.:
Ⓜ BAGAIMANA DENGAN FENOMENA "BULLY" YANG TERJADI PADA ANAK-ANAK KITA : HUKUM SENDA GURAU/BERCANDA YANG TERKAIT MELECEHKAN FISIK SESEORANG
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin -hafizhahullah-
🗓 Kajian "Perusak-Perusak Ukhuwah" | Ahad, 06 Rabi'ul Awwal 1441 H / 03 November 2019 M di Masjid Agung Nur Sulaiman Banyumas
◙ Durasi 00:05:04
◙ Ukuran file 1,9 MB
◙ Link: http://bit.ly/34a9ON1
#parenting #pendidikan_anak #tarbiyatul_aulad #bullying #baper
(*) Penindasan, perundungan, perisakan, atau pengintimidasian (bahasa Inggris: bullying) adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain.
Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik.
Hal ini dapat mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar ras, agama, gender, seksualitas, atau kemampuan. Tindakan penindasan terdiri atas empat jenis, yaitu secara emosional, fisik, verbal, dan cyber. (Wikipedia)
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Ⓜ BAGAIMANA DENGAN FENOMENA "BULLY" YANG TERJADI PADA ANAK-ANAK KITA : HUKUM SENDA GURAU/BERCANDA YANG TERKAIT MELECEHKAN FISIK SESEORANG
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin -hafizhahullah-
🗓 Kajian "Perusak-Perusak Ukhuwah" | Ahad, 06 Rabi'ul Awwal 1441 H / 03 November 2019 M di Masjid Agung Nur Sulaiman Banyumas
◙ Durasi 00:05:04
◙ Ukuran file 1,9 MB
◙ Link: http://bit.ly/34a9ON1
#parenting #pendidikan_anak #tarbiyatul_aulad #bullying #baper
(*) Penindasan, perundungan, perisakan, atau pengintimidasian (bahasa Inggris: bullying) adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain.
Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik.
Hal ini dapat mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar ras, agama, gender, seksualitas, atau kemampuan. Tindakan penindasan terdiri atas empat jenis, yaitu secara emosional, fisik, verbal, dan cyber. (Wikipedia)
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 BULLYING ATAU BULLY : DEFINISI, CONTOH-CONTOH DAN AKIBAT JELEKNYA TERHADAP FISIK DAN MENTAL SESEORANG
Bullying atau bully, perbuatan agresif kepada orang lain dalam rangka mempertunjukkan kekuatan kepada orang lain.
Bullying bisa dalam bentuk verbal atau fisik. Beberapa contoh bentuk bullying, seperti:
1⃣ Kontak fisik langsung, seperti memukul, mendorong, menjambak, menendang, mengunci dalam ruangan tertentu, mencubit, mencakar, memalak (memeras), dan merusak barang milik orang lain.
2⃣ Kontak verbal langsung, seperti mengancam, mempermalukan, merendahkan, berkata kasar, mencerca, mencaci atau mengejek, mengintimidasi, memberi gelaran buruk, menyebarkan rumor, dan yang sejenisnya.
3⃣ Perilaku nonverbal langsung, seperti melihat dengan sinis, menjulurkan lidah, membuang muka dan meludah, serta mengangkat kepalan tangan dan lainnya.
4⃣ Perilaku nonverbal tidak langsung, seperti mendiamkan seseorang, mengucilkan seseorang, mengirim pesan singkat secara gelap, dan sebagainya.
Korban bullying biasanya yang tak mampu membela diri. Korban kebanyakan dari keluarga yang terlalu kuat memberi proteksi (mengekang) atau dari keluarga yang sama sekali longgar dan tidak memiliki kendali aturan.
Dampak bullying pada remaja, korban merasa tidak aman, tidak tenang karena merasa terancam terus, rendah diri (minder), tak percaya diri. Hidupnya merasa tertekan dan diselimuti ketakutan.
Dampak secara fisik, timbul luka pada tubuh. Ketika mengalami bullying, biasanya muncul pada diri korban rasa cemas, marah, muak, terancam, dan dendam.
Semuanya itu bisa terakumulasi, menyatu, dan menggumpal di dada, namun tak bisa dilampiaskan, sehingga tidak terjadi proses kanalisasi (penyaluran) emosi yang ditekan tersebut.
Perilaku bullying ini menyebabkan seseorang terganggu belajarnya. Bahkan, bisa jadi korban akan mengambil tindakan—dalam upaya mengamankan diri—pindah tempat belajar ke kota lain.
Yang lebih mengenaskan apabila bullying justru dilakukan oleh pengurus atau pengajar yang masih berusia belia, bahkan secara usia masih relatif tidak jauh beda dengan korban bullying. Hanya saja, karena yang melakukan bullying ini memiliki kedudukan khusus dalam lembaga, korban tidak berani melakukan mekanisme pertahanan diri. Pasrah.
📑 Sumber:
https://asysyariah.com/perilaku-menyimpang-remaja/
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net |
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 BULLYING ATAU BULLY : DEFINISI, CONTOH-CONTOH DAN AKIBAT JELEKNYA TERHADAP FISIK DAN MENTAL SESEORANG
Bullying atau bully, perbuatan agresif kepada orang lain dalam rangka mempertunjukkan kekuatan kepada orang lain.
Bullying bisa dalam bentuk verbal atau fisik. Beberapa contoh bentuk bullying, seperti:
1⃣ Kontak fisik langsung, seperti memukul, mendorong, menjambak, menendang, mengunci dalam ruangan tertentu, mencubit, mencakar, memalak (memeras), dan merusak barang milik orang lain.
2⃣ Kontak verbal langsung, seperti mengancam, mempermalukan, merendahkan, berkata kasar, mencerca, mencaci atau mengejek, mengintimidasi, memberi gelaran buruk, menyebarkan rumor, dan yang sejenisnya.
3⃣ Perilaku nonverbal langsung, seperti melihat dengan sinis, menjulurkan lidah, membuang muka dan meludah, serta mengangkat kepalan tangan dan lainnya.
4⃣ Perilaku nonverbal tidak langsung, seperti mendiamkan seseorang, mengucilkan seseorang, mengirim pesan singkat secara gelap, dan sebagainya.
Korban bullying biasanya yang tak mampu membela diri. Korban kebanyakan dari keluarga yang terlalu kuat memberi proteksi (mengekang) atau dari keluarga yang sama sekali longgar dan tidak memiliki kendali aturan.
Dampak bullying pada remaja, korban merasa tidak aman, tidak tenang karena merasa terancam terus, rendah diri (minder), tak percaya diri. Hidupnya merasa tertekan dan diselimuti ketakutan.
Dampak secara fisik, timbul luka pada tubuh. Ketika mengalami bullying, biasanya muncul pada diri korban rasa cemas, marah, muak, terancam, dan dendam.
Semuanya itu bisa terakumulasi, menyatu, dan menggumpal di dada, namun tak bisa dilampiaskan, sehingga tidak terjadi proses kanalisasi (penyaluran) emosi yang ditekan tersebut.
Perilaku bullying ini menyebabkan seseorang terganggu belajarnya. Bahkan, bisa jadi korban akan mengambil tindakan—dalam upaya mengamankan diri—pindah tempat belajar ke kota lain.
Yang lebih mengenaskan apabila bullying justru dilakukan oleh pengurus atau pengajar yang masih berusia belia, bahkan secara usia masih relatif tidak jauh beda dengan korban bullying. Hanya saja, karena yang melakukan bullying ini memiliki kedudukan khusus dalam lembaga, korban tidak berani melakukan mekanisme pertahanan diri. Pasrah.
📑 Sumber:
https://asysyariah.com/perilaku-menyimpang-remaja/
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net |
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Majalah Islam Asy-Syariah
Perilaku Menyimpang Remaja
Sabar, satu sikap yang sangat urgen kala mendidik remaja. Kesabaran mutlak diperlukan mengingat banyak onak duri saat menyelami ritme kehidupannya. Sikap remaja yang sarat kelabilan menjadi pernik masalah tersendiri. Lebih-lebih lingkungan yang begitu kuat…
Mohon do'a dari antum semua untuk kesembuhan ustadzuna Abu Yahya Al-Maidany hafizhahullah salahseorang Kontributor dan Pembimbing grup WA dan Channel Telegram FBF (Forum Berbagi Faidah).
Beliau sedang dirawat di RS karena komplikasi penyakit yang Beliau derita sejak beberapa waktu yang lalu.
Syafaahullah..
Baarokallaahu fiikum
Beliau sedang dirawat di RS karena komplikasi penyakit yang Beliau derita sejak beberapa waktu yang lalu.
Syafaahullah..
Baarokallaahu fiikum
INFORMASI SHOLAT JENAZAH
°Innalillahi wa innaa ilaihi raji'un...
Telah meninggal dunia Al Ustadz Abu Yahya Al-Maidani (Dharma Putra) rahimahullah tadi malam pukul 20.35 WIB di RS Moewardi Solo.
▪︎Insyaallah, jenazah akan disholatkan hari ini Kamis, 19 Desember 2019 jam 08.30 di Masjid Al-Karim Pabelan Kartosuro
▪️kemudian jenazah akan langsung dibawa ke Widoro Nguter Sukoharjo untuk dimakamkan.
•Mohon Ikhwah Bisa Ikut Menshalatkan jenazah di Masjid Al Karim Pabelan Kartasura.
Jazaakumullahu khairan.
Keterangan:
Beliau adalah salahseorang kontributor dan pembina grup WA dan Channel Telegram FBF (ForumBerbagiFaidah)
°Innalillahi wa innaa ilaihi raji'un...
Telah meninggal dunia Al Ustadz Abu Yahya Al-Maidani (Dharma Putra) rahimahullah tadi malam pukul 20.35 WIB di RS Moewardi Solo.
▪︎Insyaallah, jenazah akan disholatkan hari ini Kamis, 19 Desember 2019 jam 08.30 di Masjid Al-Karim Pabelan Kartosuro
▪️kemudian jenazah akan langsung dibawa ke Widoro Nguter Sukoharjo untuk dimakamkan.
•Mohon Ikhwah Bisa Ikut Menshalatkan jenazah di Masjid Al Karim Pabelan Kartasura.
Jazaakumullahu khairan.
Keterangan:
Beliau adalah salahseorang kontributor dan pembina grup WA dan Channel Telegram FBF (ForumBerbagiFaidah)
Forwarded from منتدى نشر الفـــــــوائد
::
🚇 SEBELUM PINTU TERTUTUP
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata:
❓"Apakah ada seorang dari kita yang mengetahui kapan ia mati?
☝🏻 TIDAK ADA!
Terkadang seorang meninggal dunia ketika ia sedang di kantornya, di atas kasurnya, saat sedang shalat, pada kesempatan apapun.
Apabila kita memahami dan meyakini hal ini MAKA WAJIB untuk kita bersegera dalam bertaubat agar kematian tidak menyergap kita sehingga pintu (taubat) tertutup.
Oleh karenanya, termasuk hal yang wajib disegerakan adalah untuk seseorang bertaubat dari dosanya.
📖 Liqaa'atul Baabil Maftuuh, al-'Utsaimin, 5/ 575.
=====================
#saat tergelincir dalam kesalahan segeralah bangkit dengan istighfar dan taubat.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
🚇 SEBELUM PINTU TERTUTUP
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata:
❓"Apakah ada seorang dari kita yang mengetahui kapan ia mati?
☝🏻 TIDAK ADA!
Terkadang seorang meninggal dunia ketika ia sedang di kantornya, di atas kasurnya, saat sedang shalat, pada kesempatan apapun.
Apabila kita memahami dan meyakini hal ini MAKA WAJIB untuk kita bersegera dalam bertaubat agar kematian tidak menyergap kita sehingga pintu (taubat) tertutup.
Oleh karenanya, termasuk hal yang wajib disegerakan adalah untuk seseorang bertaubat dari dosanya.
📖 Liqaa'atul Baabil Maftuuh, al-'Utsaimin, 5/ 575.
=====================
#saat tergelincir dalam kesalahan segeralah bangkit dengan istighfar dan taubat.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 SEANDAINYA TIDAK ADA AKU...
Ada semacam bangga ketika biasa memberikan sesuatu kepada orang lain. Rasanya menjadi lebih baik dari selainnya. Karena kita sebagai pemberi, telah memberikan jasa dan kebaikan. Sehingga kita menganggap diri kita mempunyai hak yang harus ditunaikan oleh orang tersebut. Buktinya, ketika orang tadi diam, tidak berterima kasih, ada sesuatu dalam diri kita.
Apakah demikian? Siapakah yang menjamin bahwa pemberi lebih baik dari yang diberi? Padahal belum tentu sang pemberi adalah orang yang ikhlas, tanpa pamrih manusia. Bisa jadi pula sang penerima adalah seorang yang menjaga kehormatannya, bukanlah tipe orang yang suka meminta-minta.
Bukankah bangga diri, merasa lebih baik dari orang lain itu adalah ujub? Bukanlah ujub adalah pangkal kesombongan?
Sementara Allah Subhanahu wata'ala mengharamkan surga bagi manusia yang sombong.
Nampaknya kita harus sering memberi dan berbagi, agar hati bisa selalu berlatih untuk tidak merasa lebih baik daripada orang lain. Di samping terus belajar bersyukur atas berbagai kemudahan itu.
Bersedih atau marah ketika datang kritikan, tidak mau dicacat dan disalahkan. Apabila kita seperti itu, maka selayaknya waspada terhadap ancaman di belakangnya yang jauh lebih besar.
Ketika semangat semakin menyala saat dipuji, usaha bertambah giat dengan sanjungan orang, maka pastikan bahwa kita telah mengidap penyakit berbahaya. Segera lakukan terapi khusus untuk memupusnya.
Tabiat suka pamer, ingin dilihat dan diperhatikan, tidak suka dikritik dan disalahkan adalah bibit-bibit riya’. Sebelum menjadi sebab batalnya pahala, kita harus segera mengusirnya.
Di antara bibit riya’, ketika salah satu dari kita sibuk mencari berbagai alasan. Saat tidak tampak dalam kegiatan bersama, berbagai agenda dadakan disampaikan. Khawatir kalau keberadaan kita diragukan. Khawatir seandainya adanya kita dianggap tidak ada. Intinya bagaimana agar kita tetap sebagai orang yang penting. Wah!
Memang berat menjaga keikhlasan. Sungguh sulit menghilangkan riya dan senang dipuji. Apalagi bentuk riya’ sangat beragam jenis dan macamnya. Abdullah bin Abbas rahimahullah menjelaskan,
الأَنْدَادُ هُوَ الشِّرْكُ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ عَلَى صَفَاةٍ سَوْدَاءَ، فِي ظُلْمَةِ اللَّيْلِ
“Tandingan adalah kesyirikan. Lebih lembut dari langkah semut hitam yang berjalan di atas batu hitam dalam gelapnya malam.” [Tafsir Ibnu Katsir surat Al Baqarah:22].
Pantas saja, Nabiyullah Ibrahim alaissalam , sangat takut dari kesyirikan ini. Padahal beliau adalah kekasih Allah Subhanahu wata'ala, Ayah para nabi, Imam ahli tauhid. Perhatikan doa beliau,
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, ‘Ya Rabbku, jadikanlah negeri Ini (Makkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala." [Q.S. Ibrahim:35].
Ibrahim At Taimiy rahimahullah, seorang ulama generasi tabi’in mengatakan,
“Lalu siapakah yang merasa aman dari bencana ini (kesyirikan), padahal Nabi Ibrahim ‘alaihis salam tidak merasa aman darinya?” [Tafsir Ibnu Jarir dan Tafsir Ibnu Abi Hatim].
Nampaknya hanya rahmat Allah Subhanahu wata’ala yang kita harapkan dari kesungguhan menuntut ilmu agar bisa mengenal dan mengidentifikasi berbagai bentuk riya’. Setelahnya, semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan taufik kepada kita untuk bisa menjauhinya.
✍️ [Ustadz Farhan] http://tashfiyah.com/kalo-bukan-karena-aku/
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 SEANDAINYA TIDAK ADA AKU...
Ada semacam bangga ketika biasa memberikan sesuatu kepada orang lain. Rasanya menjadi lebih baik dari selainnya. Karena kita sebagai pemberi, telah memberikan jasa dan kebaikan. Sehingga kita menganggap diri kita mempunyai hak yang harus ditunaikan oleh orang tersebut. Buktinya, ketika orang tadi diam, tidak berterima kasih, ada sesuatu dalam diri kita.
Apakah demikian? Siapakah yang menjamin bahwa pemberi lebih baik dari yang diberi? Padahal belum tentu sang pemberi adalah orang yang ikhlas, tanpa pamrih manusia. Bisa jadi pula sang penerima adalah seorang yang menjaga kehormatannya, bukanlah tipe orang yang suka meminta-minta.
Bukankah bangga diri, merasa lebih baik dari orang lain itu adalah ujub? Bukanlah ujub adalah pangkal kesombongan?
Sementara Allah Subhanahu wata'ala mengharamkan surga bagi manusia yang sombong.
Nampaknya kita harus sering memberi dan berbagi, agar hati bisa selalu berlatih untuk tidak merasa lebih baik daripada orang lain. Di samping terus belajar bersyukur atas berbagai kemudahan itu.
Bersedih atau marah ketika datang kritikan, tidak mau dicacat dan disalahkan. Apabila kita seperti itu, maka selayaknya waspada terhadap ancaman di belakangnya yang jauh lebih besar.
Ketika semangat semakin menyala saat dipuji, usaha bertambah giat dengan sanjungan orang, maka pastikan bahwa kita telah mengidap penyakit berbahaya. Segera lakukan terapi khusus untuk memupusnya.
Tabiat suka pamer, ingin dilihat dan diperhatikan, tidak suka dikritik dan disalahkan adalah bibit-bibit riya’. Sebelum menjadi sebab batalnya pahala, kita harus segera mengusirnya.
Di antara bibit riya’, ketika salah satu dari kita sibuk mencari berbagai alasan. Saat tidak tampak dalam kegiatan bersama, berbagai agenda dadakan disampaikan. Khawatir kalau keberadaan kita diragukan. Khawatir seandainya adanya kita dianggap tidak ada. Intinya bagaimana agar kita tetap sebagai orang yang penting. Wah!
Memang berat menjaga keikhlasan. Sungguh sulit menghilangkan riya dan senang dipuji. Apalagi bentuk riya’ sangat beragam jenis dan macamnya. Abdullah bin Abbas rahimahullah menjelaskan,
الأَنْدَادُ هُوَ الشِّرْكُ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ عَلَى صَفَاةٍ سَوْدَاءَ، فِي ظُلْمَةِ اللَّيْلِ
“Tandingan adalah kesyirikan. Lebih lembut dari langkah semut hitam yang berjalan di atas batu hitam dalam gelapnya malam.” [Tafsir Ibnu Katsir surat Al Baqarah:22].
Pantas saja, Nabiyullah Ibrahim alaissalam , sangat takut dari kesyirikan ini. Padahal beliau adalah kekasih Allah Subhanahu wata'ala, Ayah para nabi, Imam ahli tauhid. Perhatikan doa beliau,
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, ‘Ya Rabbku, jadikanlah negeri Ini (Makkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala." [Q.S. Ibrahim:35].
Ibrahim At Taimiy rahimahullah, seorang ulama generasi tabi’in mengatakan,
“Lalu siapakah yang merasa aman dari bencana ini (kesyirikan), padahal Nabi Ibrahim ‘alaihis salam tidak merasa aman darinya?” [Tafsir Ibnu Jarir dan Tafsir Ibnu Abi Hatim].
Nampaknya hanya rahmat Allah Subhanahu wata’ala yang kita harapkan dari kesungguhan menuntut ilmu agar bisa mengenal dan mengidentifikasi berbagai bentuk riya’. Setelahnya, semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan taufik kepada kita untuk bisa menjauhinya.
✍️ [Ustadz Farhan] http://tashfiyah.com/kalo-bukan-karena-aku/
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 JANGAN TAKUT MENGAKUI KESALAHAN
Berkata al-Allamah al-Mu'allimi rahimahullah:
" المخالف لظواهر الأدلة قد يكون يعلم من نفسه أنه على باطل ،
وإنما يعتني بالتأويل والمغالطة كراهية أن يعترف بأنه على باطل ".
"Orang yang menyelisihi dzahir (yang tampak) dari dalil-dalil yang ada, terkadang dia sadar bahwa dirinya berada di atas kebatilan.
Hanya saja dia lebih mementingkan takwil (penyelewengan makna) dan perbuatan salahnya karena dia tidak ingin mengakui dirinya di atas kebatilan."
📚 Sumber: Kitabul 'Ibadah 323 | @KajianIslamTemanggung
▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 SIKAP YANG BENAR KETIKA TERJATUH DALAM KESALAHAN
Berkata Syaikh Rabi' hafizhahullah :
"فالمسلن يجب عليه أن يكون قوامًا بالقسط شهيدًا على نفسه أنه على باطل إذا وقع في باطل على خطأ إذا وقع في الخطأ وجانب الحق، ويعلن ذلك بلا خجل."
"Maka wajib bagi setiap muslim untuk tegak diatas keadilan.
▪️Mau mengakui dirinya diatas kebathilan ketika terjatuh dalam kebathilan,
▪️Mau mengaku salah ketika terjatuh dalam kesalahan, dan
▪️Mau mengaku berbuat dholim ketika terjatuh dalam kedholiman.
Ia mempersaksikan dirinya telah berbuat salah dan menyelisihi kebenaran. Dan mengumumkan persaksiannya tanpa ada rasa malu."
📚 Al Majmu' 14/476 | @qowwamussunnah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net |
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 JANGAN TAKUT MENGAKUI KESALAHAN
Berkata al-Allamah al-Mu'allimi rahimahullah:
" المخالف لظواهر الأدلة قد يكون يعلم من نفسه أنه على باطل ،
وإنما يعتني بالتأويل والمغالطة كراهية أن يعترف بأنه على باطل ".
"Orang yang menyelisihi dzahir (yang tampak) dari dalil-dalil yang ada, terkadang dia sadar bahwa dirinya berada di atas kebatilan.
Hanya saja dia lebih mementingkan takwil (penyelewengan makna) dan perbuatan salahnya karena dia tidak ingin mengakui dirinya di atas kebatilan."
📚 Sumber: Kitabul 'Ibadah 323 | @KajianIslamTemanggung
▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 SIKAP YANG BENAR KETIKA TERJATUH DALAM KESALAHAN
Berkata Syaikh Rabi' hafizhahullah :
"فالمسلن يجب عليه أن يكون قوامًا بالقسط شهيدًا على نفسه أنه على باطل إذا وقع في باطل على خطأ إذا وقع في الخطأ وجانب الحق، ويعلن ذلك بلا خجل."
"Maka wajib bagi setiap muslim untuk tegak diatas keadilan.
▪️Mau mengakui dirinya diatas kebathilan ketika terjatuh dalam kebathilan,
▪️Mau mengaku salah ketika terjatuh dalam kesalahan, dan
▪️Mau mengaku berbuat dholim ketika terjatuh dalam kedholiman.
Ia mempersaksikan dirinya telah berbuat salah dan menyelisihi kebenaran. Dan mengumumkan persaksiannya tanpa ada rasa malu."
📚 Al Majmu' 14/476 | @qowwamussunnah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net |
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 SIKAP AT TA'ANNI RAHASIA SELAMAT DARI FITNAH
✍Oleh : Al Ustadz Luqman bin Muhammad Ba’abduh hafizhahullah
Kemudian sifat yang kedua yang dengannya seseorang dengan izin Allah akan terselamatkan dari fitan, baik fitnah syahwat ataupun fitnah syubuhat adalah At Ta’anni , tenang tidak terburu-buru.
Tenang dia, tidak terburu-buru. Terburu-buru berkata.., terburu-buru menilai... Tenang dia.
Apa yang dia lakukan ? yang dia lakukan adalah apa yang dikatakan oleh Nabiﷺ,
بَادِرُوْا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحْ كَافِرًا، يَبِيْعُ دِيْنَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا
(Bersegeralah kalian beramal shalih sebelum kedatangan fitnah (ujian) yang seperti potongan malam. Seseorang di pagi hari dalam keadaan beriman (mukmin) namun di sore harinya menjadi kafir; dan ada orang yang di sore hari dalam keadaan beriman namun di pagi hari menjadi kafir. Dia menjual agamanya dengan perhiasan dunia. (HR. Muslim no. 309))
Bersegeralah kalian dalam beramal, segera..! segera..!
▪️Di antara amal adalah : Thalabul Ilmi,
▪️Di antara amal adalah : Tilawatil Quran, dzikrullah, shodaqoh, ta’awun di atas kebajikan, mendidik, mengajarkan ilmu dan seterusnya.
Tenang tidak terburu-buru…!!
Ketika seseorang tidak terburu-buru akan lahir sifat-sifat mulia antara lain dia akan memiliki atau bisa menghindarkan dirinya dari berkata tanpa dasar ilmu, tanpa dasar hujjah, tanpa dasar bimbingan yang benar. Karena dia tidak terburu-buru.
Tapi ketika seseorang terburu-buru berbicara, menukil, mengirim berita dan seterusnya, ini mengancam keselamatan dia dan keistiqomahannya.
Tapi ketika dia tenang, lebih besar kemungkinan untuk terselamatkan.
Seseorang yang tidak terburu-buru, yang ta’anni, dia akan bisa tahu gambaran permasalahan itu apa..
Apa sih gambaran permasalahannya?! Ketika dia tenang, tidak terburu-buru, lebih mudah mengetahui gambaran permasalahan.
❗️Banyak orang jatuh dalam fitnah karena dia tidak mengetahui shuratul masalah, gambaran permasalahan yang dibahas ini apa ?!
Bendera yang sekarang dikibarkan sehingga menimbulkan ini dan itu apa sih sebenarnya?!
Banyak orang jatuh dalam fitnah karena dia tidak tahu tentang shuratul masalah (gambaran permasalahan).
Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum, maka beberapa hal ini/poin ini sangat penting, sangat kita butuhkan. Kalau bukan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala kita tidak bisa meraihnya.
Tetapi dalam kesempatan ini pula saya ingin mengakhiri majelis ini dengan poin berikutnya kepada teman-teman semuanya:
Perbanyaklah oleh Antum ibadah, perbanyak ibadah An Nawafil / ibadah-ibadah nafilah, perbanyak dzikrullah, hiasi hari-hari Antum dengan dzikrullah.
Bukan hanya dzikir pagi dan petang tetapi keseharian itu dipenuhi dengan basah lisan kita dengan menyebut nama Allah, dengan Tilawatul Quran, sibukkan diri dengan Tilawatil Qur’an, sibukkan Antum dengan Istighfar, karena istighfar merupakan salah satu sebab Nashrullah (Pertolongan Allah).
Al-Istighfar, meminta ampun kepada Allah dari dosa-dosa kita itu merupakan salah satu sebab turunnya pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Karenanya disebutkan atau diriwayatkan dalam Al Quran tentang bagaimana para nabi menghiasi perjuangan mereka dan dakwah mereka, dengan apa mereka ? dengan doa antara lain:
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
“Ya Allah, ampuni dosa-dosa kami dan perbuatan-perbuatan kami yang melampaui batas (dalam) urusan kami dan kokohkan posisi kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.” (Ali ‘Imran : 147)
Disini disebutkan bahwa nashrullah akan datang antara lain dengan sebab istighfar.
Nashrullah untuk kita bisa memilah ini syahwat yang membinasakan dan ini syubhat yang menyesatkan.. Istighfar.. Istighfar..
http://luqmanbaabduh.com/sikap-at-taanni-rahasia-selamat-dari-fitnah/
••••
💾 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 SIKAP AT TA'ANNI RAHASIA SELAMAT DARI FITNAH
✍Oleh : Al Ustadz Luqman bin Muhammad Ba’abduh hafizhahullah
Kemudian sifat yang kedua yang dengannya seseorang dengan izin Allah akan terselamatkan dari fitan, baik fitnah syahwat ataupun fitnah syubuhat adalah At Ta’anni , tenang tidak terburu-buru.
Tenang dia, tidak terburu-buru. Terburu-buru berkata.., terburu-buru menilai... Tenang dia.
Apa yang dia lakukan ? yang dia lakukan adalah apa yang dikatakan oleh Nabiﷺ,
بَادِرُوْا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحْ كَافِرًا، يَبِيْعُ دِيْنَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا
(Bersegeralah kalian beramal shalih sebelum kedatangan fitnah (ujian) yang seperti potongan malam. Seseorang di pagi hari dalam keadaan beriman (mukmin) namun di sore harinya menjadi kafir; dan ada orang yang di sore hari dalam keadaan beriman namun di pagi hari menjadi kafir. Dia menjual agamanya dengan perhiasan dunia. (HR. Muslim no. 309))
Bersegeralah kalian dalam beramal, segera..! segera..!
▪️Di antara amal adalah : Thalabul Ilmi,
▪️Di antara amal adalah : Tilawatil Quran, dzikrullah, shodaqoh, ta’awun di atas kebajikan, mendidik, mengajarkan ilmu dan seterusnya.
Tenang tidak terburu-buru…!!
Ketika seseorang tidak terburu-buru akan lahir sifat-sifat mulia antara lain dia akan memiliki atau bisa menghindarkan dirinya dari berkata tanpa dasar ilmu, tanpa dasar hujjah, tanpa dasar bimbingan yang benar. Karena dia tidak terburu-buru.
Tapi ketika seseorang terburu-buru berbicara, menukil, mengirim berita dan seterusnya, ini mengancam keselamatan dia dan keistiqomahannya.
Tapi ketika dia tenang, lebih besar kemungkinan untuk terselamatkan.
Seseorang yang tidak terburu-buru, yang ta’anni, dia akan bisa tahu gambaran permasalahan itu apa..
Apa sih gambaran permasalahannya?! Ketika dia tenang, tidak terburu-buru, lebih mudah mengetahui gambaran permasalahan.
❗️Banyak orang jatuh dalam fitnah karena dia tidak mengetahui shuratul masalah, gambaran permasalahan yang dibahas ini apa ?!
Bendera yang sekarang dikibarkan sehingga menimbulkan ini dan itu apa sih sebenarnya?!
Banyak orang jatuh dalam fitnah karena dia tidak tahu tentang shuratul masalah (gambaran permasalahan).
Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum, maka beberapa hal ini/poin ini sangat penting, sangat kita butuhkan. Kalau bukan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala kita tidak bisa meraihnya.
Tetapi dalam kesempatan ini pula saya ingin mengakhiri majelis ini dengan poin berikutnya kepada teman-teman semuanya:
Perbanyaklah oleh Antum ibadah, perbanyak ibadah An Nawafil / ibadah-ibadah nafilah, perbanyak dzikrullah, hiasi hari-hari Antum dengan dzikrullah.
Bukan hanya dzikir pagi dan petang tetapi keseharian itu dipenuhi dengan basah lisan kita dengan menyebut nama Allah, dengan Tilawatul Quran, sibukkan diri dengan Tilawatil Qur’an, sibukkan Antum dengan Istighfar, karena istighfar merupakan salah satu sebab Nashrullah (Pertolongan Allah).
Al-Istighfar, meminta ampun kepada Allah dari dosa-dosa kita itu merupakan salah satu sebab turunnya pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Karenanya disebutkan atau diriwayatkan dalam Al Quran tentang bagaimana para nabi menghiasi perjuangan mereka dan dakwah mereka, dengan apa mereka ? dengan doa antara lain:
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
“Ya Allah, ampuni dosa-dosa kami dan perbuatan-perbuatan kami yang melampaui batas (dalam) urusan kami dan kokohkan posisi kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.” (Ali ‘Imran : 147)
Disini disebutkan bahwa nashrullah akan datang antara lain dengan sebab istighfar.
Nashrullah untuk kita bisa memilah ini syahwat yang membinasakan dan ini syubhat yang menyesatkan.. Istighfar.. Istighfar..
http://luqmanbaabduh.com/sikap-at-taanni-rahasia-selamat-dari-fitnah/
••••
💾 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️
Luqman Ba'abduh
Sikap At Ta'anni, Rahasia Selamat dari Fitnah |LuqmanBaabduh.com
Sikap At Ta'anni, Rahasia Selamat dari Fitnah Oleh : Al Ustadz Luqman bin Muhammad Ba'abduh حفظه الله تعالى Link Audio : https://goo.gl/51yPnp
::
🚇 KEJUJURAN AKAN TETAP DAN KEDUSTAAN AKAN SIRNA
قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله :
الصادقون يدوم أمرهم، والكذابون ينقطع أمرهم، هذا أمر جرت به العادة وسنة الله التي لن تجد لها تبديلاً
📚 الأصــفـهـانــيـــة: 682
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
◾️Orang-orang yang jujur akan terus berjalan urusannya,
◾️Sedangkan orang-orang yang dusta akan terputus urusannya,
Ini adalah perkara yang berlaku pada kehidupan manusia dan ketetapan Allah yang engkau tidak akan mendapatkan penggantinya."
📚 (Al Ashfahaniyyah: 682) | @salafy_cirebon
▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 IKHLAS ITU SULIT KECUALI BAGI YANG JUJUR DAN TULUS MENITI JALAN-NYA
قال الشيخ ابن عثيمين:
فالإخلاص صعب جداً ، إلا أن الإنسان إذا كان متجهاً إلى الله اتجاهاً صادقاً سليماً على صراط مستقيم ؛ فإن الله يعينه عليه ، وييسره له .
📚 القول المفيد: 1/123
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata:
"Ikhlas itu sangat sulit, kecuali bagi orang yang menghadap Allah 'azza wa jalla dengan penuh kejujuran, dan ketulusan dalam meniti jalan yang lurus, maka Allah 'azza wa jalla pasti akan menolong dan memberi kemudahan kepadanya."
📚 (al-Qaulul Mufid: 1/ 123)
WA Ashhaabus Sunnah | @hikmahsalafiyyah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net |
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 KEJUJURAN AKAN TETAP DAN KEDUSTAAN AKAN SIRNA
قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله :
الصادقون يدوم أمرهم، والكذابون ينقطع أمرهم، هذا أمر جرت به العادة وسنة الله التي لن تجد لها تبديلاً
📚 الأصــفـهـانــيـــة: 682
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
◾️Orang-orang yang jujur akan terus berjalan urusannya,
◾️Sedangkan orang-orang yang dusta akan terputus urusannya,
Ini adalah perkara yang berlaku pada kehidupan manusia dan ketetapan Allah yang engkau tidak akan mendapatkan penggantinya."
📚 (Al Ashfahaniyyah: 682) | @salafy_cirebon
▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 IKHLAS ITU SULIT KECUALI BAGI YANG JUJUR DAN TULUS MENITI JALAN-NYA
قال الشيخ ابن عثيمين:
فالإخلاص صعب جداً ، إلا أن الإنسان إذا كان متجهاً إلى الله اتجاهاً صادقاً سليماً على صراط مستقيم ؛ فإن الله يعينه عليه ، وييسره له .
📚 القول المفيد: 1/123
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata:
"Ikhlas itu sangat sulit, kecuali bagi orang yang menghadap Allah 'azza wa jalla dengan penuh kejujuran, dan ketulusan dalam meniti jalan yang lurus, maka Allah 'azza wa jalla pasti akan menolong dan memberi kemudahan kepadanya."
📚 (al-Qaulul Mufid: 1/ 123)
WA Ashhaabus Sunnah | @hikmahsalafiyyah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net |
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 JUJUR DALAM BERMANHAJ : UJIAN & FITNAH SEBAGAI PEMBEDA KEIMANAN YANG AKAN MEMISAHKAN DAN MENYARING MANUSIA
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah
◙ Durasi 0:05:32
◙ Ukuran file 1,3 MB
◙ Link: http://bit.ly/3bPYhHS
#fanatisme #kawan_dekat #fanatik #istiqomah #ashobiyah #berpisah #sanjungan #pujian_manusia
مَّا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَىٰ مَا أَنتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ ۗ
"Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin)." (Ali-Imran ayat 179)
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
أي: ما كان في حكمة الله أن يترك المؤمنين على ما أنتم عليه من الاختلاط وعدم التميز حتى يميز الخبيث من الطيب، والمؤمن من المنافق، والصادق من الكاذب.
"Hikmah Allah yang sempurna tidak akan membiarkan orang-orang beriman bercampur begitu saja dengan selain mereka. Pasti akan dipisahkan antara yang baik dan jelek:
▪ Dipisahkan siapa yang beriman dan siapa yang munafik.
▪ (Dipisahkan) siapa yang jujur dan siapa yang dusta."
📚 Assi'dy Ali Imron 179 | @fawaidsolo
••••
💾 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 JUJUR DALAM BERMANHAJ : UJIAN & FITNAH SEBAGAI PEMBEDA KEIMANAN YANG AKAN MEMISAHKAN DAN MENYARING MANUSIA
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah
◙ Durasi 0:05:32
◙ Ukuran file 1,3 MB
◙ Link: http://bit.ly/3bPYhHS
#fanatisme #kawan_dekat #fanatik #istiqomah #ashobiyah #berpisah #sanjungan #pujian_manusia
مَّا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَىٰ مَا أَنتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ ۗ
"Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin)." (Ali-Imran ayat 179)
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
أي: ما كان في حكمة الله أن يترك المؤمنين على ما أنتم عليه من الاختلاط وعدم التميز حتى يميز الخبيث من الطيب، والمؤمن من المنافق، والصادق من الكاذب.
"Hikmah Allah yang sempurna tidak akan membiarkan orang-orang beriman bercampur begitu saja dengan selain mereka. Pasti akan dipisahkan antara yang baik dan jelek:
▪ Dipisahkan siapa yang beriman dan siapa yang munafik.
▪ (Dipisahkan) siapa yang jujur dan siapa yang dusta."
📚 Assi'dy Ali Imron 179 | @fawaidsolo
••••
💾 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 DIAM DARI KESALAHAN ORANG-ORANG YANG MELAKUKAN KESALAHAN ADALAH (SIKAP YANG) MENYERUPAI AHLUL KITAB
Al 'Allamah Ibnu Baz rahimahullah berkata:
"Jika seandainya para pengusung kebenaran diam dari menerangkan kebenaran, (maka):
▪Niscaya orang-orang yang melakukan kesalahan akan terus berada diatas kesalahan mereka,
▪dan Orang-orang selain mereka akan taklid terhadap mereka dalam hal tersebut,
▪serta Orang-orang yang diam tersebut akan kembali membawa dosa menyembunyikan (kebenaran) yang telah Allah ancamkan kepada mereka di dalam firman-Nya --Subhanah-- :
إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللاعِنُونَ إِلا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولَئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيم
"Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab, (maka) mereka itulah yang dilaknat oleh Allah dan dilaknat (pula) oleh orang-orang yang melaknat. Kecuali mereka yang telah bertaubat, mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran yang disembunyikannya), mereka itulah yang Aku terima taubatnya dan Akulah yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (al Baqarah: 159-160)
Dan sungguh Allah telah mengambil perjanjian terhadap ulama Ahlul kitab untuk menerangkan kebenaran kepada manusia dan tidak menyembunyikannya.
(Allah) telah mencela mereka disebabkan karena membuang (kebenaran) dibelakang punggung-punggung mereka.
Serta (Allah) telah memperingatkan kita dari (bahaya) mengikuti mereka.
فإذا سكت أهل السنة عن بيان أخطـاء من خالف الكتاب والسنة شَـابَهُوا بذلك أهل الكتاب المغضوب عليهم والضالين
Sehingga apabila Ahlus sunnah diam dari menerangkan kesalahan orang yang menyelisihi Al-Kitab dan As-Sunnah, maka dengan sebab itu mereka telah menyerupai Ahlul kitab yang dimurkai dan sesat tersebut."
📚 Majmu' Fatawa 3/72
WA Ashhaabus Sunnah | @hikmahsalafiyyah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net |
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 DIAM DARI KESALAHAN ORANG-ORANG YANG MELAKUKAN KESALAHAN ADALAH (SIKAP YANG) MENYERUPAI AHLUL KITAB
Al 'Allamah Ibnu Baz rahimahullah berkata:
"Jika seandainya para pengusung kebenaran diam dari menerangkan kebenaran, (maka):
▪Niscaya orang-orang yang melakukan kesalahan akan terus berada diatas kesalahan mereka,
▪dan Orang-orang selain mereka akan taklid terhadap mereka dalam hal tersebut,
▪serta Orang-orang yang diam tersebut akan kembali membawa dosa menyembunyikan (kebenaran) yang telah Allah ancamkan kepada mereka di dalam firman-Nya --Subhanah-- :
إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللاعِنُونَ إِلا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولَئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيم
"Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab, (maka) mereka itulah yang dilaknat oleh Allah dan dilaknat (pula) oleh orang-orang yang melaknat. Kecuali mereka yang telah bertaubat, mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran yang disembunyikannya), mereka itulah yang Aku terima taubatnya dan Akulah yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (al Baqarah: 159-160)
Dan sungguh Allah telah mengambil perjanjian terhadap ulama Ahlul kitab untuk menerangkan kebenaran kepada manusia dan tidak menyembunyikannya.
(Allah) telah mencela mereka disebabkan karena membuang (kebenaran) dibelakang punggung-punggung mereka.
Serta (Allah) telah memperingatkan kita dari (bahaya) mengikuti mereka.
فإذا سكت أهل السنة عن بيان أخطـاء من خالف الكتاب والسنة شَـابَهُوا بذلك أهل الكتاب المغضوب عليهم والضالين
Sehingga apabila Ahlus sunnah diam dari menerangkan kesalahan orang yang menyelisihi Al-Kitab dan As-Sunnah, maka dengan sebab itu mereka telah menyerupai Ahlul kitab yang dimurkai dan sesat tersebut."
📚 Majmu' Fatawa 3/72
WA Ashhaabus Sunnah | @hikmahsalafiyyah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net |
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com