::
🚇 BANYAK TERJATUH DALAM HAL TERLARANG?! JANGAN PATAH ARANG!!
"Adapun seorang yang telah melakukan dosa besar atau melalaikan pengamalan rukun-rukun Islam MAKA:
☝🏻Jika ia bertaubat dengan taubat nashuha sebelum dekat ajal niscaya ia diikutkan kepada orang yang belum melakukannya;
👉🏻 karena seorang yang bertaubat dari dosa seumpama orang yang tidak ada dosa padanya.
Dan pakaian yang telah dicuci seperti yang tidak pernah kotor dari asalnya."
📖 Mukhtashar Minhaajil Qaasidin, al-Maqdisiy, hal. 613.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
🚇 BANYAK TERJATUH DALAM HAL TERLARANG?! JANGAN PATAH ARANG!!
"Adapun seorang yang telah melakukan dosa besar atau melalaikan pengamalan rukun-rukun Islam MAKA:
☝🏻Jika ia bertaubat dengan taubat nashuha sebelum dekat ajal niscaya ia diikutkan kepada orang yang belum melakukannya;
👉🏻 karena seorang yang bertaubat dari dosa seumpama orang yang tidak ada dosa padanya.
Dan pakaian yang telah dicuci seperti yang tidak pernah kotor dari asalnya."
📖 Mukhtashar Minhaajil Qaasidin, al-Maqdisiy, hal. 613.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 UNTUKMU YANG SUDAH LAMA TIDAK MENDATANGI MEJELIS ILMU
Assalamualaikum..
Ustadz, ana mau tanya, ana lama gak datang kajian soalnya sering kerja malam kadang ana mau datang tapi malu, karena lama gak datang tapi ana sering dengarkan lewat RII gak papa ustadz atau bagaimana solusinya..?
Jawaban Al-Ustadz Syafi'i Alaidrus حفظه الله
Bismillah..Untuk pertanyaan akh Sholahuddin,
Wa'alaikumussalam wa rahmatullah. Antum sering mengikuti kajian-kajian Asatidzah Ahlus Sunnah dalam radio RII itu suatu hal yang patut disyukuri, Masya Allah..
Akan tetapi itu belumlah cukup ya akhi, disana banyak sekali keutamaan yang tidak didapat kecuali dengan menghadiri majlis tersebut secara langsung.
Diantaranya mempererat jalinan ukhuwah dan menyatukan hati. Alangkah sangat tingginya nilai kesatuan hati, tak dapat ditukar dengan seluruh kekayaan dunia ini. Allah berfirman:
وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ ۚ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
"Dan Dia-lah yang mempersatukan hati-hati mereka. Seandainya kamu membelanjakan semua kekayaan yang ada di Bumi, niscaya kamu tidak akan sanggup mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah-lah yang mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".(Q.S. Al-Anfal:63)
Bukankah dengan jarang ta'lim kita jadi semakin jauh dengan ikhwah? Sedangkan SERIGALA itu senantiasa mengincar domba yang SENDIRIAN, terpisah dari domba-domba yang lain.
Kita hidup dimasa fitnah yang sangat dahsyat:
◾️Digambarkan oleh Rasulullah ﷺ seperti potongan-potongan malam yang gelap gulita, semakin masuk waktu malam maka akan semakin pekat. Demikianlah fitnah, siapa yang masuk didalamnya maka akan semakin terseret.
◾️Digambarkan pula oleh beliau ﷺ bahwa seseorang di pagi hari dalam keadaan beriman, sorenya sudah kafir. Atau sebaliknya di sore hari beriman, paginya sudah kafir. Apa sebabnya?
Menjual agamanya dengan sedikit keuntungan dunia. Nas'alullahas salaamah wal 'afiyah.
Juga dampak negatif lainnya dengan jarangnya menghadiri majlis ilmu, malu bertemu dengan ikhwan.
‼️ Hati-hati! ! ini adalah awal JEBAKAN SYAITHON.
Karena dengan jauhnya kita dari ikhwah Ahlus Sunnah maka akan tergantikan dengan teman-teman selain mereka.
Awalnya mungkin tidak terasa, sekedar sungkan bertemu dengan ikhwan, menghindar, menjauh. Jika kebetulan harus berpapasan, sekedar mengucapkan salam sambil senyum lantas berusaha menghindar. Perbincangan dengan ikhwan satu menit terasa sangat berat.
Tahukah apa sebabnya?
HATI YANG TIDAK KONEK, TIDAK NYAMBUNG.
Adapun disaat bertemu dengan teman-temannya yang lain selain ahlus sunnah, MasyaAllah begitu sangat akrab. Berbicara berjam-jam terasa baru satu menit.
Bukankah Rasulullah ﷺ telah bersabda bahwa jiwa itu ibarat pasukan yang dikerahkan, yang saling kenal maka akan akur dan yang tidak kenal akan menghindar.
👉 Jika sudah ada perasaan MALU menghadiri majlis ilmu, maka ini MUSIBAH yang sangat besar saudaraku.
Mujahid rahimahullah mengatakan:
لَا يَتَعَلَّمُ الْعِلْمَ مُسْتَحْيٍ وَلَا مُسْتَكْبِرٌ
"Tidak akan mempelajari ilmu ini seorang pemalu dan sombong".
Jadi, malu bertemu dengan ikhwan, malu menghadiri majlis ilmu, malu bertanya kepada ahlul ilmi, ini semua adalah mushibah.
Alangkah senangnya ikhwah Ahlus sunnah disaat melihat saudaranya kembali tampak di Majlis ilmu. Alangkah bahagianya mereka melihat saudaranya mendapat hidayah ilmu.
👉 Sungguh, ana sering mendapat berita dari ikhwah dengan raut muka yang ceria: "Ustadz, alhamdulillah fulan sudah ikut kajian lagi".
Dalam kesempatan lain ikhwah yang lain pun dengan tergopoh-gopoh berkata kepada ana: "Alhamdulillah ustadz, ana melihat Alan di majlis antum".
Dan bukankah menghadiri Majlis ilmu dan berteman dengan orang-orang saleh serta menjauhi teman-teman yang jelek merupakan sebagian dari sebab-sebab keistiqomahan kita dalam menjalani agama ini?
Semoga Allah senantiasa menjaga kekokohan kita dalam menapaki jalan-Nya ini dan mematikan kita diatas Islam dan Sunnah. Aamiin
@Ashabus Sunnah
🚇 UNTUKMU YANG SUDAH LAMA TIDAK MENDATANGI MEJELIS ILMU
Assalamualaikum..
Ustadz, ana mau tanya, ana lama gak datang kajian soalnya sering kerja malam kadang ana mau datang tapi malu, karena lama gak datang tapi ana sering dengarkan lewat RII gak papa ustadz atau bagaimana solusinya..?
Jawaban Al-Ustadz Syafi'i Alaidrus حفظه الله
Bismillah..Untuk pertanyaan akh Sholahuddin,
Wa'alaikumussalam wa rahmatullah. Antum sering mengikuti kajian-kajian Asatidzah Ahlus Sunnah dalam radio RII itu suatu hal yang patut disyukuri, Masya Allah..
Akan tetapi itu belumlah cukup ya akhi, disana banyak sekali keutamaan yang tidak didapat kecuali dengan menghadiri majlis tersebut secara langsung.
Diantaranya mempererat jalinan ukhuwah dan menyatukan hati. Alangkah sangat tingginya nilai kesatuan hati, tak dapat ditukar dengan seluruh kekayaan dunia ini. Allah berfirman:
وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ ۚ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
"Dan Dia-lah yang mempersatukan hati-hati mereka. Seandainya kamu membelanjakan semua kekayaan yang ada di Bumi, niscaya kamu tidak akan sanggup mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah-lah yang mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".(Q.S. Al-Anfal:63)
Bukankah dengan jarang ta'lim kita jadi semakin jauh dengan ikhwah? Sedangkan SERIGALA itu senantiasa mengincar domba yang SENDIRIAN, terpisah dari domba-domba yang lain.
Kita hidup dimasa fitnah yang sangat dahsyat:
◾️Digambarkan oleh Rasulullah ﷺ seperti potongan-potongan malam yang gelap gulita, semakin masuk waktu malam maka akan semakin pekat. Demikianlah fitnah, siapa yang masuk didalamnya maka akan semakin terseret.
◾️Digambarkan pula oleh beliau ﷺ bahwa seseorang di pagi hari dalam keadaan beriman, sorenya sudah kafir. Atau sebaliknya di sore hari beriman, paginya sudah kafir. Apa sebabnya?
Menjual agamanya dengan sedikit keuntungan dunia. Nas'alullahas salaamah wal 'afiyah.
Juga dampak negatif lainnya dengan jarangnya menghadiri majlis ilmu, malu bertemu dengan ikhwan.
‼️ Hati-hati! ! ini adalah awal JEBAKAN SYAITHON.
Karena dengan jauhnya kita dari ikhwah Ahlus Sunnah maka akan tergantikan dengan teman-teman selain mereka.
Awalnya mungkin tidak terasa, sekedar sungkan bertemu dengan ikhwan, menghindar, menjauh. Jika kebetulan harus berpapasan, sekedar mengucapkan salam sambil senyum lantas berusaha menghindar. Perbincangan dengan ikhwan satu menit terasa sangat berat.
Tahukah apa sebabnya?
HATI YANG TIDAK KONEK, TIDAK NYAMBUNG.
Adapun disaat bertemu dengan teman-temannya yang lain selain ahlus sunnah, MasyaAllah begitu sangat akrab. Berbicara berjam-jam terasa baru satu menit.
Bukankah Rasulullah ﷺ telah bersabda bahwa jiwa itu ibarat pasukan yang dikerahkan, yang saling kenal maka akan akur dan yang tidak kenal akan menghindar.
👉 Jika sudah ada perasaan MALU menghadiri majlis ilmu, maka ini MUSIBAH yang sangat besar saudaraku.
Mujahid rahimahullah mengatakan:
لَا يَتَعَلَّمُ الْعِلْمَ مُسْتَحْيٍ وَلَا مُسْتَكْبِرٌ
"Tidak akan mempelajari ilmu ini seorang pemalu dan sombong".
Jadi, malu bertemu dengan ikhwan, malu menghadiri majlis ilmu, malu bertanya kepada ahlul ilmi, ini semua adalah mushibah.
Alangkah senangnya ikhwah Ahlus sunnah disaat melihat saudaranya kembali tampak di Majlis ilmu. Alangkah bahagianya mereka melihat saudaranya mendapat hidayah ilmu.
👉 Sungguh, ana sering mendapat berita dari ikhwah dengan raut muka yang ceria: "Ustadz, alhamdulillah fulan sudah ikut kajian lagi".
Dalam kesempatan lain ikhwah yang lain pun dengan tergopoh-gopoh berkata kepada ana: "Alhamdulillah ustadz, ana melihat Alan di majlis antum".
Dan bukankah menghadiri Majlis ilmu dan berteman dengan orang-orang saleh serta menjauhi teman-teman yang jelek merupakan sebagian dari sebab-sebab keistiqomahan kita dalam menjalani agama ini?
Semoga Allah senantiasa menjaga kekokohan kita dalam menapaki jalan-Nya ini dan mematikan kita diatas Islam dan Sunnah. Aamiin
@Ashabus Sunnah
::
🚇 CARA WUDHU' DAN SHALAT BAGI YANG SERING DAN TIDAK BISA MENAHAN BUANG ANGIN
🎙Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah
PERTANYAAN :
"Saya tertimpa musibah sering mengeluarkan angin, apakah hukum bagi saya seperti hukum seorang yang terkena sulusul baul (kencing terus-menerus/menetes) atau tidak? Dan mohon doakan kesembuhan bagi saya."
JAWABAN :
"Kita memohon kepada Allah agar memberi kesembuhan untukmu.
Saya katakan :
Gas ini, yang kamu tertimpa dengannya, jika tidak mampu untuk menahannya maka ia sama semisal dengan sulusul baul.
◾️Dan atas kondisi ini, maka kamu jangan berwudhu' untuk shalat KECUALI setelah masuk waktu.
◾️Apabila kamu telah wudhu' dan keluar sesuatu (angin) darimu maka itu tidak membatalkan wudhu'mu sampai datang waktu shalat berikutnya.
◾️Lalu jika telah masuk waktu shalat berikutnya maka berwudhu'lah setelah masuk waktunya.
👉🏻Dan saya sarankan untuk menyampaikan perihal dirimu kepada dokter spesialis, semoga Allah memberi kesembuhan melaluinya."
Sumber:
🌏 binothaimeen.net/content/166
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
🚇 CARA WUDHU' DAN SHALAT BAGI YANG SERING DAN TIDAK BISA MENAHAN BUANG ANGIN
🎙Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah
PERTANYAAN :
"Saya tertimpa musibah sering mengeluarkan angin, apakah hukum bagi saya seperti hukum seorang yang terkena sulusul baul (kencing terus-menerus/menetes) atau tidak? Dan mohon doakan kesembuhan bagi saya."
JAWABAN :
"Kita memohon kepada Allah agar memberi kesembuhan untukmu.
Saya katakan :
Gas ini, yang kamu tertimpa dengannya, jika tidak mampu untuk menahannya maka ia sama semisal dengan sulusul baul.
◾️Dan atas kondisi ini, maka kamu jangan berwudhu' untuk shalat KECUALI setelah masuk waktu.
◾️Apabila kamu telah wudhu' dan keluar sesuatu (angin) darimu maka itu tidak membatalkan wudhu'mu sampai datang waktu shalat berikutnya.
◾️Lalu jika telah masuk waktu shalat berikutnya maka berwudhu'lah setelah masuk waktunya.
👉🏻Dan saya sarankan untuk menyampaikan perihal dirimu kepada dokter spesialis, semoga Allah memberi kesembuhan melaluinya."
Sumber:
🌏 binothaimeen.net/content/166
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
.:
🚇 SEKUNTUM SURAT BUAT KAWANKU
Syukur dan tahmid terbingkai indah dalam sanjungan hamba untuk Dzat Yang Maha Pemurah. Dia-lah, dengan taufik dan hikmah-Nya, yang memilihkan derajat tinggi untuk hamba atau hina berkepanjangan.
Shalawat serta salam terangkai elok dalam doa hamba kepada baginda agung, Muhammad bin Abdillah. Beliaulah, dengan penuh kasih dan sayang, yang telah mengarahkan jalan-jalan mudah menuju keabadian surga.
Kawan…
Lama sudah rasanya kita tidak berjumpa. Ada rindu yang mengejar sebenarnya, jika sekian waktu berpisah. Sebab, engkau adalah kawan dekatku. Karena kita pernah berjalan dan hidup bersahabat.
Namun, itu dahulu kala…
Saat kita masih disatukan oleh Majlis ilmu. Saat semangatku dan semangatmu dalam thalabul ilmi bagai banjir bandang yang tak terbendung. Ya, momen-momen indah kita dalam suka-duka belajar agama.
Kawan…
Masihkah teringat olehmu? Saat orangtua kita terlihat marah karena cara berpakaian kita yang berubah. Apalagi ketika kita mulai senang dan gemar menilai segala sesuatu dengan pandangan agama?
Dan, orang tua kita pun akhirnya memaklumi. Sebab, kita masih berdarah muda. Suka dengan hal-hal baru dan menantang.
Masihkah pula engkau teringat? Saat nama-nama kita dipanggil dalam sebuah dewan guru. Karena kita terlambat masuk kelas demi menegakkan shalat dzuhur berjama’ah?
Dan, akhirnya kita pun menang. Sebab sebagian guru pun mendukung. Sekali lagi, sebab kita msih muda. Semangat dan sikap idealis kita begitu tinggi.
Kawan…
Masihkah engkau seperti yang dulu? Bersemangat membara untuk fokus belajar ilmu-ilmu agama?
Kawan…
◾️Engkau begitu cerdas. Daripada menghafal rumus dan aksioma dalam ilmu matematika, apakah tidak sebaiknya engkau menghafal ayat-ayat suci Al Qur’an? Aku yakin engkau pasti mampu menjadi seorang penghafal Al Qur’an.
◾️Engkau sungguh pintar. Daripada menghafal nama-nama latin tumbuhan lengkap dengan ordo dan familianya, apakah tidak sebaiknya engkau menghafal hadits-hadits Nabi lengkap dengan sanadnya? Aku yakin engkau pasti bisa menjadi seorang penghafal hadits.
◾️Engkau benar-benar pandai. Daripada engkau menghafal vocabulary dan rumus-rumus tense dalam bahasa inggris, apakah tidak sebaiknya engkau menghafal mufradat bahasa arab dan menguasai tata bahasa arab? Aku yakin engkau dapat menjadi seorang ahli nahwu dan sharaf.
◾️Engkau memiliki kekuatan mengingat yang tinggi. Daripada engkau meghafal tahun dan peristiwa yang terjadi dalam lintasan sejarah romawi dan daratan eropa, apakah tidak sebaiknya engkau menghafal tahun dan peristiwa yang terjadi dalam sejarah kehidupan Nabi? Aku yakin engkau mampu menjadi seorang ahli tentang sejarah islam.
Kawan…
Dengan kemampuan, kecerdasan dan kemauan juga tentu dengan pertolongan dari Allah, aku yakin engkau bisa menjadi seorang pembimbing agama.
Namun…
Dimana engkau sekarang?
Kemana engkau pergi?
Apalagi yang sedang engkau kejar?
Kawan…
Sedih rasanya saat mendengar tentangmu kini. Cahaya ilmu di wajahmu telah tertukar dengan gelapnya dosa. Sujud dan rukukmu yang lalu telah berubah menjadi langkah-langkah cela. Doa dan dzikirmu telah berganti nada dan lagu.
Engkau bukan yang dahulu lagi.
Kawan…
Sekuntum surat ini aku rangkaikan untukmu. Moga-moga engkau teringat kembali akan tekad dan cita-citamu untuk menjadi seorang ulama’, penerang umat manusia. Sungguh, do’aku selalu ada untukmu.
••••
Dikutip dari buku “PEMUDA DI WARNA WARNI THALABUL ‘ILMI” Karya Ustadz Abu Nashim Mukhtar “Iben” Rifai La Firlaz.) | happyislam
🚇 SEKUNTUM SURAT BUAT KAWANKU
Syukur dan tahmid terbingkai indah dalam sanjungan hamba untuk Dzat Yang Maha Pemurah. Dia-lah, dengan taufik dan hikmah-Nya, yang memilihkan derajat tinggi untuk hamba atau hina berkepanjangan.
Shalawat serta salam terangkai elok dalam doa hamba kepada baginda agung, Muhammad bin Abdillah. Beliaulah, dengan penuh kasih dan sayang, yang telah mengarahkan jalan-jalan mudah menuju keabadian surga.
Kawan…
Lama sudah rasanya kita tidak berjumpa. Ada rindu yang mengejar sebenarnya, jika sekian waktu berpisah. Sebab, engkau adalah kawan dekatku. Karena kita pernah berjalan dan hidup bersahabat.
Namun, itu dahulu kala…
Saat kita masih disatukan oleh Majlis ilmu. Saat semangatku dan semangatmu dalam thalabul ilmi bagai banjir bandang yang tak terbendung. Ya, momen-momen indah kita dalam suka-duka belajar agama.
Kawan…
Masihkah teringat olehmu? Saat orangtua kita terlihat marah karena cara berpakaian kita yang berubah. Apalagi ketika kita mulai senang dan gemar menilai segala sesuatu dengan pandangan agama?
Dan, orang tua kita pun akhirnya memaklumi. Sebab, kita masih berdarah muda. Suka dengan hal-hal baru dan menantang.
Masihkah pula engkau teringat? Saat nama-nama kita dipanggil dalam sebuah dewan guru. Karena kita terlambat masuk kelas demi menegakkan shalat dzuhur berjama’ah?
Dan, akhirnya kita pun menang. Sebab sebagian guru pun mendukung. Sekali lagi, sebab kita msih muda. Semangat dan sikap idealis kita begitu tinggi.
Kawan…
Masihkah engkau seperti yang dulu? Bersemangat membara untuk fokus belajar ilmu-ilmu agama?
Kawan…
◾️Engkau begitu cerdas. Daripada menghafal rumus dan aksioma dalam ilmu matematika, apakah tidak sebaiknya engkau menghafal ayat-ayat suci Al Qur’an? Aku yakin engkau pasti mampu menjadi seorang penghafal Al Qur’an.
◾️Engkau sungguh pintar. Daripada menghafal nama-nama latin tumbuhan lengkap dengan ordo dan familianya, apakah tidak sebaiknya engkau menghafal hadits-hadits Nabi lengkap dengan sanadnya? Aku yakin engkau pasti bisa menjadi seorang penghafal hadits.
◾️Engkau benar-benar pandai. Daripada engkau menghafal vocabulary dan rumus-rumus tense dalam bahasa inggris, apakah tidak sebaiknya engkau menghafal mufradat bahasa arab dan menguasai tata bahasa arab? Aku yakin engkau dapat menjadi seorang ahli nahwu dan sharaf.
◾️Engkau memiliki kekuatan mengingat yang tinggi. Daripada engkau meghafal tahun dan peristiwa yang terjadi dalam lintasan sejarah romawi dan daratan eropa, apakah tidak sebaiknya engkau menghafal tahun dan peristiwa yang terjadi dalam sejarah kehidupan Nabi? Aku yakin engkau mampu menjadi seorang ahli tentang sejarah islam.
Kawan…
Dengan kemampuan, kecerdasan dan kemauan juga tentu dengan pertolongan dari Allah, aku yakin engkau bisa menjadi seorang pembimbing agama.
Namun…
Dimana engkau sekarang?
Kemana engkau pergi?
Apalagi yang sedang engkau kejar?
Kawan…
Sedih rasanya saat mendengar tentangmu kini. Cahaya ilmu di wajahmu telah tertukar dengan gelapnya dosa. Sujud dan rukukmu yang lalu telah berubah menjadi langkah-langkah cela. Doa dan dzikirmu telah berganti nada dan lagu.
Engkau bukan yang dahulu lagi.
Kawan…
Sekuntum surat ini aku rangkaikan untukmu. Moga-moga engkau teringat kembali akan tekad dan cita-citamu untuk menjadi seorang ulama’, penerang umat manusia. Sungguh, do’aku selalu ada untukmu.
••••
Dikutip dari buku “PEMUDA DI WARNA WARNI THALABUL ‘ILMI” Karya Ustadz Abu Nashim Mukhtar “Iben” Rifai La Firlaz.) | happyislam
::
🚇 JUAL BELI PULSA DI MASJID
Soal:
Ada yang mengatakan jual beli pulsa di masjid tidak boleh, apakah memang demikian?
Jawab:
Benar, tidak boleh jual beli pulsa atau jual beli apa saja di masjid.
Para ulama menyebutkan bahwa jual beli di masjid harom.
Dalil diharamkannya adalah sabda Rosululloh Shollallohu’alaihi wasallam:
إِذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَبِيعُ أَوْ يَبْتَاعُ فِي المَسْجِدِ، فَقُولُوا: لَا أَرْبَحَ اللَّهُ تِجَارَتَك
“Jika engkau melihat orang yang menjual atau membeli di masjid maka do'akanlah: Semoga Alloh tidak memberikan keberuntungan dalam perdaganganmu”
Allohu a’lam.
🚇 JUAL BELI REAL DI MASJID NABAWI
Soal:
Saat umroh seringkali kita butuh uang real, kita pun menukar rupiah yg masih dimiliki dengan real teman kita, dan itu dilakukan di Masjid Nabawi. Atau kita tukar uang real besar dengan real kecil, apakah tukar menukar uang termasuk jual beli? Bolehkah dilakukan di Masjid Nabawi?
Jawab:
Tukar menukar uang baik satu jenis atau berbeda jenis termasuk jual beli.
Menukar Rupiah dengan Real, artinya anda membeli real. Demikian pula menukar 500 real dengan sepuluh lembar 50 real, ini adalah jual beli.
Karena menukar uang termasuk jual beli maka TIDAK BOLEH dilakukan di masjid, baik masjid Nabawi atau masjid-masjid yang lain.
Solusinya, jika anda membutuhkan real atau semisalnya anda pinjam uang teman anda, yakni akadnya pinjam bukan tukar menukar. Allohu a’lam.
••••
@ProblematikaUmat | Dijawab oleh Al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc. hafizhahulloh
🚇 JUAL BELI PULSA DI MASJID
Soal:
Ada yang mengatakan jual beli pulsa di masjid tidak boleh, apakah memang demikian?
Jawab:
Benar, tidak boleh jual beli pulsa atau jual beli apa saja di masjid.
Para ulama menyebutkan bahwa jual beli di masjid harom.
Dalil diharamkannya adalah sabda Rosululloh Shollallohu’alaihi wasallam:
إِذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَبِيعُ أَوْ يَبْتَاعُ فِي المَسْجِدِ، فَقُولُوا: لَا أَرْبَحَ اللَّهُ تِجَارَتَك
“Jika engkau melihat orang yang menjual atau membeli di masjid maka do'akanlah: Semoga Alloh tidak memberikan keberuntungan dalam perdaganganmu”
Allohu a’lam.
🚇 JUAL BELI REAL DI MASJID NABAWI
Soal:
Saat umroh seringkali kita butuh uang real, kita pun menukar rupiah yg masih dimiliki dengan real teman kita, dan itu dilakukan di Masjid Nabawi. Atau kita tukar uang real besar dengan real kecil, apakah tukar menukar uang termasuk jual beli? Bolehkah dilakukan di Masjid Nabawi?
Jawab:
Tukar menukar uang baik satu jenis atau berbeda jenis termasuk jual beli.
Menukar Rupiah dengan Real, artinya anda membeli real. Demikian pula menukar 500 real dengan sepuluh lembar 50 real, ini adalah jual beli.
Karena menukar uang termasuk jual beli maka TIDAK BOLEH dilakukan di masjid, baik masjid Nabawi atau masjid-masjid yang lain.
Solusinya, jika anda membutuhkan real atau semisalnya anda pinjam uang teman anda, yakni akadnya pinjam bukan tukar menukar. Allohu a’lam.
••••
@ProblematikaUmat | Dijawab oleh Al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc. hafizhahulloh
Forwarded from منتدى نشر الفـــــــوائد
::
🚇 BACAAN MUROTTAL AL-QUR'AN SURAT AD-DUKHAN (44)
Oleh: Yasser ad-Dossari
➰Durasi 00:07:06 (2,1 MB)
إِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّوْمِ ۙ٤٣
Ayat 43. "Sungguh pohon zaqqum itu,"
طَعَامُ الْأَثِيْمِ ۛ٤٤
Ayat 44. "makanan bagi orang yang banyak dosa."
كَالْمُهْلِ ۛ يَغْلِيْ فِى الْبُطُوْنِ ۙ٤٥
Ayat 45. "Seperti cairan tembaga yang mendidih di dalam perut,"
كَغَلْيِ الْحَمِيْمِ ۗ٤٦
Ayat 46. "seperti mendidihnya air yang sangat panas."
خُذُوْهُ فَاعْتِلُوْهُ إِلٰى سَوَاءِ الْجَحِيْمِ ۙ٤٧
Ayat 47. "Peganglah dia, kemudian seretlah dia sampai ke tengah-tengah neraka,
ثُمَّ صُبُّوْا فَوْقَ رَأْسِهٖ مِنْ عَذَابِ الْحَمِيْمِ ۗ٤٨
Ayat 48. "kemudian tuangkanlah di atas kepalanya azab (dari) air yang sangat panas."
ذُقْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَرِيْمُ ٤٩
Ayat 49. "Rasakanlah, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang perkasa lagi mulia."
إِنَّ هٰذَا مَا كُنْتُمْ بِهٖ تَمْتَرُوْنَ ٥٠
Ayat 50. "Sungguh, inilah azab yang dahulu kamu ragukan."
••••
➥ #murottal #ad_dossari #addossary #quran #surat_addukhan #addukhon
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
🚇 BACAAN MUROTTAL AL-QUR'AN SURAT AD-DUKHAN (44)
Oleh: Yasser ad-Dossari
➰Durasi 00:07:06 (2,1 MB)
إِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّوْمِ ۙ٤٣
Ayat 43. "Sungguh pohon zaqqum itu,"
طَعَامُ الْأَثِيْمِ ۛ٤٤
Ayat 44. "makanan bagi orang yang banyak dosa."
كَالْمُهْلِ ۛ يَغْلِيْ فِى الْبُطُوْنِ ۙ٤٥
Ayat 45. "Seperti cairan tembaga yang mendidih di dalam perut,"
كَغَلْيِ الْحَمِيْمِ ۗ٤٦
Ayat 46. "seperti mendidihnya air yang sangat panas."
خُذُوْهُ فَاعْتِلُوْهُ إِلٰى سَوَاءِ الْجَحِيْمِ ۙ٤٧
Ayat 47. "Peganglah dia, kemudian seretlah dia sampai ke tengah-tengah neraka,
ثُمَّ صُبُّوْا فَوْقَ رَأْسِهٖ مِنْ عَذَابِ الْحَمِيْمِ ۗ٤٨
Ayat 48. "kemudian tuangkanlah di atas kepalanya azab (dari) air yang sangat panas."
ذُقْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَرِيْمُ ٤٩
Ayat 49. "Rasakanlah, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang perkasa lagi mulia."
إِنَّ هٰذَا مَا كُنْتُمْ بِهٖ تَمْتَرُوْنَ ٥٠
Ayat 50. "Sungguh, inilah azab yang dahulu kamu ragukan."
••••
➥ #murottal #ad_dossari #addossary #quran #surat_addukhan #addukhon
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com