Another Side of Thai
19.3K subscribers
128K photos
27.7K videos
430 files
42.2K links
Behold, A Roleplayer Base for Genuine Connections: Another Side of Thai. 📟

On-watch Caretaker: @.

Inquiries and suggestion: @.AsotsBot. (Not intended for menfess submissions).

Rulebook: @AsotRules
Rants: @Asotrashit
PP: @PPASOT
Download Telegram
. Stop preng gw.
. Cukub sdh dipreng, katanya syg tp ditinggalin 😞
. Klian dh siap blm¿
. Hlo¿ mana semanhatnya!
. Gw mau ksh tau ap yg paling klian suka
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
. Preng! Siapkan kipas kalian skrg jg krna kita mau liat yg imod imod aowkaokwoawk :VvvVVVVvv
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ㅤ
   — 🤩amis, 4 Mei 2025 🤍

Cerita ini mengandung unsur fiksi yang diserap dari interaksi nyata dua orang dalam aplikasi telegram.


ㅤㅤㅤㅤ🤩erita ini dimulai pada hari itu, hari di mana dunia berjalan dengan normal, tidak ada yang berbeda ☔️. Aku hanya menjalani hariku seperti biasanya, bangun pagi, berinteraksi dengan orang disekitar ku, dan menghela nafas atas kebosanan hidupku. Awalnya aku kira hanya diriku yang begitu, ternyata semua orang di lapak ini juga terlihat sama, yap... lapak promosi itu, tempat di mana aku membagikan sebuah tempat obrolan bagi mereka yang ingin bergabung 🤕.

ㅤㅤㅤㅤㅤWaktu terus berlalu, hingga pagi-ku kini berubah menjadi malam yang gelap, jujur, memang tak ada hal yang terdengar terlalu baik di hari itu, sampai akhirnya, aku menemukannya 🥰.

ㅤㅤㅤㅤMae menatapi layar ponselnya tepat di lapak promosi tempat Ia berinteraksi, ada sangat banyak orang lain di sana.✨.

ㅤㅤㅤㅤ"Wow, kesempatan bagus." Kata Mae sembari terus mengecek akun yang Ia dapati barusan ❤️.

ㅤㅤㅤㅤTanpa ragu, Mae si bocah aneh itu langsung memasuki ruang obrolan orang yang baru saja Ia temui barusan ✨.

Mae:
hi
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤAnony Messenger:
‌ ‌‌‌ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ    ‌hello
Mae :
bmf? tp just anon wkwk
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤAnony Messenger:
‌ ‌‌‌ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ   ‌boleh
Mae:
panggil apa?
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤAnony Messenger:
ㅤㅤ‌    ‌‌‌    ‌Amena, kamu bisa panggil
  ㅤ    mena atau apapun senyaman
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ kamu.


ㅤㅤㅤㅤKecewa, padahal author sudah mengira bahwa karakter Mae ini akan terlihat berani dan tangguh, nyatanya Ia hanya berani untuk memasuki pesan anony milik orang yang Ia temui barusan, ralat, orang yang sepertinya Ia kagumi. ✨

ㅤㅤㅤㅤEntah bagaimana ceritanya, akhirnya mereka mengobrol begitu lama, sampai akhirnya seorang bocah aneh itu bisa memasuki ruang obrolan pribadi milik Amena, wanita yang Ia temui kemarin. ❤️
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤ     🤍 — Maena si Bocah 🌟ㅤㅤㅤ


ㅤㅤㅤㅤ"hii??..." Ucap seorang wanita yang menghampiri meja tempat Maena duduk. 😼

ㅤㅤㅤㅤ🤩aena melirik wanita itu dari atas kepala hingga ujung kaki dengan tatapan kurang sopan. 📦

ㅤㅤㅤㅤ
"Siapa? 🥺" Balas bocah aneh Maena itu. 🌟

ㅤㅤㅤㅤTatapan Maena membuat wanita itu semakin ragu padanya, rasanya Ia mulai tidak nyaman.

ㅤㅤㅤㅤ"Um.. that's a..." "wanna be my friend??" Sambung wanita itu. "Kalo keberatan gapapa kok.. 🤵‍♂" Wanita itu memalingkan wajahnya.

ㅤㅤㅤㅤMaena mengerutkan dahinya, ia memutar bola matanya, "lemme think first, kamu kenal saya?"

ㅤㅤㅤㅤ"Maybe yes, maybe no."

ㅤㅤㅤㅤ"Hah? Kok 50:50, kasih reason la." Ujar Maena dengan ekspresi sok jago, mungkin ia merasa keren?

ㅤㅤㅤㅤWanita itu menggaruk pelan tengkuknya sambil tertawa kecil.
ㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤ"Alright... aku lihat ada kata 'la' di cara kamu ngomong. Jadi aku mikir... aku kenal kamu sekitar... 95%."

ㅤㅤㅤㅤMaena mengangkat sebelah alis. "95%? Sisanya?"

ㅤㅤㅤㅤ"Cara ngetik sama cara ngomong kadang beda. Aku cuma nebak."

ㅤㅤㅤㅤ"Terus... aku siapa coba?"

ㅤㅤㅤㅤWanita itu menatap wajah Maena cukup lama, lalu menggeleng pelan. "Jujur... aku masih ragu." "Dejavu kali ya?" Wanita itu tersenyum tipis.

ㅤㅤㅤㅤ"Mungkin." Hening beberapa detik. Maena menopang dagunya sambil terus memperhatikan wanita di depannya. "Kamu keliatan frustrasi."

ㅤㅤㅤㅤWanita itu menghela napas panjang. "Iya..."

ㅤㅤㅤㅤ"Why?"

ㅤㅤㅤㅤ"Aku udah lama nyari seseorang."

ㅤㅤㅤㅤ"Gara-gara aku?"

ㅤㅤㅤㅤ"Nggak kok." Ia buru-buru menggeleng. "Aku cuma... penasaran sama orang itu."

ㅤㅤㅤㅤ"Serius?" Tanya Maena.

ㅤㅤㅤㅤ"Serius." Jawab Wanita itu

ㅤㅤㅤㅤMaena tersenyum tipis. "Penasaran apa, astaga."

ㅤㅤㅤㅤWanita itu menatap meja, seolah mencari kalimat yang tepat. "Aku bingung jelasinnya."

ㅤㅤㅤㅤ"Coba tanya dia lagi aja." Maena tertawa hambar.

ㅤㅤㅤㅤ"Aku udah capek. Rasanya pengen menjauh dari semua orang." Balas wanita itu.

ㅤㅤㅤㅤ"Oh... kenapa?" Tanya Maena lagi dan lagi, Ia terlihat seperti orang yang sengaja.
ㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤ"Karena setiap aku nyari jawaban, malah makin bingung."

ㅤㅤㅤㅤ"Dampaknya malah ke aku juga?" canda Maena.

ㅤㅤㅤㅤWanita itu tersenyum kecil. "Iya... mungkin." Ia berdiri pelan sambil merapikan tas di bahunya. "Udah ya. Makasih udah mau dengerin. Aku pulang."

ㅤㅤㅤㅤDengan spontan, Maena ikut berdiri. "Eh, bentar."

ㅤㅤㅤㅤWanita itu berhenti melangkah.
ㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤ"Orang yang kamu cari..."
ㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤ"Hm?"

ㅤㅤㅤㅤ"Dia manusia, kan?"

ㅤㅤㅤㅤWanita itu langsung tertawa lepas untuk pertama kalinya. "Iya lah."
ㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤ"Syukurlah. Kukira makhluk gaib."

ㅤㅤㅤㅤTawa garing mereka pecah bersamaan.

ㅤㅤㅤㅤBeberapa detik kemudian, Maena menggaruk pelan tangannya. "Kalau suatu hari kamu nemu orang itu..."

ㅤㅤㅤㅤ"Kenapa?"
ㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤ"Jangan lupa bilang kalau ada orang aneh yang sempat bikin kamu ketawa hari ini."

ㅤㅤㅤㅤWanita itu menatap Maena beberapa saat, lalu tersenyum jauh lebih tulus dari sebelumnya. "Kalau ternyata... orang yang aku cari itu kamu gimana?"

ㅤㅤㅤㅤUntuk pertama kalinya sejak percakapan dimulai, Maena benar-benar terdiam.

ㅤㅤㅤㅤIa menggaruk pipinya yang mulai memanas. "Yaudah..." gumamnya pelan sambil mengalihkan pandangan. "Mulai sekarang... ngga perlu nyari lagi."
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
ㅤ
ㅤㅤㅤㅤ🤩ari-hari setelah pertemuan itu terasa aneh.

ㅤㅤㅤㅤ🤩mena selalu muncul di saat yang tidak Maena duga. Kadang membawa dua gelas kopi, kadang hanya duduk diam menemaninya tanpa banyak bicara. Anehnya, diam bersama Amena tidak pernah terasa canggung.

ㅤㅤㅤㅤ"u're annoying. 😐" Gumam 🤩aena suatu sore.

ㅤㅤㅤㅤ"I know. 😎" Amena tersenyum kecil. "But u never told me to leave."

ㅤㅤㅤㅤSejak saat itu, mereka menjadi kebiasaan satu sama lain.

ㅤㅤㅤㅤMalam berubah menjadi panggilan panjang. Pagi selalu diawali ucapan singkat. Tawa kecil, ejekan receh, dan rasa nyaman yang datang tanpa diminta.

ㅤㅤㅤㅤTanpa sadar...

ㅤㅤㅤㅤMaena jatuh cinta.

ㅤㅤㅤㅤBeberapa hari ia memikirkan kalimat yang tepat, sampai akhirnya ia berdiri di depan Amena dengan jantung yang berisik

ㅤㅤㅤㅤ"Amii..."

ㅤㅤㅤㅤ"Hm?"

ㅤㅤㅤㅤ"I like u. More than a friend."


ㅤㅤㅤㅤAmena membeku. Senyumnya perlahan menghilang.

ㅤㅤㅤㅤBeberapa hari kemudian, ia datang lagi. Kali ini dengan tatapan yang jauh lebih berat.

ㅤㅤㅤㅤ"Mae... aku udah mikirin semuanya."

ㅤㅤㅤㅤMaena hanya mengangguk.

ㅤㅤㅤㅤ"Aku sayang sama kamu... tapi bukan dengan cara yang kamu harapkan."

ㅤㅤㅤㅤ"Aku takut kalau kita memaksakan ini, kita malah kehilangan apa yang selama ini kita punya."

ㅤㅤㅤㅤUntuk pertama kalinya, Maena tidak tahu harus menjawab apa. Ia hanya tersenyum kecil. "It's okay."

ㅤㅤㅤㅤPadahal, tidak benar-benar baik-baik saja.

ㅤㅤㅤㅤSejak hari itu, waktu perlahan membawa mereka ke arah yang berbeda. Pesan semakin jarang, pertemuan semakin singkat, hingga akhirnya nama mereka tinggal menjadi kenangan di halaman yang sama.
ㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤDan begitulah...

ㅤㅤㅤㅤDi sebuah kisah kecil, ada dua orang yang sempat menemukan rumah pada satu sama lain, meski hanya untuk sementara.

ㅤㅤㅤㅤTidak semua cerita ditakdirkan memiliki akhir "selamanya". Ada yang memang diciptakan hanya untuk mengajarkan bagaimana rasanya bertemu, menyayangi, lalu melepaskan.

ㅤㅤㅤㅤMaka buku itu pun ditutup perlahan.

ㅤㅤㅤㅤDi sampul terakhir, hanya tertulis satu kalimat.

ㅤㅤ
ㅤㅤㅤ"Every fairy tale has an ending. This was theirs." ✧
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
ㅤ
           " 🦋 Kalo endingnya bukan happy-ending, maka itu bukan ending."


ㅤㅤㅤㅤSetelah penolakan itu, Maena memilih pergi perlahan. Bukan karena membenci Amena, melainkan karena ia sadar, memaksa bertahan hanya akan membuat perasaannya semakin berantakan. 😭

ㅤㅤㅤㅤHari berganti minggu. Minggu berganti bulan. 🤗

ㅤㅤㅤㅤMereka masih saling mengikuti akun satu sama lain. Tidak pernah mengobrol, tidak pernah memberi tanda suka. Hanya menjadi penonton setia di balik story masing-masing.
Tak lama kemudian, Amena mulai menjalin hubungan dengan seseorang. Story-nya dipenuhi bunga, foto berdua, dan caption manis.

ㅤㅤㅤㅤ"Good for you..." gumam Maena sambil menutup layar ponselnya.

ㅤㅤㅤㅤMaena pun mencoba membuka lembar baru. Ada banyak orang yang datang dan pergi. Tujuh, delapan, bahkan sembilan orang sempat mengisi harinya. Sampai akhirnya, ia menerima satu orang untuk menjadi pasangannya.

ㅤㅤㅤㅤLucunya, meski tak pernah saling berbicara, mereka seperti diam-diam saling pamer kebahagiaan.

ㅤㅤㅤㅤSaat Amena mengunggah bunga, beberapa jam kemudian Maena mengunggah hadiah. Saat Maena mengunggah foto makan malam, keesokan harinya Amena mengunggah video bergandengan tangan.

ㅤㅤㅤㅤTak ada caption yang saling menyindir. Tak ada balasan story. Namun keduanya sama-sama tahu... Mereka pasti melihat. Begitu terus selama hampir beberapa bulan.

ㅤㅤㅤㅤLalu semuanya berubah.
Foto-foto pasangan satu per satu menghilang. Story romantis tak pernah muncul lagi. Entah kebetulan atau memang takdir, mereka ternyata sama-sama mengakhiri hubungan di waktu yang hampir bersamaan

ㅤㅤㅤㅤBeberapa hari kemudian, nama Amena muncul kembali di layar Maena.

Announcement.
ㅤㅤㅤㅤ"Halo, aku mau unsave semua kontak karena udah nggak diving lagi. Makasih buat yang pernah jadi bagian dari hariku. Kalau chat ini nyasar, maaf ya"

ㅤㅤㅤㅤMaena tersenyum kecil sebelum membalas.
"Sorry 4 the late response. Thank u. "

ㅤㅤㅤㅤTak lama kemudian, balasan masuk.

ㅤㅤㅤㅤ"Terima kasih karena dulu pernah mau jadi moots-ku, Mae."

ㅤㅤㅤㅤMaena terkekeh. "Santai aja, ngapain makasih."

ㅤㅤㅤㅤ"Karena kamu pernah ada."

ㅤㅤㅤㅤSejak hari itu, obrolan mereka kembali dimulai. Tidak ada rasa canggung seperti dulu. Mereka berbicara tentang banyak hal, tertawa sampai larut malam, lalu kembali bertemu secara langsung beberapa kali.

ㅤㅤㅤㅤSuatu pagi, mereka duduk berdampingan di bangku taman yang sama seperti pertemuan pertama.

ㅤㅤㅤㅤMaena menoleh pelan. "Setelah semua yang udah kita lewatin..."

ㅤㅤㅤㅤAmena ikut menatapnya. "Hm?"

ㅤㅤㅤㅤ"Kita pacaran, ngga?"

ㅤㅤㅤㅤAmena tertawa kecil. "Kamu aja belum ngajak aku pacaran."

ㅤㅤㅤㅤMaena menggaruk tengkuknya, lalu tersenyum malu. "Yaudah... Amena, mau jadi pacarku?"

ㅤㅤㅤㅤAmena tidak menjawab dengan kata-kata.

ㅤㅤㅤㅤIa hanya menggenggam tangan Maena erat, lalu mengangguk pelan. "Iya." (25-05-26)

ㅤㅤㅤㅤDan untuk pertama kalinya... Tidak ada lagi kata "maybe yes, maybe no." Yang ada hanyalah dua orang yang akhirnya dipertemukan kembali, bukan sebagai orang asing, melainkan sebagai rumah bagi satu sama lain. ✦


🤩HE 🤩ND
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ㅤ
ㅤㅤㅤㅤ🤩ometimes I forget to say thank u to u, 4 luving me, 4 spending almost ur entire life wimme, 4 making me happy in ur own way, Thank u 4 being there n luv me me.

                                  🤩 love u so mazzhh 🥰
ㅤ
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM