::
🚇 SHAHIHKAH DO'A BUKA PUASA DIBAWAH INI?
Dijawab oleh: Al Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawi hafizhahulloh
[ PERTANYAAN: ]
Bagaimana kandungan doa berbuka puasa yang berbunyi, “Dzahaba azh-zhama’u wabtallatil ‘uruqu watsabatal ajru insya Allah.” (HR. Muslim)
Dulu ada yang mengatakan cukup membaca bismillah ketika berbuka puasa, ketika saya menyampaikan doa seperti di atas. Mohon penjelasannya. Saya ucapkan jazakallahu khairan.
+6285642xxxxxx
[ JAWABAN: ]
Hadits tentang doa di atas ada yang menshahihkan, ada pula yang mendhaifkan. Pendapat pertama mengamalkannya, sementara yang lain tidak dan cukup dengan basmalah.
💻 Sumber: Tanya jawab ringkas Asy Syari'ah, edisi.074
::
🚇 DO'A KETIKA BERBUKA PUASA YANG DIAJARKAN OLEH RASULULLAH ﷺ
🅾 Imam Ad-Daruquthni رحمه الله meriwayatkan hadits di dalam Sunan-nya dalam كِتَابُ الصِّيَامِ dan بَابُ الْقُبْلَةِ لِلصَّائِمِ hadits no. 2279 dengan sanadnya :
2279 - حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا عَلِيُّ بْنُ مُسْلِمٍ , ثنا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ شَقِيقٍ , ثنا الْحُسَيْنُ بْنُ وَاقِدٍ , ثنا مَرْوَانُ الْمُقَفَّعِ , قَالَ: رَأَيْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقْبِضُ عَلَى لِحْيَتِهِ وَيَقْطَعُ مَا زَادَ عَلَى الْكَفِّ " قَالَ: وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا أَفْطَرَ: «ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ» تَفَرَّدَ بِهِ الْحُسَيْنُ بْنُ وَاقِدٍ , وَإِسْنَادُهُ حَسَنٌ.
“Dan Rasulullahﷺ apabila berbuka puasa berdo'a :
«ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ»
"Rasa haus telah pergi dan urat-urat telah terbasahi serta telah ditetapkan pahala insya Allah."
Imam Ad-Daruquthni رحمه الله berkata setelah menyebutkan hadits : “Al-Husain bin Waqid menyendiri dalam periwayatan hadits ini, dan sanadnya hasan." [1]
🅾 Imam Abu Dawud رحمه الله juga meriwayatkan hadits semisalnya di dalam Sunan-nya dalam كِتَاب الصَّوْمِ dan بَابُ الْقَوْلِ عِنْدَ الْإِفْطَارِ hadits no. 2357 dengan sanadnya :
2357 - حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى أَبُو مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ، أَخْبَرَنِي الْحُسَيْنُ بْنُ وَاقِدٍ، حَدَّثَنَا مَرْوَانُ يَعْنِي ابْنَ سَالِمٍ الْمُقَفَّعَ، قَالَ: «رَأَيْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقْبِضُ عَلَى لِحْيَتِهِ، فَيَقْطَعُ مَا زَادَ عَلَى الْكَفِّ» وَقَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: «ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ»
[2]
Asy-Syaikh Al-Albani رحمه الله menilai hadits tersebut Hasan. [3]
🅾 Sedangkan do'a berbuka puasa yang populer saat ini di tengah-tengah masyarakat kita hadits tersebut diriwayatkan juga oleh Imam Abu Dawud رحمه الله hadits no. 2358 dengan sanadnya :
2358 - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ، عَنْ حُصَيْنٍ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ زُهْرَةَ، أَنَّهُ بَلَغَهُ " أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: «اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ»
"Bahwasanya Nabiﷺ jika berbuka puasa maka beliau berdo'a :
«اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ»
"Ya Allah untuk-Mu aku berpuasa, dan atas rizki-Mu aku berbuka puasa" [4]
❌ Asy-Syaikh Al-Albani رحمه الله menilai hadits tersebut Dha'if (Lemah). [5]
________________
✋ Kedua do'a di atas dilemahkan sebagian 'ulama di antaranya Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i dan Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin رحمهما الله.
Namun tahsin (penilaian hadits hasan) dari Imam Ibnul Mulaqqin, Imam Ad-Daruquthni, Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-'Asqalani, dan Asy-Syaikh Al-Albani رحمهم الله sudah membuat kita tenang untuk mengamalkannya.
📔Rujukan:
[1] Sunan Ad-Daruquthni, 3/156
[2]&[4] Sunan Abi Dawud, 2/306
[3] Irwa-ul Ghalil, 4/36 (No. 919)
[5] Irwa-ul Ghalil, 4/39 (No. 920).
Wallahu a'lam.
📗 @KajianIslamLhokseumawe
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 SHAHIHKAH DO'A BUKA PUASA DIBAWAH INI?
Dijawab oleh: Al Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawi hafizhahulloh
[ PERTANYAAN: ]
Bagaimana kandungan doa berbuka puasa yang berbunyi, “Dzahaba azh-zhama’u wabtallatil ‘uruqu watsabatal ajru insya Allah.” (HR. Muslim)
Dulu ada yang mengatakan cukup membaca bismillah ketika berbuka puasa, ketika saya menyampaikan doa seperti di atas. Mohon penjelasannya. Saya ucapkan jazakallahu khairan.
+6285642xxxxxx
[ JAWABAN: ]
Hadits tentang doa di atas ada yang menshahihkan, ada pula yang mendhaifkan. Pendapat pertama mengamalkannya, sementara yang lain tidak dan cukup dengan basmalah.
💻 Sumber: Tanya jawab ringkas Asy Syari'ah, edisi.074
::
🚇 DO'A KETIKA BERBUKA PUASA YANG DIAJARKAN OLEH RASULULLAH ﷺ
🅾 Imam Ad-Daruquthni رحمه الله meriwayatkan hadits di dalam Sunan-nya dalam كِتَابُ الصِّيَامِ dan بَابُ الْقُبْلَةِ لِلصَّائِمِ hadits no. 2279 dengan sanadnya :
2279 - حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا عَلِيُّ بْنُ مُسْلِمٍ , ثنا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ شَقِيقٍ , ثنا الْحُسَيْنُ بْنُ وَاقِدٍ , ثنا مَرْوَانُ الْمُقَفَّعِ , قَالَ: رَأَيْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقْبِضُ عَلَى لِحْيَتِهِ وَيَقْطَعُ مَا زَادَ عَلَى الْكَفِّ " قَالَ: وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا أَفْطَرَ: «ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ» تَفَرَّدَ بِهِ الْحُسَيْنُ بْنُ وَاقِدٍ , وَإِسْنَادُهُ حَسَنٌ.
“Dan Rasulullahﷺ apabila berbuka puasa berdo'a :
«ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ»
"Rasa haus telah pergi dan urat-urat telah terbasahi serta telah ditetapkan pahala insya Allah."
Imam Ad-Daruquthni رحمه الله berkata setelah menyebutkan hadits : “Al-Husain bin Waqid menyendiri dalam periwayatan hadits ini, dan sanadnya hasan." [1]
🅾 Imam Abu Dawud رحمه الله juga meriwayatkan hadits semisalnya di dalam Sunan-nya dalam كِتَاب الصَّوْمِ dan بَابُ الْقَوْلِ عِنْدَ الْإِفْطَارِ hadits no. 2357 dengan sanadnya :
2357 - حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى أَبُو مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ، أَخْبَرَنِي الْحُسَيْنُ بْنُ وَاقِدٍ، حَدَّثَنَا مَرْوَانُ يَعْنِي ابْنَ سَالِمٍ الْمُقَفَّعَ، قَالَ: «رَأَيْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقْبِضُ عَلَى لِحْيَتِهِ، فَيَقْطَعُ مَا زَادَ عَلَى الْكَفِّ» وَقَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: «ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ»
[2]
Asy-Syaikh Al-Albani رحمه الله menilai hadits tersebut Hasan. [3]
🅾 Sedangkan do'a berbuka puasa yang populer saat ini di tengah-tengah masyarakat kita hadits tersebut diriwayatkan juga oleh Imam Abu Dawud رحمه الله hadits no. 2358 dengan sanadnya :
2358 - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ، عَنْ حُصَيْنٍ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ زُهْرَةَ، أَنَّهُ بَلَغَهُ " أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: «اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ»
"Bahwasanya Nabiﷺ jika berbuka puasa maka beliau berdo'a :
«اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ»
"Ya Allah untuk-Mu aku berpuasa, dan atas rizki-Mu aku berbuka puasa" [4]
❌ Asy-Syaikh Al-Albani رحمه الله menilai hadits tersebut Dha'if (Lemah). [5]
________________
✋ Kedua do'a di atas dilemahkan sebagian 'ulama di antaranya Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i dan Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin رحمهما الله.
Namun tahsin (penilaian hadits hasan) dari Imam Ibnul Mulaqqin, Imam Ad-Daruquthni, Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-'Asqalani, dan Asy-Syaikh Al-Albani رحمهم الله sudah membuat kita tenang untuk mengamalkannya.
📔Rujukan:
[1] Sunan Ad-Daruquthni, 3/156
[2]&[4] Sunan Abi Dawud, 2/306
[3] Irwa-ul Ghalil, 4/36 (No. 919)
[5] Irwa-ul Ghalil, 4/39 (No. 920).
Wallahu a'lam.
📗 @KajianIslamLhokseumawe
▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 KAPAN MENGUCAPKAN DO'A BERBUKA PUASA?
[ Asy Syaikh Ubaid bin Abdillah al Jabiry hafizhahullahu Ta'ala ditanya, ]
Kapan (mengucapkan) doa berbuka puasa, apakah sebelum berbuka, ketika berbuka, atau setelah berbuka?
Apakah ada (keterangan) dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam urutan dalam berbuka? Ketika mendengar adzan, kemudian menjawab adzan, lalu mencukupkan diri dengan makan beberapa buah kurma, atau ruthob, atau minum air putih?
[ Beliau menjawab, ]
"Engkau membebani dirimu dengan pertanyaan seperti ini -barokallahu fiik-. Tidak sepantasnya membebani diri dengan yang seperti ini.
◾️Seorang muslim jika sudah jelas baginya bahwa matahari sudah tenggelam; baik ia melihat sendiri atau mengikuti para muadzin yang terpecaya di sisinya, maka disyariatkan baginya untuk (segera) berbuka.
◾️Jika ia mau bisa berdoa sebelum berbuka, dan jika ia mau bisa juga berdoa pada saat berbuka.
Maka perkaranya luas/mudah (yakni anda bebas memilih).
⁉️ Dan aku tidak mengetahui adanya urutan dalam berbuka. Misalnya makan ruthob dulu, baru kemudian tamr, TIDAK, aku tidak mengetahui sedikitpun ada tuntunan sunnah dalam hal ini.
Seorang muslim (boleh) berbuka dengan apa yang mudah baginya.
Sebagian manusia tidak makan kurma atau tidak mendapati kurma di daerahnya. Sebagian manusia berbuka dengan buah-buahan. Demikian kebiasaan mereka, yaitu berbuka dengan sesuatu yang lain.
السؤال:
أحسن الله إليك، يقول: متى يكون الدعاء قبل الفطر، أووقت الفطر، أوبعد الفطر، وهل ورد عن النبي - صلى الله عليه وسلم- ترتيب في الفطر عند سماع الأذان، ثم الترديد وراء المؤذن، والاقتصار على تمرات أو رطب، أوشرب الماء ؟
الجواب:
تكلفت في السؤال بارك الله فيك، ما ينبغي هذا التكلف، وإنما المسلم إذا استبان له غروب الشمس رأى بنفسه أوكان مقلدًا لأوثق المؤذنين عنده، يشرع في فطوره، فإن شاء دعا قبل أن يتناول، وإن شاء دعا حال التناول، فالأمر فيه سعة، ولا أعلم ترتيبًا أنه يتناول أول الرطب ثم التمر، لا لا أعلم شيئًا في هذه السنة وإنما المسلم يفطر بما تيسر له، فبعض الناس ما يأكل التمر أو لا يوجد عنده تمر. بعض الناس يُفطر على فاكهة؛ هكذا تعوّدوا. يفطرون على شيء آخر.
🌏 Sumber:
http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=29517
| @warisansalaf | http://www.warisansalaf.com
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 KAPAN MENGUCAPKAN DO'A BERBUKA PUASA?
[ Asy Syaikh Ubaid bin Abdillah al Jabiry hafizhahullahu Ta'ala ditanya, ]
Kapan (mengucapkan) doa berbuka puasa, apakah sebelum berbuka, ketika berbuka, atau setelah berbuka?
Apakah ada (keterangan) dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam urutan dalam berbuka? Ketika mendengar adzan, kemudian menjawab adzan, lalu mencukupkan diri dengan makan beberapa buah kurma, atau ruthob, atau minum air putih?
[ Beliau menjawab, ]
"Engkau membebani dirimu dengan pertanyaan seperti ini -barokallahu fiik-. Tidak sepantasnya membebani diri dengan yang seperti ini.
◾️Seorang muslim jika sudah jelas baginya bahwa matahari sudah tenggelam; baik ia melihat sendiri atau mengikuti para muadzin yang terpecaya di sisinya, maka disyariatkan baginya untuk (segera) berbuka.
◾️Jika ia mau bisa berdoa sebelum berbuka, dan jika ia mau bisa juga berdoa pada saat berbuka.
Maka perkaranya luas/mudah (yakni anda bebas memilih).
⁉️ Dan aku tidak mengetahui adanya urutan dalam berbuka. Misalnya makan ruthob dulu, baru kemudian tamr, TIDAK, aku tidak mengetahui sedikitpun ada tuntunan sunnah dalam hal ini.
Seorang muslim (boleh) berbuka dengan apa yang mudah baginya.
Sebagian manusia tidak makan kurma atau tidak mendapati kurma di daerahnya. Sebagian manusia berbuka dengan buah-buahan. Demikian kebiasaan mereka, yaitu berbuka dengan sesuatu yang lain.
السؤال:
أحسن الله إليك، يقول: متى يكون الدعاء قبل الفطر، أووقت الفطر، أوبعد الفطر، وهل ورد عن النبي - صلى الله عليه وسلم- ترتيب في الفطر عند سماع الأذان، ثم الترديد وراء المؤذن، والاقتصار على تمرات أو رطب، أوشرب الماء ؟
الجواب:
تكلفت في السؤال بارك الله فيك، ما ينبغي هذا التكلف، وإنما المسلم إذا استبان له غروب الشمس رأى بنفسه أوكان مقلدًا لأوثق المؤذنين عنده، يشرع في فطوره، فإن شاء دعا قبل أن يتناول، وإن شاء دعا حال التناول، فالأمر فيه سعة، ولا أعلم ترتيبًا أنه يتناول أول الرطب ثم التمر، لا لا أعلم شيئًا في هذه السنة وإنما المسلم يفطر بما تيسر له، فبعض الناس ما يأكل التمر أو لا يوجد عنده تمر. بعض الناس يُفطر على فاكهة؛ هكذا تعوّدوا. يفطرون على شيء آخر.
🌏 Sumber:
http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=29517
| @warisansalaf | http://www.warisansalaf.com
▫️▫️▫️▫️▫️
.:
Ⓜ HUKUM SESEORANG SAFAR DI BULAN RAMADHAN UNTUK HAL YANG MUBAH SEPERTI REFRESHING/JALAN-JALAN : APAKAH BERLAKU JUGA HUKUM-HUKUM MUSAFIR?
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad As-Sarbini -hafizhahullah-
🗓 Sesi TJ Kajian "BEKAL DI BULAN RAMADHAN" | Jumat-Ahad, 21-22 Sya'ban 1440 H / 26-27 April 2019 di Masjid Kholid bin Walid - Ponpes Minhajus Sunnah Magelang
➰(831 KB) - Durasi [00:01:37]
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Ⓜ HUKUM SESEORANG SAFAR DI BULAN RAMADHAN UNTUK HAL YANG MUBAH SEPERTI REFRESHING/JALAN-JALAN : APAKAH BERLAKU JUGA HUKUM-HUKUM MUSAFIR?
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad As-Sarbini -hafizhahullah-
🗓 Sesi TJ Kajian "BEKAL DI BULAN RAMADHAN" | Jumat-Ahad, 21-22 Sya'ban 1440 H / 26-27 April 2019 di Masjid Kholid bin Walid - Ponpes Minhajus Sunnah Magelang
➰(831 KB) - Durasi [00:01:37]
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 TENTANG KELUARNYA BEBERAPA JAMA'AH SHALAT TARAWIH SEBELUM IMAM WITIR DENGAN ALASAN MENYEMPURNAKAN SHALAT MALAM DI RUMAH
📑 Fatwa Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
[ Pertanyaan ]
Seorang penanya bertanya tentang keluarnya beberapa jamaah shalat sebelum imam melakukan witir dengan alasan menyempurnakan shalat malam di rumah?
[ Jawaban ]
YANG BAGUS HENDAKNYA MEREKA MENGIKUTI IMAM hingga selesai, berdasarkan sabda Nabi ﷺ:
{ مَنْ قامَ مَعَ الإِمَامِ حَتى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيامُ لَيْلَة }
“Orang yang shalat tarawih mengikuti imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk” [HR. At Tirmidzi, no. 734, Ibnu Majah, no. 1317, Ahmad, no. 20450]
HENDAKNYA DIA WITIR BERSAMA IMAM dan boleh setelah itu dia shalat malam, namun dia cukupkan dengan witir yang pertama bersama imam lalu dia (menambah, -red.) shalat sesuai keinginannya di akhir malam.
🌍 http://www.alfawzan.af.org.sa/node/15607
▫️▫️▫️▫️▫️
📑 Fatwa Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz rahimahullah
[ Pertanyaan ]
Jika seseorang shalat tarawih berjama’ah bersama imam yang 23 raka’at, namun orang tersebut hanya shalat 11 raka’at saja. Apakah perbuatan ini sesuai dengan sunnah?
[ Jawaban ]
YANG SESUAI DENGAN SUNNAH adalah tetap mengikuti Imam meski ia shalat 23 rakaat. Karena Rasulullah ﷺ bersabda:
( مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ قِيَامَ لَيْلَةٍ )
“Orang yang shalat tarawih mengikuti imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk” [HR. At Tirmidzi, no. 734, Ibnu Majah, no. 1317, Ahmad, no. 20450]
dalam lafazh yang lain:
{ بَقِيَّةَ لَيْلَتِهِ }
“Ditulis baginya pahala shalat di sisa malamnya” [HR. Ahmad, no. 20474]
MAKA YANG PALING AFDHAL BAGI SEORANG MA’MUM
▪️Adalah mengikuti imam sampai imam selesai.
▪️Baik ia shalat 11 rakaat maupun 23 rakaat, atau jumlah rakaat yang lain.
Inilah yang paling baik.
Selain itu, shalat tarawih 23 rakaat pernah dilakukan oleh Umar Radhiyallahu ’anhu dan sahabat yang lain. Ini bukanlah keburukan, bukan pula kebid’ahan. Bahkan shalat tarawih 23 rakaat adalah sunnah Khulafa Ar Rasyidin.
Hal ini memiliki dalil dari hadits Ibnu Umar Radhiyallahu ’anhuma, dari Nabi ﷺ:
( صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمْ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى )
“Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat. Jika engkau khawatir akan datanya fajar maka shalatlah 1 rakaat agar jumlah rakaatnya ganjil.” [Muttafaqun ‘ilaihi]
Rasulullah ﷺ tidak membatasi rakaat shalat malam dengan batasan jumlah tertentu, namun yang beliau katakan:
{ صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى }
“Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat”
NAMUN MEMANG LEBIH AFDHAL jika imam mengerjakan shalat tarawih sebanyak 11 rakaat atau 13 rakaat dengan salam setiap 2 rakaat.
Karena inilah yang paling sering dipraktekan Rasulullah ﷺ pada shalat malamnya.
Alasan lain, karena shalat tarawih 11 atau 13 rakaat lebih sesuai dengan kondisi kebanyakan orang (tidak terlalu berat) di bulan Ramadhan ataupun di luar bulan Ramadhan.
Namun bila ada yang melakukannya lebih dari itu, atau kurang dari itu, tidak masalah. Karena perkara rakaat tarawih adalah perkara yang longgar.
🌍 http://www.ibnbaz.org.sa/mat/1028 | @ukhwh
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 TENTANG KELUARNYA BEBERAPA JAMA'AH SHALAT TARAWIH SEBELUM IMAM WITIR DENGAN ALASAN MENYEMPURNAKAN SHALAT MALAM DI RUMAH
📑 Fatwa Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
[ Pertanyaan ]
Seorang penanya bertanya tentang keluarnya beberapa jamaah shalat sebelum imam melakukan witir dengan alasan menyempurnakan shalat malam di rumah?
[ Jawaban ]
YANG BAGUS HENDAKNYA MEREKA MENGIKUTI IMAM hingga selesai, berdasarkan sabda Nabi ﷺ:
{ مَنْ قامَ مَعَ الإِمَامِ حَتى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيامُ لَيْلَة }
“Orang yang shalat tarawih mengikuti imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk” [HR. At Tirmidzi, no. 734, Ibnu Majah, no. 1317, Ahmad, no. 20450]
HENDAKNYA DIA WITIR BERSAMA IMAM dan boleh setelah itu dia shalat malam, namun dia cukupkan dengan witir yang pertama bersama imam lalu dia (menambah, -red.) shalat sesuai keinginannya di akhir malam.
🌍 http://www.alfawzan.af.org.sa/node/15607
▫️▫️▫️▫️▫️
📑 Fatwa Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz rahimahullah
[ Pertanyaan ]
Jika seseorang shalat tarawih berjama’ah bersama imam yang 23 raka’at, namun orang tersebut hanya shalat 11 raka’at saja. Apakah perbuatan ini sesuai dengan sunnah?
[ Jawaban ]
YANG SESUAI DENGAN SUNNAH adalah tetap mengikuti Imam meski ia shalat 23 rakaat. Karena Rasulullah ﷺ bersabda:
( مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ قِيَامَ لَيْلَةٍ )
“Orang yang shalat tarawih mengikuti imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk” [HR. At Tirmidzi, no. 734, Ibnu Majah, no. 1317, Ahmad, no. 20450]
dalam lafazh yang lain:
{ بَقِيَّةَ لَيْلَتِهِ }
“Ditulis baginya pahala shalat di sisa malamnya” [HR. Ahmad, no. 20474]
MAKA YANG PALING AFDHAL BAGI SEORANG MA’MUM
▪️Adalah mengikuti imam sampai imam selesai.
▪️Baik ia shalat 11 rakaat maupun 23 rakaat, atau jumlah rakaat yang lain.
Inilah yang paling baik.
Selain itu, shalat tarawih 23 rakaat pernah dilakukan oleh Umar Radhiyallahu ’anhu dan sahabat yang lain. Ini bukanlah keburukan, bukan pula kebid’ahan. Bahkan shalat tarawih 23 rakaat adalah sunnah Khulafa Ar Rasyidin.
Hal ini memiliki dalil dari hadits Ibnu Umar Radhiyallahu ’anhuma, dari Nabi ﷺ:
( صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمْ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى )
“Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat. Jika engkau khawatir akan datanya fajar maka shalatlah 1 rakaat agar jumlah rakaatnya ganjil.” [Muttafaqun ‘ilaihi]
Rasulullah ﷺ tidak membatasi rakaat shalat malam dengan batasan jumlah tertentu, namun yang beliau katakan:
{ صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى }
“Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat”
NAMUN MEMANG LEBIH AFDHAL jika imam mengerjakan shalat tarawih sebanyak 11 rakaat atau 13 rakaat dengan salam setiap 2 rakaat.
Karena inilah yang paling sering dipraktekan Rasulullah ﷺ pada shalat malamnya.
Alasan lain, karena shalat tarawih 11 atau 13 rakaat lebih sesuai dengan kondisi kebanyakan orang (tidak terlalu berat) di bulan Ramadhan ataupun di luar bulan Ramadhan.
Namun bila ada yang melakukannya lebih dari itu, atau kurang dari itu, tidak masalah. Karena perkara rakaat tarawih adalah perkara yang longgar.
🌍 http://www.ibnbaz.org.sa/mat/1028 | @ukhwh
▫️▫️▫️▫️▫️
www.alfawzan.af.org.sa
كلمات رمضانية 09-09-1436هـ | الموقع الخاص للشيخ الدكتور صالح الفوزان
الشيخ: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَلَاةُ وَالسَلَامُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّد وَعَلَى آلِهِ وأصَحْابِهِ أَجْمَعِينَ.
::
🚇 PAHALA AMALAN SHALIH BERLIPAT GANDA DI BULAN RAMADHAN, DOSA MAKSIAT BAGAIMANA?
🎙Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah berkata:
فسيئة في رمضان أعظم إثمًا من السيئة في غيره، كما أن طاعة في رمضان أكثر ثوابًا عند الله من طاعة في غيره.
"..maka kejelekan di Ramadhan lebih sangat (bentuk) dosanya dari kejelekan di selainnya, sebagaimana ketaatan di Ramadhan lebih banyak pahalanya daripada ketaatan di selainnya."
Beliau rahimahullah juga berkata:
ولكن السيئة دائمًا بمثلها لا تضاعف في العدد لا في رمضان ولا في غيره،
Namun kejelekan tetap (dihitung) semisalnya, tidak berlipat dalam hitungan, tidak pada Ramadhan dan tidak pula di selainnya.
أما الحسنة فإنها تضاعف بعشر أمثالها إلى أضعاف كثيرة؛ لقول الله في سورة الأنعام.
Adapun kebaikan maka dilipatkan sepuluh kalinya sampai kelipatan yang banyak, bersandar firman Allah dalam surat Al-An'am:
{ مَن جَاء بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَن جَاء بِالسَّيِّئَةِ فَلاَ يُجْزَى إِلاَّ مِثْلَهَا وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ }
"Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)." Q.S. Al-An'aam: 160.
والآيات في هذا المعنى كثيرة
وهكذا في المكان الفاضل كالحرمين الشريفين تضاعف فيهما أضعافًا كثيرة في الكمية والكيفية، أما السيئات فلا تضاعف بالكمية ولكنها تضاعف بالكيفية في الزمان الفاضل، والمكان الفاضل كما تقدمت الإشارة إلى ذلك، والله ولي التوفيق.
Dan ayat semakna ini banyak.
Demikian ini pula di tempat yang mulia seperti di al-haramain/ dua kota suci yang mulia, dilipatkan pahala kebaikan di kedua tempat tersebut dengan kelipatan yang banyak dalam jumlah dan sifatnya.
❗Adapun kejelekan maka tidak berlipat (dosanya) secara jumlah, namun dilipatkan (kejelekan itu) dalam sifat(tatacara)nya, di waktu dan tempat yang mulia. Sebagaimana telah terdahulu isyarat kepadanya. Dan Allah pemberi taufik."
🌏 Petikan dari fatwa:
http://bit.ly/2vT8wak
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 PAHALA AMALAN SHALIH BERLIPAT GANDA DI BULAN RAMADHAN, DOSA MAKSIAT BAGAIMANA?
🎙Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah berkata:
فسيئة في رمضان أعظم إثمًا من السيئة في غيره، كما أن طاعة في رمضان أكثر ثوابًا عند الله من طاعة في غيره.
"..maka kejelekan di Ramadhan lebih sangat (bentuk) dosanya dari kejelekan di selainnya, sebagaimana ketaatan di Ramadhan lebih banyak pahalanya daripada ketaatan di selainnya."
Beliau rahimahullah juga berkata:
ولكن السيئة دائمًا بمثلها لا تضاعف في العدد لا في رمضان ولا في غيره،
Namun kejelekan tetap (dihitung) semisalnya, tidak berlipat dalam hitungan, tidak pada Ramadhan dan tidak pula di selainnya.
أما الحسنة فإنها تضاعف بعشر أمثالها إلى أضعاف كثيرة؛ لقول الله في سورة الأنعام.
Adapun kebaikan maka dilipatkan sepuluh kalinya sampai kelipatan yang banyak, bersandar firman Allah dalam surat Al-An'am:
{ مَن جَاء بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَن جَاء بِالسَّيِّئَةِ فَلاَ يُجْزَى إِلاَّ مِثْلَهَا وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ }
"Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)." Q.S. Al-An'aam: 160.
والآيات في هذا المعنى كثيرة
وهكذا في المكان الفاضل كالحرمين الشريفين تضاعف فيهما أضعافًا كثيرة في الكمية والكيفية، أما السيئات فلا تضاعف بالكمية ولكنها تضاعف بالكيفية في الزمان الفاضل، والمكان الفاضل كما تقدمت الإشارة إلى ذلك، والله ولي التوفيق.
Dan ayat semakna ini banyak.
Demikian ini pula di tempat yang mulia seperti di al-haramain/ dua kota suci yang mulia, dilipatkan pahala kebaikan di kedua tempat tersebut dengan kelipatan yang banyak dalam jumlah dan sifatnya.
❗Adapun kejelekan maka tidak berlipat (dosanya) secara jumlah, namun dilipatkan (kejelekan itu) dalam sifat(tatacara)nya, di waktu dan tempat yang mulia. Sebagaimana telah terdahulu isyarat kepadanya. Dan Allah pemberi taufik."
🌏 Petikan dari fatwa:
http://bit.ly/2vT8wak
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️
binbaz.org.sa
الذنوب تتضاعف في الزمان والمكان الفاضل كيفًا لا كمًا
الجواب: المشروع للمسلم في رمضان وفي غيره مجاهدة نفسه الأمارة بالسوء حتى تكون نفسًا مطمئنة
.:
Ⓜ TIDAK MAU MENJENGUK TEMAN YANG SAKIT KARENA DULU PERNAH ADA MASALAH PRIBADI
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad As-Sarbini -hafizhahullah-
🗓 Sesi TJ Kajian "BEKAL DI BULAN RAMADHAN" | Jumat-Ahad, 21-22 Sya'ban 1440 H / 26-27 April 2019 di Masjid Kholid bin Walid - Ponpes Minhajus Sunnah Magelang
➰(1,1 MB) - Durasi [00:03:05]
#cekcok #bukan_manhaj
•••
📶 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Ⓜ TIDAK MAU MENJENGUK TEMAN YANG SAKIT KARENA DULU PERNAH ADA MASALAH PRIBADI
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad As-Sarbini -hafizhahullah-
🗓 Sesi TJ Kajian "BEKAL DI BULAN RAMADHAN" | Jumat-Ahad, 21-22 Sya'ban 1440 H / 26-27 April 2019 di Masjid Kholid bin Walid - Ponpes Minhajus Sunnah Magelang
➰(1,1 MB) - Durasi [00:03:05]
#cekcok #bukan_manhaj
•••
📶 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
::
🚇 "NAWAITU SHOUMA GHODIN..." : APA HUKUM MELAFALKAN NIAT PUASA?
[ Pertanyaan ]
"Wahai Syaikh yang mulia, Ummu Mush'ab (nama penanya) bertanya, "Tentang melafalkan niat pada puasa wajib atau salat sunnah, bolehkah itu?"
[ Jawaban ]
Melafalkan niat pada seluruh ibadah adalah bid'ah. Seseorang tidak mengatakan saat wudhu, "Ya Allah, saya berniat wudhu." atau ketika shalat, "Saya niat shalat." Atau ketika bersedekah, "Saya niat bersedekah." Atau ketika hendak puasa, "Saya niat berpuasa." Atau ketika berhaji, "Saya niat berhaji."
Melafalkan niat pada seluruh ibadah tidak ada dasarnya dari Nabi ﷺ
Kenapa Anda melafalkan niat? Bukankah niat itu tempatnya di kalbu? Bukankah Allah 'azza wa jalla berfirman:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ
"Dan telah Kami ciptakan manusia, dan Kami tahu apa yang dibisikkan jiwanya." [Q.S Qaaf ayat 16]
Ya, tentu. Kita meyakini hal ini. Allah lebih tahu niat kita. Bagaimana engkau memberi tahu Rabbmu bahwa engkau berniat sesuatu?!
قد يقول: أقول هذا لإظهار الإخلاص لله فنقول: الإخلاص محله القلب أيضاً،وما كان محله القلب. نعم.
❓ Kadang ada yang mengatakan, "Aku melafalkan niat untuk memperlihatkan ikhlas kepada Allah."
Kita jawab, "Ikhlas tempatnya juga di dalam kalbu." (sehingga tidak perlu dilafalkan, pent.)
[Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin]
🔊 Dengarkan dari sumbernya: http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/Lw_349_10.mp3
| @tashfiyah
::
🚇 MELAFADZKAN NIAT MENUNJUKKAN KURANGNYA AKAL DAN AGAMA
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullahu :
"Melafadzkan niat menunjukkan kurangnya akal dan agama.
◾️Menurut agama dikarenakan hal tersebut merupakan kebid'ahan,
◾️Adapun menurut akal dikarenakan hal tersebut seperti seorang yang ingin memakan makanan kemudian berkata :
نويت بوضع يدي في هذا الإناء أنّي أريد أن آخذ منه لقمة فأضعها في فمي فأمضغها ثمَّ أبلعها لأشبع
"Aku berniat meletakkan tanganku ke dalam bejana (yang berisi makanan-pent) ini ingin mengambil darinya sesuap makanan kemudian meletakkannya ke mulutku, lalu aku mengunyahnya dan aku telan sampai kenyang.."
Maka ini merupakan kebodohan dan kedunguan.
📚 Majmu' Fatawa (22/120)
| PENCARI ALHAQ @Ittiba_uRasulillah
🚇 "NAWAITU SHOUMA GHODIN..." : APA HUKUM MELAFALKAN NIAT PUASA?
[ Pertanyaan ]
"Wahai Syaikh yang mulia, Ummu Mush'ab (nama penanya) bertanya, "Tentang melafalkan niat pada puasa wajib atau salat sunnah, bolehkah itu?"
[ Jawaban ]
Melafalkan niat pada seluruh ibadah adalah bid'ah. Seseorang tidak mengatakan saat wudhu, "Ya Allah, saya berniat wudhu." atau ketika shalat, "Saya niat shalat." Atau ketika bersedekah, "Saya niat bersedekah." Atau ketika hendak puasa, "Saya niat berpuasa." Atau ketika berhaji, "Saya niat berhaji."
Melafalkan niat pada seluruh ibadah tidak ada dasarnya dari Nabi ﷺ
Kenapa Anda melafalkan niat? Bukankah niat itu tempatnya di kalbu? Bukankah Allah 'azza wa jalla berfirman:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ
"Dan telah Kami ciptakan manusia, dan Kami tahu apa yang dibisikkan jiwanya." [Q.S Qaaf ayat 16]
Ya, tentu. Kita meyakini hal ini. Allah lebih tahu niat kita. Bagaimana engkau memberi tahu Rabbmu bahwa engkau berniat sesuatu?!
قد يقول: أقول هذا لإظهار الإخلاص لله فنقول: الإخلاص محله القلب أيضاً،وما كان محله القلب. نعم.
❓ Kadang ada yang mengatakan, "Aku melafalkan niat untuk memperlihatkan ikhlas kepada Allah."
Kita jawab, "Ikhlas tempatnya juga di dalam kalbu." (sehingga tidak perlu dilafalkan, pent.)
[Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin]
🔊 Dengarkan dari sumbernya: http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/Lw_349_10.mp3
| @tashfiyah
::
🚇 MELAFADZKAN NIAT MENUNJUKKAN KURANGNYA AKAL DAN AGAMA
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullahu :
"Melafadzkan niat menunjukkan kurangnya akal dan agama.
◾️Menurut agama dikarenakan hal tersebut merupakan kebid'ahan,
◾️Adapun menurut akal dikarenakan hal tersebut seperti seorang yang ingin memakan makanan kemudian berkata :
نويت بوضع يدي في هذا الإناء أنّي أريد أن آخذ منه لقمة فأضعها في فمي فأمضغها ثمَّ أبلعها لأشبع
"Aku berniat meletakkan tanganku ke dalam bejana (yang berisi makanan-pent) ini ingin mengambil darinya sesuap makanan kemudian meletakkannya ke mulutku, lalu aku mengunyahnya dan aku telan sampai kenyang.."
Maka ini merupakan kebodohan dan kedunguan.
📚 Majmu' Fatawa (22/120)
| PENCARI ALHAQ @Ittiba_uRasulillah
.:
Ⓜ BOLEHKAH KITA MENIATKAN TIDAK BERPUASA RAMADHAN (DI WAKTU MALAMNYA) KARENA BESOK BERENCANA AKAN SAFAR (BEPERGIAN)?
🎙Oleh: Al-Ustadz Muhammad Rijal, Lc حَفِظَهُ اللهُ
🅾 Kajian "MENGHIDUPKAN BULAN ROMADHON" | Sabtu 27 April 2019 / 22 Syaban 1440 H di Masjid An Nuur [ Jl. Semeru No.13 Mulyoharjo Pemalang ]
📨 (462 KB) - Durasi [01:07]
•••
📶 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Ⓜ BOLEHKAH KITA MENIATKAN TIDAK BERPUASA RAMADHAN (DI WAKTU MALAMNYA) KARENA BESOK BERENCANA AKAN SAFAR (BEPERGIAN)?
🎙Oleh: Al-Ustadz Muhammad Rijal, Lc حَفِظَهُ اللهُ
🅾 Kajian "MENGHIDUPKAN BULAN ROMADHON" | Sabtu 27 April 2019 / 22 Syaban 1440 H di Masjid An Nuur [ Jl. Semeru No.13 Mulyoharjo Pemalang ]
📨 (462 KB) - Durasi [01:07]
•••
📶 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
.:
🚇 JANGAN MELAFADZKAN NIAT
🎙 Asy-Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz Ibnu Baz rahimahullah:
Niat itu adalah kamu mengetahui bahwa kamu melakukan demikian dan demikian,
◾️Ketika kamu sedang sahur, kamu mengetahui (menyadari) bahwa kamu sedang sahur untuk puasa hari ini, inilah niat..
◾️Ketika kamu ingin melaksanakan shalat, inilah niat..
Niat itu adalah keberadaan hati mengetahui bahwa dia akan melaksanakan urusan ini, atau memulai pada urusan ini, kamu menginginkan wajah Allah Subhaanahu wa ta'ala,
Tidak perlu dia melafadzkan!
Tidak mengatakan dengan lisannya:
"NAWAITU"
Bahkan cukup dihati, Adapun melafadzkan niat seperti ucapan:
"NAWAITU AN USHALLI"
(Saya berniat untuk shalat).
"NAWAITU AN ATHUF"
(Saya berniat untuk thawaf).
Ini adalah bid'ah tidak ada asalnya (dalam Islam).
Dikutip dari:
http://bit.ly/2VY34BO
Alih bahasa:
Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu 'Umar غفرالرحمن له | @alfudhail
▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 NABI ﷺ TIDAK PERNAH MENGUCAPKAN NIAT DENGAN NAWAITU..
🎙Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata :
"Dan ketahuilah, sesungguhnya sebagian manusia mereka mengada-adakan dalam hal niat, satu kebid'ahan dan perbuatan yang memberat-beratkan, yang Allah tidak menurunkan perintah dengannya.
Yang demikian itu tatkala salah seorang dari mereka membaca :
"NAWAITU AN USHALLIYA FARDHA" dst...
Serta lafazh-lafazh lainnya.
Ini adalah perkara yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi ﷺ. Tidak pernah diriwayatkan dari beliau, kalau beliau itu melafazkan niat, dengan suara pelan ataupun suara keras. Dan beliau juga tidak pernah memerintahkan demikian."
📝 Mulakhkhash Al-Fiqhi 1/118
قال الشيخ صالح الفوزان حفظه الله تعالى :
واعلم ان بعض الناس أحدثوافي النية بدعة وتشددا ما أنزل الله بهما من سلطان وذلك بأن يقول أحدهم نويت أن أصلي فرض كذا عدد كذا من الركعات أداء لله خلف هذا الإمام ... ونحو ذلك من الألفاظ . هذا شيء لم يفعله الرسول ﷺ ولم ينقل عنه أنه تلفظ بالنية لا سرا ولا جهرا ولا أمر بذلك..
الملخص الفقهي 1/118
@ahlussunnahposo
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 JANGAN MELAFADZKAN NIAT
🎙 Asy-Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz Ibnu Baz rahimahullah:
Niat itu adalah kamu mengetahui bahwa kamu melakukan demikian dan demikian,
◾️Ketika kamu sedang sahur, kamu mengetahui (menyadari) bahwa kamu sedang sahur untuk puasa hari ini, inilah niat..
◾️Ketika kamu ingin melaksanakan shalat, inilah niat..
Niat itu adalah keberadaan hati mengetahui bahwa dia akan melaksanakan urusan ini, atau memulai pada urusan ini, kamu menginginkan wajah Allah Subhaanahu wa ta'ala,
Tidak perlu dia melafadzkan!
Tidak mengatakan dengan lisannya:
"NAWAITU"
Bahkan cukup dihati, Adapun melafadzkan niat seperti ucapan:
"NAWAITU AN USHALLI"
(Saya berniat untuk shalat).
"NAWAITU AN ATHUF"
(Saya berniat untuk thawaf).
Ini adalah bid'ah tidak ada asalnya (dalam Islam).
Dikutip dari:
http://bit.ly/2VY34BO
Alih bahasa:
Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu 'Umar غفرالرحمن له | @alfudhail
▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 NABI ﷺ TIDAK PERNAH MENGUCAPKAN NIAT DENGAN NAWAITU..
🎙Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata :
"Dan ketahuilah, sesungguhnya sebagian manusia mereka mengada-adakan dalam hal niat, satu kebid'ahan dan perbuatan yang memberat-beratkan, yang Allah tidak menurunkan perintah dengannya.
Yang demikian itu tatkala salah seorang dari mereka membaca :
"NAWAITU AN USHALLIYA FARDHA" dst...
Serta lafazh-lafazh lainnya.
Ini adalah perkara yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi ﷺ. Tidak pernah diriwayatkan dari beliau, kalau beliau itu melafazkan niat, dengan suara pelan ataupun suara keras. Dan beliau juga tidak pernah memerintahkan demikian."
📝 Mulakhkhash Al-Fiqhi 1/118
قال الشيخ صالح الفوزان حفظه الله تعالى :
واعلم ان بعض الناس أحدثوافي النية بدعة وتشددا ما أنزل الله بهما من سلطان وذلك بأن يقول أحدهم نويت أن أصلي فرض كذا عدد كذا من الركعات أداء لله خلف هذا الإمام ... ونحو ذلك من الألفاظ . هذا شيء لم يفعله الرسول ﷺ ولم ينقل عنه أنه تلفظ بالنية لا سرا ولا جهرا ولا أمر بذلك..
الملخص الفقهي 1/118
@ahlussunnahposo
▫️▫️▫️▫️▫️
binbaz.org.sa
حقيقة النية في العبادات
الجواب: النية علمك بأنك تفعل كذا، حين تسحر علمك بأنك تسحرت لتصوم اليوم هذه النية، حين تقوم
::
🚇 HUKUM BACAAN DZIKIR SHOLAWAT TERTENTU SETIAP SELESAI SALAM DUA RAKAAT TARAWIH/ DI SELA-SELA EMPAT ROKA'AT SHOLAT TARAWIH
[ Pertanyaan ]
Assalamu'aikum warohmatullohi wabarokatuh, izin bertanya Ustadz, apakah ada dalilnya membaca sholawat di sela-sela sholat Tarawih satu dengan berikutnya? Syukron barakallohu fiykum Ustadz.
[ Jawaban ]
Wa'alaykassalaam warohmatullaah wabarokaatuh wa maghfirotuhu.
❌ Tidak ada dalilnya dari Rasulullah ﷺ,
❌ Tidak dilakukan oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya,
❌ semestinya untuk tidak dilakukan, karena tidak boleh kita mengada-ada dalam Islam ini , hukum asal dalam Ibadah adalah alman'u (terlarang) sampai ada dalil yang menjelaskan.
Allahua'lam.
🌍 Sumber :
BID'AH SHALAWAT DIANTARA SHALAT TARAWIH
| Dijawab oleh Ustadz Abu Fudhail Abdurrahman ibnu 'Umar Hafidzahullah @qowwamussunnah
::
🚇 HUKUM DZIKIR BERJAMA'AH SELESAI SHALAT FARDHU, SHALAT SUNNAH, DAN DI SELA-SELA SHALAT TARAWIH
Al-Lajnah Ad-Daimah menyatakan dalam fatwanya:
"Dzikir-dzikir atau shalawat kepada Nabi ﷺ yang dilakukan secara berjama'ah setiap selesai shalat fardhu atau shalat sunnah atau di antara raka'at shalat tarawih merupakan perkara BID'AH yang dibuat-buat.
Telah diriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda,
مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
"Barangsiapa membuat perkara baru dalam perkara (agama) kami yang tidak ada padanya, maka amalan itu tertolak."
🌏 Sumber: Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah (2/529)
@WarisanSalaf
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 HUKUM BACAAN DZIKIR SHOLAWAT TERTENTU SETIAP SELESAI SALAM DUA RAKAAT TARAWIH/ DI SELA-SELA EMPAT ROKA'AT SHOLAT TARAWIH
[ Pertanyaan ]
Assalamu'aikum warohmatullohi wabarokatuh, izin bertanya Ustadz, apakah ada dalilnya membaca sholawat di sela-sela sholat Tarawih satu dengan berikutnya? Syukron barakallohu fiykum Ustadz.
[ Jawaban ]
Wa'alaykassalaam warohmatullaah wabarokaatuh wa maghfirotuhu.
❌ Tidak ada dalilnya dari Rasulullah ﷺ,
❌ Tidak dilakukan oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya,
❌ semestinya untuk tidak dilakukan, karena tidak boleh kita mengada-ada dalam Islam ini , hukum asal dalam Ibadah adalah alman'u (terlarang) sampai ada dalil yang menjelaskan.
Allahua'lam.
🌍 Sumber :
BID'AH SHALAWAT DIANTARA SHALAT TARAWIH
| Dijawab oleh Ustadz Abu Fudhail Abdurrahman ibnu 'Umar Hafidzahullah @qowwamussunnah
::
🚇 HUKUM DZIKIR BERJAMA'AH SELESAI SHALAT FARDHU, SHALAT SUNNAH, DAN DI SELA-SELA SHALAT TARAWIH
Al-Lajnah Ad-Daimah menyatakan dalam fatwanya:
"Dzikir-dzikir atau shalawat kepada Nabi ﷺ yang dilakukan secara berjama'ah setiap selesai shalat fardhu atau shalat sunnah atau di antara raka'at shalat tarawih merupakan perkara BID'AH yang dibuat-buat.
Telah diriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda,
مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
"Barangsiapa membuat perkara baru dalam perkara (agama) kami yang tidak ada padanya, maka amalan itu tertolak."
🌏 Sumber: Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah (2/529)
@WarisanSalaf
▫️▫️▫️▫️▫️