منتدى نشر الفـــــــوائد
7.55K subscribers
4.31K photos
259 videos
279 files
5.62K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
Forwarded from Audioku
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
.:
🚇 HUKUM PERINGATAN HARI IBU


📝 Fadhilatusy Syaikh Muhaammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah


PERTANYAAN

Kebiasaan kami, pada setiap tahun merayakan hari khusus yang disebut dengan istilah HARI IBU, yaitu pada tanggal 21 Maret (di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional, ed). Pada hari itu banyak orang yang merayakannya.

Apakah ini merupakan perayaan yang halal atau haram? Dan apakah kita harus pula merayakannya dan memberikan hadiah-hadiah?


JAWABAN

Semua perayaan yang bertentangan dengan hari raya yang disyariatkan adalah BID'AH, juga berarti TASYABBUH (menyerupai) musuh-musuh Allah.

Hari raya-hari raya yang disyariatkan telah diketahui oleh kaum muslimin, yaitu IDHUL FITRI dan IDHUL ADHA serta hari raya mingguan (HARI JUM'AT). Selain yang tiga ini tidak ada hari raya lain dalam Islam.

Semua Hari Raya selain itu ditolak pelakunya dan batil dalam hukum syariat Allah berdasarkan sabda Nabi Shallallahu a'laihi wasallam;

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

"Barangsiapa yang membuat sesuatu yang baru dalam urusan (agama) kami yang tidak terdapat (contoh/tuntunan) padanya, maka ia tertolak." [HR. al-Bukhari dalam ash-Shulh, no. 2697; Muslim dalam al -Aqdhiyah, no. 1718.]
                     
Yakni, ditolak dan tidak diterima di sisi Allah. Dalam lafazh lainnya disebutkan,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

"Barang siapa yang melakukan suatu amal yang tidak kami perintahkan maka ia tertolak." [al-Bukhari meriwayatkan hadits ini secara Mu'allaq dalam al-Buyu' dan al-I'tisham. dan al-Imam Muslim menyambungnya dalam al Aqdhiyah, no. 18-2718]

Oleh karena itu tidak boleh merayakan hari yang disebutkan oleh penanya (HARI IBU), yaitu yang disebutkan sebagai hari ibu, dan tidak boleh juga mengadakan sesuatu yang menunjukkan simbol perayaannya, seperti: menampakkan kegembiraan dan kebahagiaan, memberikan hadiah-hadiah dan sejenisnya.

Hendaklah setiap muslim merasa mulia dan bangga dengan agamanya serta merasa cukup dengan apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya dalam agama yang lurus ini dan telah diridhoi Alloh untuk para Hamba-Nya.

Maka hendaknya tidak menambahi dan tidak mengurangi. Oleh karena itu hendaknya setiap Muslim tidak menjadi pengekor yang menirukan setiap ajakan, bahkan seharusnya, dengan menjalankan syariat Allah, pribadinya menjadi panutan yang ditiru, bukan yang meniru, sehingga menjadi suritauladan dan bukan penjiplak, karena Alhamdulillah, syariat Allah itu sungguh  sempurna dari segala sisinya, sebagaimana Firman-Nya:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu dan telah kucukupkan kepadamu  nikmat-Ku, dan telah kuridhai islam itu menjadi agamamu". [al-Maidah: 3]
                      
Seorang ibu lebih berhak untuk senantiasa  dihormati sepanjang tahun, daripada hanya satu hari itu saja, bahkan seorang ibu mempunyai hak terhadap anak-anaknya untuk dijaga dan dihormati serta ditaati selama bukan dalam kemaksiatan terhadap Allah, di setiap waktu dan tempat.

-------------------------
📚 Sumber: Nur 'ala ad-Darb, cet. Maktabah adh-Dhiya', hlm. 34-35, asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin

📝 Alih Bahasa: Abu Utbah Miqdad hafizhahullaah

🌐 مجموعة رياض الجنة

@salafybaturaja
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 NYANYIAN TERMASUK SEBAB TERBESAR TURUNNYA BENCANA

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata:

وقد علم كل ذي بصيرة وعلم بأحوال الناس أن فشو الغناء والملاهي في المجتمع من أعظم الأسباب لزوال النعم وحلول النقم وخراب الدولة.

"Setiap orang yang memiliki bashirah dan ilmu tentang keadaan manusia benar-benar mengetahui bahwa tersebarnya nyanyian dan hal-hal yang melalaikan di tengah-tengah masyarakat termasuk sebab terbesar hilangnya kenikmatan, datangnya hukuman, dan hancurnya negara."

📚 Fatawa Ibnu Baz, IV/162 | https://telegram.me/imambinbaz

@ForumSalafy
منتدى نشر الفـــــــوائد
Video
Konser salahsatu Band musik yang digulung ombak Tsunami di Pantai Anyer/Carita
.:
ADA YANG MENGATAKAN BAHWA: "MUSIBAH TIDAK TERKAIT DOSA DAN MAKSIAT, KARENA TERJADI JUGA GEDUNG YANG ROBOH DI MEKKAH". APA MUNGKIN DI MEKKAH ADA MAKSIAT?

🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin -hafizhahullah-

🗓 Dauroh "INDAHNYA INDONESIA TANPA LGBT DAN LIBERALISME" | Ahad, 3 Rabi'ul Awal 1440 H - 11 November 2018 di Masjid Ma'had 'Ibaadurrahman Mutihan, Gantiwarno, Klaten
(1,1 MB) - Durasi [00:04:11]

•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Forwarded from Audioku
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
::
🚇 DUA JALUR MASUKNYA PENYAKIT KE DALAM HATI DAN OBATNYA

🎙Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Muhammad As-Salman – rahimahullah – berkata:

“Dengarlah wahai orang-orang yang telah Allah hidupkan di atas Islam, mintalah untuk kamu diwafatkan di atasnya!

Wahai orang-orang yang telah Allah kenakan pakaian iman, bersungguh-sungguhlah untuk menjadi hamba yang bersih!

Duhai orang-orang yang telah Allah minta untuk menjaga Al-Qur’an, jadilah orang yang beriman kepadanya! Al-Qur’an menunjukkan kita perdagangan yang beruntung namun kita berlambat-lambat. Ia menghasung kita untuk zuhud kepada dunia, tetapi kita malah cinta kepadanya.

Wahai hamba-hamba Allah hendaknya orang yang hadir mendengar, yang mendengar tersadar, yang berdakwah mengamalkan kandungan dakwahnya, dan yang beramal agar ia ikhlas dalam amalannya.

Dan ketahuilah wahai anak keturunan Adam bahwa hatimu sakit dari dua sisi:

Pertama: penyelisihanmu terhadap perintah Allah.
Kedua: kelalaianmu dari mengingat Allah.

☝🏻Dan kamu tidak akan pernah mengecap kesembuhan sampai kamu menegakkan ketaatan dan senantiasa berdzikir mengingat Allah.

◾️ Kemudian, obatilah penyelisihan dengan bertaubat!
◾️ Dan sembuhkan kelalaian dengan selalu menghadap( inabah) dan kembali kepada Allah."


📖 Iyqaazhu Ulil Himamil ‘Aliyyah, Abdul ‘Aziz bin Muhammad As-Salman, hal. 272.

📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
.:
AUDIO PEMBAHASAN HUKUM LAGU, ALAT MUSIK DAN NYANYIAN DALAM KACAMATA ISLAM: NASYID "ISLAMY", MUSIK GAMBUS-QOSIDAH, REBANA/DUFF, DLL


🎙 Disampaikan Oleh:

▪️Al-Ustadz Muhammad Rijal, Lc hafizhahullah
▪️Al-Ustadz Ahmad Khodim hafizhahullah
▪️Al-Ustadz Muhammad As-Sewed hafizhahullah
▪️Al-Ustadz Abu Ishaq at-Thubany hafizhahullah
▪️Al-Ustadz Qomar Su'aidi hafizhahullah
▪️Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafizhahullah

•••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com