HASIL SIDANG ISBAT PENETAPAN TANGGAL SATU SYAWAL 1441H
Pemerintah Republik Indonesia, melalui sidang Isbat yang di adakan kementerian agama RI menetapkan tanggal 1 Syawal 1441H jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020M
🌎 https://twitter.com/TVRINasional/status/1263803259610783750
Pemerintah Republik Indonesia, melalui sidang Isbat yang di adakan kementerian agama RI menetapkan tanggal 1 Syawal 1441H jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020M
🌎 https://twitter.com/TVRINasional/status/1263803259610783750
::
🚇 KELUAR DARI BULAN RAMADHAN DALAM KEADAAN TIDAK DIAMPUNI DOSANYA : JANGAN SAMPAI TERMASUK DALAM TIGA GOLONGAN INI
أَنَّ النَّبِيﷺ رَقَى الْمِنْبَر فَقَال: “آمين، آمين، آمين” قِيْلَ لَهُ : يَا رَسَوْلَ اللهِ! مَا كُنْتَ تَصْنَعْ هَذَا؟ فَقَالَ: ” قَالَ لِيْ جِبْرِيْلُ : رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ أَدْرَكَ أَبَوْيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا لَمْ يُدْخِلْهُ الْجَنَّةَ. قُلْتُ: آمين. ثم قال: رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ لَمْ يَغْفِرْ لَهُ. فقُلْتُ : آمين. ثُمَّ قَالَ : رَغِمَ أَنْفُ امرئ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ، فقُلْتُ: آمين
Nabi ﷺ menaiki mimbar seraya mengatakan, “Amin, amin, amin.”
Beliau ditanya, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau mengatakan demikian?”
¶ Nabi ﷺ bersabda, “Jibril berkata kepadaku, ‘Celaka seorang hamba yang mendapati kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup, namun tidak memasukkannya ke dalam surga.’ Aku pun mengatakan, ‘Amin.’”
¶ Kemudian, Jibril berkata lagi, ‘Celaka seorang hamba yang masuk bulan Ramadhan, tetapi (keluar dari bulan Ramadhan) dalam keadaan tidak diampuni dosanya (karena tidak memanfaatkan Ramadhan untuk beramal shaleh, _-pent.)_.’ Aku pun mengatakan, ‘Amin.'”
¶ Kemudian, Jibril berkata, ‘Celaka seseorang yang jika disebut namamu (Nabi Muhammad ﷺ), namun dia tidak bershalawat untukmu. Aku pun mengatakan, ‘Amin.'”
(HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul al-Mufrad dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini dinilai hasan shahih oleh Syaikh Al-Albani salam Shahih al-Adab al-Mufrad no. 503). | @forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 KELUAR DARI BULAN RAMADHAN DALAM KEADAAN TIDAK DIAMPUNI DOSANYA : JANGAN SAMPAI TERMASUK DALAM TIGA GOLONGAN INI
أَنَّ النَّبِيﷺ رَقَى الْمِنْبَر فَقَال: “آمين، آمين، آمين” قِيْلَ لَهُ : يَا رَسَوْلَ اللهِ! مَا كُنْتَ تَصْنَعْ هَذَا؟ فَقَالَ: ” قَالَ لِيْ جِبْرِيْلُ : رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ أَدْرَكَ أَبَوْيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا لَمْ يُدْخِلْهُ الْجَنَّةَ. قُلْتُ: آمين. ثم قال: رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ لَمْ يَغْفِرْ لَهُ. فقُلْتُ : آمين. ثُمَّ قَالَ : رَغِمَ أَنْفُ امرئ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ، فقُلْتُ: آمين
Nabi ﷺ menaiki mimbar seraya mengatakan, “Amin, amin, amin.”
Beliau ditanya, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau mengatakan demikian?”
¶ Nabi ﷺ bersabda, “Jibril berkata kepadaku, ‘Celaka seorang hamba yang mendapati kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup, namun tidak memasukkannya ke dalam surga.’ Aku pun mengatakan, ‘Amin.’”
¶ Kemudian, Jibril berkata lagi, ‘Celaka seorang hamba yang masuk bulan Ramadhan, tetapi (keluar dari bulan Ramadhan) dalam keadaan tidak diampuni dosanya (karena tidak memanfaatkan Ramadhan untuk beramal shaleh, _-pent.)_.’ Aku pun mengatakan, ‘Amin.'”
¶ Kemudian, Jibril berkata, ‘Celaka seseorang yang jika disebut namamu (Nabi Muhammad ﷺ), namun dia tidak bershalawat untukmu. Aku pun mengatakan, ‘Amin.'”
(HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul al-Mufrad dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini dinilai hasan shahih oleh Syaikh Al-Albani salam Shahih al-Adab al-Mufrad no. 503). | @forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 HUKUM MENJUAL DAN BERMAIN KEMBANG API/PETASAN?
Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah
[Pertanyaan]
"Apa hukum jual beli kembang api/petasan? Apakah uang dari penjualan tersebut mengandung dosa?"
[Jawaban]
الألعاب النارية إذا كان فيها ضرر أو خطر أو ترويع للناس فلا يجوز بيعها ولا أكل ثمنها.
"Kembang api/petasan, jika di dalam memang mengandung kerugian, bahaya, dan meresahkan banyak orang, makaTIDAK BOLEH menjual dan memakan hasil dari penjualan tersebut."
Sumber : http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14748
◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️
🚇 HUKUM MENJUAL DAN BERMAIN KEMBANG API/PETASAN
Asy-Syaikh-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah
[Pertanyaan]
Apa hukum jual beli dan bermain kembang api ?
[Jawaban]
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ .
Menurut pendapatku, jual belinya DILARANG. Itu karena dua sisi :
الوَجْهُ الأَوَّلُ : أَنَّهَا إِضَاعَةٌ لِلْمَالِ ، وَ إِضَاعَةُ المَالِ مُحَرَّمَةٌ ، وَ لِنَهْيِ النَّبِيِّ ﷺَ عَنْ ذَلِكَ .
1⃣ Pertama : Hal itu adalah menyia-nyiakan harta, dan menyia-nyiakan harta hukumnya haram karena Nabi ﷺ melarangnya.
و الثَّانِي : أَنَّ فِيْهَا أَذِيَّةٌ لِلْنَّاسِ بِأَصْوَاتِهَا المُزْعِجَةِ ، وَ رُبَّمَا يَحْدُثُ مِنْهَا حَرَائِقُ إِذَا وَقَعَتْ عَلَى شَيْءٍ قَابِلٍ لِلْإِحْتِرَاقِ ، وَ هِيَ حَيَّةٌ لَمْ تُطْفَأْ .فَمِنْ أَجْلِ هَذَيْنِ الوَجْهَيْنِ نَرَى أَنَّهَا حَرَامٌ ، وَ أَنَّهُ لاَ يَجُوزُ بَيْعُهَا وَ لاَ شِرَاؤُهَا .
2⃣ Kedua : Karena di dalamnya terdapat gangguan terhadap manusia berupa suara yang mengagetkan, dan bisa jadi menyebabkan kebakaran jika menimpa sesuatu yang mudah terbakar dalam keadaan kembang api itu masih menyala, tidak bisa dipadamkan.
Oleh karena dua sebab itu kami memandang hal itu haram, dan tidak boleh dijual belikan.
Sumber : ( Pertemuan ke 3 bersama asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin pada tanggal 5 Syawwal 1413 H) @ManhajulAnbiya
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 HUKUM MENJUAL DAN BERMAIN KEMBANG API/PETASAN?
Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah
[Pertanyaan]
"Apa hukum jual beli kembang api/petasan? Apakah uang dari penjualan tersebut mengandung dosa?"
[Jawaban]
الألعاب النارية إذا كان فيها ضرر أو خطر أو ترويع للناس فلا يجوز بيعها ولا أكل ثمنها.
"Kembang api/petasan, jika di dalam memang mengandung kerugian, bahaya, dan meresahkan banyak orang, makaTIDAK BOLEH menjual dan memakan hasil dari penjualan tersebut."
Sumber : http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14748
◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️
🚇 HUKUM MENJUAL DAN BERMAIN KEMBANG API/PETASAN
Asy-Syaikh-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah
[Pertanyaan]
Apa hukum jual beli dan bermain kembang api ?
[Jawaban]
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ .
Menurut pendapatku, jual belinya DILARANG. Itu karena dua sisi :
الوَجْهُ الأَوَّلُ : أَنَّهَا إِضَاعَةٌ لِلْمَالِ ، وَ إِضَاعَةُ المَالِ مُحَرَّمَةٌ ، وَ لِنَهْيِ النَّبِيِّ ﷺَ عَنْ ذَلِكَ .
1⃣ Pertama : Hal itu adalah menyia-nyiakan harta, dan menyia-nyiakan harta hukumnya haram karena Nabi ﷺ melarangnya.
و الثَّانِي : أَنَّ فِيْهَا أَذِيَّةٌ لِلْنَّاسِ بِأَصْوَاتِهَا المُزْعِجَةِ ، وَ رُبَّمَا يَحْدُثُ مِنْهَا حَرَائِقُ إِذَا وَقَعَتْ عَلَى شَيْءٍ قَابِلٍ لِلْإِحْتِرَاقِ ، وَ هِيَ حَيَّةٌ لَمْ تُطْفَأْ .فَمِنْ أَجْلِ هَذَيْنِ الوَجْهَيْنِ نَرَى أَنَّهَا حَرَامٌ ، وَ أَنَّهُ لاَ يَجُوزُ بَيْعُهَا وَ لاَ شِرَاؤُهَا .
2⃣ Kedua : Karena di dalamnya terdapat gangguan terhadap manusia berupa suara yang mengagetkan, dan bisa jadi menyebabkan kebakaran jika menimpa sesuatu yang mudah terbakar dalam keadaan kembang api itu masih menyala, tidak bisa dipadamkan.
Oleh karena dua sebab itu kami memandang hal itu haram, dan tidak boleh dijual belikan.
Sumber : ( Pertemuan ke 3 bersama asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin pada tanggal 5 Syawwal 1413 H) @ManhajulAnbiya
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
.:
Ⓜ (RINGKAS) TATACARA SHOLAT ID / KAIFIYAT SHALAT IED DI RUMAH DI MASA WABAH COVID-19
🎙 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Mahmud Barjib حَفِظَهُ اللهُ
◙ Durasi [00:10:53]
◙ Ukuran file 2,9 MB
◙ Link : https://bit.ly/2A4xDwc
•••
📶 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Ⓜ (RINGKAS) TATACARA SHOLAT ID / KAIFIYAT SHALAT IED DI RUMAH DI MASA WABAH COVID-19
🎙 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Mahmud Barjib حَفِظَهُ اللهُ
◙ Durasi [00:10:53]
◙ Ukuran file 2,9 MB
◙ Link : https://bit.ly/2A4xDwc
•••
📶 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
🚇 TAKBIR HARI RAYA : KAPAN TAKBIR IDUL FITHRI DIMULAI
Dua pendapat di kalangan ulama dalam masalah ini. Sebagian menyatakan bahwa :
(1) Takbir dimulai saat malam hari raya. Inilah yang jadi pendapat Syafi'iyah, dan sebelum mereka ada Sa'id bin Musayyib, Abu Salamah, dan 'Urwah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (Al Fatawa, XXIV/221) dan Asy-Syaikh Al-'Utsaimin -rahimahumallah- juga memilih pendapat ini (Majmu' Fatawa wa Rasa'il, XVI/271).
Sedang pendapat lain mengatakan :
(2) Takbir dimulai saat berangkat menuju shalat 'id.
Al 'Allamah Ibnu Rusyd (dalam Bidayah Al Mujtahid, I/500) dan Al Hafizh An Nawawi -rahimahumallah-, menyandarkan pendapat kedua -takbir dimulai saat berangkat shalat 'id- kepada mayoritas ulama. Disebutkan dalam Al-Majmu' (V/48) oleh Imam Nawawi rahimahullah,
وقال جمهور العلماء: لا يكبر ليلة العيد إنما يكبر عند الغدو إلى صلاة العيد , حكاه ابن المنذر عن أكثر العلماء قال : وبه أقول , قال : وبه قال علي بن أبي طالب وابن عمر وأبو أمامة وآخرون من الصحابة , وعبد الرحمن بن أبي ليلى وسعيد بن جبير والنخعي وأبو الزناد وعمر بن عبد العزيز وأبان بن عثمان وأبو بكر بن محمد والحكم وحماد ومالك وأحمد وإسحاق وأبو ثور , وحكاه الأوزاعي عن الناس
"Mayoritas ulama mengatakan, 'Malam hari raya tidak ada takbiran. Baru mulai takbir di saat berangkat menuju shalat 'id.' Ibnul Mundzir telah menghikayatkan pendapat ini dari kebanyakan ulama, lalu beliau berkata, 'Pendapat ini yang saya pilih.'
Lebih lanjut, Ibnul Mundzir rahimahullah mengatakan, 'Pendapat ini dipilih oleh Ali bin Abi Thalib, Ibnu Umar, Abu Umamah, dan sejumlah sahabat nabi yang lain. Juga menjadi pendapat Abdurrahman bin Abi Laila, Sa'id bin Jubair, Ibrahim An Nakha'i, Abuz Zinad, Umar bin Abdil 'Aziiz, Abaan bin 'Utsman ... Malik bin Anas, Ahmad, Ishaq, dan Abu Tsaur..." (Selesai dari Al-Majmu')
Bila kita melihat kepada yang diamalkan oleh Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabat beliau, nampaknya -wallahu a'lam-, pendapat mayoritas ulama ialah pendapat yang benar. Berikut sejumlah dalil yang menunjukkan hal itu :
▪ Riwayat dalam Mushannaf Ibn Abi Syaibah,
كان ﷺ يخرج يوم الفطر فيكبر حتى يأتي المصلى، وحتى يقضي الصلاة، فإذا قضى الصلاة ؛ قطع التكبير
"Adalah Rasulullah ﷺ bila berangkat menuju shalat 'idul fithri; beliau bertakbir hingga datang ke lapangan shalat. Dan terus bertakbir hingga shalat; ketika shalat 'id selesai baru beliau menghentikan takbir." (baca takhrij riwayat ini dalam Ash-Shahiihah no. 171)
▪ Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma,
أن رسول الله ﷺ كان يخرج فى العيدين مع الفضل بن عباس وعبد الله والعباس وعلي وجعفر والحسن والحسين وأسامة بن زيد , وزيد بن حارثة وأيمن بن أم أيمن رضى الله عنهم رافعا صوته بالتهليل والتكبير
"Rasulullah ﷺ pernah pergi shalat 'id bersama dengan Fadhl bin Abbas, Abdullah, Al Abbas, Ali, Ja'far, Al Hasan, Al Husain, Usamah bin Zaid, Zaid bin Haritsah, dan Ayman bin Ummu Ayman -radhiyallahu 'anhum-. Sembari beliau mengeraskan suaranya dalam bertahlil dan bertakbir." HR. Al-Baihaqi, III/279 (baca : Al Irwa', III/123)
Terlihat dalam dua riwayat di atas, bahwa takbirnya Rasulullah ﷺ ialah saat berangkat ke lapangan. Asy-Syaikh Muqbil Al Wadi'i rahimahullah, juga condong pada pendapat ini (lihat : Qom'ul Mu'anid, II/366-367).
Sedikit mirip dengan ini, ialah pendapat Syaikh Al Albani rahimahullah yang menyatakan bahwa takbir idul fithri dimulai dari ba'da shalat shubuh. (Jaami' At-Turats fi Al Fiqh, VI/266). Yang itu merupakan waktu awal berangkat menuju lapangan shalat 'id.
🗒 KESIMPULAN & CATATAN :
- Yang lebih nampak, bahwa takbir dimulai di saat berangkat menuju lapangan sampai dikerjakannya shalat 'id. Meski demikian, tidak diingkari pihak yang mengambil pendapat pertama.
- Sengaja kami membawakan perselisihan ulama di sini agar diketahui, bahwa bukan satu pendapat saja yang ada dalam masalah ini.
- Sejumlah dalil yang dikemukakan oleh pendapat pertama sengaja tidak kami sebutkan dalam rangka menyederhanakan pembahasan.
✍ -- Arsip Tulisan Lama
-- Hari Ahadi @nasehatetam
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 TAKBIR HARI RAYA : KAPAN TAKBIR IDUL FITHRI DIMULAI
Dua pendapat di kalangan ulama dalam masalah ini. Sebagian menyatakan bahwa :
(1) Takbir dimulai saat malam hari raya. Inilah yang jadi pendapat Syafi'iyah, dan sebelum mereka ada Sa'id bin Musayyib, Abu Salamah, dan 'Urwah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (Al Fatawa, XXIV/221) dan Asy-Syaikh Al-'Utsaimin -rahimahumallah- juga memilih pendapat ini (Majmu' Fatawa wa Rasa'il, XVI/271).
Sedang pendapat lain mengatakan :
(2) Takbir dimulai saat berangkat menuju shalat 'id.
Al 'Allamah Ibnu Rusyd (dalam Bidayah Al Mujtahid, I/500) dan Al Hafizh An Nawawi -rahimahumallah-, menyandarkan pendapat kedua -takbir dimulai saat berangkat shalat 'id- kepada mayoritas ulama. Disebutkan dalam Al-Majmu' (V/48) oleh Imam Nawawi rahimahullah,
وقال جمهور العلماء: لا يكبر ليلة العيد إنما يكبر عند الغدو إلى صلاة العيد , حكاه ابن المنذر عن أكثر العلماء قال : وبه أقول , قال : وبه قال علي بن أبي طالب وابن عمر وأبو أمامة وآخرون من الصحابة , وعبد الرحمن بن أبي ليلى وسعيد بن جبير والنخعي وأبو الزناد وعمر بن عبد العزيز وأبان بن عثمان وأبو بكر بن محمد والحكم وحماد ومالك وأحمد وإسحاق وأبو ثور , وحكاه الأوزاعي عن الناس
"Mayoritas ulama mengatakan, 'Malam hari raya tidak ada takbiran. Baru mulai takbir di saat berangkat menuju shalat 'id.' Ibnul Mundzir telah menghikayatkan pendapat ini dari kebanyakan ulama, lalu beliau berkata, 'Pendapat ini yang saya pilih.'
Lebih lanjut, Ibnul Mundzir rahimahullah mengatakan, 'Pendapat ini dipilih oleh Ali bin Abi Thalib, Ibnu Umar, Abu Umamah, dan sejumlah sahabat nabi yang lain. Juga menjadi pendapat Abdurrahman bin Abi Laila, Sa'id bin Jubair, Ibrahim An Nakha'i, Abuz Zinad, Umar bin Abdil 'Aziiz, Abaan bin 'Utsman ... Malik bin Anas, Ahmad, Ishaq, dan Abu Tsaur..." (Selesai dari Al-Majmu')
Bila kita melihat kepada yang diamalkan oleh Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabat beliau, nampaknya -wallahu a'lam-, pendapat mayoritas ulama ialah pendapat yang benar. Berikut sejumlah dalil yang menunjukkan hal itu :
▪ Riwayat dalam Mushannaf Ibn Abi Syaibah,
كان ﷺ يخرج يوم الفطر فيكبر حتى يأتي المصلى، وحتى يقضي الصلاة، فإذا قضى الصلاة ؛ قطع التكبير
"Adalah Rasulullah ﷺ bila berangkat menuju shalat 'idul fithri; beliau bertakbir hingga datang ke lapangan shalat. Dan terus bertakbir hingga shalat; ketika shalat 'id selesai baru beliau menghentikan takbir." (baca takhrij riwayat ini dalam Ash-Shahiihah no. 171)
▪ Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma,
أن رسول الله ﷺ كان يخرج فى العيدين مع الفضل بن عباس وعبد الله والعباس وعلي وجعفر والحسن والحسين وأسامة بن زيد , وزيد بن حارثة وأيمن بن أم أيمن رضى الله عنهم رافعا صوته بالتهليل والتكبير
"Rasulullah ﷺ pernah pergi shalat 'id bersama dengan Fadhl bin Abbas, Abdullah, Al Abbas, Ali, Ja'far, Al Hasan, Al Husain, Usamah bin Zaid, Zaid bin Haritsah, dan Ayman bin Ummu Ayman -radhiyallahu 'anhum-. Sembari beliau mengeraskan suaranya dalam bertahlil dan bertakbir." HR. Al-Baihaqi, III/279 (baca : Al Irwa', III/123)
Terlihat dalam dua riwayat di atas, bahwa takbirnya Rasulullah ﷺ ialah saat berangkat ke lapangan. Asy-Syaikh Muqbil Al Wadi'i rahimahullah, juga condong pada pendapat ini (lihat : Qom'ul Mu'anid, II/366-367).
Sedikit mirip dengan ini, ialah pendapat Syaikh Al Albani rahimahullah yang menyatakan bahwa takbir idul fithri dimulai dari ba'da shalat shubuh. (Jaami' At-Turats fi Al Fiqh, VI/266). Yang itu merupakan waktu awal berangkat menuju lapangan shalat 'id.
🗒 KESIMPULAN & CATATAN :
- Yang lebih nampak, bahwa takbir dimulai di saat berangkat menuju lapangan sampai dikerjakannya shalat 'id. Meski demikian, tidak diingkari pihak yang mengambil pendapat pertama.
- Sengaja kami membawakan perselisihan ulama di sini agar diketahui, bahwa bukan satu pendapat saja yang ada dalam masalah ini.
- Sejumlah dalil yang dikemukakan oleh pendapat pertama sengaja tidak kami sebutkan dalam rangka menyederhanakan pembahasan.
✍ -- Arsip Tulisan Lama
-- Hari Ahadi @nasehatetam
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
🚇 APA JAWABAN KITA JIKA ADA ORANG YANG MENGUCAPKAN “TAQABBALALLAHU MINNA WAMINKA” ?
👆Mohon dihapus dan tidak disebarkan karena haditsnya Lemah.
Jazaakallaahu Khairan kepada ikhwah yang sudah mengingatkan.
👆Mohon dihapus dan tidak disebarkan karena haditsnya Lemah.
Jazaakallaahu Khairan kepada ikhwah yang sudah mengingatkan.
::
🚇 LEBARAN ITU BUKANLAH MILIK ORANG YANG MEMILIKI BAJU DAN PAKAIAN BARU SEMATA
Betapa indah kata-kata Al Imam Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah dalam sya'irnya:
لَيْسَ الْعِيْدُ لِمَنْ لَبِسَ الْجَدِيْدَ، إِنَّمَا الْعِيْدُ لِمَنْ طَاعَاتُهُ تَزِيْدُ،
لَيْسَ الْعِيْدُ لِمَنْ تَجَمَّلَ بِاللِبَاسِ وَالرُكُوْبِ، إِنَّمَا الْعِيْدُ لِمَنْ غُفِرَتْ لَهُ الذُنُوْبُ،
Hari Raya itu bukanlah milik orang yang berpakaian baru,
Akan tetapi Hari Raya itu, milik orang yang ketaatannya bertambah..
Dan bukanlah Hari Raya itu milik orang yang berhias dengan pakaian yang indah dan kendaraannya mewah,
Tetapi Hari Raya itu adalah milik orang yang telah diampuni baginya dosa-dosanya..
▫️▫️▫️▫️▫️
كَيْفَ لاَ تَجْرِي لِلْمُؤْمِنِ عَلىَ فِرَاقِهِ دُمُوعٌ ،
وَهُوَ لاَ يَدْرِي هَلْ بَقِيَ لَهُ فِي عُمُرِهِ إِلَيْهِ رُجُوعٌ..
Bagaimana air mata seorang Mukmin tidak mengalir atas perpisahan dengan bulan Ramadhan,
Sedang dia tidak mengetahui Apakah masih tersisa lagi umurnya untuk kembali pada Ramadhan yang akan datang..?
📚Lathaiful Ma’arif karya Al Imam Ibnu Rajab Al Hambaliy | @ForumSalafyPurbalingga
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 LEBARAN ITU BUKANLAH MILIK ORANG YANG MEMILIKI BAJU DAN PAKAIAN BARU SEMATA
Betapa indah kata-kata Al Imam Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah dalam sya'irnya:
لَيْسَ الْعِيْدُ لِمَنْ لَبِسَ الْجَدِيْدَ، إِنَّمَا الْعِيْدُ لِمَنْ طَاعَاتُهُ تَزِيْدُ،
لَيْسَ الْعِيْدُ لِمَنْ تَجَمَّلَ بِاللِبَاسِ وَالرُكُوْبِ، إِنَّمَا الْعِيْدُ لِمَنْ غُفِرَتْ لَهُ الذُنُوْبُ،
Hari Raya itu bukanlah milik orang yang berpakaian baru,
Akan tetapi Hari Raya itu, milik orang yang ketaatannya bertambah..
Dan bukanlah Hari Raya itu milik orang yang berhias dengan pakaian yang indah dan kendaraannya mewah,
Tetapi Hari Raya itu adalah milik orang yang telah diampuni baginya dosa-dosanya..
▫️▫️▫️▫️▫️
كَيْفَ لاَ تَجْرِي لِلْمُؤْمِنِ عَلىَ فِرَاقِهِ دُمُوعٌ ،
وَهُوَ لاَ يَدْرِي هَلْ بَقِيَ لَهُ فِي عُمُرِهِ إِلَيْهِ رُجُوعٌ..
Bagaimana air mata seorang Mukmin tidak mengalir atas perpisahan dengan bulan Ramadhan,
Sedang dia tidak mengetahui Apakah masih tersisa lagi umurnya untuk kembali pada Ramadhan yang akan datang..?
📚Lathaiful Ma’arif karya Al Imam Ibnu Rajab Al Hambaliy | @ForumSalafyPurbalingga
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 AL-IEDIYYAH : HUKUM MEMBERI UANG KEPADA ANAK-ANAK KETIKA IDUL FITHRI DAN IDUL ADHA
[ Pertanyaan ]
"Di keluarga kami, ada anak-anak kecil yang menurut kebiasaan di negeri kami, kami memberi mereka pada hari Ied, baik Iedul Fitri maupun Iedul Adh-ha, sesuatu yang dinamai "Al-Iediyyah", yakni sejumlah kecil uang. Hal ini bertujuan untuk menimbulkan kegembiraan dalam hati mereka.
Apakah "Al-Iediyyah" semisal ini termasuk bid'ah ataukah tidak mengapa untuk dilakukan?Sampaikanlah faidah kepada kami, semoga Allah menambahkan faedah bagi Anda..
[ Jawab ]
❱ Yang demikian itu TIDAK MENGAPA, bahkan hal itu termasuk kebiasaan yang BAIK.
❞ Membangkitkan kegembiraan kepada muslim yang lain, baik orang dewasa maupun anak kecil, ini adalah sebuah perbuatan yang dianjurkan oleh syariat yang suci ini.
Wa billaahit taufiq. Semoga Allah senantiasa melimpahkan shalawat dan salam-Nya kepada Nabi kita, Muhammad, kepada keluarga dan sahabat beliau.
Al-Lajnah Ad-Daimah Li al-Buhuts Al-'Ilmiyah wa al-Ifta'
Ketua: 'Abdul 'Aziz bin Abdillah bin Baz
(Fatwa no. 20195) |@ManhajulAnbiya
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 AL-IEDIYYAH : HUKUM MEMBERI UANG KEPADA ANAK-ANAK KETIKA IDUL FITHRI DAN IDUL ADHA
[ Pertanyaan ]
"Di keluarga kami, ada anak-anak kecil yang menurut kebiasaan di negeri kami, kami memberi mereka pada hari Ied, baik Iedul Fitri maupun Iedul Adh-ha, sesuatu yang dinamai "Al-Iediyyah", yakni sejumlah kecil uang. Hal ini bertujuan untuk menimbulkan kegembiraan dalam hati mereka.
Apakah "Al-Iediyyah" semisal ini termasuk bid'ah ataukah tidak mengapa untuk dilakukan?Sampaikanlah faidah kepada kami, semoga Allah menambahkan faedah bagi Anda..
[ Jawab ]
❱ Yang demikian itu TIDAK MENGAPA, bahkan hal itu termasuk kebiasaan yang BAIK.
❞ Membangkitkan kegembiraan kepada muslim yang lain, baik orang dewasa maupun anak kecil, ini adalah sebuah perbuatan yang dianjurkan oleh syariat yang suci ini.
Wa billaahit taufiq. Semoga Allah senantiasa melimpahkan shalawat dan salam-Nya kepada Nabi kita, Muhammad, kepada keluarga dan sahabat beliau.
Al-Lajnah Ad-Daimah Li al-Buhuts Al-'Ilmiyah wa al-Ifta'
Ketua: 'Abdul 'Aziz bin Abdillah bin Baz
(Fatwa no. 20195) |@ManhajulAnbiya
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Forwarded from AHLUSSUNNAH POSO
بسم الله الرحمن الحيم
🗞 Info ralat dan penarikan artikel
Terkait artikel yg berisi :
"Hukum menjawab ucapan Taqabbalallahu minna waminkum"
Dari hadits Watsilah bin Al-Asqa' radhiyallahu anhu kami tarik, karena ternyata hadits tersebut dihukumi munkar.
Hendaknya kita mencukupkan dengan atsar dari Jubair bin Nufair rahimahullah yg dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Tamamul Minnah hal 354-355:
:
كان أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم إذا التقوا يوم العيد يقول بعضهم لبعض : تقبل الله منا ومنك
Dahulu para sahabat Nabi ﷺ dahulu jika bertemu di hari ied, mereka saling mengucapkan :
تقبل الله منا ومنك
Taqabbalallahu minna waminka.
"Semoga Allah menerima amalan kami dan amalanmu."
Jazakumullah khairan kepada yg telah memberi masukan.
Bagi yg sudah meng-share diharapkan untuk menarik kembali.
Jazakumullah khairan.
Admin
@ahlussunnahposo
🗞 Info ralat dan penarikan artikel
Terkait artikel yg berisi :
"Hukum menjawab ucapan Taqabbalallahu minna waminkum"
Dari hadits Watsilah bin Al-Asqa' radhiyallahu anhu kami tarik, karena ternyata hadits tersebut dihukumi munkar.
Hendaknya kita mencukupkan dengan atsar dari Jubair bin Nufair rahimahullah yg dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Tamamul Minnah hal 354-355:
:
كان أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم إذا التقوا يوم العيد يقول بعضهم لبعض : تقبل الله منا ومنك
Dahulu para sahabat Nabi ﷺ dahulu jika bertemu di hari ied, mereka saling mengucapkan :
تقبل الله منا ومنك
Taqabbalallahu minna waminka.
"Semoga Allah menerima amalan kami dan amalanmu."
Jazakumullah khairan kepada yg telah memberi masukan.
Bagi yg sudah meng-share diharapkan untuk menarik kembali.
Jazakumullah khairan.
Admin
@ahlussunnahposo
::
🚇 MANA YANG DIDAHULUKAN, PUASA SYAWAL DULU ATAU MENGQADHA` HUTANG PUASA?
🎙 Asy-Syaikh Al-Allamah Al-Muhaddits Muqbil Ibn Hadi Al-Wadi'i rahimahullah
[ Pertanyaan ]
Apakah boleh puasa enam hari pada bulan Syawal sebelum dia mengqadha' (mengganti) hari-hari yang dia tidak berpuasa di bulan Ramadhan?
[ Jawaban ]
Kalau dia mampu untuk mengqadha' hari-hari yang dia tinggalkan di bulan Ramadhan kemudian setelah itu dia puasa enam hari pada bulan Syawal, Maka ini bagus.
Namun jika dia tidak mampu untuk (menggabungkan di bulan Syawal) puasa ini (qadha')dan ini (puasa Syawal), maka boleh baginya untuk puasa enam hari pada bulan Syawal terlebih dahulu yang Nabi ﷺ menyatakan tentang (keutamaan)nya.
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ فكَانَما كَصِيَامِ الدَّهْرِ
"Barangsiapa yang puasa Ramadhan kemudian diikuti enam hari dari bulan Syawal maka seakan akan dia puasa setahun penuh".
Kenapa kita katakan ini?
❞ Karena untuk mengqadha', waktunya adalah luas (boleh di bulan Syawwal dan diluar bulan Syawwal) berbeda dengan puasa enam hari Syawwal. Adapun puasa enam hari syawwal maka dikerjakan hanya di bulan Syawal.
Adapun waktu qadha' maka telah datang riwayat dari Aisyah (istri Rasulullah ﷺ) radhiyallahu 'anha beliau mengatakan,
ما كنت أقضي إلا في شعبان
"Dahulu aku tidak mengqadha' kecuali di bulan sya'ban". Dikarenakan kesibukan beliau radhiyallahu 'anha dalam melayani Rasulullah ﷺ.
Sumber:
http://muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=2278 | Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفر الرحمن له | @alfudhail
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 MANA YANG DIDAHULUKAN, PUASA SYAWAL DULU ATAU MENGQADHA` HUTANG PUASA?
🎙 Asy-Syaikh Al-Allamah Al-Muhaddits Muqbil Ibn Hadi Al-Wadi'i rahimahullah
[ Pertanyaan ]
Apakah boleh puasa enam hari pada bulan Syawal sebelum dia mengqadha' (mengganti) hari-hari yang dia tidak berpuasa di bulan Ramadhan?
[ Jawaban ]
Kalau dia mampu untuk mengqadha' hari-hari yang dia tinggalkan di bulan Ramadhan kemudian setelah itu dia puasa enam hari pada bulan Syawal, Maka ini bagus.
Namun jika dia tidak mampu untuk (menggabungkan di bulan Syawal) puasa ini (qadha')dan ini (puasa Syawal), maka boleh baginya untuk puasa enam hari pada bulan Syawal terlebih dahulu yang Nabi ﷺ menyatakan tentang (keutamaan)nya.
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ فكَانَما كَصِيَامِ الدَّهْرِ
"Barangsiapa yang puasa Ramadhan kemudian diikuti enam hari dari bulan Syawal maka seakan akan dia puasa setahun penuh".
Kenapa kita katakan ini?
❞ Karena untuk mengqadha', waktunya adalah luas (boleh di bulan Syawwal dan diluar bulan Syawwal) berbeda dengan puasa enam hari Syawwal. Adapun puasa enam hari syawwal maka dikerjakan hanya di bulan Syawal.
Adapun waktu qadha' maka telah datang riwayat dari Aisyah (istri Rasulullah ﷺ) radhiyallahu 'anha beliau mengatakan,
ما كنت أقضي إلا في شعبان
"Dahulu aku tidak mengqadha' kecuali di bulan sya'ban". Dikarenakan kesibukan beliau radhiyallahu 'anha dalam melayani Rasulullah ﷺ.
Sumber:
http://muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=2278 | Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفر الرحمن له | @alfudhail
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
www.muqbel.net
هل يجوز صيام ستة أيام من شوال قبل أن يقض الأيام التي أفطرها في رمضان ؟ | فتاوى الشيخ مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله
::
🚇 ENAM PEMBAHASAN SEPUTAR PUASA 6 HARI DI BULAN SYAWWAL
Bagi seorang muslim, perputaran waktu berarti momen pergantian dari satu ibadah pada ibadah lain. Tak terkecuali dengan berakhirnya ramadhan dan masuknya syawal, mereka pun kembali bersiap dengan beragam amal shalih yang ada di bulan syawal.
Baik amal shalih umum yang dilakukan sepanjang tahun seperti shalat lima waktu, tilawatul Qur'an, menghadiri pengajian, dll. Maupun yang sifatnya khusus di bulan syawal, seperti puasa enam.
🔬 #1 F a d h i l a h P u a s a E n a m
Dengan menjalankan puasa enam setelah berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, seseorang akan mendapatkan pahala berpuasa setahun penuh. Dalam haditsnya, Rasulullah ﷺ bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتّاً مِنْ شَوَّال كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
"Siapa saja yang telah menjalankan puasa Ramadhan, lalu dia susulkan dengan berpuasa enam hari pada bulan syawal, maka seolah dia telah berpuasa setahun penuh lamanya." HR. Muslim
🔬 #2 M e n g a p a D a p a t P a h a l a P u a s a S e t a h u n P e n u h ?
Alasannya, karena Allah melipatgandakan satu kebaikan menjadi sepuluh kali lipat. Satu hari berpuasa sama dengan sepuluh hari berpuasa, tiga hari berpuasa sama dengan tiga puluh hari (satu bulan). Maka tiga puluh [ dari puasa ramadhan ] + enam hari × 10 = tiga ratus enam puluh hari (setahun).
Mari kita perhatikan gambaran yang diberikan Rasulullah ﷺ berikut ini,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ فَشَهْرٌ بِعَشَرَةِ أَشْهُرٍ، وَصِيَامُ سِتَّةِ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ، فَذَلِكَ تَمَامُ صِيَامِ السَّنَةِ
"Siapa yang berpuasa ramadhan; maka terhitung berpuasa sepuluh bulan. Dan puasa enam hari di bulan syawal menyempurnakan jadi puasa setahun penuh." -SHAHIH- (Takhrij Musnad, 22412 dan Shahih Al-Jami', 3094) HR. Ahmad dengan lafazh ini, diriwayatkan pula oleh Ibnu Majah dan ad-Darimi
🔬 #3 K a p a n M u l a i B o l e h P u a s a E n a m ?
Puasa enam boleh dilakukan di sepanjang bulan syawal, dari tanggal dua hingga akhir. Dan ;tidak ada keharusan untuk langsung berpuasa** setelah hari raya (dua syawal). Dalam fatwa Lajnah (X/391) disebutkan,
لا يلزمه أن يصومها بعد عيد الفطر مباشرة، بل يجوز أن يبدأ صومها بعد العيد بيوم أو أيام،
"Tidak ada keharusan untuk puasa enam langsung setelah idul fitri. Bahkan diperbolehkan melakukannya selang sehari atau beberapa hari setelah id."
🔬 #4 B a g u s k a h B e r s e g e r a D a r i T a n g g a l D u a S y a w a l?
- Dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah,
وكره بعضهم صوم الست من شوال عقب العيد مباشرة؛ لئلا يكون فطر يوم الثامن كأنه العيد، فينشأ عن ذلك أن يعده عوام الناس عيدا آخر
"Sejumlah ulama memakruhkan pelaksanaan puasa enam langsung setelah hari raya (baca : 2 Syawal); agar jangan sampai ketika puasa enam usai lantas dianggap (tanggal delapan) ada hari raya lagi. Yang kemudian dikira oleh orang awam sebagai hari raya lain." (Mukhtashar Al Fataawaa Al Mishriyyah, hlm. 290)
Yang disebut oleh Syaikhul Islam di atas, ialah hari raya ketupat dalam istilah masyarakat kita. Dikenal dengan 'Idul Abrar, para ulama mengingkari hari raya jenis ini karena termasuk perkara baru dalam agama.
Atas dasar ini, sejumlah ulama menilainya makruh.
Alasan lain, awal-awal hari raya masih bagian dari waktu bersenang-senang. Karena itulah, saat Imam Ma'mar bin Rasyid Al-'Azdi ketika ditanya oleh 'Abdurrazaq Ash-Shan'ani tentang puasa sehari setelah hari raya 'Idul Fithri, beliau menyatakan,
معاذ الله إنما هي أيام عيد وأكل وشرب
"Aku berlindung pada Allah dari melakukannya! Sesungguhnya awal-awal hari raya masih waktu 'id, makan-makan, dan minum." (Al-Mushannaf, 7922)
- Namun ulama lain berpendapat, bahwa baik bila dia segerakan. Masuk dalam bab bersegera dalam kebaikan.
Sehingga seseorang tinggal melihat, mana yang lebih mudah dan bermaslahat bagi dirinya. wabillaahi at-taufiiq.
🚇 ENAM PEMBAHASAN SEPUTAR PUASA 6 HARI DI BULAN SYAWWAL
Bagi seorang muslim, perputaran waktu berarti momen pergantian dari satu ibadah pada ibadah lain. Tak terkecuali dengan berakhirnya ramadhan dan masuknya syawal, mereka pun kembali bersiap dengan beragam amal shalih yang ada di bulan syawal.
Baik amal shalih umum yang dilakukan sepanjang tahun seperti shalat lima waktu, tilawatul Qur'an, menghadiri pengajian, dll. Maupun yang sifatnya khusus di bulan syawal, seperti puasa enam.
🔬 #1 F a d h i l a h P u a s a E n a m
Dengan menjalankan puasa enam setelah berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, seseorang akan mendapatkan pahala berpuasa setahun penuh. Dalam haditsnya, Rasulullah ﷺ bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتّاً مِنْ شَوَّال كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
"Siapa saja yang telah menjalankan puasa Ramadhan, lalu dia susulkan dengan berpuasa enam hari pada bulan syawal, maka seolah dia telah berpuasa setahun penuh lamanya." HR. Muslim
🔬 #2 M e n g a p a D a p a t P a h a l a P u a s a S e t a h u n P e n u h ?
Alasannya, karena Allah melipatgandakan satu kebaikan menjadi sepuluh kali lipat. Satu hari berpuasa sama dengan sepuluh hari berpuasa, tiga hari berpuasa sama dengan tiga puluh hari (satu bulan). Maka tiga puluh [ dari puasa ramadhan ] + enam hari × 10 = tiga ratus enam puluh hari (setahun).
Mari kita perhatikan gambaran yang diberikan Rasulullah ﷺ berikut ini,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ فَشَهْرٌ بِعَشَرَةِ أَشْهُرٍ، وَصِيَامُ سِتَّةِ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ، فَذَلِكَ تَمَامُ صِيَامِ السَّنَةِ
"Siapa yang berpuasa ramadhan; maka terhitung berpuasa sepuluh bulan. Dan puasa enam hari di bulan syawal menyempurnakan jadi puasa setahun penuh." -SHAHIH- (Takhrij Musnad, 22412 dan Shahih Al-Jami', 3094) HR. Ahmad dengan lafazh ini, diriwayatkan pula oleh Ibnu Majah dan ad-Darimi
🔬 #3 K a p a n M u l a i B o l e h P u a s a E n a m ?
Puasa enam boleh dilakukan di sepanjang bulan syawal, dari tanggal dua hingga akhir. Dan ;tidak ada keharusan untuk langsung berpuasa** setelah hari raya (dua syawal). Dalam fatwa Lajnah (X/391) disebutkan,
لا يلزمه أن يصومها بعد عيد الفطر مباشرة، بل يجوز أن يبدأ صومها بعد العيد بيوم أو أيام،
"Tidak ada keharusan untuk puasa enam langsung setelah idul fitri. Bahkan diperbolehkan melakukannya selang sehari atau beberapa hari setelah id."
🔬 #4 B a g u s k a h B e r s e g e r a D a r i T a n g g a l D u a S y a w a l?
- Dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah,
وكره بعضهم صوم الست من شوال عقب العيد مباشرة؛ لئلا يكون فطر يوم الثامن كأنه العيد، فينشأ عن ذلك أن يعده عوام الناس عيدا آخر
"Sejumlah ulama memakruhkan pelaksanaan puasa enam langsung setelah hari raya (baca : 2 Syawal); agar jangan sampai ketika puasa enam usai lantas dianggap (tanggal delapan) ada hari raya lagi. Yang kemudian dikira oleh orang awam sebagai hari raya lain." (Mukhtashar Al Fataawaa Al Mishriyyah, hlm. 290)
Yang disebut oleh Syaikhul Islam di atas, ialah hari raya ketupat dalam istilah masyarakat kita. Dikenal dengan 'Idul Abrar, para ulama mengingkari hari raya jenis ini karena termasuk perkara baru dalam agama.
Atas dasar ini, sejumlah ulama menilainya makruh.
Alasan lain, awal-awal hari raya masih bagian dari waktu bersenang-senang. Karena itulah, saat Imam Ma'mar bin Rasyid Al-'Azdi ketika ditanya oleh 'Abdurrazaq Ash-Shan'ani tentang puasa sehari setelah hari raya 'Idul Fithri, beliau menyatakan,
معاذ الله إنما هي أيام عيد وأكل وشرب
"Aku berlindung pada Allah dari melakukannya! Sesungguhnya awal-awal hari raya masih waktu 'id, makan-makan, dan minum." (Al-Mushannaf, 7922)
- Namun ulama lain berpendapat, bahwa baik bila dia segerakan. Masuk dalam bab bersegera dalam kebaikan.
Sehingga seseorang tinggal melihat, mana yang lebih mudah dan bermaslahat bagi dirinya. wabillaahi at-taufiiq.
🔬 #5 H a r u s B e r t u r u t - t u r u t k a h ?
Tidak. Berkata Imam Nawawi rahimahullah (Al-Majmu', VI/427),
"Berkata ulama Syafi'iyah, 'Disunnahkan untuk puasa enam secara berturut-turut pada awal-awal bulan syawal, namun seandainya dia pisah-pisah dan dilakukan pada akhir syawal ini pun boleh."
🔬 #6 M e s t i Q a d h a' R a m a d h a n D u l u ?
Ada dua pendapat di kalangan ulama dalam masalah ini. Dan nampaknya, keterangan Al 'Allamah Muqbil bin Hadi Al Wadi'i rahimahullah berikut bisa menjadi penjelas yang menenangkan hati kita.
إن كان يستطيع أن يقضي الأيام التي أفطرها في رمضان ثم يصوم الست فهذا أمرٌ حسن ، وإن كان لا يستطيع أن يصوم هذا وهذا فيجوز له أن يصوم الست ..
لماذا قلنا هذا ؟ لأن وقت القضاء موسع ، بخلاف صوم الست فليس لها محل إلا في شوال .
أما وقت القضاء فقد جاء عن عائشة رضي الله تعالى عنها أنها قالت : ما كنت أقضي إلا في شعبان ، أي لأنها تشغل برسول الله - صلى الله عليه وعلى آله وسلم - .
"Bila seseorang mampu men-qadha puasa ramadhan yang dia tinggalkan lebih dulu baru setelah itu melaksanakan puasa enam; maka tentu ini hal yang baik.
Namun bila dia tidak mampu; maka boleh baginya untuk melaksanakan puasa enam lebih dulu. Mengapa demikian? Karena waktu qadha' puasa bersifat luas. Berbeda dengan puasa enam yang waktunya hanya pada bulan syawal.
Terkait waktu qadha' yang panjang, ditunjukkan dalam hadits 'Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau menyatakan,
'Tidaklah aku men-qadha' puasa melainkan di bulan Sya'ban.'
Ini terjadi, lantaran kesibukan beliau melayani Rasulullah ﷺ."
(Transkrip dari As-ilah minal Maharoh, rek suara beliau bisa didengarkan di sini : http://muqbel.net/files/fatwa/muqbel-fatwa2278.mp3)
-- Hari Ahadi, 05 Syawal 1438 (selesai dimuraja'ah dan tambahan sejumlah nukilan pada 02 Syawal 1439 / 16 Juni 2018) @nasehatetam
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Tidak. Berkata Imam Nawawi rahimahullah (Al-Majmu', VI/427),
"Berkata ulama Syafi'iyah, 'Disunnahkan untuk puasa enam secara berturut-turut pada awal-awal bulan syawal, namun seandainya dia pisah-pisah dan dilakukan pada akhir syawal ini pun boleh."
🔬 #6 M e s t i Q a d h a' R a m a d h a n D u l u ?
Ada dua pendapat di kalangan ulama dalam masalah ini. Dan nampaknya, keterangan Al 'Allamah Muqbil bin Hadi Al Wadi'i rahimahullah berikut bisa menjadi penjelas yang menenangkan hati kita.
إن كان يستطيع أن يقضي الأيام التي أفطرها في رمضان ثم يصوم الست فهذا أمرٌ حسن ، وإن كان لا يستطيع أن يصوم هذا وهذا فيجوز له أن يصوم الست ..
لماذا قلنا هذا ؟ لأن وقت القضاء موسع ، بخلاف صوم الست فليس لها محل إلا في شوال .
أما وقت القضاء فقد جاء عن عائشة رضي الله تعالى عنها أنها قالت : ما كنت أقضي إلا في شعبان ، أي لأنها تشغل برسول الله - صلى الله عليه وعلى آله وسلم - .
"Bila seseorang mampu men-qadha puasa ramadhan yang dia tinggalkan lebih dulu baru setelah itu melaksanakan puasa enam; maka tentu ini hal yang baik.
Namun bila dia tidak mampu; maka boleh baginya untuk melaksanakan puasa enam lebih dulu. Mengapa demikian? Karena waktu qadha' puasa bersifat luas. Berbeda dengan puasa enam yang waktunya hanya pada bulan syawal.
Terkait waktu qadha' yang panjang, ditunjukkan dalam hadits 'Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau menyatakan,
'Tidaklah aku men-qadha' puasa melainkan di bulan Sya'ban.'
Ini terjadi, lantaran kesibukan beliau melayani Rasulullah ﷺ."
(Transkrip dari As-ilah minal Maharoh, rek suara beliau bisa didengarkan di sini : http://muqbel.net/files/fatwa/muqbel-fatwa2278.mp3)
-- Hari Ahadi, 05 Syawal 1438 (selesai dimuraja'ah dan tambahan sejumlah nukilan pada 02 Syawal 1439 / 16 Juni 2018) @nasehatetam
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️