Another Side of Thai
19.3K subscribers
128K photos
27.7K videos
429 files
41.8K links
Behold, A Roleplayer Base for Genuine Connections: Another Side of Thai. πŸ“Ÿ

On-watch Caretaker: @.

Inquiries and suggestion: @.AsotsBot. (Not intended for menfess submissions).

Rulebook: @AsotRules
Rants: @Asotrashit
PP: @PPASOT
Download Telegram
. Klian dh siap blmΒΏ
. HloΒΏ mana semanhatnya!
. Gw mau ksh tau ap yg paling klian suka
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
. Preng! Siapkan kipas kalian skrg jg krna kita mau liat yg imod imod aowkaokwoawk :VvvVVVVvv
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
γ…€
   β€” 🀩amis, 4 Mei 2025 🀍

Cerita ini mengandung unsur fiksi yang diserap dari interaksi nyata dua orang dalam aplikasi telegram.


γ…€γ…€γ…€γ…€πŸ€©erita ini dimulai pada hari itu, hari di mana dunia berjalan dengan normal, tidak ada yang berbeda β˜”οΈ. Aku hanya menjalani hariku seperti biasanya, bangun pagi, berinteraksi dengan orang disekitar ku, dan menghela nafas atas kebosanan hidupku. Awalnya aku kira hanya diriku yang begitu, ternyata semua orang di lapak ini juga terlihat sama, yap... lapak promosi itu, tempat di mana aku membagikan sebuah tempat obrolan bagi mereka yang ingin bergabung πŸ€•.

γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€Waktu terus berlalu, hingga pagi-ku kini berubah menjadi malam yang gelap, jujur, memang tak ada hal yang terdengar terlalu baik di hari itu, sampai akhirnya, aku menemukannya πŸ₯°.

γ…€γ…€γ…€γ…€Mae menatapi layar ponselnya tepat di lapak promosi tempat Ia berinteraksi, ada sangat banyak orang lain di sana.✨.

γ…€γ…€γ…€γ…€"Wow, kesempatan bagus." Kata Mae sembari terus mengecek akun yang Ia dapati barusan ❀️.

γ…€γ…€γ…€γ…€Tanpa ragu, Mae si bocah aneh itu langsung memasuki ruang obrolan orang yang baru saja Ia temui barusan ✨.

Mae:
hi
γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€Anony Messenger:
β€Œ β€Œβ€Œβ€Œγ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€    β€Œhello
Mae :
bmf? tp just anon wkwk
γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€Anony Messenger:
β€Œ β€Œβ€Œβ€Œ γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€   β€Œboleh
Mae:
panggil apa?
γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€Anony Messenger:
γ…€γ…€β€Œ    β€Œβ€Œβ€Œ    β€ŒAmena, kamu bisa panggil
  γ…€    mena atau apapun senyaman
γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€ γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€ kamu.


γ…€γ…€γ…€γ…€Kecewa, padahal author sudah mengira bahwa karakter Mae ini akan terlihat berani dan tangguh, nyatanya Ia hanya berani untuk memasuki pesan anony milik orang yang Ia temui barusan, ralat, orang yang sepertinya Ia kagumi. ✨

γ…€γ…€γ…€γ…€Entah bagaimana ceritanya, akhirnya mereka mengobrol begitu lama, sampai akhirnya seorang bocah aneh itu bisa memasuki ruang obrolan pribadi milik Amena, wanita yang Ia temui kemarin. ❀️
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€
γ…€γ…€γ…€γ…€     🀍 β€” Maena si Bocah πŸŒŸγ…€γ…€γ…€


γ…€γ…€γ…€γ…€"hii??..." Ucap seorang wanita yang menghampiri meja tempat Maena duduk. 😼

γ…€γ…€γ…€γ…€πŸ€©aena melirik wanita itu dari atas kepala hingga ujung kaki dengan tatapan kurang sopan. πŸ“¦

γ…€γ…€γ…€γ…€
"Siapa? πŸ₯Ί" Balas bocah aneh Maena itu. 🌟

γ…€γ…€γ…€γ…€Tatapan Maena membuat wanita itu semakin ragu padanya, rasanya Ia mulai tidak nyaman.

γ…€γ…€γ…€γ…€"Um.. that's a..." "wanna be my friend??" Sambung wanita itu. "Kalo keberatan gapapa kok.. πŸ€΅β€β™‚" Wanita itu memalingkan wajahnya.

γ…€γ…€γ…€γ…€Maena mengerutkan dahinya, ia memutar bola matanya, "lemme think first, kamu kenal saya?"

γ…€γ…€γ…€γ…€"Maybe yes, maybe no."

γ…€γ…€γ…€γ…€"Hah? Kok 50:50, kasih reason la." Ujar Maena dengan ekspresi sok jago, mungkin ia merasa keren?

γ…€γ…€γ…€γ…€Wanita itu menggaruk pelan tengkuknya sambil tertawa kecil.
γ…€γ…€γ…€γ…€
γ…€γ…€γ…€γ…€"Alright... aku lihat ada kata 'la' di cara kamu ngomong. Jadi aku mikir... aku kenal kamu sekitar... 95%."

γ…€γ…€γ…€γ…€Maena mengangkat sebelah alis. "95%? Sisanya?"

γ…€γ…€γ…€γ…€"Cara ngetik sama cara ngomong kadang beda. Aku cuma nebak."

γ…€γ…€γ…€γ…€"Terus... aku siapa coba?"

γ…€γ…€γ…€γ…€Wanita itu menatap wajah Maena cukup lama, lalu menggeleng pelan. "Jujur... aku masih ragu." "Dejavu kali ya?" Wanita itu tersenyum tipis.

γ…€γ…€γ…€γ…€"Mungkin." Hening beberapa detik. Maena menopang dagunya sambil terus memperhatikan wanita di depannya. "Kamu keliatan frustrasi."

γ…€γ…€γ…€γ…€Wanita itu menghela napas panjang. "Iya..."

γ…€γ…€γ…€γ…€"Why?"

γ…€γ…€γ…€γ…€"Aku udah lama nyari seseorang."

γ…€γ…€γ…€γ…€"Gara-gara aku?"

γ…€γ…€γ…€γ…€"Nggak kok." Ia buru-buru menggeleng. "Aku cuma... penasaran sama orang itu."

γ…€γ…€γ…€γ…€"Serius?" Tanya Maena.

γ…€γ…€γ…€γ…€"Serius." Jawab Wanita itu

γ…€γ…€γ…€γ…€Maena tersenyum tipis. "Penasaran apa, astaga."

γ…€γ…€γ…€γ…€Wanita itu menatap meja, seolah mencari kalimat yang tepat. "Aku bingung jelasinnya."

γ…€γ…€γ…€γ…€"Coba tanya dia lagi aja." Maena tertawa hambar.

γ…€γ…€γ…€γ…€"Aku udah capek. Rasanya pengen menjauh dari semua orang." Balas wanita itu.

γ…€γ…€γ…€γ…€"Oh... kenapa?" Tanya Maena lagi dan lagi, Ia terlihat seperti orang yang sengaja.
γ…€γ…€γ…€γ…€
γ…€γ…€γ…€γ…€"Karena setiap aku nyari jawaban, malah makin bingung."

γ…€γ…€γ…€γ…€"Dampaknya malah ke aku juga?" canda Maena.

γ…€γ…€γ…€γ…€Wanita itu tersenyum kecil. "Iya... mungkin." Ia berdiri pelan sambil merapikan tas di bahunya. "Udah ya. Makasih udah mau dengerin. Aku pulang."

γ…€γ…€γ…€γ…€Dengan spontan, Maena ikut berdiri. "Eh, bentar."

γ…€γ…€γ…€γ…€Wanita itu berhenti melangkah.
γ…€γ…€
γ…€γ…€γ…€γ…€"Orang yang kamu cari..."
γ…€γ…€γ…€γ…€
γ…€γ…€γ…€γ…€"Hm?"

γ…€γ…€γ…€γ…€"Dia manusia, kan?"

γ…€γ…€γ…€γ…€Wanita itu langsung tertawa lepas untuk pertama kalinya. "Iya lah."
γ…€γ…€γ…€γ…€
γ…€γ…€γ…€γ…€"Syukurlah. Kukira makhluk gaib."

γ…€γ…€γ…€γ…€Tawa garing mereka pecah bersamaan.

γ…€γ…€γ…€γ…€Beberapa detik kemudian, Maena menggaruk pelan tangannya. "Kalau suatu hari kamu nemu orang itu..."

γ…€γ…€γ…€γ…€"Kenapa?"
γ…€γ…€γ…€γ…€
γ…€γ…€γ…€γ…€"Jangan lupa bilang kalau ada orang aneh yang sempat bikin kamu ketawa hari ini."

γ…€γ…€γ…€γ…€Wanita itu menatap Maena beberapa saat, lalu tersenyum jauh lebih tulus dari sebelumnya. "Kalau ternyata... orang yang aku cari itu kamu gimana?"

γ…€γ…€γ…€γ…€Untuk pertama kalinya sejak percakapan dimulai, Maena benar-benar terdiam.

γ…€γ…€γ…€γ…€Ia menggaruk pipinya yang mulai memanas. "Yaudah..." gumamnya pelan sambil mengalihkan pandangan. "Mulai sekarang... ngga perlu nyari lagi."
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
γ…€
γ…€γ…€γ…€γ…€πŸ€©ari-hari setelah pertemuan itu terasa aneh.

γ…€γ…€γ…€γ…€πŸ€©mena selalu muncul di saat yang tidak Maena duga. Kadang membawa dua gelas kopi, kadang hanya duduk diam menemaninya tanpa banyak bicara. Anehnya, diam bersama Amena tidak pernah terasa canggung.

γ…€γ…€γ…€γ…€"u're annoying. 😐" Gumam 🀩aena suatu sore.

γ…€γ…€γ…€γ…€"I know. 😎" Amena tersenyum kecil. "But u never told me to leave."

γ…€γ…€γ…€γ…€Sejak saat itu, mereka menjadi kebiasaan satu sama lain.

γ…€γ…€γ…€γ…€Malam berubah menjadi panggilan panjang. Pagi selalu diawali ucapan singkat. Tawa kecil, ejekan receh, dan rasa nyaman yang datang tanpa diminta.

γ…€γ…€γ…€γ…€Tanpa sadar...

γ…€γ…€γ…€γ…€Maena jatuh cinta.

γ…€γ…€γ…€γ…€Beberapa hari ia memikirkan kalimat yang tepat, sampai akhirnya ia berdiri di depan Amena dengan jantung yang berisik

γ…€γ…€γ…€γ…€"Amii..."

γ…€γ…€γ…€γ…€"Hm?"

γ…€γ…€γ…€γ…€"I like u. More than a friend."


γ…€γ…€γ…€γ…€Amena membeku. Senyumnya perlahan menghilang.

γ…€γ…€γ…€γ…€Beberapa hari kemudian, ia datang lagi. Kali ini dengan tatapan yang jauh lebih berat.

γ…€γ…€γ…€γ…€"Mae... aku udah mikirin semuanya."

γ…€γ…€γ…€γ…€Maena hanya mengangguk.

γ…€γ…€γ…€γ…€"Aku sayang sama kamu... tapi bukan dengan cara yang kamu harapkan."

γ…€γ…€γ…€γ…€"Aku takut kalau kita memaksakan ini, kita malah kehilangan apa yang selama ini kita punya."

γ…€γ…€γ…€γ…€Untuk pertama kalinya, Maena tidak tahu harus menjawab apa. Ia hanya tersenyum kecil. "It's okay."

γ…€γ…€γ…€γ…€Padahal, tidak benar-benar baik-baik saja.

γ…€γ…€γ…€γ…€Sejak hari itu, waktu perlahan membawa mereka ke arah yang berbeda. Pesan semakin jarang, pertemuan semakin singkat, hingga akhirnya nama mereka tinggal menjadi kenangan di halaman yang sama.
γ…€γ…€γ…€γ…€
γ…€γ…€γ…€γ…€Dan begitulah...

γ…€γ…€γ…€γ…€Di sebuah kisah kecil, ada dua orang yang sempat menemukan rumah pada satu sama lain, meski hanya untuk sementara.

γ…€γ…€γ…€γ…€Tidak semua cerita ditakdirkan memiliki akhir "selamanya". Ada yang memang diciptakan hanya untuk mengajarkan bagaimana rasanya bertemu, menyayangi, lalu melepaskan.

γ…€γ…€γ…€γ…€Maka buku itu pun ditutup perlahan.

γ…€γ…€γ…€γ…€Di sampul terakhir, hanya tertulis satu kalimat.

γ…€γ…€
γ…€γ…€γ…€"Every fairy tale has an ending. This was theirs." ✧
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
γ…€
           " πŸ¦‹ Kalo endingnya bukan happy-ending, maka itu bukan ending."


γ…€γ…€γ…€γ…€Setelah penolakan itu, Maena memilih pergi perlahan. Bukan karena membenci Amena, melainkan karena ia sadar, memaksa bertahan hanya akan membuat perasaannya semakin berantakan. 😭

γ…€γ…€γ…€γ…€Hari berganti minggu. Minggu berganti bulan. πŸ€—

γ…€γ…€γ…€γ…€Mereka masih saling mengikuti akun satu sama lain. Tidak pernah mengobrol, tidak pernah memberi tanda suka. Hanya menjadi penonton setia di balik story masing-masing.
Tak lama kemudian, Amena mulai menjalin hubungan dengan seseorang. Story-nya dipenuhi bunga, foto berdua, dan caption manis.

γ…€γ…€γ…€γ…€"Good for you..." gumam Maena sambil menutup layar ponselnya.

γ…€γ…€γ…€γ…€Maena pun mencoba membuka lembar baru. Ada banyak orang yang datang dan pergi. Tujuh, delapan, bahkan sembilan orang sempat mengisi harinya. Sampai akhirnya, ia menerima satu orang untuk menjadi pasangannya.

γ…€γ…€γ…€γ…€Lucunya, meski tak pernah saling berbicara, mereka seperti diam-diam saling pamer kebahagiaan.

γ…€γ…€γ…€γ…€Saat Amena mengunggah bunga, beberapa jam kemudian Maena mengunggah hadiah. Saat Maena mengunggah foto makan malam, keesokan harinya Amena mengunggah video bergandengan tangan.

γ…€γ…€γ…€γ…€Tak ada caption yang saling menyindir. Tak ada balasan story. Namun keduanya sama-sama tahu... Mereka pasti melihat. Begitu terus selama hampir beberapa bulan.

γ…€γ…€γ…€γ…€Lalu semuanya berubah.
Foto-foto pasangan satu per satu menghilang. Story romantis tak pernah muncul lagi. Entah kebetulan atau memang takdir, mereka ternyata sama-sama mengakhiri hubungan di waktu yang hampir bersamaan

γ…€γ…€γ…€γ…€Beberapa hari kemudian, nama Amena muncul kembali di layar Maena.

Announcement.
γ…€γ…€γ…€γ…€"Halo, aku mau unsave semua kontak karena udah nggak diving lagi. Makasih buat yang pernah jadi bagian dari hariku. Kalau chat ini nyasar, maaf ya"

γ…€γ…€γ…€γ…€Maena tersenyum kecil sebelum membalas.
"Sorry 4 the late response. Thank u. "

γ…€γ…€γ…€γ…€Tak lama kemudian, balasan masuk.

γ…€γ…€γ…€γ…€"Terima kasih karena dulu pernah mau jadi moots-ku, Mae."

γ…€γ…€γ…€γ…€Maena terkekeh. "Santai aja, ngapain makasih."

γ…€γ…€γ…€γ…€"Karena kamu pernah ada."

γ…€γ…€γ…€γ…€Sejak hari itu, obrolan mereka kembali dimulai. Tidak ada rasa canggung seperti dulu. Mereka berbicara tentang banyak hal, tertawa sampai larut malam, lalu kembali bertemu secara langsung beberapa kali.

γ…€γ…€γ…€γ…€Suatu pagi, mereka duduk berdampingan di bangku taman yang sama seperti pertemuan pertama.

γ…€γ…€γ…€γ…€Maena menoleh pelan. "Setelah semua yang udah kita lewatin..."

γ…€γ…€γ…€γ…€Amena ikut menatapnya. "Hm?"

γ…€γ…€γ…€γ…€"Kita pacaran, ngga?"

γ…€γ…€γ…€γ…€Amena tertawa kecil. "Kamu aja belum ngajak aku pacaran."

γ…€γ…€γ…€γ…€Maena menggaruk tengkuknya, lalu tersenyum malu. "Yaudah... Amena, mau jadi pacarku?"

γ…€γ…€γ…€γ…€Amena tidak menjawab dengan kata-kata.

γ…€γ…€γ…€γ…€Ia hanya menggenggam tangan Maena erat, lalu mengangguk pelan. "Iya." (25-05-26)

γ…€γ…€γ…€γ…€Dan untuk pertama kalinya... Tidak ada lagi kata "maybe yes, maybe no." Yang ada hanyalah dua orang yang akhirnya dipertemukan kembali, bukan sebagai orang asing, melainkan sebagai rumah bagi satu sama lain. ✦


🀩HE 🀩ND
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
γ…€
γ…€γ…€γ…€γ…€πŸ€©ometimes I forget to say thank u to u, 4 luving me, 4 spending almost ur entire life wimme, 4 making me happy in ur own way, Thank u 4 being there n luv me me.

                                  🀩 love u so mazzhh πŸ₯°
γ…€
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
πŸ“ β€” 𝖱𝖾𝗐𝗋𝗂𝗍𝗍𝖾𝗇.
γ…€ γ…€γ…€γ…€γ…€πŸ€©ometimes I forget to say thank u to u, 4 luving me, 4 spending almost ur entire life wimme, 4 making me happy in ur own way, Thank u 4 being there n luv me me.                                   🀩 love u so mazzhh πŸ₯° γ…€
γ…€γ…€γ…€γ…€
γ…€γ…€γ…€γ…€πŸ€©appy 2 months, ma luv 🌟. Feels a bit mad how quickly time's gone, innit ❀️ (?) I know we're still at the 2nd beginning of this journey, but I genuinely hope we never stop choosing each other, even on the ordinary days ❀️. I hope we keep growing 2gether, keep having a laugh over the little things, n always make this feel like home, no matter where life takes us ✨.

γ…€γ…€γ…€γ…€πŸ€©y only wish is that we stay honest, patient, and always have each other's backs ✨. I hope every month gives us another reason to be proud of what we're building🫠, n that one day we'll look back at these first 2 months and smile bcz it was only the start of something properπŸ₯° .

γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€πŸ€©ere's to us, always ✨.
γ…€
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM