.:
Ⓜ KENAPA WANITA HARUS BERHIJAB MENGGUNAKAN CADAR (NIQOB)? BUKANKAH ITU BUDAYA/ADATNYA ORANG ARAB?
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin -hafizhahullah-
🗓 Kajian "Jagalah Rasa Malumu !" | 6 Rajab 1438 H / 3 April 2017 di Gedung Madrasah Nisa - Ponpes Minhajus Sunnah Magelang
◙ Durasi 00:03:23
◙ Ukuran file 0,93 MB
◙ Link: http://bit.ly/2PAafMR
(*) Juga nasehat untuk wanita muslimah yang meremehkan dalam masalah memakai kaos tangan ketika keluar rumah & di hadapan lelaki yang bukan mahramnya.
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Ⓜ KENAPA WANITA HARUS BERHIJAB MENGGUNAKAN CADAR (NIQOB)? BUKANKAH ITU BUDAYA/ADATNYA ORANG ARAB?
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin -hafizhahullah-
🗓 Kajian "Jagalah Rasa Malumu !" | 6 Rajab 1438 H / 3 April 2017 di Gedung Madrasah Nisa - Ponpes Minhajus Sunnah Magelang
◙ Durasi 00:03:23
◙ Ukuran file 0,93 MB
◙ Link: http://bit.ly/2PAafMR
(*) Juga nasehat untuk wanita muslimah yang meremehkan dalam masalah memakai kaos tangan ketika keluar rumah & di hadapan lelaki yang bukan mahramnya.
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 JILBAB, BUDAYA ARAB ? : TIDAK BERJILBAB ADALAH BUDAYA JAHILIYAH
Oleh:
Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafizhahullah
Ada yang mengatakan bahwa jilbab yang menutupi seluruh tubuh, termasuk wajah, adalah adat atau budaya Arab. Benarkah demikian?
Jawabannya tentu tidak❗️
Sebab, hijab atau jilbab yang disyariatkan oleh Islam atas para wanita sesungguhnya TIDAK DIKENAL OLEH ARAB SEBELUM KEDATANGAN ISLAM.
Faktanya, Allah سبحانه وتعالى mencela para wanita jahiliyah (sebelum Islam) yang memiliki kebiasaan ber-tabarruj.
Kemudian, Allah Ta'ala memberikan arahan kepada wanita muslimah agar tidak ber-tabarruj sehingga tidak menyerupai wanita jahiliyah.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وََ لا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
"Dan hendaklah kalian (para wanita) tetap dirumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dulu." (Q.S al-Ahzab: 33)
◾️Sudah menjadi kebiasaan dan budaya jahiliyah bahwa para wanita keluar dari rumah dalam keadaan berhias dan menampakkan wajah.
◾️Untuk itu, Allah Ta'ala mewajibkan jilbab kepada para wanita setelah Islam datang. Tujuannya adalah mengangkat kedudukan para wanita dan menjaga kehormatan mereka serta mencegah gangguan dari orang-orang fasik.
Dengan demikian, jilbab bukanlah budaya Arab dan tidak mengandung sisi, budayanya.
Akan tetapi, JILBAB ADALAH AJARAN ISLAM SEUTUHNYA..
Sebaliknya, TIDAK BERJILBAB ADALAH BUDAYA JAHILIYAH.
◾️Mengenakan jilbab adalah bentuk kepatuhan kepada Allah dan Rasul-Nya, dan merupakan upaya menggapai kesucian dan melindungi kaum laki-laki dari kemaksiatan.
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ
"Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka." ( Q.S al-Ahzab: 36 )
وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَعاً فَسْٔلُوهُنَّ مِن وَرَاءِ حِجَابٍ ۚ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ
"Apabila kalian meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri nabi), mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka." (Q.S al-Ahzab: 53)
Nabi ﷺ bersabda,
مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلىَ الرِّخَالِ مِنَ النِّسَاء
"Tidaklah kutinggalkan di belakangku ujian yang lebih berbahaya bagi kaum pria selain godaan wanita." (HR. al-Bukhari)
Wallahu a'lam.
📑 Sumber: Majalah Muslimah Qonitah edisi 32/Vol. 03/1438H-2017M hal 4-7 @syarhussunnahlinnisa
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 JILBAB, BUDAYA ARAB ? : TIDAK BERJILBAB ADALAH BUDAYA JAHILIYAH
Oleh:
Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafizhahullah
Ada yang mengatakan bahwa jilbab yang menutupi seluruh tubuh, termasuk wajah, adalah adat atau budaya Arab. Benarkah demikian?
Jawabannya tentu tidak❗️
Sebab, hijab atau jilbab yang disyariatkan oleh Islam atas para wanita sesungguhnya TIDAK DIKENAL OLEH ARAB SEBELUM KEDATANGAN ISLAM.
Faktanya, Allah سبحانه وتعالى mencela para wanita jahiliyah (sebelum Islam) yang memiliki kebiasaan ber-tabarruj.
Kemudian, Allah Ta'ala memberikan arahan kepada wanita muslimah agar tidak ber-tabarruj sehingga tidak menyerupai wanita jahiliyah.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وََ لا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
"Dan hendaklah kalian (para wanita) tetap dirumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dulu." (Q.S al-Ahzab: 33)
◾️Sudah menjadi kebiasaan dan budaya jahiliyah bahwa para wanita keluar dari rumah dalam keadaan berhias dan menampakkan wajah.
◾️Untuk itu, Allah Ta'ala mewajibkan jilbab kepada para wanita setelah Islam datang. Tujuannya adalah mengangkat kedudukan para wanita dan menjaga kehormatan mereka serta mencegah gangguan dari orang-orang fasik.
Dengan demikian, jilbab bukanlah budaya Arab dan tidak mengandung sisi, budayanya.
Akan tetapi, JILBAB ADALAH AJARAN ISLAM SEUTUHNYA..
Sebaliknya, TIDAK BERJILBAB ADALAH BUDAYA JAHILIYAH.
◾️Mengenakan jilbab adalah bentuk kepatuhan kepada Allah dan Rasul-Nya, dan merupakan upaya menggapai kesucian dan melindungi kaum laki-laki dari kemaksiatan.
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ
"Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka." ( Q.S al-Ahzab: 36 )
وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَعاً فَسْٔلُوهُنَّ مِن وَرَاءِ حِجَابٍ ۚ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ
"Apabila kalian meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri nabi), mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka." (Q.S al-Ahzab: 53)
Nabi ﷺ bersabda,
مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلىَ الرِّخَالِ مِنَ النِّسَاء
"Tidaklah kutinggalkan di belakangku ujian yang lebih berbahaya bagi kaum pria selain godaan wanita." (HR. al-Bukhari)
Wallahu a'lam.
📑 Sumber: Majalah Muslimah Qonitah edisi 32/Vol. 03/1438H-2017M hal 4-7 @syarhussunnahlinnisa
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
.:
Ⓜ APAKAH SYARAT MASUK SURGA BAGI WANITA MUSLIMAH ITU HARUS BERCADAR? HUKUM CADAR (NIQOB) BAGI WANITA : WAJIB, SUNNAH ATAU PILIHAN? HARUSKAH BERWARNA HITAM?
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad As-Sewed -hafizhahullah-
🗓 Kajian Ilmiyah "MENJALIN UKHUWAH DI ATAS IMAN DAN TAQWA" | Jum'at-Sabtu, 06-07 Jumadill Awwal 1438 H / 03-04 Febuari 2017 M di Masjid Al-Badr, Komplek Ma'had Darul Hadits Maros - Sulawesi Selatan
◙ Durasi 00:11:36
◙ Ukuran file 2,8 MB
◙ Link: http://bit.ly/33bszzO
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّأَزۡوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ يُدۡنِينَ عَلَيۡهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّۚ
“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka.” (al-Ahzab: 59)
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Ⓜ APAKAH SYARAT MASUK SURGA BAGI WANITA MUSLIMAH ITU HARUS BERCADAR? HUKUM CADAR (NIQOB) BAGI WANITA : WAJIB, SUNNAH ATAU PILIHAN? HARUSKAH BERWARNA HITAM?
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad As-Sewed -hafizhahullah-
🗓 Kajian Ilmiyah "MENJALIN UKHUWAH DI ATAS IMAN DAN TAQWA" | Jum'at-Sabtu, 06-07 Jumadill Awwal 1438 H / 03-04 Febuari 2017 M di Masjid Al-Badr, Komplek Ma'had Darul Hadits Maros - Sulawesi Selatan
◙ Durasi 00:11:36
◙ Ukuran file 2,8 MB
◙ Link: http://bit.ly/33bszzO
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّأَزۡوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ يُدۡنِينَ عَلَيۡهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّۚ
“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka.” (al-Ahzab: 59)
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 MENGGUNAKAN HIJAB ADALAH TANDA KEMAJUAN : SEMAKIN BERKEMBANG, SEORANG WANITA MESTI BERPAKAIAN LEBIH TERTUTUP
Seorang muslim mestinya percaya dan yakin bahwa sabda-sabda Nabi Muhammad ﷺ itu benar adanya. Termasuk berita-berita akhir zaman yang telah disampaikan beliau.
Ath-Thabarani [AI-Mu'jam Ash-Shaghir hal.232] menyebutkan hadits Abdullah bin Amr bin Al-Ash bahwa Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
سَيَكُوْنُ فِيْ آخِرِ أُمَّتِيْ نِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ عَلَى رُؤُوْسِهِنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ، اِلْعَنُوْهُنَّ فَإِنَّهُنَّ
"Diakhir zaman nanti, akan ada dari umatku kaum wanita yang berpakaian padahal hakikatnya telanjang. Di atas kepalanya aksesoris seperti punuk unta. Laknat saja mereka! Sungguh, mereka adalah kaum terlaknat"
Bahkan dalam riwayat lain, Nabi Muhammad ﷺ mengatakan:
لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا، وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا
"Mereka tidak masuk surga. Bahkan tidak bisa mencium wanginya surga. Padahal wanginya surga itu dapat tercium dalam radius yang sangat jauh." [HR.Muslim no. 2128]
Ibnu Abdil Barr seorang ulama Cordova Spanyol yang wafat tahun 463 H menerangkan:
"Maksud Nabi Muhammad ﷺ adalah kaum wanita yang menggunakan pakaian tipis atau ketat. Pakaian itu tidak berfungsi menutup, namun malah membentuk. Memang mereka bisa dikatakan berpakaian, walaupun hakikatnya telanjang"
Fakta di lapangan dan yang nyata dalam kehidupan, bukankah demikian?
◾️Jangan Anda beralasan bahwa tuntutan zaman memang demikian, sehingga cara berpakaianpun mesti mengikuti perkembangan.
◾️Jangan pula menggunakan istilah modis, trend atau fashion!
Apakah Anda tidak sadar bahwa pakaian ketat, sempit dan membuka sebagian tubuh itu justru mundur ke belakang? Ke zaman purbakala atau zaman batu?
◾️Semakin berkembang, seorang wanita mesti berpakaian lebih tertutup.
Bertambah maju artinya seorang wanita harus menutup auratnya. Sehingga, menggunakan pakaian hijab adalah tanda kemajuan.
◾️Jangan malah Anda putar-balik dengan menuduhnya sebagai budaya Ärab!
Jangan Anda menolak karena dianggap bukan budaya Indonesia! Memang, budaya Indonesia mana yang dijadikan patokan?
Anda harus paham bahwa budaya kaum wanita Arab sebelum Islam datang tidak mengenal hijab.
Secara umum, pergaulanpun bebas tanpa batas.
Mereka terbiasa bersolek dan berdandan lalu memamerkan diri di jalan-jalan umum.
Anda pun mesti mengerti bahwa budaya kaum wanita Arab di zaman pra-lslam adalah berdandan lalu keluar rumah dengan leher nampak jelas terbuka. Kalung, gelang, giwang atau anting-antingnya terlihat. Itulah budaya Arab dahulu!
Setelah Islam datang, budaya itu dihapus! Diganti dan dihilangkan. Kaum wanita diminta untuk konsentrasi mengelola rumah. Sebab, rumah adalah titik pangkal kehidupan.
Kaum wanita dididik untuk berhijab. Sebab, dengan berhijab seorang wanita akan terjaga dan terhormat. Kaum wanita diarahkan untuk gemar berbuat kebajikan.
Mengenai hal ini, Allah Ta'ala telah berfirman:
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. (QS. Al-Ahzab:33)
⬆📚 BULETIN AL-FAIDAH 📜⬆
EDISI 99, Vol 2/Tahun 5/1440 H
==========================
BENAR-BENAR BERHIJAB
Penulis: Al-Ustadz Abu Nashim Mukhtar حفظه الله
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 MENGGUNAKAN HIJAB ADALAH TANDA KEMAJUAN : SEMAKIN BERKEMBANG, SEORANG WANITA MESTI BERPAKAIAN LEBIH TERTUTUP
Seorang muslim mestinya percaya dan yakin bahwa sabda-sabda Nabi Muhammad ﷺ itu benar adanya. Termasuk berita-berita akhir zaman yang telah disampaikan beliau.
Ath-Thabarani [AI-Mu'jam Ash-Shaghir hal.232] menyebutkan hadits Abdullah bin Amr bin Al-Ash bahwa Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
سَيَكُوْنُ فِيْ آخِرِ أُمَّتِيْ نِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ عَلَى رُؤُوْسِهِنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ، اِلْعَنُوْهُنَّ فَإِنَّهُنَّ
"Diakhir zaman nanti, akan ada dari umatku kaum wanita yang berpakaian padahal hakikatnya telanjang. Di atas kepalanya aksesoris seperti punuk unta. Laknat saja mereka! Sungguh, mereka adalah kaum terlaknat"
Bahkan dalam riwayat lain, Nabi Muhammad ﷺ mengatakan:
لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا، وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا
"Mereka tidak masuk surga. Bahkan tidak bisa mencium wanginya surga. Padahal wanginya surga itu dapat tercium dalam radius yang sangat jauh." [HR.Muslim no. 2128]
Ibnu Abdil Barr seorang ulama Cordova Spanyol yang wafat tahun 463 H menerangkan:
"Maksud Nabi Muhammad ﷺ adalah kaum wanita yang menggunakan pakaian tipis atau ketat. Pakaian itu tidak berfungsi menutup, namun malah membentuk. Memang mereka bisa dikatakan berpakaian, walaupun hakikatnya telanjang"
Fakta di lapangan dan yang nyata dalam kehidupan, bukankah demikian?
◾️Jangan Anda beralasan bahwa tuntutan zaman memang demikian, sehingga cara berpakaianpun mesti mengikuti perkembangan.
◾️Jangan pula menggunakan istilah modis, trend atau fashion!
Apakah Anda tidak sadar bahwa pakaian ketat, sempit dan membuka sebagian tubuh itu justru mundur ke belakang? Ke zaman purbakala atau zaman batu?
◾️Semakin berkembang, seorang wanita mesti berpakaian lebih tertutup.
Bertambah maju artinya seorang wanita harus menutup auratnya. Sehingga, menggunakan pakaian hijab adalah tanda kemajuan.
◾️Jangan malah Anda putar-balik dengan menuduhnya sebagai budaya Ärab!
Jangan Anda menolak karena dianggap bukan budaya Indonesia! Memang, budaya Indonesia mana yang dijadikan patokan?
Anda harus paham bahwa budaya kaum wanita Arab sebelum Islam datang tidak mengenal hijab.
Secara umum, pergaulanpun bebas tanpa batas.
Mereka terbiasa bersolek dan berdandan lalu memamerkan diri di jalan-jalan umum.
Anda pun mesti mengerti bahwa budaya kaum wanita Arab di zaman pra-lslam adalah berdandan lalu keluar rumah dengan leher nampak jelas terbuka. Kalung, gelang, giwang atau anting-antingnya terlihat. Itulah budaya Arab dahulu!
Setelah Islam datang, budaya itu dihapus! Diganti dan dihilangkan. Kaum wanita diminta untuk konsentrasi mengelola rumah. Sebab, rumah adalah titik pangkal kehidupan.
Kaum wanita dididik untuk berhijab. Sebab, dengan berhijab seorang wanita akan terjaga dan terhormat. Kaum wanita diarahkan untuk gemar berbuat kebajikan.
Mengenai hal ini, Allah Ta'ala telah berfirman:
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. (QS. Al-Ahzab:33)
⬆📚 BULETIN AL-FAIDAH 📜⬆
EDISI 99, Vol 2/Tahun 5/1440 H
==========================
BENAR-BENAR BERHIJAB
Penulis: Al-Ustadz Abu Nashim Mukhtar حفظه الله
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 BENARKAH MEMAKAI CADAR DAN SARUNG TANGAN BAGI WANITA ITU TIDAK ADA DALILNYA?
Oleh: Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafizhahullah
Cadar dan sarung tangan adalah bagian dari jilbab yang biasa dikenakan oleh kaum muslimah setelah turun perintah untuk memakai jilbab.
Oleh karena itu, ketika syariat menetapkan bagi wanita yang hendak melakukan Ihram agar tidak memakai cadar dan sarung tangan, Nabi ﷺ pun menghimbau para wanita melalui sabdanya,
وَلاَ تَنْتَقِبِ الْمَرْأَةُ الْمُحْرِمَةُ وَلاَ تَلْبَسِ الْقُفَّازَيْنِ
"Wanita yang sedang berihram TIDAK BOLEH MENGENAKAN CADAR DAN SARUNG TANGAN." (HR. al-Bukhari)
Syaikhul Islam ر حمه الله mengatakan,
"Hal ini menunjukkan bahwa cadar dan sarung tangan BIASA DIPAKAI OLEH PARA WANITA YANG TIDAK SEDANG IHRAM. Hal ini pun memberikan gambaran bahwa (selain ketika ihram_ed) mereka senantiasa menutupi wajah dan kedua telapak tangan." ( Majmu'ul Fatawa )
Mengenakan jilbab bagi wanita adalah ibadah berdasarkan perintah Allah Ta'ala dan Rasul-Nya.
Jilbab adalah gambaran akhlak dan sifat malu, sedangkan sifat malu adalah bagian dari iman.
Maka dari itu, para wanita hendaklah bertakwa kepada Allah dengan mengenakan jilbab syar'i seperti yang telah dikenakan oleh istri-istri Nabi ﷺ dan para wanita muslimah, dalam rangka beribadah kepada Allah Ta'ala dan mendekatkan diri kepada-Nya serta mengharapkan pahala.
Belakangan banyak orang yang mengkritik, menyindir, dan mengejek hijab wanita muslimah melalui berbagai media informasi, baik dalam bentuk audio maupun visual, yang terus berkembang dari waktu ke waktu.
📑 Sumber: Majalah Muslimah Qonitah edisi 32/Vol. 03/1438H-2017M hal 4-7 @syarhussunnahlinnisa
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 BENARKAH MEMAKAI CADAR DAN SARUNG TANGAN BAGI WANITA ITU TIDAK ADA DALILNYA?
Oleh: Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafizhahullah
Cadar dan sarung tangan adalah bagian dari jilbab yang biasa dikenakan oleh kaum muslimah setelah turun perintah untuk memakai jilbab.
Oleh karena itu, ketika syariat menetapkan bagi wanita yang hendak melakukan Ihram agar tidak memakai cadar dan sarung tangan, Nabi ﷺ pun menghimbau para wanita melalui sabdanya,
وَلاَ تَنْتَقِبِ الْمَرْأَةُ الْمُحْرِمَةُ وَلاَ تَلْبَسِ الْقُفَّازَيْنِ
"Wanita yang sedang berihram TIDAK BOLEH MENGENAKAN CADAR DAN SARUNG TANGAN." (HR. al-Bukhari)
Syaikhul Islam ر حمه الله mengatakan,
"Hal ini menunjukkan bahwa cadar dan sarung tangan BIASA DIPAKAI OLEH PARA WANITA YANG TIDAK SEDANG IHRAM. Hal ini pun memberikan gambaran bahwa (selain ketika ihram_ed) mereka senantiasa menutupi wajah dan kedua telapak tangan." ( Majmu'ul Fatawa )
Mengenakan jilbab bagi wanita adalah ibadah berdasarkan perintah Allah Ta'ala dan Rasul-Nya.
Jilbab adalah gambaran akhlak dan sifat malu, sedangkan sifat malu adalah bagian dari iman.
Maka dari itu, para wanita hendaklah bertakwa kepada Allah dengan mengenakan jilbab syar'i seperti yang telah dikenakan oleh istri-istri Nabi ﷺ dan para wanita muslimah, dalam rangka beribadah kepada Allah Ta'ala dan mendekatkan diri kepada-Nya serta mengharapkan pahala.
Belakangan banyak orang yang mengkritik, menyindir, dan mengejek hijab wanita muslimah melalui berbagai media informasi, baik dalam bentuk audio maupun visual, yang terus berkembang dari waktu ke waktu.
📑 Sumber: Majalah Muslimah Qonitah edisi 32/Vol. 03/1438H-2017M hal 4-7 @syarhussunnahlinnisa
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 DALIL CELANA/PAKAIAN LAKI-LAKI ITU HARUS NGATUNG/ CINGKRANG : BOLEHKAH ISBAL JIKA TIDAK SOMBONG?
Pertanyaan:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Afwan ustad, sy baca artikel bahwa Abu Bakr dulu memakai kain hingga menutupi mata kaki dan Rasulullah membiarkannya karena Abu Bakr bukan orang sombong. Mohon penjelasannya ustad
Jawaban:
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Dalam hadits tersebut dinyatakan:
فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ إِنَّ أَحَدَ شِقَّيْ ثَوْبِي يَسْتَرْخِي إِلَّا أَنْ أَتَعَاهَدَ ذَلِكَ مِنْهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكَ لَسْتَ تَصْنَعُ ذَلِكَ خُيَلَاءَ
Abu Bakr –radhiyallahu anhu- berkata: _Sesungguhnya salah satu sisi pakaianku (tidak sengaja) menjulur ke bawah KECUALI JIKA AKU MENJAGANYA (menaikkan lagi). Maka Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya engkau bukanlah orang yang mengerjakannya dengan sombong (H.R al-Bukhari)
Dalam hadits tersebut nampak terlihat bahwa terjulurnya kain pakaian Abu Bakr (hingga melewati mata kaki) BUKANLAH ATAS KESENGAJAAN BELIAU.
Karena di dalam lafadz hadits itu disebutkan:
يَسْتَرْخِي
yang menunjukkan bahwa hal itu bukan atas kesengajaan.
Selain itu, beliau BERUSAHA MENJAGANYA agar tidak sampai jatuh terjulur lagi, dengan ucapan beliau :
إِلَّا أَنْ أَتَعَاهَدَ ذَلِكَ مِنْهُ
Sehingga tidak dibiarkan terus menerus terjuntai melewati mata kaki.
Maka, dalam kondisi itulah Nabi ﷺ menyebutkan bahwa beliau bukanlah mengerjakan itu karena sombong.
Berbeda dengan orang yang membiarkan kain celana atau sarungnya terjuntai melewati mata kaki DENGAN SENGAJA dan tidak berusaha untuk mengangkat/ membenarkannya hingga di atas mata kaki.
Demikianlah salah satu sisi jawaban yang dijelaskan oleh para Ulama di antaranya al-Imam adz-Dzahaby, Syaikh Bin Baz, dan Syaikh Ibn Utsaimin.
Sesungguhnya, mengenakan celana, sarung atau semisalnya bagi laki-laki hingga kainnya melewati mata kaki – yang disebut dengan istilah isbal – adalah kesombongan. MESKI NIATNYA BUKAN UNTUK SOMBONG. Hal ini sesuai dengan hadits:
وَارْفَعْ إِزَارَكَ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ فَإِنْ أَبَيْتَ فَإِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الْإِزَارِ فَإِنَّهَا مِنْ الْمَخِيلَةِ وَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمَخِيلَةَ (رواه أبو داود)
“Dan angkatlah (bagian bawah) sarungmu sampai setengah betis, jika engkau menolak, maka (cukup) sampai di atas mata kaki. Dan berhati-hatilah dari isbaalnya sarung, karena HAL ITU TERMASUK KESOMBONGAN dan Allah tidak menyukai perbuatan sombong“ (H.R Abu Dawud)
Hadits ini menunjukkan bahwa isbal itu sendiri adalah kesombongan.
Perbuatan Isbal baik dilakukan dengan sombong ataupun tidak adalah perbuatan yang dibenci Allah. Karena itu Nabi ﷺ menyatakan:
لاَ تُسْبِلْ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْمُسْبِلِيْنَ (رواه ابن ماجه)
“Janganlah kau melakukan isbaal (memanjangkan pakaian melewati mata kaki) karena Allah tidak menyukai orang laki-laki yang musbil (H.R Ibnu Maajah)
Nabi dalam hadits tersebut menyebutkan larangan isbal dan menyatakan bahwa Allah tidak menyukainya.Tanpa beliau mengatakan: kecuali jika engkau tidak sombong,
وَإِيَّاكَ وَجَرَّ اْلإِزَارِ فَإِنَّ جَرَّ اْلإِزَارِ مِنَ الْمَخِيْلَةِ
“Hati-hati engkau dari memanjangkan sarung karena memanjangkan sarung termasuk kesombongan” (H.R Ahmad bin Mani’)
Sedemikian pentingnya masalah ini, sampai Umar bin Khottob masih menyempatkan untuk menasehati pemuda yang kain pakaiannya melewati mata kaki pada saat menjelang meninggalnya beliau.
🚇 DALIL CELANA/PAKAIAN LAKI-LAKI ITU HARUS NGATUNG/ CINGKRANG : BOLEHKAH ISBAL JIKA TIDAK SOMBONG?
Pertanyaan:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Afwan ustad, sy baca artikel bahwa Abu Bakr dulu memakai kain hingga menutupi mata kaki dan Rasulullah membiarkannya karena Abu Bakr bukan orang sombong. Mohon penjelasannya ustad
Jawaban:
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Dalam hadits tersebut dinyatakan:
فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ إِنَّ أَحَدَ شِقَّيْ ثَوْبِي يَسْتَرْخِي إِلَّا أَنْ أَتَعَاهَدَ ذَلِكَ مِنْهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكَ لَسْتَ تَصْنَعُ ذَلِكَ خُيَلَاءَ
Abu Bakr –radhiyallahu anhu- berkata: _Sesungguhnya salah satu sisi pakaianku (tidak sengaja) menjulur ke bawah KECUALI JIKA AKU MENJAGANYA (menaikkan lagi). Maka Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya engkau bukanlah orang yang mengerjakannya dengan sombong (H.R al-Bukhari)
Dalam hadits tersebut nampak terlihat bahwa terjulurnya kain pakaian Abu Bakr (hingga melewati mata kaki) BUKANLAH ATAS KESENGAJAAN BELIAU.
Karena di dalam lafadz hadits itu disebutkan:
يَسْتَرْخِي
yang menunjukkan bahwa hal itu bukan atas kesengajaan.
Selain itu, beliau BERUSAHA MENJAGANYA agar tidak sampai jatuh terjulur lagi, dengan ucapan beliau :
إِلَّا أَنْ أَتَعَاهَدَ ذَلِكَ مِنْهُ
Sehingga tidak dibiarkan terus menerus terjuntai melewati mata kaki.
Maka, dalam kondisi itulah Nabi ﷺ menyebutkan bahwa beliau bukanlah mengerjakan itu karena sombong.
Berbeda dengan orang yang membiarkan kain celana atau sarungnya terjuntai melewati mata kaki DENGAN SENGAJA dan tidak berusaha untuk mengangkat/ membenarkannya hingga di atas mata kaki.
Demikianlah salah satu sisi jawaban yang dijelaskan oleh para Ulama di antaranya al-Imam adz-Dzahaby, Syaikh Bin Baz, dan Syaikh Ibn Utsaimin.
Sesungguhnya, mengenakan celana, sarung atau semisalnya bagi laki-laki hingga kainnya melewati mata kaki – yang disebut dengan istilah isbal – adalah kesombongan. MESKI NIATNYA BUKAN UNTUK SOMBONG. Hal ini sesuai dengan hadits:
وَارْفَعْ إِزَارَكَ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ فَإِنْ أَبَيْتَ فَإِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الْإِزَارِ فَإِنَّهَا مِنْ الْمَخِيلَةِ وَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمَخِيلَةَ (رواه أبو داود)
“Dan angkatlah (bagian bawah) sarungmu sampai setengah betis, jika engkau menolak, maka (cukup) sampai di atas mata kaki. Dan berhati-hatilah dari isbaalnya sarung, karena HAL ITU TERMASUK KESOMBONGAN dan Allah tidak menyukai perbuatan sombong“ (H.R Abu Dawud)
Hadits ini menunjukkan bahwa isbal itu sendiri adalah kesombongan.
Perbuatan Isbal baik dilakukan dengan sombong ataupun tidak adalah perbuatan yang dibenci Allah. Karena itu Nabi ﷺ menyatakan:
لاَ تُسْبِلْ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْمُسْبِلِيْنَ (رواه ابن ماجه)
“Janganlah kau melakukan isbaal (memanjangkan pakaian melewati mata kaki) karena Allah tidak menyukai orang laki-laki yang musbil (H.R Ibnu Maajah)
Nabi dalam hadits tersebut menyebutkan larangan isbal dan menyatakan bahwa Allah tidak menyukainya.Tanpa beliau mengatakan: kecuali jika engkau tidak sombong,
وَإِيَّاكَ وَجَرَّ اْلإِزَارِ فَإِنَّ جَرَّ اْلإِزَارِ مِنَ الْمَخِيْلَةِ
“Hati-hati engkau dari memanjangkan sarung karena memanjangkan sarung termasuk kesombongan” (H.R Ahmad bin Mani’)
Sedemikian pentingnya masalah ini, sampai Umar bin Khottob masih menyempatkan untuk menasehati pemuda yang kain pakaiannya melewati mata kaki pada saat menjelang meninggalnya beliau.
Disebutkan dalam Shahih al-Bukhari dari ‘Amr bin Maymun tentang kisah terbunuhnya Umar. Sebelum meninggal, kaum muslimin datang untuk menjenguk beliau. Di antaranya ada seorang pemuda yang memuji-muji beliau :
أَبْشِرْ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ بِبُشْرَى اللَّهِ لَكَ مِنْ صُحْبَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدَمٍ فِي الْإِسْلَامِ مَا قَدْ عَلِمْتَ ثُمَّ وَلِيتَ فَعَدَلْتَ ثُمَّ شَهَادَةٌ
“Bergembiralah wahai Amirul Mu’minin dengan kabar gembira dari Allah terhadapmu. Engkau telah menjadi Sahabat Rasulullah ﷺ, engkau termasuk orang yang utama dalam Islam, seperti yang engkau ketahui. Kemudian engkau menjadi pemimpin, dan engkau bersikap adil sebagai pemimpin, kemudian engkau akan menjadi syahid”.
Umar bin Khottob menjawab :
وَدِدْتُ أَنَّ ذَلِكَ كَفَافٌ لَا عَلَيَّ وَلَا لِي
“ Kalau seandainya (kebaikan-kebaikan) itu seimbang (impas) dengan dosaku (aku sudah senang)”
Selanjutnya, ‘Amr bin Maymun menceritakan :
فَلَمَّا أَدْبَرَ إِذَا إِزَارُهُ يَمَسُّ الْأَرْضَ قَالَ رُدُّوا عَلَيَّ الْغُلَامَ قَالَ يَا ابْنَ أَخِي ارْفَعْ ثَوْبَكَ فَإِنَّهُ أَبْقَى لِثَوْبِكَ وَأَتْقَى لِرَبِّكَ
“ Ketika pemuda itu berbalik hendak pergi, Umar melihat sarung pemuda itu menyapu tanah, kemudian Umar berkata : “Panggil kembali pemuda itu padaku”. Umar selanjutnya berkata kepada pemuda itu :
Wahai anak saudaraku, angkatlah pakaianmu karena sesungguhnya hal itu lebih suci bagi pakaianmu dan lebih bertaqwa kepada Tuhanmu” (H.R al-Bukhari)
Kita lihat, demikian perhatiannya Umar bin Khottob untuk menasehati pemuda itu yang sebelumnya memuji beliau DALAM KEADAAN BELIAU AKAN MENINGGAL DAN SAKIT AKIBAT TIKAMAN PISAU YANG BERACUN, beliau masih sempat untuk menjelaskan al-haq.
Dalam kondisi demikian. Umar memerintahkan pemuda itu untuk mengangkat kainnya, tanpa beliau melihat apakah pemuda tersebut melakukannya dengan motivasi sombong atau tidak.
Jika seseorang melakukan isbaal dengan sombong, maka dosanya lebih besar.
◾️Isbal tanpa sombong, terancam dengan anNaar.
◾️Sedangkan isbaal dengan kesombongan, tambahan ancamannya adalah: Allah tidak akan melihat kepadanya. Artinya, tidak melihat dengan pandangan rahmat (kasih sayang). Sebagaimana disebutkan dalam hadits:
مَا كَانَ أَسْفَلَ مِنْ الْكَعْبَيْنِ فَهُوَ فِي النَّارِ مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا لَمْ يَنْظُرْ اللَّهُ إِلَيْهِ
Apa yang berada di bawah mata kaki, maka itu di anNaar (Neraka). Barangsiapa yang memanjangkan sarungnya dengan sombong, Allah tidak akan melihat kepadanya. (H.R Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Abu Said)
Hadits tersebut menyebut 2 keadaan seorang yang musbil dalam satu kalimat. Jika dia sekedar isbal tanpa sombong, maka terancam dengan anNaar, sedangkan jika ditambahi dengan sikap sombong, maka Allah tidak akan melihat padanya pada hari kiamat.
Al-Imam adz-Dzahabiy rahimahullah –salah seorang Ulama bermadzhab Syafiiyyah- memasukkan isbal ke dalam salah satu dari dosa besar. Beliau meletakkannya sebagai dosa besar yang ke-55 dalam kitab beliau al-Kabaair.
Setelah menyebutkan hadits-hadits tentang ancaman isbal beliau menyatakan:
و هذا عام في السراويل و الثوب و الجبة و القباء و الفرجية و غيرها من اللباس فنسأل الله العافية
Dan (perbuatan isbal yang terlarang ini juga) berlaku umum untuk celana, baju, jubah, al-Quba’, al-furjiyah (sejenis pakaian), dan semisalnya pada pakaian yang lain. Kami meminta ‘afiyat (keselamatan) kepada Allah (al-Kabaair hal 215).
Wallaahu A’lam.
📑 Alih Bahasa :
Al Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
أَبْشِرْ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ بِبُشْرَى اللَّهِ لَكَ مِنْ صُحْبَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدَمٍ فِي الْإِسْلَامِ مَا قَدْ عَلِمْتَ ثُمَّ وَلِيتَ فَعَدَلْتَ ثُمَّ شَهَادَةٌ
“Bergembiralah wahai Amirul Mu’minin dengan kabar gembira dari Allah terhadapmu. Engkau telah menjadi Sahabat Rasulullah ﷺ, engkau termasuk orang yang utama dalam Islam, seperti yang engkau ketahui. Kemudian engkau menjadi pemimpin, dan engkau bersikap adil sebagai pemimpin, kemudian engkau akan menjadi syahid”.
Umar bin Khottob menjawab :
وَدِدْتُ أَنَّ ذَلِكَ كَفَافٌ لَا عَلَيَّ وَلَا لِي
“ Kalau seandainya (kebaikan-kebaikan) itu seimbang (impas) dengan dosaku (aku sudah senang)”
Selanjutnya, ‘Amr bin Maymun menceritakan :
فَلَمَّا أَدْبَرَ إِذَا إِزَارُهُ يَمَسُّ الْأَرْضَ قَالَ رُدُّوا عَلَيَّ الْغُلَامَ قَالَ يَا ابْنَ أَخِي ارْفَعْ ثَوْبَكَ فَإِنَّهُ أَبْقَى لِثَوْبِكَ وَأَتْقَى لِرَبِّكَ
“ Ketika pemuda itu berbalik hendak pergi, Umar melihat sarung pemuda itu menyapu tanah, kemudian Umar berkata : “Panggil kembali pemuda itu padaku”. Umar selanjutnya berkata kepada pemuda itu :
Wahai anak saudaraku, angkatlah pakaianmu karena sesungguhnya hal itu lebih suci bagi pakaianmu dan lebih bertaqwa kepada Tuhanmu” (H.R al-Bukhari)
Kita lihat, demikian perhatiannya Umar bin Khottob untuk menasehati pemuda itu yang sebelumnya memuji beliau DALAM KEADAAN BELIAU AKAN MENINGGAL DAN SAKIT AKIBAT TIKAMAN PISAU YANG BERACUN, beliau masih sempat untuk menjelaskan al-haq.
Dalam kondisi demikian. Umar memerintahkan pemuda itu untuk mengangkat kainnya, tanpa beliau melihat apakah pemuda tersebut melakukannya dengan motivasi sombong atau tidak.
Jika seseorang melakukan isbaal dengan sombong, maka dosanya lebih besar.
◾️Isbal tanpa sombong, terancam dengan anNaar.
◾️Sedangkan isbaal dengan kesombongan, tambahan ancamannya adalah: Allah tidak akan melihat kepadanya. Artinya, tidak melihat dengan pandangan rahmat (kasih sayang). Sebagaimana disebutkan dalam hadits:
مَا كَانَ أَسْفَلَ مِنْ الْكَعْبَيْنِ فَهُوَ فِي النَّارِ مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا لَمْ يَنْظُرْ اللَّهُ إِلَيْهِ
Apa yang berada di bawah mata kaki, maka itu di anNaar (Neraka). Barangsiapa yang memanjangkan sarungnya dengan sombong, Allah tidak akan melihat kepadanya. (H.R Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Abu Said)
Hadits tersebut menyebut 2 keadaan seorang yang musbil dalam satu kalimat. Jika dia sekedar isbal tanpa sombong, maka terancam dengan anNaar, sedangkan jika ditambahi dengan sikap sombong, maka Allah tidak akan melihat padanya pada hari kiamat.
Al-Imam adz-Dzahabiy rahimahullah –salah seorang Ulama bermadzhab Syafiiyyah- memasukkan isbal ke dalam salah satu dari dosa besar. Beliau meletakkannya sebagai dosa besar yang ke-55 dalam kitab beliau al-Kabaair.
Setelah menyebutkan hadits-hadits tentang ancaman isbal beliau menyatakan:
و هذا عام في السراويل و الثوب و الجبة و القباء و الفرجية و غيرها من اللباس فنسأل الله العافية
Dan (perbuatan isbal yang terlarang ini juga) berlaku umum untuk celana, baju, jubah, al-Quba’, al-furjiyah (sejenis pakaian), dan semisalnya pada pakaian yang lain. Kami meminta ‘afiyat (keselamatan) kepada Allah (al-Kabaair hal 215).
Wallaahu A’lam.
📑 Alih Bahasa :
Al Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
.:
Ⓜ DALIL CINGKRANG/ NGATUNG TANPA SOMBONG : LARANGAN ISBAL-MUSBIL PAKAIAN DI BAWAH MATA KAKI TIDAK ADA DALAM AL-QUR`AN?
🎙(Khutbah Jum'at) Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad As-Sewed -hafizhahullah-
◙ Durasi 00:09:34
◙ Ukuran file 2,2 MB
◙ Link: http://bit.ly/2oGF1bS
وَارْفَعْ إِزَارَكَ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ فَإِنْ أَبَيْتَ فَإِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الْإِزَارِ فَإِنَّهَا مِنْ الْمَخِيلَةِ وَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمَخِيلَةَ (رواه أبو داود)
“Dan angkatlah (bagian bawah) sarungmu sampai setengah betis, jika engkau menolak, maka (cukup) sampai di atas mata kaki. Dan berhati-hatilah dari isbaalnya sarung, karena HAL ITU TERMASUK KESOMBONGAN dan Allah tidak menyukai perbuatan sombong“ (H.R Abu Dawud)
(*) Juga penjelasan kisah pakaian Abu Bakr Radhiyallahu 'anhu yang tidak sengaja menjulur ke bawah.
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Ⓜ DALIL CINGKRANG/ NGATUNG TANPA SOMBONG : LARANGAN ISBAL-MUSBIL PAKAIAN DI BAWAH MATA KAKI TIDAK ADA DALAM AL-QUR`AN?
🎙(Khutbah Jum'at) Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad As-Sewed -hafizhahullah-
◙ Durasi 00:09:34
◙ Ukuran file 2,2 MB
◙ Link: http://bit.ly/2oGF1bS
وَارْفَعْ إِزَارَكَ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ فَإِنْ أَبَيْتَ فَإِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الْإِزَارِ فَإِنَّهَا مِنْ الْمَخِيلَةِ وَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمَخِيلَةَ (رواه أبو داود)
“Dan angkatlah (bagian bawah) sarungmu sampai setengah betis, jika engkau menolak, maka (cukup) sampai di atas mata kaki. Dan berhati-hatilah dari isbaalnya sarung, karena HAL ITU TERMASUK KESOMBONGAN dan Allah tidak menyukai perbuatan sombong“ (H.R Abu Dawud)
(*) Juga penjelasan kisah pakaian Abu Bakr Radhiyallahu 'anhu yang tidak sengaja menjulur ke bawah.
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
.:
Ⓜ CINGKRANG/ NGATUNG KARENA SOMBONG : BENARKAH ROSULULLOHﷺ, SHOHABAT ABU BAKAR DAN UMAR BIN KHOTTOB PAKAIANNYA SENGAJA ISBAL-MUSBIL DI BAWAH MATA KAKI?
🎙(Khutbah Jum'at) Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad As-Sewed -hafizhahullah-
◙ Durasi 00:12:02
◙ Ukuran file 2,8 MB
◙ Link: http://bit.ly/2JMjuG6
مَا كَانَ أَسْفَلَ مِنْ الْكَعْبَيْنِ فَهُوَ فِي النَّارِ مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا لَمْ يَنْظُرْ اللَّهُ إِلَيْهِ
"Apa yang berada di bawah mata kaki, maka itu di anNaar (Neraka). Barangsiapa yang memanjangkan sarungnya dengan sombong, Allah tidak akan melihat kepadanya". (H.R Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Abu Said)
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Ⓜ CINGKRANG/ NGATUNG KARENA SOMBONG : BENARKAH ROSULULLOHﷺ, SHOHABAT ABU BAKAR DAN UMAR BIN KHOTTOB PAKAIANNYA SENGAJA ISBAL-MUSBIL DI BAWAH MATA KAKI?
🎙(Khutbah Jum'at) Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad As-Sewed -hafizhahullah-
◙ Durasi 00:12:02
◙ Ukuran file 2,8 MB
◙ Link: http://bit.ly/2JMjuG6
مَا كَانَ أَسْفَلَ مِنْ الْكَعْبَيْنِ فَهُوَ فِي النَّارِ مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا لَمْ يَنْظُرْ اللَّهُ إِلَيْهِ
"Apa yang berada di bawah mata kaki, maka itu di anNaar (Neraka). Barangsiapa yang memanjangkan sarungnya dengan sombong, Allah tidak akan melihat kepadanya". (H.R Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Abu Said)
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️