumullahu khairan katsira wa Baarakallahu fiikum
Semoga ta’awun antum dinilai sebagai amalan yang diterima dan diberikan pahala yang berlipat ganda.
آمين .....
✅ Mengetahui:
1.Al-Ustadz Ali Mahdi Hafizhahulloh
2.Al-Ustadz Said Ahsan Hafizhahulloh
📂 https://t.me/infomahadalittibasumpiuh
▪️ Tambahan:
🌻 Mohon ta'awunya untuk ikut menyebarkan semoga menjadi amal shaleh,Aamiin..
__
🌠🌷Ma'had Al-ittiba Sumpiuh
🌎 www.ittibaussalaf.com
MA'HAD AL ITTIBA' SUMPIUH BANYUMAS 1442 H / 2020 M
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
📄 Perihal : Ta'awun 'alal Birri wat Taqwa
✔️ Update : Senin ,16 Rabiul Awwal 1442 H / 2 November 2020 M
بــســم اللــــه الرحمــن الرحــيم
Alhamdulillah dengan semakin dekatnya bulan masuk KBM di bulan desember mendatang, maka kami pengurus mengajak seluruh muhsinin, walisantri dan kaum muslimin untuk ikut mengambil bagian ta'awun ini, sehingga harapan kami pembangunan bisa terselesaikan dengan segera. Semoga menjadi simpanan pahala kita di akhirat kelak. Aamiin....
Dari Jabir bn Abdillah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ
“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738)
InsyaaAllah Tahap pembangunan yang sedang berjalan saat ini:
1. Pembangunan Lantai 2 Masjid Al-Furqan
2. Pembangunan Mushollah LinNisaa
Perkiraan anggaran yang dibutuhkan : 1.250.000.000
💳 Dana masuk : 323.372.499
▪️Dana keluar : 291.488.000
▪️Saldo saat ini : 31.884.499
Semoga Allah Al Ghoniy Dzat yang Maha Kaya memberikan segala kemudahan dan kelancaran pembangunan ini. Aamiin Ya Rabb...
Bantuan bisa disalurkan melalui rekening:
BRI : 2198-01-008020-506
Mandiri : 139-001-5734-910
Atas Nama:
SLAMET PRASETIYA
Bendahara Ma'had Al ittiba'
Kami mohon setelah transfer untuk konfirmasi ke no WA berikut = 082326437384
( Dengan menyertakan bukti transfer)
🕹 Informasi Muhsinin:
✔️ Al Ustadz Muhammad Ali Mahdi
WA : 085258235503
Kemudian pada kesempatan ini pula, kami mengucapkan banyak rasa syukur dan terima kasih bagi semua pihak yang telah berta’awun baik dalam bentuk harta,material atau dalam bentuk ta’awun lainnya, jazakumullahu khairan katsira wa Baarakallahu fiikum
Semoga ta’awun antum dinilai sebagai amalan yang diterima dan diberikan pahala yang berlipat ganda.
آمين .....
✅ Mengetahui:
1.Al-Ustadz Ali Mahdi Hafizhahulloh
2.Al-Ustadz Said Ahsan Hafizhahulloh
📂 https://t.me/infomahadalittibasumpiuh
▪️ Tambahan:
🌻 Mohon ta'awunya untuk ikut menyebarkan semoga menjadi amal shaleh,Aamiin..
__
🌠🌷Ma'had Al-ittiba Sumpiuh
🌎 www.ittibaussalaf.com
Telegram
Mahad Tahfizh Al Quran Al Ittiba' Sumpiuh
📑 Channel Resmi Mahad Al Ittiba' Sumpiuh
📚 "مرحباً ياطالبَ العلْمِ".
📚 "مرحباً ياطالبَ العلْمِ".
::
📬 TENTANG BURUK SANGKA (SU'U ZHAN)
Asy-Syaikh ‘Abdullah Alu Bassam rahimahullah berkata,
ويحرم سوء الظن بمسلم ظاهره العدالة بخلاف من ظاهره الفسق فلا حرج بسوء الظن به.
"Diharamkan berburuk sangka kepada seorang muslim yang secara lahiriahnya adalah seorang yang adil.
Berbeda halnya dengan orang yang secara lahiriahnya fasik, maka tidak mengapa berburuk sangka terhadapnya."
📖 Sumber:
Taudhih al-Ahkam, hlm. 614. | Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفر الرحمن له @alfudhail
PERKATAAN YANG JIKA BENAR TIDAK BERPAHALA, JIKA SALAH BERDOSA
كان بكر بن عبد الله المزني رحمه الله يقول: « إياك من الكلام ما إن أصبت فيه لم تؤجر وإن اخطأت فيه أثمت وهو سوء الظن بأخيك » تهذيب التهذيب لابن حجر(1/425).
Dahulu Bakr bin Abdillah Al-Muzani rahimahullah mengatakan :
"Jauhi olehmu perkataan, yg jika engkau benar padanya, engkau tidak mendapatkan pahala padanya.
Dan jika engkau salah padanya engkau akan berdosa, yaitu berburuk sangka dengan saudaramu."
📝 Tahdzib At-Tahdzib Karya Ibnu Hajar rahimahullah 1/425 @ahlussunnahposo
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 TENTANG BURUK SANGKA (SU'U ZHAN)
Asy-Syaikh ‘Abdullah Alu Bassam rahimahullah berkata,
ويحرم سوء الظن بمسلم ظاهره العدالة بخلاف من ظاهره الفسق فلا حرج بسوء الظن به.
"Diharamkan berburuk sangka kepada seorang muslim yang secara lahiriahnya adalah seorang yang adil.
Berbeda halnya dengan orang yang secara lahiriahnya fasik, maka tidak mengapa berburuk sangka terhadapnya."
📖 Sumber:
Taudhih al-Ahkam, hlm. 614. | Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفر الرحمن له @alfudhail
PERKATAAN YANG JIKA BENAR TIDAK BERPAHALA, JIKA SALAH BERDOSA
كان بكر بن عبد الله المزني رحمه الله يقول: « إياك من الكلام ما إن أصبت فيه لم تؤجر وإن اخطأت فيه أثمت وهو سوء الظن بأخيك » تهذيب التهذيب لابن حجر(1/425).
Dahulu Bakr bin Abdillah Al-Muzani rahimahullah mengatakan :
"Jauhi olehmu perkataan, yg jika engkau benar padanya, engkau tidak mendapatkan pahala padanya.
Dan jika engkau salah padanya engkau akan berdosa, yaitu berburuk sangka dengan saudaramu."
📝 Tahdzib At-Tahdzib Karya Ibnu Hajar rahimahullah 1/425 @ahlussunnahposo
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 BEBAN BERAT YANG KITA TIDAK AKAN SANGGUP MEMIKULNYA
Pernahkah Anda memikul beras satu karung besar di punggung Anda? Tentunya sangat berat dan melelahkan.
Akan tetapi tahukah Anda, ada yang lebih berat dari itu yang kelak akan Anda panggul di punggung Anda, apakah itu?
Seorang Tabi'in yang bernama Maimun bin Mihran rahimahullah berkata,
يَا ابْنَ آدَمَ خَفِّفْ عَنْ ظَهْرِكَ ، فَإِنَّ ظَهْرَكَ لَا يُطِيقُ كُلَّ الَّذِي تَحْمِلُ عَلَيْهِ مِنْ ظُلْمِ هَذَا ، وَأَكْلِ مَالِ هَذَا ، وَشَتْمِ هَذَا ، وَكُلُّ هَذَا تَحْمِلُهُ عَلَى ظَهْرِكَ فَخَفِّفْ عَنْ ظَهْرِكَ
"Wahai bani adam, ringankanlah beban di punggungmu, karena punggungmu tidak akan mampu untuk memikul setiap beban yang diberikan dari berupa kezhaliman, memakan harta orang dan mencela. Lantas, apakah semua itu akankah engkau pikul di atas punggungmu? Oleh karenanya ringankanlah beban di punggungmu".
إِنَّ أَعْمَالَكُمْ قَلِيلَةٌ فَأَخْلِصُوا هَذَا الْقَلِيلَ
"Sesungguhnya amal-amal kalian itu sedikit. Maka ikhlashlah (semata karena Allah) apa yang sedikit tersebut."
(Hilyatul Aulia-Abu Nu'aim al Ashbahani 7/30-31).
Jika Anda tidak mampu memanggul kezhaliman berupa memakan harta orang tanpa hak, maka mengapa Anda masih tidak jujur dalam berniaga?
Mengapa Anda masih khianat terhadap harta atasan Anda?
Jika Anda tidak mampu memanggul kezhaliman berupa dosa mencela, maka mengapa Anda masih suka bersuuzhan (berburuk sangka) terhadap saudara Anda seiman?
Mengapa Anda mudah memvonis jelek terhadap saudara Anda semuslim?
Astaghfirullahal 'azhim.. betapa berat beban punggung ini kelak di hari kiamat jika kita tidak segera bertaubat.
@SedikitFaidahSaja (SFS)
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 BEBAN BERAT YANG KITA TIDAK AKAN SANGGUP MEMIKULNYA
Pernahkah Anda memikul beras satu karung besar di punggung Anda? Tentunya sangat berat dan melelahkan.
Akan tetapi tahukah Anda, ada yang lebih berat dari itu yang kelak akan Anda panggul di punggung Anda, apakah itu?
Seorang Tabi'in yang bernama Maimun bin Mihran rahimahullah berkata,
يَا ابْنَ آدَمَ خَفِّفْ عَنْ ظَهْرِكَ ، فَإِنَّ ظَهْرَكَ لَا يُطِيقُ كُلَّ الَّذِي تَحْمِلُ عَلَيْهِ مِنْ ظُلْمِ هَذَا ، وَأَكْلِ مَالِ هَذَا ، وَشَتْمِ هَذَا ، وَكُلُّ هَذَا تَحْمِلُهُ عَلَى ظَهْرِكَ فَخَفِّفْ عَنْ ظَهْرِكَ
"Wahai bani adam, ringankanlah beban di punggungmu, karena punggungmu tidak akan mampu untuk memikul setiap beban yang diberikan dari berupa kezhaliman, memakan harta orang dan mencela. Lantas, apakah semua itu akankah engkau pikul di atas punggungmu? Oleh karenanya ringankanlah beban di punggungmu".
إِنَّ أَعْمَالَكُمْ قَلِيلَةٌ فَأَخْلِصُوا هَذَا الْقَلِيلَ
"Sesungguhnya amal-amal kalian itu sedikit. Maka ikhlashlah (semata karena Allah) apa yang sedikit tersebut."
(Hilyatul Aulia-Abu Nu'aim al Ashbahani 7/30-31).
Jika Anda tidak mampu memanggul kezhaliman berupa memakan harta orang tanpa hak, maka mengapa Anda masih tidak jujur dalam berniaga?
Mengapa Anda masih khianat terhadap harta atasan Anda?
Jika Anda tidak mampu memanggul kezhaliman berupa dosa mencela, maka mengapa Anda masih suka bersuuzhan (berburuk sangka) terhadap saudara Anda seiman?
Mengapa Anda mudah memvonis jelek terhadap saudara Anda semuslim?
Astaghfirullahal 'azhim.. betapa berat beban punggung ini kelak di hari kiamat jika kita tidak segera bertaubat.
@SedikitFaidahSaja (SFS)
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 HUKUM ISBAL BAGI LELAKI
Lelaki tidak diperbolehkan melakukan isbal dalam berpakaian.
Isbal adalah menjulurkan atau memanjangkan kain, baju, sarung, celana, jubah, atau semisalnya di bawah mata kaki.
◻️Pendapat yang rajih (kuat) adalah semata-mata isbal hukumnya haram, diancam dengan neraka. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الْإِزَارِ فَفِي النَّارِ
“Sarung yang di bawah kedua mata kaki maka tempatnya di neraka.” (HR. al-Bukhari no. 5785)
◻️ Apabila dia isbal disertai dengan kesombongan, ancamannya lebih keras lagi. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,
لاََ يَنْظُرُ ا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَى مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا
“Pada hari kiamat nanti, Allah subhanahu wata’ala tidak akan melihat seseorang yang menjulurkan sarungnya karena sombong.” (HR. al-Bukhari no. 5785 dan Muslim no. 2087)
◻️ Isbal itu sendiri sudah menunjukkan kesombongan. Dalam hadits Jabir bin Sulaim radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,
ارْفَعْ إِزَارَكَ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ فَإِنْ أَبَيْتَ فَإِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الإِزَارِ فَإِنَّهَا مِنَ الْمَخِيلَةِ وَإِنَّ ا لاَ يُحِبُّ الْمَخِيلَةَ
“Angkat sarungmu hingga pertengahan betis. Apabila engkau enggan, sampai (atas) mata kaki. Waspadalah engkau dari isbal sarung, karena hal itu adalah kesombongan, dan Allah subhanahu wata’ala tidak menyukai kesombongan.” (Shahih lighairihi, HR. Abu Dawud no. 4084 dan Ahmad 5/63)
Yang menjelaskan masalah ini adalah hadits Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,
إِزْرَةُ الْمُسْلِم إِِلَى نِصْفِ السَّاقِ وَلاَ حَرَجَ أَوْ لاَ جُنَاحَ- فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْكَعْبَيْنِ مَا كَانَ أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ فَهُوَ فِي النَّارِ، مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا لَمْ يَنْظُرِ اللهُ إِلَيْهِ
“Sarung seorang muslim sampai pertengahan betis dan tak mengapa antara itu dan kedua mata kaki. Adapun yang di bawah mata kaki tempatnya di neraka. Barang siapa yang menjulurkan (isbal) sarungnya karena sombong maka Allah subhanahu wata’ala tidak akan melihat dia.” (Sahih, HR. Abu Dawud no. 4093)
Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berfatwa,
“Tidak boleh bagi laki-laki menjulurkan (isbal) pakaiannya di bawah kedua mata kaki. Sebab, Nabi ﷺ melarangnya dan mengancam dengan neraka, isbal termasuk dosa besar.
Jika isbal dilakukan karena sombong dan angkuh, dosanya lebih keras lagi. Adapun jika tidak ada unsur sombong dan angkuh, hukumnya juga haram karena keumuman larangan (dalam hadits).” (al-Muntaqa min Fatawa al-Fauzan 3/436)
Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/larangan-isbal-menjulurkan-pakaian-di-bawah-mata-kaki/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 HUKUM ISBAL BAGI LELAKI
Lelaki tidak diperbolehkan melakukan isbal dalam berpakaian.
Isbal adalah menjulurkan atau memanjangkan kain, baju, sarung, celana, jubah, atau semisalnya di bawah mata kaki.
◻️Pendapat yang rajih (kuat) adalah semata-mata isbal hukumnya haram, diancam dengan neraka. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الْإِزَارِ فَفِي النَّارِ
“Sarung yang di bawah kedua mata kaki maka tempatnya di neraka.” (HR. al-Bukhari no. 5785)
◻️ Apabila dia isbal disertai dengan kesombongan, ancamannya lebih keras lagi. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,
لاََ يَنْظُرُ ا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَى مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا
“Pada hari kiamat nanti, Allah subhanahu wata’ala tidak akan melihat seseorang yang menjulurkan sarungnya karena sombong.” (HR. al-Bukhari no. 5785 dan Muslim no. 2087)
◻️ Isbal itu sendiri sudah menunjukkan kesombongan. Dalam hadits Jabir bin Sulaim radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,
ارْفَعْ إِزَارَكَ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ فَإِنْ أَبَيْتَ فَإِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الإِزَارِ فَإِنَّهَا مِنَ الْمَخِيلَةِ وَإِنَّ ا لاَ يُحِبُّ الْمَخِيلَةَ
“Angkat sarungmu hingga pertengahan betis. Apabila engkau enggan, sampai (atas) mata kaki. Waspadalah engkau dari isbal sarung, karena hal itu adalah kesombongan, dan Allah subhanahu wata’ala tidak menyukai kesombongan.” (Shahih lighairihi, HR. Abu Dawud no. 4084 dan Ahmad 5/63)
Yang menjelaskan masalah ini adalah hadits Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,
إِزْرَةُ الْمُسْلِم إِِلَى نِصْفِ السَّاقِ وَلاَ حَرَجَ أَوْ لاَ جُنَاحَ- فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْكَعْبَيْنِ مَا كَانَ أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ فَهُوَ فِي النَّارِ، مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا لَمْ يَنْظُرِ اللهُ إِلَيْهِ
“Sarung seorang muslim sampai pertengahan betis dan tak mengapa antara itu dan kedua mata kaki. Adapun yang di bawah mata kaki tempatnya di neraka. Barang siapa yang menjulurkan (isbal) sarungnya karena sombong maka Allah subhanahu wata’ala tidak akan melihat dia.” (Sahih, HR. Abu Dawud no. 4093)
Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berfatwa,
“Tidak boleh bagi laki-laki menjulurkan (isbal) pakaiannya di bawah kedua mata kaki. Sebab, Nabi ﷺ melarangnya dan mengancam dengan neraka, isbal termasuk dosa besar.
Jika isbal dilakukan karena sombong dan angkuh, dosanya lebih keras lagi. Adapun jika tidak ada unsur sombong dan angkuh, hukumnya juga haram karena keumuman larangan (dalam hadits).” (al-Muntaqa min Fatawa al-Fauzan 3/436)
Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/larangan-isbal-menjulurkan-pakaian-di-bawah-mata-kaki/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
AsySyariah.com
Larangan Isbal (Menjulurkan Pakaian Di bawah Mata Kaki)
Lelaki tidak diperbolehkan melakukan isbal dalam berpakaian. Isbal adalah menjulurkan atau memanjangkan kain, baju, sarung, celana, jubah, atau semisalnya di bawah mata kaki. Pendapat yang rajih (kuat) adalah semata-mata isbal hukumnya haram, diancam dengan…
::
📬 MALAIKAT PENIUP SANGKAKALA SELALU BERSIAP SEDIA MENUNGGU PERINTAH ALLAH
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِنَّ طَرْفَ صَاحِبِ الصُّورِ مُذْ وُكِّلَ بِهِ مُسْتَعِدٌّ يَنْظُرُ نَحْوَ الْعَرْشِ مَخَافَةَ أَنْ يُؤْمَرَ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْهِ طَرْفُهُ، كَأَنَّ عَيْنَيْهِ كَوْكَبَانِ دُرِّيَّانِ
Dari Abu Hurairah –semoga Allah meridhainya- ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya pandangan Malaikat peniup sangkakala sejak ditugaskan, selalu mengarah pada Arsy, dalam kondisi bersiap sedia, khawatir (sewaktu-waktu) ia diperintahkan. (Ia ingin segera melaksanakan perintah itu pada waktunya) sebelum mata berkedip. Kedua matanya bagaikan bintang yg berkilauan." (H.R al-Hakim, adz-Dzahabiy menilai hadits ini shahih sesuai syarat Muslim, disepakati juga keshahihannya oleh Syaikh al-Albaniy dalam Mukhtashar al-‘Uluww)
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺَ كَيْفَ أَنْعَمُ وَقَدْ الْتَقَمَ صَاحِبُ الْقَرْنِ الْقَرْنَ وَحَنَى جَبْهَتَهُ وَأَصْغَى سَمْعَهُ يَنْتَظِرُ أَنْ يُؤْمَرَ أَنْ يَنْفُخَ فَيَنْفُخَ قَالَ الْمُسْلِمُونَ فَكَيْفَ نَقُولُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ قُولُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ تَوَكَّلْنَا عَلَى اللَّهِ رَبِّنَا
Dari Abu Said al-Khudriy ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Bagaimana aku sempat bersenang-senang, ketika (Malaikat) peniup sangkakala telah meletakkan ujung sangkakala di mulutnya, ia memiringkan dahinya, memasang pendengaran dengan seksama, menunggu untuk diperintah meniupnya, kemudian ia segera meniupnya". Kaum muslimin berkata: "Apa yg sebaiknya kami ucapkan wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: "Ucapkanlah HASBUNALLAAHU WA NI’MAL WAKIIL TAWAKKALNAA ‘ALALLAAHI ROBBINAA (Cukuplah bagi kami Allah, dan Dia adalah sebaik-baik pelindung. Kami bertawakkal kepada Allah Rabb kami)." (H.R atTirmidzi, dishahihkan Syaikh al-Albaniy)
Penjelasan:
Kedua hadits shahih tersebut memberikan beberapa pelajaran berharga pada kita, diantaranya:
1). KETINGGIAN ALLAH DI ATAS ‘ARSY-NYA.
Dalam hadits Abu Hurairah di atas disebutkan bahwa Malaikat peniup sangkakala senantiasa memandang ke arah Arsy menunggu perintah (Allah).
Sisi pendalilan ini disebutkan oleh Ibnu Qudamah dalam kitab Itsbaatu Shifatil ‘Uluww dan adz-Dzahabiy dalam al-‘Uluw li ‘Aliyyil Ghoffaar fii Iedhoohi Shohiihil Akhbaar wa Saqiimihaa.
2). MALAIKAT ADALAH MAKHLUK YANG SANGAT TAAT DAN BEGITU BERSEMANGAT UNTUK SEGERA MENJALANKAN PERINTAH ALLAH.
Malaikat peniup sangkakala disebutkan dalam dua hadits tersebut benar-benar bersiap siaga. Tidak mengalihkan pandangan. Berusaha selalu memasang pendengaran dengan seksama kalau-kalau sewaktu-waktu ada perintah itu.
Hal itu terus dilakukannya sejak ia mendapat amanah utk menjalankan tugas itu hingga nanti saat datangnya perintah tersebut.
Malaikat Allah tidak ingin ketinggalan sedikitpun untuk segera melaksanakan perintah Allah. Sebaliknya, para Malaikat Allah tidak pernah bertindak tanpa perintah Allah. Mereka tidak pernah mendahului ucapan maupun perintah Allah.
لَا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ
"Mereka (para Malaikat makhluk mulia itu) tidaklah mendahului-Nya dalam ucapan, dan mereka melaksanakan perintah-Nya" (Q.S al-Anbiyaa’ ayat 27)
3). KAPAN TERJADINYA HARI KIAMAT DENGAN DITIUPKANNYA SANGKAKALA HANYA ALLAH TA’ALA SAJA YANG TAHU
Bahkan Malaikat peniup sangkakala pun tidak tahu kapan pastinya. Ia hanya bersiap siaga setiap waktu menunggu datangnya perintah itu. Hal itu juga menunjukkan bahwasanya hari kiamat itu akan terjadi secara tiba-tiba.
... لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً...
"...tidaklah menimpa kalian kecuali secara tiba-tiba..." (Q.S al-A’raaf ayat 187)
Ketidakjelasan kapan terjadinya hari kiamat itu membuat orang beriman merasa tidak tenang untuk bermudah-mudahan berbuat dosa. Semestinya ia selalu siap sedia berbekal dengan amal shalih dan tobat kepada Allah Ta’ala menyongsong datangnya hari tersebut.
Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan taufik kepada kita untuk bersemangat dalam menjalankan ketaatan kepada-Nya.
(Abu Utsman Kharisman hafizhahullah)
📬 MALAIKAT PENIUP SANGKAKALA SELALU BERSIAP SEDIA MENUNGGU PERINTAH ALLAH
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِنَّ طَرْفَ صَاحِبِ الصُّورِ مُذْ وُكِّلَ بِهِ مُسْتَعِدٌّ يَنْظُرُ نَحْوَ الْعَرْشِ مَخَافَةَ أَنْ يُؤْمَرَ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْهِ طَرْفُهُ، كَأَنَّ عَيْنَيْهِ كَوْكَبَانِ دُرِّيَّانِ
Dari Abu Hurairah –semoga Allah meridhainya- ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya pandangan Malaikat peniup sangkakala sejak ditugaskan, selalu mengarah pada Arsy, dalam kondisi bersiap sedia, khawatir (sewaktu-waktu) ia diperintahkan. (Ia ingin segera melaksanakan perintah itu pada waktunya) sebelum mata berkedip. Kedua matanya bagaikan bintang yg berkilauan." (H.R al-Hakim, adz-Dzahabiy menilai hadits ini shahih sesuai syarat Muslim, disepakati juga keshahihannya oleh Syaikh al-Albaniy dalam Mukhtashar al-‘Uluww)
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺَ كَيْفَ أَنْعَمُ وَقَدْ الْتَقَمَ صَاحِبُ الْقَرْنِ الْقَرْنَ وَحَنَى جَبْهَتَهُ وَأَصْغَى سَمْعَهُ يَنْتَظِرُ أَنْ يُؤْمَرَ أَنْ يَنْفُخَ فَيَنْفُخَ قَالَ الْمُسْلِمُونَ فَكَيْفَ نَقُولُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ قُولُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ تَوَكَّلْنَا عَلَى اللَّهِ رَبِّنَا
Dari Abu Said al-Khudriy ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Bagaimana aku sempat bersenang-senang, ketika (Malaikat) peniup sangkakala telah meletakkan ujung sangkakala di mulutnya, ia memiringkan dahinya, memasang pendengaran dengan seksama, menunggu untuk diperintah meniupnya, kemudian ia segera meniupnya". Kaum muslimin berkata: "Apa yg sebaiknya kami ucapkan wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: "Ucapkanlah HASBUNALLAAHU WA NI’MAL WAKIIL TAWAKKALNAA ‘ALALLAAHI ROBBINAA (Cukuplah bagi kami Allah, dan Dia adalah sebaik-baik pelindung. Kami bertawakkal kepada Allah Rabb kami)." (H.R atTirmidzi, dishahihkan Syaikh al-Albaniy)
Penjelasan:
Kedua hadits shahih tersebut memberikan beberapa pelajaran berharga pada kita, diantaranya:
1). KETINGGIAN ALLAH DI ATAS ‘ARSY-NYA.
Dalam hadits Abu Hurairah di atas disebutkan bahwa Malaikat peniup sangkakala senantiasa memandang ke arah Arsy menunggu perintah (Allah).
Sisi pendalilan ini disebutkan oleh Ibnu Qudamah dalam kitab Itsbaatu Shifatil ‘Uluww dan adz-Dzahabiy dalam al-‘Uluw li ‘Aliyyil Ghoffaar fii Iedhoohi Shohiihil Akhbaar wa Saqiimihaa.
2). MALAIKAT ADALAH MAKHLUK YANG SANGAT TAAT DAN BEGITU BERSEMANGAT UNTUK SEGERA MENJALANKAN PERINTAH ALLAH.
Malaikat peniup sangkakala disebutkan dalam dua hadits tersebut benar-benar bersiap siaga. Tidak mengalihkan pandangan. Berusaha selalu memasang pendengaran dengan seksama kalau-kalau sewaktu-waktu ada perintah itu.
Hal itu terus dilakukannya sejak ia mendapat amanah utk menjalankan tugas itu hingga nanti saat datangnya perintah tersebut.
Malaikat Allah tidak ingin ketinggalan sedikitpun untuk segera melaksanakan perintah Allah. Sebaliknya, para Malaikat Allah tidak pernah bertindak tanpa perintah Allah. Mereka tidak pernah mendahului ucapan maupun perintah Allah.
لَا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ
"Mereka (para Malaikat makhluk mulia itu) tidaklah mendahului-Nya dalam ucapan, dan mereka melaksanakan perintah-Nya" (Q.S al-Anbiyaa’ ayat 27)
3). KAPAN TERJADINYA HARI KIAMAT DENGAN DITIUPKANNYA SANGKAKALA HANYA ALLAH TA’ALA SAJA YANG TAHU
Bahkan Malaikat peniup sangkakala pun tidak tahu kapan pastinya. Ia hanya bersiap siaga setiap waktu menunggu datangnya perintah itu. Hal itu juga menunjukkan bahwasanya hari kiamat itu akan terjadi secara tiba-tiba.
... لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً...
"...tidaklah menimpa kalian kecuali secara tiba-tiba..." (Q.S al-A’raaf ayat 187)
Ketidakjelasan kapan terjadinya hari kiamat itu membuat orang beriman merasa tidak tenang untuk bermudah-mudahan berbuat dosa. Semestinya ia selalu siap sedia berbekal dengan amal shalih dan tobat kepada Allah Ta’ala menyongsong datangnya hari tersebut.
Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan taufik kepada kita untuk bersemangat dalam menjalankan ketaatan kepada-Nya.
(Abu Utsman Kharisman hafizhahullah)
::
📬 SABAR! SEMUA ADA HIKMAHNYA
Allah Ta’ala adalah Dzat Yang Maha Hikmah. Oleh karena itu, Dia menamai diri-Nya sebagai al-Hakim, maknanya Maha Luas Hikmah-Nya. Keadilan-Nya mencakup segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Baik itu bersangkutan dengan ciptaan, pengaturan, atau fenomena alam yang terjadi di dunia ini.
Semua tak luput dari hikmah dan pengetahuan-Nya. Bisa jadi seorang menganggap suatu perkara itu baik di matanya. Namun, ternyata ia gagal untuk menggapainya. Maka disaat itulah, sang hamba dituntut untuk sadar bahwa di balik itu semua ada hikmahnya.
Selaku orang yang mengaku beriman dan berislam, sudah semestinya kita harus menjadi yang terdepan, terkhusus di masa pandemi. Sudah setahun lebih kami semua–santri dan juga pengajar–belum pulang, harapan untuk bertemu handai taulan dan sanak saudara tetap membayangi langkah kami.
Sebelum pendemi, rencanapun sudah dirancang. Namun tak disangka dan tak diduga wabahpun datang. Keadaan menjadi berubah. Dan semuanya sudah Allah tentukan. Maa sya-a Allahu Kaana wa maa lam yasya’ lam yakun (Apa yang Allah kehendaki pasti akan terjadi, dan apa yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi).
Akhi fillah, sadarilah! Semuanya ada hikmahnya, tanamkanlah selalu sikap kesabaran agar ujian ini berbuah pahala dan keberuntungan. Jangan sampai ujian ini membuat iman dan semangat kita kian layu. Seharusanya kita lebih semangat berdoa dan beribadah agar musibah ini lekas berlalu.
Melalui tulisan ini, semoga Allah Ta’ala memberikan keistiqamahan kepada kami dan menyelamatkan dari berbagai fitnah. Mari kita pupuk kesabaran dan semangat di masa pandemi.
Dalam surah al-Baqarah Allah Ta’ala berfirman:
وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ (216)
“Dan bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal itu baik buat kalian. Bisa pula kalian mencintai sesuatu, padalah itu jelek bagi kalian. Allah Maha Mengetahui dan kalian tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 216)
Sabar wahai saudara, semua ada hikmahnya.
📨 http://mahad-assalafy.com/sabar-semua-ada-hikmahnya/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 SABAR! SEMUA ADA HIKMAHNYA
Allah Ta’ala adalah Dzat Yang Maha Hikmah. Oleh karena itu, Dia menamai diri-Nya sebagai al-Hakim, maknanya Maha Luas Hikmah-Nya. Keadilan-Nya mencakup segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Baik itu bersangkutan dengan ciptaan, pengaturan, atau fenomena alam yang terjadi di dunia ini.
Semua tak luput dari hikmah dan pengetahuan-Nya. Bisa jadi seorang menganggap suatu perkara itu baik di matanya. Namun, ternyata ia gagal untuk menggapainya. Maka disaat itulah, sang hamba dituntut untuk sadar bahwa di balik itu semua ada hikmahnya.
Selaku orang yang mengaku beriman dan berislam, sudah semestinya kita harus menjadi yang terdepan, terkhusus di masa pandemi. Sudah setahun lebih kami semua–santri dan juga pengajar–belum pulang, harapan untuk bertemu handai taulan dan sanak saudara tetap membayangi langkah kami.
Sebelum pendemi, rencanapun sudah dirancang. Namun tak disangka dan tak diduga wabahpun datang. Keadaan menjadi berubah. Dan semuanya sudah Allah tentukan. Maa sya-a Allahu Kaana wa maa lam yasya’ lam yakun (Apa yang Allah kehendaki pasti akan terjadi, dan apa yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi).
Akhi fillah, sadarilah! Semuanya ada hikmahnya, tanamkanlah selalu sikap kesabaran agar ujian ini berbuah pahala dan keberuntungan. Jangan sampai ujian ini membuat iman dan semangat kita kian layu. Seharusanya kita lebih semangat berdoa dan beribadah agar musibah ini lekas berlalu.
Melalui tulisan ini, semoga Allah Ta’ala memberikan keistiqamahan kepada kami dan menyelamatkan dari berbagai fitnah. Mari kita pupuk kesabaran dan semangat di masa pandemi.
Dalam surah al-Baqarah Allah Ta’ala berfirman:
وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ (216)
“Dan bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal itu baik buat kalian. Bisa pula kalian mencintai sesuatu, padalah itu jelek bagi kalian. Allah Maha Mengetahui dan kalian tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 216)
Sabar wahai saudara, semua ada hikmahnya.
📨 http://mahad-assalafy.com/sabar-semua-ada-hikmahnya/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 KRITIS - SELEKTIF DALAM MENERIMA DAN MENYAMPAIKAN BERITA
Asy-Syaikh Al-'Allamah Ubaid Al-Jabiry hafizhahullah berkata,
"Wajib bagi setiap Ahlussunnah untuk menjadi orang yang kritis dan memiliki pandangan yang tajam terhadap berita yang ia dengar dan ia nukilkan.
Janganlah mudah terpedaya dengan ucapan setiap orang yang berbicara. Berapa banyak orang yang berbicara jatuh pada berbagai kesalahan, yang membahayakan apabila kesalahan itu diterima.
Tidak sedikit pula orang yang berbicara menampakkan ucapannya seolah-olah bagus dan indah, namun ternyata berbeda dengan yang ia sembunyikan dalam hatinya, berupa prinsip dan sikap-sikap yang menyimpang."
Sumber: In'amul Bariy, hal. 376
قال الشيخ العلامة عبيد الجابري حفظه الله تعالى :
... ويجب على كل صاحب سنَّة أن يكون حاذقًا ذَا بصيرة فيما يسمعه وينقله ، ولا يغتر بحديث كل محدِّث ،
فكم من محدِّث يقع في أخطاء يضر قبولها ،
وكم من محدِّث يُظهر في حديثه من الحسن وجمال القول خلاف ما يبطنه من المسلك المنحرف ...
🌷[ إنعام الباري: ٣٧٦]
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 KRITIS - SELEKTIF DALAM MENERIMA DAN MENYAMPAIKAN BERITA
Asy-Syaikh Al-'Allamah Ubaid Al-Jabiry hafizhahullah berkata,
"Wajib bagi setiap Ahlussunnah untuk menjadi orang yang kritis dan memiliki pandangan yang tajam terhadap berita yang ia dengar dan ia nukilkan.
Janganlah mudah terpedaya dengan ucapan setiap orang yang berbicara. Berapa banyak orang yang berbicara jatuh pada berbagai kesalahan, yang membahayakan apabila kesalahan itu diterima.
Tidak sedikit pula orang yang berbicara menampakkan ucapannya seolah-olah bagus dan indah, namun ternyata berbeda dengan yang ia sembunyikan dalam hatinya, berupa prinsip dan sikap-sikap yang menyimpang."
Sumber: In'amul Bariy, hal. 376
قال الشيخ العلامة عبيد الجابري حفظه الله تعالى :
... ويجب على كل صاحب سنَّة أن يكون حاذقًا ذَا بصيرة فيما يسمعه وينقله ، ولا يغتر بحديث كل محدِّث ،
فكم من محدِّث يقع في أخطاء يضر قبولها ،
وكم من محدِّث يُظهر في حديثه من الحسن وجمال القول خلاف ما يبطنه من المسلك المنحرف ...
🌷[ إنعام الباري: ٣٧٦]
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 DUNIA YANG DIRAIH SEORANG MUKMIN MENGURANGI KESEMPURNAAN DERAJATNYA DI AKHIRAT
Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu berkata,
لا يصيب أحدٌ من الدنيا إلا نقص من درجاته عند الله وإن كان عليه كريمًا.
"Tidaklah seorang pun meraih sesuatu dari dunia, kecuali akan mengurangi derajatnya di sisi Allah walaupun dia tetap mulia di sisi Allah."
📚 Shahih, dikeluarkan oleh Hannad bin as-Sarry dalam kitab az-Zuhd, no. 557 @ForumSalafy
________________
Pertanyaan:
Imxxxx: Bismillah
Afwan abu/ust, ini maksud dari atsarnya bagaimana ya?
Jawaban Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
Sebatas yang ana pahami sebagai berikut:
Sikap zuhud dan wara' adalah dianjurkan dalam syariat. Semakin seseorang zuhud dan wara' sesuai tuntunan syariat, semakin tinggi derajatnya di sisi Allah.
Sebaliknya, seseorang yang bermewah-mewahan di dunia, akan mengurangi kedudukannya di sisi Allah.
Sebagai contoh, ketika seseorang membeli kendaraan, katakanlah mobil. Bisa jadi karena keperluannya ia membeli mobil itu dan ia mampu. Mestinya, disesuaikanlah dgn kebutuhan dia.
Anggap mobil baru sekitar 120 juta. Masih wajar. Harapannya tidak mudah rusak dan tidak banyak perawatan, tapi sudah memenuhi keperluan.
Tapi, kadang sebagian pihak bermewah-mewahan. Ia membeli yang lebih dari keperluan. Misalkan membeli seharga 300 juta. Ini bisa mengurangi kedudukannya.
Apabila ia membeli yg lebih dari itu misalkan 700 juta untuk berbangga dan menyombongkan diri, ini termasuk yang dilarang. Berdosa.
Wallaahu A'lam.
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 DUNIA YANG DIRAIH SEORANG MUKMIN MENGURANGI KESEMPURNAAN DERAJATNYA DI AKHIRAT
Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu berkata,
لا يصيب أحدٌ من الدنيا إلا نقص من درجاته عند الله وإن كان عليه كريمًا.
"Tidaklah seorang pun meraih sesuatu dari dunia, kecuali akan mengurangi derajatnya di sisi Allah walaupun dia tetap mulia di sisi Allah."
📚 Shahih, dikeluarkan oleh Hannad bin as-Sarry dalam kitab az-Zuhd, no. 557 @ForumSalafy
________________
Pertanyaan:
Imxxxx: Bismillah
Afwan abu/ust, ini maksud dari atsarnya bagaimana ya?
Jawaban Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
Sebatas yang ana pahami sebagai berikut:
Sikap zuhud dan wara' adalah dianjurkan dalam syariat. Semakin seseorang zuhud dan wara' sesuai tuntunan syariat, semakin tinggi derajatnya di sisi Allah.
Sebaliknya, seseorang yang bermewah-mewahan di dunia, akan mengurangi kedudukannya di sisi Allah.
Sebagai contoh, ketika seseorang membeli kendaraan, katakanlah mobil. Bisa jadi karena keperluannya ia membeli mobil itu dan ia mampu. Mestinya, disesuaikanlah dgn kebutuhan dia.
Anggap mobil baru sekitar 120 juta. Masih wajar. Harapannya tidak mudah rusak dan tidak banyak perawatan, tapi sudah memenuhi keperluan.
Tapi, kadang sebagian pihak bermewah-mewahan. Ia membeli yang lebih dari keperluan. Misalkan membeli seharga 300 juta. Ini bisa mengurangi kedudukannya.
Apabila ia membeli yg lebih dari itu misalkan 700 juta untuk berbangga dan menyombongkan diri, ini termasuk yang dilarang. Berdosa.
Wallaahu A'lam.
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 MUSYAWARAH ADALAH PINTU MENUJU PETUNJUK TERBAIK
Al-Hasan al-Bashri –salah seorang Tabiin- rahimahullah menyatakan:
والله مَا اسْتَشَار قَومٌ قَطُّ إِلَّا هُدُوا لِأَفْضَلِ مَا بِحَضْرَتِهم
"Demi Allah, tidaklah suatu kaum bermusyawarah, melainkan akan diberi petunjuk menuju hal yang paling utama yang ada di dekat mereka."
Kemudian beliau membaca ayat:
وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ
"...Dan mereka bermusyawarah di antara mereka..."(Q.S asy-Syuro ayat 38)
(riwayat al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad, dishahihkan Syaikh al-Albaniy) | WA al I'tishom
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 MUSYAWARAH ADALAH PINTU MENUJU PETUNJUK TERBAIK
Al-Hasan al-Bashri –salah seorang Tabiin- rahimahullah menyatakan:
والله مَا اسْتَشَار قَومٌ قَطُّ إِلَّا هُدُوا لِأَفْضَلِ مَا بِحَضْرَتِهم
"Demi Allah, tidaklah suatu kaum bermusyawarah, melainkan akan diberi petunjuk menuju hal yang paling utama yang ada di dekat mereka."
Kemudian beliau membaca ayat:
وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ
"...Dan mereka bermusyawarah di antara mereka..."(Q.S asy-Syuro ayat 38)
(riwayat al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad, dishahihkan Syaikh al-Albaniy) | WA al I'tishom
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 BUAH DARI SIFAT HASAD
Setiap orang yang lurus dan bijak akan mencela hasad dan berlindung diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala darinya.
Lihatlah bagaimana Allah subhanahu wa ta’ala telah menjauhkan Nabi-Nya Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dari sikap jelek ini.
Allah subhanahu wa ta’ala juga mencela ahli kitab yang hasad terhadap manusia dalam hal keutamaan yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada mereka.
Allah subhanahu wa ta’ala juga mencerca kaum munafik. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentang mereka,
إِن تُصِبۡكَ حَسَنَةٌ تَسُؤۡهُمۡۖ وَإِن تُصِبۡكَ مُصِيبَةٌ يَقُولُواْ قَدۡ أَخَذۡنَآ أَمۡرَنَا مِن قَبۡلُ وَيَتَوَلَّواْ وَّهُمۡ فَرِحُونَ
“Jika kamu mendapat suatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya. Dan jika kamu ditimpa oleh suatu bencana, mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami sebelumnya telah memperhatikan urusan-urusan kami (tidak pergi berperang),’ dan mereka berpaling dengan rasa gembira.” (at-Taubah: 50)
Tidaklah setan dimurkai dan dikutuk oleh Allah subhanahu wa ta’ala melainkan karena hasad dan sikap sombongnya terhadap Adam 'alaihissalam.
Hasad adalah awal kemaksiatan yang Allah subhanahu wa ta’ala dimaksiati dengannya di langit—oleh Iblis—dan di bumi—oleh salah seorang anak Adam, ketika kurbannya tidak diterima. Ia lalu membunuh saudaranya yang diterima kurbannya.
Orang yang hasad selalu dirundung kegalauan melihat nikmat yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada orang lain.
Seolah-olah azab menimpa dirinya, Rabb-nya murka kepadanya, manusia pun menjauh darinya. Tidaklah Anda melihatnya kecuali selalu bersedih hati menentang keputusan Allah subhanahu wa ta’ala dan takdir-Nya.
Seandainya ia mampu melakukan kebaikan, niscaya ia tidak akan banyak beramal dan berpikir untuk menyusul orang yang dihasadi.
Seandainya ia mampu melakukan kejelekan, pasti ia akan merampas nikmat saudaranya lalu menjadikan saudaranya itu fakir yang sebelumnya kaya, bodoh yang sebelumnya pintar, dan hina yang sebelumnya mulia. (Lihat Ishlahul Mujtama’, hlm. 103—104)
📨 https://asysyariah.com/hasad-penyakit-umat-terdahulu-yang-menjangkiti-kaum-muslimin-akhlak/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 BUAH DARI SIFAT HASAD
Setiap orang yang lurus dan bijak akan mencela hasad dan berlindung diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala darinya.
Lihatlah bagaimana Allah subhanahu wa ta’ala telah menjauhkan Nabi-Nya Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dari sikap jelek ini.
Allah subhanahu wa ta’ala juga mencela ahli kitab yang hasad terhadap manusia dalam hal keutamaan yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada mereka.
Allah subhanahu wa ta’ala juga mencerca kaum munafik. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentang mereka,
إِن تُصِبۡكَ حَسَنَةٌ تَسُؤۡهُمۡۖ وَإِن تُصِبۡكَ مُصِيبَةٌ يَقُولُواْ قَدۡ أَخَذۡنَآ أَمۡرَنَا مِن قَبۡلُ وَيَتَوَلَّواْ وَّهُمۡ فَرِحُونَ
“Jika kamu mendapat suatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya. Dan jika kamu ditimpa oleh suatu bencana, mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami sebelumnya telah memperhatikan urusan-urusan kami (tidak pergi berperang),’ dan mereka berpaling dengan rasa gembira.” (at-Taubah: 50)
Tidaklah setan dimurkai dan dikutuk oleh Allah subhanahu wa ta’ala melainkan karena hasad dan sikap sombongnya terhadap Adam 'alaihissalam.
Hasad adalah awal kemaksiatan yang Allah subhanahu wa ta’ala dimaksiati dengannya di langit—oleh Iblis—dan di bumi—oleh salah seorang anak Adam, ketika kurbannya tidak diterima. Ia lalu membunuh saudaranya yang diterima kurbannya.
Orang yang hasad selalu dirundung kegalauan melihat nikmat yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada orang lain.
Seolah-olah azab menimpa dirinya, Rabb-nya murka kepadanya, manusia pun menjauh darinya. Tidaklah Anda melihatnya kecuali selalu bersedih hati menentang keputusan Allah subhanahu wa ta’ala dan takdir-Nya.
Seandainya ia mampu melakukan kebaikan, niscaya ia tidak akan banyak beramal dan berpikir untuk menyusul orang yang dihasadi.
Seandainya ia mampu melakukan kejelekan, pasti ia akan merampas nikmat saudaranya lalu menjadikan saudaranya itu fakir yang sebelumnya kaya, bodoh yang sebelumnya pintar, dan hina yang sebelumnya mulia. (Lihat Ishlahul Mujtama’, hlm. 103—104)
📨 https://asysyariah.com/hasad-penyakit-umat-terdahulu-yang-menjangkiti-kaum-muslimin-akhlak/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️