.:
🚇 APAKAH KOTORAN DAN KENCING HEWAN ITU NAJIS? BAGAIMANA DENGAN AIR KENCING UNTA?
Adapun dalam masalah kotoran dan kencing hewan, masih diperselisihkan kalangan ulama.
◾️Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa kotoran hewan –baik yang dimakan dagingnya maupun tidak– adalah najis, sebagaimana pendapat jumhur ulama dan Syafi’i.
◾️Sebagian yang lain berpendapat, yang najis hanya kotoran hewan yang tidak dimakan dagingnya.
◾️Sementara pendapat yang lain dari kalangan ulama dan – wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab – ini adalah pendapat yang kuat, pada asalnya semua kotoran hewan suci, kecuali ada nash yang mengatakan najis, maka barulah dikatakan najis.
Ini merupakan pendapat Ibnul Mundzir, dan dinukilkan Al-Imam An-Nawawi dalam Majmu’ Syarhil Muhadzdzab bahwa ini adalah perkataan Dawud Azh-Zhahiri, Ibrahim An-Nakha’i, dan Asy-Sya’bi. Pendapat ini juga didukung oleh Al-Imam Asy-Syaukani di dalam kitab-kitab beliau, di antaranya Nailul Authar dan Ad-Daraari.
Dari keterangan di atas, jelaslah bahwa tidak semua yang kotor pada wujudnya itu najis, kecuali ada nash yang menerangkan kenajisannya.
Misalnya tahi cicak, tidak ada nash yang menunjukkan kenajisannya, maka itu bukan najis. Namun bila dikatakan kotoran (sesuatu yang kotor) maka tahi cicak itu memang termasuk kotoran.
Hal lain yang berkaitan dengan masalah ini adalah kencing unta. Seperti kita ketahui, kencing unta adalah kotoran, namun bukan najis.
Bahkan ada riwayat dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu yang menerangkan bahwa Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk minum air kencing unta, sebagaimana tertera dalam Ash-Shahihain (Shahih Al-Bukhari no. 233) dan Shahih Muslim no. 1671) dan lainnya:
“Sekelompok orang dari Bani ‘Akl (Bani ‘Urainah) datang menemui Nabi. Namun mereka merasa tidak betah tinggal di Madinah karena sakit yang menimpa mereka. Rasulullah ﷺ pun memerintahkan agar didatangkan seekor unta betina yang banyak susunya dan menyuruh mereka minum air kencing dan susunya. Lalu mereka beranjak melakukannya. Ketika telah sehat, mereka membunuh penggembala ternak Nabi ﷺ dan meminum susu ternak itu.
Datanglah berita tentang peristiwa itu menjelang siang sehingga Rasulullah memerintahkan untuk mengikuti jejak mereka. Pada siang harinya mereka didatangkan ke hadapan Nabi, lalu beliau memerintahkan agar dipotong tangan dan kaki mereka, dicungkil matanya, dan dilemparkan ke tengah padang pasir yang panas. Mereka meminta-minta minum, namun tidak diberi minum.”
••••
📨 https://asysyariah.com/najis-mudah-dijumpai-jarang-dikenali/
| Penulis: Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim hafizhahullah
🚇 APAKAH KOTORAN DAN KENCING HEWAN ITU NAJIS? BAGAIMANA DENGAN AIR KENCING UNTA?
Adapun dalam masalah kotoran dan kencing hewan, masih diperselisihkan kalangan ulama.
◾️Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa kotoran hewan –baik yang dimakan dagingnya maupun tidak– adalah najis, sebagaimana pendapat jumhur ulama dan Syafi’i.
◾️Sebagian yang lain berpendapat, yang najis hanya kotoran hewan yang tidak dimakan dagingnya.
◾️Sementara pendapat yang lain dari kalangan ulama dan – wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab – ini adalah pendapat yang kuat, pada asalnya semua kotoran hewan suci, kecuali ada nash yang mengatakan najis, maka barulah dikatakan najis.
Ini merupakan pendapat Ibnul Mundzir, dan dinukilkan Al-Imam An-Nawawi dalam Majmu’ Syarhil Muhadzdzab bahwa ini adalah perkataan Dawud Azh-Zhahiri, Ibrahim An-Nakha’i, dan Asy-Sya’bi. Pendapat ini juga didukung oleh Al-Imam Asy-Syaukani di dalam kitab-kitab beliau, di antaranya Nailul Authar dan Ad-Daraari.
Dari keterangan di atas, jelaslah bahwa tidak semua yang kotor pada wujudnya itu najis, kecuali ada nash yang menerangkan kenajisannya.
Misalnya tahi cicak, tidak ada nash yang menunjukkan kenajisannya, maka itu bukan najis. Namun bila dikatakan kotoran (sesuatu yang kotor) maka tahi cicak itu memang termasuk kotoran.
Hal lain yang berkaitan dengan masalah ini adalah kencing unta. Seperti kita ketahui, kencing unta adalah kotoran, namun bukan najis.
Bahkan ada riwayat dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu yang menerangkan bahwa Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk minum air kencing unta, sebagaimana tertera dalam Ash-Shahihain (Shahih Al-Bukhari no. 233) dan Shahih Muslim no. 1671) dan lainnya:
“Sekelompok orang dari Bani ‘Akl (Bani ‘Urainah) datang menemui Nabi. Namun mereka merasa tidak betah tinggal di Madinah karena sakit yang menimpa mereka. Rasulullah ﷺ pun memerintahkan agar didatangkan seekor unta betina yang banyak susunya dan menyuruh mereka minum air kencing dan susunya. Lalu mereka beranjak melakukannya. Ketika telah sehat, mereka membunuh penggembala ternak Nabi ﷺ dan meminum susu ternak itu.
Datanglah berita tentang peristiwa itu menjelang siang sehingga Rasulullah memerintahkan untuk mengikuti jejak mereka. Pada siang harinya mereka didatangkan ke hadapan Nabi, lalu beliau memerintahkan agar dipotong tangan dan kaki mereka, dicungkil matanya, dan dilemparkan ke tengah padang pasir yang panas. Mereka meminta-minta minum, namun tidak diberi minum.”
••••
📨 https://asysyariah.com/najis-mudah-dijumpai-jarang-dikenali/
| Penulis: Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim hafizhahullah
:
🚇 HUKUM MENUANGKAN AIR DI ATAS KUBURAN
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin –rahimahullah-
Pertanyaan:
Apa hukum menyiram kuburan dengan air setelah selesai pemakaman beralasan agar tanah memadat satu dan yang lainnya?
Jawaban:
🚿Tidak mengapa untuk disiram karena air memadatkan tanah sehingga tidak pergi ke kanan dan ke kiri(runtuh).
❗Adapun keyakinan orang awam bahwa apabila mereka menuangkan air maka mereka telah mendinginkan orang yang dikubur, hal ini tidak ada landasan dalilnya.
[ Fatawa Ta’ziyah hal. 32, Al-Bida’ wal Muhdatsaat wa Ma Laa Ashla lahu hal. 324 – 325. ]
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
🚇 HUKUM MENUANGKAN AIR DI ATAS KUBURAN
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin –rahimahullah-
Pertanyaan:
Apa hukum menyiram kuburan dengan air setelah selesai pemakaman beralasan agar tanah memadat satu dan yang lainnya?
Jawaban:
🚿Tidak mengapa untuk disiram karena air memadatkan tanah sehingga tidak pergi ke kanan dan ke kiri(runtuh).
❗Adapun keyakinan orang awam bahwa apabila mereka menuangkan air maka mereka telah mendinginkan orang yang dikubur, hal ini tidak ada landasan dalilnya.
[ Fatawa Ta’ziyah hal. 32, Al-Bida’ wal Muhdatsaat wa Ma Laa Ashla lahu hal. 324 – 325. ]
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 Dari mana Datangnya Pebuatan Jelek dan Meninggalkan Kebaikan?
Al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah –rahimahullah- berkata:
“Adapun amalan-amalan kejelekan maka tempat tumbuhnya dari kejahilan dan kezaliman. Karena sesungguhnya seorang hamba tidaklah ia melakukan hal yang jelek kecuali disebabkan:
1. ketiadaan ilmunya bahwa hal tersebut adalah jelek,
2. ATAU dikarenakan (mengikuti) hawa nafsu dan syahwatnya, bersamaan ia mengetahui kejelekan hal tersebut.
Sehingga sebab yang pertama adalah kejahilan. Dan yang kedua adalah kezaliman.
Dan tidak pula ia meninggalkan suatu amalan kebaikan KECUALI karena :
1. ia tidak mengetahui bahwa hal itu baik
2. ATAU kecintaannya terhadap lawan dari kebaikan sebab sesuai dengan hawa nafsu dan cita-citanya.
📖 __Syifaa’ul Aliil__, Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, 2/ 944.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
🚇 Dari mana Datangnya Pebuatan Jelek dan Meninggalkan Kebaikan?
Al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah –rahimahullah- berkata:
“Adapun amalan-amalan kejelekan maka tempat tumbuhnya dari kejahilan dan kezaliman. Karena sesungguhnya seorang hamba tidaklah ia melakukan hal yang jelek kecuali disebabkan:
1. ketiadaan ilmunya bahwa hal tersebut adalah jelek,
2. ATAU dikarenakan (mengikuti) hawa nafsu dan syahwatnya, bersamaan ia mengetahui kejelekan hal tersebut.
Sehingga sebab yang pertama adalah kejahilan. Dan yang kedua adalah kezaliman.
Dan tidak pula ia meninggalkan suatu amalan kebaikan KECUALI karena :
1. ia tidak mengetahui bahwa hal itu baik
2. ATAU kecintaannya terhadap lawan dari kebaikan sebab sesuai dengan hawa nafsu dan cita-citanya.
📖 __Syifaa’ul Aliil__, Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, 2/ 944.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 PARA PELAWAK ITU....!!
Sebuah realita yang membuat hati orang-orang beriman menjadi sedih dengan banyaknya kemungkaran yang terjadi disekitarnya, diantara kemungkaran itu adalah adanya para pelawak yang berdusta dalam lawakkannya bahkan lebih dari itu, sebagian mereka menjadikan sesuatu dari syariat ini sebagai bahan gurauan hanya agar manusia bisa tertawa.
Yang lebih meyedihkan lagi ini menjadi tontonan kaum muslimin yang mereka tertawa dengan suguhan kemungkaran tersebut.
Ya... para pelawak itu...orientasinya hanya uang dan ketenaran berani berdusta atau bahkan berlelucon dengan mengunakan bagian dari syariat yang seharusnya kita muliakan.
Berkata asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah,
"Termasuk kedustaan yang terbesar ialah apa yang dilakukan oleh sebagian manusia pada hari ini, mereka datang membawa ucapan dusta yang mereka ketahui bahwa ucapan tersebut adalah dusta, mereka melakukan hal tersebut agar manusia tertawa.
Padahal telah datang hadits yang mengancam perbuatan tersebut.
Rasul 'alaihisshalatu wassalam bersabda,
« ويل للذي يحدث فيكذب ليضحك به القوم، ويل له، ويل له »
"Sungguh celaka orang yang berbicara dusta untuk membuat suatu kaum tertawa, sungguh celaka dia, sungguh celaka." (HR. Muslim)
Ini adalah sebuah ancaman kepada perkara yang dianggap remeh oleh kebanyakan manusia." (Syarh Riyadh ash Shaalihin :1/296-297)
Allah Ta’aala berfirman:
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya Kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.” (at-Taubah:65-66)
Berkata asy-Syaikh Al Allamah Abdurrahman Nashir As Sa’di:
“Sesungguhnya mengolok-ngolok Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya adalah kekufuran yang mengeluarkan pelakuknya dari agama, dikarenakan pokok agama adalah mengaggungkan Allah, agama dan rasul-Nya. Dan mengolok-ngolok dengan hal tersebut meniadakan pokok agama ini dan bertolak belakang dengan sebesar-besar bertolak belakang.” (Taisirul Karimir Rahman pada ayat ini)
Berkata asy-Syaikh Al-Allamah Shalih al Fauzan:
“Bahwasannya ayat tersebut menunjukan tentang kafirnya seseorang yang mengolok-ngolok dengan sesuatu yang didalamnya menyebutkan Allah, Rasulullah atau al-Qur’an.” (al Mulakhos, hlm.326)
Bertakwalah wahai para pelawak.... apa yang kalian lakukan perkara yang sangat berbahaya.
Abdullah al-Jakarty
@catatanku
▪▪▪▪▪▪▪▪
🚇 PARA PELAWAK ITU....!!
Sebuah realita yang membuat hati orang-orang beriman menjadi sedih dengan banyaknya kemungkaran yang terjadi disekitarnya, diantara kemungkaran itu adalah adanya para pelawak yang berdusta dalam lawakkannya bahkan lebih dari itu, sebagian mereka menjadikan sesuatu dari syariat ini sebagai bahan gurauan hanya agar manusia bisa tertawa.
Yang lebih meyedihkan lagi ini menjadi tontonan kaum muslimin yang mereka tertawa dengan suguhan kemungkaran tersebut.
Ya... para pelawak itu...orientasinya hanya uang dan ketenaran berani berdusta atau bahkan berlelucon dengan mengunakan bagian dari syariat yang seharusnya kita muliakan.
Berkata asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah,
"Termasuk kedustaan yang terbesar ialah apa yang dilakukan oleh sebagian manusia pada hari ini, mereka datang membawa ucapan dusta yang mereka ketahui bahwa ucapan tersebut adalah dusta, mereka melakukan hal tersebut agar manusia tertawa.
Padahal telah datang hadits yang mengancam perbuatan tersebut.
Rasul 'alaihisshalatu wassalam bersabda,
« ويل للذي يحدث فيكذب ليضحك به القوم، ويل له، ويل له »
"Sungguh celaka orang yang berbicara dusta untuk membuat suatu kaum tertawa, sungguh celaka dia, sungguh celaka." (HR. Muslim)
Ini adalah sebuah ancaman kepada perkara yang dianggap remeh oleh kebanyakan manusia." (Syarh Riyadh ash Shaalihin :1/296-297)
Allah Ta’aala berfirman:
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya Kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.” (at-Taubah:65-66)
Berkata asy-Syaikh Al Allamah Abdurrahman Nashir As Sa’di:
“Sesungguhnya mengolok-ngolok Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya adalah kekufuran yang mengeluarkan pelakuknya dari agama, dikarenakan pokok agama adalah mengaggungkan Allah, agama dan rasul-Nya. Dan mengolok-ngolok dengan hal tersebut meniadakan pokok agama ini dan bertolak belakang dengan sebesar-besar bertolak belakang.” (Taisirul Karimir Rahman pada ayat ini)
Berkata asy-Syaikh Al-Allamah Shalih al Fauzan:
“Bahwasannya ayat tersebut menunjukan tentang kafirnya seseorang yang mengolok-ngolok dengan sesuatu yang didalamnya menyebutkan Allah, Rasulullah atau al-Qur’an.” (al Mulakhos, hlm.326)
Bertakwalah wahai para pelawak.... apa yang kalian lakukan perkara yang sangat berbahaya.
Abdullah al-Jakarty
@catatanku
▪▪▪▪▪▪▪▪
::
🚇 REALITA PAHIT
Cukuplah kenyataan pahit yang ada, di era yang serba modern ini, keberadaan para remaja ISLAM (bukan kafir, bukan pula ateis) yang tidak tahu kemana mereka harus melangkah?
Dari kecil mereka tidak pernah diajari bagaimana Islam yang benar, apa itu al-Quran, siapa Rabb dan nabinya, bagaimana cara membaca al-Quran, apa itu surga dan neraka, ada apa setelah kematian, dan seterusnya dari perkara yang harus diketahui oleh setiap muslim.
Dari kecil yang ditekankan oleh orang tua adalah belajar yang pintar, agar kalau sudah besar menjadi orang besar dan sukses di dunia.
Di rumah, orang tua tidak perhatian, sibuk dengan pekerjaan, tidak tahu apa yang dilakukan anaknya, media apa yang dibaca, acara apa yang ditonton, siapa teman bermainnya, dan seterusnya.
Innalillah wa inna ilaihi raj’iun.
POTRET SURAM REMAJA ZAMAN
Cukuplah potret suram kehidupan remaja di masa kini, manakala mereka lepas kendali dan kontrol, terombang-ambing dalam pergaulan bebas, mengikuti hawa nafsu, menjadi korban rayuan iblis dan bala tentaranya, berbuat zalim, menyakiti saudaranya, berbuat keji, merusak kehormatan wanita, dll.
Penampilan mereka jauh dari penampilan islami. Tidak tercium dari mereka aroma harum islam dan ibadah. Wajahnya jarang tersentuh air wudhu. Anggota sujudnya sangat jauh dari tempat sujud.
Rambutnya acak-acakan dan dimodel meniru pujaan hatinya. Waktunya habis siang dan malam untuk mencari kepuasan. Yah, kepuasan semu yang tak kunjung datang.Semakin dicari, justru semakin menjauh.Tak jarang dari mereka yang hatinya begitu rapuh. Walaupun mereka memiliki fisik yang kuat, tapi hatinya lemah.
FAKTA REMAJA
Cukuplah kenyataan yang menyayat hati, ketika remaja islam tertimpa masalah berat, mereka menjadi stres berat. Akhirnya apa yang dilakukan? Tidak lain kecuali bunuh diri.
Entah dengan gantung diri, minum racun, menjatuhkan diri dari tempat yang tinggi, atau menghadang laju kereta api.
Seolah-olah dengan bunuh diri, masalah langsung selesai. Mengapa mereka tidak tahu, bahwa dengan kematian yang disebabkan karena bunuh diri akan membuat kehidupannya lebih susah. Kehidupan dimana?
Yah, kehidupan di alam kubur dan akhirat kelak.Kehidupan yang lebih mengerikan daripada kehidupan yang ada di dunia ini. Kehidupan yang tidak ada yang bisa menolong kecuali amal saleh yang dia lakukan di dunia.
Kalau seandainya orang tua tahu, azab apa yang sedang menimpa anaknya, niscaya mereka akan pingsan dan tidak bisa tidur.
SADARLAH!
Duhai orang tua, sadarlah, kasihanilah anakmu!
Selamatkanlah mereka dari azab yang mengerikan!
Selamatkan mereka dari bencana maksiat dan dosa.
Wahai remaja, kembalilah ke jalan Rabbmu, bertobatlah segera dari dosa-dosamu, sebelum malaikat maut menjemputmu, dan sebelum malaikat munkar dan nakir menyapamu.
Wahai remaja, tinggalkanlah jalan setan, yang menghiasi maksiat dengan keindahan. Ketahuilah olehmu, ini adalah kehidupan dunia yang terbentang tapi fana.
Kehidupan yang hakiki, hanyalah kehidupan di akhirat yang kekal dan abadi.
Semoga Allah menyelamatkan dirimu dan kita semua dari malapetaka di dunia dan akhirat
🌎 http://forumsalafy.net/remang-remang-remaja-dalam-sorotan/
___________
✍ BUNUH DIRI HUKUMNYA HARAM
Asy-Syaikh Dr. Shalih al-Fauzan hafizhahullah mengatakan:
حرم الله على الإنسان أن يقتل نفسه حتى لو مسه ما مسه من الهم والضيق، يصبر.
“Allah mengharamkan seseorang membunuh dirinya sendiri, walaupun dia ditimpa kesedihan dan kesempitan. Hendaknya dia bersabar.”
(Khatharul Intihar hlm. 18)
Sumber || https://goo.gl/u89Fhj
@ForumSalafy
🚇 REALITA PAHIT
Cukuplah kenyataan pahit yang ada, di era yang serba modern ini, keberadaan para remaja ISLAM (bukan kafir, bukan pula ateis) yang tidak tahu kemana mereka harus melangkah?
Dari kecil mereka tidak pernah diajari bagaimana Islam yang benar, apa itu al-Quran, siapa Rabb dan nabinya, bagaimana cara membaca al-Quran, apa itu surga dan neraka, ada apa setelah kematian, dan seterusnya dari perkara yang harus diketahui oleh setiap muslim.
Dari kecil yang ditekankan oleh orang tua adalah belajar yang pintar, agar kalau sudah besar menjadi orang besar dan sukses di dunia.
Di rumah, orang tua tidak perhatian, sibuk dengan pekerjaan, tidak tahu apa yang dilakukan anaknya, media apa yang dibaca, acara apa yang ditonton, siapa teman bermainnya, dan seterusnya.
Innalillah wa inna ilaihi raj’iun.
POTRET SURAM REMAJA ZAMAN
Cukuplah potret suram kehidupan remaja di masa kini, manakala mereka lepas kendali dan kontrol, terombang-ambing dalam pergaulan bebas, mengikuti hawa nafsu, menjadi korban rayuan iblis dan bala tentaranya, berbuat zalim, menyakiti saudaranya, berbuat keji, merusak kehormatan wanita, dll.
Penampilan mereka jauh dari penampilan islami. Tidak tercium dari mereka aroma harum islam dan ibadah. Wajahnya jarang tersentuh air wudhu. Anggota sujudnya sangat jauh dari tempat sujud.
Rambutnya acak-acakan dan dimodel meniru pujaan hatinya. Waktunya habis siang dan malam untuk mencari kepuasan. Yah, kepuasan semu yang tak kunjung datang.Semakin dicari, justru semakin menjauh.Tak jarang dari mereka yang hatinya begitu rapuh. Walaupun mereka memiliki fisik yang kuat, tapi hatinya lemah.
FAKTA REMAJA
Cukuplah kenyataan yang menyayat hati, ketika remaja islam tertimpa masalah berat, mereka menjadi stres berat. Akhirnya apa yang dilakukan? Tidak lain kecuali bunuh diri.
Entah dengan gantung diri, minum racun, menjatuhkan diri dari tempat yang tinggi, atau menghadang laju kereta api.
Seolah-olah dengan bunuh diri, masalah langsung selesai. Mengapa mereka tidak tahu, bahwa dengan kematian yang disebabkan karena bunuh diri akan membuat kehidupannya lebih susah. Kehidupan dimana?
Yah, kehidupan di alam kubur dan akhirat kelak.Kehidupan yang lebih mengerikan daripada kehidupan yang ada di dunia ini. Kehidupan yang tidak ada yang bisa menolong kecuali amal saleh yang dia lakukan di dunia.
Kalau seandainya orang tua tahu, azab apa yang sedang menimpa anaknya, niscaya mereka akan pingsan dan tidak bisa tidur.
SADARLAH!
Duhai orang tua, sadarlah, kasihanilah anakmu!
Selamatkanlah mereka dari azab yang mengerikan!
Selamatkan mereka dari bencana maksiat dan dosa.
Wahai remaja, kembalilah ke jalan Rabbmu, bertobatlah segera dari dosa-dosamu, sebelum malaikat maut menjemputmu, dan sebelum malaikat munkar dan nakir menyapamu.
Wahai remaja, tinggalkanlah jalan setan, yang menghiasi maksiat dengan keindahan. Ketahuilah olehmu, ini adalah kehidupan dunia yang terbentang tapi fana.
Kehidupan yang hakiki, hanyalah kehidupan di akhirat yang kekal dan abadi.
Semoga Allah menyelamatkan dirimu dan kita semua dari malapetaka di dunia dan akhirat
🌎 http://forumsalafy.net/remang-remang-remaja-dalam-sorotan/
___________
✍ BUNUH DIRI HUKUMNYA HARAM
Asy-Syaikh Dr. Shalih al-Fauzan hafizhahullah mengatakan:
حرم الله على الإنسان أن يقتل نفسه حتى لو مسه ما مسه من الهم والضيق، يصبر.
“Allah mengharamkan seseorang membunuh dirinya sendiri, walaupun dia ditimpa kesedihan dan kesempitan. Hendaknya dia bersabar.”
(Khatharul Intihar hlm. 18)
Sumber || https://goo.gl/u89Fhj
@ForumSalafy
Forum Salafy
Remang-remang Remaja Dalam Sorotan | Forum Salafy
Ditulis oleh: Ustadz Abu Umar Ibrohim Hafizhahulloh Kata orang, masa remaja adalah masa yang paling indah. Masa yang penuh kebebasan untuk berekspresi.
🗂🔉 Arsip Audio Klip FBF 41 s/d 50 :
Kisah Abu Zur'ah Ar-Razi ketika Sakaratul Maut
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4522
Empat Jenis Akhlak
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4534
Keutamaan Orang Fakir Miskin di Akhirat
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4540
Setelah Shirot lalu Qonthoroh
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4556
Memuji Allah ketika Terjadi Musibah
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4585
Kisah Mengharukan dalam Persahabatan
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4598
Tawadhu'-nya Amirul Mukminin
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4613
Empat Kiat Menjaga Keikhlasan Menuntut Ilmu
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4617
Berandai-andai Hidup di Zaman Nabi
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4627
Ketika Umur Mencapai 40 Tahun
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4639
⬅🔉Arsip Audio Klip FBF sebelumya :
⬅ 01 s/d 10 :
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4382
⬅ 11 s/d 20
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4411
⬅ 21 s/d 30
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4455
⬅ 31 s/d 40
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4511
Kisah Abu Zur'ah Ar-Razi ketika Sakaratul Maut
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4522
Empat Jenis Akhlak
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4534
Keutamaan Orang Fakir Miskin di Akhirat
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4540
Setelah Shirot lalu Qonthoroh
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4556
Memuji Allah ketika Terjadi Musibah
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4585
Kisah Mengharukan dalam Persahabatan
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4598
Tawadhu'-nya Amirul Mukminin
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4613
Empat Kiat Menjaga Keikhlasan Menuntut Ilmu
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4617
Berandai-andai Hidup di Zaman Nabi
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4627
Ketika Umur Mencapai 40 Tahun
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4639
⬅🔉Arsip Audio Klip FBF sebelumya :
⬅ 01 s/d 10 :
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4382
⬅ 11 s/d 20
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4411
⬅ 21 s/d 30
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4455
⬅ 31 s/d 40
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/4511
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
Forwarded from Daurah Nasional "asy-Syari'ah" Ahlus Sunnah wal Jama'ah
🌅🛰 Dengan memuji Allah Ta'ala semata, kembali hadir biidznillah KAJIAN ISLAM ILMIAH AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH "ASY-SYARI'AH" ke-15
📆 InsyaAllah 1 - 8 Jumadal Ula 1439 H / 18 - 25 Januari 2018 M
🌠 Daurah ini terselenggara dengan bimbingan dan arahan asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah.
🕹 Pembicara:
Asy-Syaikh Abdul Wahid al-Madkhali hafizhahullah (Kerajaan Arab Saudi)
KAJIAN ILMIAH UMUM
1️⃣ 🗓 Kamis, 1 Jumadal Ula 1439 H / 18 Januari 2018 M
🕰 Pukul 10.00-14.00 WIB
"Keindahan Agama Islam: Wajib Menaati Pemerintah"
🕌 Tempat: Masjid Al-Mujahidin, Jln Anggrek Neli murni VII Blok A, Slipi, Jakarta Barat
📲 CP : 081513978370
08129394826
2️⃣ 🗓 Sabtu, 3 Jumadal Ula 1439 H / 20 Januari 2018 M
🕰 Pukul 09.00-14.00 WIB
"Keindahan Agama Islam: Kewajiban Bersatu di Atas Agama Allah"
🕌 Tempat: Masjid Agung Karanganyar, Karanganyar
📞 CP : 085293663672
082226316967
📚 KAJIAN KHUSUS ASATIDZAH
🗓 5 - 8 Jumadal Ula 1439 H / 22 - 25 Januari 2018 M
Materi :
1️⃣ al-Ushul as-Sittah
2️⃣ al-Qawaid al-Arba'
🏣 Tempat: Embarkasi Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali.
📞 CP : 085236523991
081328078414
082153830775
📲📶 )))) Insyaallah akan ada muhadhoroh via telepon (teleconference) bersama :
1️⃣ Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah
2️⃣ Asy-Syaikh 'Ubaid bin Abdillah al-Jabiri hafizhahullah
3️⃣ Asy-Syaikh 'Abdullah bin 'Abdurrahim al-Bukhari hafizhahullah
~~~~~~~~~~~~~
Penyelenggara :
🏷 Yayasan "Asy-Syariah" Yogyakarta
🏷 Yayasan Islam "Riyadhul Jannah as-Salafiyah" Bogor
🏷 Yayasan "Daarus Salaf" Sukoharjo
____
Channel Daurah Nasional asy-Syari’ah Ahlussunnah wal Jama’ah
📁 JOIN Channel https://t.me/daurahnasional
🌏 www.daurahnasional.com
📆 InsyaAllah 1 - 8 Jumadal Ula 1439 H / 18 - 25 Januari 2018 M
🌠 Daurah ini terselenggara dengan bimbingan dan arahan asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah.
🕹 Pembicara:
Asy-Syaikh Abdul Wahid al-Madkhali hafizhahullah (Kerajaan Arab Saudi)
KAJIAN ILMIAH UMUM
1️⃣ 🗓 Kamis, 1 Jumadal Ula 1439 H / 18 Januari 2018 M
🕰 Pukul 10.00-14.00 WIB
"Keindahan Agama Islam: Wajib Menaati Pemerintah"
🕌 Tempat: Masjid Al-Mujahidin, Jln Anggrek Neli murni VII Blok A, Slipi, Jakarta Barat
📲 CP : 081513978370
08129394826
2️⃣ 🗓 Sabtu, 3 Jumadal Ula 1439 H / 20 Januari 2018 M
🕰 Pukul 09.00-14.00 WIB
"Keindahan Agama Islam: Kewajiban Bersatu di Atas Agama Allah"
🕌 Tempat: Masjid Agung Karanganyar, Karanganyar
📞 CP : 085293663672
082226316967
📚 KAJIAN KHUSUS ASATIDZAH
🗓 5 - 8 Jumadal Ula 1439 H / 22 - 25 Januari 2018 M
Materi :
1️⃣ al-Ushul as-Sittah
2️⃣ al-Qawaid al-Arba'
🏣 Tempat: Embarkasi Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali.
📞 CP : 085236523991
081328078414
082153830775
📲📶 )))) Insyaallah akan ada muhadhoroh via telepon (teleconference) bersama :
1️⃣ Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah
2️⃣ Asy-Syaikh 'Ubaid bin Abdillah al-Jabiri hafizhahullah
3️⃣ Asy-Syaikh 'Abdullah bin 'Abdurrahim al-Bukhari hafizhahullah
~~~~~~~~~~~~~
Penyelenggara :
🏷 Yayasan "Asy-Syariah" Yogyakarta
🏷 Yayasan Islam "Riyadhul Jannah as-Salafiyah" Bogor
🏷 Yayasan "Daarus Salaf" Sukoharjo
____
Channel Daurah Nasional asy-Syari’ah Ahlussunnah wal Jama’ah
📁 JOIN Channel https://t.me/daurahnasional
🌏 www.daurahnasional.com