Forwarded from منتدى نشر الفـــــــوائد
.:
🚇 I'TIKAF DI DAERAH LAIN
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang umatnya untuk melakukan syaddur rihal (perjalanan serius untuk tujuan ibadah) kecuali ke 3 masjid, sebagaimana hadits Abu Sa’id Al Khudry shallallahu ‘alaihi wa sallam :
لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِي هَذَا وَمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى
“Janganlah kalian menempuh perjalanan yang jauh kecuali pada 3 Masjid: Masjidku ini (Masjid An Nabawy), Masjid Al Haram, dan Masjid Al Aqsha”.(Muttafaqun’alaih)
Adapun selain 3 masjid di atas para ulama bersepakat tidak disyari’atkannya. Termasuk dalam hal ini i’tikaf. Tidak boleh bagi seseorang sengaja melakukan perjalanan ke masjid lain di luar daerahnya untuk melakukan i’tikaf di masjid tersebut, yang demikian termasuk syaddur rihal yang dilarang oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hadits di atas.
Kecuali bagi seorang musafir yang ketika sampai di suatu tempat kemudian dia berniat untuk beri’tikaf di masjid di tempat tersebut tanpa ada niat sebelumnya sejak dari negerinya bahwa ia akan i’tikaf di masjid tersebut, maka yang demikian tidak mengapa.
📊 Sumber: http://bit.ly/26bYv2M
🚇 I'TIKAF DI DAERAH LAIN
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang umatnya untuk melakukan syaddur rihal (perjalanan serius untuk tujuan ibadah) kecuali ke 3 masjid, sebagaimana hadits Abu Sa’id Al Khudry shallallahu ‘alaihi wa sallam :
لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِي هَذَا وَمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى
“Janganlah kalian menempuh perjalanan yang jauh kecuali pada 3 Masjid: Masjidku ini (Masjid An Nabawy), Masjid Al Haram, dan Masjid Al Aqsha”.(Muttafaqun’alaih)
Adapun selain 3 masjid di atas para ulama bersepakat tidak disyari’atkannya. Termasuk dalam hal ini i’tikaf. Tidak boleh bagi seseorang sengaja melakukan perjalanan ke masjid lain di luar daerahnya untuk melakukan i’tikaf di masjid tersebut, yang demikian termasuk syaddur rihal yang dilarang oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hadits di atas.
Kecuali bagi seorang musafir yang ketika sampai di suatu tempat kemudian dia berniat untuk beri’tikaf di masjid di tempat tersebut tanpa ada niat sebelumnya sejak dari negerinya bahwa ia akan i’tikaf di masjid tersebut, maka yang demikian tidak mengapa.
📊 Sumber: http://bit.ly/26bYv2M
Manhajul Anbiya
Bimbingan Sunnah Tentang I'tikaf - Manhajul Anbiya
Merupakan sebuah sunnah yang telah banyak ditinggalkan oleh kaum muslimin ketika bulan Ramadhan adalah I’tikaf. Setiap kaum muslimin tentu berharap agar Ramadhan yang dia laksanakan bernilai di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, terutama ketika 10 terakhir Ramadhan…
::
🚇 APAKAH DIPERBOLEHKAN I'TIKAF DI MALAM HARI SAMPAI SHOLAT FAJAR?
Oleh: Asy-Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan حفظه الله تعالى
Pertanyaan : Apakah diperbolehkan berniat i'tikaf di malam hari sampai sholat fajr (subuh), kemudian datang kembali sebelum sholat maghrib, dan memperbaharui niat i'tikaf sampai fajar (subuh), dan demikian seterusnya?
J a w a b a n :
Diperbolehkan bernadzar untuk i'tikaf di malam-malam saja, 10 malam atau 20 malam. Ini diperbolehkan seperti dalam hadits Umar rodhiyallohu 'anhu. Dan malam itu dimulai sejak tenggelamnya matahari dan diakhiri dengan terbitnya fajar.
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
☀ هل يجوز الاعتكاف ليلا حتى صلاة الفجر؟
🔹السؤال :
هل يجوز نية الاعتكاف ليلاً حتى صلاة الفجر، ثم المجيء قبل صلاة المغرب وتجديد نية الاعتكاف إلى الفجر وهكذا؟
🔹الجواب :
يجوز أن ينذر الاعتكاف في الليالي فقط، عشر ليالي أو عشرين ليلة، يجوز هذا كما في حديث عمر رضي الله عنه، ويبدأ الليل من غروب الشمس وينتهي بطلوع الفجر.
••••
http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14891 | @ashhabussunnah
➖➖➖➖➖➖
🚇 APAKAH DIPERBOLEHKAN I'TIKAF DI MALAM HARI SAMPAI SHOLAT FAJAR?
Oleh: Asy-Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan حفظه الله تعالى
Pertanyaan : Apakah diperbolehkan berniat i'tikaf di malam hari sampai sholat fajr (subuh), kemudian datang kembali sebelum sholat maghrib, dan memperbaharui niat i'tikaf sampai fajar (subuh), dan demikian seterusnya?
J a w a b a n :
Diperbolehkan bernadzar untuk i'tikaf di malam-malam saja, 10 malam atau 20 malam. Ini diperbolehkan seperti dalam hadits Umar rodhiyallohu 'anhu. Dan malam itu dimulai sejak tenggelamnya matahari dan diakhiri dengan terbitnya fajar.
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
☀ هل يجوز الاعتكاف ليلا حتى صلاة الفجر؟
🔹السؤال :
هل يجوز نية الاعتكاف ليلاً حتى صلاة الفجر، ثم المجيء قبل صلاة المغرب وتجديد نية الاعتكاف إلى الفجر وهكذا؟
🔹الجواب :
يجوز أن ينذر الاعتكاف في الليالي فقط، عشر ليالي أو عشرين ليلة، يجوز هذا كما في حديث عمر رضي الله عنه، ويبدأ الليل من غروب الشمس وينتهي بطلوع الفجر.
••••
http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14891 | @ashhabussunnah
➖➖➖➖➖➖
Forwarded from منتدى نشر الفـــــــوائد
.:
🌍🚠🌳
═══════════
A ᴜ ᴅ ɪ ᴏ R ᴇ ᴋ ᴀ ᴍ ᴀ ɴ
═══════════
🚇 PEMBAHASAN RINGKAS TATACARA I'TIKAF, ZAKAT FITRAH & SHOLAT 'IED
🔬 Oleh : Al-Ustadz Abdullah Al-Jakarty hafidzahullah
🅾 Panduan I'tikaf
◙ Durasi 35:08
◙ Ukuran file 6,07 MB
🅾 Panduan Zakat Fitrah
◙ Durasi 23:47
◙ Ukuran file 4,12 MB
🅾 Panduan Sholat 'Ied
◙ Durasi 44:57
◙ Ukuran file 7,76 MB
________________________________________
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
💾 Channel Telegram:
👉 bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
________________________________________
🌍🚠🌳
═══════════
A ᴜ ᴅ ɪ ᴏ R ᴇ ᴋ ᴀ ᴍ ᴀ ɴ
═══════════
🚇 PEMBAHASAN RINGKAS TATACARA I'TIKAF, ZAKAT FITRAH & SHOLAT 'IED
🔬 Oleh : Al-Ustadz Abdullah Al-Jakarty hafidzahullah
🅾 Panduan I'tikaf
◙ Durasi 35:08
◙ Ukuran file 6,07 MB
🅾 Panduan Zakat Fitrah
◙ Durasi 23:47
◙ Ukuran file 4,12 MB
🅾 Panduan Sholat 'Ied
◙ Durasi 44:57
◙ Ukuran file 7,76 MB
________________________________________
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
💾 Channel Telegram:
👉 bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
________________________________________
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 HUKUM RINGKAS SEPUTAR QUNUT WITIR
▪️Qunut witir hukumnya sunnah.
▪️Bisa dilakukan di waktu malam kapan saja (di dalam atau di luar Ramadhan) sebagaimana dijelaskan dalam Fatwa al-Lajnah ad-Daimah.
▪️Bisa dilakukan sebelum atau setelah ruku’.
▪️Lafadz doanya tidak khusus/ tertentu. Bisa berdoa sesuai kebutuhan (sebagaimana penjelasan al-Imam anNawawy rahimahullah).
عَنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: عَلَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلِمَاتٍ أَقُولُهُنَّ فِي الْوِتْرِ... اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ إِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Dari al-Hasan bin Ali radhiyallahu anhuma (beliau berkata):
Rasulullah ﷺ mengajarkan kepadaku beberapa kalimat (doa) yang aku baca dalam witir:
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ إِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
"Ya Allah, berilah aku hidayah sebagaimana orang yang Engkau beri hidayah. Berikan aku afiyat (kesehatan dan keselamatan) sebagaimana orang yang telah Engkau beri afiyat. Tolonglah aku sebagaimana orang yang telah Engkau beri pertolongan. Berilah keberkahan dalam pemberianMu kepadaku. Berilah aku perlindungan dari keburukan yang Engkau takdirkan. Sesungguhnya Engkaulah Hakim (penentu), sedangkan Engkau tidak ditentukan oleh seorangpun. Sesungguhnya tidaklah menjadi hina orang-orang yang Engkau tolong dan tidaklah mulya orang-orang yang memusuhiMu. Maha Suci dan Maha Tinggi Engkau" (H.R Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasaai, Ibnu Majah, Ahmad).
••••
📗 Dikutip dari Buku "RAMADHAN BERTABUR BERKAH" (Fiqh Puasa dan Panduan Menjalani Ramadhan Sesuai Sunnah Nabi).
| Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafidzahullah | @alistiqomah
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
🚇 HUKUM MENGANGKAT TANGAN PADA QUNUT WITIR
Asy-Syaikh Abdussalam bin barjas rohimahullah:
"..dan hukum mengangkat tangan pada qunut witir baik ketika bersama imam atau sendirian maka ini adalah sunnah dari Nabi ﷺ dan para shobatnya yang mulia.."
••••
📕 Sumber: As Sunnah Wal Bid'ah Wa Atsaruha alal ummah 58
@Berbagiilmuagama | Alih bahasa: Abu Arifah Muhammad Bin Yahya Bahraisy
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🚇 HUKUM RINGKAS SEPUTAR QUNUT WITIR
▪️Qunut witir hukumnya sunnah.
▪️Bisa dilakukan di waktu malam kapan saja (di dalam atau di luar Ramadhan) sebagaimana dijelaskan dalam Fatwa al-Lajnah ad-Daimah.
▪️Bisa dilakukan sebelum atau setelah ruku’.
▪️Lafadz doanya tidak khusus/ tertentu. Bisa berdoa sesuai kebutuhan (sebagaimana penjelasan al-Imam anNawawy rahimahullah).
عَنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: عَلَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلِمَاتٍ أَقُولُهُنَّ فِي الْوِتْرِ... اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ إِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Dari al-Hasan bin Ali radhiyallahu anhuma (beliau berkata):
Rasulullah ﷺ mengajarkan kepadaku beberapa kalimat (doa) yang aku baca dalam witir:
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ إِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
"Ya Allah, berilah aku hidayah sebagaimana orang yang Engkau beri hidayah. Berikan aku afiyat (kesehatan dan keselamatan) sebagaimana orang yang telah Engkau beri afiyat. Tolonglah aku sebagaimana orang yang telah Engkau beri pertolongan. Berilah keberkahan dalam pemberianMu kepadaku. Berilah aku perlindungan dari keburukan yang Engkau takdirkan. Sesungguhnya Engkaulah Hakim (penentu), sedangkan Engkau tidak ditentukan oleh seorangpun. Sesungguhnya tidaklah menjadi hina orang-orang yang Engkau tolong dan tidaklah mulya orang-orang yang memusuhiMu. Maha Suci dan Maha Tinggi Engkau" (H.R Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasaai, Ibnu Majah, Ahmad).
••••
📗 Dikutip dari Buku "RAMADHAN BERTABUR BERKAH" (Fiqh Puasa dan Panduan Menjalani Ramadhan Sesuai Sunnah Nabi).
| Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafidzahullah | @alistiqomah
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
🚇 HUKUM MENGANGKAT TANGAN PADA QUNUT WITIR
Asy-Syaikh Abdussalam bin barjas rohimahullah:
"..dan hukum mengangkat tangan pada qunut witir baik ketika bersama imam atau sendirian maka ini adalah sunnah dari Nabi ﷺ dan para shobatnya yang mulia.."
••••
📕 Sumber: As Sunnah Wal Bid'ah Wa Atsaruha alal ummah 58
@Berbagiilmuagama | Alih bahasa: Abu Arifah Muhammad Bin Yahya Bahraisy
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
::
🚇 TATACARA/KAIFIYAT QUNUT WITIR SESUAI SUNNAH
🎙Al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah
| Kajian hari Sabtu, 20 Ramadhan 1437H / 25 Juni 2016 di Masjid Ma'had As-Salafy Jember
📈 Link https://goo.gl/g2Ml66
📊 (1,8 MB) - Durasi [07:47]
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
🚇 TATACARA/KAIFIYAT QUNUT WITIR SESUAI SUNNAH
🎙Al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah
| Kajian hari Sabtu, 20 Ramadhan 1437H / 25 Juni 2016 di Masjid Ma'had As-Salafy Jember
📈 Link https://goo.gl/g2Ml66
📊 (1,8 MB) - Durasi [07:47]
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 3 FAKTOR YANG MEMBANTU BERPEGANG TEGUH DENGAN AGAMA
Asy-Syaikh Shalih Al Fauzan -حفظه الله-
P e r t a n y a a n:
Apa saja sebab-sebab yang dapat membantu seorang Muslim untuk (bisa) berpegang teguh dengan agamanya dan terus dalam ketaatan hingga ia mati?
J a w a b a n:
1️⃣ Dia mempelajari agamanya, hingga ia mengetahui dan berpegang teguh dengannya, ini pertama.
2️⃣ Dia berteman dengan orang-orang yang baik dan bertakwa.
3️⃣ Memperbanyak do'a. Dia berdo'a kepada Allah agar diberikan kekokohan dalam agamanya dan takut Allah 'azza wa jalla akan mencabutnya dari dirinya.
Dengan perkara ini, dan yang lainnya, maka orang itu akan kokoh di dalam agamanya -dengan izin Allah-.
••••
🔊 Sumber:
http://www.alfawzan.af.org.sa/sites/default/files/11_36.mp3
@majalahtashfiyah
🚇 3 FAKTOR YANG MEMBANTU BERPEGANG TEGUH DENGAN AGAMA
Asy-Syaikh Shalih Al Fauzan -حفظه الله-
P e r t a n y a a n:
Apa saja sebab-sebab yang dapat membantu seorang Muslim untuk (bisa) berpegang teguh dengan agamanya dan terus dalam ketaatan hingga ia mati?
J a w a b a n:
1️⃣ Dia mempelajari agamanya, hingga ia mengetahui dan berpegang teguh dengannya, ini pertama.
2️⃣ Dia berteman dengan orang-orang yang baik dan bertakwa.
3️⃣ Memperbanyak do'a. Dia berdo'a kepada Allah agar diberikan kekokohan dalam agamanya dan takut Allah 'azza wa jalla akan mencabutnya dari dirinya.
Dengan perkara ini, dan yang lainnya, maka orang itu akan kokoh di dalam agamanya -dengan izin Allah-.
••••
🔊 Sumber:
http://www.alfawzan.af.org.sa/sites/default/files/11_36.mp3
@majalahtashfiyah
Forwarded from منتدى نشر الفـــــــوائد
🚇NUZULUL QUR`AN : AL-QUR`AN TURUN PADA MALAM LAILATUL QODR BUKAN PADA 17 RAMADHAN
✹✹✹
Allah turunkan al-Qur`an pertama kali di Lailatul Qodr (malam kemuliaan) pada sepuluh hari yang terakhir di bulan Ramadhan,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
"Sesungguhnya Kami menurunkan (alQur`an) pada Lailatul Qodr". [Q.S al-Qodr:1].
Awalnya, Al Qur`an diturunkan secara utuh ke Baitul 'Izzah (suatu tempat di langit dunia) pada bulan Ramadhan. Kemudian secara berangsur-angsur diturunkan sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan:
▪sebagai jawaban terhadap pertanyaan seseorang,
▪sebagai teguran pada kaum muslimin,
▪sebagai penghibur jiwa dan mengokohkan hati kaum muslimin,
▪dan sebagainya.
Turunnya al-Qur`an karena peristiwa-peristiwa tersebut terjadi bukan hanya pada bulan Ramadhan saja. Dalam sebagian hadits** dinyatakan bahwa al-Qur`an diturunkan pada malam 25 Ramadhan:
وَأُنْزِلَ الْقُرْآنَ لِأَرْبَعٍ وَعِشْرِيْنَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَان
"َDan al-Qur`an diturunkan setelah melewati 24 dari Ramadhan" (H.R Ahmad dari Watsilah bin Asqo’, al-Munawi menyatakan bahwa para perawinya terpercaya, dan dihasankan oleh al-Albany).
Sebagian Ulama menafsirkan makna hadits tersebut dengan pemahaman: al-Qur`an diturunkan pada malam 24 Ramadhan (as-Siiroh anNabawiyyah libni Katsir (1/393)).
Karena itu, hadits di atas memiliki 2 penafsiran:
(➊) Al-Qur`an diturunkan pada malam 25 Ramadhan. Ini adalah pendapat al-Hulaimi dan dinukil serta disepakati oleh adz-Dzahaby (Faidhul Qodiir karya al-Munawi).
(➋) Al-Qur`an diturunkan pada malam 24 Ramadhan. Ini adalah pendapat yang dinukil Ibnu Katsir dalam as-Siroh anNabawiyyah karyanya (1/393)).
Pada bulan Ramadhan tersebut Jibril bertadarrus al-Qur`an dengan Nabi. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya pada Bab Keutamaan Bulan Ramadhan.
✺✺
_________________
)** Hadits tersebut merupakan bantahan -dari segi sejarah-atas orang yang meyakini bahwa Nuzulul Qur’an pada tanggal 17 Romadhon !!!
🌐 Sumber:
http://salafy.or.id/blog/tag/turunnya-al-quran/ | Penulis: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman -hafidzahullah-
__________________
🔍 مجموعــــــة توزيع الفــــــوائد
💾 Channel Telegram:
👉🏽 tlgrm.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
✹✹✹
Allah turunkan al-Qur`an pertama kali di Lailatul Qodr (malam kemuliaan) pada sepuluh hari yang terakhir di bulan Ramadhan,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
"Sesungguhnya Kami menurunkan (alQur`an) pada Lailatul Qodr". [Q.S al-Qodr:1].
Awalnya, Al Qur`an diturunkan secara utuh ke Baitul 'Izzah (suatu tempat di langit dunia) pada bulan Ramadhan. Kemudian secara berangsur-angsur diturunkan sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan:
▪sebagai jawaban terhadap pertanyaan seseorang,
▪sebagai teguran pada kaum muslimin,
▪sebagai penghibur jiwa dan mengokohkan hati kaum muslimin,
▪dan sebagainya.
Turunnya al-Qur`an karena peristiwa-peristiwa tersebut terjadi bukan hanya pada bulan Ramadhan saja. Dalam sebagian hadits** dinyatakan bahwa al-Qur`an diturunkan pada malam 25 Ramadhan:
وَأُنْزِلَ الْقُرْآنَ لِأَرْبَعٍ وَعِشْرِيْنَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَان
"َDan al-Qur`an diturunkan setelah melewati 24 dari Ramadhan" (H.R Ahmad dari Watsilah bin Asqo’, al-Munawi menyatakan bahwa para perawinya terpercaya, dan dihasankan oleh al-Albany).
Sebagian Ulama menafsirkan makna hadits tersebut dengan pemahaman: al-Qur`an diturunkan pada malam 24 Ramadhan (as-Siiroh anNabawiyyah libni Katsir (1/393)).
Karena itu, hadits di atas memiliki 2 penafsiran:
(➊) Al-Qur`an diturunkan pada malam 25 Ramadhan. Ini adalah pendapat al-Hulaimi dan dinukil serta disepakati oleh adz-Dzahaby (Faidhul Qodiir karya al-Munawi).
(➋) Al-Qur`an diturunkan pada malam 24 Ramadhan. Ini adalah pendapat yang dinukil Ibnu Katsir dalam as-Siroh anNabawiyyah karyanya (1/393)).
Pada bulan Ramadhan tersebut Jibril bertadarrus al-Qur`an dengan Nabi. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya pada Bab Keutamaan Bulan Ramadhan.
✺✺
_________________
)** Hadits tersebut merupakan bantahan -dari segi sejarah-atas orang yang meyakini bahwa Nuzulul Qur’an pada tanggal 17 Romadhon !!!
🌐 Sumber:
http://salafy.or.id/blog/tag/turunnya-al-quran/ | Penulis: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman -hafidzahullah-
__________________
🔍 مجموعــــــة توزيع الفــــــوائد
💾 Channel Telegram:
👉🏽 tlgrm.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
::
Ⓜ️ PERINGATAN NUZULUL QUR'AN ADALAH BID'AH
[Nukilan Fatwa Syaikh Muhammad bin Ibrohim Aalusy-Syaikh -rohimahulloh : "Peringatan Nuzulul-Qur'an : Bid'ah" ]
" .... adapun pembahasan yang kedua : yaitu (apakah) boleh menjadikan hari turunnya Al-Qur'an (Nuzulul-Qur'an) sebagai 'ied (hari raya) yang diperingati secara berulang setiap tahunnya?
👉 Maka hal ini meskipun penyelenggaranya BERNIAT BAIK, namun jika hal itu :
▪️TIDAK disyari'atkan dan TIDAK PERNAH diajarkan oleh Nabi -Shollallohu 'alaihi wasallam-,
▪️TIDAK pula pernah diajarkan oleh salah seorang kholifah beliau dari Khlulafaa'ur-rosyidin,
▪️serta TIDAK pernah diamalkan oleh seluruh sahabat maupun generasi berikutnya yang mengikuti mereka dengan baik.
▪️ TIDAK pernah pula diajarkan oleh para imam yang empat (yaitu) : Malik, Abu Hanifah, Asy-Syafi'i dan Ahmad bin Hanbal (rohimahumulloh).
▪️Serta TIDAK pernah pula diajarkan oleh selain mereka dari ulama' lainnya yang meneladani mereka, baik dari ulama' terdahulu maupun yang kemudian.
فلما لم يكن مشروعا ولا ورد عن أحد ممن ذكر تعين التنبيه على أن مثل هذا لا يجوز شرعا ؛ لأنه لا أصل له في الدين ، ولم يكن من عمل المسلمين ، ...
⛔️ Jika hal itu tidak disyariatkan dan tidak pula diajarkan oleh mereka yang telah disebutkan, MAKA HARUS DIPERINGATKAN bahwa (peringatan) semacam itu TIDAK BOLEH SECARA SYAR'I. Karena (peringatan itu) TIDAK ADA ASALNYA DALAM AGAMA dan BUKAN AMALAN KAUM MUSLIMIN".
Wallohul-muwaffiq, Wassalaam.
Muftil-bilad As-Su'udiyyah (saabiqon)
ــــــــــــــــــــــــــــــ
(ص- ف 1313 - 1 قي 6/5/ 1386 ه)
"....أما البحث الثاني : هو جواز اتخاذ يوم نزول القرآن عيدا يتكرر بتكرر الأعوام ، فهذا وإن كان قصد صاحبه حسنا إلا أنه لما لم يكن مشروعا ، ولم يرد عن النبي صلى الله عليه وسلم ، ولا عن أحد من خلفائه الراشدين وسائر صحابته والتابعين لهم بإحسان ،
(الجزء رقم : 76، الصفحة رقم: 33)
ولا عن أحد من الأئمة الأربعة : مالك وأبي حنيفة والشافعي وأحمد بن حنبل ، ولا عن غيرهم من الأئمة المقتدى بهم سلفا وخلفا ، فلما لم يكن مشروعا ولا ورد عن أحد ممن ذكر تعين التنبيه على أن مثل هذا لا يجوز شرعا ؛ لأنه لا أصل له في الدين ، ولم يكن من عمل المسلمين ، ...
والله الموفق ، والسلام .
مفتي البلاد السعودية
( ص - ف 1313 - 1 في 6/ 5 / 1386هـ .
••••
💽. Sumber :
http://bit.ly/2rgSqYv | @KEUTAMAANILMU | @SERIFIRQOHDANALIRAN
Ⓜ️ PERINGATAN NUZULUL QUR'AN ADALAH BID'AH
[Nukilan Fatwa Syaikh Muhammad bin Ibrohim Aalusy-Syaikh -rohimahulloh : "Peringatan Nuzulul-Qur'an : Bid'ah" ]
" .... adapun pembahasan yang kedua : yaitu (apakah) boleh menjadikan hari turunnya Al-Qur'an (Nuzulul-Qur'an) sebagai 'ied (hari raya) yang diperingati secara berulang setiap tahunnya?
👉 Maka hal ini meskipun penyelenggaranya BERNIAT BAIK, namun jika hal itu :
▪️TIDAK disyari'atkan dan TIDAK PERNAH diajarkan oleh Nabi -Shollallohu 'alaihi wasallam-,
▪️TIDAK pula pernah diajarkan oleh salah seorang kholifah beliau dari Khlulafaa'ur-rosyidin,
▪️serta TIDAK pernah diamalkan oleh seluruh sahabat maupun generasi berikutnya yang mengikuti mereka dengan baik.
▪️ TIDAK pernah pula diajarkan oleh para imam yang empat (yaitu) : Malik, Abu Hanifah, Asy-Syafi'i dan Ahmad bin Hanbal (rohimahumulloh).
▪️Serta TIDAK pernah pula diajarkan oleh selain mereka dari ulama' lainnya yang meneladani mereka, baik dari ulama' terdahulu maupun yang kemudian.
فلما لم يكن مشروعا ولا ورد عن أحد ممن ذكر تعين التنبيه على أن مثل هذا لا يجوز شرعا ؛ لأنه لا أصل له في الدين ، ولم يكن من عمل المسلمين ، ...
⛔️ Jika hal itu tidak disyariatkan dan tidak pula diajarkan oleh mereka yang telah disebutkan, MAKA HARUS DIPERINGATKAN bahwa (peringatan) semacam itu TIDAK BOLEH SECARA SYAR'I. Karena (peringatan itu) TIDAK ADA ASALNYA DALAM AGAMA dan BUKAN AMALAN KAUM MUSLIMIN".
Wallohul-muwaffiq, Wassalaam.
Muftil-bilad As-Su'udiyyah (saabiqon)
ــــــــــــــــــــــــــــــ
(ص- ف 1313 - 1 قي 6/5/ 1386 ه)
"....أما البحث الثاني : هو جواز اتخاذ يوم نزول القرآن عيدا يتكرر بتكرر الأعوام ، فهذا وإن كان قصد صاحبه حسنا إلا أنه لما لم يكن مشروعا ، ولم يرد عن النبي صلى الله عليه وسلم ، ولا عن أحد من خلفائه الراشدين وسائر صحابته والتابعين لهم بإحسان ،
(الجزء رقم : 76، الصفحة رقم: 33)
ولا عن أحد من الأئمة الأربعة : مالك وأبي حنيفة والشافعي وأحمد بن حنبل ، ولا عن غيرهم من الأئمة المقتدى بهم سلفا وخلفا ، فلما لم يكن مشروعا ولا ورد عن أحد ممن ذكر تعين التنبيه على أن مثل هذا لا يجوز شرعا ؛ لأنه لا أصل له في الدين ، ولم يكن من عمل المسلمين ، ...
والله الموفق ، والسلام .
مفتي البلاد السعودية
( ص - ف 1313 - 1 في 6/ 5 / 1386هـ .
••••
💽. Sumber :
http://bit.ly/2rgSqYv | @KEUTAMAANILMU | @SERIFIRQOHDANALIRAN
::
🚇 APA SAJA SYARAT-SYARAT I’TIKAF?
Pertanyaan : ”Apa syarat-syarat i’tikaf? Apakah puasa termasuk syaratnya? Apakah seorang yang beri’tikaf boleh menjenguk orang sakit, memenuhi undangan atau melaksanakan kebutuhan keluarganya atau mengantar jenazah dan pergi bekerja?
J a w a b a n:
”Yang disyariatkan, hendaknya i’tikaf itu dilakukan di Masjid yang dilaksanakan padanya shalat Jama'ah. Jika orang yang beri’tikaf itu orang yang wajib shalat Jum'at, dan masa i’tikafnya itu melalui waktu shalat jumat, maka beri’tikaf di Masjid yang ditegakkan padanya shalat Jum'at itu lebih baik.
Beri’tikaf tidak harus melaksanakan puasa. Dan sunnahnya, seorang yang beri’tikaf itu tidak mejenguk orang sakit dimasa i’tikafnya, tidak memenuhi undangan, tidak menunaikan kebutuhan keluarganya, tidak menyaksikan jenazah, tidak pergi bekerja keluar dari masjid.
Berdasarkan apa yang tetap dari Aisyah, beliau radhiyallahu 'anha berkata :
السنة على المعتكف ألا يعود مريضًا، ولا يشهد جنازة، ولا يمس امرأة، ولا يباشرها، ولا يخرج لحاجة إلا لما لا بد منه
”Sunnahnya bagi orang yang beri’tikaf, hendaknya dia tidak menjenguk orang sakit, tidak menyaksikan jenazah, tidak berjimak dengan istrinya, tidak mencumbunya, tidak keluar masjid untuk keperluan kecuali karena keperluan yang harus dikerjakan.”
📂 Dewan tetap untuk penelitian ilmiyah dan Fatwa
Ketua : Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz | Wakil ketua : Abdurrozzaq Afifi | Anggota : Abdullah bin Qu'ud
••••
📚 Sumber : http://www.alifta.com/Fatawa/FatawaChapters.aspx?languagename=ar&View=Page&PageID=54&PageNo=1&BookID=12
🌎 Kunjungi | http://forumsalafy.net/apakah-persyaratan-dalam-itikaf-harus-dilafadzkan/
@ForumSalafy
🚇 APA SAJA SYARAT-SYARAT I’TIKAF?
Pertanyaan : ”Apa syarat-syarat i’tikaf? Apakah puasa termasuk syaratnya? Apakah seorang yang beri’tikaf boleh menjenguk orang sakit, memenuhi undangan atau melaksanakan kebutuhan keluarganya atau mengantar jenazah dan pergi bekerja?
J a w a b a n:
”Yang disyariatkan, hendaknya i’tikaf itu dilakukan di Masjid yang dilaksanakan padanya shalat Jama'ah. Jika orang yang beri’tikaf itu orang yang wajib shalat Jum'at, dan masa i’tikafnya itu melalui waktu shalat jumat, maka beri’tikaf di Masjid yang ditegakkan padanya shalat Jum'at itu lebih baik.
Beri’tikaf tidak harus melaksanakan puasa. Dan sunnahnya, seorang yang beri’tikaf itu tidak mejenguk orang sakit dimasa i’tikafnya, tidak memenuhi undangan, tidak menunaikan kebutuhan keluarganya, tidak menyaksikan jenazah, tidak pergi bekerja keluar dari masjid.
Berdasarkan apa yang tetap dari Aisyah, beliau radhiyallahu 'anha berkata :
السنة على المعتكف ألا يعود مريضًا، ولا يشهد جنازة، ولا يمس امرأة، ولا يباشرها، ولا يخرج لحاجة إلا لما لا بد منه
”Sunnahnya bagi orang yang beri’tikaf, hendaknya dia tidak menjenguk orang sakit, tidak menyaksikan jenazah, tidak berjimak dengan istrinya, tidak mencumbunya, tidak keluar masjid untuk keperluan kecuali karena keperluan yang harus dikerjakan.”
📂 Dewan tetap untuk penelitian ilmiyah dan Fatwa
Ketua : Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz | Wakil ketua : Abdurrozzaq Afifi | Anggota : Abdullah bin Qu'ud
••••
📚 Sumber : http://www.alifta.com/Fatawa/FatawaChapters.aspx?languagename=ar&View=Page&PageID=54&PageNo=1&BookID=12
🌎 Kunjungi | http://forumsalafy.net/apakah-persyaratan-dalam-itikaf-harus-dilafadzkan/
@ForumSalafy
::
🚇 ARTI KEHIDUPAN YANG BAIK
Asy-Syaikh Ibnu al-'Utsaimin rahimahullah
"Kehidupan yang baik itu bukanlah artinya selamat dari segala yang merugikan, kemiskinan, dan kesedihan sebagaimana dipahami sebagian orang..
Namun kehidupan yang baik itu adalah seseorang dalam kondisi:
▪️ baik hatinya,
▪️ lapang dadanya,
▪️ dan tentram dengan ketentuan dan takdir Allah Ta'ala
Sehingga jika dia mendapatkan kesenangan dia pun bersyukur, dan itu adalah kebaikan baginya. Ketika mendapatkan kesulitan, dia pun bersabar dan itu pun kebaikan baginya.
Inilah arti kehidupan yang baik yakni senangnya hati."
📚Fatawa Islamiyyah
ـــــــــــــــــــــــــ
📑 الحياة الطيبة ليست هي السلامة من الآفات من فقر ومرض وكدر كما يفهمه البعض بل الحياة الطيبة أن يكون الإنسان طيب القلب منشرح الصدر مطمئناً بقضاء الله وقدره إن أصابته سراء شكرَ فكان خيراً له وإن أصابته ضراء صبرَ فكان خيراً له هذه هي الحياة الطيبة وهي راحة القلب ..
من فتاوى الشيخ / محمد بن صالح العثيمين.. رحمه الله تعالى
••••
📊 http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=144012
@ukhwh
🚇 ARTI KEHIDUPAN YANG BAIK
Asy-Syaikh Ibnu al-'Utsaimin rahimahullah
"Kehidupan yang baik itu bukanlah artinya selamat dari segala yang merugikan, kemiskinan, dan kesedihan sebagaimana dipahami sebagian orang..
Namun kehidupan yang baik itu adalah seseorang dalam kondisi:
▪️ baik hatinya,
▪️ lapang dadanya,
▪️ dan tentram dengan ketentuan dan takdir Allah Ta'ala
Sehingga jika dia mendapatkan kesenangan dia pun bersyukur, dan itu adalah kebaikan baginya. Ketika mendapatkan kesulitan, dia pun bersabar dan itu pun kebaikan baginya.
Inilah arti kehidupan yang baik yakni senangnya hati."
📚Fatawa Islamiyyah
ـــــــــــــــــــــــــ
📑 الحياة الطيبة ليست هي السلامة من الآفات من فقر ومرض وكدر كما يفهمه البعض بل الحياة الطيبة أن يكون الإنسان طيب القلب منشرح الصدر مطمئناً بقضاء الله وقدره إن أصابته سراء شكرَ فكان خيراً له وإن أصابته ضراء صبرَ فكان خيراً له هذه هي الحياة الطيبة وهي راحة القلب ..
من فتاوى الشيخ / محمد بن صالح العثيمين.. رحمه الله تعالى
••••
📊 http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=144012
@ukhwh
::
🚇 TEMPAT I’TIKAF: BOLEHKAH I'TIKAF SELAIN DI 3 MASJID YANG DISEBUTKAN DALAM HADITS?
Sebagian ‘ulama berpendapat bahwa i’tikaf hanya bisa dilakukan pada 3 masjid saja, yaitu Al-Masjidil Haram di Makkah, Masjid An-Nabawi di Madinah, dan Masjid Al-Aqsha di Palestina.
Jumhur ‘ulama berpendapat bahwa seluruh Masjid bisa digunakan untuk beri’tikaf sebagaimana keumuman firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ
_“Dan janganlah kalian mencampuri mereka itu (istri-istri kalian), sedang kalian beri’tikaf”(Al Baqarah: 187)._
Karena pada ayat di atas sasarannya adalah seluruh kaum muslimin, tidak terbatas pada Masjid tertentu. Kaum muslimin kebanyakan tinggal di luar 3 Masjid tersebut.
Adapun hadits Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu :
لااعتكاف إلا في ثلاثة مساجد المسجد الحرام والمسجد الاقصى ومسجد رسول الله صلى الله عليه وسلم
_“Tidak ada I’tikaf kecuali pada 3 masjid (Masjid Al-Haram, Masjid Al-Aqsha, dan Masjid An-Nabawy) (Riwayat Ibnu Abi Syaibah)._
👉🏽maka para ulama’ membawanya kepada afdhaliyyah (nilai yang lebih utama), yakni tidak ada I’tikaf yang utama kecuali pada tiga Masjid tersebut.
••••
Sumber: www.mahad-assalafy.com/seputar-itikaf/
🚇 TEMPAT I’TIKAF: BOLEHKAH I'TIKAF SELAIN DI 3 MASJID YANG DISEBUTKAN DALAM HADITS?
Sebagian ‘ulama berpendapat bahwa i’tikaf hanya bisa dilakukan pada 3 masjid saja, yaitu Al-Masjidil Haram di Makkah, Masjid An-Nabawi di Madinah, dan Masjid Al-Aqsha di Palestina.
Jumhur ‘ulama berpendapat bahwa seluruh Masjid bisa digunakan untuk beri’tikaf sebagaimana keumuman firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ
_“Dan janganlah kalian mencampuri mereka itu (istri-istri kalian), sedang kalian beri’tikaf”(Al Baqarah: 187)._
Karena pada ayat di atas sasarannya adalah seluruh kaum muslimin, tidak terbatas pada Masjid tertentu. Kaum muslimin kebanyakan tinggal di luar 3 Masjid tersebut.
Adapun hadits Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu :
لااعتكاف إلا في ثلاثة مساجد المسجد الحرام والمسجد الاقصى ومسجد رسول الله صلى الله عليه وسلم
_“Tidak ada I’tikaf kecuali pada 3 masjid (Masjid Al-Haram, Masjid Al-Aqsha, dan Masjid An-Nabawy) (Riwayat Ibnu Abi Syaibah)._
👉🏽maka para ulama’ membawanya kepada afdhaliyyah (nilai yang lebih utama), yakni tidak ada I’tikaf yang utama kecuali pada tiga Masjid tersebut.
••••
Sumber: www.mahad-assalafy.com/seputar-itikaf/