.:
🚇 PEMERINTAH YANG TIDAK BERHUKUM DENGAN HUKUM ALLAH TA'ALA LANGSUNG DIVONIS THOGHUT?
(Oleh : Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafidzahullah)
P E R T A N Y A A N :
Benarkah Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab atTamimiy * dalam fatwanya mengatakan pemerintah yang tidak berhukum dengan hukum Islam termasuk THOGHUT dan Saudi termasuk di dalamnya?
J A W A B A N:
Pertama, Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab tidaklah memahami ayat tentang tidak berhukum dengan hukum Allah seperti pemahaman Khawarij.
Beliau memberikan penjelasan sebagaimana penjelasan Ulama Ahlussunnah.
Para Ulama Ahlussunnah telah menjelaskan bahwa orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah itu bermacam-macam keadaannya, bisa sampai pada taraf kafir, bisa juga fasiq, atau dzhalim.
Sebagaimana hal itu disebutkan secara berbeda oleh al-Quran, kadang disebut kafir, kadang disebut fasiq, dan kadang disebut dzhalim.
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ
_"Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang Allah turunkan, maka mereka ini adalah orang-orang kafir"_ (Q.S al-Maaidah ayat 44)
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
_"Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang Allah turunkan, maka mereka ini adalah orang-orang yang dzhalim"_ (Q.S al-Maaidah ayat 45)
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
_"Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang Allah turunkan, maka mereka ini adalah orang-orang yang fasiq"_ (Q.S al-Maaidah ayat 47)
◼ Barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah,
- namun ia masih meyakini bahwa hukum Allah tidak sama dan jelas lebih baik daripada seluruh hukum yang lain,
- dan ia benar-benar tidak tahu bahwa sebenarnya tidak boleh bagi seorang muslim untuk mengganti hukum Allah dengan hukum yang lain,
- atau karena ta’wil bukan karena terang-terangan menentang dalil yang tegas,
👉🏽 maka ia masih belum sampai pada taraf kekafiran.
◼ Sedangkan jika seseorang menganggap bahwa petunjuk dan aturan dari selain Allah lebih baik dibandingkan petunjuk dan aturan dari Allah dan RasulNya, maka orang yang demikian ini kafir. Sebagaimana penjelasan Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab:
من اعتقد أن غير هدى الرسول صلى الله عليه وسلم أكمل من هديه، أوأن حكم غيره أحسن من حكمه، كالذي يفضل حكم الطواغيت على حكمه، فهو كافر
"Barangsiapa yang berkeyakinan bahwa selain petunjuk Rasul shollallahu alaihi wasallam lebih sempurna dibandingkan petunjuk Rasul atau bahwa hukum selainnya lebih baik dari hukumnya, seperti yang mendahulukan hukum thaghut dibandingkan hukum beliau, maka dia kafir" (Majmu’ah Muallafaat asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab (1/386)).
__Kedua, apakah Saudi termasuk di dalamnya, sebagai pemerintahan yang kafir?__
Jawabannya sudah jelas bukan. Justru di Saudi diterapkan hukum-hukum Islam yang dzhahir, yang sulit ditemukan di negara-negara lain.
Jika untuk negara-negara muslim yang belum menerapkan hukum Islam saja kita tidak bisa gegabah mengkafirkan mereka tanpa ilmu, apalagi Saudi yang telah menerapkan syariat Islam dalam kehidupan pemerintahan dan bernegara.
__________
Catatan dari kami :
[*] Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab atTamimiy rahimahullah sering dituduh oleh orang-orang Syiah dan yang membenci Dakwah Tauhid sebagai pencetus Wahaby.
••••
🌏 Sumber:
salafy.or.id/blog/2015/10/03/benarkah-syaikh-muhammad-bin-abdil-wahhab-attamimiy-dalam-fatwanya-mengatakan-pemerintah-yang-tidak-berhukum-dengan-hukum-islam-termasuk-thoghut-dan-saudi-termasuk-di-dalamnya/
🚇 PEMERINTAH YANG TIDAK BERHUKUM DENGAN HUKUM ALLAH TA'ALA LANGSUNG DIVONIS THOGHUT?
(Oleh : Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafidzahullah)
P E R T A N Y A A N :
Benarkah Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab atTamimiy * dalam fatwanya mengatakan pemerintah yang tidak berhukum dengan hukum Islam termasuk THOGHUT dan Saudi termasuk di dalamnya?
J A W A B A N:
Pertama, Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab tidaklah memahami ayat tentang tidak berhukum dengan hukum Allah seperti pemahaman Khawarij.
Beliau memberikan penjelasan sebagaimana penjelasan Ulama Ahlussunnah.
Para Ulama Ahlussunnah telah menjelaskan bahwa orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah itu bermacam-macam keadaannya, bisa sampai pada taraf kafir, bisa juga fasiq, atau dzhalim.
Sebagaimana hal itu disebutkan secara berbeda oleh al-Quran, kadang disebut kafir, kadang disebut fasiq, dan kadang disebut dzhalim.
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ
_"Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang Allah turunkan, maka mereka ini adalah orang-orang kafir"_ (Q.S al-Maaidah ayat 44)
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
_"Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang Allah turunkan, maka mereka ini adalah orang-orang yang dzhalim"_ (Q.S al-Maaidah ayat 45)
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
_"Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang Allah turunkan, maka mereka ini adalah orang-orang yang fasiq"_ (Q.S al-Maaidah ayat 47)
◼ Barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah,
- namun ia masih meyakini bahwa hukum Allah tidak sama dan jelas lebih baik daripada seluruh hukum yang lain,
- dan ia benar-benar tidak tahu bahwa sebenarnya tidak boleh bagi seorang muslim untuk mengganti hukum Allah dengan hukum yang lain,
- atau karena ta’wil bukan karena terang-terangan menentang dalil yang tegas,
👉🏽 maka ia masih belum sampai pada taraf kekafiran.
◼ Sedangkan jika seseorang menganggap bahwa petunjuk dan aturan dari selain Allah lebih baik dibandingkan petunjuk dan aturan dari Allah dan RasulNya, maka orang yang demikian ini kafir. Sebagaimana penjelasan Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab:
من اعتقد أن غير هدى الرسول صلى الله عليه وسلم أكمل من هديه، أوأن حكم غيره أحسن من حكمه، كالذي يفضل حكم الطواغيت على حكمه، فهو كافر
"Barangsiapa yang berkeyakinan bahwa selain petunjuk Rasul shollallahu alaihi wasallam lebih sempurna dibandingkan petunjuk Rasul atau bahwa hukum selainnya lebih baik dari hukumnya, seperti yang mendahulukan hukum thaghut dibandingkan hukum beliau, maka dia kafir" (Majmu’ah Muallafaat asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab (1/386)).
__Kedua, apakah Saudi termasuk di dalamnya, sebagai pemerintahan yang kafir?__
Jawabannya sudah jelas bukan. Justru di Saudi diterapkan hukum-hukum Islam yang dzhahir, yang sulit ditemukan di negara-negara lain.
Jika untuk negara-negara muslim yang belum menerapkan hukum Islam saja kita tidak bisa gegabah mengkafirkan mereka tanpa ilmu, apalagi Saudi yang telah menerapkan syariat Islam dalam kehidupan pemerintahan dan bernegara.
__________
Catatan dari kami :
[*] Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab atTamimiy rahimahullah sering dituduh oleh orang-orang Syiah dan yang membenci Dakwah Tauhid sebagai pencetus Wahaby.
••••
🌏 Sumber:
salafy.or.id/blog/2015/10/03/benarkah-syaikh-muhammad-bin-abdil-wahhab-attamimiy-dalam-fatwanya-mengatakan-pemerintah-yang-tidak-berhukum-dengan-hukum-islam-termasuk-thoghut-dan-saudi-termasuk-di-dalamnya/
.:
Ⓜ BOLEHKAH MENGGUNAKAN ISTILAH "THOGHUT" UNTUK PEMERINTAH NKRI YANG TIDAK MEMAKAI HUKUM ISLAM SEBAGAI UNDANG-UNDANGNYA?
🎙 Al-Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy -hafidzahullah-
| Dauroh Ahad, 08 Syawal 1438 H/ 02 Juli 2017 di Masjid AL ATSARY Ma'had Nurul Ilmi Majalengka, JABAR
📊 (488 KB) - Durasi [00:44]
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
Ⓜ BOLEHKAH MENGGUNAKAN ISTILAH "THOGHUT" UNTUK PEMERINTAH NKRI YANG TIDAK MEMAKAI HUKUM ISLAM SEBAGAI UNDANG-UNDANGNYA?
🎙 Al-Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy -hafidzahullah-
| Dauroh Ahad, 08 Syawal 1438 H/ 02 Juli 2017 di Masjid AL ATSARY Ma'had Nurul Ilmi Majalengka, JABAR
📊 (488 KB) - Durasi [00:44]
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
بِسْــــــــــــــــــــــمِ الله
📔 BULETIN SAKU AL-ILMU 📔
( dengan stok terlengkap)
Alhamdulillah, Kabar gembira bagi para pembaca setia Buletin Saku Al-Ilmu dimanapun berada ...
Buletin Saku Al-Ilmu kali ini kembali hadir menyapa pembaca semuanya. dengan sajian terlengkap yang akan mengisi momen-momen indah anda Semua tersaji lengkap untuk para pembaca semuanya.
Nahh.. Lengkapi edisinya sekarang juga, tunggu apa lagi. Edisi terlengkap kali ini :
✅ EDISI 1 ~ ARTI SEBUAH KEJUJURAN DAN HIKMAH & KEUTAMAAN WUDHU
✅ EDISI 2 ~ KEWAJIBAN BERTAUHID & MENJAUHI KESYIRIKAN DAN CAHAYA BAKTI UNTUK AYAH BUNDA
✅ EDISI 3 - KANDUNGAN SYAHADAT DAN PENGARUH TEMAN YANG BURUK
✅ EDISI 4 ~ ADAB KETIKA SAKIT DAN ADAB MENJENGUK ORANG SAKIT
✅ EDISI 5 ~ SHAUM RAMADHAN BERSAMA PEMERINTAH
✅ EDISI 6 ~ HAJI KE BAITULLAH DAN BAGAIMANA MELAKUKAN MANASIK HAJI?
✅ EDISI 7 ~ PENGAJARAN CARA WUDHU NABI DAN KEUTAMAAN SHALAT
✅ EDISI 8 ~ TATA CARA SHALAT DAN DZIKIR DZIKIR SETELAH SHALAT 5 WAKTU
✅ EDISI 9 ~ KEUTAMAAN DZIKIR DAN DOA HARIAN
✅ EDISI 10 ~ DZIKIR PAGI DAN PETANG
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
✅ EDISI 11 ~ ADAB KETIKA SAFAR
✅ EDISI 12 ~ GERHANA DALAM TINJAUAN SYARIAT DAN TATA CARA SHALAT GERHANA
✅ EDISI 13 ~ ISLAM ITU MUDAH & INDAH DAN BERILMU SEBELUM BERKATA & BERAMAL
✅ EDISI 14 ~ UNTUKMU DUHAI SUAMI DAN UNTUKMU DUHAI ISTRI
✅ EDISI 15 ~ BERIMAN KEPADA ALLAH DAN PEMBATAL PEMBATAL WUDHU
✅ EDISI 16 ~ BERIMAN KEPADA MALAIKAT DAN TATA CARA TAYAMUM
✅ EDISI 17 ~ BERIMAN KEPADA KITAB KITAB ALLAH DAN MELURUSKAN SHAFF KETIKA SHALAT
✅ EDISI 18 ~ BERIMAN KEPADA NABI & RASUL DAN MERAIH HARAPAN DGN SHALAT ISTIKHARAH
✅ EDISI 19 ~ BERIMAN KEPADA HARI AKHIR DAN SUJUD SYAHWI
✅ EDISI 20 ~ BERIMAN KEPADA TAKDIR DAN TIPS MERAIH KEBAHAGIAAN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
✅ EDISI 21 ~ MANDI WAJIB DAN MANDI JANABAH
✅ EDISI 22 ~ DUSTA PEMBUKA PINTU KEJELEKAN DAN WAKTU WAKTU MUSTAJABAH KETIKA BERDOA
✅EDISI 23 ~ MEWASPADAI BAHAYA PERDUKUNAN DAN ADA APA DENGAN RAMALAN BINTANG
✅ EDISI 24 ~ CARA JITU MERAIH RESEKI BERMUTU DAN AKIBAT YANG DI RASAKAN OLEH PELAKU RIBA
✅ EDISI 25 ~ AGAR ANAK TIDAK MENJADI TERORIS, ISIS, AL-QAEDAH DAN BERBAGAI MACAM ALIRAN KHAWARIJ LAINNYA BAHAYA LATEN BAGI ISLAM DAN UMAT ISLAM
✅ EDISI 26 ~ TINJAUAN SINGKAT TENTANG AGAMA SYIAH DAN FATWA ULAMA TENTANG SYIAH
✅ EDISI 27~ SAAT KITA BEROBAT DAN TUNTUTAN BERSUCI DAN SHALAT BAGI ORANG SAKIT
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
👍Mari, Turut andillah dalam menyebarkan ilmu Agama Islam..
Bagi yang ingin pesan Buletin Saku Al-Ilmu hubungi :
📲 0856-9483-6058
0878-5777-5558
Jazaakumullahu khoiran wa barokallahu fiikum
🌏 www.buletinsaku.com/
🌴~~~~~~~~🌱~~~~~~~~🌴
📔 BULETIN SAKU AL-ILMU 📔
( dengan stok terlengkap)
Alhamdulillah, Kabar gembira bagi para pembaca setia Buletin Saku Al-Ilmu dimanapun berada ...
Buletin Saku Al-Ilmu kali ini kembali hadir menyapa pembaca semuanya. dengan sajian terlengkap yang akan mengisi momen-momen indah anda Semua tersaji lengkap untuk para pembaca semuanya.
Nahh.. Lengkapi edisinya sekarang juga, tunggu apa lagi. Edisi terlengkap kali ini :
✅ EDISI 1 ~ ARTI SEBUAH KEJUJURAN DAN HIKMAH & KEUTAMAAN WUDHU
✅ EDISI 2 ~ KEWAJIBAN BERTAUHID & MENJAUHI KESYIRIKAN DAN CAHAYA BAKTI UNTUK AYAH BUNDA
✅ EDISI 3 - KANDUNGAN SYAHADAT DAN PENGARUH TEMAN YANG BURUK
✅ EDISI 4 ~ ADAB KETIKA SAKIT DAN ADAB MENJENGUK ORANG SAKIT
✅ EDISI 5 ~ SHAUM RAMADHAN BERSAMA PEMERINTAH
✅ EDISI 6 ~ HAJI KE BAITULLAH DAN BAGAIMANA MELAKUKAN MANASIK HAJI?
✅ EDISI 7 ~ PENGAJARAN CARA WUDHU NABI DAN KEUTAMAAN SHALAT
✅ EDISI 8 ~ TATA CARA SHALAT DAN DZIKIR DZIKIR SETELAH SHALAT 5 WAKTU
✅ EDISI 9 ~ KEUTAMAAN DZIKIR DAN DOA HARIAN
✅ EDISI 10 ~ DZIKIR PAGI DAN PETANG
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
✅ EDISI 11 ~ ADAB KETIKA SAFAR
✅ EDISI 12 ~ GERHANA DALAM TINJAUAN SYARIAT DAN TATA CARA SHALAT GERHANA
✅ EDISI 13 ~ ISLAM ITU MUDAH & INDAH DAN BERILMU SEBELUM BERKATA & BERAMAL
✅ EDISI 14 ~ UNTUKMU DUHAI SUAMI DAN UNTUKMU DUHAI ISTRI
✅ EDISI 15 ~ BERIMAN KEPADA ALLAH DAN PEMBATAL PEMBATAL WUDHU
✅ EDISI 16 ~ BERIMAN KEPADA MALAIKAT DAN TATA CARA TAYAMUM
✅ EDISI 17 ~ BERIMAN KEPADA KITAB KITAB ALLAH DAN MELURUSKAN SHAFF KETIKA SHALAT
✅ EDISI 18 ~ BERIMAN KEPADA NABI & RASUL DAN MERAIH HARAPAN DGN SHALAT ISTIKHARAH
✅ EDISI 19 ~ BERIMAN KEPADA HARI AKHIR DAN SUJUD SYAHWI
✅ EDISI 20 ~ BERIMAN KEPADA TAKDIR DAN TIPS MERAIH KEBAHAGIAAN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
✅ EDISI 21 ~ MANDI WAJIB DAN MANDI JANABAH
✅ EDISI 22 ~ DUSTA PEMBUKA PINTU KEJELEKAN DAN WAKTU WAKTU MUSTAJABAH KETIKA BERDOA
✅EDISI 23 ~ MEWASPADAI BAHAYA PERDUKUNAN DAN ADA APA DENGAN RAMALAN BINTANG
✅ EDISI 24 ~ CARA JITU MERAIH RESEKI BERMUTU DAN AKIBAT YANG DI RASAKAN OLEH PELAKU RIBA
✅ EDISI 25 ~ AGAR ANAK TIDAK MENJADI TERORIS, ISIS, AL-QAEDAH DAN BERBAGAI MACAM ALIRAN KHAWARIJ LAINNYA BAHAYA LATEN BAGI ISLAM DAN UMAT ISLAM
✅ EDISI 26 ~ TINJAUAN SINGKAT TENTANG AGAMA SYIAH DAN FATWA ULAMA TENTANG SYIAH
✅ EDISI 27~ SAAT KITA BEROBAT DAN TUNTUTAN BERSUCI DAN SHALAT BAGI ORANG SAKIT
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
👍Mari, Turut andillah dalam menyebarkan ilmu Agama Islam..
Bagi yang ingin pesan Buletin Saku Al-Ilmu hubungi :
📲 0856-9483-6058
0878-5777-5558
Jazaakumullahu khoiran wa barokallahu fiikum
🌏 www.buletinsaku.com/
🌴~~~~~~~~🌱~~~~~~~~🌴
Buletinsaku
Buletin Saku Al Ilmu - Berilmu sebelum berkata dan beramal
Forwarded from Salafy Indonesia
Pernyataan Berlepas Diri
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه. أما بعد:
Telah beredar video berisi gambar-gambar akhwat (wanita) bercadar dan seakan-akan upacara pemakaian hijab, dengan menjadikan petikan suara kajian saya (Muhammad Umar as Sewed) tentang hijab sebagai backing vokalnya, dalam akun atas nama Inochi No Hikari.
Maka saya menyatakan berlepas diri dari rekaman video tersebut dan berlepas diri pula dari metode dakwah yang dilakukan oleh pemilik akun tersebut.
Itu bukan dari kami bahkan kami yakin bukan dari salafiyyin.
Ahlussunnah salafiyyin sangat menjaga kehormatan para wanitanya. Kecil kemungkinan mereka merekam para akhwat lalu menyebarkannya dalam media sosial. Apalagi ada yg masih terbuka wajahnya.
Justru kami berpandangan bahwa termasuk menjaga hijab adalah tidak menyebarkan video-video seperti itu.
Kami mengimbau segenap salafiyyin ataupun salafiyat untuk tidak ikut menyebarkan video tersebut dan membantu menyampaikan nasihat dan pernyataan ini. Barakallahu fiikum wa jazakumullah khairan katsira.
was salamu 'alaikum wa rahmatullaahi wa barakatuh
Ttd
Ust Muhammad bin Umar As sewed.
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه. أما بعد:
Telah beredar video berisi gambar-gambar akhwat (wanita) bercadar dan seakan-akan upacara pemakaian hijab, dengan menjadikan petikan suara kajian saya (Muhammad Umar as Sewed) tentang hijab sebagai backing vokalnya, dalam akun atas nama Inochi No Hikari.
Maka saya menyatakan berlepas diri dari rekaman video tersebut dan berlepas diri pula dari metode dakwah yang dilakukan oleh pemilik akun tersebut.
Itu bukan dari kami bahkan kami yakin bukan dari salafiyyin.
Ahlussunnah salafiyyin sangat menjaga kehormatan para wanitanya. Kecil kemungkinan mereka merekam para akhwat lalu menyebarkannya dalam media sosial. Apalagi ada yg masih terbuka wajahnya.
Justru kami berpandangan bahwa termasuk menjaga hijab adalah tidak menyebarkan video-video seperti itu.
Kami mengimbau segenap salafiyyin ataupun salafiyat untuk tidak ikut menyebarkan video tersebut dan membantu menyampaikan nasihat dan pernyataan ini. Barakallahu fiikum wa jazakumullah khairan katsira.
was salamu 'alaikum wa rahmatullaahi wa barakatuh
Ttd
Ust Muhammad bin Umar As sewed.
.:
Ⓜ PANDUAN MANASIK UMROH (SECARA RINGKAS)
🎙Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed حَفِظَهُ اللهُ
| Kajian Jum'at, 22 Sya'ban 1438 H ~ 19 Mei 2017 di Masjid Al-Mabrur Ma'had al-Manshuroh Banjarbaru KalSel
📨 (14 MB) - Durasi [59:36]
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
Ⓜ PANDUAN MANASIK UMROH (SECARA RINGKAS)
🎙Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed حَفِظَهُ اللهُ
| Kajian Jum'at, 22 Sya'ban 1438 H ~ 19 Mei 2017 di Masjid Al-Mabrur Ma'had al-Manshuroh Banjarbaru KalSel
📨 (14 MB) - Durasi [59:36]
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 PDF BANTAHAN LENGKAP ASY-SYAIKH ALI AL-HUDZAIFY HAFIZHAHULLAH TERHADAP HANI BIN BURAIK HADAHULLAH [1-6]
📨 File PDF 10 halaman - (504,3 KB)
File asli bahasa Arab:
▪️https://t.me/dourous_machaikhaden/4032
▪️https://t.me/dourous_machaikhaden/4036
📑 File terjemahan:
@ForumSalafy
••••
Sumber pdf:
@Alhaqqu_Ahabbu_Ilaina
🚇 PDF BANTAHAN LENGKAP ASY-SYAIKH ALI AL-HUDZAIFY HAFIZHAHULLAH TERHADAP HANI BIN BURAIK HADAHULLAH [1-6]
📨 File PDF 10 halaman - (504,3 KB)
File asli bahasa Arab:
▪️https://t.me/dourous_machaikhaden/4032
▪️https://t.me/dourous_machaikhaden/4036
📑 File terjemahan:
@ForumSalafy
••••
Sumber pdf:
@Alhaqqu_Ahabbu_Ilaina
Telegram
الدروس والمحاضرات لمشايخ عدن
ما هكذا يا هاني تورد الإبل
الحمد لله رب العالمين، وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، وبعد:
ـ فلو كنت سأجامل أحدًا في الدين، لجاملت الأخ هاني بن بريك، لما بيني وبينه من صحبة طويلة، قاربت ثلاثة عقود من السنين، بقي فيها بيننا وبينه…
الحمد لله رب العالمين، وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، وبعد:
ـ فلو كنت سأجامل أحدًا في الدين، لجاملت الأخ هاني بن بريك، لما بيني وبينه من صحبة طويلة، قاربت ثلاثة عقود من السنين، بقي فيها بيننا وبينه…
Forwarded from Salafy Kendari
💐📝HIMBAUAN TERKAIT AKH ABU NAUFAL KENDARI DAN CHANNEL TELEGRAM AL-ISTIQOMAH
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه أجمعين
Segenap puji hanya milik Allah semata. Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah Azza Wa Jalla
Sekitar beberapa tahun yang lalu, seorang akh dari Kendari yang bernama Abu Naufal La Ode Muh Djainal Abidin menyampaikan kepada saya (Abu Utsman Kharisman) via whatsapp hendak menyebarluaskan tulisan-tulisan saya melalui channel telegram yang dia buat. Saya pun mempersilakannya. Channel tsb kemudian baru saya ketahui bernama al-Istiqomah.
Tidak dipungkiri bahwa keberadaan channel telegram al-Istiqomah tsb memberikan banyak manfaat bagi kaum muslimin, termasuk saya sendiri. Tidak jarang ada beberapa masukan dan koreksi yang sangat berharga dari berbagai pihak yang dialamatkan pada admin (Abu Naufal) kemudian diteruskan pada saya terkait tulisan dalam buku-buku yang saya tulis maupun terjemahkan. Jazaahumullaahu khayran.
Anggota grup tsb pernah mencapai 7200 orang. Suatu jumlah yang cukup besar. Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah Ta'ala.
Hingga kemudian ada masalah antara akh Abu Naufal ini dgn sebagian ikhwah Kendari yang juga merembet pada celaan dia terhadap sebagian asatidzah di Kendari, di antaranya ustadz Hasan bin Rosyid, Lc hafidzhahullah.
Saat terjadinya masalah itu, Abu Naufal tidak jarang menghubungi saya via telpon maupun whatsapp untuk berkonsultasi. Saya menasihatkan pada dia untuk bersabar, tetap bertaawun dalam dakwah bersama ikhwah dan asatidzah di Kendari. Kedepankan husnudzhdzhon. Jika ada hal-hal yang dirasa musykil, bisa dikonsultasikan langsung dengan para asatidzah kibar yang datang berkunjung ke Kendari.
Namun, dalam perjalanan waktu, akh Abu Naufal ini ternyata semakin menjauh dari majelis ilmu bersama para ikhwah Salafiyyin Kendari. Juga terkesan ia merasa cukup dgn faidah-faidah yang didapat dari grup WA maupun telegram yang diikutinya. Padahal dalam berbagai kesempatan kami selalu mengingatkan bahwa keberkahan dan limpahan kebaikan di majelis ilmu tidak bisa dipadankan dgn faidah-faidah yang didapatkan dari media yang lain.
Para asatidzah dan ikhwah Salafy Kendari juga telah menempuh upaya nasihat terhadapnya. Bahkan, cukup lama waktu berjalan, ia belum ditahdzir secara luas. Kalaupun diperingatkan, masih dalam majelis-majelis yg khusus. Namun, hal itu semakin membuatnya menjauh dari para ikhwah Salafy Kendari.
Saya juga menasihatkan kepadanya untuk meminta maaf kepada ikhwah dan asatidzah Kendari, setelah salah satu poin (tentang masalah mengintip) yang dia jadikan bahan celaan, telah terbahas dgn tuntas tanpa menyisakan syubhat. Tapi akh Abu Naufal ini tetap tidak mau berubah mendekat dan bertaawun kembali dgn ikhwah Salafy Kendari. Nasihat-nasihat dari ustadz maupun ikhwah Kendari tidak ditanggapi kecuali dgn celaan.
Saat muncul tahdzir Ust Hasan bin Rosyid terhadap dia, saya mengeluarkan dia dari grup WA al I'tishom (grup yang kami asuh). Ia ternyata menanggapi tahdzir itu dgn memposting 3 poin kritikan dia thd ust Hasan di grup al-Istiqomah, padahal 3 poin itu tdk mendapatkan persetujuan dari asatidzah manapun. Apalagi, salah satu poin yg disebutkan telah dibahas tuntas antara saya dengan dia tanpa menyisakan syubhat seperti yg dikemukakan di atas.
Saya pun kembali menasihati dia untuk meminta maaf secara terbuka. Terakhir, saya menasihati dia juga untuk menutup channel grup al-Istiqomah itu. Karena saya melihat keberadaan grup itu lah yg membuat dia takabbur merasa cukup terhadap majelis ilmu dan bergaul dgn ikhwah lainnya. Ia merasa bangga dgn banyaknya jumlah member dalam grup itu yang berjumlah 7000 lebih. Ia menganggap bahwa kritikan para ikhwah dan asatidzah Kendari kepada dia semata karena hasad akan jumlah member dalam channel yg diasuhnya itu. Padahal sesungguhnya tidaklah demikian.
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه أجمعين
Segenap puji hanya milik Allah semata. Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah Azza Wa Jalla
Sekitar beberapa tahun yang lalu, seorang akh dari Kendari yang bernama Abu Naufal La Ode Muh Djainal Abidin menyampaikan kepada saya (Abu Utsman Kharisman) via whatsapp hendak menyebarluaskan tulisan-tulisan saya melalui channel telegram yang dia buat. Saya pun mempersilakannya. Channel tsb kemudian baru saya ketahui bernama al-Istiqomah.
Tidak dipungkiri bahwa keberadaan channel telegram al-Istiqomah tsb memberikan banyak manfaat bagi kaum muslimin, termasuk saya sendiri. Tidak jarang ada beberapa masukan dan koreksi yang sangat berharga dari berbagai pihak yang dialamatkan pada admin (Abu Naufal) kemudian diteruskan pada saya terkait tulisan dalam buku-buku yang saya tulis maupun terjemahkan. Jazaahumullaahu khayran.
Anggota grup tsb pernah mencapai 7200 orang. Suatu jumlah yang cukup besar. Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah Ta'ala.
Hingga kemudian ada masalah antara akh Abu Naufal ini dgn sebagian ikhwah Kendari yang juga merembet pada celaan dia terhadap sebagian asatidzah di Kendari, di antaranya ustadz Hasan bin Rosyid, Lc hafidzhahullah.
Saat terjadinya masalah itu, Abu Naufal tidak jarang menghubungi saya via telpon maupun whatsapp untuk berkonsultasi. Saya menasihatkan pada dia untuk bersabar, tetap bertaawun dalam dakwah bersama ikhwah dan asatidzah di Kendari. Kedepankan husnudzhdzhon. Jika ada hal-hal yang dirasa musykil, bisa dikonsultasikan langsung dengan para asatidzah kibar yang datang berkunjung ke Kendari.
Namun, dalam perjalanan waktu, akh Abu Naufal ini ternyata semakin menjauh dari majelis ilmu bersama para ikhwah Salafiyyin Kendari. Juga terkesan ia merasa cukup dgn faidah-faidah yang didapat dari grup WA maupun telegram yang diikutinya. Padahal dalam berbagai kesempatan kami selalu mengingatkan bahwa keberkahan dan limpahan kebaikan di majelis ilmu tidak bisa dipadankan dgn faidah-faidah yang didapatkan dari media yang lain.
Para asatidzah dan ikhwah Salafy Kendari juga telah menempuh upaya nasihat terhadapnya. Bahkan, cukup lama waktu berjalan, ia belum ditahdzir secara luas. Kalaupun diperingatkan, masih dalam majelis-majelis yg khusus. Namun, hal itu semakin membuatnya menjauh dari para ikhwah Salafy Kendari.
Saya juga menasihatkan kepadanya untuk meminta maaf kepada ikhwah dan asatidzah Kendari, setelah salah satu poin (tentang masalah mengintip) yang dia jadikan bahan celaan, telah terbahas dgn tuntas tanpa menyisakan syubhat. Tapi akh Abu Naufal ini tetap tidak mau berubah mendekat dan bertaawun kembali dgn ikhwah Salafy Kendari. Nasihat-nasihat dari ustadz maupun ikhwah Kendari tidak ditanggapi kecuali dgn celaan.
Saat muncul tahdzir Ust Hasan bin Rosyid terhadap dia, saya mengeluarkan dia dari grup WA al I'tishom (grup yang kami asuh). Ia ternyata menanggapi tahdzir itu dgn memposting 3 poin kritikan dia thd ust Hasan di grup al-Istiqomah, padahal 3 poin itu tdk mendapatkan persetujuan dari asatidzah manapun. Apalagi, salah satu poin yg disebutkan telah dibahas tuntas antara saya dengan dia tanpa menyisakan syubhat seperti yg dikemukakan di atas.
Saya pun kembali menasihati dia untuk meminta maaf secara terbuka. Terakhir, saya menasihati dia juga untuk menutup channel grup al-Istiqomah itu. Karena saya melihat keberadaan grup itu lah yg membuat dia takabbur merasa cukup terhadap majelis ilmu dan bergaul dgn ikhwah lainnya. Ia merasa bangga dgn banyaknya jumlah member dalam grup itu yang berjumlah 7000 lebih. Ia menganggap bahwa kritikan para ikhwah dan asatidzah Kendari kepada dia semata karena hasad akan jumlah member dalam channel yg diasuhnya itu. Padahal sesungguhnya tidaklah demikian.