Pesan ini dikirim menjelang jalsah bersama Asy-Syaikh Arafat. Karena itu, Ustadz Luqman belum sempat membalasnya.
Barulah setelah jalsah selesai — sebagaimana poin-poin jalsah yang telah kita sebutkan tadi — Ustadz Luqman memberikan jawaban.
Namun karena saat itu beliau baru keluar dari rumah Asy-Syaikh Arafat dan sedang berjalan kaki, maka beliau tidak mengetik balasan tersebut.
Beliau membalasnya dengan voice note atau pesan suara.
Ustadz Luqman menjawab:
«وَعَلَيْكُمُ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، حَيَّاكَ اللهُ يَا أَبَا الْحَارِثِ، حَيَّاكَ اللهُ.»
“Wa‘alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Semoga Allah memberikan kehidupan yang baik kepadamu, wahai Abul Harits. Semoga Allah memberikan kehidupan yang baik kepadamu.”
«مَرْحَبًا، مَرْحَبًا، الْحَمْدُ لِلَّهِ أَنَا بِخَيْرٍ.»
“Selamat datang, selamat datang. Alhamdulillah, aku dalam keadaan baik.”
«وَعَسَاكَ كَذٰلِكَ.»
“Dan aku berharap demikian pula keadaanmu.”
«نَعَمْ، إِنْ شَاءَ اللهُ نَجْلِسُ عِنْدَ وُصُولِنَا إِلَى إِنْدُونِيسِيَا بِإِذْنِ اللهِ تَعَالَى، وَنَسْأَلُ اللهَ التَّوْفِيقَ.»
“Na‘am. InsyaAllah nanti kita akan duduk bersama setelah sampai di Indonesia dengan izin Allah Ta‘ala. Dan kita memohon taufik dari Allah Subhanahu wa Ta‘ala.”
Ayyuhal Ikhwah,
Baru saja Ustadz Luqman sampai di penginapan hotel. Belum sampai 24 jam sejak jalsah bersama Asy-Syaikh Arafat — yang tadi telah ana sampaikan garis besar isi pembicaraannya kepada antum — di mana Asy-Syaikh Arafat berkata:
«قَدْ نَصَحْتُهُ، وَالظَّاهِرُ أَنَّهُ يَقْبَلُ النَّصِيحَةَ.»
“Aku telah menasihatinya, dan yang tampak padaku dia menerima nasihat.”
Ini perlu dicatat.
Kemudian dalam suratnya kepada Ustadz Luqman, Abul Harits mengatakan bahwa:
- Syaikh telah memerintahkannya untuk bermusyawarah dengan Ustadz Luqman.
- Syaikh telah menasihatinya.
- Syaikh telah memberinya arahan.
- Dan Syaikh meminta dirinya untuk kembali merujuk kepada Ustadz Luqman serta bermusyawarah dengannya dalam perkara-perkara dakwah dan selainnya.
Na‘am.
Ini adalah janji Ustadz Abul Harits kepada Asy-Syaikh Arafat secara langsung, dan juga kepada Ustadz Luqman melalui pesan WhatsApp.
Namun — والعياذ بالله — belum sampai 24 jam. Saat itu Ustadz Luqman masih berada di negeri Madinah.
Demikian pula Ustadz Abul Harits masih berada di negeri Madinah.
Tiba-tiba muncul screenshot status dari istri kedua Ustadz Abul Harits. Kalau kita tidak menyebut ini sebagai bentuk pengkhianatan dari Ustadz Abul Harits, lalu apa lagi?
Baru saja beliau berjanji kepada Ustadz Luqman untuk memusyawarahkan segala perkara yang berkaitan dengan dakwah.
Lantas bagaimana dengan status istrinya yang berkaitan dengan dakwah?
Isi jalsah Madinah justru dibongkar oleh istrinya melalui status WhatsApp, bahkan belum sampai 24 jam.
Dan pada salah satu poin dari sekian poin yang disampaikan dalam status tersebut, ternyata tidak sesuai dengan isi jalsah Madinah.
Walaupun memang ada beberapa poin lain yang sesuai dengan isi jalsah Madinah.
Na‘am.
Apa isi status tersebut?
Apa sebenarnya isi status itu?
InsyaAllah akan kita beberkan dan kita sampaikan pada pertemuan berikutnya.
Na‘am.
Karena kita khawatir waktunya menjadi terlalu panjang.
Sekarang muhadharah sudah berlangsung lebih dari satu jam.
Kita tadi mulai pukul 06.30, dan sekarang sudah pukul 07.47.
Di antara antum mungkin ada yang harus bekerja atau mempersiapkan berbagai urusan.
Maka untuk muhadharah sesi kedua ini kita cukupkan sampai di sini terlebih dahulu.
InsyaAllah, terkait status istri Ustadz Abul Harits akan kita bahas pada sesi yang ketiga.
Kapan waktunya?
Nanti akan diumumkan, InsyaAllah.
وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
Dan Allah lebih mengetahui mana yang benar.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Sebelum kita akhiri, ana secara pribadi ingin menyampaikan kepada Ustadz Abul Harits:
«“Ya akhona, ya Ustadz Abul Harits, hentikanlah apa-apa yang telah engkau lakukan ini.”»
Terus terang, sampai sekarang kami masih membuka pintu.
Sekiranya antum mau, sebenarnya perkara ini mudah.
Antum cukup mengklarifikasi dan menarik kembali tuduhan-tuduhan berat tersebut.
Sampaikan bahwa itu tidak benar.
Sampaikan bahwa itu dusta.
Karena Ustadz Luqman adalah seorang Sunni Salafy yang dikenal oleh para Masyaikhul Kibar, baik yang telah wafat maupun yang masih hidup.
Sebenarnya perkara ini mudah.
Namun mengapa terasa begitu berat bagi beliau?
Dan juga sangat mudah sebenarnya bagi beliau untuk mengatakan:
«“Orang tersebut adalah seorang Hizby Ikhwany dan saya mentahdzirnya.”»
Apa susahnya?
Semoga saja beliau bisa menerima nasihat ini.
Kalau tidak, maka InsyaAllah pada sesi ketiga nanti akan kita lanjutkan lagi penjelasannya.
وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
«سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.»
Rekaman Audio:
https://t.me/kajiansalafypalopo/8007
Catatan:
Transkrip ini tidak disajikan secara harfiah (verbatim), namun telah melalui penyuntingan ringan berupa penghapusan pengulangan kata dan penataan kalimat tanpa mengubah makna yang disampaikan dalam muhadharah, dengan tujuan menjaga kejelasan dan kenyamanan pembaca.
Transkrip ini telah dibaca dan disetujui oleh Ustadz Abu Fuad hafizhahullah.
🌏 Channel FBF:
t.me/ForumBerbagiFaidah
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Salafy Probolinggo
Simak Sekarang!!
Siaran Langsung MUHADHARAH ILMIAH Sesi 1 Bertemakan: MENGHIDUPKAN CAHAYA SALAFIYYAH DI TENGAH GELAPNYA FITNAH (Renungan Penting Tentang Beberapa Kejahatan Terhadap Pokok-pokok Dakwah Salafiyyah) | Bersama Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, LC hafidzahullah | Bertempat di Masjid Al Fauzan Kompleks Ma'had Al I'tishom bis Sunnah Kraksaan Probolinggo
Tautan:
https://t.me/ahlussunnahprobolinggo?livestream
Siaran Langsung MUHADHARAH ILMIAH Sesi 1 Bertemakan: MENGHIDUPKAN CAHAYA SALAFIYYAH DI TENGAH GELAPNYA FITNAH (Renungan Penting Tentang Beberapa Kejahatan Terhadap Pokok-pokok Dakwah Salafiyyah) | Bersama Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, LC hafidzahullah | Bertempat di Masjid Al Fauzan Kompleks Ma'had Al I'tishom bis Sunnah Kraksaan Probolinggo
Tautan:
https://t.me/ahlussunnahprobolinggo?livestream
Telegram
Salafy Probolinggo
Kumpulan:
🔸Faedah ilmiah dari Al Qur'an, hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam, penjelasan dan bimbingan ulama
🔸Info dan audio kajian ilmiah
🔸Poster dakwah
Bersama para da'i Ahlussunnah wal jama'ah di wilayah Probolinggo - Jawa Timur dan sekitarnya.
🔸Faedah ilmiah dari Al Qur'an, hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam, penjelasan dan bimbingan ulama
🔸Info dan audio kajian ilmiah
🔸Poster dakwah
Bersama para da'i Ahlussunnah wal jama'ah di wilayah Probolinggo - Jawa Timur dan sekitarnya.
Forwarded from SALAFY BANDUNG
FIGUR ISTRI SHALIHAH KETIKA DI RUMAH | Pemateri : Al-Ustadz Abu Jundi hafizhahullah | KAJIAN RUTIN IKHWAH WAL UMMAHAT BANDUNG RAYA SETIAP AHAD SIANG (Pekan Ke-1 dan Ke-3)
📑Live Telekonferensi:
t.me/SalafyBandung
Barakallahu Fiikum
◽️◾️◽️◾️◽️◽️◾️◽️◾️◽️
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from SABILUL ANBIYA
📡🌙🇮🇩 PENETAPAN 1 Dzulhijjah 1447 H
Keputusan pemerintah RI melalui Kemenag berdasarkan hasil sidang isbat malam ini menetapkan bahwa, tanggal 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026 M.
🗓 Hari Raya Idul Adha 1447 H jatuh pada hari Rabu , tanggal 27 Mei 2026 M
🔹 قناة سبيل الأنبياء 🔹
📲 Join • Save • Share ll
http://t.me/sabilulanbiya
•
🔄
Keputusan pemerintah RI melalui Kemenag berdasarkan hasil sidang isbat malam ini menetapkan bahwa, tanggal 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026 M.
🗓 Hari Raya Idul Adha 1447 H jatuh pada hari Rabu , tanggal 27 Mei 2026 M
🔹 قناة سبيل الأنبياء 🔹
📲 Join • Save • Share ll
http://t.me/sabilulanbiya
•
🔄
Forwarded from Islam Hari Ini
🗂 💻 Artikel-artikel Tentang Bulan Dzulhijjah di Website islamhariini.com
1️⃣ Keistimewaan Bulan Dzulhijjah Berdasarkan Hadits-hadits Sahih
🔗 https://islamhariini.com/keistimewaan-bulan-dzulhijjah-berdasarkan-hadits-hadits-sahih/
2️⃣ Bulan Dzulhijjah Bulan yang Sangat Agung
🔗 https://islamhariini.com/bulan-dzulhijjah-bulan-yang-sangat-agung/
3️⃣ Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah yang Penting Diketahui
🔗 https://islamhariini.com/keutamaan-10-hari-pertama-bulan-dzulhijjah/
4️⃣ Amalan Hari Arafah Sesuai Sunnah
🔗 https://islamhariini.com/amalan-hari-arafah-sesuai-sunnah/
5️⃣ Keutamaan Hari Arafah Berdasarkan Hadits Nabi
🔗 https://islamhariini.com/keutamaan-hari-arafah-berdasarkan-hadits-nabi/
6️⃣ Amalan Hari Tasyrik Sesuai Bimbingan Nabi
🔗 https://islamhariini.com/amalan-hari-tasyrik-sesuai-bimbingan-nabi/
#kumpulan_artikel
Semoga Bermanfaat...
➖➖➖➖➖➖➖
🌏📡 Channel Islam Hari Ini
🔗🔎 https://t.me/islamhariini
🖥 Website: www.islamhariini.com
1️⃣ Keistimewaan Bulan Dzulhijjah Berdasarkan Hadits-hadits Sahih
🔗 https://islamhariini.com/keistimewaan-bulan-dzulhijjah-berdasarkan-hadits-hadits-sahih/
2️⃣ Bulan Dzulhijjah Bulan yang Sangat Agung
🔗 https://islamhariini.com/bulan-dzulhijjah-bulan-yang-sangat-agung/
3️⃣ Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah yang Penting Diketahui
🔗 https://islamhariini.com/keutamaan-10-hari-pertama-bulan-dzulhijjah/
4️⃣ Amalan Hari Arafah Sesuai Sunnah
🔗 https://islamhariini.com/amalan-hari-arafah-sesuai-sunnah/
5️⃣ Keutamaan Hari Arafah Berdasarkan Hadits Nabi
🔗 https://islamhariini.com/keutamaan-hari-arafah-berdasarkan-hadits-nabi/
6️⃣ Amalan Hari Tasyrik Sesuai Bimbingan Nabi
🔗 https://islamhariini.com/amalan-hari-tasyrik-sesuai-bimbingan-nabi/
#kumpulan_artikel
Semoga Bermanfaat...
➖➖➖➖➖➖➖
🌏📡 Channel Islam Hari Ini
🔗🔎 https://t.me/islamhariini
🖥 Website: www.islamhariini.com
Website Islam Hari Ini
Keistimewaan Bulan Dzulhijjah Berdasarkan Hadits-hadits Sahih | IHI
Bulan Dzulhijjah merupakan bulan mulia di dalam Islam. Bulan Dzulhijjah adalah salah satu dari empat bulan haram (suci) yang disebutkan di dalam firman
Forwarded from Salafy Probolinggo
🗓⛔️ KETENTUAN LARANGAN POTONG KUKU BAGI CALON PENUNAI KURBAN DAN HIKMAHNYA
Dari Ummu Salamah radhiyallahu anha beliau berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda:
مَنْ كَانَ لَهُ ذِبْحٌ يَذْبَحُهُ، فَإِذَا أُهِلَّ هِلَالُ ذِي الْحِجَّةِ فَلَا يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعَرِهِ، وَلَا مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا، حَتَّى يُضَحِّيَ
"Barang siapa yang memilki binatang sembelihan yang hendak dia kurbankan, apabila telah terlihat hilal bulan Dzulhijjah janganlah dia mengambil bagian rambutnya, jangan pula kuku-kukunya sedikitpun, sampai dia menunaikan penyembelihan kurbannya." (HR. Muslim)
Syaikh Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah menjelaskan,
ﻓﺈﺫا ﺩﺧﻞ اﻟﻌﺸﺮ ﻣﻦ ﺫﻱ اﻟﺤﺠﺔ ﻭﺃﻥ ﺗﺮﻳﺪ ﺃﻥ ﺗﻀﺤﻲ ﺃﺿﺤﻴﺔ ﻋﻦ ﻧﻔﺴﻚ ﺃﻭ ﻋﻦ ﻏﻴﺮﻙ ﻣﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﻓﻼ ﺗﺄﺧﺬ ﺷﻴﺌﺎ ﻣﻦ ﺷﻌﺮﻙ ﻻ ﻣﻦ اﻹﺑﻂ ﻭﻻ ﻣﻦ اﻟﻌﺎﻧﺔ ﻭﻻ ﻣﻦ اﻟﺸﺎﺭﺏ ﻭﻻ ﻣﻦ اﻟﺮﺃﺱ ﺣﺘﻰ ﺗﻀﺤﻲ ﻭﻛﺬﻟﻚ ﻻ ﺗﺄﺧﺬﻥ ﺷﻴﺌﺎ ﻣﻦ اﻟﻈﻔﺮ ﻇﻔﺮ اﻟﻘﺪﻡ ﺃﻭ ﻇﻔﺮ اﻟﻴﺪ ﺣﺘﻰ ﺗﻀﺤﻲ
"Jadi apabila telah masuk sepuluh hari permulaan bulan Dzulhijjah, sedangkan anda telah berencana menunaikan penyembelihan hewan kurban dari atas nama anda pribadi atau atas nama orang lain dari perolehan harta anda, janganlah anda mengambil sedikitpun (dengan cara apapun; mencabut ataupun memotong -pen) sedikitpun dari rambut anda, tidak boleh untuk ketiak, kemaluan, kumis maupun kepala anda, sampai anda melaksanakan penyembelihan kurban. Begitu pula janganlah memotong sedikitpun dari bagian kuku, baik itu kuku kaki maupun kuku tangan, sampai anda melakukan penyembelihan kurban.
ﻭﺯاﺩ ﻏﻴﺮ ﻣﺴﻠﻢ: ﻭَﻻَ ﻣِﻦ ﺑَﺸَﺮَﺗِﻪِ - ﻳﻌﻨﻲ ﻣﻦ ﺟﻠﺪﻩ - ﻻ ﻳﺄﺧﺬ ﺷﻴﺌﺎ ﺣﺘﻰ ﻳﻀﺤﻲ
Selain Imam Muslim ada yang menambahkan (redaksi riwayat): 'jangan pula (merontokkan) permukaan badannya'. Yaitu kulitnya, jangan sampai diambil sama sekali sampai dia melakukan penyembelihan kurbannya.
ﻭﺫﻟﻚ اﺣﺘﺮاﻡ للأضحية ﻭﻷﺟﻞ ﺃﻥ ﻳﻨﺎﻝ ﻏﻴﺮ اﻟﻤﺤﺮﻣﻴﻦ ﻣﺎ ﻧﺎﻟﻪ اﻟﻤﺤﺮﻣﻮﻥ ﻣﻦ اﺣﺘﺮاﻡ اﻟﺸﻌﻮﺭ لأن اﻹﻧﺴﺎﻥ ﺇﺫا ﺣﺞ ﺃﻭ اﻋﺘﻤﺮ ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﺤﻠﻖ ﺭﺃﺳﻪ ﺣﺘﻰ ﻳﺒﻠﻎ اﻟﻬﺪﻱ ﻣﺤﻠﻪ فأراد اﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﺃﻥ ﻳﺠﻌﻞ ﻟﻌﺒﺎﺩﻩ اﻟﺬﻳﻦ ﻟﻢ ﻳﺤﺠﻮا ﻭﻳﻌﺘﻤﺮﻭا ﻧﺼﻴﺒﺎ ﻣﻦ ﺷﻌﺎﺋﺮ اﻟﻨﺴﻚ ﻭاﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ
(Ketentuan) demikian itu dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan terhadap ibadah kurban. Dan supaya selain jemaah haji yang tengah berihram juga memperoleh (keutamaan) sebagaimana yang diperoleh orang-orang yang berihram, berupa menjaga rambut-rambutnya. Karena sesungguhnya seseorang yang tengah menjalani ihram dia tidak diperbolehkan mencukur rambut kepalanya sampai hewan (hadyu) sesembelihannya telah sampai pada (waktu) dan tempat pembagiannya (pasca penyembelihan -pen). Sehingga Allah Azza wa Jalla berkehendak agar para hamba-Nya yang tidak menunaikan haji dan tidak sedang berumroh turut mendapatkan bagian dari (keutamaan) syariat ritual penyembelihan binatang ternak (An Nusuk). Wallahu a'lam."
📚 Syarh Riyadush-Shalihin 6/450
https://t.me/ahlussunnahprobolinggo/479
•••❁○┈○❁•••
Channel Telegram:
Salafy Probolinggo
@ahlussunnahprobolinggo
Dari Ummu Salamah radhiyallahu anha beliau berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda:
مَنْ كَانَ لَهُ ذِبْحٌ يَذْبَحُهُ، فَإِذَا أُهِلَّ هِلَالُ ذِي الْحِجَّةِ فَلَا يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعَرِهِ، وَلَا مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا، حَتَّى يُضَحِّيَ
"Barang siapa yang memilki binatang sembelihan yang hendak dia kurbankan, apabila telah terlihat hilal bulan Dzulhijjah janganlah dia mengambil bagian rambutnya, jangan pula kuku-kukunya sedikitpun, sampai dia menunaikan penyembelihan kurbannya." (HR. Muslim)
Syaikh Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah menjelaskan,
ﻓﺈﺫا ﺩﺧﻞ اﻟﻌﺸﺮ ﻣﻦ ﺫﻱ اﻟﺤﺠﺔ ﻭﺃﻥ ﺗﺮﻳﺪ ﺃﻥ ﺗﻀﺤﻲ ﺃﺿﺤﻴﺔ ﻋﻦ ﻧﻔﺴﻚ ﺃﻭ ﻋﻦ ﻏﻴﺮﻙ ﻣﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﻓﻼ ﺗﺄﺧﺬ ﺷﻴﺌﺎ ﻣﻦ ﺷﻌﺮﻙ ﻻ ﻣﻦ اﻹﺑﻂ ﻭﻻ ﻣﻦ اﻟﻌﺎﻧﺔ ﻭﻻ ﻣﻦ اﻟﺸﺎﺭﺏ ﻭﻻ ﻣﻦ اﻟﺮﺃﺱ ﺣﺘﻰ ﺗﻀﺤﻲ ﻭﻛﺬﻟﻚ ﻻ ﺗﺄﺧﺬﻥ ﺷﻴﺌﺎ ﻣﻦ اﻟﻈﻔﺮ ﻇﻔﺮ اﻟﻘﺪﻡ ﺃﻭ ﻇﻔﺮ اﻟﻴﺪ ﺣﺘﻰ ﺗﻀﺤﻲ
"Jadi apabila telah masuk sepuluh hari permulaan bulan Dzulhijjah, sedangkan anda telah berencana menunaikan penyembelihan hewan kurban dari atas nama anda pribadi atau atas nama orang lain dari perolehan harta anda, janganlah anda mengambil sedikitpun (dengan cara apapun; mencabut ataupun memotong -pen) sedikitpun dari rambut anda, tidak boleh untuk ketiak, kemaluan, kumis maupun kepala anda, sampai anda melaksanakan penyembelihan kurban. Begitu pula janganlah memotong sedikitpun dari bagian kuku, baik itu kuku kaki maupun kuku tangan, sampai anda melakukan penyembelihan kurban.
ﻭﺯاﺩ ﻏﻴﺮ ﻣﺴﻠﻢ: ﻭَﻻَ ﻣِﻦ ﺑَﺸَﺮَﺗِﻪِ - ﻳﻌﻨﻲ ﻣﻦ ﺟﻠﺪﻩ - ﻻ ﻳﺄﺧﺬ ﺷﻴﺌﺎ ﺣﺘﻰ ﻳﻀﺤﻲ
Selain Imam Muslim ada yang menambahkan (redaksi riwayat): 'jangan pula (merontokkan) permukaan badannya'. Yaitu kulitnya, jangan sampai diambil sama sekali sampai dia melakukan penyembelihan kurbannya.
ﻭﺫﻟﻚ اﺣﺘﺮاﻡ للأضحية ﻭﻷﺟﻞ ﺃﻥ ﻳﻨﺎﻝ ﻏﻴﺮ اﻟﻤﺤﺮﻣﻴﻦ ﻣﺎ ﻧﺎﻟﻪ اﻟﻤﺤﺮﻣﻮﻥ ﻣﻦ اﺣﺘﺮاﻡ اﻟﺸﻌﻮﺭ لأن اﻹﻧﺴﺎﻥ ﺇﺫا ﺣﺞ ﺃﻭ اﻋﺘﻤﺮ ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﺤﻠﻖ ﺭﺃﺳﻪ ﺣﺘﻰ ﻳﺒﻠﻎ اﻟﻬﺪﻱ ﻣﺤﻠﻪ فأراد اﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﺃﻥ ﻳﺠﻌﻞ ﻟﻌﺒﺎﺩﻩ اﻟﺬﻳﻦ ﻟﻢ ﻳﺤﺠﻮا ﻭﻳﻌﺘﻤﺮﻭا ﻧﺼﻴﺒﺎ ﻣﻦ ﺷﻌﺎﺋﺮ اﻟﻨﺴﻚ ﻭاﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ
(Ketentuan) demikian itu dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan terhadap ibadah kurban. Dan supaya selain jemaah haji yang tengah berihram juga memperoleh (keutamaan) sebagaimana yang diperoleh orang-orang yang berihram, berupa menjaga rambut-rambutnya. Karena sesungguhnya seseorang yang tengah menjalani ihram dia tidak diperbolehkan mencukur rambut kepalanya sampai hewan (hadyu) sesembelihannya telah sampai pada (waktu) dan tempat pembagiannya (pasca penyembelihan -pen). Sehingga Allah Azza wa Jalla berkehendak agar para hamba-Nya yang tidak menunaikan haji dan tidak sedang berumroh turut mendapatkan bagian dari (keutamaan) syariat ritual penyembelihan binatang ternak (An Nusuk). Wallahu a'lam."
📚 Syarh Riyadush-Shalihin 6/450
https://t.me/ahlussunnahprobolinggo/479
•••❁○┈○❁•••
Channel Telegram:
Salafy Probolinggo
@ahlussunnahprobolinggo
Forwarded from SALAFY BANDUNG
LIVE Materi Tematik | Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah | Al-Ustadz Abdullah Rizal hafizhahullah | Kajian Rutin Selasa Malam Rabu di Rumbel Shabran Jamila Bandung
📑Live Telekonferensi:
t.me/SalafyBandung
Barakallahu Fiikum
◽️◾️◽️◾️◽️◽️◾️◽️◾️◽️
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Ahlussunnah Timika
🪢 ❌ HUKUM MENGIKAT ATAU MEMEGANG KAKI KAMBING KETIKA DISEMBELIH
(Fatwa Al 'Allamah Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah)
هل من الإحسان أن يمسك بيديها ورجليها ؟
قلنا: ليس من الإحسان، بل الإحسان أن يدعها تتحرك بأرجلها الأربع، لأن هذا أريح لها، ولأنه أشد في تفريغ الدم، وتفريغ الدم من الذبيحة أمر مقصود للشرع.......... فالأولى أن لا تمسك اليدان والرجلان. لكن توضع الرجل على الرقبة، لأن هذا أريح للذبيحة عند ذبحها (فتح ذي الجلال والإكرام ١٤/٣١٩)
Apakah termasuk berbuat baik (kepada hewan sembelihan) dengan dipegangi kedua tangan dan kakinya ?
☝️ Kami katakan: (Yang demikian) bukan termasuk berbuat baik kepadanya, bahkan berbuat baik kepadanya dengan membiarkannya bergerak dengan keempat kakinya, karena hal ini lebih membuat nyaman hewan tersebut. Dan yang demikian juga lebih cepat untuk mengeluarkan darah darinya, sementara mengeluarkan darah dari hewan sembelihan merupakan perkara yang dimaukan dalam syariat........Maka yang lebih utama adalah dengan tidak dipegangi kedua tangan dan kaki hewan tersebut. Adapun cara yang tepat adalah dengan meletakkan kaki orang yang menyembelih di leher hewan itu (sembari membiarkan keempat kaki sembelihannya bergerak-gerak,pen) karena yang demikian lebih nyaman untuk hewan sembelihan tersebut ketika disembelih. (Fathu Dzil Jalali Wal lkram 14/319)
فلا بد أن يضع رجله على صفاحها، وهذا الوضع شديد بحيث يضبط البهيمة بلا شك (الفتح ١٤/٣٣٢)
✅ Maka sang penyembelih harus meletakkan kakinya di leher hewan sembelihannya tanpa diragukan lagi. Dan meletakkannya dilakukan secara kuat sehingga hewan tersebut (posisinya) stabil/tidak goyang. (Kitab yang sama 14/332)
أنه لا يسن الإمساك بأرجلها، لأن النبيﷺ لم يفعل، ولم يأمر بذلك (الفتح ١٤/٣٣٦)
⛔ Bahwasanya tidak disunnahkan memegang kaki-kakinya, karena Nabiﷺ tidak melakukannya dan tidak pula memerintahkan yang demikian. (Kitab yang sama 14/336)
•••--------◇◆🌸📗🌸◆◇--------•••
📻 📡 Ahlussunnah Timika
Gabung - Ikuti - Share
📟 ▶️ Kanal Telegram: https://t.me/ahlussunnah_timika
(Fatwa Al 'Allamah Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah)
هل من الإحسان أن يمسك بيديها ورجليها ؟
قلنا: ليس من الإحسان، بل الإحسان أن يدعها تتحرك بأرجلها الأربع، لأن هذا أريح لها، ولأنه أشد في تفريغ الدم، وتفريغ الدم من الذبيحة أمر مقصود للشرع.......... فالأولى أن لا تمسك اليدان والرجلان. لكن توضع الرجل على الرقبة، لأن هذا أريح للذبيحة عند ذبحها (فتح ذي الجلال والإكرام ١٤/٣١٩)
Apakah termasuk berbuat baik (kepada hewan sembelihan) dengan dipegangi kedua tangan dan kakinya ?
☝️ Kami katakan: (Yang demikian) bukan termasuk berbuat baik kepadanya, bahkan berbuat baik kepadanya dengan membiarkannya bergerak dengan keempat kakinya, karena hal ini lebih membuat nyaman hewan tersebut. Dan yang demikian juga lebih cepat untuk mengeluarkan darah darinya, sementara mengeluarkan darah dari hewan sembelihan merupakan perkara yang dimaukan dalam syariat........Maka yang lebih utama adalah dengan tidak dipegangi kedua tangan dan kaki hewan tersebut. Adapun cara yang tepat adalah dengan meletakkan kaki orang yang menyembelih di leher hewan itu (sembari membiarkan keempat kaki sembelihannya bergerak-gerak,pen) karena yang demikian lebih nyaman untuk hewan sembelihan tersebut ketika disembelih. (Fathu Dzil Jalali Wal lkram 14/319)
فلا بد أن يضع رجله على صفاحها، وهذا الوضع شديد بحيث يضبط البهيمة بلا شك (الفتح ١٤/٣٣٢)
✅ Maka sang penyembelih harus meletakkan kakinya di leher hewan sembelihannya tanpa diragukan lagi. Dan meletakkannya dilakukan secara kuat sehingga hewan tersebut (posisinya) stabil/tidak goyang. (Kitab yang sama 14/332)
أنه لا يسن الإمساك بأرجلها، لأن النبيﷺ لم يفعل، ولم يأمر بذلك (الفتح ١٤/٣٣٦)
⛔ Bahwasanya tidak disunnahkan memegang kaki-kakinya, karena Nabiﷺ tidak melakukannya dan tidak pula memerintahkan yang demikian. (Kitab yang sama 14/336)
•••--------◇◆🌸📗🌸◆◇--------•••
📻 📡 Ahlussunnah Timika
Gabung - Ikuti - Share
📟 ▶️ Kanal Telegram: https://t.me/ahlussunnah_timika
Telegram
Ahlussunnah Timika
Mendakwahkan Kajian Islam dari Timika
Channel ini dibina oleh:
- Al-Ustadz Abu Muhammad Musa bin Hadi
- Al-Ustadz Abu Hammadh Irbadh
- Al-Ustadz Abu lbrahim Muhammad Baraja
- Al-Ustadz Muhammad Aceh
Hafizhahumullah jami'an
Channel ini dibina oleh:
- Al-Ustadz Abu Muhammad Musa bin Hadi
- Al-Ustadz Abu Hammadh Irbadh
- Al-Ustadz Abu lbrahim Muhammad Baraja
- Al-Ustadz Muhammad Aceh
Hafizhahumullah jami'an
Forwarded from Ahlussunnah Timika
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
TATA CARA PENYEMBELIHAN HEWAN QURBAN SESUAI SUNNAH
🎥#VideoDakwah_Timika
Tiktok : bit.ly/TKahlussunnahtimika
Youtube : bit.ly/YTahlussunnahtimika
Facebook : bit.ly/FBahlussunnahtimika
X : bit.ly/Xahlussunnahtimika
Instagram : bit.ly/IGahlussunnahtimika
° follow ° share ° save ° https://t.me/ahlussunnah_timika
🎥#VideoDakwah_Timika
Tiktok : bit.ly/TKahlussunnahtimika
Youtube : bit.ly/YTahlussunnahtimika
Facebook : bit.ly/FBahlussunnahtimika
X : bit.ly/Xahlussunnahtimika
Instagram : bit.ly/IGahlussunnahtimika
° follow ° share ° save ° https://t.me/ahlussunnah_timika
Forwarded from Daurah Masyaikh Imam Al-Muzani
📢 DM Al Muzani 5
📆 Tahun 1448 H/2026 M
☝️ Semoga Allah mudahkan dan berkahi. Amin
🌱 Insyaallah
https://t.me/daurahimamalmuzani/4821
📆 Tahun 1448 H/2026 M
☝️ Semoga Allah mudahkan dan berkahi. Amin
🌱 Insyaallah
https://t.me/daurahimamalmuzani/4821
Forwarded from SALAFY KALIMANTAN
🔊🌱 Simak Sekarang !!
📚 Tausiyah : Teman Dekatmu, Cerminan Manhajmu
💺 Bersama : Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi Lc hafizhahullah
📲 Channel Telegram :
➡️ https://t.me/salafiyunkalimantan
📚 Tausiyah : Teman Dekatmu, Cerminan Manhajmu
💺 Bersama : Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi Lc hafizhahullah
📲 Channel Telegram :
➡️ https://t.me/salafiyunkalimantan
Forwarded from Salafy Purbalingga Bersama Ulama
📡 Simak Sekarang!! #SESI 1
Rangkaian Daurah Ilmiyah IMAM ASY SYAFI'I di Purbalingga
🎙Bersama: Al - Ustadz Abu Jundi Hafidzahulloh
📚 Pembahasan : Mewaspadai Bahaya Mumayyi'in Terhadap Salafiyyin
📲 Live Streaming di
▶️Chanel Telegram :
https://t.me/salafypurbalingga?livestream=ebf1ec2fd53d0aa5e9
▶️ Radio Versi Web :
http://manhajulanbiya.com
atau
Download Aplikasi di
http://manhajulanbiya.com/radio
Rangkaian Daurah Ilmiyah IMAM ASY SYAFI'I di Purbalingga
🎙Bersama: Al - Ustadz Abu Jundi Hafidzahulloh
📚 Pembahasan : Mewaspadai Bahaya Mumayyi'in Terhadap Salafiyyin
📲 Live Streaming di
▶️Chanel Telegram :
https://t.me/salafypurbalingga?livestream=ebf1ec2fd53d0aa5e9
▶️ Radio Versi Web :
http://manhajulanbiya.com
atau
Download Aplikasi di
http://manhajulanbiya.com/radio
Forwarded from Salafy Purbalingga Bersama Ulama
🎧📀 AUDIO REKAMAN DAUROH ILMIAH IMAM ASY-SYAFI'I PURBALINGGA
📜 Tema :
" Mewaspadai Bahaya Mumayyi'in Terhadap Salafiyyin"
💺 Pemateri :
🎙 Al-Ustadz Abu Jundi hafizhahullah
(Pengasuh Ma'had Qoulan Sadida Ciamis)
☀️ Hari : Sabtu
📆 Tanggal : 07 Dzulhijjah 1447 H / 23 Mei 2026 M
🕌 Tempat :
Masjid Nurussalam
Jl. Lingkar Barat GOR Purbalingga Kidul
❉⊱•═•⊰❉⊱•═•⊰❉⊱•═•⊰❉
📼 Unduh Audionya ⬇️ :
https://t.me/salafypurbalingga/3587?single
📡 Join Channel Telegram Kami :
https://t.me/salafypurbalingga
⚜️ Join • Bagikan • Amalkan ||
📫 Penyelenggara :
🔰 Panitia Dauroh Ilmiah Imam Asy-Syafi'i
🔰 Takmir Masjid Nurussalam Purbalingga
📜 Tema :
" Mewaspadai Bahaya Mumayyi'in Terhadap Salafiyyin"
💺 Pemateri :
🎙 Al-Ustadz Abu Jundi hafizhahullah
(Pengasuh Ma'had Qoulan Sadida Ciamis)
☀️ Hari : Sabtu
📆 Tanggal : 07 Dzulhijjah 1447 H / 23 Mei 2026 M
🕌 Tempat :
Masjid Nurussalam
Jl. Lingkar Barat GOR Purbalingga Kidul
❉⊱•═•⊰❉⊱•═•⊰❉⊱•═•⊰❉
📼 Unduh Audionya ⬇️ :
https://t.me/salafypurbalingga/3587?single
📡 Join Channel Telegram Kami :
https://t.me/salafypurbalingga
⚜️ Join • Bagikan • Amalkan ||
📫 Penyelenggara :
🔰 Panitia Dauroh Ilmiah Imam Asy-Syafi'i
🔰 Takmir Masjid Nurussalam Purbalingga
Telegram
Salafy Purbalingga Bersama Ulama
Dakwah Tauhid & Sunnah
Dengan bimbingan Ulama Kibar
Pembimbing:
Ustadz Abu Isa Taqiyudin hafizhahullah
Ustadz Abu Ishaq Anton hafizhahullah
Admin:
Abu Ibrohim Imron hafizhahullah
Abu Syurohbil Zaki hafizhahullah
Abu Thufail San Is hafizhahullah
Dengan bimbingan Ulama Kibar
Pembimbing:
Ustadz Abu Isa Taqiyudin hafizhahullah
Ustadz Abu Ishaq Anton hafizhahullah
Admin:
Abu Ibrohim Imron hafizhahullah
Abu Syurohbil Zaki hafizhahullah
Abu Thufail San Is hafizhahullah
Sesi 1 Mewaspadai Bahaya Mumayyi'in Terhadap Salafiyyin_ Ust Abu…
Al-Ustadz Abu Jundi hafizhahullah
🎧📀 AUDIO SESI 1 REKAMAN DAUROH ILMIAH IMAM ASY-SYAFI'I PURBALINGGA
📜 Tema :
" Mewaspadai Bahaya Mumayyi'in Terhadap Salafiyyin"
💺 Pemateri :
🎙 Al-Ustadz Abu Jundi hafizhahullah
SABTU, 06 Dzulhijjah 1447H/ 23 Mei 2026
🕌 Masjid Nurussalam, Jl. Lingkar GOR Purbalingga Kidul, Kab. Purbalingga
📜 Tema :
" Mewaspadai Bahaya Mumayyi'in Terhadap Salafiyyin"
💺 Pemateri :
🎙 Al-Ustadz Abu Jundi hafizhahullah
SABTU, 06 Dzulhijjah 1447H/ 23 Mei 2026
🕌 Masjid Nurussalam, Jl. Lingkar GOR Purbalingga Kidul, Kab. Purbalingga
📣Transkrip Audio Rekaman Dauroh Ilmiah Imam Asy-Syafi'i Purbalingga
🗓 Ahad, 6 Dzulhijjah 1447 H / 23 Mei 2026 M
📚 Tema:
"MEWASPADAI BAHAYA MUMAYYI'IN TERHADAP SALAFIYYIN"
🎙Pemateri:
Al-Ustadz Abu Jundi hafizhahullah
◽️◾️◽️◾️◽️◾️◽️◾️◽️◾️◽️◾️
Link Audio:
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/14284
Muqaddimah
> «إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَمَّا بَعْدُ.»
Ikhwani fiddin rahimani wa rahimakumullah.
Alhamdulillah di malam hari ini, malam Ahad 7 Dzulhijjah 1447 Hijriyah, Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan kepada kita semua untuk berkumpul di tempat ini, di Masjid Nurus Salam Purbalingga, dalam rangka mempelajari salah satu perkara penting di dalam agama Islam dan manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Sebagaimana tadi diumumkan, tema pembahasan kita adalah “Mewaspadai Bahaya Mumayyi’ terhadap Salafiyyin”. Tema ini termasuk pembahasan penting dalam masalah manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
Makna Mumayyi’
Perlu kami jelaskan sebelum masuk kepada pembahasan, yang dimaksud dengan mumayyi’. Kata mumayyi’ berasal dari kata:
> «مَاعَ يَمِيعُ مَيْعًا أَوْ مُيُوعًا»
yang disebutkan di dalam kamus bahasa Arab dengan makna mengalir, mencair, atau melunak. Kemudian kata mumayyi’un adalah isim fa’il dari fi’il:
> «مَيَّعَ يُمَيِّعُ»
yang artinya membuat sesuatu menjadi mencair, menjadi lunak, atau menjadi lemah. Maka pelaku yang melakukan perkara tersebut disebut mumayyi’, dan bentuk jamaknya adalah mumayyi’un. Ini kurang lebih makna secara bahasa.
Adapun istilah mumayyi’un yang digunakan oleh para ulama memiliki maksud khusus, yaitu orang-orang yang memiliki fikrah, pemikiran, atau aqidah yang ingin melunakkan dan melembekkan prinsip-prinsip manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah, khususnya dalam bab sikap terhadap ahlul bid’ah. Dalam bab inilah para mumayyi’un melakukan pelanggaran-pelanggaran besar terhadap manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
Prinsip Ahlus Sunnah terhadap Ahlul Bid’ah
Di antara prinsip aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan prinsip dakwah Salafiyyah sejak dahulu hingga sekarang, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama mutaqaddimin sampai hari ini, adalah memperingatkan umat dari kebid’ahan dan ahlul bid’ah.
Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata dalam kitab Ushulus Sunnah:
> «أُصُولُ السُّنَّةِ عِنْدَنَا التَّمَسُّكُ بِمَا كَانَ عَلَيْهِ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالِاقْتِدَاءُ بِهِمْ وَتَرْكُ الْخُصُومَاتِ وَتَرْكُ الْبِدَعِ وَكُلُّ بِدْعَةٍ فَهِيَ ضَلَالَةٌ وَتَرْكُ الْجُلُوسِ مَعَ أَصْحَابِ الْأَهْوَاءِ»
Al-Imam Ahmad rahimahullah, yang ma’ruf sebagai qudwah fis sunnah dan jabalus sunnah, menjelaskan bahwa prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah berpegang teguh dengan apa yang dijalani para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, meneladani mereka, meninggalkan perdebatan, meninggalkan kebid’ahan — karena setiap bid’ah adalah kesesatan — dan meninggalkan duduk-duduk bersama ashabul ahwa’, yaitu ahlul bid’ah.
Maka di antara prinsip dakwah Salafiyyah adalah memperingatkan dari kebid’ahan dan ahlul bid’ah, menghajr ahlul bid’ah, tidak bermajelis dengan mereka, tidak bertawun dengan mereka, dan tidak membaca kitab-kitab mereka. Prinsip ini dijelaskan oleh para aimmah Ahlus Sunnah wal Jama’ah sejak dahulu hingga sekarang.
Munculnya Mumayyi’un
Namun kemudian muncullah orang-orang mumayyi’un. Siapakah mereka? Mereka adalah orang-orang yang ingin melunakkan dan melembekkan prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah, khususnya dalam bab sikap terhadap ahlul bid’ah.
Tujuan mereka adalah membela dan melindungi ahlul bid’ah dari jarh dan tahdzir yang dilakukan Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Untuk melindungi tokoh-tokoh kebid’ahan dan prinsip-prinsip bid’ah mereka, para mumayyi’un membuat qawa’id dan ushul-ushul bathil yang disebarkan untuk melindungi kebid’ahan dan ahlul bid’ah.
🗓 Ahad, 6 Dzulhijjah 1447 H / 23 Mei 2026 M
📚 Tema:
"MEWASPADAI BAHAYA MUMAYYI'IN TERHADAP SALAFIYYIN"
🎙Pemateri:
Al-Ustadz Abu Jundi hafizhahullah
◽️◾️◽️◾️◽️◾️◽️◾️◽️◾️◽️◾️
Link Audio:
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/14284
Muqaddimah
> «إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَمَّا بَعْدُ.»
Ikhwani fiddin rahimani wa rahimakumullah.
Alhamdulillah di malam hari ini, malam Ahad 7 Dzulhijjah 1447 Hijriyah, Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan kepada kita semua untuk berkumpul di tempat ini, di Masjid Nurus Salam Purbalingga, dalam rangka mempelajari salah satu perkara penting di dalam agama Islam dan manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Sebagaimana tadi diumumkan, tema pembahasan kita adalah “Mewaspadai Bahaya Mumayyi’ terhadap Salafiyyin”. Tema ini termasuk pembahasan penting dalam masalah manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
Makna Mumayyi’
Perlu kami jelaskan sebelum masuk kepada pembahasan, yang dimaksud dengan mumayyi’. Kata mumayyi’ berasal dari kata:
> «مَاعَ يَمِيعُ مَيْعًا أَوْ مُيُوعًا»
yang disebutkan di dalam kamus bahasa Arab dengan makna mengalir, mencair, atau melunak. Kemudian kata mumayyi’un adalah isim fa’il dari fi’il:
> «مَيَّعَ يُمَيِّعُ»
yang artinya membuat sesuatu menjadi mencair, menjadi lunak, atau menjadi lemah. Maka pelaku yang melakukan perkara tersebut disebut mumayyi’, dan bentuk jamaknya adalah mumayyi’un. Ini kurang lebih makna secara bahasa.
Adapun istilah mumayyi’un yang digunakan oleh para ulama memiliki maksud khusus, yaitu orang-orang yang memiliki fikrah, pemikiran, atau aqidah yang ingin melunakkan dan melembekkan prinsip-prinsip manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah, khususnya dalam bab sikap terhadap ahlul bid’ah. Dalam bab inilah para mumayyi’un melakukan pelanggaran-pelanggaran besar terhadap manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
Prinsip Ahlus Sunnah terhadap Ahlul Bid’ah
Di antara prinsip aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan prinsip dakwah Salafiyyah sejak dahulu hingga sekarang, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama mutaqaddimin sampai hari ini, adalah memperingatkan umat dari kebid’ahan dan ahlul bid’ah.
Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata dalam kitab Ushulus Sunnah:
> «أُصُولُ السُّنَّةِ عِنْدَنَا التَّمَسُّكُ بِمَا كَانَ عَلَيْهِ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالِاقْتِدَاءُ بِهِمْ وَتَرْكُ الْخُصُومَاتِ وَتَرْكُ الْبِدَعِ وَكُلُّ بِدْعَةٍ فَهِيَ ضَلَالَةٌ وَتَرْكُ الْجُلُوسِ مَعَ أَصْحَابِ الْأَهْوَاءِ»
Al-Imam Ahmad rahimahullah, yang ma’ruf sebagai qudwah fis sunnah dan jabalus sunnah, menjelaskan bahwa prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah berpegang teguh dengan apa yang dijalani para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, meneladani mereka, meninggalkan perdebatan, meninggalkan kebid’ahan — karena setiap bid’ah adalah kesesatan — dan meninggalkan duduk-duduk bersama ashabul ahwa’, yaitu ahlul bid’ah.
Maka di antara prinsip dakwah Salafiyyah adalah memperingatkan dari kebid’ahan dan ahlul bid’ah, menghajr ahlul bid’ah, tidak bermajelis dengan mereka, tidak bertawun dengan mereka, dan tidak membaca kitab-kitab mereka. Prinsip ini dijelaskan oleh para aimmah Ahlus Sunnah wal Jama’ah sejak dahulu hingga sekarang.
Munculnya Mumayyi’un
Namun kemudian muncullah orang-orang mumayyi’un. Siapakah mereka? Mereka adalah orang-orang yang ingin melunakkan dan melembekkan prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah, khususnya dalam bab sikap terhadap ahlul bid’ah.
Tujuan mereka adalah membela dan melindungi ahlul bid’ah dari jarh dan tahdzir yang dilakukan Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Untuk melindungi tokoh-tokoh kebid’ahan dan prinsip-prinsip bid’ah mereka, para mumayyi’un membuat qawa’id dan ushul-ushul bathil yang disebarkan untuk melindungi kebid’ahan dan ahlul bid’ah.
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
🎧📀 AUDIO SESI 1 REKAMAN DAUROH ILMIAH IMAM ASY-SYAFI'I PURBALINGGA
📜 Tema :
" Mewaspadai Bahaya Mumayyi'in Terhadap Salafiyyin"
💺 Pemateri :
🎙 Al-Ustadz Abu Jundi hafizhahullah
SABTU, 06 Dzulhijjah 1447H/ 23 Mei 2026
🕌 Masjid Nurussalam, Jl. Lingkar…
📜 Tema :
" Mewaspadai Bahaya Mumayyi'in Terhadap Salafiyyin"
💺 Pemateri :
🎙 Al-Ustadz Abu Jundi hafizhahullah
SABTU, 06 Dzulhijjah 1447H/ 23 Mei 2026
🕌 Masjid Nurussalam, Jl. Lingkar…
Yang berbahaya, mumayyi’un ini tampil seolah-olah membawa bendera dakwah Salafiyyah. Mereka tidak tampil terang-terangan memusuhi Salafiyyah, bahkan menisbatkan diri kepada dakwah Salafiyyah. Akan tetapi mereka membuat kaidah-kaidah muhdats dan prinsip-prinsip bathil untuk menghancurkan prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah, khususnya dalam bab sikap terhadap ahlul bid’ah, sikap menghajr, dan mentahdzir ahlul bid’ah.
Tokoh-Tokoh Mumayyi’un
Di antara tokoh mumayyi’un di zaman ini yang banyak diperingatkan para ulama — di antaranya oleh Al-Imam fil Jarh wat Ta’dil fi hadzal ‘ashr Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhaly rahimahullah — adalah ‘Adnan ‘Ar’ur, Al-Maghrawi, Abul Hasan Al-Ma’ribi, dan ‘Ali Hasan Al-Halabi. Mereka memiliki prinsip-prinsip tamyi’.
Akibat pemikiran mereka, banyak pemuda Salafy yang awalnya mencintai dan mengikuti manhaj serta dakwah Salafiyyah akhirnya berubah sikap ketika terbawa pemikiran-pemikiran mumayyi’un tersebut.
Kaidah Bathil Mumayyi’un
Ikhwani fiddin rahimakumullah, pada kesempatan muhadharah ini — dengan memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala — kami akan menukilkan kalam dari Asy-Syaikh Rabi’ rahimahullah tentang sifat-sifat dan ciri-ciri orang-orang mumayyi’un. Karena tokoh-tokohnya mungkin berubah-ubah dan berbeda-beda di setiap tempat atau negara, tetapi kaidah-kaidah yang mereka bawa sama.
Maka setiap Salafiyyin yang ingin menyelamatkan agamanya, aqidahnya, dan manhajnya hendaknya mempelajari perkara ini dengan baik agar tidak tertipu oleh kaidah-kaidah mumayyi’un yang mereka sebarkan atas nama dakwah Salafiyyah.
Asy-Syaikh Rabi’ rahimahullah dalam salah satu rekaman beliau yang berjudul " المنهج التمييعي و قواعده ". Beliau berkata:
> «مِنَ الْقَوَاعِدِ وَالْأُصُولِ الْمُمَيِّعَةِ الَّتِي اخْتَرَعَهَا الْمُمَيِّعُونَ لِلدِّفَاعِ عَنْ أَهْلِ الْبِدَعِ وَحَرْبِ أَهْلِ السُّنَّةِ»
Di antara kaidah bathil yang dibuat oleh kaum mumayyi’un adalah ucapan:
> «نُصَحِّحُ وَلَا نُجَرِّحُ»
yang maknanya: “Kita mengoreksi, tetapi tidak menjarh.” Kesalahannya dikoreksi, tetapi orangnya tidak boleh dijarh dan tidak boleh diperingatkan. Inilah salah satu prinsip tamyi’.
Kaidah “نُصَحِّحُ وَلَا نُجَرِّحُ”
Tentu saja kaidah ini sekilas terlihat ilmiah, bahkan tampak bijak. Seolah-olah mengatakan, “Saya benci perbuatannya, tetapi tidak membenci orangnya.” Kesalahannya dikoreksi, tetapi orangnya jangan disentuh. Mereka mengatakan:
> «نُصَحِّحُ وَلَا نُجَرِّحُ»
“Kita mengoreksi, tetapi tidak menjarh.”
Alhamdulillah para ulama menjelaskan batilnya prinsip ini. Asy-Syaikh Rabi’ rahimahullah berkata:
> «بِهَذِهِ الْقَاعِدَةِ لَا نَتَكَلَّمُ عَلَى أَهْلِ الْبِدْعَةِ أَبَدًا»
“Dengan kaidah ini, kita tidak akan pernah berbicara tentang ahlul bid’ah selamanya.”
Karena menurut mereka yang boleh dilakukan hanyalah meluruskan kesalahannya saja. Adapun orangnya, tidak boleh dijarh dan tidak boleh diperingatkan. Ini jelas batil.
Bahkan sejak zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah ada tahdzir terhadap orang-orang tertentu. Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan ayat tentang ahluz zaigh dalam Surah Ali ‘Imran ayat 7:
> «فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ»
“Maka adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada penyimpangan, mereka mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan mencari-cari takwilnya.” (QS. Ali ‘Imran: 7)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
> «فَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ سَمَّى اللَّهُ فَاحْذَرُوهُمْ»
“Jika kalian melihat orang-orang yang mengikuti ayat-ayat mutasyabihat, maka merekalah orang-orang yang Allah sebutkan tadi, maka waspadalah kalian dari mereka.”
(HR. Al-Bukhari no. 4547 dan Muslim no. 2665)
Perhatikan ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
> «فَاحْذَرُوهُمْ»
“Maka waspadalah dari mereka.”
Rasulullah memperingatkan dari siapa? Dari orangnya. Bukan sekadar dari pemikirannya saja.
Tokoh-Tokoh Mumayyi’un
Di antara tokoh mumayyi’un di zaman ini yang banyak diperingatkan para ulama — di antaranya oleh Al-Imam fil Jarh wat Ta’dil fi hadzal ‘ashr Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhaly rahimahullah — adalah ‘Adnan ‘Ar’ur, Al-Maghrawi, Abul Hasan Al-Ma’ribi, dan ‘Ali Hasan Al-Halabi. Mereka memiliki prinsip-prinsip tamyi’.
Akibat pemikiran mereka, banyak pemuda Salafy yang awalnya mencintai dan mengikuti manhaj serta dakwah Salafiyyah akhirnya berubah sikap ketika terbawa pemikiran-pemikiran mumayyi’un tersebut.
Kaidah Bathil Mumayyi’un
Ikhwani fiddin rahimakumullah, pada kesempatan muhadharah ini — dengan memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala — kami akan menukilkan kalam dari Asy-Syaikh Rabi’ rahimahullah tentang sifat-sifat dan ciri-ciri orang-orang mumayyi’un. Karena tokoh-tokohnya mungkin berubah-ubah dan berbeda-beda di setiap tempat atau negara, tetapi kaidah-kaidah yang mereka bawa sama.
Maka setiap Salafiyyin yang ingin menyelamatkan agamanya, aqidahnya, dan manhajnya hendaknya mempelajari perkara ini dengan baik agar tidak tertipu oleh kaidah-kaidah mumayyi’un yang mereka sebarkan atas nama dakwah Salafiyyah.
Asy-Syaikh Rabi’ rahimahullah dalam salah satu rekaman beliau yang berjudul " المنهج التمييعي و قواعده ". Beliau berkata:
> «مِنَ الْقَوَاعِدِ وَالْأُصُولِ الْمُمَيِّعَةِ الَّتِي اخْتَرَعَهَا الْمُمَيِّعُونَ لِلدِّفَاعِ عَنْ أَهْلِ الْبِدَعِ وَحَرْبِ أَهْلِ السُّنَّةِ»
Di antara kaidah bathil yang dibuat oleh kaum mumayyi’un adalah ucapan:
> «نُصَحِّحُ وَلَا نُجَرِّحُ»
yang maknanya: “Kita mengoreksi, tetapi tidak menjarh.” Kesalahannya dikoreksi, tetapi orangnya tidak boleh dijarh dan tidak boleh diperingatkan. Inilah salah satu prinsip tamyi’.
Kaidah “نُصَحِّحُ وَلَا نُجَرِّحُ”
Tentu saja kaidah ini sekilas terlihat ilmiah, bahkan tampak bijak. Seolah-olah mengatakan, “Saya benci perbuatannya, tetapi tidak membenci orangnya.” Kesalahannya dikoreksi, tetapi orangnya jangan disentuh. Mereka mengatakan:
> «نُصَحِّحُ وَلَا نُجَرِّحُ»
“Kita mengoreksi, tetapi tidak menjarh.”
Alhamdulillah para ulama menjelaskan batilnya prinsip ini. Asy-Syaikh Rabi’ rahimahullah berkata:
> «بِهَذِهِ الْقَاعِدَةِ لَا نَتَكَلَّمُ عَلَى أَهْلِ الْبِدْعَةِ أَبَدًا»
“Dengan kaidah ini, kita tidak akan pernah berbicara tentang ahlul bid’ah selamanya.”
Karena menurut mereka yang boleh dilakukan hanyalah meluruskan kesalahannya saja. Adapun orangnya, tidak boleh dijarh dan tidak boleh diperingatkan. Ini jelas batil.
Bahkan sejak zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah ada tahdzir terhadap orang-orang tertentu. Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan ayat tentang ahluz zaigh dalam Surah Ali ‘Imran ayat 7:
> «فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ»
“Maka adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada penyimpangan, mereka mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan mencari-cari takwilnya.” (QS. Ali ‘Imran: 7)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
> «فَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ سَمَّى اللَّهُ فَاحْذَرُوهُمْ»
“Jika kalian melihat orang-orang yang mengikuti ayat-ayat mutasyabihat, maka merekalah orang-orang yang Allah sebutkan tadi, maka waspadalah kalian dari mereka.”
(HR. Al-Bukhari no. 4547 dan Muslim no. 2665)
Perhatikan ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
> «فَاحْذَرُوهُمْ»
“Maka waspadalah dari mereka.”
Rasulullah memperingatkan dari siapa? Dari orangnya. Bukan sekadar dari pemikirannya saja.