Forwarded from SALAFY BANDUNG
🌳 Seri Rumah Belajar:
Bangun Datar Sederhana
🍂 03:45 (4,3 MB)
Bangun Datar Sederhana
🍂 03:45 (4,3 MB)
.:
Ⓜ MAKNA HADITS "DUNIA ITU ADALAH PENJARANYA ORANG MUKMIN DAN SURGANYA ORANG KAFIR"
📊 17:39 (4,1 MB) | Al-Ustadz Muhammad As-Sewed -hafidzahullah-
| Dauroh "Cinta & Benci Dalam Islam" | Tausiyah Rendahnya Kehidupan Dunia || Sabtu-Ahad, 30 Rajab – 1 Sya’ban 1437 H/ 7-8 Mei 2016 M di Masjid Zaadul Ma’aad Ponpes Ibnul Qoyyim, Balikpapan – Kaltim
▪️ الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim no. 2392)
▪️كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ. وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ، يَقُولُ: إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ المَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ
Rasulullah Shallallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Jadilah engkau (hidup) di dunia ini seakan-akan seperti orang asing atau orang yang safar (orang yang melakukan perjalanan).”
Ibnu Umar berkata, “Apabila engkau berada di waktu sore maka jangan tunggu waktu pagi dan apabila engkau berada di waktu pagi maka jangan menunggu waktu sore, manfaatkanlah masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. al-Bukhari no. 6416)
•••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
Ⓜ MAKNA HADITS "DUNIA ITU ADALAH PENJARANYA ORANG MUKMIN DAN SURGANYA ORANG KAFIR"
📊 17:39 (4,1 MB) | Al-Ustadz Muhammad As-Sewed -hafidzahullah-
| Dauroh "Cinta & Benci Dalam Islam" | Tausiyah Rendahnya Kehidupan Dunia || Sabtu-Ahad, 30 Rajab – 1 Sya’ban 1437 H/ 7-8 Mei 2016 M di Masjid Zaadul Ma’aad Ponpes Ibnul Qoyyim, Balikpapan – Kaltim
▪️ الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim no. 2392)
▪️كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ. وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ، يَقُولُ: إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ المَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ
Rasulullah Shallallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Jadilah engkau (hidup) di dunia ini seakan-akan seperti orang asing atau orang yang safar (orang yang melakukan perjalanan).”
Ibnu Umar berkata, “Apabila engkau berada di waktu sore maka jangan tunggu waktu pagi dan apabila engkau berada di waktu pagi maka jangan menunggu waktu sore, manfaatkanlah masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. al-Bukhari no. 6416)
•••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Forwarded from SALAFY BANDUNG
🌳 Seri Rumah Belajar:
*Do'a Ketika Turun Hujan*
🍂 02:14 (8.6 MB)
*Do'a Ketika Turun Hujan*
🍂 02:14 (8.6 MB)
🌍🚠🌳
═══════════
A ᴜ ᴅ ɪ ᴏ R ᴇ ᴋ ᴀ ᴍ ᴀ ɴ
═══════════
🚇 BACAAN MUROTTAL AL-QUR'AN
🅾 Juz 29 Oleh: Ahmad Saud & Muhammad Thoha Al-Junaid | 40 kbps
▪️Bagian 1 Surat [ Al-Mulk, Al-Qalam, Al-Haqqah, Al-Ma'arij, Nuh, Al-Jin ]
Durasi 47:14 ( 13,55 MB )
▪️ Bagian 2 Surat [ Al-Muzammil, Al-Mudatsir, Al-Qiyamah, Al-Insan ] & Adzan anak-anak
Durasi 33:54 ( 9,74 MB )
🅾 Juz 30 Oleh: Ahmad Sa'ud | Durasi 1:05:22 ( 11,26 MB )
ــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
═══════════
A ᴜ ᴅ ɪ ᴏ R ᴇ ᴋ ᴀ ᴍ ᴀ ɴ
═══════════
🚇 BACAAN MUROTTAL AL-QUR'AN
🅾 Juz 29 Oleh: Ahmad Saud & Muhammad Thoha Al-Junaid | 40 kbps
▪️Bagian 1 Surat [ Al-Mulk, Al-Qalam, Al-Haqqah, Al-Ma'arij, Nuh, Al-Jin ]
Durasi 47:14 ( 13,55 MB )
▪️ Bagian 2 Surat [ Al-Muzammil, Al-Mudatsir, Al-Qiyamah, Al-Insan ] & Adzan anak-anak
Durasi 33:54 ( 9,74 MB )
🅾 Juz 30 Oleh: Ahmad Sa'ud | Durasi 1:05:22 ( 11,26 MB )
ــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
:.
🚇TAWAKAL DIIRINGI DENGAN USAHA
Tawakal yang tidak diiringi dengan usaha termasuk cermin kekurangan dan buruknya agama seseorang. Sebagaimana kita ketahui, tawakal tidak bisa lepas dari iman dan Islam seperti penjelasan di atas.
▪️Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,
“Meninggalkan sebab-sebab (usaha dalam bertawakal) termasuk corengan terhadap syariat-Nya, sedangkan menyandarkan diri kepada sebab-sebab itu termasuk kesyirikan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.”
▪️Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,
“Termasuk sebesar-besar kejahatan dalam agama adalah meninggalkan sebab (usaha) dan menyangka bahwa yang demikian itu termasuk meniadakan tawakal.” (Syarah al-Qaulul Mufid, hlm. 62)
▪️Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,
“Barang siapa yang meninggalkan sebab/usaha (dalam tawakal) maka tawakalnya belum lurus. Namun termasuk dari kesempurnaan tawakal adalah tidak condong kepada sebab-sebab itu, memutuskan keterkaitan hati dari sebab-sebab itu.”
Kemudian setelah itu beliau mengatakan, “Tidak akan tegak dan bernilai dalam menjalani usaha itu melainkan harus di atas tawakal.” (Madarijus Salikin, 2/120)
Dalil yang menunjukkan bahwa tawakal itu harus dibarengi dengan usaha adalah apa yang diriwayatkan oleh al-Imam Ahmad, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah dari sahabat ‘Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu:
لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُوْنَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصاً وَتَرُوْحُ بِطَاناً
“Bila kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana dia memberikan rezeki kepada burung; pergi di pagi hari dalam keadaan perut kosong dan pulang dalam keadaan kenyang.”(Disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami no. 5254)
•••
Selengkapnya baca di asysyariah.com/kuserahkan-diriku-kepadamu-ya-allah/ Ditulis oleh al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah hafidzahullah
🚇TAWAKAL DIIRINGI DENGAN USAHA
Tawakal yang tidak diiringi dengan usaha termasuk cermin kekurangan dan buruknya agama seseorang. Sebagaimana kita ketahui, tawakal tidak bisa lepas dari iman dan Islam seperti penjelasan di atas.
▪️Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,
“Meninggalkan sebab-sebab (usaha dalam bertawakal) termasuk corengan terhadap syariat-Nya, sedangkan menyandarkan diri kepada sebab-sebab itu termasuk kesyirikan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.”
▪️Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,
“Termasuk sebesar-besar kejahatan dalam agama adalah meninggalkan sebab (usaha) dan menyangka bahwa yang demikian itu termasuk meniadakan tawakal.” (Syarah al-Qaulul Mufid, hlm. 62)
▪️Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,
“Barang siapa yang meninggalkan sebab/usaha (dalam tawakal) maka tawakalnya belum lurus. Namun termasuk dari kesempurnaan tawakal adalah tidak condong kepada sebab-sebab itu, memutuskan keterkaitan hati dari sebab-sebab itu.”
Kemudian setelah itu beliau mengatakan, “Tidak akan tegak dan bernilai dalam menjalani usaha itu melainkan harus di atas tawakal.” (Madarijus Salikin, 2/120)
Dalil yang menunjukkan bahwa tawakal itu harus dibarengi dengan usaha adalah apa yang diriwayatkan oleh al-Imam Ahmad, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah dari sahabat ‘Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu:
لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُوْنَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصاً وَتَرُوْحُ بِطَاناً
“Bila kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana dia memberikan rezeki kepada burung; pergi di pagi hari dalam keadaan perut kosong dan pulang dalam keadaan kenyang.”(Disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami no. 5254)
•••
Selengkapnya baca di asysyariah.com/kuserahkan-diriku-kepadamu-ya-allah/ Ditulis oleh al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah hafidzahullah