::
🚇 APA PENYEBAB SEBAGIAN IKHWAH SULIT/ BERMALAS-MALASAN KETIKA DIAJAK BERTA'AWWUN? BIASANYA YANG TA'AWWUN HANYA IKHWAH ITU-ITU SAJA
🎙Oleh :
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin حفظه الله
📆 Audio Kajian "Ta'awwun Dalam Dakwah" | Sabtu, 4 Rabi'uts Tsani 1439 H ~ 23 Desember 2017 di Rumah Belajar As-Salafy, Manglayang Regency, Cimekar, Cileunyi, Bandung
📊 Durasi 12:26 [3,1 MB]
(*) Juga Penjelasan maksud dan ukuran "berta'awwun semampunya"
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
🚇 APA PENYEBAB SEBAGIAN IKHWAH SULIT/ BERMALAS-MALASAN KETIKA DIAJAK BERTA'AWWUN? BIASANYA YANG TA'AWWUN HANYA IKHWAH ITU-ITU SAJA
🎙Oleh :
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin حفظه الله
📆 Audio Kajian "Ta'awwun Dalam Dakwah" | Sabtu, 4 Rabi'uts Tsani 1439 H ~ 23 Desember 2017 di Rumah Belajar As-Salafy, Manglayang Regency, Cimekar, Cileunyi, Bandung
📊 Durasi 12:26 [3,1 MB]
(*) Juga Penjelasan maksud dan ukuran "berta'awwun semampunya"
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
⬆📚 BULETIN AL-FAIDAH 📜⬆
EDISI 36, Vol 2/Tahun 4/1439 H.
"HIDUP ASYIK TANPA MUSIK"
Dapatkan edisi lengkapnya di:
🌍 http://www.tamaamulminnah.com/
JOIN Telegram
📲 @TamaamulMinnah
EDISI 36, Vol 2/Tahun 4/1439 H.
"HIDUP ASYIK TANPA MUSIK"
Dapatkan edisi lengkapnya di:
🌍 http://www.tamaamulminnah.com/
JOIN Telegram
📲 @TamaamulMinnah
::
🚇 PESTA TAHUN BARU MASEHI
Perayaan malam tahun baru Masehi selalu identik dengan acara-acara seperti berikut:
- Meniup terompet [tasyabbuh]
- Bertukaran hadiah [tasyabbuh]
- Menyalakan kembang api [mubazir]
- Konvoi [kejahilan]
- Menghitung detik-detik tengah malam [kejahilan]
- Menonton layanan malam [haram]
- Berpesta pora di larut malam [kemaksiatan]
- Dan lain-lain
⛔️ Pelanggaran-pelanggaran lainnya:
- Kumpul campur baur pria-wanita [haram]
- Pesta musik, disko, dan menari [haram]
- Pesta miras dan narkoba [dosa besar]
- Perjudian [dosa besar]
- Kegaduhan dan perkelahian [maksiat]
- Membuang-buang waktu [mubadzir]
- Menghabiskan waktu dan tenaga [kejahilan]
- Menghambur-hamburkan uang [mubazir]
- Mengganggu kesehatan fisik [sia-sia]
- Begadang hingga luput dari shalat subuh [dosa besar]
- Tidak mengingkari kemungkaran [dosa]
- Ikut dalam berbagai kemaksiatan [dosa]
- Mengganggu istirahat orang lain [dosa]
- Dan lain-lain
Telah disinggung sebelumnya bahwa tahun baru Masehi sangat erat kaitannya dengan unsur keagamaan Nasrani. Namun walaupun demikian realitanya, tidak sedikit di antara anak-anak muslimin yang terjerembab ke dalam jurang-jurang kejahilan tersebut.
Bandingkan saja. Peringatan tahun baru Hijriyah merupakan kesia-siaan belaka karena hal itu tidak pernah ada tuntunannya dari Rasulullah maupun para Sahabat. Kendati tahun Hijriyah telah disepakati sebagai kalender resmi kaum muslimin secara absah. Sebab segala bentuk perbuatan yang disandarkan kepada Islam harus memiliki asas dasar dari Alqur'an maupun Sunnah Nabawiyah.
Lalu bagaimana dengan pemeriahan tahun baru Masehi yang bersumber dari kaum Nasrani? Ini merupakan perbuatan 'tasyabbuh', yakni bentuk penyerupaan diri kepada adat kegamaan orang-orang kafir. Dan tasyabbuh telah dilarang oleh Rasulullah -shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau bersabda:
مَنْ تَشَبّهَ بِقَوْم فَهُوَ مِنْهُم.
"Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut."
(HR. Bukhori dan yang selainnya)
••••
AD al-Pasimiy
📨 https://alpasimiy.com/ada-apa-dengan-natal-dan-tahun-baru-masehi/
🚇 PESTA TAHUN BARU MASEHI
Perayaan malam tahun baru Masehi selalu identik dengan acara-acara seperti berikut:
- Meniup terompet [tasyabbuh]
- Bertukaran hadiah [tasyabbuh]
- Menyalakan kembang api [mubazir]
- Konvoi [kejahilan]
- Menghitung detik-detik tengah malam [kejahilan]
- Menonton layanan malam [haram]
- Berpesta pora di larut malam [kemaksiatan]
- Dan lain-lain
⛔️ Pelanggaran-pelanggaran lainnya:
- Kumpul campur baur pria-wanita [haram]
- Pesta musik, disko, dan menari [haram]
- Pesta miras dan narkoba [dosa besar]
- Perjudian [dosa besar]
- Kegaduhan dan perkelahian [maksiat]
- Membuang-buang waktu [mubadzir]
- Menghabiskan waktu dan tenaga [kejahilan]
- Menghambur-hamburkan uang [mubazir]
- Mengganggu kesehatan fisik [sia-sia]
- Begadang hingga luput dari shalat subuh [dosa besar]
- Tidak mengingkari kemungkaran [dosa]
- Ikut dalam berbagai kemaksiatan [dosa]
- Mengganggu istirahat orang lain [dosa]
- Dan lain-lain
Telah disinggung sebelumnya bahwa tahun baru Masehi sangat erat kaitannya dengan unsur keagamaan Nasrani. Namun walaupun demikian realitanya, tidak sedikit di antara anak-anak muslimin yang terjerembab ke dalam jurang-jurang kejahilan tersebut.
Bandingkan saja. Peringatan tahun baru Hijriyah merupakan kesia-siaan belaka karena hal itu tidak pernah ada tuntunannya dari Rasulullah maupun para Sahabat. Kendati tahun Hijriyah telah disepakati sebagai kalender resmi kaum muslimin secara absah. Sebab segala bentuk perbuatan yang disandarkan kepada Islam harus memiliki asas dasar dari Alqur'an maupun Sunnah Nabawiyah.
Lalu bagaimana dengan pemeriahan tahun baru Masehi yang bersumber dari kaum Nasrani? Ini merupakan perbuatan 'tasyabbuh', yakni bentuk penyerupaan diri kepada adat kegamaan orang-orang kafir. Dan tasyabbuh telah dilarang oleh Rasulullah -shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau bersabda:
مَنْ تَشَبّهَ بِقَوْم فَهُوَ مِنْهُم.
"Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut."
(HR. Bukhori dan yang selainnya)
••••
AD al-Pasimiy
📨 https://alpasimiy.com/ada-apa-dengan-natal-dan-tahun-baru-masehi/
::
🚇 MENUNGGU DETIK-DETIK PERGANTIAN TAHUN??
Tentu mereka tidak pernah sudi untuk dikatakan bodoh. Tapi lihatlah tingkah kurang kerjaan seperti ini benar-benar nyata di depan mata. Kita bisa menyaksikan kejahilan ini terjadi di mana-mana. Allahul Musta'an.
Padahal coba dinginkan kepala lalu renungkan sekali lagi. Apa manfaat yang bisa didapat dari kesia-siaan ini? Ditunggu ataupun tidak ditunggu, toh tahun tetap akan berganti!
Seharusnya mereka menghitung detik-detik umur yang kian hari kian mengurangi masa hidup. Sementara bekal amatlah jauh untuk dikata cukup. Andai ajal di kala itu datang menjemput, maka itulah di antara su'ul khotimah. Dengan maksiat usia pun ditutup.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
[Surat Al-Hashr 18]
IKUT-IKUTAN NIUP TEROMPET??
Meniup terompet adalah kebiasaan orang-orang Yahudi. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, ketika Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam sedang memikirkan bagaimana cara mengumpulkan manusia untuk shalat. Di antara para Sahabat ada yang menyarankan dengan cara meniup _al-qun’u_ yaitu terompet atau terompet Yahudi. Namun Beliau tidak menyukainya dan bersabda:
ﻫُﻮَ ﻣِﻦْ ﺃَﻣْﺮِ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮْﺩِ
"Meniup terompet adalah adat orang Yahudi."
(Shahih Sunan Abu Dawud no. 511)
===========================
Kasyfu Syubhat:
Sebagian pemuda yang sok ilmiah berdalih dengan Israfil, "Bukankah malaikat Israfil ditugaskan meniup sangkakala? yaitu terompet yang berbentuk tanduk?"
Jawaban pertama:
Jangan coba-coba membenturkan dala'il yang shahih. Jika satu sama lain terdapat kontradiksi secara zhahir maka lihatlah kadar keilmuanmu yang serba kurang dan lemah.
Jawaban kedua:
Perintah dan larangan yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad -shallallahu 'alaihi wasallam adalah syari'at yang berlaku di kalangan manusia dan jin hingga akhir zaman. Tidak termasuk malaikat, karena mereka memiliki tugas dan perintah yang berbeda. Jangan disamakan antara larangan islam terhadap tasyabbuh dengan tugas para malaikat.
===========================
Maka jauhilah acara-acara penyambutan tahun baru, terlebih lagi hari Natal. Walaupun hanya sekadar ikut-ikutan. Walaupun sekadar kumpul dan duduk-duduk di pinggir jalan. Walaupun hanya sekadar meramaikan suasana tahun baru. Semuanya adalah perbuatan tercela dan tidak ada manfaatnya.
Mengikutinya termasuk penyerupaan diri terhadap orang-orang kafir. Bentuk kegiatannya adalah kerusakan dan kemaksiatan. Meridhainya adalah bukti kelemahan iman kepada Allah. Dan mengikutinya adalah wujud tolong-menolong dalam dosa dan kemaksiatan. Allah Ta'ala berfirman:
ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya."
[Surat Al-Ma'idah 2]
Semoga Allah memberi taufik kepada kita semua. Amin.
والله أعلم بالصواب والعلم عند الله.
Dikumpulkan dari berbagai sumber
••••
AD al-Pasimiy
📨 https://alpasimiy.com/ada-apa-dengan-natal-dan-tahun-baru-masehi/
🚇 MENUNGGU DETIK-DETIK PERGANTIAN TAHUN??
Tentu mereka tidak pernah sudi untuk dikatakan bodoh. Tapi lihatlah tingkah kurang kerjaan seperti ini benar-benar nyata di depan mata. Kita bisa menyaksikan kejahilan ini terjadi di mana-mana. Allahul Musta'an.
Padahal coba dinginkan kepala lalu renungkan sekali lagi. Apa manfaat yang bisa didapat dari kesia-siaan ini? Ditunggu ataupun tidak ditunggu, toh tahun tetap akan berganti!
Seharusnya mereka menghitung detik-detik umur yang kian hari kian mengurangi masa hidup. Sementara bekal amatlah jauh untuk dikata cukup. Andai ajal di kala itu datang menjemput, maka itulah di antara su'ul khotimah. Dengan maksiat usia pun ditutup.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
[Surat Al-Hashr 18]
IKUT-IKUTAN NIUP TEROMPET??
Meniup terompet adalah kebiasaan orang-orang Yahudi. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, ketika Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam sedang memikirkan bagaimana cara mengumpulkan manusia untuk shalat. Di antara para Sahabat ada yang menyarankan dengan cara meniup _al-qun’u_ yaitu terompet atau terompet Yahudi. Namun Beliau tidak menyukainya dan bersabda:
ﻫُﻮَ ﻣِﻦْ ﺃَﻣْﺮِ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮْﺩِ
"Meniup terompet adalah adat orang Yahudi."
(Shahih Sunan Abu Dawud no. 511)
===========================
Kasyfu Syubhat:
Sebagian pemuda yang sok ilmiah berdalih dengan Israfil, "Bukankah malaikat Israfil ditugaskan meniup sangkakala? yaitu terompet yang berbentuk tanduk?"
Jawaban pertama:
Jangan coba-coba membenturkan dala'il yang shahih. Jika satu sama lain terdapat kontradiksi secara zhahir maka lihatlah kadar keilmuanmu yang serba kurang dan lemah.
Jawaban kedua:
Perintah dan larangan yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad -shallallahu 'alaihi wasallam adalah syari'at yang berlaku di kalangan manusia dan jin hingga akhir zaman. Tidak termasuk malaikat, karena mereka memiliki tugas dan perintah yang berbeda. Jangan disamakan antara larangan islam terhadap tasyabbuh dengan tugas para malaikat.
===========================
Maka jauhilah acara-acara penyambutan tahun baru, terlebih lagi hari Natal. Walaupun hanya sekadar ikut-ikutan. Walaupun sekadar kumpul dan duduk-duduk di pinggir jalan. Walaupun hanya sekadar meramaikan suasana tahun baru. Semuanya adalah perbuatan tercela dan tidak ada manfaatnya.
Mengikutinya termasuk penyerupaan diri terhadap orang-orang kafir. Bentuk kegiatannya adalah kerusakan dan kemaksiatan. Meridhainya adalah bukti kelemahan iman kepada Allah. Dan mengikutinya adalah wujud tolong-menolong dalam dosa dan kemaksiatan. Allah Ta'ala berfirman:
ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya."
[Surat Al-Ma'idah 2]
Semoga Allah memberi taufik kepada kita semua. Amin.
والله أعلم بالصواب والعلم عند الله.
Dikumpulkan dari berbagai sumber
••••
AD al-Pasimiy
📨 https://alpasimiy.com/ada-apa-dengan-natal-dan-tahun-baru-masehi/
::
🚇 MEMBELI BARANG SAAT DISKON TAHUN BARU
P e r t a n y a a n :
Bolehkah memanfaatkan waktu tahun baru untuk membeli barang yang mendapat potongan harga karena momen tersebut ?
Yang saya tanyakan jika barang tersebut didiskon karena tahun baru. Jadi, hari biasa tidak didiskon, sedangkan saat tahun baru didiskon 25%.
J a w a b a n :
Jika beli barang karena diskon, tidak masalah. Namun, jika karena momen tahun baru, natal, atau ulang tahun sebuah kota; tidak boleh.
Pihak penjual biasa melakukan promo barang pada momen tertentu: musim liburan, tahun baru, natal, hari besar Islam, dan awal pemasaran. Semua terkait dengan penjual.
Pihak pembeli dikaitkan dengan niatnya. Jika beli dengan niat mencari harga murah tanpa mementingkan momen diskon, tidak masalah. Jika membeli karena menyemarakkan momen yang melanggar syar’i, tidak boleh.
🚇 MELIHAT PETASAN TAHUN BARU
Apakah kita melihat petasan saat tahun baru berarti kita ikut merayakannya?
J a w a b a n :
Jika perbuatan tersebut diiringi dengan perasaan suka, ridha, dan dukungan; maka jelas tidak boleh. Namun, jika melihat karena kita lewat atau tampak dari kejauhan tanpa rasa ridha, maka tidak masalah.
••••
📚Rubrik Tanya Jawab Ringkas Majalah Asy-Syariah edisi 101 | Dijawab oleh Al-Ustadz Muhammad Afifuddin Hafizahulloh
📨 https://asysyariah.com/tanya-jawab-ringkas-edisi-101/
🚇 MEMBELI BARANG SAAT DISKON TAHUN BARU
P e r t a n y a a n :
Bolehkah memanfaatkan waktu tahun baru untuk membeli barang yang mendapat potongan harga karena momen tersebut ?
Yang saya tanyakan jika barang tersebut didiskon karena tahun baru. Jadi, hari biasa tidak didiskon, sedangkan saat tahun baru didiskon 25%.
J a w a b a n :
Jika beli barang karena diskon, tidak masalah. Namun, jika karena momen tahun baru, natal, atau ulang tahun sebuah kota; tidak boleh.
Pihak penjual biasa melakukan promo barang pada momen tertentu: musim liburan, tahun baru, natal, hari besar Islam, dan awal pemasaran. Semua terkait dengan penjual.
Pihak pembeli dikaitkan dengan niatnya. Jika beli dengan niat mencari harga murah tanpa mementingkan momen diskon, tidak masalah. Jika membeli karena menyemarakkan momen yang melanggar syar’i, tidak boleh.
🚇 MELIHAT PETASAN TAHUN BARU
Apakah kita melihat petasan saat tahun baru berarti kita ikut merayakannya?
J a w a b a n :
Jika perbuatan tersebut diiringi dengan perasaan suka, ridha, dan dukungan; maka jelas tidak boleh. Namun, jika melihat karena kita lewat atau tampak dari kejauhan tanpa rasa ridha, maka tidak masalah.
••••
📚Rubrik Tanya Jawab Ringkas Majalah Asy-Syariah edisi 101 | Dijawab oleh Al-Ustadz Muhammad Afifuddin Hafizahulloh
📨 https://asysyariah.com/tanya-jawab-ringkas-edisi-101/
::
🚇 AKIBAT BURUK / BAHAYA PENYAKIT LIWATH HOMOSEKSUAL- LGBT : LESBIAN, GAY, BISEKSUAL, TRANSGENDER
🔬 Disampaikan Oleh:
◾️Al-Ustadz Usamah Faishal Mahri hafizhahullah
| Durasi: 28:44 (5,15 MB)
◾️Al-Ustadz Qomar Su'aidi, Lc. hafizhahullah
| Durasi 1:13:38 (8,60 MB)
◾️Al-Ustadz Muhammad Afifuddin hafizhahullah
| Durasi 05:33 (1,5 MB)
••••
💾 Channel Telegram:
https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
🚇 AKIBAT BURUK / BAHAYA PENYAKIT LIWATH HOMOSEKSUAL- LGBT : LESBIAN, GAY, BISEKSUAL, TRANSGENDER
🔬 Disampaikan Oleh:
◾️Al-Ustadz Usamah Faishal Mahri hafizhahullah
| Durasi: 28:44 (5,15 MB)
◾️Al-Ustadz Qomar Su'aidi, Lc. hafizhahullah
| Durasi 1:13:38 (8,60 MB)
◾️Al-Ustadz Muhammad Afifuddin hafizhahullah
| Durasi 05:33 (1,5 MB)
••••
💾 Channel Telegram:
https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 TEROMPET ADALAH SYI'AR YAHUDI, LONCENG ADALAH SYI'AR NASRANI
عَنْ أَبِي عُمَيْرٍ ابْنِ أَنَسٍ عَنْ عُمُوْمَةٍ لَهُ مِنَ اْلأَنْصَارِ قَالَ: اهْتَمَّالنَّبِيُّ لِلصَّلاَةِ كَيْفَ يَجْمَعُ النَّاسَ لَهَا فَقِيْلَ لَهُ: انْصِبْ رَايَةً عِنْدَحُضُوْرِ الصَّلاَةِ فَإِذَا رَأَوْهَا أَذَّنَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا. فَلَمْ يُعْجِبْهُ ذَلِكَ.قَالَ: فَذُكِرَ لَهُ الْقُنْعُ، يَعْنِي الشَّبُّوْرَ ) وَفِي رِوَايَةٍ: شَبُّوُرُ الْيَهُوْدِ(فَلَمْ يُعْجِبْهُ ذَلِكَ، وَقَالَ: هُوَ مِنْ أَمْرِ الْيَهُوْدِ. قَالَ: فَذُكِرَ لَهُ.النَّاقُوْسُ. فَقَالَ: هُوَ مِنْ أَمْرِ النَّصَارَى. فَانْصَرَفَ عَبْدُ اللهِ بْن ُزَيْد ٍ بْنِ عَبْد ِ رَبِّهِ، وَهُوَ مُهْتَمٌ لِهَمِّ رَسُوْلِ اللهِ فَأُرِيَ اْلأَذَانَ فِي مَنَامِهِ
Dari Abu ‘Umair bin Anas dari paman-pamannya dari kalangan Anshar berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammemikirkan tentang shalat, yaitu bagaimana cara mengumpulkan manusia untuk shalat. Dikatakan kepada beliau, “Kibarkan bendera saat tiba waktu shalat. Jika kaum muslimin melihatnya, maka sebagian menyeru (memberi tahu) kepada yang lain.”Namun beliau tidak menyukai hal itu.
Kemudian Abu ‘Umair berkata, “Lantas disebutkan kepada beliau tentang al-Qun’u yaitu terompet (dalam satu riwayat: terompet Yahudi) dan beliau tetap tidak menyukainya dan bersabda,
هُوَ مِنْ أَمْرِ الْيَهُوْد
‘Terompet itu dari Yahudi’.”
Abu ‘Umair berkata, “Disebutkan kepada beliau tentang lonceng. Maka beliau bersabda,
هُوَ مِنْ أَمْرِ النَّصَارَى
‘Lonceng itu dari Nasrani’.”
Pulanglah Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbihi, dan dia adalah orang yang perhatian terhadap apa yang dipikirkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maka dia diperlihatkan adzan dalam tidurnya.”
(Ini adalah hadits sahih yang kami riwayatkan dalam kitab kami Shahih Sunan Abu Dawud no. 511 dan kami sebutkan di dalam kitab itu para imam yang menyatakan sahih).
••••
📨 Sumber: http://asysyariah.com/hadits-tentang-menyelisihi-kuffar/ | Judul asli "Hadits Tentang Menyelisihi Kuffar"
🚇 TEROMPET ADALAH SYI'AR YAHUDI, LONCENG ADALAH SYI'AR NASRANI
عَنْ أَبِي عُمَيْرٍ ابْنِ أَنَسٍ عَنْ عُمُوْمَةٍ لَهُ مِنَ اْلأَنْصَارِ قَالَ: اهْتَمَّالنَّبِيُّ لِلصَّلاَةِ كَيْفَ يَجْمَعُ النَّاسَ لَهَا فَقِيْلَ لَهُ: انْصِبْ رَايَةً عِنْدَحُضُوْرِ الصَّلاَةِ فَإِذَا رَأَوْهَا أَذَّنَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا. فَلَمْ يُعْجِبْهُ ذَلِكَ.قَالَ: فَذُكِرَ لَهُ الْقُنْعُ، يَعْنِي الشَّبُّوْرَ ) وَفِي رِوَايَةٍ: شَبُّوُرُ الْيَهُوْدِ(فَلَمْ يُعْجِبْهُ ذَلِكَ، وَقَالَ: هُوَ مِنْ أَمْرِ الْيَهُوْدِ. قَالَ: فَذُكِرَ لَهُ.النَّاقُوْسُ. فَقَالَ: هُوَ مِنْ أَمْرِ النَّصَارَى. فَانْصَرَفَ عَبْدُ اللهِ بْن ُزَيْد ٍ بْنِ عَبْد ِ رَبِّهِ، وَهُوَ مُهْتَمٌ لِهَمِّ رَسُوْلِ اللهِ فَأُرِيَ اْلأَذَانَ فِي مَنَامِهِ
Dari Abu ‘Umair bin Anas dari paman-pamannya dari kalangan Anshar berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammemikirkan tentang shalat, yaitu bagaimana cara mengumpulkan manusia untuk shalat. Dikatakan kepada beliau, “Kibarkan bendera saat tiba waktu shalat. Jika kaum muslimin melihatnya, maka sebagian menyeru (memberi tahu) kepada yang lain.”Namun beliau tidak menyukai hal itu.
Kemudian Abu ‘Umair berkata, “Lantas disebutkan kepada beliau tentang al-Qun’u yaitu terompet (dalam satu riwayat: terompet Yahudi) dan beliau tetap tidak menyukainya dan bersabda,
هُوَ مِنْ أَمْرِ الْيَهُوْد
‘Terompet itu dari Yahudi’.”
Abu ‘Umair berkata, “Disebutkan kepada beliau tentang lonceng. Maka beliau bersabda,
هُوَ مِنْ أَمْرِ النَّصَارَى
‘Lonceng itu dari Nasrani’.”
Pulanglah Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbihi, dan dia adalah orang yang perhatian terhadap apa yang dipikirkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maka dia diperlihatkan adzan dalam tidurnya.”
(Ini adalah hadits sahih yang kami riwayatkan dalam kitab kami Shahih Sunan Abu Dawud no. 511 dan kami sebutkan di dalam kitab itu para imam yang menyatakan sahih).
••••
📨 Sumber: http://asysyariah.com/hadits-tentang-menyelisihi-kuffar/ | Judul asli "Hadits Tentang Menyelisihi Kuffar"