::
🚇 NASIHAT UNTUK DA'I PROVOKATOR REVOLUSI : (NGOMONG ITU MUDAH) TAPI KALAU SUDAH TERJADI PERTUMPAHAN DARAH, SIAPA YANG MAU BERTANGGUNG JAWAB?
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad As-Sewed hafizhahullah
◙ Durasi 0:02:24
◙ Ukuran file 883 KB
◙ Link http://bit.ly/2JAtdAS
___________
⚠ BERHITUNGLAH DENGAN BENAR-BENAR PERHITUNGAN YANG MATANG, KARENA KALIAN MEMBAWA DARAH-DARAH KAUM MUSLIMIN!!
Yang akan membawa suatu negeri kepada kehancuran yang lebih jelek dan yang lebih jelek..
••••
💾 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 NASIHAT UNTUK DA'I PROVOKATOR REVOLUSI : (NGOMONG ITU MUDAH) TAPI KALAU SUDAH TERJADI PERTUMPAHAN DARAH, SIAPA YANG MAU BERTANGGUNG JAWAB?
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad As-Sewed hafizhahullah
◙ Durasi 0:02:24
◙ Ukuran file 883 KB
◙ Link http://bit.ly/2JAtdAS
___________
⚠ BERHITUNGLAH DENGAN BENAR-BENAR PERHITUNGAN YANG MATANG, KARENA KALIAN MEMBAWA DARAH-DARAH KAUM MUSLIMIN!!
Yang akan membawa suatu negeri kepada kehancuran yang lebih jelek dan yang lebih jelek..
••••
💾 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 TAHAPAN-TAHAPAN LANGKAH PARA PENYERU FITNAH (PROVOKATOR) : DUDUK MANIS DI RUMAH MENYAKSIKAN DARAH MUSLIMIN YANG TERTUMPAH AKIBAT KORBAN "REVOLUSI"
Asy-Syaikh DR. Khalid azh-Zhafiri hafizhahullah,
🔗 TAHAP PERTAMA: Ajakan/Propaganda kepada revolusi terhadap pemerintah. Sementara mereka sendiri tetap duduk manis di rumahnya masing-masing.
🔗 TAHAP KEDUA: Bisa jadi berhasil. Maka mereka pun memetik buahnya dan meninggalkan agama. Tampaklah bahwa itu hanya sebagai slogan-slogan belaka.
🔗 TAHAP KETIGA: atau kehancuran dan kerusakan. Maka mereka pun menuduh pemerintah-pemerintah yang ada telah lalai dan tidak mau menolong/membela mereka.
❱ Mereka juga menyulut kebencian rakyat dengan terhadap pemerintahnya.
❱ Seraya mereka mengajak/memprovokasi untuk melakukan kudeta, aksi mogok, dan demonstrasi.
🔗 TAHAP KEEMPAT: Mereka juga memanfaatkan para korban untuk menggalang dana dan memenuhi kas kelompoknya/partainya, supaya bisa menyerukan revolusi lagi pada kesempatan berikutnya.
HASIL AKHIR:
❱ Mereka berada di istana-istananya bersama anak-anak mereka.
❱ Sementara korban berjatuhan adalah rakyat Muslim yang patut dikasihani, ada yang terbunuh, luka-luka, para janda, dan anak-anak yatim.
••••
@ManhajulAnbiya | http://aldhafiri.net/?p=950
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 TAHAPAN-TAHAPAN LANGKAH PARA PENYERU FITNAH (PROVOKATOR) : DUDUK MANIS DI RUMAH MENYAKSIKAN DARAH MUSLIMIN YANG TERTUMPAH AKIBAT KORBAN "REVOLUSI"
Asy-Syaikh DR. Khalid azh-Zhafiri hafizhahullah,
🔗 TAHAP PERTAMA: Ajakan/Propaganda kepada revolusi terhadap pemerintah. Sementara mereka sendiri tetap duduk manis di rumahnya masing-masing.
🔗 TAHAP KEDUA: Bisa jadi berhasil. Maka mereka pun memetik buahnya dan meninggalkan agama. Tampaklah bahwa itu hanya sebagai slogan-slogan belaka.
🔗 TAHAP KETIGA: atau kehancuran dan kerusakan. Maka mereka pun menuduh pemerintah-pemerintah yang ada telah lalai dan tidak mau menolong/membela mereka.
❱ Mereka juga menyulut kebencian rakyat dengan terhadap pemerintahnya.
❱ Seraya mereka mengajak/memprovokasi untuk melakukan kudeta, aksi mogok, dan demonstrasi.
🔗 TAHAP KEEMPAT: Mereka juga memanfaatkan para korban untuk menggalang dana dan memenuhi kas kelompoknya/partainya, supaya bisa menyerukan revolusi lagi pada kesempatan berikutnya.
HASIL AKHIR:
❱ Mereka berada di istana-istananya bersama anak-anak mereka.
❱ Sementara korban berjatuhan adalah rakyat Muslim yang patut dikasihani, ada yang terbunuh, luka-luka, para janda, dan anak-anak yatim.
••••
@ManhajulAnbiya | http://aldhafiri.net/?p=950
▫️▫️▫️▫️▫️
الشيخ د. خالد بن ضحوي الظفيري
خلاصة حكاية دعاة الفتن - الشيخ د. خالد بن ضحوي الظفيري
بسم الله الرحمن الرحيم . الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه؛ أما بعد. خلاصة حكاية دعاة الفتن الحلقة الأولى: دعوة للثورات على الحكومات وهم جالسون في البيوتات. الحلقة الثانية: إما نصر فيخطفون الثمرة ويتركون الدين ويظهر أنه…
Forwarded from منتدى نشر الفـــــــوائد
::
🚇 DIANTARA CONTOH REDAKSI DO'A UNTUK KEBAIKAN PEMERINTAH MUSLIM
◾️اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا، اللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ الْإِسْلَامِ وَالمُسْلِمِينَ
"Ya Allah perbaikilah kondisi pemerintah kami, Ya Allah perbaikilah kondisi pemerintah kami. Ya Allah beri taufiq mereka kepada apa yang padanya terdapat kebaikan Islam dan muslimin."
◾️اللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى القِيَامِ بِمُهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ العَالَمِينَ،
"Ya Allah tolonglah mereka untuk melaksanakan tugas-tugas mereka sebagaimana yang Engkau perintahkan wahai Rabbul Alamin."
◾️اللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوءِ وَالمُفْسِدِينَ،
وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ والنَّاصِحِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
"Ya Allah jauhkanlah dari mereka teman-teman yang jelek dan para perusak. Dekatkanlah kepada orang-orang baik dan pemberi nasehat, wahai Rabbul Alamin."
◾️اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِ الْمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ
"Ya Allah perbaikilah kondisi pemerintah kaum muslimin di semua tempat."
◾️اللَّهُمَّ احْفَظْ عَلَيْنَا أَمْنَنَا وَاسْتِقْرَارَنَا فِي دِيَارِنَا، اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوبِنَا مَنْ لَا يَخَافُكَ وَلَا يَرْحَمُنَا
"Ya Allah jagalah keamanan dan ketenangan kami di negeri kami. Ya Allah janganlah Engaku jadikan berkuasa kepada kami orang-orang yang tidak takut kepada-Mu dan tidak menyayangi kami, gara-gara dosa-dosa kami."
◾️اللَّهُمَّ قِنَا مِنْ شَرِّ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
"Ya Allah lindungilah kami dari kejelekan berbagai fitnah, yang tampak maupun yang tidak tampak."
📤Sumber:
Channel Telegram @ManhajulAnbiya
____
Tambahan Keterangan (dari kami):
◾️Do'a diatas adalah semata-mata contoh. Adapun doa sifatnya umum. Artinya lafalnya boleh dengan kalimat apapun.
◾️Sehingga jangan sampai disangka ini adalah kalimat yang paling afdhal untuk dijadikan doa ketika mendoakan pemerintah.
◾️Kecuali jika ingin mencontoh dari Al-Qur'an dan hadits, bisa sama persis atau ditambahi/ dikurangi selama tidak merusak makna kalimatnya.
Baarokallaahu fiikum
@ForumBerbagiFaidah
🚇 DIANTARA CONTOH REDAKSI DO'A UNTUK KEBAIKAN PEMERINTAH MUSLIM
◾️اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا، اللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ الْإِسْلَامِ وَالمُسْلِمِينَ
"Ya Allah perbaikilah kondisi pemerintah kami, Ya Allah perbaikilah kondisi pemerintah kami. Ya Allah beri taufiq mereka kepada apa yang padanya terdapat kebaikan Islam dan muslimin."
◾️اللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى القِيَامِ بِمُهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ العَالَمِينَ،
"Ya Allah tolonglah mereka untuk melaksanakan tugas-tugas mereka sebagaimana yang Engkau perintahkan wahai Rabbul Alamin."
◾️اللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوءِ وَالمُفْسِدِينَ،
وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ والنَّاصِحِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
"Ya Allah jauhkanlah dari mereka teman-teman yang jelek dan para perusak. Dekatkanlah kepada orang-orang baik dan pemberi nasehat, wahai Rabbul Alamin."
◾️اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِ الْمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ
"Ya Allah perbaikilah kondisi pemerintah kaum muslimin di semua tempat."
◾️اللَّهُمَّ احْفَظْ عَلَيْنَا أَمْنَنَا وَاسْتِقْرَارَنَا فِي دِيَارِنَا، اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوبِنَا مَنْ لَا يَخَافُكَ وَلَا يَرْحَمُنَا
"Ya Allah jagalah keamanan dan ketenangan kami di negeri kami. Ya Allah janganlah Engaku jadikan berkuasa kepada kami orang-orang yang tidak takut kepada-Mu dan tidak menyayangi kami, gara-gara dosa-dosa kami."
◾️اللَّهُمَّ قِنَا مِنْ شَرِّ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
"Ya Allah lindungilah kami dari kejelekan berbagai fitnah, yang tampak maupun yang tidak tampak."
📤Sumber:
Channel Telegram @ManhajulAnbiya
____
Tambahan Keterangan (dari kami):
◾️Do'a diatas adalah semata-mata contoh. Adapun doa sifatnya umum. Artinya lafalnya boleh dengan kalimat apapun.
◾️Sehingga jangan sampai disangka ini adalah kalimat yang paling afdhal untuk dijadikan doa ketika mendoakan pemerintah.
◾️Kecuali jika ingin mencontoh dari Al-Qur'an dan hadits, bisa sama persis atau ditambahi/ dikurangi selama tidak merusak makna kalimatnya.
Baarokallaahu fiikum
@ForumBerbagiFaidah
::
🚇 PENTING DAN MENDESAK ....
WAHAI SALAFIYYIN, BERDO'ALAH UNTUK KEBAIKAN ISLAM DAN NEGERI INI
Mengingatkan Ahlus Sunnah Salafiyyin, untuk banyak-banyak berdo'a demi keselamatan agama dan negeri ini dari fitnah dan petaka. Terutama pada hari-hari yang berat ini.
❱ Semoga Allah Ta'ala menjaga dan memberikan kebaikan untuk pemerintah Indonesia.
❱ Semoga Allah Ta'ala memberikan untuk negeri dan rakyat Indonesia para pemimpin yang beriman dan bertaqwa, ikhlash, jujur, amanah, serta cinta kepada Islam dan muslimin.
Gunakanlah kesempatan Qiyamullail antum pada hari-hari ini khususnya untuk banyak-banyak berdo'a dan bermunajat kepada Allah Ta'ala, disamping pada waktu-waktu mustajabah lainnya:
1. Antara adzan dan Iqamah.
2. Di malam hari, terkhusus sepertiga malam akhir.
3. Ketika sujud dalam shalat.
4. Saat imam duduk di mimbar untuk khutbah sampai selesai menunaikan shalat Jum'at.
5. Di akhir setiap shalat, sebelum salam dan setelah tasyahud akhir.
6. Akhir siang hari Jum'at. Dari setelah Ashar sampai tenggelamnya matahari.
Semoga kita termasuk dalam hadits berikut, Nabi ﷺ bersabda :
«إِنَّمَا يَنْصُرُ اللَّهُ هَذِهِ الأُمَّةَ بِضَعِيفِهَا بِدَعْوَتِهِمْ وَصَلاتِهِمْ وَإِخْلاصِهِمْ»
(رواه النسائي، وصححه الألباني).
"Hanyalah Allah akan menolong umat ini dengan orang-orang lemah di antara mereka, yaitu dengan doa, shalat, dan keikhlasan mereka."
[ HR. an-Nasa'i, dishahihkan oleh al-Albani ] @ManhajulAnbiya
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/7261
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 PENTING DAN MENDESAK ....
WAHAI SALAFIYYIN, BERDO'ALAH UNTUK KEBAIKAN ISLAM DAN NEGERI INI
Mengingatkan Ahlus Sunnah Salafiyyin, untuk banyak-banyak berdo'a demi keselamatan agama dan negeri ini dari fitnah dan petaka. Terutama pada hari-hari yang berat ini.
❱ Semoga Allah Ta'ala menjaga dan memberikan kebaikan untuk pemerintah Indonesia.
❱ Semoga Allah Ta'ala memberikan untuk negeri dan rakyat Indonesia para pemimpin yang beriman dan bertaqwa, ikhlash, jujur, amanah, serta cinta kepada Islam dan muslimin.
Gunakanlah kesempatan Qiyamullail antum pada hari-hari ini khususnya untuk banyak-banyak berdo'a dan bermunajat kepada Allah Ta'ala, disamping pada waktu-waktu mustajabah lainnya:
1. Antara adzan dan Iqamah.
2. Di malam hari, terkhusus sepertiga malam akhir.
3. Ketika sujud dalam shalat.
4. Saat imam duduk di mimbar untuk khutbah sampai selesai menunaikan shalat Jum'at.
5. Di akhir setiap shalat, sebelum salam dan setelah tasyahud akhir.
6. Akhir siang hari Jum'at. Dari setelah Ashar sampai tenggelamnya matahari.
Semoga kita termasuk dalam hadits berikut, Nabi ﷺ bersabda :
«إِنَّمَا يَنْصُرُ اللَّهُ هَذِهِ الأُمَّةَ بِضَعِيفِهَا بِدَعْوَتِهِمْ وَصَلاتِهِمْ وَإِخْلاصِهِمْ»
(رواه النسائي، وصححه الألباني).
"Hanyalah Allah akan menolong umat ini dengan orang-orang lemah di antara mereka, yaitu dengan doa, shalat, dan keikhlasan mereka."
[ HR. an-Nasa'i, dishahihkan oleh al-Albani ] @ManhajulAnbiya
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/7261
▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
::
🚇 DIANTARA CONTOH REDAKSI DO'A UNTUK KEBAIKAN PEMERINTAH MUSLIM
◾️اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا، اللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ الْإِسْلَامِ وَالمُسْلِمِينَ
"Ya Allah perbaikilah…
🚇 DIANTARA CONTOH REDAKSI DO'A UNTUK KEBAIKAN PEMERINTAH MUSLIM
◾️اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا، اللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ الْإِسْلَامِ وَالمُسْلِمِينَ
"Ya Allah perbaikilah…
::
🚇 DEMONSTRASI BUKAN BAGIAN DARI ISLAM
🎙Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berkata:
"Diin kita bukan agama yang kacau-balau.
Diin kita adalah agama yang memiliki batasan, diin yang ada aturan dan sakinah.
❌ Adapun demonstrasi bukan bagian dari amalan kaum muslimin. Dahulu kaum muslimin tidak mengenalnya.
❱ Dan diinul Islam adalah agama yang tenang dan kasih sayang. Tidak ada kekacauan padanya, tidak ribut dan semarak fitnah di dalamnya.
Inilah dia diinul Islam (sejati)."
[ Al-Ajwibatul Mufidah 'an As'ilatil Manaahijil Jadiidah, al-Fauzan, hal. 217-218 ]
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah/6239 [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 DEMONSTRASI BUKAN BAGIAN DARI ISLAM
🎙Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berkata:
"Diin kita bukan agama yang kacau-balau.
Diin kita adalah agama yang memiliki batasan, diin yang ada aturan dan sakinah.
❌ Adapun demonstrasi bukan bagian dari amalan kaum muslimin. Dahulu kaum muslimin tidak mengenalnya.
❱ Dan diinul Islam adalah agama yang tenang dan kasih sayang. Tidak ada kekacauan padanya, tidak ribut dan semarak fitnah di dalamnya.
Inilah dia diinul Islam (sejati)."
[ Al-Ajwibatul Mufidah 'an As'ilatil Manaahijil Jadiidah, al-Fauzan, hal. 217-218 ]
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah/6239 [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
Forum Berbagi Faidah [ FBF ]
::
🚇 HUKUM MUNTAH (DISENGAJA/TIDAK DISENGAJA) : TIDAK MEMBATALKAN PUASA
📆 Sesi 3 Kajian "BEKAL DI BULAN RAMADHAN" | Jumat-Ahad, 21-22 Sya'ban 1440 H / 26-27 April 2019 di Masjid Kholid bin Walid - Ponpes Minhajus Sunnah, Magelang
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad As-Sarbini hafizhahullah
◙ Durasi 0:14:17
◙ Ukuran file 3,7 MB
◙ Link http://bit.ly/2Es65jX
••••
💾 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 HUKUM MUNTAH (DISENGAJA/TIDAK DISENGAJA) : TIDAK MEMBATALKAN PUASA
📆 Sesi 3 Kajian "BEKAL DI BULAN RAMADHAN" | Jumat-Ahad, 21-22 Sya'ban 1440 H / 26-27 April 2019 di Masjid Kholid bin Walid - Ponpes Minhajus Sunnah, Magelang
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad As-Sarbini hafizhahullah
◙ Durasi 0:14:17
◙ Ukuran file 3,7 MB
◙ Link http://bit.ly/2Es65jX
••••
💾 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️
Forwarded from منتدى نشر الفـــــــوائد
.:
Ⓜ I'TIKAF DAN LAILATUL QADAR (PEMBAHASAN RINGKAS)
◾️Al-Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy -hafizhahullah-
◾️Al-Ustadz Abdullah Al-Jakarty -hafizhahullah-
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Ⓜ I'TIKAF DAN LAILATUL QADAR (PEMBAHASAN RINGKAS)
◾️Al-Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy -hafizhahullah-
◾️Al-Ustadz Abdullah Al-Jakarty -hafizhahullah-
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
.:
🚇 SETENGAH DARI RAMADHAN BERLALU MENINGGALKAN KITA
Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan,
"Hamba Allah! Bulan Ramadhan telah berlalu setengahnya!
❱ Siapakah diantara kalian yang telah me-muhasabah dirinya (menghitung seberapa amalannya) pada bulan itu dengan jujur?!
❱ Siapakah diantara kalian yang telah melaksanakan hak bulan Ramadhan ini sebagaimana yang telah diketahuinya?!
❱ Siapakah di antara kalian yang bertekad -sebelum pintu surga ditutup- untuk membangun kamar di atas kamar di dalam surga?!
Ketahuilah, bulan kalian ini mulai berkurang, maka tambahlah amalan kalian! Jangan sampai kalian menyangka masih di dalam bulan itu, ternyata telah berlalu!
فكل شهر فعسى أن يكون منه خلف و أما شهر رمضان فمن أين لكم منه خلف
"Setiap bulan, mungkin saja ada penggantinya, tapi bulan Ramadhan, di mana ada gantinya?!"
📚 Sumber: Lathaiful Ma'arif hlm. 196
Tak terasa, Ramadhan telah berlalu setengahnya. Tak terasa, kita melaluinya dengan lalai dan lupa.
Sekarang ini waktunya, Susul ketertinggalan kita.. Semangat! Jangan lemah! Ayo perbanyak amal dan pahala, sebelum Ramadhan meninggalkan kita, tanpa kita membawa apa-apa!
@tashfiyah
▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 HATI-HATI ENGKAU DARI LALAI, DAN LALAI DARI MEMBIMBING ANAK-ANAKMU DI SEPULUH HARI TERAKHIR BULAN RAMADHAN
Al-‘Allamah Asy-Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullah berkata :
Dan sungguh kebanyakan manusia lalai dari (membimbing) anak-anaknya. Mereka membiarkan anak-anaknya pergi tidak jelas di jalan-jalan, dan begadang di malam harinya hanya untuk bermain-main dan melakukan perbuatan sia-sia, serta tidak menghormati malam-malam (10 hari akhir Ramadhan) ini.
Dan tidak ada kedudukan yang istimewa malam-malam tersebut dalam diri-diri mereka..
Ini adalah termasuk jeleknya pendidikan, dan ini sungguh merupakan larangan yang jelas, dan kerugian yang nyata..
Waktu malam-malam (yang utama) akan tiba dan kemudian akan berakhir sedangkan manusia dalam keadaan lalai lagi berpaling, tidak perhatian terhadapnya, dan tidak memanfaatkan darinya.
Mereka begadang sepanjang malam atau sebagian besarnya dengan melakukan sesuatu yang tidak ada faidahnya, atau dengan sesuatu yang berfaidah tapi terbatas yang mungkin bisa dikerjakan pada waktu yang lain, kemudian meninggalkan malam-malam tersebut dari amalan yang dikhususkan untuk dikerjakan pada saat itu.
Jika datang waktu sholat mereka tidur, dan terluputkan begitu saja diri-diri mereka dari kebaikan yang banyak..
Bisa jadi mereka tidak akan mendapati (malam-malam itu) di tahun yang akan datang.
Dan sungguh mereka telah membawa diri-diri mereka, keluarga dan anak-anaknya kepada dosa-dosa yang berat yang tidak terpikirkan kejelekan dampaknya.
📚Sumber : Majalis Syahri Ramadhan, hal.240 | https://t.me/c/1004595431/7459 @makkahindonesia
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 SETENGAH DARI RAMADHAN BERLALU MENINGGALKAN KITA
Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan,
"Hamba Allah! Bulan Ramadhan telah berlalu setengahnya!
❱ Siapakah diantara kalian yang telah me-muhasabah dirinya (menghitung seberapa amalannya) pada bulan itu dengan jujur?!
❱ Siapakah diantara kalian yang telah melaksanakan hak bulan Ramadhan ini sebagaimana yang telah diketahuinya?!
❱ Siapakah di antara kalian yang bertekad -sebelum pintu surga ditutup- untuk membangun kamar di atas kamar di dalam surga?!
Ketahuilah, bulan kalian ini mulai berkurang, maka tambahlah amalan kalian! Jangan sampai kalian menyangka masih di dalam bulan itu, ternyata telah berlalu!
فكل شهر فعسى أن يكون منه خلف و أما شهر رمضان فمن أين لكم منه خلف
"Setiap bulan, mungkin saja ada penggantinya, tapi bulan Ramadhan, di mana ada gantinya?!"
📚 Sumber: Lathaiful Ma'arif hlm. 196
Tak terasa, Ramadhan telah berlalu setengahnya. Tak terasa, kita melaluinya dengan lalai dan lupa.
Sekarang ini waktunya, Susul ketertinggalan kita.. Semangat! Jangan lemah! Ayo perbanyak amal dan pahala, sebelum Ramadhan meninggalkan kita, tanpa kita membawa apa-apa!
@tashfiyah
▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 HATI-HATI ENGKAU DARI LALAI, DAN LALAI DARI MEMBIMBING ANAK-ANAKMU DI SEPULUH HARI TERAKHIR BULAN RAMADHAN
Al-‘Allamah Asy-Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullah berkata :
Dan sungguh kebanyakan manusia lalai dari (membimbing) anak-anaknya. Mereka membiarkan anak-anaknya pergi tidak jelas di jalan-jalan, dan begadang di malam harinya hanya untuk bermain-main dan melakukan perbuatan sia-sia, serta tidak menghormati malam-malam (10 hari akhir Ramadhan) ini.
Dan tidak ada kedudukan yang istimewa malam-malam tersebut dalam diri-diri mereka..
Ini adalah termasuk jeleknya pendidikan, dan ini sungguh merupakan larangan yang jelas, dan kerugian yang nyata..
Waktu malam-malam (yang utama) akan tiba dan kemudian akan berakhir sedangkan manusia dalam keadaan lalai lagi berpaling, tidak perhatian terhadapnya, dan tidak memanfaatkan darinya.
Mereka begadang sepanjang malam atau sebagian besarnya dengan melakukan sesuatu yang tidak ada faidahnya, atau dengan sesuatu yang berfaidah tapi terbatas yang mungkin bisa dikerjakan pada waktu yang lain, kemudian meninggalkan malam-malam tersebut dari amalan yang dikhususkan untuk dikerjakan pada saat itu.
Jika datang waktu sholat mereka tidur, dan terluputkan begitu saja diri-diri mereka dari kebaikan yang banyak..
Bisa jadi mereka tidak akan mendapati (malam-malam itu) di tahun yang akan datang.
Dan sungguh mereka telah membawa diri-diri mereka, keluarga dan anak-anaknya kepada dosa-dosa yang berat yang tidak terpikirkan kejelekan dampaknya.
📚Sumber : Majalis Syahri Ramadhan, hal.240 | https://t.me/c/1004595431/7459 @makkahindonesia
▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 HUKUM BERPUASA RAMADHAN SAAT MUDIK KE KAMPUNG HALAMAN
[ Pertanyaan ]
Tiap menjelang akhir Ramadhan biasa ada kegiatan mudik ke kampung halaman. Apakah tetap mesti puasa saat melakukan mudik tersebut?
[ Jawaban ]
Orang yang melakukan perjalanan jauh tidak wajib puasa ramadhan. Jika ingin, silakan dia berbuka dan menggantinya pada hari yang lain. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,
وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ
"Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah : 185)
▫Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,
أَمَّا الْمُسَافِرُ فَيُفْطِرُ بِاتِّفَاقِ الْمُسْلِمِينَ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ عَلَيْهِ مَشَقَّةٌ
"Seorang musafir boleh tidak puasa berdasarkan kesepakatan kaum muslimin, meskipun dia tidak mengalami kesulitan saat safar itu." (Majmu' al-Fataawaa XXV/214)
Pada permasalahan boleh tidaknya puasa; maka hukumnya jelas, yaitu boleh.
Namun dalam masalah; bagus mana antara puasa dan tidak? ini berbeda lagi.
Untuk menetapkan mana yang lebih utama bagi seorang musafir; antara tidak puasa dan puasa, kita harus melihat terlebih dulu kondisi seperti apa yang dirasakan olehnya saat safar. Karena safar yang ditempuh oleh seseorang saat ramadhan tidak mungkin keluar dari tiga keadaan (baca : asy-Syarh al-Mumti', VI/343-344) :
1. Kondisi nyaman.
Artinya, puasa ataupun tidak; tidak memberikan pengaruh berarti padanya. Dalam keadaan ini; yang utamanya dia tetap puasa. Karena :
• Inilah yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ. Abud Darda' radhiyallahu 'anhu mengatakan :
خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ، فِي حَرٍّ شَدِيدٍ حَتَّى إِنْ كَانَ أَحَدُنَا لَيَضَعُ يَدَهُ عَلَى رَأْسِهِ مِنْ شِدَّةِ الْحَرِّ، وَمَا فِينَا صَائِمٌ إِلَّا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَوَاحَةَ
"Kami pernah melakukan safar bersama Nabi ﷺ pada bulan ramadhan, di hari yang sangat terik. Sampai-sampai ada di antara kami yang meletakkan tangannya di kepalanya disebabkan panas yang sangat. Tidak ada seorang pun yang berpuasa di antara kami selain Rasulullah ﷺ dan Abdullah bin Rawahah." [ HR. Al-Bukhari (1945) dan Muslim (1122) ]
Hal ini karena puasa tidak dirasa berat oleh Rasulullah ﷺ. Dan beliau tidaklah melakukan sesuatu melainkan yang paling mudah dan paling afdal.
• Lebih cepat dalam menuntaskan kewajiban. Jika dia qadha; itu berarti dia akan sedikit terlambat dalam menunaikan kewajibannya.
• Umumnya, melakukan puasa saat orang-orang masih pada berpuasa akan dirasa lebih ringan dari pada melaksanakannya saat di luar ramadhan yang kebanyakan orang sudah tidak lagi berpuasa.
• Dia mendapati waktu paling utamanya dalam penuaian puasa; yaitu bulan Ramadhan.
2. Kondisi agak susah.
Dalam artian, dia masih mampu berpuasa meski sedang safar, namun terasa berat.
❱ Jika demikian keadaannya, maka yang utama dia tidak puasa. Apabila sampai menjadikan dia kesulitan dalam melakukan sebagian perkara; maka hukum puasanya menjadi makruh.
❱ Karena melakukan sesuatu yang sulit dalam keadaan ada kemudahan yang Allah berikan; ini mengesankan bahwa dia tidak mau menerima keringanan dari Allah subhanahu wa ta'ala.
3. Kondisi sangat menyusahkan.
Hukum puasa saat safar dalam kondisi ini adalah haram. Hal ini berdasarkan dengan sabda Nabi Muhammad ﷺ pada sebagian orang yang masih memaksakan puasa dalam kondisi yang sangat susah, beliau berkata,
أُولَئِكَ الْعُصَاةُ، أُولَئِكَ الْعُصَاةُ
"Mereka adalah orang-orang yang bermaksiat. Mereka adalah orang-orang yang bermaksiat." HR. Muslim (1114)
✍ -- Arsip Tulisan Lama -- Hari Ahadi @nasehatetam
http://bit.ly/2HqEC41
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 HUKUM BERPUASA RAMADHAN SAAT MUDIK KE KAMPUNG HALAMAN
[ Pertanyaan ]
Tiap menjelang akhir Ramadhan biasa ada kegiatan mudik ke kampung halaman. Apakah tetap mesti puasa saat melakukan mudik tersebut?
[ Jawaban ]
Orang yang melakukan perjalanan jauh tidak wajib puasa ramadhan. Jika ingin, silakan dia berbuka dan menggantinya pada hari yang lain. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,
وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ
"Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah : 185)
▫Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,
أَمَّا الْمُسَافِرُ فَيُفْطِرُ بِاتِّفَاقِ الْمُسْلِمِينَ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ عَلَيْهِ مَشَقَّةٌ
"Seorang musafir boleh tidak puasa berdasarkan kesepakatan kaum muslimin, meskipun dia tidak mengalami kesulitan saat safar itu." (Majmu' al-Fataawaa XXV/214)
Pada permasalahan boleh tidaknya puasa; maka hukumnya jelas, yaitu boleh.
Namun dalam masalah; bagus mana antara puasa dan tidak? ini berbeda lagi.
Untuk menetapkan mana yang lebih utama bagi seorang musafir; antara tidak puasa dan puasa, kita harus melihat terlebih dulu kondisi seperti apa yang dirasakan olehnya saat safar. Karena safar yang ditempuh oleh seseorang saat ramadhan tidak mungkin keluar dari tiga keadaan (baca : asy-Syarh al-Mumti', VI/343-344) :
1. Kondisi nyaman.
Artinya, puasa ataupun tidak; tidak memberikan pengaruh berarti padanya. Dalam keadaan ini; yang utamanya dia tetap puasa. Karena :
• Inilah yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ. Abud Darda' radhiyallahu 'anhu mengatakan :
خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ، فِي حَرٍّ شَدِيدٍ حَتَّى إِنْ كَانَ أَحَدُنَا لَيَضَعُ يَدَهُ عَلَى رَأْسِهِ مِنْ شِدَّةِ الْحَرِّ، وَمَا فِينَا صَائِمٌ إِلَّا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَوَاحَةَ
"Kami pernah melakukan safar bersama Nabi ﷺ pada bulan ramadhan, di hari yang sangat terik. Sampai-sampai ada di antara kami yang meletakkan tangannya di kepalanya disebabkan panas yang sangat. Tidak ada seorang pun yang berpuasa di antara kami selain Rasulullah ﷺ dan Abdullah bin Rawahah." [ HR. Al-Bukhari (1945) dan Muslim (1122) ]
Hal ini karena puasa tidak dirasa berat oleh Rasulullah ﷺ. Dan beliau tidaklah melakukan sesuatu melainkan yang paling mudah dan paling afdal.
• Lebih cepat dalam menuntaskan kewajiban. Jika dia qadha; itu berarti dia akan sedikit terlambat dalam menunaikan kewajibannya.
• Umumnya, melakukan puasa saat orang-orang masih pada berpuasa akan dirasa lebih ringan dari pada melaksanakannya saat di luar ramadhan yang kebanyakan orang sudah tidak lagi berpuasa.
• Dia mendapati waktu paling utamanya dalam penuaian puasa; yaitu bulan Ramadhan.
2. Kondisi agak susah.
Dalam artian, dia masih mampu berpuasa meski sedang safar, namun terasa berat.
❱ Jika demikian keadaannya, maka yang utama dia tidak puasa. Apabila sampai menjadikan dia kesulitan dalam melakukan sebagian perkara; maka hukum puasanya menjadi makruh.
❱ Karena melakukan sesuatu yang sulit dalam keadaan ada kemudahan yang Allah berikan; ini mengesankan bahwa dia tidak mau menerima keringanan dari Allah subhanahu wa ta'ala.
3. Kondisi sangat menyusahkan.
Hukum puasa saat safar dalam kondisi ini adalah haram. Hal ini berdasarkan dengan sabda Nabi Muhammad ﷺ pada sebagian orang yang masih memaksakan puasa dalam kondisi yang sangat susah, beliau berkata,
أُولَئِكَ الْعُصَاةُ، أُولَئِكَ الْعُصَاةُ
"Mereka adalah orang-orang yang bermaksiat. Mereka adalah orang-orang yang bermaksiat." HR. Muslim (1114)
✍ -- Arsip Tulisan Lama -- Hari Ahadi @nasehatetam
http://bit.ly/2HqEC41
▫️▫️▫️▫️▫️