::
🚇 HUKUM MENUNDA PEMBAYARAN HUTANG PUASA HINGGA TIBA RAMADHAN TAHUN BERIKUTNYA
🅾 Pertanyaan :
Seseorang memiliki tanggungan/hutang beberapa hari puasa Ramadhan. Namun hingga datang bulan Ramadhan tahun berikutnya ternyata ia belum juga mengqodho’ (mengganti kewajiban/membayar) hutang puasanya tersebut. Bagaimana seharusnya yang ia lakukan? Apakah ia berdosa, dan apakah gugur kewajibannya?
✍ Jawab :
Sesungguhnya Allah berfirman dalam Al-Qur`anul Karim :
(( فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ , وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا أَوْ عَلى سَفَرٍ فَعِدَّةٍ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ))
“Barangsiapa diantara kalian yang mendapati bulan (Ramadhan) maka hendaklah ia berpuasa, dan barangsiapa yang sakit atau berpergian (lalu ia tidak berpuasa) maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya di hari yang lain.” [Al Baqorah : 185.]
Sehingga seseorang diperbolehkan untuk tidak berpuasa jika ada alasan syar’i, kemudian ia berkewajiban untuk menggantinya pada hari-hari lain, serta tidak menundanya sampai datang bulan Ramadhan berikutnya, dengan dasar ucapan ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha (istri Rasulullah), ia berkata :
كَانَ يَكُوْنُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا أَسْتَطِيْعُ أَنْ أَقْضِيَهُ إِلاَّ فِي شَعْبَانَ .
''Dahulu kami memiliki tanggungan/hutang puasa Ramadhan, dan tidaklah aku sempat mengqodho’nya (yakni terus tertunda) kecuali setelah sampai bulan Sya’ban (yakni terus tertunda hingga tiba bulan Sya’ban berikutnya)'' [HR. Al-Bukhari, Bab Kapan Menunaikan Qodho’ Puasa, no.1950]
‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha tidak sempat mengqodho’ puasanya hingga tiba bulan Sya’ban (berikutnya) karena keadaan beliau di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam .
Adapun perkataan Aisyah : “dan tidaklah aku sempat mengqodho’nya kecuali setelah sampai bulan Sya’ban”, adalah dalil wajibnya mengqodho’ puasa Ramadhan sebelum datang bulan Ramadhan berikutnya.
☝️🏼Namun apabila qodho’nya diakhirkan/ditunda-tunda hingga datang bulan Ramadhan tahun berikutnya maka ia berkewajiban untuk beristighfar dan meminta ampun kepada Allah, serta menyesal dan mencela perbuatannya menunda-nunda qodho’ puasa.
Namun ia tetap berkewajiban mengqodho’ puasanya yang ia tinggalkan, karena kewajiban mengqodho’ tidak gugur dengan sebab diakhirkan/ditunda.
❗️Maka ia tetap wajib menggantinya walaupun setelah bulan Ramadhan tahun berikutnya, Wallahul Muwaffiq.
📑 Fatawa Arkanul Islam oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin, halaman 489, pertanyaan yang ke – 439 | Sumber: http://bit.ly/1XmyfzT
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 HUKUM MENUNDA PEMBAYARAN HUTANG PUASA HINGGA TIBA RAMADHAN TAHUN BERIKUTNYA
🅾 Pertanyaan :
Seseorang memiliki tanggungan/hutang beberapa hari puasa Ramadhan. Namun hingga datang bulan Ramadhan tahun berikutnya ternyata ia belum juga mengqodho’ (mengganti kewajiban/membayar) hutang puasanya tersebut. Bagaimana seharusnya yang ia lakukan? Apakah ia berdosa, dan apakah gugur kewajibannya?
✍ Jawab :
Sesungguhnya Allah berfirman dalam Al-Qur`anul Karim :
(( فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ , وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا أَوْ عَلى سَفَرٍ فَعِدَّةٍ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ))
“Barangsiapa diantara kalian yang mendapati bulan (Ramadhan) maka hendaklah ia berpuasa, dan barangsiapa yang sakit atau berpergian (lalu ia tidak berpuasa) maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya di hari yang lain.” [Al Baqorah : 185.]
Sehingga seseorang diperbolehkan untuk tidak berpuasa jika ada alasan syar’i, kemudian ia berkewajiban untuk menggantinya pada hari-hari lain, serta tidak menundanya sampai datang bulan Ramadhan berikutnya, dengan dasar ucapan ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha (istri Rasulullah), ia berkata :
كَانَ يَكُوْنُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا أَسْتَطِيْعُ أَنْ أَقْضِيَهُ إِلاَّ فِي شَعْبَانَ .
''Dahulu kami memiliki tanggungan/hutang puasa Ramadhan, dan tidaklah aku sempat mengqodho’nya (yakni terus tertunda) kecuali setelah sampai bulan Sya’ban (yakni terus tertunda hingga tiba bulan Sya’ban berikutnya)'' [HR. Al-Bukhari, Bab Kapan Menunaikan Qodho’ Puasa, no.1950]
‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha tidak sempat mengqodho’ puasanya hingga tiba bulan Sya’ban (berikutnya) karena keadaan beliau di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam .
Adapun perkataan Aisyah : “dan tidaklah aku sempat mengqodho’nya kecuali setelah sampai bulan Sya’ban”, adalah dalil wajibnya mengqodho’ puasa Ramadhan sebelum datang bulan Ramadhan berikutnya.
☝️🏼Namun apabila qodho’nya diakhirkan/ditunda-tunda hingga datang bulan Ramadhan tahun berikutnya maka ia berkewajiban untuk beristighfar dan meminta ampun kepada Allah, serta menyesal dan mencela perbuatannya menunda-nunda qodho’ puasa.
Namun ia tetap berkewajiban mengqodho’ puasanya yang ia tinggalkan, karena kewajiban mengqodho’ tidak gugur dengan sebab diakhirkan/ditunda.
❗️Maka ia tetap wajib menggantinya walaupun setelah bulan Ramadhan tahun berikutnya, Wallahul Muwaffiq.
📑 Fatawa Arkanul Islam oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin, halaman 489, pertanyaan yang ke – 439 | Sumber: http://bit.ly/1XmyfzT
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Darus Salaf : Kajian Islam Berdasarkan Al-Qur'an dan Assunnah
Konsultasi Ramadhan : Menunda Pembayaran Hutang Puasa - Darus Salaf : Kajian Islam Berdasarkan Al-Qur'an dan Assunnah
HUKUM MENUNDA PEMBAYARAN HUTANG PUASA HINGGA TIBA RAMADHAN TAHUN BERIKUTNYA Pertanyaan : Seseorang memiliki tanggungan/hutang beberapa hari puasa Ramadhan. Namun hingga datang
.:
Ⓜ BOLEHKAH MENGAMBIL DAKWAH DARI MEDIA TELEVISI/ TV ? SUPAYA ORANG LEBIH YAKIN DAN MERASA NYAMAN
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Usamah Mahri -hafizhahullah-
🗓 TJ Taushiyah malam : "Sejarah Kelam Ikhwanul Muslimin" | Ahad 15 Sya'ban 1437 H / 22 Mei 2016 di Masjid Aisyah binti Abi Bakr Asshidiq, Ma'had AlManshuroh Brobot Purbalingga, Jateng
➰ (1,2 MB) - Durasi [00:04:24]
#tivi #sepertiga_dunia #materialisme #albany #suara
•••
📶 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Ⓜ BOLEHKAH MENGAMBIL DAKWAH DARI MEDIA TELEVISI/ TV ? SUPAYA ORANG LEBIH YAKIN DAN MERASA NYAMAN
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Usamah Mahri -hafizhahullah-
🗓 TJ Taushiyah malam : "Sejarah Kelam Ikhwanul Muslimin" | Ahad 15 Sya'ban 1437 H / 22 Mei 2016 di Masjid Aisyah binti Abi Bakr Asshidiq, Ma'had AlManshuroh Brobot Purbalingga, Jateng
➰ (1,2 MB) - Durasi [00:04:24]
#tivi #sepertiga_dunia #materialisme #albany #suara
•••
📶 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
::
🚇 BOLEHKAH WANITA MELIHAT PARA ULAMA DI TELEVISI?
Asy Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al Fauzan حفظه الله
[ Pertanyaan ]
Apa hukum wanita melihat pria di televisi, seperti melihat kepada para dai dan masayikh serta ulama ketika mereka menyampaikan ceramah?
[ Jawaban ]
Demi Allah, ini merupakan bencana, yaitu masalah media ini dengan tampilnya pria di hadapan wanita dan wanita di hadapan pria. Ini merupakan musibah. Dia bisa mendengarkan nasehat dan pelajaran (agama) melalui radio tanpa melihat gambar (pria).
🌏 @forumsalafy
🚇 TELEVISI ADALAH SARANA PERUSAK YANG PALING BERBAHAYA DI RUMAH KAUM MUSLIMIN
Asy Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al Fauzan حفظه الله
[ Pertanyaan ]
Bapakku dan saudara-saudaraku kecanduan nonton televisi. Aku pernah membakar televisi tersebut tanpa sepengetahuan mereka dengan harapan mereka mau meninggalkannya. Namun mereka justru membeli televisi lagi. Apa nasihat anda untuk mereka dan saya pribadi?
[ Jawaban ]
ENGKAU WAJIB MELARANG BAPAK DAN SAUDARA-SAUDARAMU UNTUK MENONTON TELEVISI ATAU MENDENGARKAN SESUATU YANG MENGUNDANG FITNAH PADA TELEVISI ATAU VIDEO.
Dan mereka wajib menerima nasihat tersebut karena ini adalah untuk kemaslahatan mereka.
Kembali kepada kebenaran lebih baik daripada terus-menerus dalam kebatilan.
Engkau pun harus senantiasa menasihati mereka. Semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka atau setidaknya tanggung jawabmu gugur dengan menegakkan hujah kepada mereka.
Sumber: [Al-Muntaqo min Fatawa asy-Syaikh al-Fauzan, 515]
🌏 @KajianIslamTemanggung
🚇 APAKAH MENINGGALKAN TELEVISI TERMASUK SIKAP EKSTRIM?
Asy Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al Fauzan حفظه الله
[ Pertanyaan ]
Sebagian orang-orang yang baik memasukkan televisi ke dalam rumahnya dan dia mengatakan bahwa dia tidak ingin dituduh sebagai orang yang ekstrim, maka bagaimana bimbingan Anda?
[ Jawaban ]
Meninggalkan televisi bukan sikap ghuluw atau ekstrim, tetapi merupakan sikap kehati-hatian untuk menjaga agama, keluarga, dan anak-anak. Jadi hal itu merupakan upaya menjauhkan dari sebab-sebab yang akan membahayakan.
Karena keberadaan televisi akan mengakibatkan bahaya terhadap anak dan istri, bahkan juga terhadap kepala rumah tangga. Siapa yang merasa dirinya aman dari fitnah?
Jadi semakin jauh seseorang dari sebab-sebab fitnah, maka hal itu jelas lebih baik bagi keadaannya sekarang dan akibatnya di belakang hari.
Dan meninggalkan televisi bukan termasuk sikap ekstrim, tetapi termasuk upaya preventif atau penjagaan dan pencegahan dari keburukan.
Sumber: [Al-Muntaqa min Fataawa Al-Fauzan, pertanyaan no. 211]
🌏 @forumsalafy
🚇 BANTAHAN SYAIKH FAUZAN DENGAN BEREDARNYA PHOTO/GAMBAR BELIAU
Asy Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al Fauzan حفظه الله
[ Pertanyaan ]
Beberapa kali muncul gambar Anda di beberapa surat kabar, dan saya telah menghubungi surat kabar ini dan saya nasehati dan saya beritahu mereka bahwa Anda tidak ridha terhadap perkara ini karena berpendapat bahwa gambar haram dengan segala jenisnya kecuali yang sifatnya darurat. Lalu mereka menjawab bahwa seandainya beliau (syaikh Fauzan) tidak ridha, pasti akan menghubungi atau menulis dan bahwasanya pendapat Asy-Syaikh tidak demikian. Bagaimana pendapat Anda – semoga Allah menjaga Anda -?
[ Jawaban ]
Tidak, saya tidak mengetahui semua perkara, ini merupakan tanggung jawab mereka sendiri, dosanya yang menanggung mereka.
Gambar tersebut diambil dari saya tanpa saya sadari, diambil ketika saya berjalan di sebuah tempat. Mereka juga telah mengambil gambar orang yang lebih mulia dari saya yaitu Asy-Syaikh Ibnu Baz dan mereka menampakkan gambar beliau padahal beliau mencela dan mengharamkan dan menulis kepada surat kabar:
“Kalian jangan menampilkan gambar saya!”
Namun mereka tetap saja memasang gambar beliau, sehingga dosanya mereka yang menanggung.
Sumber : http://www.alfawzan.af.org.sa/node/10232
🌎 @forumsalafy
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 BOLEHKAH WANITA MELIHAT PARA ULAMA DI TELEVISI?
Asy Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al Fauzan حفظه الله
[ Pertanyaan ]
Apa hukum wanita melihat pria di televisi, seperti melihat kepada para dai dan masayikh serta ulama ketika mereka menyampaikan ceramah?
[ Jawaban ]
Demi Allah, ini merupakan bencana, yaitu masalah media ini dengan tampilnya pria di hadapan wanita dan wanita di hadapan pria. Ini merupakan musibah. Dia bisa mendengarkan nasehat dan pelajaran (agama) melalui radio tanpa melihat gambar (pria).
🌏 @forumsalafy
🚇 TELEVISI ADALAH SARANA PERUSAK YANG PALING BERBAHAYA DI RUMAH KAUM MUSLIMIN
Asy Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al Fauzan حفظه الله
[ Pertanyaan ]
Bapakku dan saudara-saudaraku kecanduan nonton televisi. Aku pernah membakar televisi tersebut tanpa sepengetahuan mereka dengan harapan mereka mau meninggalkannya. Namun mereka justru membeli televisi lagi. Apa nasihat anda untuk mereka dan saya pribadi?
[ Jawaban ]
ENGKAU WAJIB MELARANG BAPAK DAN SAUDARA-SAUDARAMU UNTUK MENONTON TELEVISI ATAU MENDENGARKAN SESUATU YANG MENGUNDANG FITNAH PADA TELEVISI ATAU VIDEO.
Dan mereka wajib menerima nasihat tersebut karena ini adalah untuk kemaslahatan mereka.
Kembali kepada kebenaran lebih baik daripada terus-menerus dalam kebatilan.
Engkau pun harus senantiasa menasihati mereka. Semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka atau setidaknya tanggung jawabmu gugur dengan menegakkan hujah kepada mereka.
Sumber: [Al-Muntaqo min Fatawa asy-Syaikh al-Fauzan, 515]
🌏 @KajianIslamTemanggung
🚇 APAKAH MENINGGALKAN TELEVISI TERMASUK SIKAP EKSTRIM?
Asy Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al Fauzan حفظه الله
[ Pertanyaan ]
Sebagian orang-orang yang baik memasukkan televisi ke dalam rumahnya dan dia mengatakan bahwa dia tidak ingin dituduh sebagai orang yang ekstrim, maka bagaimana bimbingan Anda?
[ Jawaban ]
Meninggalkan televisi bukan sikap ghuluw atau ekstrim, tetapi merupakan sikap kehati-hatian untuk menjaga agama, keluarga, dan anak-anak. Jadi hal itu merupakan upaya menjauhkan dari sebab-sebab yang akan membahayakan.
Karena keberadaan televisi akan mengakibatkan bahaya terhadap anak dan istri, bahkan juga terhadap kepala rumah tangga. Siapa yang merasa dirinya aman dari fitnah?
Jadi semakin jauh seseorang dari sebab-sebab fitnah, maka hal itu jelas lebih baik bagi keadaannya sekarang dan akibatnya di belakang hari.
Dan meninggalkan televisi bukan termasuk sikap ekstrim, tetapi termasuk upaya preventif atau penjagaan dan pencegahan dari keburukan.
Sumber: [Al-Muntaqa min Fataawa Al-Fauzan, pertanyaan no. 211]
🌏 @forumsalafy
🚇 BANTAHAN SYAIKH FAUZAN DENGAN BEREDARNYA PHOTO/GAMBAR BELIAU
Asy Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al Fauzan حفظه الله
[ Pertanyaan ]
Beberapa kali muncul gambar Anda di beberapa surat kabar, dan saya telah menghubungi surat kabar ini dan saya nasehati dan saya beritahu mereka bahwa Anda tidak ridha terhadap perkara ini karena berpendapat bahwa gambar haram dengan segala jenisnya kecuali yang sifatnya darurat. Lalu mereka menjawab bahwa seandainya beliau (syaikh Fauzan) tidak ridha, pasti akan menghubungi atau menulis dan bahwasanya pendapat Asy-Syaikh tidak demikian. Bagaimana pendapat Anda – semoga Allah menjaga Anda -?
[ Jawaban ]
Tidak, saya tidak mengetahui semua perkara, ini merupakan tanggung jawab mereka sendiri, dosanya yang menanggung mereka.
Gambar tersebut diambil dari saya tanpa saya sadari, diambil ketika saya berjalan di sebuah tempat. Mereka juga telah mengambil gambar orang yang lebih mulia dari saya yaitu Asy-Syaikh Ibnu Baz dan mereka menampakkan gambar beliau padahal beliau mencela dan mengharamkan dan menulis kepada surat kabar:
“Kalian jangan menampilkan gambar saya!”
Namun mereka tetap saja memasang gambar beliau, sehingga dosanya mereka yang menanggung.
Sumber : http://www.alfawzan.af.org.sa/node/10232
🌎 @forumsalafy
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Forwarded from منتدى نشر الفـــــــوائد
.:
Ⓜ KESALAHAN YANG UMUM DILAKUKAN MUSLIMIN MENJELANG BULAN RAMADHAN
🎙Al-Ustadz Abdul Mu'thi Sutarman, Lc حَفِظَهُ اللهُ
| Dauroh "KESALAHAN-KESALAHAN YANG KERAP TERJADI DI BULAN RAMADHAN" | Ahad, 24 Sya'ban 1435 / 22 Juni 2014 di Masjid Al-Jihad, Kompleks Ma'had Al-Manshurah Cilacap, Jateng
📨 (5,2 MB) - Durasi [28:21]
☑️ Diantaranya dibahas:
1. Tradisi nyekar dan ziarah kubur khusus di bulan sya'ban
2. Berpatokan pada hisab
3. Menabuh kentongan, bedug, petasan dan yang semisalnya
4. Meminta maaf saat awal memasuki bulan ramadhan
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
Ⓜ KESALAHAN YANG UMUM DILAKUKAN MUSLIMIN MENJELANG BULAN RAMADHAN
🎙Al-Ustadz Abdul Mu'thi Sutarman, Lc حَفِظَهُ اللهُ
| Dauroh "KESALAHAN-KESALAHAN YANG KERAP TERJADI DI BULAN RAMADHAN" | Ahad, 24 Sya'ban 1435 / 22 Juni 2014 di Masjid Al-Jihad, Kompleks Ma'had Al-Manshurah Cilacap, Jateng
📨 (5,2 MB) - Durasi [28:21]
☑️ Diantaranya dibahas:
1. Tradisi nyekar dan ziarah kubur khusus di bulan sya'ban
2. Berpatokan pada hisab
3. Menabuh kentongan, bedug, petasan dan yang semisalnya
4. Meminta maaf saat awal memasuki bulan ramadhan
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 PESAN RINGKAS BUAT SEMUA PELAKU BOM BUNUH DIRI
Seandainya sabuk peledak merupakan jalan ringkas menuju syurga, pasti orang yang mengirimmu tidak akan membiarkan dirimu mengambilnya.
Tetapi karena sempurna sudah ke-tertipuan-mu, para dedengkotmu memperalatmu, dan dangkalnya ilmu agamamu, hingga merekapun mengantarkan dirimu ke neraka dengan jalan yang paling pendek.
Ketika ideologi "takfir" (gampang mengkafirkan orang lain) mengalahkan cara berfikir yang sehat, maka fungsi Masjid untuk mengumandangkan takbir berubah menjadi tempat peledakan atau pengeboman..
Itu adalah akal-akal yang kita tidak tahu bagaimana bisa dengan mudahnya diyakinkan (baca; ditipu -pent) bahwa surga berada di atas jasad-jasad kaum Muslimin yang tidak bersalah.
❗️Celaka kalian wahai para pembunuh...
🌍 Sumber || https://goo.gl/u89Fhj
🚇 CARA KELOMPOK TERORIS MENYAMBUT BULAN RAMADHAN
✍🏼 Asy-Syaikh Abul Khaththab Thariq bin Darman hafizhahullah berkata:
إذا جاء رمضان تحرك أهل الشر (الدواعش) لزعزعة أمن المسلمين بالتفجيرات وسفك دماء الأبرياء.
فلا نامت أعين الجبناء الخونة العملاء.
"Jika Ramadhan tiba maka orang-orang jahat (ISIS) bergerak untuk menggoncang keamanan kaum Muslimin dengan melakukan pengeboman dan menumpahkan darah orang-orang yang tidak bersalah.
👉Namun mata para pengecut, pengkhianat, dan jongos itu tidak akan bisa tidur dengan nyenyak."
🌍 Sumber || https://twitter.com/tarek_do/status/994880711873236992?s=19
🚇 AHLUS SUNNAH SALAFIYYUN MEYAKINI BAHWA BOM BUNUH DIRI HARAM SECARA MUTLAK
✍🏼 Asy-Syaikh Abdul Qadir bin Muhammad al-Junaid hafizhahullah berkata:
العمليات الانتحارية لا تحل مطلقا، وبهذا قال العلماء السلفيون، ودللوا. فأبى دعاة أزاهرة وإخوان وصوفية وقطبية وخرّجوا لها، فكان أن رجعت على بلاد المسلمين.
"Operasi-operasi bunuh diri tidak halal tanpa kecuali, dan ini merupakan pendapat para ulama salafy dan mereka telah menjelaskan dalil-dalilnya. Namun para da'i dari Universitas al-Azhar, kelompok al-Ikhwanul Muslimun, orang-orang shufi, dan para pengikut Sayyid Quthb menolaknya dan mencari-cari dalih yang membenarkannya, maka akibat buruknya menimpa negeri-negeri kaum muslimin."
🌍 Sumber || https://twitter.com/aljuned77/status/851189922274955265
Dikutip dari channel @forumsalafy
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 PESAN RINGKAS BUAT SEMUA PELAKU BOM BUNUH DIRI
Seandainya sabuk peledak merupakan jalan ringkas menuju syurga, pasti orang yang mengirimmu tidak akan membiarkan dirimu mengambilnya.
Tetapi karena sempurna sudah ke-tertipuan-mu, para dedengkotmu memperalatmu, dan dangkalnya ilmu agamamu, hingga merekapun mengantarkan dirimu ke neraka dengan jalan yang paling pendek.
Ketika ideologi "takfir" (gampang mengkafirkan orang lain) mengalahkan cara berfikir yang sehat, maka fungsi Masjid untuk mengumandangkan takbir berubah menjadi tempat peledakan atau pengeboman..
Itu adalah akal-akal yang kita tidak tahu bagaimana bisa dengan mudahnya diyakinkan (baca; ditipu -pent) bahwa surga berada di atas jasad-jasad kaum Muslimin yang tidak bersalah.
❗️Celaka kalian wahai para pembunuh...
🌍 Sumber || https://goo.gl/u89Fhj
🚇 CARA KELOMPOK TERORIS MENYAMBUT BULAN RAMADHAN
✍🏼 Asy-Syaikh Abul Khaththab Thariq bin Darman hafizhahullah berkata:
إذا جاء رمضان تحرك أهل الشر (الدواعش) لزعزعة أمن المسلمين بالتفجيرات وسفك دماء الأبرياء.
فلا نامت أعين الجبناء الخونة العملاء.
"Jika Ramadhan tiba maka orang-orang jahat (ISIS) bergerak untuk menggoncang keamanan kaum Muslimin dengan melakukan pengeboman dan menumpahkan darah orang-orang yang tidak bersalah.
👉Namun mata para pengecut, pengkhianat, dan jongos itu tidak akan bisa tidur dengan nyenyak."
🌍 Sumber || https://twitter.com/tarek_do/status/994880711873236992?s=19
🚇 AHLUS SUNNAH SALAFIYYUN MEYAKINI BAHWA BOM BUNUH DIRI HARAM SECARA MUTLAK
✍🏼 Asy-Syaikh Abdul Qadir bin Muhammad al-Junaid hafizhahullah berkata:
العمليات الانتحارية لا تحل مطلقا، وبهذا قال العلماء السلفيون، ودللوا. فأبى دعاة أزاهرة وإخوان وصوفية وقطبية وخرّجوا لها، فكان أن رجعت على بلاد المسلمين.
"Operasi-operasi bunuh diri tidak halal tanpa kecuali, dan ini merupakan pendapat para ulama salafy dan mereka telah menjelaskan dalil-dalilnya. Namun para da'i dari Universitas al-Azhar, kelompok al-Ikhwanul Muslimun, orang-orang shufi, dan para pengikut Sayyid Quthb menolaknya dan mencari-cari dalih yang membenarkannya, maka akibat buruknya menimpa negeri-negeri kaum muslimin."
🌍 Sumber || https://twitter.com/aljuned77/status/851189922274955265
Dikutip dari channel @forumsalafy
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
🍂ردود منهجيـــة ❏
💥قناة لنشر الفوائد والردود العلمية
https://goo.gl/u89Fhj
https://goo.gl/u89Fhj
Forwarded from منتدى نشر الفـــــــوائد
::
.....Termasuk perbuatan yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah perbuatan yang banyak dilakukan oleh kaum muslimin dalam menyambut bulan Ramadhan dengan amalan atau ritual tertentu, di antaranya :
1⃣ APA YANG DIKENAL DENGAN ACARA PADUSAN
Yaitu mandi bersama-sama dengan masih mengenakan busana, terkadang ada yang memimpin di suatu sungai, atau sumber air, atau telaga. Dengan niat mandi besar, dalam rangka membersihkan jiwa dan raga sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
Sampai-sampai ada di antara muslimin yang berkeyakinan Kalau sekali saja terlewat dari ritual ini, rasanya ada yang kurang meski sudah menjalankan puasa.
Jelas perbuatan ini tidak pernah diajarkan dan tidak pernah diterapkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Demikian juga para shahabat, para salafus shalih, dan para ‘ulama yang mulia tidak ada yang mengamalkan atau menganjurkan amaliah tersebut. Sehingga kaum muslimin tidak boleh melakukan ritual ini.
Belum lagi, dalam ritual Padusan ini, banyak terjadi kemungkaran. Ya, jelas-jelas mandi bersama antara laki-laki dan perempuan. Jelas ini merupakan kemungkaran yang sama sekali bukan bagian dari ajaran Islam.
2⃣ NYEKAR DI KUBURAN LELUHUR
Tak jarang dari kaum muslimin, menjelang Ramadhan tiba datang ke pemakaman. Dalam Islam ada tuntunan ziarah kubur, yang disyari’atkan agar kaum muslimin ingat bahwa dirinya juga akan mati menyusul saudara-saudaranya yang telah meninggal dunia lebih dahulu, sehingga dia pun harus mempersiapkan dirinya dengan iman dan amal shalih.
Namun ziarah kubur, yang diistilahkan oleh orang jawa dengan nyekar, yang dikhususkan untuk menyambut Ramadhan tidak ada tuntunannya dalam syari’at Islam. Apalagi mengkhusukan nyekar di kuburan leluhur. Ini adalah perkara baru dalam agama.
Tak jarang dalam ziarah kubur tercampur dengan kemungkaran. Yaitu sang peziarah malah berdoa kepada penghuni kubur, meminta-minta pada orang yang sudah mati, atau ngalap berkah dari tanah kuburan! Ini merupakan perbuatan syirik!
3⃣ MINTA MA'AF KEPADA SESAMA MENJELANG DATANGNYA RAMADHAN
Dengan alasan agar menghadapi bulan Ramadhan dengan hati yang bersih, sudah terhapus beban dosa terhadap sesama. Bahkan di sebagian kalangan diyakini sebagai syarat agar puasanya sempurna.
Tidak diragukan, bahwa meminta ma’af kepada sesama adalah sesuatu yang dituntunkan dalam agama, meningat manusia adalah tempat salah dan lupa.
Meminta ma’af di sini umum sifatnya, bahkan setiap saat harus kita lakukan jika kita berbuat salah kepada sesama, tidak terkait dengan waktu atau acara tertentu.
Mengkaitkan permintaan ma’af dengan Ramadhan, atau dijadikan termasuk cara untuk menyambut Ramadhan, maka jelas ini membuat hal baru dalam agama. Amaliah ini bukan bagian dari tuntunan syari’at Islam.
Itulah beberapa contoh amalan yang tidak ada tuntunan dalam syari’at yang dijadikan acara dalam menyambut bulan Ramadhan. Sayangnya, amaliah tersebut banyak tersebar di kalangan kaum muslimin.
••••
🗺 Baca selengkapnya di:
www.salafy.or.id/blog/2010/07/23/menyambut-bulan-ramadhan-hati-hati-ritual-anehnya/
🚇MENYAMBUT BULAN RAMADHAN, HATI-HATI RITUAL ANEHNYA
.....Termasuk perbuatan yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah perbuatan yang banyak dilakukan oleh kaum muslimin dalam menyambut bulan Ramadhan dengan amalan atau ritual tertentu, di antaranya :
1⃣ APA YANG DIKENAL DENGAN ACARA PADUSAN
Yaitu mandi bersama-sama dengan masih mengenakan busana, terkadang ada yang memimpin di suatu sungai, atau sumber air, atau telaga. Dengan niat mandi besar, dalam rangka membersihkan jiwa dan raga sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
Sampai-sampai ada di antara muslimin yang berkeyakinan Kalau sekali saja terlewat dari ritual ini, rasanya ada yang kurang meski sudah menjalankan puasa.
Jelas perbuatan ini tidak pernah diajarkan dan tidak pernah diterapkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Demikian juga para shahabat, para salafus shalih, dan para ‘ulama yang mulia tidak ada yang mengamalkan atau menganjurkan amaliah tersebut. Sehingga kaum muslimin tidak boleh melakukan ritual ini.
Belum lagi, dalam ritual Padusan ini, banyak terjadi kemungkaran. Ya, jelas-jelas mandi bersama antara laki-laki dan perempuan. Jelas ini merupakan kemungkaran yang sama sekali bukan bagian dari ajaran Islam.
2⃣ NYEKAR DI KUBURAN LELUHUR
Tak jarang dari kaum muslimin, menjelang Ramadhan tiba datang ke pemakaman. Dalam Islam ada tuntunan ziarah kubur, yang disyari’atkan agar kaum muslimin ingat bahwa dirinya juga akan mati menyusul saudara-saudaranya yang telah meninggal dunia lebih dahulu, sehingga dia pun harus mempersiapkan dirinya dengan iman dan amal shalih.
Namun ziarah kubur, yang diistilahkan oleh orang jawa dengan nyekar, yang dikhususkan untuk menyambut Ramadhan tidak ada tuntunannya dalam syari’at Islam. Apalagi mengkhusukan nyekar di kuburan leluhur. Ini adalah perkara baru dalam agama.
Tak jarang dalam ziarah kubur tercampur dengan kemungkaran. Yaitu sang peziarah malah berdoa kepada penghuni kubur, meminta-minta pada orang yang sudah mati, atau ngalap berkah dari tanah kuburan! Ini merupakan perbuatan syirik!
3⃣ MINTA MA'AF KEPADA SESAMA MENJELANG DATANGNYA RAMADHAN
Dengan alasan agar menghadapi bulan Ramadhan dengan hati yang bersih, sudah terhapus beban dosa terhadap sesama. Bahkan di sebagian kalangan diyakini sebagai syarat agar puasanya sempurna.
Tidak diragukan, bahwa meminta ma’af kepada sesama adalah sesuatu yang dituntunkan dalam agama, meningat manusia adalah tempat salah dan lupa.
Meminta ma’af di sini umum sifatnya, bahkan setiap saat harus kita lakukan jika kita berbuat salah kepada sesama, tidak terkait dengan waktu atau acara tertentu.
Mengkaitkan permintaan ma’af dengan Ramadhan, atau dijadikan termasuk cara untuk menyambut Ramadhan, maka jelas ini membuat hal baru dalam agama. Amaliah ini bukan bagian dari tuntunan syari’at Islam.
Itulah beberapa contoh amalan yang tidak ada tuntunan dalam syari’at yang dijadikan acara dalam menyambut bulan Ramadhan. Sayangnya, amaliah tersebut banyak tersebar di kalangan kaum muslimin.
••••
🗺 Baca selengkapnya di:
www.salafy.or.id/blog/2010/07/23/menyambut-bulan-ramadhan-hati-hati-ritual-anehnya/
::
Ⓜ TUDUHAN KEPADA ASATIDZAH AHLUSSUNNAH: AMIR KOMANDO (NEGARA DALAM NEGARA) DAN MENGUNGKIT MASA LALU LASKAR JIHAD (LJ)
🎙 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed -hafizhahullah-
📆 Dauroh "BAHAYA PENYIMPANGAN HADDADIYAH DAN MUSHO'FIQOH" | Ahad, 26 Shafar 1440 H/04 November 2018 M di Masjid Abu Bakar As shiddiq, Ma'had Dhiya'us Sunnah Cirebon
➰ (1,9 MB) - Durasi [00:07:33]
#MBH #muhammad_bin_hady #shaafiqah #shoafiqoh #tidak_pantas_mengajar #imaroh
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Ⓜ TUDUHAN KEPADA ASATIDZAH AHLUSSUNNAH: AMIR KOMANDO (NEGARA DALAM NEGARA) DAN MENGUNGKIT MASA LALU LASKAR JIHAD (LJ)
🎙 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed -hafizhahullah-
📆 Dauroh "BAHAYA PENYIMPANGAN HADDADIYAH DAN MUSHO'FIQOH" | Ahad, 26 Shafar 1440 H/04 November 2018 M di Masjid Abu Bakar As shiddiq, Ma'had Dhiya'us Sunnah Cirebon
➰ (1,9 MB) - Durasi [00:07:33]
#MBH #muhammad_bin_hady #shaafiqah #shoafiqoh #tidak_pantas_mengajar #imaroh
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 HUKUM TIDAK MENGGANTI PUASA SEDANG RAMADHAN TELAH DATANG
🎙Asy-Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah
[Pertanyaan]:
"Bulan Ramadhan telah datang dan seseorang memiliki tanggungan (puasa qhada’) sejumlah beberapa hari dari Ramadhan terdahulu, apakah ia berdosa sebab tidak meng-qadha’ sebelum Ramadhan?
Apakah wajib atasnya kaffarah atau tidak?"
[Jawaban]:
“Setiap yang memiliki tanggungan beberapa hari (puasa qadha’) dari Ramadhan, ia WAJIB meng-qadha’ sebelum datang Ramadhan berikutnya. Dan boleh mengakhirkannya sampai bulan Sya’ban.
👉🏻Kemudian, apabila Ramadhan berikutnya telah masuk sedang ia belum meng-qadha’ tanpa udzur (syar’i) maka ia berdosa dan wajib atasnya untuk memberi makan orang miskin setiap hari (sejumlah hari yang belum ia qadha) sebagaimana sekelompok dari Shahabat Nabi – shalallahu ‘alaihi wasallam – memfatwakan demikian itu.
Kadar makanan adalah setengah sha’ setiap hari dari jenis makanan di suatu negeri yang ia berikan kepada orang miskin, walau hanya satu orang.
✍🏻 Adapun jika ia memiliki udzur dalam mengakhirkan (puasa qadha’) dikarenakan sakit atau bepergian (safar) maka WAJIB atasnya meng-qadha’ dan TIDAK ada (kaffarah) memberi makan (orang miskin) berdasar keumuman firman Allah Ta’ala:
وَمَن كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ﴿١٨٥﴾
Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Q.S. Al-Baqarah: 185.
Dan Allah-lah Maha Pemberi taufik.
🌏Sumber:
http://bit.ly/2L5GK59
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
🚇 HUKUM TIDAK MENGGANTI PUASA SEDANG RAMADHAN TELAH DATANG
🎙Asy-Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah
[Pertanyaan]:
"Bulan Ramadhan telah datang dan seseorang memiliki tanggungan (puasa qhada’) sejumlah beberapa hari dari Ramadhan terdahulu, apakah ia berdosa sebab tidak meng-qadha’ sebelum Ramadhan?
Apakah wajib atasnya kaffarah atau tidak?"
[Jawaban]:
“Setiap yang memiliki tanggungan beberapa hari (puasa qadha’) dari Ramadhan, ia WAJIB meng-qadha’ sebelum datang Ramadhan berikutnya. Dan boleh mengakhirkannya sampai bulan Sya’ban.
👉🏻Kemudian, apabila Ramadhan berikutnya telah masuk sedang ia belum meng-qadha’ tanpa udzur (syar’i) maka ia berdosa dan wajib atasnya untuk memberi makan orang miskin setiap hari (sejumlah hari yang belum ia qadha) sebagaimana sekelompok dari Shahabat Nabi – shalallahu ‘alaihi wasallam – memfatwakan demikian itu.
Kadar makanan adalah setengah sha’ setiap hari dari jenis makanan di suatu negeri yang ia berikan kepada orang miskin, walau hanya satu orang.
✍🏻 Adapun jika ia memiliki udzur dalam mengakhirkan (puasa qadha’) dikarenakan sakit atau bepergian (safar) maka WAJIB atasnya meng-qadha’ dan TIDAK ada (kaffarah) memberi makan (orang miskin) berdasar keumuman firman Allah Ta’ala:
وَمَن كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ﴿١٨٥﴾
Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Q.S. Al-Baqarah: 185.
Dan Allah-lah Maha Pemberi taufik.
🌏Sumber:
http://bit.ly/2L5GK59
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 DOA SEBELUM MASUK RAMADHAN
[Pertanyaan]:
Adakah doa khusus sebelum memasuki ramadhan?
[Jawaban]:
Tidak diketahui ada doa khusus yang dibaca saat masuk bulan ramadhan. Yang ada hanyalah doa umum ketika melihat hilal (masuknya bulan hijriyah).
Dan doa itu dibaca saat melihat hilal Ramadhan maupun bulan lainnya. Lafazh doanya ialah sebagai berikut :
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلاَمَةِ وَالْإِسْلاَمِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ رَبَّنَا وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ
"Allaahu akbar, Allahumma ahillahu 'alayna bilyumni wal iimaani was salaamati wal islaami. Robbii wa Robbukallah." [••]
"Allah Maha Besar. Ya Allah, tampakkan bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah." (HR. Ahmad III/17, at-Tirmidzi 3451, dan yang lainnya)
Jika dia ingin berdoa agar bisa menjalankan puasa secara sempurna dan agar pahala dari ibadah yang dikerjakannya diterima oleh Allah; maka ini juga tidak masalah.
Demikian kesimpulan dari keterangan asy-Syaikh Shaalih al-Fauzaan hafizhahullah dalam : http://www.alfawzan.af.org.sa/index.php?q=node/7445 | @nasehatetam
::
🚇 DO'A PARA SALAF MENJELANG RAMADHAN
Al-Imam Yahya bin Abi Katsir rahimahullah berkata:
Termasuk dari doa para ulama salaf:
{ اَللّٰهـُمَّ سَلِّمْنِي إِلَى رَمَضـَانَ وَسَلِّـمْ لِي رَمَضـَانَ وَتَسَلَّمْـهُ مِنِّي مُتَقَبـَّلاً }
“Ya Allah sampaikan aku ke Ramadhan. Dan sampaikan padaku Ramadhan. Dan terimalah dariku amal ibadahku.”
📚[Lathoif Maarif 148]
Faidah ilmiyyah dari Al-Ustadz Usamah Mahri di WhatsApp طريق السلف | @thoriqussalaf
::
🚇 DERAJAT HADITS TENTANG DOA DI BULAN RAJAB, SYABAN DAN RAMADHAN
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah
[Pertanyaan]:
"Wahai Syaikh, Rasululloh ﷺ berdoa :
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ
"Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan" [¶¶]
Bagaimana tingkat keshahihan hadits ini ?"
[Jawaban]:
"Hadits ini dha'if (lemah) dan tidak shohih dari Nabi ﷺ.
Sesungguhnya Nabi ﷺ tentunya adalah manusia yang paling antusias menginginkan supaya Allah memberkahi beliau di bulan Ramadhan, bagaimana mungkin beliau hanya mengatakan: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan" ? (...suara tidak jelas...)
Yang jelas bahwa hadits ini dha'if, tidak shahih dari Nabi ﷺ."
__
⏯ Link audio || https://goo.gl/fLlkiJ | @alistifadah
________
Catatan:
[••] Ada 2 teks do'a ketika melihat hilal:
عن طلحة بن عبيد الله رضي الله عنه قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم إِذا رأى الهِلالَ قال:
«اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِاليُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ» رواه الترمذي وحسنه (سنن الترمذي؛ برقم: [3526])،
وعند الدارمي بلفظ:
«اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ» (سنن الدرامي؛ برقم: [1697]).
[¶¶] Hadits ini juga didhoifkan oleh Syaikh Al Albani, lihat Dho'iful Jami' no. 4395
🚇 DOA SEBELUM MASUK RAMADHAN
[Pertanyaan]:
Adakah doa khusus sebelum memasuki ramadhan?
[Jawaban]:
Tidak diketahui ada doa khusus yang dibaca saat masuk bulan ramadhan. Yang ada hanyalah doa umum ketika melihat hilal (masuknya bulan hijriyah).
Dan doa itu dibaca saat melihat hilal Ramadhan maupun bulan lainnya. Lafazh doanya ialah sebagai berikut :
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلاَمَةِ وَالْإِسْلاَمِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ رَبَّنَا وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ
"Allaahu akbar, Allahumma ahillahu 'alayna bilyumni wal iimaani was salaamati wal islaami. Robbii wa Robbukallah." [••]
"Allah Maha Besar. Ya Allah, tampakkan bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah." (HR. Ahmad III/17, at-Tirmidzi 3451, dan yang lainnya)
Jika dia ingin berdoa agar bisa menjalankan puasa secara sempurna dan agar pahala dari ibadah yang dikerjakannya diterima oleh Allah; maka ini juga tidak masalah.
Demikian kesimpulan dari keterangan asy-Syaikh Shaalih al-Fauzaan hafizhahullah dalam : http://www.alfawzan.af.org.sa/index.php?q=node/7445 | @nasehatetam
::
🚇 DO'A PARA SALAF MENJELANG RAMADHAN
Al-Imam Yahya bin Abi Katsir rahimahullah berkata:
Termasuk dari doa para ulama salaf:
{ اَللّٰهـُمَّ سَلِّمْنِي إِلَى رَمَضـَانَ وَسَلِّـمْ لِي رَمَضـَانَ وَتَسَلَّمْـهُ مِنِّي مُتَقَبـَّلاً }
“Ya Allah sampaikan aku ke Ramadhan. Dan sampaikan padaku Ramadhan. Dan terimalah dariku amal ibadahku.”
📚[Lathoif Maarif 148]
Faidah ilmiyyah dari Al-Ustadz Usamah Mahri di WhatsApp طريق السلف | @thoriqussalaf
::
🚇 DERAJAT HADITS TENTANG DOA DI BULAN RAJAB, SYABAN DAN RAMADHAN
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah
[Pertanyaan]:
"Wahai Syaikh, Rasululloh ﷺ berdoa :
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ
"Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan" [¶¶]
Bagaimana tingkat keshahihan hadits ini ?"
[Jawaban]:
"Hadits ini dha'if (lemah) dan tidak shohih dari Nabi ﷺ.
Sesungguhnya Nabi ﷺ tentunya adalah manusia yang paling antusias menginginkan supaya Allah memberkahi beliau di bulan Ramadhan, bagaimana mungkin beliau hanya mengatakan: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan" ? (...suara tidak jelas...)
Yang jelas bahwa hadits ini dha'if, tidak shahih dari Nabi ﷺ."
__
⏯ Link audio || https://goo.gl/fLlkiJ | @alistifadah
________
Catatan:
[••] Ada 2 teks do'a ketika melihat hilal:
عن طلحة بن عبيد الله رضي الله عنه قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم إِذا رأى الهِلالَ قال:
«اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِاليُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ» رواه الترمذي وحسنه (سنن الترمذي؛ برقم: [3526])،
وعند الدارمي بلفظ:
«اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ» (سنن الدرامي؛ برقم: [1697]).
[¶¶] Hadits ini juga didhoifkan oleh Syaikh Al Albani, lihat Dho'iful Jami' no. 4395
.:
Ⓜ NANTI.... NANTI...., JANGAN MENUNDA TAUBATMU HINGGA MASUK RAMADHAN DULU!
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf -hafizhahullah-
🗓 Sesi 2 : "BERBENAH DIRI MENJELANG RAMADHAN YANG DINANTI" | Sabtu, 7 Sya`ban1440H/ 13 April 2019M di Masjid Al-Muhajirin, Perumnas 2 Bekasi (belakang RS.Mitra Keluarga Bekasi barat)
➰ (1,5 MB) - Durasi [00:05:52]
#syahru_taubat #syahrul_qiyam #syahrul_quran
•••
📶 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Ⓜ NANTI.... NANTI...., JANGAN MENUNDA TAUBATMU HINGGA MASUK RAMADHAN DULU!
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf -hafizhahullah-
🗓 Sesi 2 : "BERBENAH DIRI MENJELANG RAMADHAN YANG DINANTI" | Sabtu, 7 Sya`ban1440H/ 13 April 2019M di Masjid Al-Muhajirin, Perumnas 2 Bekasi (belakang RS.Mitra Keluarga Bekasi barat)
➰ (1,5 MB) - Durasi [00:05:52]
#syahru_taubat #syahrul_qiyam #syahrul_quran
•••
📶 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com