منتدى نشر الفـــــــوائد
7.56K subscribers
4.31K photos
258 videos
279 files
5.62K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
.:
HADITS "BAU MULUT ORANG YANG BERPUASA LEBIH HARUM DARI MINYAK MISK / KASTURI", APA MAKSUD DAN TAFSIR MAKNANYA?

🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Usamah Mahri -hafizhahullah-

🗓 Sesi 1 Dauroh "PANDUAN SYAR'I TATACARA BERPUASA" | Kampung Baru, Kuala Lumpur, 21-22 Sya'ban 1440 H ~ 27-28 April 2019 M

📂 (1,3 MB) - Durasi [00:04:55]


____
Dari Abu Hurairoh Radhiyallahu 'anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:

لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

"Sungguh bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih harum dibandingkan bau misk" (HR. Bukhari no. 1894 dan Muslim no. 1151)

•••
📶 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
::
🚇 (FAIDAH PENTING) TENTANG MEMBACA DOA ISTIFTAH PADA SETIAP ROKA'AT PERTAMA SHALAT TARAWIH

🗒 Pertanyaan kedua dari fatwa no. 19383

▫️▫️▫️▫️

🔺 [ Pertanyaan : ]

Apakah shalat nafilah seperti shalat tarawih untuk setiap dua rakaat membaca doa istiftah atau cukup doa yang sebelumnya pada awal shalat?


🔺 [ Jawaban : ]

Tidak cukup membaca istiftah pada shalat tarawih di rakaat pertama untuk KESELURUHAN shalat tarawih.

Bahkan disyariatkan istiftah di awal setiap dua rakaat, seperti shalat fardhu, karena Rasulullah ﷺ membaca istiftah pada shalat malam yang dia adalah shalat sunnah (nafilah), dan karena pada dasarnya terdapat persamaan shalat nafilah dengan shalat fardhu kecuali apa yang dikhususkan dalilnya, karena keumuman sabda Rasulullah ﷺ:

صَلُّوْا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِيْ أُصَلِّيْ

"Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat."

Begitu juga shalat-shalat nafilah (sunnah) selain tarawih seperti shalat sunnah rawatib, shalat dhuha, dan yang lainnya, akan tetapi jika imam memulai pada bacaan yang di jahrkan sebelum makmum membaca istiftah, maka sesungguhnya dia diharuskan diam dan meninggalkan istiftah, karena keumuman firman Allah ta'ala :

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ،

"Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat." (Al-A'raf : 204)

Dan sabda Nabi ﷺ:

ﺇﻧَّﻤَﺎ ﺟُﻌِﻞَ ﺍﻹﻣَﺎﻡُ ﻟِﻴُﺆﺗَﻢَّ ﺑﻪ ، ﻓَﻼَ ﺗَﺨﺘﻠﻔﻮﺍ ﻋﻠﻴﻪ ، ﻓﺈﺫﺍ ﻛﺒَّﺮ ﻓﻜﺒِّﺮﻭﺍ، إلَى أنْ قَالَ: ﻭَﺇﺫَﺍ ﻗَﺮَﺃ ﻓﺄﻧﺼِﺘُﻮﺍ

"Hanyalah imam itu dijadikan untuk diikuti. Oleh karena itu, janganlah kalian berbeda/ketinggalan darinya. Apabila ia bertakbir, ikutlah bertakbir". (hingga pada sabda beliau) "dan apabila dia membaca (ayat al-Qur'an) maka diamlah."

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم. 

📚 Al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-'Ilmiyyah wal Ifta

••••
🌐 http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=11949 | @hikmahsalafiyyah

▫️▫️▫️▫️
::
🚇 WANITA HAMIL & MENYUSUI YANG TIDAK BISA BERPUASA : APAKAH MEMBAYAR FIDYAH SAJA, MENGQADHA SAJA (MENGGANTI PUASA DI WAKTU YANG LAIN) ATAU HARUS KEDUANYA?

🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad 'Afifuddin hafizhahullah

🅾 Durasi 17:31 (4,05 MB)

____________
Hadits (Abu Umayyah –pent) Anas bin Malik Al-Ka’by bahwasanya dia safar kepada Nabi ﷺ, maka Nabi berkata kepadanya: “Makanlah!” Anas menjawab: “Saya sedang berpuasa.” Maka Nabiﷺ bersabda:

{ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ اللهَ وَضَعَ شَطْرَ الصَّلاةِ عَنِ الْمُسَافِرِ وَالصَّوْمَ وَعَنِ الْحَامِلِ وَالْمُرْضِعِ. }

“Apakah engkau tidak mengetahui bahwa Allah mengugurkan bagi musafir setengah shalat (dengan mengqashar yang empat raka’at menjadi dua raka’at) dan menggugurkan kewajiban puasa terhadapnya dan terhadap wanita yang hamil dan wanita yang menyusui.” [HR. Ahmad (4/347 hadits ke 18568), At-Tirmidzy (715), Abu Dawud (2408), An-Nasa’iy (2276, 2278) dan Ibnu Majah (1667, 1668) dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah di dalam Al-Jami’ Ash-Shahih Mimma Laisa fi Ash-Shahihain (2/438)]

••••
💾 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
::
🚇 WAKTU SHALAT DI RUMAH BAGI WANITA

🎙Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan hafizhahullah


[ PERTANYAAN: ]

Kapan wanita melakukan shalat di rumah, setelah adzan atau setelah iqomah?



[ JAWABAN: ]

“Jika telah masuk waktu maka boleh bagi para wanita yang di rumah untuk shalat dan tidak menunggu iqomah.

Bahkan, (boleh) untuk mereka shalat ketika mendengar suara adzan – jika muadzin mengumandangkan adzan (dengan syarat) ketika benar telah masuk waktu shalat.

Dan boleh bagi mereka untuk mengakhirkan (shalat) dari awal waktunya. Wallahu a’lam.”

Fatawa Khaashshatu bil Mar’atil Muslimah, hal. 37.

📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
.:
WANITA SEBAIKNYA SHOLAT TARAWIH DIMANA? DI MASJID ATAU DI RUMAH?

🎙Oleh: Al-Ustadz Muhammad Rijal, Lc حَفِظَهُ اللهُ

🅾 Kajian "MENGHIDUPKAN BULAN ROMADHON" | Sabtu 27 April 2019 / 22 Syaban 1440 H di Masjid An Nuur [ Jl. Semeru No.13 Mulyoharjo Pemalang ]

📨 (437 KB) - Durasi [01:00]


•••
📶 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
::
🚇 TATACARA SHALAT TARAWIH WANITA DI RUMAH

Asy-Syaikh Abdul Aziz Ibn Baaz rahimahullah:

▫️▫️▫️▫️

[ Pertanyaan : ]

Saya ingin mengetahui bagaimana tatacara shalat tarawih wanita tanpa Imam, yakni di rumahnya; Apakah juga membaca jahr (keras)?

Apakah bisa kaum wanita mereka shalat berjama'ah di rumah-rumah mereka?



[ Jawaban : ]

"Ya, ia shalat tarawih tiap dua raka'at salam di rumah-rumahnya. Seorang wanita shalat mengimami jama'ah wanita, dan berdirinya Imam di tengah-tengah mereka, bukan di depan mereka bahkan di tengah mereka.

◾️Ia bertakbir dan mengeraskan suara dalam bacaannya sehingga mereka mengambil faedah darinya. Dan hal ini yang disyari'atkan, telah ada riwayat dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha dan diriwayatkan dari beberapa isteri Nabi ﷺ mereka melakukan hal itu.

◾️Dan Nabi ﷺ memerintahkan Ummu Waraqah radhiyallahu 'anha untuk mengimami penghuni rumahnya.

◾️Dan jika kaum wanita shalat di rumah-rumah mereka secara berjama'ah di Ramadhan atau di waktu-waktu yang mereka shalat fardhu, semuanya bagus. Semuanya baik.


••••
📝Sumber:
http://www.binbaz.org.sa/noor/6508 | @lbnAlarbi

Grup Whatsapp Ma'had Ar-Ridhwan Poso | @ahlussunnahposo

▫️▫️▫️▫️
::
🚇 ADAB BERBUKA PUASA: APAKAH WAJIB DENGAN KURMA? DO'A BUKA PUASA MANAKAH YANG SHOHIH?

📆 Kajian FIQIH PUASA LENGKAP di Masjid al-Muamalah Blok L BTP Makassar | Sabtu & Ahad, 14-15 Sya’ban 1437 / 21-22 Mei 2016

🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Sarbini hafizhahullah

◙ Durasi 13:57
◙ Ukuran file 2,50 MB
◙ Link http://bit.ly/1ZhO1uS


)* Juga dijelaskan Apakah memberi makanan ringan/es buah untuk orang yang buka puasa teranggap juga dapat pahala seperti orang yang puasa..?


••••
💾 Channel Telegram: @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com

▫️▫️▫️▫️
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
::
🚇 SHAHIHKAH DO'A BUKA PUASA DIBAWAH INI?

Dijawab oleh: Al Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawi hafizhahulloh

[ PERTANYAAN: ]

Bagaimana kandungan doa berbuka puasa yang berbunyi, “Dzahaba azh-zhama’u wabtallatil ‘uruqu watsabatal ajru insya Allah.” (HR. Muslim)

Dulu ada yang mengatakan cukup membaca bismillah ketika berbuka puasa, ketika saya menyampaikan doa seperti di atas. Mohon penjelasannya. Saya ucapkan jazakallahu khairan.
+6285642xxxxxx


[ JAWABAN: ]

Hadits tentang doa di atas ada yang menshahihkan, ada pula yang mendhaifkan. Pendapat pertama mengamalkannya, sementara yang lain tidak dan cukup dengan basmalah.

💻 Sumber: Tanya jawab ringkas Asy Syari'ah, edisi.074


::
🚇 DO'A KETIKA BERBUKA PUASA YANG DIAJARKAN OLEH RASULULLAH ﷺ


🅾 Imam Ad-Daruquthni رحمه الله meriwayatkan hadits di dalam Sunan-nya dalam كِتَابُ الصِّيَامِ dan بَابُ الْقُبْلَةِ لِلصَّائِمِ hadits no. 2279 dengan sanadnya :

2279 - حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا عَلِيُّ بْنُ مُسْلِمٍ , ثنا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ شَقِيقٍ , ثنا الْحُسَيْنُ بْنُ وَاقِدٍ , ثنا مَرْوَانُ الْمُقَفَّعِ , قَالَ: رَأَيْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقْبِضُ عَلَى لِحْيَتِهِ وَيَقْطَعُ مَا زَادَ عَلَى الْكَفِّ " قَالَ: وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا أَفْطَرَ: «ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ» تَفَرَّدَ بِهِ الْحُسَيْنُ بْنُ وَاقِدٍ , وَإِسْنَادُهُ حَسَنٌ.

“Dan Rasulullahﷺ apabila berbuka puasa berdo'a :

«ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ»

"Rasa haus telah pergi dan urat-urat telah terbasahi serta telah ditetapkan pahala insya Allah."

Imam Ad-Daruquthni رحمه الله berkata setelah menyebutkan hadits : “Al-Husain bin Waqid menyendiri dalam periwayatan hadits ini, dan sanadnya hasan." [1]


🅾 Imam Abu Dawud رحمه الله juga meriwayatkan hadits semisalnya di dalam Sunan-nya dalam كِتَاب الصَّوْمِ dan بَابُ الْقَوْلِ عِنْدَ الْإِفْطَارِ hadits no. 2357 dengan sanadnya :

2357 - حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى أَبُو مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ، أَخْبَرَنِي الْحُسَيْنُ بْنُ وَاقِدٍ، حَدَّثَنَا مَرْوَانُ يَعْنِي ابْنَ سَالِمٍ الْمُقَفَّعَ، قَالَ: «رَأَيْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقْبِضُ عَلَى لِحْيَتِهِ، فَيَقْطَعُ مَا زَادَ عَلَى الْكَفِّ» وَقَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: «ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ»
[2]
Asy-Syaikh Al-Albani رحمه الله menilai hadits tersebut Hasan. [3]


🅾 Sedangkan do'a berbuka puasa yang populer saat ini di tengah-tengah masyarakat kita hadits tersebut diriwayatkan juga oleh Imam Abu Dawud رحمه الله hadits no. 2358 dengan sanadnya :

2358 - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ، عَنْ حُصَيْنٍ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ زُهْرَةَ، أَنَّهُ بَلَغَهُ " أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: «اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ»

"Bahwasanya Nabiﷺ jika berbuka puasa maka beliau berdo'a :

«اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ»

"Ya Allah untuk-Mu aku berpuasa, dan atas rizki-Mu aku berbuka puasa" [4]

Asy-Syaikh Al-Albani رحمه الله menilai hadits tersebut Dha'if (Lemah). [5]



________________
Kedua do'a di atas dilemahkan sebagian 'ulama di antaranya Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i dan Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin رحمهما الله.

Namun tahsin (penilaian hadits hasan) dari Imam Ibnul Mulaqqin, Imam Ad-Daruquthni, Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-'Asqalani, dan Asy-Syaikh Al-Albani رحمهم الله sudah membuat kita tenang untuk mengamalkannya.

📔Rujukan:

[1] Sunan Ad-Daruquthni, 3/156
[2]&[4] Sunan Abi Dawud, 2/306
[3] Irwa-ul Ghalil, 4/36 (No. 919)
[5] Irwa-ul Ghalil, 4/39 (No. 920).

Wallahu a'lam.
📗 @KajianIslamLhokseumawe

▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 KAPAN MENGUCAPKAN DO'A BERBUKA PUASA?

[ Asy Syaikh Ubaid bin Abdillah al Jabiry hafizhahullahu Ta'ala ditanya, ]

Kapan (mengucapkan) doa berbuka puasa, apakah sebelum berbuka, ketika berbuka, atau setelah berbuka?

Apakah ada (keterangan) dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam urutan dalam berbuka? Ketika mendengar adzan, kemudian menjawab adzan, lalu mencukupkan diri dengan makan beberapa buah kurma, atau ruthob, atau minum air putih?



[ Beliau menjawab, ]

"Engkau membebani dirimu dengan pertanyaan seperti ini -barokallahu fiik-. Tidak sepantasnya membebani diri dengan yang seperti ini.

◾️Seorang muslim jika sudah jelas baginya bahwa matahari sudah tenggelam; baik ia melihat sendiri atau mengikuti para muadzin yang terpecaya di sisinya, maka disyariatkan baginya untuk (segera) berbuka.

◾️Jika ia mau bisa berdoa sebelum berbuka, dan jika ia mau bisa juga berdoa pada saat berbuka.
Maka perkaranya luas/mudah (yakni anda bebas memilih).


⁉️ Dan aku tidak mengetahui adanya urutan dalam berbuka. Misalnya makan ruthob dulu, baru kemudian tamr, TIDAK, aku tidak mengetahui sedikitpun ada tuntunan sunnah dalam hal ini.

Seorang muslim (boleh) berbuka dengan apa yang mudah baginya.
Sebagian manusia tidak makan kurma atau tidak mendapati kurma di daerahnya. Sebagian manusia berbuka dengan buah-buahan. Demikian kebiasaan mereka, yaitu berbuka dengan sesuatu yang lain.


السؤال:
أحسن الله إليك، يقول: متى يكون الدعاء قبل الفطر، أووقت الفطر، أوبعد الفطر، وهل ورد عن النبي - صلى الله عليه وسلم- ترتيب في الفطر عند سماع الأذان، ثم الترديد وراء المؤذن، والاقتصار على تمرات أو رطب، أوشرب الماء ؟

الجواب:
تكلفت في السؤال بارك الله فيك، ما ينبغي هذا التكلف، وإنما المسلم إذا استبان له غروب الشمس رأى بنفسه أوكان مقلدًا لأوثق المؤذنين عنده، يشرع في فطوره، فإن شاء دعا قبل أن يتناول، وإن شاء دعا حال التناول، فالأمر فيه سعة، ولا أعلم ترتيبًا أنه يتناول أول الرطب ثم التمر، لا لا أعلم شيئًا في هذه السنة وإنما المسلم يفطر بما تيسر له، فبعض الناس ما يأكل التمر أو لا يوجد عنده تمر. بعض الناس يُفطر على فاكهة؛ هكذا تعوّدوا. يفطرون على شيء آخر.


🌏 Sumber:
http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=29517
| @warisansalaf | http://www.warisansalaf.com

▫️▫️▫️▫️▫️
.:
HUKUM SESEORANG SAFAR DI BULAN RAMADHAN UNTUK HAL YANG MUBAH SEPERTI REFRESHING/JALAN-JALAN : APAKAH BERLAKU JUGA HUKUM-HUKUM MUSAFIR?

🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad As-Sarbini -hafizhahullah-

🗓 Sesi TJ Kajian "BEKAL DI BULAN RAMADHAN" | Jumat-Ahad, 21-22 Sya'ban 1440 H / 26-27 April 2019 di Masjid Kholid bin Walid - Ponpes Minhajus Sunnah Magelang

(831 KB) - Durasi [00:01:37]


•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
::
🚇 TENTANG KELUARNYA BEBERAPA JAMA'AH SHALAT TARAWIH SEBELUM IMAM WITIR DENGAN ALASAN MENYEMPURNAKAN SHALAT MALAM DI RUMAH


📑 Fatwa Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah


[ Pertanyaan ]

Seorang penanya bertanya tentang keluarnya beberapa jamaah shalat sebelum imam melakukan witir dengan alasan menyempurnakan shalat malam di rumah?


[ Jawaban ]

YANG BAGUS HENDAKNYA MEREKA MENGIKUTI IMAM hingga selesai, berdasarkan sabda Nabi ﷺ:

{ مَنْ قامَ مَعَ الإِمَامِ حَتى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيامُ لَيْلَة }

“Orang yang shalat tarawih mengikuti imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk” [HR. At Tirmidzi, no. 734, Ibnu Majah, no. 1317, Ahmad, no. 20450]

HENDAKNYA DIA WITIR BERSAMA IMAM dan boleh setelah itu dia shalat malam, namun dia cukupkan dengan witir yang pertama bersama imam lalu dia (menambah, -red.) shalat sesuai keinginannya di akhir malam.

🌍 http://www.alfawzan.af.org.sa/node/15607

▫️▫️▫️▫️▫️

📑 Fatwa Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz rahimahullah

[ Pertanyaan ]

Jika seseorang shalat tarawih berjama’ah bersama imam yang 23 raka’at, namun orang tersebut hanya shalat 11 raka’at saja. Apakah perbuatan ini sesuai dengan sunnah?


[ Jawaban ]

YANG SESUAI DENGAN SUNNAH adalah tetap mengikuti Imam meski ia shalat 23 rakaat. Karena Rasulullah ﷺ bersabda:

( مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ قِيَامَ لَيْلَةٍ )

“Orang yang shalat tarawih mengikuti imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk” [HR. At Tirmidzi, no. 734, Ibnu Majah, no. 1317, Ahmad, no. 20450]

dalam lafazh yang lain:

{ بَقِيَّةَ لَيْلَتِهِ }

“Ditulis baginya pahala shalat di sisa malamnya” [HR. Ahmad, no. 20474]

MAKA YANG PALING AFDHAL BAGI SEORANG MA’MUM
▪️Adalah mengikuti imam sampai imam selesai.
▪️Baik ia shalat 11 rakaat maupun 23 rakaat, atau jumlah rakaat yang lain.

Inilah yang paling baik.

Selain itu, shalat tarawih 23 rakaat pernah dilakukan oleh Umar Radhiyallahu ’anhu dan sahabat yang lain. Ini bukanlah keburukan, bukan pula kebid’ahan. Bahkan shalat tarawih 23 rakaat adalah sunnah Khulafa Ar Rasyidin.

Hal ini memiliki dalil dari hadits Ibnu Umar Radhiyallahu ’anhuma, dari Nabi ﷺ:

( صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمْ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى )

“Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat. Jika engkau khawatir akan datanya fajar maka shalatlah 1 rakaat agar jumlah rakaatnya ganjil.” [Muttafaqun ‘ilaihi]

Rasulullah ﷺ tidak membatasi rakaat shalat malam dengan batasan jumlah tertentu, namun yang beliau katakan:

{ صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى }

“Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat”

NAMUN MEMANG LEBIH AFDHAL jika imam mengerjakan shalat tarawih sebanyak 11 rakaat atau 13 rakaat dengan salam setiap 2 rakaat.

Karena inilah yang paling sering dipraktekan Rasulullah ﷺ pada shalat malamnya.

Alasan lain, karena shalat tarawih 11 atau 13 rakaat lebih sesuai dengan kondisi kebanyakan orang (tidak terlalu berat) di bulan Ramadhan ataupun di luar bulan Ramadhan.

Namun bila ada yang melakukannya lebih dari itu, atau kurang dari itu, tidak masalah. Karena perkara rakaat tarawih adalah perkara yang longgar.

🌍 http://www.ibnbaz.org.sa/mat/1028 | @ukhwh

▫️▫️▫️▫️▫️