::
🚇 BAHAYA MENGANGGAP REMEH KEMAKSIATAN
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,
إن الرجل إذا فعل المعصية متهاونا بها ولو كانت صغيرة صارت كبيرة والعياذ بالله لما قام في قلبه من التهاون بها.
"Sesungguhnya seseorang apabila melakukan kemaksiatan dengan meremehkannya, meskipun kecil, akan menjadi dosa besar, wal-‘iyyadzu billah. Hal itu karena sesuatu yang terdapat di hatinya berupa sikap meremehkan kemaksiatan tersebut."
Sumber: Syarh Riyadh al-Shalihin, Jilid 4, hlm. 329 | Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفرالرحمن له | @alfudhail
◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️
🚇 EFEK BURUK KEMAKSIATAN
Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan,
" قلةِ التوفيق ، وخَفَاءِ الحق ، وخُمولِ الذِّكـرِ ، ونُفرَةِ الخلقِ ، والوَحشة بين العبدِ وبين ربِّه ، ومنعِ إجابةِ الدعاء تتولد من المعصيـــــــة !!
"Sedikitnya hidayah taufiq, tersamarkannya kebenaran, melemahnya dzikir, hilangnya akhlak, adanya kerisauan antara seorang hamba dengan Rabbnya dan terhalanginya seseorang dari terkabulnya doa, semua itu disebabkan karena perbuatan maksiat."
📚 Al-Fawaid 32 |@KajianIslamTemanggung
◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️
🚇 AKIBAT JELEK MENUNDA-NUNDA TAUBAT
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan :
"Bertaubat kepada Allah itu hukumnya wajib dan harus segera dilaksanakan, tidak boleh ditunda-tunda, karena Allah dan RasulNya memerintahkan untuk itu.
Semua perintah Allah dan RasulNya itu harus segera dilaksanakan, karena:
1⃣ Seorang hamba tidak tahu apa yang akan terjadi kepadanya ketika dia menunda-nunda taubat, jangan-jangan dia akan dikagetkan dengan kematian, sehingga dia tidak sempat lagi bertaubat.
2⃣ Karena terus-menerus dalam kemaksiatan itu akan menyebabkan kerasnya hati, dan akan semakin jauh dari Allah dan imannya menjadi lemah. Karena iman itu akan bertambah dengan ketaatan akan berkurang dengan maksiat.
3⃣ Karena terus-menerus dalam maksiat itu akan menjadikan seorang dicengkeram maksiat dan sulit untuk lepas darinya. Karena jiwa itu jika sudah terbiasa dengan sesuatu, dia akan sulit melepasnya, sehingga ketika itu, dia akan sulit berpisah dengan maksiat. Dan syaitan akan membukakan baginya pintu maksiat lainnya yg lebih besar dari sebelumnya.
Oleh karena itu para ulama dan juga para ahli perangai mengatakan :
إنّ الْمَعَاصِي بَرِيدُ الْكُفْرِ
"Sesungguhnya maksiat adalah pos-nya kekufuran."
Seorang insan akan berpindah satu tahap demi satu tahap dalam maksiat tersebut, sampai dia menyimpang dari agamnya semuanya. Kita memohon kepada Allah ampunan dan keselamatan".
📑 Majalis Syahr Ramadhan 338-339 | @ahlussunnahposo
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 BAHAYA MENGANGGAP REMEH KEMAKSIATAN
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,
إن الرجل إذا فعل المعصية متهاونا بها ولو كانت صغيرة صارت كبيرة والعياذ بالله لما قام في قلبه من التهاون بها.
"Sesungguhnya seseorang apabila melakukan kemaksiatan dengan meremehkannya, meskipun kecil, akan menjadi dosa besar, wal-‘iyyadzu billah. Hal itu karena sesuatu yang terdapat di hatinya berupa sikap meremehkan kemaksiatan tersebut."
Sumber: Syarh Riyadh al-Shalihin, Jilid 4, hlm. 329 | Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفرالرحمن له | @alfudhail
◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️
🚇 EFEK BURUK KEMAKSIATAN
Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan,
" قلةِ التوفيق ، وخَفَاءِ الحق ، وخُمولِ الذِّكـرِ ، ونُفرَةِ الخلقِ ، والوَحشة بين العبدِ وبين ربِّه ، ومنعِ إجابةِ الدعاء تتولد من المعصيـــــــة !!
"Sedikitnya hidayah taufiq, tersamarkannya kebenaran, melemahnya dzikir, hilangnya akhlak, adanya kerisauan antara seorang hamba dengan Rabbnya dan terhalanginya seseorang dari terkabulnya doa, semua itu disebabkan karena perbuatan maksiat."
📚 Al-Fawaid 32 |@KajianIslamTemanggung
◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️
🚇 AKIBAT JELEK MENUNDA-NUNDA TAUBAT
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan :
"Bertaubat kepada Allah itu hukumnya wajib dan harus segera dilaksanakan, tidak boleh ditunda-tunda, karena Allah dan RasulNya memerintahkan untuk itu.
Semua perintah Allah dan RasulNya itu harus segera dilaksanakan, karena:
1⃣ Seorang hamba tidak tahu apa yang akan terjadi kepadanya ketika dia menunda-nunda taubat, jangan-jangan dia akan dikagetkan dengan kematian, sehingga dia tidak sempat lagi bertaubat.
2⃣ Karena terus-menerus dalam kemaksiatan itu akan menyebabkan kerasnya hati, dan akan semakin jauh dari Allah dan imannya menjadi lemah. Karena iman itu akan bertambah dengan ketaatan akan berkurang dengan maksiat.
3⃣ Karena terus-menerus dalam maksiat itu akan menjadikan seorang dicengkeram maksiat dan sulit untuk lepas darinya. Karena jiwa itu jika sudah terbiasa dengan sesuatu, dia akan sulit melepasnya, sehingga ketika itu, dia akan sulit berpisah dengan maksiat. Dan syaitan akan membukakan baginya pintu maksiat lainnya yg lebih besar dari sebelumnya.
Oleh karena itu para ulama dan juga para ahli perangai mengatakan :
إنّ الْمَعَاصِي بَرِيدُ الْكُفْرِ
"Sesungguhnya maksiat adalah pos-nya kekufuran."
Seorang insan akan berpindah satu tahap demi satu tahap dalam maksiat tersebut, sampai dia menyimpang dari agamnya semuanya. Kita memohon kepada Allah ampunan dan keselamatan".
📑 Majalis Syahr Ramadhan 338-339 | @ahlussunnahposo
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 MANA YANG LEBIH UTAMA, MENGINGAT DOSA YANG TELAH LALU ATAU MELUPAKANNYA?
[Pertanyaan]
Mana yang lebih utama bagi seorang yang telah bertaubat, apakah ia mengingat-ingat dosa-dosanya yang telah lalu sehingga ia bisa bersungguh-sungguh dan beramal dengan amal-amal yang shalih ataukah ia melupakannya sehingga hidupnya tidak terus-menerus bersedih?
[ Jawaban ]
Orang yang bertaubat adalah orang yang kembali kepada Allah 'azza wajalla dengan ikhlas dalam taubatnya hanya karena Allah, ia bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosanya lagi.
Adapun mengingat-ingat dosa yang telah lalu, maka perlu dilihat terlebih dahulu maslahatnya.
◻️Apabila ia melihat ada maslahat dalam hal itu, yakni ketika ia mendapati pada dirinya ada kelalaian atau ia mendapati pada dirinya ada keinginan untuk kembali berbuat maksiat, maka ia mengingatkan dirinya dengan dosa-dosa yang telah lalu agar ia tidak mengulanginya kembali. Maka yang seperti ini adalah baik.
◻️Kalau tidak demikian, yakni ketika ia mengingat-ingat kemaksiatan yang telah lalu akan membahayakannya dan khawatir ia akan putus asa dari rahmat Allah karena dosanya yang sangat banyak, maka yang seperti ini dia jangan mengingat-ingatnya.
وقد ثبت في الصحيح أن عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال حينما راجع الرسول ﷺ في غزوة الحديبية قال: [فعملت لذلك أعمالاً] يعني: أعمالاً صالحة تكفر ما مضى.
Telah tertulis dalam kitab shahih bahwasanya Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu berkata ketika beliau meminta Rasulullah ﷺ meninjau ulang keputusan beliau ﷺ di perang Hudaibiyah, Umar radhiyallahu 'anhu berkata, "Aku mengerjakan amal-amal untuk hal itu." Yakni mengerjakan amal-amal shalih yang bisa menghapus kesalahannya yang telah lalu.
Maka seorang manusia hendaklah mempertimbangkan maslahat dan mudharat dalam hal mengingat-ingat dosa-dosanya yang telah lalu atau melupakannya.
📚 Silsilah Al Liqaa Al Baabul Maftuh; Liqaa Al Baabul Maftuh: 9. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah. @salafy_cirebon
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 MANA YANG LEBIH UTAMA, MENGINGAT DOSA YANG TELAH LALU ATAU MELUPAKANNYA?
[Pertanyaan]
Mana yang lebih utama bagi seorang yang telah bertaubat, apakah ia mengingat-ingat dosa-dosanya yang telah lalu sehingga ia bisa bersungguh-sungguh dan beramal dengan amal-amal yang shalih ataukah ia melupakannya sehingga hidupnya tidak terus-menerus bersedih?
[ Jawaban ]
Orang yang bertaubat adalah orang yang kembali kepada Allah 'azza wajalla dengan ikhlas dalam taubatnya hanya karena Allah, ia bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosanya lagi.
Adapun mengingat-ingat dosa yang telah lalu, maka perlu dilihat terlebih dahulu maslahatnya.
◻️Apabila ia melihat ada maslahat dalam hal itu, yakni ketika ia mendapati pada dirinya ada kelalaian atau ia mendapati pada dirinya ada keinginan untuk kembali berbuat maksiat, maka ia mengingatkan dirinya dengan dosa-dosa yang telah lalu agar ia tidak mengulanginya kembali. Maka yang seperti ini adalah baik.
◻️Kalau tidak demikian, yakni ketika ia mengingat-ingat kemaksiatan yang telah lalu akan membahayakannya dan khawatir ia akan putus asa dari rahmat Allah karena dosanya yang sangat banyak, maka yang seperti ini dia jangan mengingat-ingatnya.
وقد ثبت في الصحيح أن عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال حينما راجع الرسول ﷺ في غزوة الحديبية قال: [فعملت لذلك أعمالاً] يعني: أعمالاً صالحة تكفر ما مضى.
Telah tertulis dalam kitab shahih bahwasanya Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu berkata ketika beliau meminta Rasulullah ﷺ meninjau ulang keputusan beliau ﷺ di perang Hudaibiyah, Umar radhiyallahu 'anhu berkata, "Aku mengerjakan amal-amal untuk hal itu." Yakni mengerjakan amal-amal shalih yang bisa menghapus kesalahannya yang telah lalu.
Maka seorang manusia hendaklah mempertimbangkan maslahat dan mudharat dalam hal mengingat-ingat dosa-dosanya yang telah lalu atau melupakannya.
📚 Silsilah Al Liqaa Al Baabul Maftuh; Liqaa Al Baabul Maftuh: 9. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah. @salafy_cirebon
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 JANGAN MEREMEHKAN DOSA KEMAKSIATAN WALAU SEKECIL APAPUN
Berkata Bilal bin Sa'ad rahimahullah :
لَا تَنْظُرْ إِلىَ صِغَرِ الْمَعْصِيَّة وَانْظُرْ إِلىَ عَظَمَةِ مَنْ عَصَيْتَ
"Janganlah kamu melihat kepada kecilnya sebuah maksiat akan tetapi lihatlah agungnya Yang kamu maksiati"
لا تَحْقِرَنَّ صَغِيرَةً ، إِنَّ الجِبَالَ مِنَ الحَصَى
"Janganlah sekali-kali kamu meremehkan sebuah dosa kecil, sesungguhnya gunung-gunung itu berasal dari kerikil kecil."
📝 Dikutip dari Al Imam Ahmad rahimahullah dalam kitab Az Zuhd | Alih Bahasa : Al-Ustadz Abu Amina hafizhahullah | @Riyadhus_Salafiyyin
◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️
🚇 JANGAN PUTUS ASA DARI AMPUNAN ALLAH, NAMUN JUGA JANGAN MEREMEHKAN DOSA!
✍🏼 Asy-Syaikh Dr. Muhammad Ghalib hafizhahullah berkata:
نعم لا تنظر إلى صغر المعصية، ولكن انظر من عصيت، وكذلك أيضا لا تقنط من رحمة الرحيم، فربّ ذنب أدخل صاحبه الجنة لِما أحدث في قلبه من التوبة والإنابة.
"Memang jangan melihat kecilnya kemaksiatan, tetapi lihatlah keagungan yang engkau durhakai (Allah), dan demikian juga jangan putus asa dari rahmat Allah yang Maha Penyayang, karena bisa jadi sebuah dosa justru menyebabkan pelakunya masuk ke dalam surga karena memunculkan di dalam hatinya taubat dan kembali kepada Allah." | @ForumSalafy
◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️
🚇 KEMAKSIATAN SETELAH MENDAPAT KENIKMATAN LEBIH BERAT DOSANYA
Asy Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata,
المعصية بعد النعمة أشد من المعصية قبل النعمة ؛ لقوله تعالى :وَعَصَيْتُم مِّنۢ بَعْدِ مَآ أَرَىٰكُم مَّا تُحِبُّونَ ۚ
"Perbuatan maksiat setelah mendapat kenikmatan lebih berat dibandingkan dengan kemaksiatan sebelum mendapat kenikmatan, berdasarkan firman Allah Subhanahu wata'ala,
وَعَصَيْتُم مِّنۢ بَعْدِ مَآ أَرَىٰكُم مَّا تُحِبُّونَ ۚ
"Dan kalian bermaksiat setelah Aku perlihatkan kepada kalian sesuatu yang kalian sukai.." [QS. Ali Imron:152]
📚 Tafsir surat Ali Imran 2/313 | @salafyatam
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 JANGAN MEREMEHKAN DOSA KEMAKSIATAN WALAU SEKECIL APAPUN
Berkata Bilal bin Sa'ad rahimahullah :
لَا تَنْظُرْ إِلىَ صِغَرِ الْمَعْصِيَّة وَانْظُرْ إِلىَ عَظَمَةِ مَنْ عَصَيْتَ
"Janganlah kamu melihat kepada kecilnya sebuah maksiat akan tetapi lihatlah agungnya Yang kamu maksiati"
لا تَحْقِرَنَّ صَغِيرَةً ، إِنَّ الجِبَالَ مِنَ الحَصَى
"Janganlah sekali-kali kamu meremehkan sebuah dosa kecil, sesungguhnya gunung-gunung itu berasal dari kerikil kecil."
📝 Dikutip dari Al Imam Ahmad rahimahullah dalam kitab Az Zuhd | Alih Bahasa : Al-Ustadz Abu Amina hafizhahullah | @Riyadhus_Salafiyyin
◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️
🚇 JANGAN PUTUS ASA DARI AMPUNAN ALLAH, NAMUN JUGA JANGAN MEREMEHKAN DOSA!
✍🏼 Asy-Syaikh Dr. Muhammad Ghalib hafizhahullah berkata:
نعم لا تنظر إلى صغر المعصية، ولكن انظر من عصيت، وكذلك أيضا لا تقنط من رحمة الرحيم، فربّ ذنب أدخل صاحبه الجنة لِما أحدث في قلبه من التوبة والإنابة.
"Memang jangan melihat kecilnya kemaksiatan, tetapi lihatlah keagungan yang engkau durhakai (Allah), dan demikian juga jangan putus asa dari rahmat Allah yang Maha Penyayang, karena bisa jadi sebuah dosa justru menyebabkan pelakunya masuk ke dalam surga karena memunculkan di dalam hatinya taubat dan kembali kepada Allah." | @ForumSalafy
◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️
🚇 KEMAKSIATAN SETELAH MENDAPAT KENIKMATAN LEBIH BERAT DOSANYA
Asy Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata,
المعصية بعد النعمة أشد من المعصية قبل النعمة ؛ لقوله تعالى :وَعَصَيْتُم مِّنۢ بَعْدِ مَآ أَرَىٰكُم مَّا تُحِبُّونَ ۚ
"Perbuatan maksiat setelah mendapat kenikmatan lebih berat dibandingkan dengan kemaksiatan sebelum mendapat kenikmatan, berdasarkan firman Allah Subhanahu wata'ala,
وَعَصَيْتُم مِّنۢ بَعْدِ مَآ أَرَىٰكُم مَّا تُحِبُّونَ ۚ
"Dan kalian bermaksiat setelah Aku perlihatkan kepada kalian sesuatu yang kalian sukai.." [QS. Ali Imron:152]
📚 Tafsir surat Ali Imran 2/313 | @salafyatam
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 BERPIKIR SEBELUM BERBICARA
Abu Hatim rahimahullah berkata,
"Lisan orang yang berakal berada di belakang hatinya. Bila dia ingin berbicara, dia mengembalikan ke hatinya terlebih dahulu. Jika terdapat (maslahat) baginya, dia akan berbicara. Bila tidak ada (maslahat), dia tidak (berbicara).
Adapun orang yang jahil (bodoh), hatinya berada di ujung lisannya sehingga apa saja yang menyentuh lisannya membuat dia akan (cepat) berbicara.
Seseorang tidak (dianggap) mengetahui agamanya hingga dia mengetahui lisannya."
📨 Raudhatul 'Uqala wa Nuzhatul Fudhala hlm. 37-42 | @asysyariah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 BERPIKIR SEBELUM BERBICARA
Abu Hatim rahimahullah berkata,
"Lisan orang yang berakal berada di belakang hatinya. Bila dia ingin berbicara, dia mengembalikan ke hatinya terlebih dahulu. Jika terdapat (maslahat) baginya, dia akan berbicara. Bila tidak ada (maslahat), dia tidak (berbicara).
Adapun orang yang jahil (bodoh), hatinya berada di ujung lisannya sehingga apa saja yang menyentuh lisannya membuat dia akan (cepat) berbicara.
Seseorang tidak (dianggap) mengetahui agamanya hingga dia mengetahui lisannya."
📨 Raudhatul 'Uqala wa Nuzhatul Fudhala hlm. 37-42 | @asysyariah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com