منتدى نشر الفـــــــوائد
7.58K subscribers
4.3K photos
256 videos
279 files
5.61K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
::
📬 HUKUM BERMAIN BURUNG DARA (MERPATI)

١٥- [عن أبي هريرة:] أن رسولَ اللهِ ﷺ رأى رجلًا يَتْبَعُ حَمامَةً، فقال: شيطانٌ يَتْبَعُ شيطانةً.
الألباني (١٤٢٠ هـ)، صحيح أبي داود ٤٩٤٠ • حسن صحيح

"Dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah ﷺ melihat seseorang mengikuti burung dara. Maka beliau ﷺ bersabda: "Setan mengikuti setan yang lain."

[Shahih Sunan Abu Dawud no 4940. Demikian pula disebutkan oleh al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah no 3049 dari 'Utsman bin 'Affan radliyallahu 'anhu]

Berkata asy-Syaukani rahimahullah di dalam Nailul Authar 8/173 mengomentari hadits di atas:

"Di dalam hadits tersebut terdapat dalil akan dibencinya bermain-main dengan burung dara. Dan bahwa hal itu termasuk perkara sia-sia yang tidak diijinkan melakukannya.

Sejumlah ulama telah berpendapat akan dibencinya perkara tersebut. Dan tidaklah jauh kiranya bila diasumsikan dari hadits itu tentang keharamannya (bermain/andokan burung dara). Karena penamaan pelakunya sebagai setan menunjukkan akan hal tersebut (keharamannya).

Dan penamaan burung dara sebagai setan, boleh jadi karena dia adalah sebab seseorang mengikutinya, atau karena burung tersebut juga melakukan perbuatan setan, yang mana manusia menyukai untuk mengejarnya dan bermain-main dengannya karena bagusnya bentuknya dan indahnya suaranya." Selesai perkataan beliau.

📨 Dikutip dari: https://bit.ly/3mSHFV9
Thuwailibul 'Ilmisy Syar'i (TwIS) @salafysitubondo | Muraja'ah (korektor): al-Ustadz Kharisman hafizhahullah

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 HUKUM SHALAT DUA RAKAAT SETELAH ADZAN PERTAMA HARI JUMAT

Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah

P e r t a n y a a n :

Saya memperhatikan di tengah shalat jumat di Dua tanah Suci yang mulia, berdirinya sebagian orang yang shalat untuk menunaikan dua rakaat setelah muadzin selesai mengumandangkan adzan pertama. Aku berharap yang mulia menjelaskan yang benar dalam perbuatan ini?

J a w a b a n :

Aku tidak mengetahui dalil syariat yang menunjukkan sunnahnya dua rakaat tersebut. Karena adzan pertama itu adalah perkara yang diadakan oleh Utsman bin Affan radhiyallahu anhu pada masa kekhilafahannya. Tatkala manusia mulai banyak jumlahnya di Madinah. Beliau menginginkan hal itu untuk mengingatkan mereka kalau hari ini adalah hari jum'at. Setelah itu para sahabat mengikuti hal itu.

Diantara mereka adalah Ali radhiyallahu anhu sehingga hal itu menjadi suatu sunnah, berdasarkan sabda Nabi ﷺ :

عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ فَتَمَسَّكُوابِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ 

"Wajib atas kalian mengikuti sunnahku dan sunnah Khalifah yang lurus lagi di atas petunjuk. Pegang kuat hal itu dan gigitlah dengan gigi geraham." (HR. Ahmad)

Dan sebagian ulama berpendapat disyariatkannya dua rakaat setelah adzan ini berdasarkan keumuman sabda Nabi ﷺ :

بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ ، بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ ، ثُمَّ قَالَ فِي الثَّالِثَةِ : لِمَنْ شَاءَ

"Diantara setiap dua adzan itu ada shalat sunnah, diantara setiap dua adzan itu ada shalat sunnah. Dan yg ketiganya beliau mengatakan : "Bagi siapa yg menghendaki." (HR. Bukhari)

Dan yg nampak benar menurutku, bahwasanya adzan tersebut tidak masuk dalam keumuman hadits. Karena yang dimaksud oleh Nabi ﷺ dengan dua adzan adalah adzan dan iqamat dalam selain shalat jum'at. Adapun pada hari jum'at, maka yang disyariatkan bagi jamaah adalah mempersiapkan diri mendengarkan khutbah setelah adzan.

Hanya Allah lah tempat meminta taufiq.

📝 Majmu' Fatawa 12/390

حكم صلاة ركعتين بعد الأذان الأول

🔻س: ألاحظ أثناء صلاة الجمعة في الحرمين الشريفين قيام بعض المصلين لأداء ركعتين بعد فراغ المؤذن من النداء للأذان الأول، أرجو من سماحة الوالد بيان الحق في هذا الفعل؟.

🔸ج: لا أعلم في الأدلة الشرعية ما يدل على استحباب هاتين الركعتين؛ لأن الأذان المذكور إنما أحدثه عثمان بن عفان رضي الله عنه في خلافته لما كثر الناس في المدينة، أراد بذلك تنبيههم على أن اليوم يوم الجمعة، وتبعه الصحابة في ذلك
، ومنهم علي رضي الله عنه واستقر بذلك كونه سنة؛ لقول النبي ﷺ: ((عليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين فتمسكوا بها وعضوا عليها بالنواجذ)) روا الإمام أحمد، وقد ذهب بعض أهل العلم إلى شرعية الركعتين بعد هذا الأذان. لعموم قول النبي ﷺ: ((بين كل أذانين صلاة بين كل أذانين صلاة ثم قال في الثالثة لمن شاء)) أخرجه البخاري،
والأظهر عندي أن الأذان المذكور لا يدخل في ذلك؛ لأن مراد النبي صلى الله عليه وسلم بالأذانين: الأذان والإقامة فيما عدا يوم الجمعة، أما يوم الجمعة فإن المشروع للجماعة أن يستعدوا لسماع الخطبة بعد الأذان. والله ولي التوفيق

📕📓.(مجموع12/390) للشيخ ابن باز رحمه الله.

https://t.me/benpaz1| Grup Whatsapp Ma'had Ar-Ridhwan Poso @ahlussunnahposo
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 PENJAGA DAN PELINDUNG ISLAM

🎙Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya an-Najmiy -rahimahullah- berkata:

"Dan sungguh penjagaan Islam adalah dengan melindunginya :

[✺] Dari setiap penyusup (yang merongrong Islam dari dalam)

[✺] ️Dan menjelaskan hukum-hukum Islam yang benar; dengan mempelajari, mengamalkan, mengajarkan, menyebarkan di muhadharah-muhadharah, kajian-kajian, majelis-majelis pelajaran, tulisan-tulisan.

[✺] Dan membersihkannya dari aneka macam bid'ah dan yang lainnya(dari kebatilan).

Dan Allah 'Azza wa Jalla benar-benar telah mempersiapkan kebaikan yang banyak melalui tangan-tangan Salafiyyin di sini dan di sana (dimanapun mereka), walhamdulillah, yang menjadikan hina dan rendah tipu daya ahlul bid'ah dan orang-orang yang berhubungan dengan mereka."

📖 Ad-Duraarun Najmiyyah, An-Najmiy, hal. 143 - 144 | Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Yahya Al-Maidany rahimahullah

#semangat, sabar, dan tegar menyebarkan kebenaran.

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 PEMAHAMAN YANG BENAR TENTANG AYAT TERAKHIR DALAM SURAH AL-KAFIRUN

Menurut Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah, salah seorang ulama terkemuka di Kerajaan Saudi Arabia, ayat terakhir Surah al-Kafirun bukan sebagaimana dipahami sebagian orang sesat dan bodoh yang menyebutkan ayat tersebut bukan pengingkaran terhadap keyakinan musyrikin.

Ayat itu tidak menunjukkan sikap saling meridhai antara kita dan orang-orang kafir, ridha dengan keyakinan kaum musyrikin. Tidak pula menunjukkan sikap persamaan antara kita dan kaum kafir.

Ayat itu justru memberi penegasan sikap bara'ah (benci dan memusuhi) terhadap agama (keyakinan) kaum musyrikin.

Sikap tegas, tidak mencari muka di hadapan mereka. Tidak memuji agama (keyakinan) kaum musyrikin. Tidak pula saling menolong dalam urusan keyakinan. Ini terkait urusan agama. Urusan keyakinan.

Adapun urusan keduniaan, dalam urusan yang mubah, seperti jual beli, tentu boleh.

لَّا یَنۡهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِینَ لَمۡ یُقَـٰتِلُوكُمۡ فِی ٱلدِّینِ وَلَمۡ یُخۡرِجُوكُم مِّن دِیَـٰرِكُمۡ أَن تَبَرُّوهُمۡ وَتُقۡسِطُوۤا۟ إِلَیۡهِمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ یُحِبُّ ٱلۡمُقۡسِطِینَ

"Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (al-Mumtahanah: 8) (Tafsir Juz 'Amma, hlm. 654-655)

Dengan alasan agar hubungan baik (ishlah: toleransi beragama) terjalin antara pemeluk Islam dan pemeluk agama paganis, kaum musyrikin Quraisy menawarkan kesepakatan untuk saling menghormati dalam peribadahan. Namun, semua itu ditepis. Sebab, seorang muslim tidak boleh membenarkan keyakinan yang menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kesyirikan harus tetap diperangi.

Adapun berbuat baik dalam perkara-perkara kemanusiaan dan dibolehkan syariat, seorang muslim boleh menunaikannya. Misalnya, seorang muslim mengantar tetangganya non-Islam yang sakit untuk berobat ke rumah sakit.

📗Sumber: Majalah @AsySyariah edisi 123 ISLAM AGAMA TOLERAN

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 HUKUM BERWUDHU SETELAH MANDI JANABAH

Seorang yang telah selesai dari mandi janabah tidak wajib baginya berwudhu, baik ia melakukan mandi janabah dengan cara yang sederhana atau cara yang sempurna.

Karena ia telah suci dari hadats besar, maupun dari hadats kecil. Berdalil dengan hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺَ لاَ يَتَوَضَّأُ بَعْدَ الْغُسْلِ

“Dahulu Rasulullah ﷺ tidak berwudhu setelah selesai mandi (janabah).” (HR. At-Tirmidzi no. 107. Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Al-Misykah no. 445)

Berkata Ibnu Abdil Barr rahimahullah: “Ulama sepakat, seseorang yang telah selesai melakukan mandi janabah, tidak perlu mengulangi wudhu.”
(Lihat Al-Istidzkar, 1/303)

Hal ini jika tidak batal wudhunya sewaktu ia mandi. Jika batal, maka wajib mengulangi wudhunya. Wallahu a’lam.

Sumber : Buletin Islam AL ILMU Edisi: 14/IV/VIII/1431

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 KISAH TAUBATNYA AL-FUDHAIL BIN IYADH

Ada dua peristiwa yang terjadi dalam satu malam, yang benar-benar memberikan kesan mendalam di hati al-Fudhail bin Iyadh, peristiwa yang menjadi awal hijrahnya beliau dari masa lalu yang buruk.

▫️ Al-Fadhl bin Musa mengisahkan,

كَانَ الفُضَيْلُ بنُ عِيَاضٍ شَاطِراً يَقْطَعُ الطَّرِيْقَ بَيْنَ أَبِيْوَرْدَ وَسَرْخَسَ، وَكَانَ سَبَبُ تَوْبَتِهِ أَنَّهُ عَشِقَ جَارِيَةً، فَبَيْنَا هُوَ يَرْتَقِي الجُدْرَانَ إِلَيْهَا، إِذْ سَمِعَ تَالِياً يَتْلُو: {أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِيْنَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوْبُهُم ... } [الحَدِيْدُ: ١٦] . فَلَمَّا سَمِعَهَا، قَالَ: بَلَى يَا رَبِّ، قَدْ آنَ. فَرَجَعَ، فَآوَاهُ اللَّيْلُ إِلَى خَرِبَةٍ، فَإِذَا فِيْهَا سَابِلَةٌ، فَقَالَ بَعْضُهُم: نَرحَلُ. وَقَالَ بَعْضُهُم: حَتَّى نُصْبِحَ (١) ، فَإِنَّ فُضَيْلاً عَلَى الطَّرِيْقِ يَقْطَعُ عَلَيْنَا. قَالَ: فَفَكَّرْتُ، وَقُلْتُ: أَنَا أَسْعَى بِاللَّيْلِ فِي المَعَاصِي، وَقَوْمٌ مِنَ المُسْلِمِيْنَ هَا هُنَا يَخَافُونِي، وَمَا أَرَى اللهَ سَاقَنِي إِلَيْهِم إِلاَّ لأَرْتَدِعَ، اللَّهُمَّ إِنِّيْ قَدْ تُبْتُ إِلَيْكَ، وَجَعَلْتُ تَوْبَتِي مُجَاوَرَةَ البَيْتِ الحَرَامِ.

"Al-Fudhail bin Iyadh tadinya seorang perampok yang biasa menghadang orang yang lewat di daerah antara Abiverdi dan Sarakhs. Awal mula taubatnya beliau ialah ketika al-Fudhail jatuh cinta dengan seorang gadis. [Di suatu malam], beliau memanjat tembok untuk menemui wanita tersebut, dan di saat itu al-Fudhail mendengar seseorang membaca ayat,

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ

"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka). Janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." [QS. Al-Hadid: 16]

Begitu mendengar ayat ini, beliau bergumam,

"Sungguh, telah tiba waktunya wahai Rabbku.”

Al-Fudhail pun pergi, lalu dia beristirahat di sebuah bangunan yang telah rusak. Tiba-tiba datang sekelompok rombongan yang sedang lewat. Sebagian anggota rombongan itu berkata, 'Kita jalan terus..' Sementara yang lain berkata, 'Kita istirahat dulu sampai pagi, karena si Fudhail berada di arah jalan kita ini, dia bisa menghadang dan merampok kita.'

Mendengar perbincangan mereka ini, Fudhail merenung, 'Aku sedang melakukan kemaksiatan di malam hari, sementara kaum muslimin di sini juga ketakutan karena aku.

Menurutku, tidaklah Allah menggiringku kepada mereka ini melainkan agar aku berhenti (dari kemaksiatan). Ya Allah, sungguh aku telah bertaubat kepada-Mu dan aku jadikan taubatku dengan tinggal di Baitul Haram [Makkah]'.” (Siyar A’lam an-Nubala', VIII/423)

-- Jalur Masjid Agung @ Kota Raja -- Hari Ahadi [Mutiara Hikmah Salafus Shalih || Taubat] @nasehatetam
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 MENKES: ANGGAP SEMUA ORANG POSITIF, IKHLAS JALANKAN PROTOKOL


Kondisi perkembangan Covid-19 yang terus mengkhawatirkan, membuat kita semua harus semakin waspada. Pemerintah juga tak henti-hentinya mengingatkan warga masyarakat agar selalu waspada, jangan abai dan lalai.

Di antaranya seperti yang disampaikan oleh Kemenkes dalam kesempatan kunjungan kerja ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Pinang, Kamis (24/09/2020)

Dalam kesempatan tersebut Menkes mengingatkan agar semua orang dianggap positif COVID-19, tapi bukan sakit. Hal tersebut bertujuan supaya setiap orang menjalankan protokol kesehatan seperti jaga jarak dan memakai masker. Hendaknya semua orang ikhlas dalam menjalankan protokol 3M.

“Harus menganggap semua orang positif, bukan sakit, kita pakai masker karena masa pandemi. Harus ikhlas pakai masker, rajin cuci tangan, dan jaga jarak,” tutur Menkes Terawan.

Kemenkes juga mengingatkan semua masyarakat hendaknya selalu sabar.

“Pengalaman kalian pasti luar biasa, saya minta untuk semua sabar, berdoa, tawakal, dan tetap berbahagia,” tambahnya, sebagaimana di http://sehatnegeriku.kemkes.go.id 

Terpisah, dalam acara talkshow di di Kantor Graha BNPB, Rabu (23/09/2020), disampaikan pesan:

“Kalau sudah seperti ini, sebetulnya cara yang paling baik untuk kita semua adalah  memperlakuan semua orang sebagai OTG. Karena kita tidak tahu riwayat seseorang kecuali kalau dia tinggal satu rumah dengan kita. Kalau tidak satu rumah dengan kita, maka kita tidak tahu dia kemana saja. Kalau saya ketemu dengan si A saya menganggap si A itu OTG, maka saya akan menjaga protokol kesehatan. Kalau Si A menganggap saya OTG maka dia akan menjaga protokol kesehatan. OTG itu orang tanpa gejala, bahwa dia punya virus.

Kalau dikatakan, “WAH PARANOID NIH, SEMUA ORANG DIANGGAP PUNYA VIRUS!” 

Maka itu adalah cara yang paling baik. Supaya kita selalu ingat bahwa protokol kesehatan saat ini, sampai saat ini, adalah cara yang paling baik, paling tepat, dan paling benar untuk mencegah kita dari terkena Covid-19.

Selebihnya tidak ada cara lain. Bahwa vaksin masih di depan, bahwa obat belum ditemukan. Berarti sekarang pegangan kita hanya protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun. Tidak menyentuh wajah kita sebelum kita yakin yang namanya tangan kita ini bersih.”

Dalam keterangannya di Kantor Presiden, Kamis (24/9) Jubir Satgas Covid-19 Nasional Prof. Wiku Adisasmito menyampaikan bahwa masyarakat masih lengah, mengabaikan protokol kesehatan. Masyarakat seolah tidak memiliki empati dengan banyaknya korban yang menjadi positif Covid-19.

Masyarakat saat ini katanya masih banyak yang memandang negatif terhadap pasien positif Covid-19. Masyarakat juga diminta tidak terpengaruh atas berita tidak bertanggungjawab yang menyebut pandemi Covid-19 adalah konspirasi.

Sumber:
https://www.tanggapcovid19.com/menkes-anggap-semua-orang-positif-ikhlas-jalankan-protokol/

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 GHIBAH YANG DIBOLEHKAN (Menurut Imam Nawawi rahimahullah)

📑 Syaikh Ibnul Utsaimin rahimahullah berkata:

.. Ketahuilah sesungguhnya ghibah itu dibolehkan untuk tujuan yang benar sesuai syariat, yang tidak mungkin diraih kecuali dengan ghibah, hal itu ada dalam enam perkara:

❶ Yang pertama orang yang terzalimi.

Maka bagi orang yang terzalimi boleh untuk melaporkan kepada penguasa atau hakim dan selainnya dari pihak yang berwenang, atau orang yang mampu menengahi dari orang yg menzaliminya. Lalu ia berkata: Si fulan telah menzalimi saya.


❷Yang kedua: Dalam rangka meminta tolong untuk menghilangkan kemungkaran, mengembalikan orang yang berbuat maksiat ke jalan yang benar.

Lalu ia berkata kepada orang yang diharapkan bisa menghilangkan kemungkaran tersebut: "Fulan telah berbuat (maksiat) demikian, maka hendaknya engkau mencegahnya." Atau kalimat yang semisal itu. Maksud/tujuannya adalah mencari sarana untuk menghilangkan kemungkaran tersebut. Maka jika ia tidak bermaksud seperti itu, maka hukumnya haram.


❸Yang ketiga : Meminta fatwa.

Lalu ia mengatakan kepada mufti: Ayahku, saudaraku, suamiku atau fulan telah menzalimiku demikian, apakah hal itu boleh baginya? Dan saya tidak memiliki jalan untuk terlepas dari orang ini dan mengambil hak saya serta mencegah kezalimannya (kecuali dengan itu)? Dan yang semisal itu. Maka itu boleh kalau ada hajat.

Akan tetapi yang afdhal dan lebih hati-hati hendaknya ia mengatakan: Apa pendapat anda, tentang seorang atau seorang suami yang keadaannya demikian? Maka jika sudah tercapai tujuannya tanpa menyebut nama individunya (itu lebih baik). Walaupun jika menyebut namanya itu boleh juga, sebagaimana kami akan sebutkan dalam hadits Hindun radhiallahu'anha in sya Allah.


❹Yang keempat: Memperingatkan kaum muslimin dari kejelekan dan menasihati mereka.

Yang demikian ini dari beberapa segi:

◻️Diantaranya: Jarh (kritikan) terhadap orang yang dikritik dari para rawi dan saksi. Yang demikian itu boleh dengan ijmak kaum muslimin, bahkan wajib untuk tujuan ini.

◻️Diantaranya juga: Ketika meminta pendapat (saran) ketika hendak menikah dengan seorang, atau kerja sama dengannya, menitipkan sesuatu, bermuamalah dan selain itu, atau berdialog dengannya. Wajib bagi orang yang dimintai saran untuk tidak menyembunyikan keadaan orang tersebut. Bahkan dia mesti menyebutkan kejelekkan-kejelekkan yang ada padanya dengan niat menasihati.

◻️Dan diantaranya : Jika melihat seorang pelajar yang bolak-balik menemui ahli bidah, atau orang fasiq yang ia mengambil ilmu darinya, dan dikawatirkan pelajar tadi akan mengalami mudharat dengan itu. Maka wajib menasihatinya dan menjelaskan keadaannya (ahli bidah). Dengan syarat untuk tujuan menasihatinya.
Dan ini diantara perkara yang salah dalam hal ini : Terkadang yang mengkritik itu terbawa sifat hasad (dalam menjarh), syaitan membuat pengkaburan dalam hal itu, digambarkan seolah-olah itu adalah nasihat. Maka berlaku cermatlah dalam mengkritik.

◻️ Diantaranya: Orang yang mempunyai amanah tanggung jawab, tapi tidak melaksanakannya sebagaimana mestinya: Baik karena memang ia tidak pantas untuk itu, ataupun karena ia adalah seorang fasiq atau teledor dan semisalnya.

Maka wajib untuk menyebutkan (kekurangan orang itu) kepada pihak yang memiliki kewenangan umum untuk menyingkirkannya dan menggantikannya dengan orang yang pantas. Atau mengabarkan hal itu agar ia ditindak sesuai keadaannya, tidak tertipu dengannya, dan berupaya untuk mendorongnya agar istiqamah atau membimbingnya.
❺ Yang kelima: Ketika seorang itu terang-terangan menampakkan perbuatan fasiqnya, atau kebidahannya.

Semisal terang-terangan menampakkan minum khamer, merampok manusia, minta pajak dan pungutan uang secara zalim, melakukan perkara-perkara yang batil.

Maka boleh disebutkan perkara yang dia tampakkan, dan diharamkan menyebutkan aib-aib selainnya, kecuali disebutkan kejelekannya karena suatu sebab lain yang telah kami sebutkan.


❻ Yang keenam: Dalam rangka mengenalkan.

Maka jika seorang insan dikenal dengan gelar si Buta, si Pincang, si Tuli, si Picek, si Juling dan selain mereka, boleh saja mengenalkan mereka dengan hal itu.

Dan diharamkan menyebutkannya dengan maksud menghina/merendahkamnya. Seandainya memungkinkan menyebutkannya dengan selain itu, tentu lebih utama.



Maka ini adalah enam sebab yang disebutkan para ulama dan kebanyakannya adalah perkara yang telah disepakati.


.. Al-allamah Al-Faqih Ibnul Utsaimin rahimahullah berkata:

"Bab ini telah disebutkan oleh imam an-Nawawi rahimahullah dalam kitabnya "Riyadhus Shalihin" perkara -perkara yang diperbolehkan ghibah di sana, beliau menyebutkan ada enam perkara.

Dan perkataan beliau itu tidak perlu dikritisi, karena semuanya adalah perkataan yang bagus dan benar yang memiliki dalil-dalil. Dan beliau akan menyebutkannya insya Allah dalam bab ini. Beliau menyebutkan dalil -dalil dan kita akan membicarakan hal itu pada waktunya in sya Allah.

Maka kita memohon kepada Allah semoga Dia mengampuni An-Nawawi rahimahullah dan mengumpulkan kita dan kalian dengan beliau di surga An-Na'im.

📂 Syarh Riyadhus Shalihin karya Al-Utsaimin 6/134-136.

📚 Sumber : Channel Al Baarakah Ma'a Akabirikum @ForumSalafy

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 HAKEKAT ANAK YANG BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUANYA

Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin rahimahullahu:

《 إذا تأمّلنا في أحوال النّاس اليومَ؛ وجدنا كثيراً مِنهم لا يَبرَّ بوالديه، بل هو عاقٌّ، تجدهُ يُحسنُ إلى أصحابه، ولا يملُّ الجلوس معهم،

لكن لو يجلس إلى أبيه أو أمِّه ساعةً من نهار؛ لوجدته متململاً، كأنّما هو على الجمر؛

فهذا ليس ببارٍّ، بل البَارُّ مَن يَنشرحُ صدْرهُ لأُمِّه وأبيه، ويخدمهما على أهداب عينيه، ويحرص غايةَ الحرص على رضاهما بكلِّ ما يستطيع 》.

"Apabila kita memperhatikan pada keadaan manusia saat ini, maka kita mendapati kebanyakan dari mereka tidak berbakti kepada kedua orangtuanya.

Namun mereka berbuat durhaka.

Engkau mendapati mereka berbuat baik kepada teman-temannya, tidak merasa bosan tatkala duduk berkumpul bersama mereka.

Akan tetapi, tatkala ia duduk bersama ayah dan ibunya sebentar saja di waktu siang, niscaya engkau akan mendapatinya merasa bosan, seolah ia dalam kegelisahan..

Maka ini bukanlan anak yang berbakti.

Akan tetapi anak yang berbakti yang sesungguhnya adalah anak yang merasa lapang jiwanya tatkala bersama ayah dan ibunya.

Ia berkhidmat, melayani keduanya, dengan penuh kesopanan di depan keduanya..

Dan bersemangat dengan penuh kesemangatan untuk mendapatkan ridho keduanya, sesuai dengan kemampuannya."

📚Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyyah (3/121). @ForumSalafyPurbalingga

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 NABI ISA BERLEPAS DIRI TERHADAP PERIBADATAN NASRANI

Isa bin Maryam 'alaihissalam, demi Allah, beliau bukanlah Nasrani.

Beliau tidak mengajari umatnya untuk menyembah dirinya. Beliau tidak pula mengajari manusia untuk menyembah ibunya, Maryam.

Yang beliau dakwahkan adalah Islam, memerintahkan manusia untuk beribadah hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan meninggalkan peribadahan kepada selain-Nya. Nabi Isa 'alaihissalam berlepas diri dari ucapan dan keyakinan kaum Nasrani.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيْنِ مِن دُونِ اللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ ۚ إِن كُنتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ ۚ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ (١١٦) مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۚ وَكُنتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَّا دُمْتُ فِيهِمْ ۖ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنتَ أَنتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنتَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (١١٧)

"Dan (ingatlah) ketika Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, 'Hai 'Isa putra Maryam! Adakah kamu mengatakan kepada manusia 'Jadikanlah aku dan ibuku dua orang ilah (sesembahan) selain Allah?

Isa menjawab, 'Mahasuci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya.

Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib.

Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu), 'Sembahlah Allah, Rabbku dan Rabb kalian', dan aku menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada di antara mereka.

Maka setelah Engkau angkat aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu’.”

(Al-Maidah: 116—117)


FAKTANYA, NABI ISA SEORANG MUSLIM YANG TAWADHU

Nabi Isa ‘alaihissalam, yang kini masih hidup di langit, di akhir zaman beliau akan turun ke muka bumi menegakkan syariat Islam beserta hukum-hukum yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ, bahkan dengan tawadhu’ beliau shalat di belakang Imam Mahdi.

… فَبَيْنَمَا إِمَامُهُمْ قَدْ تَقَدَّمَ يُصَلِّي بِهِمُ الصُّبْحَ إِذْ نَزَلَ عَلَيْهِمْ عِيْسَى بْنُ مَرْيَمَ الصُّبْحَ فَرَجَعَ ذَلِكَ الْإِمَامُ يَنْكُصُ يَمْشِي الْقَهْقَرِي لِيَتَقَدَّمَ عِيْسَى يُصَلِّي بِالنَّاسِ فَيَضَعُ عِيْسَى يَدَهُ بَيْنَ كَتِفَيْهِ ثُمَّ يَقُولُ لَهُ: تَقَدَّمْ فَصَلِّ، فَإِنَّهَا لَكَ أُقِيمَتْ. فَيُصَلِّي بِهِمْ إِمَامُهُم

“…Tatkala imam mereka (al-Mahdi) maju untuk mengimami shalat subuh, tiba-tiba turun kepada mereka ‘Isa bin Maryam 'alaihissalam. Bergegas, mundurlah Imam Mahdi ke belakang agar Nabi ‘Isa 'alaihissalam mengimami manusia.

Nabi ‘Isa pun meletakkan tangan beliau diantara pundak al-Mahdi seraya berkata, 'Maju dan shalatlah, karena untukmu shalat ini ditegakkan.'

Akhirnya Imam Mahdi maju mengimami shalat.”

🔗 Sumber: https://asysyariah.com/menyelami-samudra-keindahan-islam/?amp
_____
Takhrij tambahan:

(Petikan dari HR. Ibnu Khuzaimah dari sahabat Abu Umamah radhiyallahu 'anhu, dinyatakan sahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir no. 7875) @asysyariah

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 HUKUM TELANJANG SAAT JIMA'

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rahimahullah

P e r t a n y a a n :

"Apakah telanjang disaat berjima' diperbolehkan atau makruh (dibenci) ? Dan apakah disana ada adab-adab yang mesti diikuti saat jima' ?


J a w a b a n :

"Yang disunnahkan saat jima hendaknya seseorang sebelum jima' ia berdo'a :

بِسْمِ اللَّهِ اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

"Bismillah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau anugerahkan kepada kami."

Adapun telanjang saat jima, telah dimakruhkan oleh sebagian ulama, mereka berkata :"Sesungguhnya yang semestinya itu hendaklah ia menyetubuhinya dan masing-masing dari keduanya mengenakan pakaian."

Namun sekalipun begitu, apabila keduanya telanjang maka itu TIDAK MASALAH. Karena Allah berfirman :

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ۞ إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِين

"Dan orang yang memelihara kemaluannya,kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela." [QS. Al-Mu'minun: Ayat 5-6]

Jika tidak menutup kemaluan saja tidak tercela, maka selain daripada itu terlebih lagi."

📚 Sumber : Silsilah Fatawa Nurun Alad Darb, kaset ke 38 | Link Audio : http://goo.gl/9tcKXH | http://bit.ly/alistifadah

---------------
ما يسن عند الجماع وحكم التعري

من فتاوى الشيخ ابن عثيمين رحمه الله تعالى

السؤال: الأخير عن معاشرة النساء، يقول: هل التعرية في الجماع جائزة أم مكروهة؟ وهل هناك آداب يجب اتباعها في الجماع؟

الجواب: الشيخ: السنة في الجماع أن يقول الإنسان عند الجماع: بسم الله، اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا. وأما التعري عند الجماع فقد كرهه بعض أهل العلم وقال: إن الذي ينبغي أن يجامعها وكل منهما عليه لباس، ولكن مع ذلك لو تعريا فلا حرج؛ لأن الله يقول: ﴿وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ۞ إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ﴾. فإذا كان لا ملامة في عدم ستر الفرج فما سواه من باب أولى.

المصدر: سلسلة فتاوى نور على الدرب > الشريط رقم [38].فتاوى المرأة
البر والصلة والآداب والأخلاق > سنن وآداب
رابط المقطع الصوتي
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 APAKAH SEORANG ISTERI JUGA IKUT MEMBACA DOA BERJIMAK?

Rasulullah ﷺ bersabda :

Apabila salah seorang kalian hendak mendatangi isterinya, dia membaca doa :
 
بِاسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

(Bismillah, Allahumma jannibnasy syaithaana wajannibisy syaithaana maa razaqtanaa).

Artinya : "(Bismillah) Ya Allah jauhkanlah kami dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang Engkau akan karuniakan kepada kami." Maka sesungguhnya apabila keduanya ditakdirkan memiliki anak melalui jimak itu, niscaya syaitan tidak akan memudharatkannya selamanya." [Muttafaq alaih].

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan :

"Apakah seorang wanita juga membaca doa ketika berjimak?

Sebagian ulama mengatakan, sesungguhnya seorang wanita itu juga membacanya. Dan yang benar sesungguhnya isteri tidak ikut membacanya. Karena beliau ﷺ bersabda :

لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَتَى أَهْلَهُ

"Kalau seandainya salah seorang kalian hendak mendatangi isterinya." [Muttafaq alaih].

📑 Syarh Al-Mumti' 12/414 | @ahlussunnahposo

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 SETIAP UCAPAN ADA BALASAN

Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata,

فمَن حفِظَ لسانهُ لأجلِ الله في الدُّنيا؛ أطلقَ اللهُ لسانهُ بالشَّهادة عند الموتِ ولقاء الله.
ومَن سَرَّح لسانهُ في أعراضِ المسلمين، واتَّبعَ عَوراتهم؛ أمسكَ اللهُ لسانه عن الشهادةِ عند الموت.

"Barangsiapa yang menjaga lisannya karena Allah di dunia ini, niscaya Allah akan menjadikan lisannya fasih untuk bersyahadat ketika meninggal dunia dan ketika berjumpa dengan-Nya.

Dan barangsiapa yang membiarkan lisannya bebas membicarakan kehormatan kaum muslimin (ghibah) dan mencari-cari kesalahan mereka, maka Allah akan tahan lisannya (sehingga tidak mampu) dari bersyahadat ketika meninggal."

📚 Bahru ad-Dumu', hal. 124

____________
Terkhusus di masa pandemi, saat jarang silaturahmi dengan kawan dan sanak famili, ucapan kadang dipahami dengan salah arti.

Oleh karenanya, jaga lisan dan ucapan, karena setiap ucapan ada balasan. @satgastanggapcovid19jember

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 KEUTAMAAN ILMU ULAMA SALAF : ILMU ITU BUKAN KARENA BANYAKNYA RIWAYAT DAN UCAPAN, MELAINKAN CAHAYA YANG DILETAKKAN DI KALBU UNTUK MENGENAL KEBENARAN

◻️'Umar bin Abdul Aziz rahimahullah mengatakan,

إن السابقين عن علم وقفوا، وببصر ناقد كفوا، وكانوا هم أقوى على البحث لو بحثوا

"Sesungguhnya orang-orang terdahulu (para ulama salaf, -red) diam karena ilmu. Mereka pun menahan diri (dari sesuatu) karena mata hati yang tajam. Sungguh, mereka lebih mampu meneliti (sebuah masalah) kalau mereka mau melakukannya."

◻️ Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan,

وقد فتن كثير من المتأخرين بهذا، وظنوا أن من كثير كلامه وجداله وخصامه في مسائل الدين فهو أعلم ممن ليس كذلك، وهذا جهل محض

"Sungguh, banyak orang belakangan yang tertipu dengan hal ini. Mereka menyangka bahwa siapa yang banyak bicara, debat, dan bantahannya dalam masalah agama, berarti dia lebih berilmu. Ini adalah murni kebodohan.

وانظر إلى أكابر الصحابة علمائهم، كأبي بكر، وعمر، وعثمان، وعلي، ومعاذ، وابن مسعود، وزيد بن ثابت، كيف كانوا كلامهم أقل من كلام ابن عباس وهم أعلم منه

Lihatlah para sahabat yang senior dan ulama mereka, seperti Abu Bakr, 'Umar, 'Ali, Mu'adz, Ibnu Mas'ud, dan Zaid bin Tsabit radhiallahu 'anhum, betapa sedikit ucapan mereka dibandingkan dengan ucapan Ibnu 'Abbas radhiallahu 'anhu, padahal mereka lebih berilmu.

وكذلك كلام التابعين أكثر من كلام الصحابة، والصحابة أعلم منهم

Demikian pula ucapan generasi tabi'in lebih banyak daripada ucapan generasi sahabat, padahal generasi sahabat lebih berilmu.

وكذلك تابعوا التابعين كلامهم أكثر من كلام التابعين، والتابعون أعلم منهم

Ucapan generasi setelah tabi'in pun lebih banyak daripada ucapan generasi tabi'in, padahal generasi tabi'in lebih berilmu.

فليس العلم بكثرة الرواية، ولا بكثرة المقال، ولكنه نور يقذف في القلب يفهم به العبد الحق، ويميز به بينه وبين الباطل..

Jadi, ilmu itu bukan karena banyaknya riwayat dan ucapan, melainkan cahaya yang diletakkan di kalbu. Dengan cahaya itu, seorang hamba akan mengenal kebenaran dan bisa membedakannya dengan kebatilan...."

(Lammud Durril Mantsur minal Qaulil Ma'tsur, hlm. 82--83) @asysyariah

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 MENCINTAI KEBAIKAN BAGI SAUDARANYA


Sesungguhnya, di antara tuntutan keimanan adalah seseorang mencintai kebaikan bagi saudaranya sebagaimana yang ia cintai untuk dirinya.

Keimanan yang benar akan mendorong pemiliknya untuk menghiasi diri dengan akhlak yang terpuji dan mencegahnya dari terjerumus ke dalam lembah kehinaan.

Nabi ﷺ bersabda,

لَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا

“Janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling hasad, dan janganlah kalian saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Muslim, Kitabul Birri wash Shilah, bab no. 7, hadits no. 2559, dari jalan Anas bin Malik radhiallahu anhu) @asysyariah

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 HUKUM MEMINTA ORANG LAIN MEMBELI BARANG SECARA KONTAN UNTUK DIJUAL KEMBALI KEPADANYA SECARA KREDIT

[Fatwa Lajnah Daimah | Fatwa Nomor: 2020]

P e r t a n y a a n :

Seseorang meminta temannya untuk membeli mobil secara kontan untuk dijual kembali kepadanya secara kredit dengan adanya laba. Dengan kata lain, bila harga mobil seharga seribu secara kontan, maka dia jual kembali seharga seribu seratus secara kredit misalnya, maka bagaimana hukumnya?

Mohon disertakan pula penjelasan mengenai ucapan Imam Malik rahimahullah bahwa beliau menerima riwayat hadis Rasulullah ﷺ yang melarang dua akad dalam satu transaksi. Mohon pula dijelaskan mengenai bentuk-bentuk transaksinya. Apakah ini termasuk dalam kategori riba?


J a w a b a n :

Seseorang meminta orang lain untuk membeli mobil tertentu atau yang sudah jelas spesifikasinya, dan orang yang meminta tadi berjanji akan membeli mobil itu darinya.

Lalu, mobil tersebut dibeli dan telah menjadi hak miliknya. Dalam keadaan ini, orang yang mengajukan permintaan tersebut boleh membelinya, baik secara kontan maupun kredit , dengan besaran keuntungan yang jelas.

Ini tidak termasuk dalam kategori jual beli barang yang belum dimiliki, karena pihak yang diberikan pengajuan itu baru menjual kepada pemesan setelah barang itu dibeli dan dimiliki.

Dia tidak boleh menjual kepada kawannya itu sebelum dibeli, atau sudah dibeli namun barangnya belum diterima. Ini berdasarkan larangan Nabi ﷺ mengenai menjual barang sebelum dibeli dan dibawa para saudagar ke tempat tinggal mereka.

Adapun larangan Nabi ﷺ tentang dua akad dalam satu transaksi diterangkan dalam penafsiran jumhur ulama berikut ini. Misalnya pemilik barang berkata,

"saya jual barang ini dengan 10 dirham kontan, atau 15 dirham selama satu tahun,"

atau berkata,

"saya jual salah satu dari dua ekor kerbau ini seharga seribu riyal,"

lalu pembeli menerima, dan keduanya berpisah tanpa adanya penentuan akad, kontan atau kredit pada bentuk pertama, atau tanpa ada penentuan salah satu dua ekor kerbau pada bentuk yang kedua.

Praktik jual beli seperti ini diharamkan karena tidak adanya kejelasan, apakah kontan atau kredit dan tidak ada kejelasan harga pada kasus yang pertama, sedangkan pada kasus kedua, disebabkan oleh tidak adanya kejelasan objek barang yang dijualbelikan.

Salah satu contoh larangan di atas menurut jumhur ulama adalah perkataan seseorang kepada orang lain,

"saya jual rumah saya ini dengan harga sekian, asalkan Anda jual pula rumah Anda ini dengan harga sekian. Atau, syaratnya Anda bekerja sebagai buruh saya selama satu bulan dengan upah sekian. Atau, jika Anda bersedia menikahkan anak perempuan Anda kepada saya dengan mahar sekian. Atau Anda menikah dengan putri saya dengan mahar sekian. Semua ini termasuk bentuk jual beli yang batil karena termasuk dalam kategori dua akad dalam satu transaksi, yang telah dilarang oleh Nabi ﷺ.

Contoh lainnya adalah jual beli 'inah yang cukup populer.
Kami menyarankan Anda untuk menelaah kembali kitab Al-Mughni karya Ibnu Qudamah rahimahullah dalam masalah ini. Telaah pula penjelasan al-'Allamah Ibnu al-Qayyim terhadap hadis Nabi ﷺ tentang hukum dua akad dalam satu transaksi, dalam kitabnya Tahdzib as-Sunan dan I'lam al-Muwaqqi'in.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

📚Al Lajnah Ad Daimah Lilbuhutsil Ilmiyyah Walifta'
Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Wakil: Abdurrazzaq 'Afifi
Anggota: Abdullah bin Qu'ud
http://telegram.me/ukhwh

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 HUKUM SESEORANG YANG SUDAH LANJUT USIA MEMBAGI HARTA MILIKNYA KEPADA AHLI WARIS SEBELUM MENINGGAL

📜 Fatwa Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah

P e r t a n y a a n :

Sebagian orang, jika mencapai usia 80 tahun atau lebih, maka ia membagi-bagikan hartanya padahal ia masih hidup. Bolehkah perbuatan ini?

J a w a b a n :

Mengapa (memangnya)? Apa yang mereka kurbankan (yakni membagi-bagikan hartanya) itu kan baik!!? (Syaikh tertawa).

A’udzubillah, ini haram.

Kejadian ini benar ada (di negeri Sudan)? Penuntut ilmu menjawab: “Iya ada..tapi, yang diberi warisan (yakni ahli waris) berdasarkan pilihannya”

Syaikh: ”Tidak,ini salah juga. Karena berapa banyak manusia meninggal di usia muda. Bisa saja mereka yang berhak mewarisinya meninggal sebelum dirinya, bukankah demikian? Tentu ini kebodohan.

Kemudian katanya: Anda sekarang saat menua sekitar 80 tahun mungkin membutuhkan (uang) lebih, Datang kepada anda berbagai penyakit sebagaimana biasanya penyakit banyak datang di masa tua. Bagaimana engkau akan bagi-bagikan harta anda?!

Juga jika kelak engkau menderita penyakit , engkau bisa jadi berkata: ”Berilah saya uang, jazaakallah khairan!! Kemudian tidak ada yang memberi (bagaimana)?!”

🔘 Syarh Qowaid al Ushul wa ma'aqid al Fushul Kaset no.1 @ukhwh


السؤال 4 : بعض الناس إذا بلغ ثمانين سنة أو أكثر يقسم ماله وهو حي ، هل يجوز هذا ؟

الجواب : ( ورا – أي لماذا - ما يذبحونه أحسن ؟!!)( الشيخ يضحك)أ عوذ بالله هذا حرام ، هذا موجود عندكم ( في السودان) ؟
الطالب : موجود ...لكن المورث هو الذي يقسم باختياره ،

الشيخ : لا هذا غلط أيضا ، لأنه كم من إنسان صغير مات قبل الكبير، ربما هؤلاء ورثته يموتون قبله ، أليس كذلك ؟ فهذا جهل ، ثم يُقال : أنت الآن لما كبرت وصرت ثمانين سنة ، يمكن تحتاج أكثر ، يعتريك أمراض ، لأن الإنسان كلما كبر صارت معه الأمراض ، كيف تقسم مالك ؟! ثم غدا يأتيك مرض تقول : أعطني جزاك الله خيرا! ولا يعطونه!.

📼من شرح " قواعد الأصول ومعاقد الفصول " شريط رقم1.
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 KILAS BALIK FAKTA SEJARAH KEKEJAMAN PKI DI INDONESIA

🎙Bersama :
Abu Jihad Mujahid Robi' حفظه الله

📆 Audio Dengar Bareng (Debar) Kekejaman PKI | Ahad, 11 Al Muharram 1439 H/ 01 Oktober 2017 M

📊 Bagian 1 Durasi 21:09 [4,9 MB]
📊 Bagian 2 Durasi 28:32 [6,6 MB]

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️