Another Side of Thai
19.2K subscribers
126K photos
27.7K videos
419 files
41.2K links
Behold, A Roleplayer Base for Genuine Connections: Another Side of Thai. 📟

On-watch Caretaker: @

Inquiries and suggestion: @AsotsBot. (Not intended for menfess submissions).

Rulebook: @AsotRules
Rants: @Asotrashit
PP: @PPASOT
Download Telegram
Forwarded from mariè, j. bisak baca tarot
Forwarded from 𝘢𝘣𝘪𝘦𝘭𝘭𝘦
hah iya aku mau jadi temenmu
Forwarded from barnaby.
Aku mau temenan sama kalian?
Forwarded from Benjamin.
Care to say hello?
Forwarded from Myía
Temenan kita adu fsr
🤎. Adakah menfess yang belum aku kirim? Jika belum, silahkan resend ke bot dan sertakan PROOF nya. Aku tunggu sampai jam 23.50 ya Riess.
🤎. Alright Alteries, Honey’s shift comes into the end. That’s a wrap from me Ries! All menfess has been sent ya, thank you so much udah mau nemenin aku open hari inii. Kalau aku ada kesalahan, atau kalian mau kasih aku masukan, feel free banget untuk reach out @Labryn yaa! 👀 See you di shift selanjutnyaa, have a pleasant night Teyieeess! 🌛
PS; Jangan lupa buat join @asotrashit buat have fun bareng interns lainnya, and do reach out @PPAsot for any paid promotions and love letter. </3
❤4
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
. Halo Alteries! Friendly reminder, karena sekarang ASOT sudah memakai sistem baru dan di beberapa sesi comment section akan dicopot maka untuk kalian yang tetap ingin berinteraksi di sesi yang memakai comment section silakan bergabung ke group diskusi dulu. Dengan mematuhi syarat sebagai berikut:

1. Akun harus memiliki foto profile, nama yang jelas, dan bio MINIMAL 3 kata.
2. HANYA MENERIMA AKUN ROLEPLAYER.BUKAN akun cyber, BA, personal (private/privy/rants/pers), dan RPRL.
3. Tidak menggunakan banned muse.
4. Tidak mengunggah konten atau foto yang bersifat real life pada akun.

Rules lebih jelasnya bisa dicek di link berikut https://t.me/AsotRules/167. Jika masih bingung ataupun ditolak, bisa tanya ke @Asotsbot.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
[] Empati tidak punya batas dan diam bukan pilihan ketika ada yang masih ditindas. Pada saat ini selain berempati pada negara lain yang sedang mengalami kesulitan namun pada saudara kita di NTT, Kalimantan, Papua, Sulawesi, dan Aceh yang sedang mengalami kesulitan.

NTT: https://t.me/AnotherSideThai/406280
Kalimantan : https://t.me/AnotherSideThai/407988?single
Palestina, Sudan, Kongo, Haiti, dan negara lainnya: https://t.me/AnotherSideThai/360569

Kita wajib untuk tetap menyebarkan suara, melakukan boikot, dan juga jika bisa membantu berdonasi untuk teman-teman kita terutama di NTT, Kalimantan, Papua, Sulawesi, dan Aceh. Sekecil apapun suara kalian, suara kalian berarti.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from SUARA KITA.
HELP FORWARD‼️ UNTUK RIMBA YANG TAK MAMPU BERSUARA.

Di saat manusia masih sibuk menghitung kerugian dari kobaran yang melahap tanah Kalimantan, ada kehidupan lain yang perlahan kehilangan rumahnya tanpa pernah sempat meminta pertolongan. Kalimantan adalah rumah bagi sekitar 57.350 orangutan Kalimantan. Namun dalam kurun waktu kurang dari lima puluh tahun, populasinya telah menyusut hingga sekitar 80 persen. Kini, ketika 1.487 titik panas tercatat di seluruh wilayah Kalimantan, kepungan api kembali merayap mendekati habitat mereka.

Yang terbakar bukan semata pepohonan. Yang terbakar adalah tempat mereka berlindung, sumber pangan yang menopang hidup, dan ekosistem yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk kembali pulih. Asap yang mengepul pun tidak serta-merta berakhir ketika api dipadamkan. Masa asap selama dua hingga tiga bulan dapat berujung pada kelangkaan sumber makanan selama enam hingga tujuh bulan. Bahkan, untuk menggantikan satu pohon yang terbakar, dibutuhkan setidaknya 15 tahun dengan perawatan yang memadai.

Dan di tengah semua itu, orangutan tidak memiliki pilihan untuk berpaling. Mereka hanya memiliki rimba, dan rimba itu sedang terbakar. Sejauh laporan terbaru, belum ditemukan orangutan yang mati akibat karhutla. Semoga angka itu tetap demikian. Namun, bukan berarti ancamannya telah usai. Ketika asap memaksa mereka keluar dari habitatnya untuk mencari udara dan makanan, batas antara rimba dan permukiman manusia pun perlahan runtuh. Orangutan bukan sekadar satwa endemik. Mereka adalah bagian dari ingatan ekologis negeri ini. Jika rumah mereka terus kita biarkan lenyap, kelak yang tersisa bukan lagi rimba yang dapat mereka huni, melainkan nama yang hanya kita kenal dari buku, dokumentasi, dan arsip sejarah. Karena itu, bagi siapa pun yang berkenan, mari turut membantu upaya penyelamatan orangutan dan pemulihan habitat mereka.


Borneo Orangutan Survival Foundation

https://www.orangutan.or.id/fightfires
https://www.orangutan.or.id/donate

they also have a shop
https://www.orangutan.or.id/shop

Pawerful Voices (instagram.com/pawerfulvoices)
https://kitabisa.com/campaign/pawerfulbersamakalimantan

Centre for Orangutan Protection
https://kitabisa.com/campaign/orangindo4orangutan

Kalaweit Foundation
https://kitabisa.com/campaign/bantukalaweit

Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI)
https://yiari.or.id/donasi/

Tidak semua dari kita dapat turun langsung ke rimba. Tidak semua dari kita mampu memberikan banyak. Namun kita masih dapat memilih untuk tidak berpaling. Berdonasi jika mampu. Meneruskan informasi ini jika belum mampu. Sebab kepedulian pun perlu menemukan jalannya agar sampai kepada mereka yang sedang berjuang di lapangan. Sumber: CNN Indonesia, "Nasib Orangutan di Tengah Kepungan Karhutla Kalimantan", 22 Agustus 2026. Baca selengkapnya di CNN Indonesia. #PrayForKalimantan #PrayForIndonesia.
❤‍🔥3❤1🦄1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
. Rame gak nih?