منتدى نشر الفـــــــوائد
7.54K subscribers
4.31K photos
260 videos
279 files
5.63K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
:.
SEBAB DINAMAKAN BULAN SYA'BAN


Sebab dinamakan dengan nama ini (Sya'ban), Ibnu Hajar rahimahullah berkata:

«وسمي شعبان لتشعبهم في طلب المياه أو في الغارات بعد أن يخرج شهر رجب الحرام» فتح الباري (4/213).

"Dinamakan bulan Sya'ban dikarenakan berpencarnya mereka dalam mencari air atau dalam penyerangan setelah keluar bulan Rajab, bulan haram".《Fathul Baary (4/213)》
-----------------------



@ForumSalafy
📝 SELARASKAN NIAT DAN AMAL
🖊 #kesalahan #niat #amal
🌳🍒🍊
-----------
🚇HUKUM MENUNDA PEMBAYARAN HUTANG PUASA HINGGA TIBA RAMADHAN TAHUN BERIKUTNYA


🅾 Pertanyaan :

Seseorang memiliki tanggungan/hutang beberapa hari puasa Ramadhan. Namun hingga datang bulan Ramadhan tahun berikutnya ternyata ia belum juga mengqodho’ (mengganti kewajiban/membayar) hutang puasanya tersebut. Bagaimana seharusnya yang ia lakukan? Apakah ia berdosa, dan apakah gugur kewajibannya?


Jawab :

Sesungguhnya Allah berfirman dalam Al-Qur`anul Karim :

(( فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ , وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا أَوْ عَلى سَفَرٍ فَعِدَّةٍ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ))

“Barangsiapa diantara kalian yang mendapati bulan (Ramadhan) maka hendaklah ia berpuasa, dan barangsiapa yang sakit atau berpergian (lalu ia tidak berpuasa) maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya di hari yang lain.” [Al Baqorah : 185.]

Sehingga seseorang diperbolehkan untuk tidak berpuasa jika ada alasan syar’i, kemudian ia berkewajiban untuk menggantinya pada hari-hari lain, serta tidak menundanya sampai datang bulan Ramadhan berikutnya, dengan dasar ucapan ‘Aisyah Radhiyallah ‘anha (istri Rasulullah), ia berkata :

كَانَ يَكُوْنُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا أَسْتَطِيْعُ أَنْ أَقْضِيَهُ إِلاَّ فِي شَعْبَانَ .

''Dahulu kami memiliki tanggungan/hutang puasa Ramadhan, dan tidaklah aku sempat mengqodho’nya (yakni terus tertunda) kecuali setelah sampai bulan Sya’ban (yakni terus tertunda hingga tiba bulan Sya’ban berikutnya)'' [HR. Al-Bukhari, Bab Kapan Menunaikan Qodho’ Puasa, no.1950]

‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha tidak sempat mengqodho’ puasanya hingga tiba bulan Sya’ban (berikutnya) karena keadaan beliau di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam .

Adapun perkataan Aisyah : “dan tidaklah aku sempat mengqodho’nya kecuali setelah sampai bulan Sya’ban”, adalah dalil wajibnya mengqodho’ puasa Ramadhan sebelum datang bulan Ramadhan berikutnya.

☝️🏼Namun apabila qodho’nya diakhirkan/ditunda-tunda hingga datang bulan Ramadhan tahun berikutnya maka ia berkewajiban untuk beristighfar dan meminta ampun kepada Allah, serta menyesal dan mencela perbuatannya menunda-nunda qodho’ puasa. Namun ia tetap berkewajiban mengqodho’ puasanya yang ia tinggalkan, karena kewajiban mengqodho’ tidak gugur dengan sebab diakhirkan/ditunda.
❗️Maka ia tetap wajib menggantinya walaupun setelah bulan Ramadhan tahun berikutnya, Wallahul  Muwaffiq.


Fatawa Arkanul Islam oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin, halaman 489, pertanyaan yang ke – 439.

•••••
Sumber: http://bit.ly/1XmyfzT
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
🏀 www.alfawaaid.net
📫🌳🎒
═══════════
A ᴜ ᴅ ɪ ᴏ R ᴇ ᴋ ᴀ ᴍ ᴀ ɴ
═══════════
🚇 SERBA-SERBI QADHA PUASA RAMADHAN

📆 Kajian Kitab Shahih Fiqhus Sunnah (Arsip 2006) Durasi 31:30 (5,44 MB)

🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafidzahullah


---------------------
Diantaranya dijelaskan:
▪️ Orang yang membatalkan puasa dengan sengaja (tanpa ada udzur) apa ada qadha/kaffaroh?
▪️ Mengganti hutang puasa Ramadhan bukan kewajiban yang harus segera dilakukan (ada keluasan waktu)
▪️ Apakah mengqadha puasa boleh dicicil (tidak sekaligus -berurutan)
▪️ Orang yang meninggal dan punya hutang puasa, apakah wajib diganti oleh ahli warisnya?
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
.:
🚇 NASEHAT UNTUK IKHWAH/SANTRI YANG SERING PINDAH-PINDAH (KELUAR MASUK) PONDOK KARENA ALASAN TIDAK COCOK DENGAN USTADZNYA

🎙 Al-Ustadz Abdurrahman Lombok -hafidzahullah-
(1,2 MB) - Durasi [04:14]


| Dauroh Jum'at - Ahad , 2-4 Rajab 1438 H / 31 Maret - 2 April 2017 di Masjid Abu Bakr Ash-Shiddiq (Kompleks Muhajirin Samping Perum DPRD Kebun Cengkeh Ambon)


•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
::

HUKUM PERAYAAN MALAM NISHFU SYA'BAN


Diantara bid’ah yang biasa dilakukan oleh banyak orang adalah bid’ah mengadakan upacara peringatan malam nisyfu sya’ban dan mengkhususkan hari tersebut dengan puasa tertentu.

Padahal tidak ada satupun dalil yang dapat dijadikan sandaran, memang ada beberapa hadits yang menegaskan keutamaan malam tersebut akan tetapi hadits-hadits tersebut dhaif sehingga tidak dapat dijadikan landasan. Adapun hadits-hadits yang menegaskan keutamaan shalat pada hari tersebut adalah maudhu’ (palsu).


Al Hafidz ibnu Rajab dalam bukunya “Lathaiful Ma’arif ‘ mengatakan bahwa:

Perayaan malam nisyfu sya’ban adalah bid’ah dan hadits-hadits yang menerangkan keutamaannya adalah lemah.


Imam Abu Bakar At Turthusi berkata dalam bukunya `alhawadits walbida’ :

“Diriwayatkan dari wadhoh dari Zaid bin Aslam berkata :”kami belun pernah melihat seorangpun dari sesepuh ahli fiqih kami yang menghadiri perayaan nisyfu sya’ban, tidak mengindahan hadits makhul (dhaif) dan tidak pula memandang adanya keutamaan pada malam tersebut terhadap malam-malam lainnya”.


Dikatakan kepada Ibnu Maliikah bahwasanya Ziad Annumari berkata:

“Pahala yang didapat (dari ibadah ) pada malam nisyfu sya’ban menyamai pahala lailatul qadar.

👉🏽Ibnu Maliikah menjawab : Seandainya saya mendengar ucapannya sedang ditangan saya ada tongkat, pasti saya pukul dia. Ziad adalah seorang penceramah.


Al Allamah Syaukani menulis dalam bukunya, fawaidul majmuah, sebagai berikut :

Hadits : “Wahai Ali barang siapa melakukan shalat pada malam nisyfu sya’ban sebanyak seratus rakaat : ia membaca setiap rakaat Al Fatihah dan Qulhuwallahuahad sebanyak sepuluh kali, pasti Allah memenuhi segala …. dan seterusnya.

👉🏽Hadits ini adalah maudhu’, pada lafadz-lafadznya menerangkan tentang pahala yang akan diterima oleh pelakunya adalah tidak diragukan kelemahannya bagi orang berakal, sedangkan sanadnya majhul (tidak dikenal). Hadits ini diriwayatkan dari jalan kedua dan ketiga, kesemuanya maudhu ‘ dan perawi¬-perawinya majhul.


Dalam kitab “Al-Mukhtashar” Syaukani melanjutkan :

“Hadits yang menerangkan shalat nisfu sya’ban adalah batil” .


Ibnu Hibban meriwayatkan hadits dari Ali :

“…Jika datang malam nisfu sya’ban bershalat malamlah dan berpusalah pada siang harinya”. Inipun adalah hadits yang dhaif.


Dalam buku Al-Ala’i diriwayatkan :

“Seratus rakaat dengan tulus ikhlas pada malam nisfu sya’ban adalah pahalanya sepuluh kali lipat”. Hadits riwayat Ad-Dailamy, hadits ini tidak maudhu; tetapi mayoritas perawinya pada jalan yang ketiga majhul dan dho’if.


Imam Syaukani berkata :

“Hadits yang menerangkan bahwa dua belas raka’ at dengan tulus ikhlas pahalanya adalah tiga puluh kali lipat, maudhu’. Dan hadits empat belas raka’at ….dst adalah maudhu”.

Para fuqoha’ banyak yang tertipu oleh hadits-¬hadits maudhu’ diatas seperti pengarang Ihya’ Ulumuddin dan sebagian ahli tafsir. Telah diriwayatkan bahwa sholat pada malam itu yakni malam nisfu sya’ban yang telah tersebar ke seluruh pelosok dunia semuanya adalah bathil (tidak benar) dan haditsnya adalah maudhu’.


Al-Hafidh Al-Iraqy berkata :

“Hadits yang menerangkan tentang sholat nisfu sya’ban maudhu’ dan pembohongan atas diri Rasulullallah Shalallahu’alaihi Wassallam.
Dalam kitab Al-Majmu’, Imam Nawawi berkata :”Shalat yang sering kita kenal dengan shalat ragha’ib berjumlah dua belas raka’at dikerjakan antara maghrib dan isya’ pada malam jum’at pertama bulan rajab, dan sholat seratus raka’at pada malam nisfu sya’ban, dua sholat ini adalah bid’ah dan mungkar.


••••
Selengkapnya baca di www.darussalaf.or.id/fiqih/hukum-perayaan-malam-nisyfu-syaban/
::
🚇HUKUM SHALAT KHUSUS PADA MALAM NISHFU SYA'BAN

{Nishfu Sya'ban = hari pada pertengahan bulan Sya'ban}


Bagaimana hukumnya mengkhususkan shalat pada malam Nishfu Sya'ban?



✍🏻 Syaikh Ibnu Baz rahimahullah mengatakan,

ما ورد في فضل الصلاة فيها فكله موضوع. [مجموع الفتاوى (١-١٨٦)]

"Hadis tentang keutamaan shalat pada malam nishfu Sya'ban seluruhnya palsu."
[Majmu' Fatawa beliau, 1/186]



✍🏻 Syaikh Ibnu Baz rahimahullah juga mengatakan,

الاحتفال بليلة النصف من شعبان بالصلاة أو غيرها, وتخصيص يومها بالصيام بدعة منكرة عند أكثر أهل العلم، وليس له أصل في الشرع المطهر، بل هو مما حدث في الإسلام بعد عصر الصحابة رضي الله عنهم. مجموع الفتاوى (١-١٩١)

"Merayakan malam Nishfu Sya'ban dengan shalat atau selainnya, serta puasa pada siang harinya, adalah bid'ah yang mungkar menurut mayoritas para ulama. Hal itu tidak ada dalilnya dari syariat yang suci ini. Bahkan, itu perkara yang diadakan setelah generasi sahabat radhiyallahu 'anhum."
[Majmu' Fatawa beliau 1/191]



✍🏻 Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan,

الصحيح أن صيام النصف من شعبان أو تخصيصه بقراءة، أو بذكر لا أصل له، فيوم النصف من شعبان كغيره من أيام النصف في الشهور الأخرى. مجموع الفتاوى (٢٠-٢٣).

"Yang benar, puasa nishfu Sya'ban dan mengkhususkannya untuk membaca dan zikir tertentu, tidak ada dalilnya. Hari nishfu Sya'ban seperti hari pertengahan di bulan lainnya."
[Majmu' Fatawa beliau 20/23]



✍🏻 Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan,

صيام يوم النصف من شعبان بخصوصه ليس بسنة، وإذا لم يكن صومه سنة كان بدعة، لأن الصوم عبادة فإذا لم تثبت مشروعيته كان بدعة. مجموع الفتاوى (٢٠-٢٦).

"Puasa nishfu Sya'ban secara khusus bukan termasuk sunnah (ajaran Nabi shallallahu 'alaihi wasallam). Jika bukan sunnah, berarti bid'ah. Karena, puasa adalah ibadah. Jika tidak disyariatkan, berarti bid'ah."
[Majmu' Fatawa beliau 20/26]


••••
@tashfiyah | www.tashfiyah.com